(Foto: Bola.com)

PSSI Umumkan Pelatih Timnas Indonesia Akhir Pekan Ini

PSSI dikabarkan akan segera mengumumkan pelatih baru Timnas Indonesia pada akhir pekan ini. Tak hanya pelatih tim senior saja, pelatih dari level usia junior pun juga turut diumumkan.

Belum lama ini, PSSI memang berencana mengumumkan pelatih dari semua level Timnas Imdonesia. Untuk tim senior, PSSI ingin sang arsitek juga bisa merangkap jabatan di tim U-22. Untuk level ini, kandidatnya adalah dua pelatih Spanyol, yakni Luis Fernandez dan Luis Milla.

Di level timnas U-19, nama Indra Sjafri dan Wolfgang Pikal menjadi kandidat kuat. Sementara Rudy Eka Priyambada dan Fachri Husaini menjadi calon kuat pelatih timnas U-15.

“Kami ada rapat Exco pada 15 Januari 2017, dalam rapat tersebut kami akan membahas tentang pengumumam pelatih,” jelas Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, kepada Goal.

Iwan juga menegaskan bahwa setelah penunjukan, pelatih timnas harus segera bekerja. Pasalnya, sejumlah agenda sepak bola internasional yang diikuti PSSI akan berlangsung tahun ini.

Timnas Indonesia akan mengikuti kualifikasi Piala Asia U-16 dan U-19, ditambah ajang SEA Games di Kuala Lumpur, Malaysia, yang akan diikuti oleh timnas U-22. Sedangkan timnas senior akan memainkan beberapa pertandingan persahabatan.
editTerakhir diubah:  11/01/17 - 21:46

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Nasib Indra Sjafri di Ujung Tanduk, Pelatih PS TNI Jadi Kandidat Pengganti?
Kontrak Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U-19 Indonesia akan segera berakhir. Namun sampai saat ini tidak ada tanda-tanda dari PSSI akan memperpanjang masa bakti mantan pelatih Bali United tersebut.Bahkan kabarnya posisi Indra Sjafri sebagai pelatih Timnas U-19 sedang dievaluasi PSSI. Kabarnya, federasi sepak bola Indonesia tersebut akan menentukan nasib Indra Sjafri pada hari ini (21/11). Beberapa nama menyeruak ke permukaan sebagai suksesor Indra Sjafri. Selain Wolfgang Pikal, juru taktik PS TNI Rudy Eka Priyambada juga berpeluang mengisi kursi pelatih Garuda Nusantara.[suggestedarticle]Terkait peluangnya membesut Timnas U-19, Rudy Eka mengaku tak akan menolaknya jika memang diminta. Apalagi posisi pelatih kepala Timnas U-19 akan ditentukan Ketua PSSI, Edy Rahyamadi yang juga menjabat sebagai Direktur PS TNI, klub yang dilatih Rudy Eka saat ini. ”Belum bisa menanggapi soal itu. Saya juga baru tahu dari teman-teman media. Tapi kalau ditunjuk, ya tugas negara, kan komandan yang nunjuk,” kata Rudy Eka saat dihubungi wartawan.”Kalau buat negara ya harus siap,” pungkas Rudy Eka.
  2334 kali
2 Gelandang Timnas Indonesia Dapat Pujian dari Penggawa Timnas Suriah
Timnas Indonesia gagal menang dalam dua laga uji coba melawan Suriah U-23. Di laga pertama, Kamis (16/11) Indonesia yang menurunkan tim U-23 kalah 2-3, kemudian di laga kedua pada Sabtu (18/11), timmas yang memainkan beberapa pemain senior juga kembali menyerah dari Suriah dengan skor tipis 0-1.Meski gagal meraih satu pun kemenangan, permainan Timnas Indonesia dinilai cukup baik. Bahkan, penampilan dua penggawa Indonesia, yaitu Febri Hariyadi dan M Taufiq mendapat perhatian dari Gelandang Suriah, Ahmad Ghallab. ”Timnas Indonesia sangat bagus. Sebenarnya semua pemain bagus tapi pemain nomor 31 (Febri Hariyadi) dan nomor 8 (Muhammad Taufiq) bermain sangat bagus,” kata Ghallab dikutip dari laman CNNIndonesia.[suggestedarticle]Menurut Ghallab, Febri dan Taufiq mempunyai kelebihan dari segi sprint dan akselerasi dalam mengolah si kulit bundar.”Mereka berdua (Febri dan Taufiq) bermain sangat cepat. Ya, mereka sangat cepat,” ujarnya.Setelah menghadapi Suriah, Indonesia masih dijadwalkan bermain dalam satu uji coba lagi yaitu melawan Timnas Guyana di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (25/11).Tak seperti laga melawan Suriah, pertandingan kontra Guyana sudah tercatat sebagai ajang uji coba resmi di FIFA. Artinya, dalam laga ini Indonesia berpeluang menambah pundi-pundi poin mereka di peringkat FIFA.
  3634 kali
Sisi Positif Lain dari Spasojevic Gabung Timnas Indonesia
Keberadaan Ilija Spasojevic di Timnas Indonesia membuat Luis Milla semringah. Selain bisa meningkatkan ketajaman lini depan skuatnya, Milla akan ‘memanfaatkan’ Spaso sebagai penerjemahnya di atas lapangan.Selama hampir satu tahun melatih Timnas Indonesia, Milla memang masih kesulitan berbahasa Indonesia.[suggestedarticle]Mantan pemain Real Madrid itu pun terus berupaya mempelajari Bahasa Indonesia.”Semoga dia bisa memberi energinya secara maksimal untuk timnas, terutama bisa memberi contoh yang baik. Dan, kami cukup beruntung karena Spaso bisa berbahasa Spanyol,” kata Milla.Milla tentu membutuhkan pemain yang bisa berkomunikasi dengan Bahasa yang dikuasainya. Hal itu akan mempermudah Milla dalam menerjemahkan taktik dan strategi di lapangan.
  1001 kali
Dirayu Main di Selangor FA, Djanur Sarankan Febri Hariyadi Bertahan di Persib
Pelatih PSMS Medan Djajang Nurjaman mengaku masih sering mengikuti perkembangan beberapa mantan pemainnya, termasuk Febri Hariyadi.Djanur, sapaan akrab Djajang, mengaku bangga atas pencapaian yang ditorehkan Febri saat ini. Selain jadi andalan Persib, pemain yang karib disapa Bow itu mulai akrab dengan seragam kebesaran Timnas Indonesia.”Saya bangga dengan apa yang dicapai Febri saat ini. Selain Febri, di Persib juga ada Henhen Herdiana dan Gian Zola. Perkembangan mereka cukup bagus. Saya harap mereka bisa segera mengikuti jejak Febri ke timnas,” kata Djanur saat ditemui di Bekasi, Kamis (16/11).Dengan penampilannya yang makin ciamik, Febri dikabarkan tengah menjadi incaran klub asal Malaysia, Selangor FA.[suggestedarticle]Banyak pihak yang menyarankan Febri agar mengambil kesempatan emas tersebut. Febri diharapkan mampu mengikuti jejak-jejak seniornya yang terlebih dahulu berkarir di luar negeri seperti Bambang Pamungkas dan Andik Vermansyah.Namun terkait hal ini, Djanur punya pandangan lain. Menurut Djanur, di umurnya yang masih cukup belia, Febri disarankan tetap bermain bersama Persib.Djanur mengatakan, sarannya ini bukan bermaksud menghalangi karir sepak bola Febri. Hanya saja Djanur takut jika terlalu buru-buru, maka karir Febri bisa layu sebelum berkembang.”Sebagai pemain muda yang dikontrak jangka panjang, saya pikir tidak usah berpikir ke mana-mana dahulu. Karena dia juga diasah kemampuan sepak bolanya di Diklat Persib. Jadi, saya pikir dia harus tetap di Persib,” ujar Djanur.[suggestedarticle] Meski sudah tidak lagi melatih Persib, Djanur mengaku masih sering berkomunikasi dengan Febri dan beberapa mantan anak asuhnya.”Waktu anak saya ulang tahun mereka juga hadir. Komunikasi saya dengan pemain itu tidak putus, termasuk dengan pemain asing seperti Vlado (Vujovic) dan (Raphael) Maitimo,” kata Djanur.
  1323 kali
Terungkap! Sosok Pemain Timnas Indonesia yang Dikagumi Ilija Spasojevic
Penyerang Bhayangkara FC Ilija Spasojevic masuk ke daftar 33 pemain yang dipanggil Luis Milla untuk agenda uji coba internasional pada pekan depan.Spaso akan memperkuat Indonesia dalam dua laga uji coba melawan Timnas U-23 Suriah, Sabtu (18/11) dan Timnas Guyana (25/11).Pemanggilan tersebut terasa sangat istimewa untuk Spaso karena proses naturalisasinya baru rampung belum lama ini.[suggestedarticle]Selain semringah karena masuk skuat Timnas Indonesia dalam uji coba internasinal melawan Suriah dan Guyana, mantan penyerang Persib Bandung itu juga bahagia karena akan berduet dengan Boaz Solossa.Spaso mengakui bahwa penyerang Persipura Jayapura tersebut merupakan salah satu sosok pemain yang dikaguminya.”Boaz adalah salah satu striker Indonesia yang saya kagumi selama ini. Saya sangat senang kami akhirnya akan main di tim yang sama,” kata Spaso seperti dilansir dari BolaSport.com.Laga uji coba antara Timnas Indonesia melawan Suriah dan Guyana akan dihelat di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi.
  6313 kali
Merasa Gagal Memimpin PSSI, Edy Rahmayadi Tanggalkan Jabatannya?
Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal Edy Rahmayadi genap satu tahun memimpin federasi sepak bola Indonesia tersebut pada Jumat (10/11).Selama 12 bulan memimpin PSSI, Edy merasa gagal. Menurutnya, banyak target besar yang tidak bisa diwujudkannya. Termasuk kegagalan Timnas U-22 Indonesia meraih medali emas SEA Games Malaysia 2017.”Saya gagal. Tahun ini saya gagal. Gagal yang saya maksud target saya,” ujar Edy dikutip dari Republika.co.id.Selain gagal menciptakan timnas yang kuat, pria yang juga menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pamgkostrad) itu merasa tidak berhasil membangun sistem kerja yang lebih baik dan profesional.[suggestedarticle]Hal itu terbukti dengan banyaknya kekisruhan yang terjadi di Liga 1 dan 2 sepanjang musim 2017 ini.Untuk itu, jika memang ada sosok yang lebih kredibel dalam memimpin PSSI, maka jenderal bintang tiga TNI Angkatan Darat tersebut siap menanggalkan jabatannya.”Kalau PSSI tak bisa saya bina seperti yang terjadi saat ini, saya akan cari orang yang akan mampu membinanya.””Masa nggak ada dari 260 juta orang Indonesia?” kata dia.
  6479 kali
Kemenpora Minta Laga Pamungkas Liga 1 Digelar Serentak
Keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberikan kemenangan 0-3 kepada Bhayangkara FC atas Mitra Kutai Kartanegara menimbulkan kontroversi.Mitra Kukar dijatuhi sanksi tersebut karena dinilai memainkan pemain tidak sah saat menjamu Bhayangkara FC, yaitu Mohammed Sissoko.Saat bermain di pertandingan melawan Bhayangkara FC, eks pemain Juventus dan Liverpool itu tengah menjalani sanksi larangan bermain dalam dua pertandingan (vs Bhayangkara FC dan Persiba Balikpapan).Berkat keputusan itu, Bhayangkara FC yang sebelumnya mengoleksi 66 poin mendapat dua poin tambahan menjadi 68. Dengan demikian, tim berjuluk The Guardian tersebut dipastikan menjadi jawara Liga 1 musim 2017.[suggestedarticle]Namun keputusan komdis tersebut langsung mendapat penolakan dari Mitra Kukar. Manajemen klub berjuluk Naga Mekes itu berniat mengajukan banding.Berbagai kontroversi di atas membuat pemerintah bersikap. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) meminta seluruh pertandingan pamungkas Liga 1 digelar secara serentak demi menghindari adanya main mata di antara klub-klub tersebut.”Kami juga meminta agar PSSI menyampaikan laporan secara lengkap terkait penyelenggaraan kompetisi setelah Liga 1 dan 2 selesai,” begitu isi surat bernomor 11.9.1/Menpora/XI/2017, yang dikirimkan Kemenpora ke PSSI.[suggestedarticle]Menpora Imam Nahrawi menyayangkan atas kontroversi yang terjadi di pekan-pekan krusial Liga 1. Padahal menurutnya, harapan pemerintah dan masyarakat terhadap PSSI sedang tinggi-tingginya.”Namun, sangat disayangkan banyak kontroversi yang terjadi. Padahal, itu tak perlu, mengingat harapan dari seluruh elemen terhadap PSSI sangat tinggi,” ujar Imam.
  786 kali
Peringati Hari Pahlawan, PSSI Beri Diskon Tiket Pekan Timnas Indonesia
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) punya cara tersendiri untuk merayakan Hari Pahlawan yang jatuh pada Jumat (10/11).Federasi yang dipimpin Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi tersebut memberikan promo khusus pada para pecinta sepak bola nasional.PSSI memberikan diskon 20 persen + 10 persen untuk pemesanan tiket pertandingan Timnas Indonesia pada 16,18, dan 25 November mendatang.Promo diskon khusus tersebut hanya berlaku pada 10 November saja.[suggestedarticle]Laga perdana yang bisa disaksikan adalah Timnas U-22 Indonesia melawan Timnas U-23 Suriah pada 16 November.Lalu dilanjutkan pertandingan antara timnas senior dan Timnas U-23 Suriah pada 18 November.Rangkaian pekan timnas ditutup dengan laga antara timnas senior dan Guyana pada Sabtu 25 November. Bwrikut cara mendapatakan tiket dengan diskon khusus tersebut : 1. Kunjungi www.loket.com 2. Pilih Ketegori tiket yang diinginkan, klik selanjutnya. 3. Masukkan Informasi personal dengan lengkap dan benar (nama, email, no telfon, no KTP serta tanggal lahir), lalu klik selanjutnya. 4. Konfirmasi tiket, dan masukkan kode promo Pahlwan untuk mendapatkan diskon 20 + 10 persen khusus hari ini. 5. Lalu bayar tiket yang kamu beli.   Dalam memperingati Hari Pahlawan, ada promo khusus untuk kamu yang hendak membeli tiket laga-laga #PekanTimnas. Gunakan kode promo "PAHLAWAN" saat hendak memesan tiket online di @loketid. Promo ini hanya berlaku pada tanggal 10 November 2017. Segera pesan tiketmu sekarang, dan dapatkan kesempatan menyaksikan secara langsung aksi pahlawan-pahlawan sepak bola Indonesia! #PekanTimnas #HariPahlawan A post shared by PSSI - FAI (@pssi__fai) on Nov 9, 2017 at 10:05am PST
  940 kali
Wakil Ketua Umum PSSI Tegaskan Bhayangkara FC Belum Juara Liga 1
Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono menegaskan, belum ada satu klub pun yang resmi menyandang status sebagai juara Liga 1.Padahal Bhayangkara FC yang berhasil menaklukkan Madura United dengan skor 3-1 pada Rabu (8/10) malam poinnya sudah tidak mungkin dikejar para pesaingnya, termasuk Bali United yang menempati peringkat dua.Meski pun Bali United masih berpeluang menyamai poin yang dikantongi Bhayangkara FC, namun tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut kalah head to head dari sang pemuncak klasemen sementara itu.Joko mengatakan, Bhayangkara FC belum bisa mengunci gelar juaranya karena masih menunggu hasil banding yang diajukan Mitra Kukar.[suggestedarticle]Sekadar informasi, Bhayangkara FC yang saat ini mengoleksi 68 poin mendapat ‘bonus’ dua poin karena Mitra Kukar dinyatakan kalah 0-3 dari Bhayangkara FC oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.Hukuman itu diberikan lantaran Mitra Kukar dinilai menurunkan pemain yang tidak sah, yaitu Mohammed Sissoko.Saat bermain melawan Bhayangkara FC, Jumat (3/11), eks pemain Liverpool dan Juventus tersebut sedang menjalani sanksi larangan bertanding selama dua pertandingan.”Semua hingga saat ini adalah klasemen sementara. Resmi jadi juara/klasemen akhir harus sampai pertandingan selesai,” ucap Joko kepada wartawan, Rabu (8/11).”Misalnya, kejadian ekstrem di pertandingan terakhir Bhayangkara ada kasus disiplin yang berakibat hukuman kepada yang bersangkutan (pengurangan poin, diskualifikasi), maka yang diilustrasikan tadi hanyalah teoritis,” sambungnya.[suggestedarticle]Jadi dengan berbagai pertimbangan di atas, termasuk jika hasil banding Mitra Kukar diterima maka status juara yang saat ini disandang Bhayangkara FC bisa saja dicabut.Apalagi jika di pertandingan terakhirnya Bhayangkara FC kalah dari Persija Jakarta, sementara Bali United dan PSM Makassar menang atas Persegres Gresik dan Madura United.”Secara formal, tidak bisa kita sebut (saat ini) Bhayangkara juara Liga 1,” pungkasnya.
  2111 kali
Bukan Hanya Umuh dan Vujovic, Komdis PSSI Juga Menghukum Persija Jakarta
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI merilis hasil sidang ke-26 sepanjang kompetisi musim 2017 pada Selasa (7/11). Dari delapan poin keputusan, tiga di antaranya menyangkut laga antara Persija Jakarta dan Persib Bandung di pekan ke-33 Liga 1, Jumat (3/11).Berdasarkan surat keputusan Nomor 120/L1/SK-KD-PSSI/XI/2017, panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persija mendapat sanksi denda sebanyak Rp 50 juta.Hukuman itu diberikan lantaran panpel pertandingan Macan Kemayoran dianggap lalai dalam menertibkan suporter sehingga terjadi pelemparan botol dan penyalaan flare dalam pertandingan melawan Persib.Sementara itu Persib mendapat sanksi yang lebih tegas. Sang manajer Umuh Muchtar disanksi larangan beraktivitas dalam lingkungan PSSI selama enam bulan. Selain itu, Wak Haji juga didenda Rp 50 juta.[suggestedarticle]Umuh terbukti bertingkah laku buruk dengan memprovokasi para pemain Persib supaya tidak melanjutkan pertandingan karena kecewa dengan kartu merah yang diberikan wasit Shaun Robert Evans terhadap Vladimir Vujovic di menit ke-83.Vlado, sapaan Vujovic, juga tidak terhindar dari sanksi berat. Pemain berkebangsaan Montenegro tersebut dilarang bermain dalam lima pertandingan dan denda sebanyak Rp 30 juta.Vlado terbukti mengintimidasi wasit dan mengeluarkan kata-kata tidak pantas setelah diganjar kartu kuning.Khusus untuk sanksi Umuh dan Vlado, Komdis PSSI membuka kesempatan keduanya melakukan banding sesuai dengan pasal 118 kode disiplin PSSI.
  5529 kali
1510209001986 tag