(Foto: Partizan)

Klub Asal Serbia Ini Dilarang Berkompetisi Di Eropa Selama Tiga Tahun

Klub asal Serbia Partizan Belgrade resmi dijatuhi larangan untuk ikut serta dalam kompetisi Liga Champions maupun Liga Europa dalam tiga musim kedepan, karena tidak bisa melunasi hutang mereka.

Hal ini disampaikan langsung oleh badan sepakbola tertinggi di Eropa yakni UEFA.

UEFA mengatakan bahwa sejak tahun 2015 juara Liga Super Serbia ini telah melanggar aturan dengan tak membayar hutang selama tiga kali dalam lima tahun terakhir.

Setidaknya hutang Partizan berkisar 2.5 juta euro pada periode September 2016. Kebanyakan hutang klub tersebut adalah kewajiban dalam membayar pajak di Serbia.

Badan pengaturan keuangan klub UEFA mengatakan bahwa hukuman itu diberikan karena keadaan dan situasi pada manajemen klub sejak tahun 2013, ketika saat itu Partizan sendiri sudah tak boleh tampil di kompetisi Eropa selama satu tahun.

Partizan akan langsung tereliminasi dalam babak kualifikasi kedua Liga Europa musim ini melawan klub asal Polandia Zaglebie.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Kapan Undian Semifinal Liga Champions Dihelat?
Liga Champions 2016/17 telah memasuki babak empat besar. Empat tim terbaik akan bersaing untuk memperebutkan trofi 'Si Kuping Besar'.Spanyol mendominasi dimana dua wakil ada di semifinal yakni Real Madrid dan Atletico Madrid. Satu tempat menjadi milik tim Italia, Juventus dan satu lagi tim Perancis, AS Monaco.[suggestedarticle]Undian akan dilakukan di markas FIFA yang terletak di Nyon, Swiss pada Jumat (21/4) pukul 17.00 WIB. Undian menggunakan sistem terbuka dimana tidak ada status tim unggulan sehinggga siapa pun bisa bertemua termasuk Madrid dan Atletico.Partai semifinal leg pertama akan berlangsung tanggal 2 dan 3 Mei sementara leg kedua akan dihelat sepekan berselang. Partai final sendiri akan dihelat di Cardiff pada tanggal 3 Juni.
visibility  1145 kali
Demi Kemajuan Futsal di Eropa, UEFA Lakukan Reformasi Futsal
UEFA sebagai penanggungjawab futsal di Eropa terus melakukan perubahan untuk semakin memperkenalkan futsal di dataran Eropa.Pada 4 April lalu, Komite Eksekutif UEFA memutuskan berberapa perubahan penting terkait penyelenggaraan UEFA Futsal Euro atau Piala Futsal Eropa, UEFA Futsal Cup atau dikenal sebagai Liga Champions Futsal Eropa, dan kejuaraan wanita serta usia muda.UEFA melakukan perubahan besar terkait penyelenggaraan Piala Futsal Eropa yang biasanya 2 tahun sekali menjadi 4 tahun sekali. Terkait keputusan tersebut maka Piala Futsal Eropa selanjutnya akan digelar pada 2022, 4 tahun setelah aPial Futsal Eropa 2018 yang akan diselenggarakan di Slovenia tahun depan.[suggestedarticle]Selain perubahan tahun, Piala Futsal Eropa juga akan menambah jumlah peserta di putaran final. Jika sebelumnya hanya 12 negara maka di 2022 akan menjadi 16 tim. Kemudian, jika berbarengan dengan penyelenggaraan Piala Dunai Futsal maka Piala Futsal Eropa akan ditunda.Selanjutnya gelaran UEFA Futsal Cup, turnamen klub antar juara futsal Eropa akan berubah nama menjadi UEFA Futsal Champion League mulai musim 2018/2019. Tiga negara peringkat teratas, Rusia, Spanyol, dan Portugal akan mendapat dua wakil jika sebelumnya hanya satu.Berikutnya tentang kompetisi usia muda dan futsal wanita. Piala Futsal Eropa Wanita akan digelar seiap dua tahun sekali mulai 2019. Sama halnya dengan Piala Futsal Eropa U-19 yang juga digelar setiap dua tahun sekali mulai 2019.[suggestedarticle]Terakhir terkait Olimpiade Yunior 2018 yang akan mempertandingkan futsal. UEFA akan menyelenggarakan babak kualifikasi dengan dua tim peringkat teratas akan menjadi wakil Eropa.
visibility  534 kali
Presiden Baru UEFA Sindir Klub Top Eropa
Kelompok klub top Eropa atau lebih dikenal dengan ECA memiliki wacana untuk menggelar Liga Champions tandingan dalam beberapa kesempatan terakhir.Klub elite seperti Real Madrid, Barcelona, Manchester United dan AC Milan dikabarkan sudah jengah degan aturan main di kompetisi buatan UEFA tersebut.Namun melalui sang presiden, UEFA yakni Aleksandar Ceferin dirinya mengatakan hal itu tak akan terwujud. UEFA tidak akan berdiam diri oleh ancaman apapun dari klub-klub top Eropa itu.“Sederhana saja, uang tidak berkuasa; piramida sepakbola harus dihormati; dan akan tetap seperti itu," ujar Ceferin.“Untuk beberapa liga (yang mengancam untuk pendirian Liga Super Eropa), saya katakan: kami tidak akan pernah menyerah pada upaya pemerasan dari pihak-pihak yang berpikir, dapat memanipulasi liga-liga gurem; hanya karena pihak pemeras itu merasa kuat dan punya kemampuan finansial selangit.”[suggestedarticle]Namun para klub elite dari empat negara nampaknya harus berpikir ulang dalam membuat kompetisi tandingan Liga Champions. Pasalnya mulai musim 2018-2019, Liga Italia, Spanyol, Inggris, dan Jerman berhak memiliki empat wakil langsung di babak penyisihan grup Liga Champions. Artinya, 16 dari 32 peserta di babak utama, hanya berasal dari empat liga teratas itu.“Mengapa kita harus takut pada dialog? Mengapa takut memberitahu secara langsung, bahwa kita bisa membentuk masa depan bersama-sama, bergandengan tangan, demi kepentingan terbaik sepakbola? Kita akan bekerja sama untuk memperbaiki ketidakseimbangan yang terjadi; ketidakseimbangan yang tercipta oleh ‘Anda’ (klub elite Eropa)," papar pria asal Slovenia itu.
visibility  1969 kali
Italia Kembali dengan 4 Klub di Liga Champions
Terakhir kali Italia diwakilkan oleh empat klub di ajang Liga Champions adalah pada musim 2011-12 lalu.Dalam beberapa tahun terakhir mereka hanya mengirim tiga wakil karena kalah bersaing dengan Jerman dalam segi koefisien.Kabar baik datang untuk Italia, dimana mereka bakal kembali mengirim empat tim mulai musim 2018-2019. Hal ini sudah dipastikan oleh UEFA, bahwa Italia bersama dengan Inggris, Spanyol dan juga Jerman akan mengirim empat wakil terhitung musim 2018-19. UEFA confirms that Italy will be represented by 4 clubs in the Champions League in 2018-19. https://t.co/PfgP6NgGo5 — Serie A News (@TransfersCalcio) March 22, 2017 "Spanyol, Jerman, Inggris, dan Italia telah dikonfirmasi menjadi empat teratas melihat dari apa yang terjadi di perempat final," tulis UEFA."Terlepas dari mengakhiri musim lalu di peringkat lima, Portugal tetap berada di luar enam besar dengan semua klub di Eropa yang tak bisa menggeser Prancis dan Rusia di peringkat tersebut," tambah mereka.[suggestedarticle]Kembalinya Italia dengan emapt wakil tak lain karena Portugal harus melorot ke posisi ketujuh yang artinya mereka memiliki dua slot untuk bagi wakilnya untuk lolos ke Liga Champions (satu tiket lolos secara otomatis dan satu tiket via babak play-off). Sementara Perancis dan Rusia yang berada di posisi kelima dan keenam hanya memiliki dua jatah ke kompetisi teratas bagi klub-klub Eropa itu.Saat ini Italia hanya menyisakan satu wakil yakni Juventus di babak perempat final Liga Champions, begitu juga dengan Inggris, yang diwakilkan oleh Leicester City.
visibility  14218 kali
1490255822009 tag