(Foto: goal.com)

Tinggalkan Timnas Inggris, Ini Alasan Wilfried Zaha Perkuat Timnas Pantai Gading

Sebuah pilihan yang berani dari Wilfried Zaha (24 tahun), meninggalkan timnas Inggris untuk memperkuat Timnas Pantai Gading pada Piala Afrika 2017.

Menurut penyerang sayap Crystal Palace ini, ia tidak menyesal dan menyebut keputusannya memperkuat Tim Nasional Pantai Gading ketimbang Inggris sebagai "pilihan yang tepat".

Zaha (24) lahir di Abidjan, Pantai Gading, namun dibesarkan di London sejak usia empat tahun. Ia mulai bermain di sistem pemain muda Crystal Palace pada usia 12 dan telah dua kali memperkuat Inggris pada laga persahabatan.

Zaha akhirnya memutuskan untuk menjadi pemain timnas Pantai Gading yang ingin mempertahankan gelar Piala Afrika 2015 pada Piala Afrika 2017 di Gabon Januari ini.

"Saya berangkat ke Inggris dan saya tidak kembali ke negara (Pantai Gading). Jadi seluruh pendidikan saya dilakukan di negara adopsi dan yang paling normal adalah saya bermain untuk tim muda Inggris," kata Zaha.

"Selama empat tahun terakhir, saya telah memiliki cukup waktu untuk menganalisis situasi dan memperhitungkan permohonan dari Asosiasi Sepakbola Pantai Gading," lanjut dia.

"Sekarang saya telah memutuskan. Sekarang saya ingin bermain bersama Pantai Gading. Ini menguntungkan, pertama saya bangga bermain untuk negara saya, kemudian karena Pantai Gading memiliki pemain berkualitas dan selalu menghasilkan pemain berbakat. Jadi saya membuat pilihan yang tepat dan saya tidak menyesal," tegas Zaha.

Zaha sudah bermain dalam satu laga persahabatan untuk Pantai Gading saat mengalahkan Swedia 2-1 pada Minggu lalu.

Manajer Inggris Gareth Southgate, yang melatih Zaha di level U-21, pada Desember 2016 pernah membujuk Zaha agar mempertahankan performanya supaya dipanggil Timnas Three Lions. Namun Zaha memutuskan lain dan sudah siap membela Pantai Gading.

Pantai Gading masuk dalam Grup C Piala Afrika 2017 dan akan melawan Togo pada 16 Januari kemudian melawan Republik Demokratik Kongo dan Maroko.

editTerakhir diubah:  11/01/17 - 23:11
  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Gol Mahrez Selamatkan Aljazair Dari Kekalahan Atas Zimbabwe
Aljazair baru saja menjalani laga perdana mereka di Piala Afrika 2017 kontra Zimbabwe, di Stade De Francevilla, Gabon, Minggu (15/01/2017) malam WIB. Bintang Leicester City, Mahrez langsung membawa negaranya unggul 1-0 setelah berjalan 12 menit babak pertama. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama, di menit ke-17 Zimbabwe menyamai kedudukan lewat gol yang dilesatkan Kudakwashe Mahachi.Zimbabwe sempat mengembalikan keadaan menjadi 2-1 setelah Nysha Mushekwi mencetak gol lewat titik putih. Mahrez dkk terus melakukan gempuran kepada pertahanan Zimbabwe, alhasil di menit 82 penyerang andalan Aljazair, Mahrez kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk yang kedua kalinya. Gol ini menyelamatkan negeranya dari kekalahan. Pertandingan lainnya juga berlangsung di stadion yang sama, Senin (16/01/2017) dini hari WIB, Senegal berhasil tumbangkan Tunisia dengan skor 2-0. Babak pertama baru berjalan sepuluh menit, penyerang Liverpool, Sadio Mane membuka keran gol Senegal dari titik putih, Gol kedua Senegal dicetak oleh Kara Mboji yang juga menjadi gol penutup pada laga ini yang berkesudahan 2-0.
visibility  769 kali
Dua Hasil Imbang Awali Piala Afrika 2017
Piala Afrika 2017 sudah mulai bergulir, Sabtu (14/1). Dua laga awal di Grup A antara Gabon melawan Guinea-Bissau dan Burkina Faso melawan Kamerun berakhir dengan skor identik 1-1.Bermain di Stade de l'Amatie, tuan rumah Gabon unggul terlebih dahulu di menit ke-52 lewat gol dari bintangnya Pierre-Emerick Aubameyang yang dengan apik memanfaatkan umpan dari Denis Bouanga. Namun tiga poin untuk Gabon sirna di menit terakhir pertandingan setelah Guinea-Bissau menyamakan kedudukan lewat gol Juary Soares. Kedua tim harus puas bermain imbang 1-1.Dalam laga berikutnya yang dihelat di tempat yang sama, Kamerun unggul di menit ke-35 setelah Benjamin Moukandjo membobol gawang Burkina Faso. Namun Burkina Faso membalas di babak kedua lewat gol Issoufou Dayo di menit ke-75. 15 menit pertandingan sisa, kedua tim gagal mencetak gol dan pertandingan berakhir imbang 1-1.Dengan hasil tersebut persaingan di Grup A Piala Afrika 2017 masih ketat. Keempat tim memiliki jumlah poin sama yakni 1 dan selisih gol yang sama. Dalam pertandingan berikutnya di tanggal 18 Januari, Gabon akan menghadapi Burkina Faso sementara Kamerun menantang Guinea-Bissau.
visibility  1195 kali
3 Pemain Muda Yang Siap Bersinar di Piala Afrika 2017
Piala Afrika 2017 akan bergulir pada tanggal 14 sampai 17 Januari di Gabon. Jelang turnamen dua tahunan ini, ada tiga pemain muda yang siap untuk bersinar dan mencuri perhatian publik sepak bola dunia.Afrika memang tidak pernah kekurangan talenta-talenta muda berbakat. Di Gabon nanti ada tiga pemain muda yang siap untuk 'meledak' yakni Adama Traore, Frank Kessie, dan Bertrand Traore.Ketiganya pun dapat memanfaatkan ajang ini untuk mencuri perhatian dari klub-klub besar Eropa. Bila tampil bagus maka dapat dipastikan harga dari pemain-pemain ini akan melambung di bursa transfer.Berikut adalah tiga pemain muda yang siap bersinar di Piala Afrika 2017. 1. Adama Traore (Mali) Traore kesulitan mendapat tempat baik di level klub bersama AS Monaco maupun di timnas bersama Mali. Namun ia merupakan pemain terbaik di Piala Dunia U-20 2015 dengan torehan empat gol dan tiga assist. Bila diberi kesempatan, Traore siap menggebrak di Gabon nanti.2. Franck Kessie (Pantai Gading)Salah satu pilar yang membawa Atalanta mengejutkan Serie A dengan bertengger di papan atas klasemen hingga pekan ke-19. Masih berusia 20 tahun, Kessie sudah menjadi incaran dari klub-klub Inggris seperti Chelsea dan Everton. Musim ini, ia sudah tampil dalam 16 pertandingan dan mencetak enam gol. Meski Yaya Toure sudah memutuskan pensiun, kini Pantai Gading telah menemukan sosok penggantinya.3. Bertrand Traore (Burkina Faso)Traore merupakan pemain yang dimiliki oleh Chelsea. Namun banyaknya pemain yang memiliki posisi sama dengannya membuat ia harus rela dipinjamkan ke klub lain. Ia membuktikan ketajamannya baik saat bersama Vitesse maupun Ajax Amsterdam. Bersama Burkina Faso, Traore sudah mengoleksi 28 caps dan ia berpeluang mencuri perhatian dari Antonio Conte di Gabon nanti.5 Bintang Yang Paling Ditunggu Aksinya di Piala Afrika 2017
visibility  2475 kali
Bintang Liverpool Ini, Anak Imam Senegal Yang Tengah Renovasi Masjid
Benua Afrika adalah salah satu penghasil pemain sepak bola berbakat. Banyak pemain kelas dunia lahir dari benua ini, sebut saja Didier Drogba (Pantai Gading), Roger Milla, Samuel Eto'o (Kamerun), Nwanko Kanu (Nigeria), Abedi Pele (Ghana), Geroge Weah (Liberia).Kini, perlahan tapi pasti, Sadio Mane dari Senegal mengikuti jejak para bintang Afrika tersebut. Tekad dan kerja keras, plus tentu saja bakat, membawa Mane kini menjadi salah satu pemain kunci di Liverpool.Mane lahir di Sedhiou, Senegal pada 10 April 1992 atau kini baru berusia 24 tahun. Ia lahir dari keluarga muslim di kampung Bambali, Senegal Selatan.Ayahnya adalah seorang imam masjid kampung Bambali yang juga hobi sepak bola. Dorongan untuk menjadi pemain sepak bola dari dirinya dan keluarga, membuat Mane tak mau berdiam diri.Setiap hari, menurut penuturan sahabatnya seperti dikutip Dailymail.co.uk, Mane selalu menghabiskan waktunya dengan main sepak bola. Begitu cintanya bersepak bola sampai ia pun sering lupa mandi.Mane kecil hidup dilingkungan beragama yang ketat. Ia selalu mengikuti apa yang diucapkan ayahnya. "I won't touch alcohol," cerita Mane kepada rekannya di Camp Liverpool, Melwood. "Religion is very important to me. I respect the rules of Islam and I pray five times a day, always," tutur Mane. Ya, Mane tak menyentuh alkohol dan selalu sholat lima waktu.Ia sadar kalau dirinya bisa menjadi pemain pro di Inggris berkat dorongan orang tua dan keluarga. Oleh karena itu, uang besar yang diterimanya, sebagian diserahkan untuk keluarga dan lingkungannya. Termasuk, merenovasi beberapa masjid di Bambali.Meski muslim, ia juga akrab dengan para sahabatnya di Bambali yang beragama Katholik. Menurut Mane, penduduk Senegal 90 persen muslim, 10 persen Kristen, mereka hidup harmonis secara berdampingan."Sahabat saya Luke adalah Kristiani, tapi kami saling berkunjung ke rumah. Tak ada konflik antar agama, kami dari kecil sampai sekarang tetap bersahabat," ungkap Mane."Mereka masih sama, hidup di kampung halaman Bambali. Tapi saya juga punya rumah di Dakar untuk tempat singgah keluarga dan teman-teman jika mereka pergi ke Dakar," terangnya.Pemain dengan tinggi 175 cm ini, tau bagaimana harus menggunakan kekayaan yang ia miliki. Selain merenovasi masjid, Mane juga membiayai beberapa unit usaha komunitas di Bambali. "Saya berusaha untuk ikut membangun daerah kami yang masih tertinggal," jelas Mane.Perjalanannya menjadi pemain Liverpool, tak mudah. Apalagi saat mengawali keinginannya menjadi salah satu pemain klub remaja di Senegal. Saat merajut menjadi pemain, Mane harus pergi ke Dakar untuk mencari klub yang bisa menampungnya.Ditemani ayahnya, ia pergi ke Dakar dari Bambali dengan waktu tempuh satu setengah jam menggunakan kendaraan. Casa Sports, klub pertama yang diicar Mane saat usia 15, ternyata sudah tak menerima pendaftaran pemain lagi alias sudah penuh dengan pemain lokal.Mane lalu minta dicarikan klub alternatif kepada ayahnya. Ia pun diajak ke Generation Foot sebuah akademi sepak bola di Dakar yang punya hubungan langsung dengan klub Perancis, Metz.Saat uji coba, Mane ditertawakan oleh remaja lainnya, lantaran ia memakai sepatu boot dan kaos sobek saat latihan. Namun, nasib baik berpihak ke remaja ini, dengan satu-satunya tempat tersusa, Mane diterima. Dari sini 'berlian' Mane mulai bersinar.Pada usia 19, Mane ditarik ke klub induknya, Metz Perancis. Baru setengah musim berjalan Mane dijual ke klub Austria, Red Bull Salsburg. Setelah ikut membawa klub tersebut juara Liga Austria dan Austria Cup 2014, Mane ditarik oleh pelatih Ronald Koeman untuk bergabung bersama Southampton."Waktu itu awal yang sulit beradaptasi dengan sepak bola Inggris, terutama cuaca dinginnya. Tapi saya suka dengan tradisi sepak bola Inggris," tutur Mane.Saat di Southampton, Mane membuat rekor baru. Ia menciptakan hattrick tercepat di Liga Primer Inggris, dalam waktu dua menit 56 detik, Mane sukses membuat tiga gol sekaligus merontokkan rekor Robbie Fowler.Dua musim bersama Southampton, Mane direkrut Juergen Klopp ke Liverpool dengan nilai transfer 34 juta pound atau sekitar Rp 549 miliar. Dengan nilai sebesar itu, ia menjadi pemain termahal Afrika.Mane kini mendapatkan bayaran Rp 1,8 miliar per pekan dari Liverpool. Meski bergelimang uang, Mane tak mau berfoya-foya. "Dari hasil ini sebagian besar saya kembalikan ke Senegal," tutur Mane.Kini Mane tengah berusaha untuk membawa timnas Senegal juara pada ajang Piala Afrika 2017 yang berlangsung mulai 14 Januari ini di Gabon.
visibility  8513 kali
1484146606311 tag