(Foto: istimewa)

Resmi! Lampung Angels Gaet Pemain Andalan Football Plus

Lampung Angels S-One bergerak cepat untuk merampungkan skuatnya sebulan sebelum laga Women Pro Futsal League 2017 digelar.

Mereka juga memantau bakat-bakat di babak nasional Liga Futsal Nusantara 2016 pada 7-9 Januari lalu. Hasilnya, Lampung Angels berminat menggaet pemain andalan Football Plus asal Bandung, Sopia.

Sopia resmi dikontrak Lampung Angels yang diunggah melalui akun instagramnya pada Rabu (11/1/2017) ini. "Kami memang telah lama membidik Sopia karena memantau dia dari sejak babak kualifikasi LFN di Jakarta," kata Cornellius AN, pelatih Lampung Angels.

Kebetulan tempat pemusatan latihan Lampung merupakan markas Football Plus yang memudahkan proses kepindahan Sopia ke tim. Sopia sudah bergabung ke pemusatan latihan Lampung mulai Kamis (12/1/2017) besok.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Resmi! Eks Penggawa Vamos Mataram Direkrut Permata Indah Manokwari
Permata Indah Manokwari kembali kedatangan satu pemain baru dalam persiapan menghadapi AFF Futsal Club Championship 2017.Dia adalah eks penggawa Vamos Mataram, Eko Andriyana. Pemain yang berjuluk 'The Sniper' ini sebelumnya sudah bergabung dalam latihan skuat Permata, namun baru sebatas Ujicoba.Pada Sabtu (10/6) kemarin dirinya resmi digaet untuk menambal kekurangan satu pemain yang keluar dari pemusatan latihan, Geordiyan Dermawan.Eko juga sudah didaftarkan untuk mengikuti ajang AFF Futsal Club 2017 bersama 15 pemain lainnya. AFF Futsal Club 2017 sendiri bakal digelar pada 3-9 Juli mendatang di Bangkok, Thailand.
visibility  11716 kali
4 Pemain Resmi Berpisah Dengan Permata Indah Manokwari
Bukan hanya menambah pemain baru, Permata Indah Manokwari juga harus menggugurkan beberapa pemain pasca meraih gelar Runner-up Pro Futsal League 2017.Terdapat empat pemain yang tidak berlanjut di Permata Indah Manokwari. Mereka adalah Niko Wijaya, Dadang Prasetyo, Stenitz Walvin, dan Rahmat Nonci. Keempat pemain ini juga tak mengikuti persiapan Permata Indah Manokwari jelang AFF Futsal Club Championship 2017.[suggestedarticle]Keempat pemain ini digantikan oleh penggawa baru yang hanya diplot untuk bermain di AFF Futsal Club. Mereka adalah Christian Yembise, Ardiansyah Runtuboy, Khalid El Hattach, dan Rico Zulkarnain."Skuat yang akan diturunkan di AFF Futsal Club 2017 ini merupakan gambaran atau kerangka untuk liga musim depan," kata manajer Permata, Gerson Rombe.Kontrak pemain lama sendiri sudah habis pada Juni ini namun diperpanjang hingga AFF Futsal Club usai. Jika performa mereka memuaskan bukan tak mungkin disodori kontrak berlaga di liga musim depan.
visibility  3747 kali
Inilah Cerita Srikandi Futsal Tentang Beban Top Skor WPFL 2017 dan Timnas Futsal Putri
Top skor Women Pro Futsal League (WPFL) 2017, Rani Mulyasari sangat senang bisa kembali mengikuti pemusatan latihan (TC) Timnas Futsal Putri Indonesia yang diadakan di Score Futsal Purwokerto sejak 30 Mei lalu.Rani pun berharap dirinya bisa terpilih kembali membela Timnas Futsal Putri. Ia juga bercerita tentang bebannya mengikuti TC Timnas Futsal Putri setelah meraih gelar top skor WPFL 2017.[suggestedarticle]"Harapannya yang pertama kepilih di tim yang nanti berangkat, dan tenaganya bisa membantu kebutuhan tim, dan terakhir bisa bawa Indonesia juara," ungkap pemain yang biasa disapa Odoy ini kepada Bolalob."Beban mudah-mudahan ga ada, biar akunya enjoy jalanin semua program dan tujuan yang mau di capai. Semoga semuanya berjalan sesuai yang di inginkan," pungkasnya.
visibility  718 kali
Wow! Berlaga di Liga Futsal Pro, Biaya yang Dikeluarkan Sentuh Miliaran Rupiah
Berlaga di kompetisi futsal profesional di Indonesia tidak gampang dan semudah main di turnamen tarkam biasa.Setidaknya beratnya mengarungi kompetisi juga dirasakan tim asal Kalimantan Barat, Kancil BBK Pontianak yang lolos ke Pro Futsal League 2017 sebagai tim promosi dari Liga Futsal Nusantara.Bos Kancil BBK, Haryadi Zuryansyah, membeberkan besaran kocek yang harus dirogohnya untuk membawa Kancil menjadi tim asal Kalbar pertama di kompetisi futsal profesional.[suggestedarticle]"Untuk di Liga Pro dibutuhkan biaya 1.5 miliar sampai 2 miliar idealnya. Perjalanan kita kemarin di Liga Pro sudah menghabiskan total biaya 1.5 miliar," kata Yadi, panggilan akrabnya dilansir tribun Pontianak. Yadi pun berharap di musim keduanya, ada lebih banyak penopang dan sponsor untuk keberlangsungan tim.Menurutnya, Kancil BBK punya potensi untuk bisa meraih prestasi tinggi di musim depan jika mendapat sokongan maksimal. "Saya rasa Kalbar punya potensi besar. Makanya kita berharap dukungan, karena banyak pengusaha du Kalbar ini yang saya rasa mampu," ungkapnya.[suggestedarticle]Saat ini manajemen Kancil sendiri sedang mempersiapkan secara teknis maupun non teknis untuk berlaga di liga musim depan."Kami sedang mencari apapun, jalan manapun, agar futsal Kalbar tetap eksis dan harum namanya di tingkat nasional," pungkasnya.
visibility  3252 kali
Pelatih Ingin Persiapan Tim Kancil BBK Lebih Panjang Hadapi Liga Musim Depan
Pelatih Kancil BBK Pontianak, Naim Hamid, mengapresiasi kerja keras skuat dan manajemen yang mampu mencapai target dengan bertahan di debut mereka di Pro Futsal League 2017.Dengan persiapan yang minim pasca lolos dari Liga Futsal Nusantara ke PFL 2017, Kancil berhasil finis di peringkat ketiga grup B meski gagal lolos ke final four. Jika ingin prestasi yang lebih tinggi, Naim berharap Kancil BBK bisa menggelar persiapan jangka panjang.[suggestedarticle]Kemarin di Liga Pro dan 2017, kita hanya persiapan tiga minggu, karena habis Linus. Apa yang anak-anak tampilkan juga sudah habis-habisan dan bisa buat bangga Kalbar. Mudah-mudahan untuk kompetisi berikutnya, minimal bulan November, kita sudah bisa persiapan," kata Naim dilansir tribun Pontianak.Naim berkaca kepada beberapa tim yang punya persiapan lebih matang seperti Black Steel Manokwari dan juara PFL 2017, Vamos Mataram, yang sudah mempersiapkan tim enam bulan sebelum liga bergulir.[suggestedarticle]"Kalau pengen target lebih baik, minimal tiga bulan atau sebelumnya kita sudah persiapan. Karena seperti Black Steel kemarin mereka persiapan tiga bulan sebelumnya, Vamos persiapan satu tahun," pungkasnya.
visibility  1228 kali
3 Penggawa Kancil BBK Ini Digoda Klub Dengan Gaji Lebih Besar
Meski gagal lolos ke final four Pro Futsal League 2017, Kancil BBK Pontianak menjadi kejutan dengan menempati peringkat ketiga grup B di atas juara liga 2016, Black Steel Manokwari.Bahkan pasca liga, beberapa pemain Kancil BBK diakui manajemen ditawari oleh klub-klub lain untuk berganti jersey.[suggestedarticle]Tiga pemain andalan mereka yaitu kapten Wahid Setiawan, Yudi Priyatna dan Samuel Eko Putra, bahkan ditawar dengan iming-iming gaji yang lebih besar. Namun mereka lebih memilih bertahan di klub yang membesarkan namanya.Saat ini masih sama seperti kemarin, kita tim dengan modal semangat dan loyalitas pemain. Bahkan beberapa pemain kita ditawar klub-klub besar, digaji dengan harga tinggi. Alhamdulillah mereka masih punya loyalitas yang besar," kata Haryadi Zuryansyah, pemilik tim kancil BBK, dilansir Tribun Pontianak.[suggestedarticle]Menurut Yadi, panggilan akrabnya, para pemain lebih memilih bertahan semata-mata ingin kembali membawa Kancil meraih prestasi yang lebih baik dan membanggakan daerah mereka yaitu Kalimantan Barat."Saya sampaikan kepada pemain. Kebanggaan saya terhadap tim ini ialah ketika kita mampu berbicara banyak dengan pemain yang bermaterikan pemain lokal. Itu sudah menjadi kebanggaan luar biasa," pungkasnya.
visibility  2592 kali
Pemusatan Latihan Jelang AFC Futsal Club, Cahyo Jalani Puasa Jauh Dari Keluarga
Pemain asal Bekasi, Tricahyo Ramadhan, hanya punya waktu empat hari untuk dapat berpuasa bersama keluarganya di rumah.Pasalnya, sejak 1 Juni lalu, Cahyo sudah mulai berlatih bersama klub barunya, Vamos Mataram, di Mataram, Nusa Tenggara Barat.Menurut Cahyo, ini merupakan pertama kalinya eks pemain Bie The Great ini jauh dari keluarga. "Iya ini puasa pertama kali jauh dari orang tua. Awal-awal berat juga tapi lama kelamaan sudah mulai terbiasa," kata Cahyo.[suggestedarticle]Proses adaptasi di skuat Vamos menurut Cahyo, juga lumayan lancar meski dirinya sempat kaget dengan kerasnya latihan tim juara Pro Futsal League 2017 ini.Cahyo berharap bisa berkontribusi lebih bersama Vamos di ajang terdekat yang akan dijalaninya yaitu AFC Futsal Club Championship 2017.
visibility  1348 kali
Baru Seminggu Berlatih, Pemain Baru Vamos Rasakan Beratnya Latihan
Kedatangan pelatih asal Belanda, Hicham Benhamou, pada putaran kedua Pro Futsal League 2017 lalu membuat gaya Vamos berubah baik dari segi permainan maupun persiapan.Salah satu yang dirasakan para pemain adalah beratnya latihan yang diterapkan coach Hicham, terutama dalam segi latihan fisik. Meski sudah tak lagi menangani Vamos, skema latihan coach Hicham ternyata masih diterapkan di skuat juara PFL 2017 ini.Salah satu yang merasakan beratnya latihan Vamos adalah pemain baru mereka, Tricahyo Ramadhan. Baru satu minggu bergabung, eks pemain Mataram FC ini sudah merasakan efek dari latihan.[suggestedarticle]"Karakter permainan Vamos berbeda dibanding Mataram FC. Vamos agak lebih cepat. Dan itu terasa banget sangat menguras fisik. Ini saya sudah beberapa kali ikut latihan sudah kerasa. Capek banget. Hehehe," ujarnya dilansir situs resmi klub.Meski begitu Cahyo mengaku harus bisa beradaptasi, apalagi memang klub yang dibelanya termasuk salah satu unggulan di kompetisi futsal profesional.Target pertama Cahyo adalah membawa Vamos berjaya di AFC Futsal Club Championship 2017 mendatang.
visibility  2378 kali
Perkuat Tim Juara Pro Futsal League, Cahyo Siap Lawan Ketakutannya
Tricahyo Ramadhan menjadi pemain ketiga dari Mataram FC yang merapat ke Vamos Mataram. Sebelumnya, Vamos juga sudah merekrut Sauqy Saud dan Alfajri Zikri.Cahyo sendiri mengaku bangga bisa membela Vamos Mataram. Meski begitu, dirinya sempat was-was dan takut sebelum menerima pinangan tim juara Pro Futsal League 2017 ini."Ada sedikit ketakutan kalau nanti tidak bisa memenuhi ekspektasi," ujarnya dilansir situs resmi tim Vamos. Tapi lama kelamaan dirinya merasa yakin untuk mengambil kesempatan langka memperkuat salah satu tim unggulan di kompetisi futsal profesional di Indonesia.[suggestedarticle]Cahyo berharap kedepannya mampu membantu Vamos meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.“Saya berharap saya bisa membawa lebih banyak prestasi di Vamos. Semoga kita bisa lolos fase grup AFC Futsal Club dan bisa mempertahankan gelar juara liga tahun depan,” pungkasnya.
visibility  1961 kali
Cerita Pemain Terbaik PFL 2017, Angkat Trofi Juara Bersama Idolanya
Empat tahun yang lalu, Iqbal Iskandar masih duduk di bangku SMA dan sedang menonton laga final four Liga futsal pro musim 2013.Saat itu, Iqbal melihat beberapa pemain favoritnya berlaga di ajang tersebut. Iqbal menyebut beberapa senior yang saat itu menurutnya membuatnya terkesan.[suggestedarticle]"Saya waktu itu menonton bang Deny Handoyo, Nur Ali, Syahidan dan Bayu. Kalau pemain idola saya waktu itu Bayu Saptaji dan Fhandy Permana. Saya jadi suporternya waktu itu," kenang Iqbal. Kedua pemain tersebut menurut Iqbal, menjadi inspirasinya untuk bisa ikut jejak ke liga futsal pro.Seiring waktu, Iqbal berhasil menembus liga di 2015 bersama Biangbola, tak butuh waktu lama Iqbal untuk meraih trofi. Pada 2016 dirinya meraih gelar juara untuk yang pertama kalinya bersama Black Steel, dan yang lebih hebat, mengalahkan idola yang dia tonton dulu, Bayu Saptaji."Cukup menarik memang dua tahun ini. Tahun lalu di final lawan Bayu. Musim ini main sama Bayu dan jadi juara lagi. Enggak nyangka banget bisa raih gelar juara bareng idola saya. Memang kalau usaha dan doa, enggak ada hal yang enggak mungkin," ucap Iqbal. Di 2017, Iqbal yang membela Vamos selain meraih gelar juara, juga menjadi pemain terbaik.[suggestedarticle]"Saya bersyukur selama satu tahun ini bisa meraih banyak gelar. Namun tak akan sampai di sini karena masih banyak hal yang harus saya lakukan," ujar pemain asal Bogor ini.Iqbal berharap kedepannya mampu meningkatkan performa dan bermain di level yang lebih tinggi.
visibility  3040 kali
1496405701585 tag