(Foto: Bolalob.com)

Bakal Rangkap Jabatan, PSSI Siap Gaji Pelatih Timnas 3 Kali Lipat dari Riedl

PSSI akan segera menentukan siapa pelatih timnas Indonesia pada akhir pekan ini. Dua kandidat, Luis Fernandez dan Luis Milla dikabarkan akan menerima gaji tiga kali lipat dari yang diterima Alfred Riedl sebelumnya.

Hal itu tak lepas dari rangkap jabatan yang akan diemban pelatih timnas senior. Selain memoles tim senior, pelatih timnas juga akan memoles timnas U-22 yang disiapkan untuk SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Kalau nilainya hanya masalah teknis. Kami siapkan bayaran pelatih lebih dari tiga kali gaji yang diterima Riedl,” jelas Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto.

Sebagai informasi, gaji Riedl mencapai Rp 100 juta per bulan hingga gelaran Piala AFF 2016 lalu. Kemungkinan PSSI akan merogoh kocek lebih dalam untuk menggaji pelatih baru. Tapi PSSI pun tak mempermasalahkan nilai tinggi.

“Nilai kontrak bagi PSSI bukan suatu masalah besar. Ini hanyalah masalah teknis saja,” lanjut Iwan.

Dua kandidat, Luis Fernandez dan Luis Milla memang bukan nama sembarang di dunia sepak bola. Fernandez pernah menangani tim elite Paris Saint-Germain. Sedangkan Milla, pernah membawa juara Spanyon U-21 juara Piala Eropa U-21 tahun 2011 lalu.

Di sisi lain, PSSI juga sudah mempunyai kandidat untuk timnas di level junior. Untuk timnas U-19, nama Indra Sjafri dan Wolfgang Pikal jadi kandidat kuat. Sementara Rudy Eka Priyambada dan Fachri Husaini calon pelatih kepala timnas U-15.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


PSSI Undang 30 Calon Sekjen untuk Ikuti Tes Psikologi
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengundang seluruh pelamar posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) untuk mengikuti psikotes di Generali Tower lantai 17, Gran Rubina Business Park, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/5) pagi. Total ada sekitar 30 nama yang akan berkompetisi untuk memperebutkan kursi Sekjen PSSI.Materi psikotes untuk para calon Sekjen PSSI akan diberikan oleh Dinas Psikologi Angkatan Darat. Para kandidat yang lolos tes ini akan diumumkan pada Selasa (23/5) untuk kemudian mengikuti tes kesehatan.Selanjutnya, para calon Sekjen terpilih yang mengikuti tes kesehatan akan diminta mengikuti tes kompetensi dengan dua uji materi pada Rabu (24/5).Pertama, adalah simulasi Leaderless Group Discussion yang materinya akan disampaikan oleh Dinas Psikologi Angkatan Darat. Sedangkan materi kedua, uji kompetensi teknis dengan cara interview oleh jajaran Komite Eksekutif PSSI.[suggestedarticle]Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menjelaskan bahwa pihaknya sengaja membuka kepada publik siapa saja para calon sekjen beserta tes apa saja yang harus ditempuh sebagai upaya keterbukaan informasi yang dilakukan jajarannya.Selain itu, Edy menginginkan supaya orang yang nantinya menjabat posisi sekjen adalah sosok yang berintegritas dan bisa membantu PSSI dalam berkomunikasi dengan AFC dan FIFA.”Kenapa kami membuka ini? Untuk menyampaikan kepada publik bahwa posisi sekjen PSSI bukan hanya hak prerogatif saya sebagai ketua umum PSSI. Saya ingin memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pihak yang berkompeten untuk mengisi posisi ini dan memajukan sepakbola Indonesia bersama-sama,” ucap Edy.”Apa kriteria seorang sekjen PSSI? Pertama tentu ia harus memiliki pengalaman dan pemahaman yang mendalam tentang dunia sepakbola. Kedua, ia harus memiliki leadership dan kemampuan manajerial yang cakap. Ketiga, berwawasan internasional karena sekjen harus membina hubungan yang baik dengan AFC dan FIFA,” pungkas Edy.Berikut 30 nama calon Sekjen PSSI :1. H. Eddy Sofyan2. Tri Dharma Nur Patria3. Ratu Tisha4. Hifni Hasan, SH, MH5. Ainul Ridha6. H. Hendri Zainuddin, S.Ag., S.H.7. Ahmad Hudaya, S.H.8. Drs. Supartono, M.Pd.9. Irman Jayawardhana, S.E., M.Sc.10. H. Hasan Basri, S.H., M.H.11. T. Alvin Papatria12. Elim Prastowo, S.Pd13. Dwi Prasetya Danarjati, S.Psi., M.Pd.14. Carlos Melgares Varon15. Bukhari Syam16. Ahmad Ihsan17. R. Erwin Permadi Wiradipoetra18. Rudolf Paulus Yesayas, SE19. Zulfa Asma Vikra, S.H., M.H.20. Elsya Putri Adiyanti21. Sarman22. Asmar Y. Notosoetardjo23. Muhammad Zein, S.H., M.A.24. Dr. H. Muhammad Ade Sulchi, SE., MM25. Dr. Drs. Harry Indradjit Soeharjono, S.E., Ak., M.M., CA26. Drs. Soritaon Siregar, M.Soc. Sc., CRMP, PFM27. Alief Syachviar, S.Sos.28. Adrian Bima Putera29. Rahadian Gema Fabolista30. Budi Hartanto SST, Ak., CA, CPA.
visibility  224 kali
Timnas U-22 Akan Hadapi Real Madrid dan Atletico di Spanyol
Tim Nasional U-22 akan bertolak ke Spanyol pada 28 Juni untuk menjalani beberapa laga uji coba. Tiga klub disebut akan menjadi lawan tanding Timnas U-22 saat berada di SpanyolDeputi Sekjen Bidang Sepakbola PSSI, Fanny Irawan mengungkapkan Timnas U-22 kemungkinan akan menghadapi Real Madrid U-21, Atletico Madrid U-21 dan klub anak Luis Milla di Spanyol, CF Fluenlabrada. "Ketika di Spanyol, Luis Milla memberikan saran lawan uji coba. Ada tiga, yaitu klub anaknya, Atletico Madrid U-21 dan Real Madrid U-21. Mereka akan main di Valencia," kata Fanny, kepada VIVA.co.id."Transportasi akan diurus minggu depan. Tanggal 28 Juni mereka akan berangkat," tutur dia.Sebelum berangkat ke Spanyol, Timnas U-22 akan melakukan pemusatan latihan di Bali yang akan digelar pada 22 Mei hingga 28 Mei.
visibility  927 kali
Manahati Lestusen dan Boaz Solossa Disanksi Larangan Bertanding oleh Komdis PSSI
Kapten PS TNI Manahati Lestusen resmi mendapatkan sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.Manahati dihukum larangan bermain dalam tiga pertandingan setelah penggawa Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 tersebut kedapatan mencekik gelandang PSM Makassar, Marc Klok dalam suatu pertandingan yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (15/5/2017).Selain Manahati, ikon sekaligus kapten Persipura Jayapura, Boas Solossa juga disanksi larangan bermain oleh Komdis.Namun, hukuman yang didapat Bochi –sapaan akrab Boas- sedikit lebih ringan dari Manahati.Bochi dilarang tampil dalam dua pertandingan Persipura ke depan karena melakukan protes berlebihan kepada asisten wasit.[suggestedarticle]Tidak hanya pemain yang mendapat sanksi dari Komdis PSSI.Pelatih PBFC Dragan Djukanovic juga tidak luput dari hukuman setelah dia keluar dari area teknik dan memprotes keputusan wasit secara berlebihan.Dragan dilarang mendampingi tim asuhannya dalam dua pertandingan ke depan.Berikut Beberapa Keputusan Komdis PSSI yang dikutip Bolalob.com dari SuperBall.id :1. Putusan Sementara terhadap pemain PS. TNI Sdr. Manahati Lestusen dikenakan sanksi 3 kali larangan bermain pada kompetisi Liga 1 tahun 2017 dan denda Rp. 10.000.000,- karena mencekik pemain PSM Makassar Sdr. Marc Anthony Klok.2. Putusan Sementara terhadap pemain Mojokerto Putra Sdr. Indra Setiawan dikenakan sanksi 3 kali larangan bermain pada kompetisi Liga 2 tahun 2017 dan denda Rp. 10.000.000,- karena dengan sengaja mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai pemain Persik Kediri Sdr. Febly Gushendra.3. Pemain Persipura Jayapura Sdr. Boaz Salossa dikenakan sanksi berupa larangan bermain di liga 1 sebanyak 2 (dua) kali karena melakukan protes berlebihan terdapat Asisten Wasit 2.4. Pemain Perseru Serui Sdr. Moch. Zanuri dikenakan sanksi berupa larangan bermain di liga 1 sebanyak 5 (lima) kali dan denda Rp. 10.000.000,- karena menyikut pemain PSM Makassar Reinaldo Ellias Da Costa.5. Pelatih PBFC Dragan Djukanovic dikenakan sanksi berupa larangan mendapingi tim sebanyak 2 (dua) kali dan denda 10.000.000,- karena keluar dari area teknik dan melakukan protes berlebihan terhadap wasit.
visibility  3033 kali
Komdis PSSI: Pemain PS TNI Tak Kebal Hukum
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menegaskan tak ada pemain di Liga 1 yang kebal hukum, sekalipun mereka anggota TNI sepeerti yang ada pada pemain PS TNI.Salah satu pemain PS TNI yakni Manahati Lestusen menjadi sorotan usai dirinya memukul dan mencekik pemain PSM Makassar, Marc Klok.Komdis pun memastikan akan memanggil pemain timnas Indonesia di Piala AFF 2016 ini pada Kamis (18/5)."Kita tidak melihat dia siapa atau main di mana, tapi kita lihat perilaku apa yang sudah dia buat dan apa hukumannya. Dalam artian mau dia sebagai seorang TNI juga tetap akan kita hukum," ujar Ketua Komdis, Asep Edwin.[suggestedarticle] "Kemarin kan dari PS TNI juga ada yang kena seperti Abduh Lestaluhu, dan pemain timnas juga kita berikan hukuman kalau memang salah, kita tidak melihat latar belakangnya," lanjutnya."Memang ini menjadi perhatian bagi kita untuk tim yang bermain kasar. Kita perhatikan saja bila satu tim menerima lima kartu kuning itu sudah kena hukuman akan perilaku buruk. Jadi, itu batasan yang ada di kode disiplin. Intinya semua pelanggaran akan dipantau perilaku disiplinnya, Komdis akan bertindak," pungkasnya.Sebelumnya pemain asal PS TNI Abduh Lestaluhu sudah lebih dulu mendapat hukuman dari komdis usai memukul pemain Bhayangkara FC. Begitu juga dengan Ferdinand Sinaga, yang kedapatan memukul pemain Persela Lamongan.
visibility  931 kali
PSSI Juga Takut Kena Serangan Virus WannaCry
Heboh mengenai serangan virus komputer dengan nama ransomware WannaCry membuat banyak perusahaan takut akan kehilangan datanya.Hal ini juga dirasakan oleh PSSI, mereka pun melakukan tindakan pencegahan agar serangan virus itu tak merusak data informasi yang dimiliki."Pokoknya instruksi dari IT jangan terhubung dengan WiFi pagi ini (15/5). Belum ada informasi lanjutan lagi dari IT. Sudah dari hari Sabtu atau Minggu kemarin mulai melakukan back up data," kata Direktur Media dan Hubungan Internasional, Hanif Thamrin, kepada para awak media di Kantor PSSI, Senin (15/5) sore.Virus Wanna Cry adalah sebuah program ransomware spesifik yang mengunci semua data pada sistem komputer dan membiarkan korban hanya memiliki dua file. File tersebut, yakni intruksi tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya dan program Wanna Decryptor—nama lain dari virus Wanna Cry.[suggestedarticle]Setidaknya sudah ada serangan virus ini kepada 200 ribu IP (internet protocol) di seluruh dunia sejak pekan lalu."Kami diberitahu pihak IT agar kalau ada email yang tidak biasa masuk, jangan dibuka. Ini supaya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Hanif.Diketahui, pengguna Windows, khususnya versi Windows 8 ke bawah yang paling rentan terkena sandera dari Ransomware jenis WannaCry ini.
visibility  484 kali
Komdis PSSI Segera Panggil Manahati Lestusen
Komisi disiplin PSSI segera memanggil pemain PS TNI Manahati Lestusen pada Kamis (18/5) untuk dimintai keterangan, usai dirinya tertangkap melakukan aksi tak terpuji kepada pemain PSM Makassar, Marc Klok.Usai ditekel oleh bek PSM, Zulkifli Syukur, Manhati terjatuh. Dianggap bereaksi berlebihan, Marc Klok pun langsung membangunkan Mahanti.Tak terima dengan aksinya itu, Manhati lantas memukul Marc Klok dibagain leher. Sontak pemain asal Belanda itu terjatuh. Wasit hanya memberi Manahati dengan kartu kuning."Kami sedang menunggu laporan dari perangkat pertandingan Liga 1. Setelahnya baru bisa kami proses," kata anggota Komdis PSSI, Dwi Irianto, kepada VIVA.co.id.[suggestedarticle]Dwi menyatakan proses pengumpulan bukti terkait aksi Manahati tak perlu menunggu waktu yang lama. Kemungkinan besar, pada Kamis 18 Mei 2017, Manahati dipanggil dan diperiksa Komdis."Kemungkinan besar, sanksinya ditentukan hari itu juga. Sebelumnya, Manahati sudah diberikan peringatan. Jadi, pasti kami proses. Tunggu saja," terang Dwi.Sebelumnya sudah ada dua pemain di Liga 1 yang melakukan aksi pemukulan terhadap pemain lawan. Mereka adalah Abduh Lestaluhu, rekan Manhati di PS TNI, serta pemain PSM Ferdinand Sinaga.Kedua pemain itu mendapatkan hukuman larangan tampil hingga lima laga dan juga denda dalam bentuk uang.
visibility  3286 kali
Masalah Lisensi Klub, Indonesia Tertinggal di ASEAN
Perputaran uang yang cukup tinggi tiap tahunnya tak menjamin klub sepakbola di Indonesia cukup profesional di mata federasi sepakbola kawasan Asia atau AFC.Klub-klub Indonesia dinilai tak memiliki syarat yang komplit untuk mendapatkan lisensi profesional dari AFC. Dimana ini sebagai bentuk syarat untuk bermain di kawasan Asia.Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Tigor Shalomboboy menyebut Indonesia kalah dengan negara-negara ASEAN soal lisensi klub. Lisensi klub penting sebagai syarat mengikuti kompetisi Asia."Ada beberapa negara di kalangan ASEAN saja sudah bisa dapat lisensi profesional. Kita kalah dengan Malaysia, kita kalah dengan Myanmar, kita kalah dari Vietnam, bahkan kalah dengan Thailand yang punya 18 tim yang sudah dilisensi. Itu kondisinya kita sangat jauh tertinggal setelah dua tahun diterpa konflik," ujar Tigor.[suggestedarticle]"Ketertinggalan kita, pada 2008 sampai 2011 sudah kita jalankan. Tapi ada dua kali turbulensi di sepak bola Indonesia yang membuat kita jauh tertinggal pada 2011, 2013 dan kita mulai 2014, ada tiga klub yang dapat saat itu. Lalu 2015-2016 kita dihajar lagi turbulensi kedua, dan itu membuat klub tak bisa berbicara banyak dan tak bisa untuk bangkit. Tahun ini mudah-mudahan ini jadi momen untuk kita butuh stabilitas di sini karena lisensi itu proses," lanjutnya. "Dari 2008 sampai saat ini, Thailand pun berproses dan Jepang yang punya 45 klub terlisensi, tapi mereka tak pernah diterpa masalah di internal. Bukan mencari kesalahan tapi itulah yang terjadi dan klub merasakan itu sekarang. Mereka tidak bisa ikut kompetisi dan harus survive," pungkasnya.Indonesia sendiri memiliki satu jatah di Liga Champions Asia (Play-off) dan dua slot untuk AFC Cup (babak grup) mulai tahun depan.
visibility  1583 kali
4 Klub Indonesia Ini Dinilai Sulit Dapatkan Lisensi AFC
PSSI baru saja menggelar pelatihan kepada 18 klub Liga 1 untuk mendapatkan lisensi AFC, dimana sebagai syarat utama untuk berlaga di kompetisi Asia pada tahun depan.Dimana sejak disanksi oleh FIFA kegiatan pengesahan lisensi klub ini hampir tak bisa dijalankan oleh PSSI.Namun ada kabar tak menyenangkan bagi sebagian klub yang pernah berganti kepemilikan, atau melakukan jual beli nama untuk bermain di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.Sebagai konsekuensinya klub yang pernah berpindah kepemilikan tidak bisa ikut lisensi dari AFC.[suggestedarticle]Madura United, Bhayangkara FC, PS TNI, dan Arema FC adalah empat klub yang baru berganti nama, mereka pun harus menunggu dua tahun untuk bisa mendapatkan lisensi AFC."Permasalahan itu sudah kami sampaikan pada pihak klub, satu hari setelah rapat kami sudah membuat laporan keringanan kepada AFC dan kami masih menunggu surat balasan dari AFC dan jika nanti surat tersebut sudah ada, kami akan kirimkan kepada empat klub tersebut, semoga minggu depan hasilnya sudah bisa kami sampaikan," ujar Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Tigor Shalomboboy.Seperti diketahui Madura United membeli saham Persipasi Bandung Raya (PBR), PS TNI mengakuisisi saham Persiram Raja Ampat, Arema FC mengganti nama dari Arema Cronus, sementara itu Bhayangkara FC baru terjun di kompetisi profesional pada tahun 2015 lalu usai sebelumnya bernama Surabaya United dan PS Polri.
visibility  12699 kali
Suporter Berulah Lagi, Persib Tiga Kali Didenda Komdis
Kemenangan Persib Bandung dari Persipura Jayapura pada pekan kelima Liga 1 Indonesia, Minggu (7/5/2017) harus sedikit tercoreng akibat perilaku sebagian pendukungnya yang masih melanggar aturan. Panpel Persib kemudian dijatuhi sanksi denda sebesar Rp 30 juta oleh Komdis PSSI.Denda tersebut merupakan yang ketiga kalinya bagi Persib. Sebelumnya, Persib dua kali mendapat sanksi sama dari panpel.Namun kali ini besaran denda yang harus dibayar Persib jauh lebih besar.[suggestedarticle] Komdis menganggap panpel Persib gagal mengamankan pertandingan karena masih terdapat flare dan petasan yang menyala dari tribun penonton.[suggestedarticle]Selain itu, beberapa pendukung Persib kedapatan melakukan pelemparan ke dalam lapangan.”Sanksi kali ini lebih berat dari yang sebelumnya untuk memberi efek jera kepada klub, terutama agar bisa mengedukasi perilaku suporternya,” tulis Komdis dalam rilisnya seusai rapat di Kantor PSSI, Gran Rubina, Epicentrum, Kuningan.Tidak hanya Persib, beberapa panitia penyelenggara pertandingan dan ofisial tim pun mendapatkan sanksi. Kebanyakan, sanksi tersebut berkaitan dengan masalah kepemimpinan wasit.
visibility  1114 kali
Luis Milla Ungkapkan Hal yang Paling Tidak Disukai di Indonesia
Luis Milla mengungkapkan hal yang paling tidak disuka selama berada di Indonesia. Milla mengungkapkan kemacetan menjadi hal yang paling menyebalkan.Kemacetan seperti masih menjadi salah satu keluhan terbesar yang sering diutarakan orang asing yang mengunjungi Jakarta termasuk Milla. Pelatih asal Spanyol tersebut menyatakan kemacetan membuat dirinya harus lebih banyak meluangkan waktu untuk sampai tepat waktu."Buat saya, yang paling negatif di Indonesia adalah kemacetan. Saya di sini, latihan di sini, akhirnya waktu saya banyak habis di Karawaci karena macet di Jakarta." ujar Milla dikutip dari CNN Indonesia.Milla baru saja menyelesaikan pemusatan latihan untuk Timnas U-22 yang diselenggarakan di SPH Karawaci sejak 7-10 Mei lalu.
visibility  10309 kali
1494639001660 tag