(Foto: Bleacher Report)

Dihujani Kritik, Infantino Buka Suara Tentang Ekspansi Piala Dunia

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan keputusan untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia menjadi 48 tim adalah langkah yang tepat.

Pengambilan suara dari para anggonta FIFA telah memenangkan penambahan peserta yang akan dimulai pada edisi tahun 2026 itu, bukan hanya karena uang saja.

"Ini sebaliknya, ini adalah keputusan sepakbola," ujar Infantino pada BBC. "Semua format memiliki keunggulan dalam sisi finansial. Kami nyaman dengan situasi yang berdasarkan keputusan olahraga."

Nantinya 48 tim kontestan putaran final akan dibagi menjadi 16 grup yang akan berisia masing - masing tiga negara.

"Ini adalah keputusan yang bersejarah yang akan menjadi pintu masuk pada Piala Dunia Abad 21," lanjut Infantino.

Pria berusia 46 tahun itu mengatakan bahwa meningkatnya jumlah tim yang berpartisipasi akan meningkatkan juga kualitas negara pada saat terjun di putaran final.
"Kosta Rika menyingkirkan Inggris dan Italia di Piala Dunia terakhir, tim yang solid dan masih banyak tim lain yang bisa melakukan itu di Piala Dunia."

"Saya percaya itu adalah contoh nyata dalam perkembangan, karena banyak negara yang akan mendapat kesempatan untuk lolos jadi mereka akan memperbaiki sepakbola mereka di tingkat atas dan juga level pembinaan."

Beberapa media mengklaim bahwa ekspansi jumlah peserta Piala Dunia akan membawa pemasukan senilai 5.29 miliar pound, dimana itu akan meningkatkan profit sebesar 521 juta pound kepada FIFA.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


FIFA Berikan Bantuan Dana 67 miliar Kepada PSSI!
Usai mendapat bantuan dana dari Federasi Sepakbola Asia (AFC) kali ini PSSI kembali mendapatkan bantuan uang yang datang dari FIFA.Ya, badan sepakbola tertinggi di dunia itu sudah menyiapkan dana sebesar Rp 67 miliar atau $5 juta kepada Indonesia.Bantuan ini diberikan FIFA untuk membantu pengembangan persepakbolaan Indonesia.Namun FIFA akan memberikannya dalam empat tahap atau empat tahun, setiap tahun, dana itu akan dipecah menjadi 500 ribu dolar AS untuk biaya operasional PSSI, kemudian 750 ribu dolar AS untuk biaya infrastruktur, pembinaan pemain, organisasi, dan program-program lainnya. [suggestedarticle]FIFA juga telah memberikan dana 250 ribu dollar AS untuk pengembangan sepakbola usia muda di Indonesia pada Januari 2017 lalu."Bantuan ini kami berikan kepada 211 negara anggota FIFA. Pencairan pada Januari dan Juli setiap tahunnya. Anggota bisa mengajukan bantuan di luar periode pencairan, misalnya ada proyeksi besar,” jelas FIFA Director Member Association Asia-Oceania, Sanjeevan C Balasingam.Bantuan dana ini akan sebisa mungkin dimaksimalkan oleh PSSI untuk kemajuan sepakbola Indonesia.“Kami akan memaksimalkan semua dukungan dari pihak internasional maupun nasional. Sehingga kami bisa mengejar ketertinggalan dari negara lain,” kata Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, terkait bantuan dari FIFA tersebut.
visibility  1564 kali
FIFA Bantu Dana untuk PSSI Guna Membentuk Pengadilan Arbitrase
FIFA memberikan dana sebesar 40.000 dolar AS atau Rp 531 juta untuk membantu PSSI membentuk pengadilan arbitrase independen.Menurut Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, badan tersebut akan menangani sengketa yang membelit klub dan pemain atau National Dispute Resolution Chamber (NDRC)."Dana itu untuk mengadakan seminar, mengundang ahli, menyelesaikan berkas-berkas, menyusun regulasi dan lain-lain sampai nantinya NDRC itu terbentuk," ujar Joko di Jakarta, Jumat.Dia melanjutkan, usai bertemu dan membicarakan NDRC dengan perwakilan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), Federasi Pesepak Bola Profesional Internasional (FIFPro) dan Asosiasi Klub Eropa (ECA) pada hari ini, Jumat, PSSI langsung melakukan persiapan berkas-berkas.Setelah itu, kata Joko, FIFA akan melakukan tinjauan atas berkas-berkas itu paling lama tiga bulan. Kemudian, diharapkan persiapan sudah selesai pada November 2017 dan bisa beroperasi paling lambat pada tahun 2018.BACA JUGA: Menpora Punya Alasan Prioritaskan Cabor SepakbolaNDRC, yang bertindak berdasarkan aduan, merupakan pengadilan arbitrase independen yang berada dalam naungan PSSI. Ada tiga substansi sengketa yang dapat diselesaikan di badan ini, yaitu terkait kontrak pemain di klub, kompensasi latihan (training compensation) atau kompensasi yang diberikan klub ketika mengikat kontrak pemain secara profesional kepada klub di mana pesepak bola dilatih saat masih berstatus amatir di usia muda, serta kompensasi solidaritas yaitu mekanisme penghargaan transfer antarklub.Anggotanya merupakan perwakilan klub, perwakilan pemain anggota Asosiasi Pemain Sepak Bola Seluruh Indonesia (APPI) dan dari kalangan profesional bidang hukum yang diusulkan oleh PSSI. Mengingat Indonesia memiliki puluhan klub dan ratusan pemain yang berlaga di Liga Indonesia, mekanisme pemilihan anggota masih dalam pembicaraan PSSI."Yang jelas kami ingin lembaga independen NDRC ini menjadi wadah yang adil dan bisa menuntaskan sengketa karena di dalamnya ada perwakilan klub dan pemain," tutur Joko.
visibility  1592 kali
Luis Milla Datang, Peringkat FIFA Indonesia Meroket!
Baru mulai bekerja untuk menangani tim nasional Indonesia pada awal Februari ini, pelatih Luis Milla sudah memiliki dampak.FIFA baru saja merilis daftar ranking terbaru edisi 9 Februari 2017. Peringkat Timnas Indonesia naik drastis ke posisi 169.Indonesia dipastikan naik empat tingkat dari peringkat bulan lalu. Sebelumnya, Indonesia ada di tempat ke-173 usai turun dua tangga.PSSI sendiri menargetkan Indonesia ada di peringkat 130 sampai 140 di akhir 2017.BACA JUGA: Klub Tak Boleh Lagi Halangi Pemain untuk Gabung TimnasWalau tak melakoni pertandingan internasional sejak terakhir tampil di final Piala AFF 2016, Indonesia berhasil memperbaiki peringkat dunia.Di posisi 169, Timnas Indonesia mengoleksi 122,93 poin atau dibulatkan menjadi 123 poin.Filipina (ranking ke-122) masih menjadi yang terbaik di kawasan Asean, Vietnam (136), Myanmar (159), dan Laos (167) menyusul dibelakangnya.Pemuncak ranking FIFA masih ditempati Argentina dengan 1635 poin. Dalam 10 besar tak ada perubahan karena memang tak ada jadwal internasional, terdapat Brasil (1529) berada di posisi kedua, disusul Jerman (1433), Chile (1386), Belgia (1371), Perancis (1313), Kolombia (1304), Portugal (1240), Uruguay (1195), dan Spanyol (1168). Da negara Britania yakni Wales dan Inggris tidak masih berada di posisi 12 dan 13.Ranking FIFA selanjutnya akan dikeluarkan pada 9 Maret 2017.
visibility  7575 kali
Ranking FIFA Indonesia Naik Empat Tingkat
Meski tidak ada agenda resmi dalama satu bulan terakhir, Timnas Indonesia mengalami kenaikan peringkat di ranking FIFA periode tanggal 9 Februari. Tim Merah-Putih naik empat tingkat dan kini berada di peringkat 169.Total Indonesia mengumpulkan 123 poin melewati perolehan poin Kamboja yang kini harus rela turun ke peringkat 175. Sementara itu beberapa tim lain di Asia Tenggara masih berada di atas Indonesia.BACA JUGA: Luis Milla Panggil 25 Pemain untuk Masuk Skuat Timnas IndonesiaSingapura ada di peringkat 164, Malaysia di 162, dan Myanmar di 169. Tim Asia Tenggara dengan ranking tertinggi masih dipegang Oleh Filipina di peringkat 122. Thailand ada di peringkat 127, dan Vietnam di peringkat 136.Indonesia berpeluang untuk menyusul rival-rivalnya bila konsisten meraih kemenangan di laga uji coba internasional sepanjang tahun 2017. FIFA Matchday terdekat ada di bulan Maret yakni tanggal 20-28.BACA JUGA: Milla Jelaskan Pemain yang Akan Dipanggil untuk Uji Coba Internasional Bulan MaretSementara itu, di posisi puncak ranking FIFA dunia, Argentina masih bertahan di peringkat 1. Di bawahnya berturut-turut ada Brasil, Jerman, Chile, Belgia, dan Perancis.
visibility  6640 kali
1486695145591 tag