(Foto: Bolalob.com)

Operasi Lutut Andik Vermansah Berjalan Lancar

Andik Vermansah berhasil menjalani operasi lututnya. Pemain Selangor FA itu harus beristirahat selama dua bulan untuk memulihkan cederanya.

Lancarnya operasi lutut Andik diketahui dari akun Instagram pribadinya. Andik mengunggah fotonya yang terbaring usai menjalani operasi.

Andik menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Jawa Timur. Cedera Andik diperoleh saat dirinya membela Timnas Indonesia melawan Thailand di final Piala AFF 2016 lalu.

 

Alhamdulilah oprasi kecil lancar Insya allah saya akan kembali lgi dalam kurang lebih 2 bulan untuk merumput lagi🙏🙏🙏

A photo posted by Andik Vermansah (@andikvermansah) on


Mantan pemain Persebaya Surabaya itu mengakui bahwa biaya operasinya ditanggung oleh PSSI. “PSSI sudah datang menjenguk dan semua yang urus ini ya PSSI,” ujar Andik seperti yang dilansir dari Kompas.com.

Nama Andik kini menjadi salah satu pemain yang digosipkan akan memperkuat Persebaya Surabaya. Seiring dengan disahkannya kembali Persebaya oleh PSSI, pemain mungil ini berhasrat pulang ke Surabaya dan membela klub yang membesarkan namanya tersebut.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Bonek Semringah Iwan Setiawan Akhirnya Dipecat Manajemen Persebaya
Tuntutan para suporter fanatik Persebaya Surabaya, Bonek Mania agar Iwan Setiawan segera dipecat akhirnya dikabulkan manajemen tim Bajul Ijo. Iwan resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Persebaya pada Senin (22/5/2017).Sontak, keputusan manajemen Persebaya tersebut langsung disambut gembira oleh Bonek. Salah satu perwakilan Bonek, Tubagus Dadang menjelaskan bahwa Iwan memang sudah sepantasnya meninggalkan tim kesayangannya tersebut. ”Tuntutan kami memang cuma satu, Iwan tak lagi melatih Persebaya. Ternyata benar, manajemen menyudahi kontraknya,” ujar Dadang.[suggestedarticle]Di sisi lain, Wakil Direktur Operasional dan Fans Persebaya, Chairul Basalamah menuturkan keputusan pihaknya mengakhiri kontrak kerja dengan Iwan dilakukan salah satunya demi menjaga kondusifitas antara klub dan suporter.”Saya mewakili manajemen meminta maaf karena baru saja bisa memutuskan untuk menyudahi kontrak Iwan sebagai pelatih,” kata Chairul.”Banyak faktor yang harus diselesaikan. Kami juga ajak 30 perwakilan Bonek untuk mengungkapkan keluh kesahnya,” tambahnya.
Bonek Beri Deadline Manajemen Persebaya Pecat Coach Iwan
Kesabaran para pendukung Persebaya Surabaya atau Bonek terhadap Iwan Setiawan sepertinya sudah habis.Mereka memberikan batas waktu hingga Senin (22/5/2017) kepada manajemen Persebaya untuk segera melengserkan Iwan dari jabatannya sebagai pelatih tim Bajul Ijo.[suggestedarticle]Jika tidak, mereka akan mendatangi atau menggruduk kantor Persebaya di Graha Pena.Namun, jika manajemen Persebaya memecat Iwan sebelum 22 Mei, maka aksi gruduk tersebut akan dibatalkanDua keputusan yang diambil Bonek tersebut merupakan hasil kesepakatan dari rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Senin (15/5/2017).   Surat balasan dr management yg di terima cak ipul di warkop pitulikur tadi sore..aksi tetap kita jalankan👍 . . . By : @jhonerly_simanjuntak A post shared by Bonek Casual Bali Independent (@bonekcasual) on May 16, 2017 at 5:51am PDT Sebelumnya, Bonek sudah menggelar beberapa aksi protes dalam pertandingan antara Persebaya dan Persepam Madura Utama di Stadion Gelora Bung Tomo, Kamis (11/5/2017).Di tribun selatan, Bonek memasang spanduk bertuliskan ”Iwan Out”, bahkan para Bonek yang biasa menempati tribun selatan memilih memboikot pertandingan tersebut.
visibility  467 kali
Protes Iwan Setiawan, Bonek Boikot Laga Persebaya Kontra Persepam
Pertandingan lanjutan Liga 2 Indonesia antara Persebaya Surabaya dan Persepam Madura di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Kamis (11/5/2017) diprediksi sepi penonton. Penyebabnya adalah sikap para pendukung Persebaya yaitu Bonek yang memboikot laga tersebut.Aksi boikot yang dilakukan Bonek tidak lepas dari tuntutan mereka supaya Iwan Setiawan segera meletakkan jabatannya sebagai juru taktik tim berjuluk Bajul Ijo tersebut.Walau pun berencana memboikot laga Persebaya kontra Persepam, Bonek memastikan tetap membeli tiket pertandingan.”Insya Allah Tribun Selatan sudah membeli tiket tapi masuk ke dalam stadion pasang spanduk atau banner #IwanOut. Setelah itu, keluar lagi di luar stadion," ujar Koordinator Wilayah (Korwil) Bonek Kansas, Aggun Yulianto seperti dikutip TribunJatim.com.[suggestedarticle]Sebelumnya, tuntutan agar mantan pelatih Persija Jakarta itu mundur dikarenakan sikap provokatifnya kepada sejumlah Bonek di Stadion Demang Lehman, Minggu (30/4/2017).Iwan kedapatan mengacungkan jari tengahnya kepada Bonek yang memprotes dua kekalahan beruntun Persebaya.Pasca-insiden tersebut para Bonek menuntut manajemen untuk memecat pelatih asal Medan, Sumatera Utara itu.Meski Iwan sudah mendapatkan sanksi dari manajemen serta meminta maaf melalui akun Youtube resmi Persebaya, Bonek belum puas. Mereka tetap berupaya agar Iwan bisa segera keluar dari tim kesayangannya tersebut.
visibility  1617 kali
Tiga Pekan Berjalan, Ini Bukti Keras dan Panasnya Liga 2 Indonesia
Kompetisi Liga 2 Indonesia tengah mendapat sorotan tajam. Hal itu disebabkan banyaknya peristiwa kontroversial yang menarik perhatian para pecinta sepak bola tanah air dalam sepekan kemarin. Seakan tidak mau belajar dari kesalahan di masa lalu, beberapa kejadian yang mencoreng sportivitas terjadi di kompetisi pengganti divisi utama tersebut. Mulai dari kekerasan antar pemain, protes berlebihan terhadap wasit, sampai insiden yang menimpa seorang pelatih dengan suporter klub yang diasuhnya. Di Sragen, pertandingan antara tuan rumah Sragen United dan Persis Solo harus diwarnai kericuhan. Hal tersebut bermula dari keputusan kontroversial wasit Bambang Sutiyono yang memberikan kartu merah kepada pemain cadangan Persis Andrianto Riza. Sebelumnya Andri berusaha mengejar kiper Sragen United Andi Setiawan yang berlaku kasar kepada pemain Persis Dedi Cahyono Putro. Andi menghantam lutut Dedi dengan keras sehingga membuat pemain yang berposisi sebagai gelandang itu harus dibawa ke rumah sakit. Pertandingan yang tak kalah keras dan sengit juga terjadi di Aceh saat tuan rumah PSBL Langsa menjamu Persiraja Banda Aceh. Keputusan wasit Suci Effendi yang memberikan hadiah penalti untuk tuan rumah direspon berlebihan oleh para pemain Persiraja. Mereka kemudian mengintimidasi wasit sampai salah seorang pemain Persiraja melakukan penyiraman air kepada Effendi.   Neh yang minta video saat pemain Aceh di PSPS Pekanbaru disepak pemain Kepri, Gerad Bangkali. [Geser Kiri] Sebuah kiriman dibagikan oleh Bola Aceh (@bolaaceh) pada Apr 30, 2017 pada 10:55 PDT Insiden yang tak kalah memalukan juga melibatkan seorang pemain Kepri Jaya 757 yang pernah berseragam Persija Jakarta, yaitu Gerald Pangkali. Aksi Gerald yang menghantam kaki kemudian menendang pemain PSPS Pekanbaru Defri Rizki cukup menjadi viral di dunia maya. Wasit pun langsung mengganjar Gerald dengan kartu merah. Di tempat lain, kekalahan Persebaya Surabaya atas Martapura FC di Stadion Demang Lehman berbuntut panjang. Seusai pertandingan itu, pelatih Persebaya Iwan Setiawan menjadi sasaran protes para Bonek Mania. Namun di luar dugaan, mantan pelatih Persija itu justru merespon protes Bonek dengan cara menantang balik. Iwan kedapatan mengacungkan jari tengahnya kepada para Bonek. Karena sikap tak sepatutnya tersebut, Iwan pun mendapat hukuman dari manajemen Persebaya. Mantan juru taktik Pusamania Borneo FC tersebut dilarang untuk mendampingi tim pada pertandingan selanjutnya.
visibility  4507 kali
Andik Vermansyah Datang, Suporter Girang, Pelatih Pusing Tujuh Keliling
Selangor FA ternyata benar belum lupa pada Andik Vermansyah. Rencana kedatangan sang pemain ditanggapi antusias oleh suporter. Mereka tak sabar menanti kedatangan bintang pujaan mereka.Sebuah akun Instagram bernama @selangorfans_official mengunggah percakapan Whatsup dengan Andik. Dalam screen shoot itu disebutkan bahwa Andik bakal segera kembali ke klub yang berjuluk Red Giant tersebut.   Andik is back ! Andik mengesahkan dia akan tiba di SELANGOR pada esok & bakal sertai pasukan SELANGOR di padang latihan petang esok. Jom turun padang latihan petang esok untuk lihat kelincahan Andik di atas padang. Sesi pemilihan pemain yang memeningkan untuk P. Maniam.. 🤔😅 A post shared by Selangor Fans (@selangorfans_official) on Apr 19, 2017 at 1:44am PDT Dalam unggahan selanjutnya, tampak foto Andik sudah berada di Malaysia. Kontan saja ucapan selamat datang dan harapan segera bisa memperkuat tim bermunculan.Andik dijadwalkan kembali ke Selangor FA setelah cukup lama berada di Indonesia untuk memulihkan cedera. Saat membela Indonesia di Piala AFF 2016, Andik cedera dan harus beristirahat panjang.   Ehem ehem.. 😎 Cuba teka Andik kat mana dah ? 😅 A post shared by Selangor Fans (@selangorfans_official) on Apr 19, 2017 at 8:52pm PDT Polemik sempat muncul karena Selangor FA kemudian memutuskan mengontrak pemain asing baru untuk menggantikan posisinya di musim 2016-17 ini. Sialnya, pemain asal Timor Leste Juliano Mineiro tampil bagus, mencetak 5 gol dalam 6 laga terakhir. Padahal, ada batasan maksimal jumlah pemain asing untuk sebuah klub di Liga Malaysia, yaitu 4. Saat ini jumlah itu sudah diisi oleh Victor Astafei, Juliano Mineiro, Forkey Doe, dan Ugo Ukah.Situasi itu membuat posisi pelatih Selangor FA, Pachaiappan Maniam, dilematis. Dia harus memilih siapa yang dipertahankan dan dicoret menyusul pulihnya Andik.[suggestedarticle]“Andik masih mempunyai ikatan kontrak selama setahun lagi. Dia akan ikut latihan bersama kami dalam waktu satu atau dua minggu lagi, dan kami mau memantau perkembangannya terlebih dulu, kemudian baru kami akan membuat keputusan,” tutur Maniam dikutip Stadium Astro.“Miniero sedang bermain bagus, malah Victor [Astafei] pun bekerja keras, serta dua pemain lagi, Forkey Doe dan [Ugo] Ukah juga tampil cemerlang,” ucap Maniam.Nasib Andik Vermansyah akan ditentukan dalam beberapa minggu ke depan.“Saya berharap dapat berbicara dengan manajemen mengenai nasib pemain asing. Mungkin dalam waktu dua atau tiga minggu lagi, kami akan membuat keputusan.”
visibility  26656 kali
Klub Elite Ini Targetkan Andik Vermansyah Musim Depan
Masa depan Andik Vermansyah di Selangor FA masih menjadi teka-teki. Meski masih terikat kontrak sampai November 2017, belum ada kejelasan apakah kontrak Andik akan diperpanjang atau tidak. Selain faktor cedera yang belum 100 persen pulih, Selangor FA juga sudah merekrut pemain pengganti asal Timor Leste.Saat ini Andik masih menunggu tanggal keberangkatan untuk kembali ke Selangor FA. Kabar terakhir menyebutkan dia akan berangkat ke Malaysia awal April. Untuk mempercepat pemulihan, pemain berumur 25 tahun ini berlatih bersama Persebaya - klub yang membesarkannya.Bukan sekadar berlatih, ternyata Persebaya pun siap menampung pemain didikannya itu jika kontraknya dengan Selangor FA tidak diperpanjang. Bahkan nama ANdik Vermansyah menjadi target utama klub Kota Pahlawan itu untuk musim depan - selain lolos ke Liga 1.[suggestedarticle]"Musim ini tidak mungkin untuk membawa Andik ke Persebaya. Kompetisi Liga 2 akan selesai pada November 2017, sedangkan kontraknya Andik berakhir sampai Oktober di klubnya saat ini," kata Direktur Tim Persebaya, Candra Wahyudi seperti dilansir Indosport.Peluang Persebaya merekrut Andik terbuka lebar karena sang pemain juga menyatakan hasratnya kembali ke klub lamanya itu. Apalagi jika Bajul Ijo mampu mendapatkan promosi ke Liga 1 musim depan. "Kami sempat melakukan komunikasi dengan Andik. Komunikasi yang kami bangun sejauh ini baik, dan dia juga merupakan asli Surabaya. Kita lihat nanti," tutupnya.
visibility  31032 kali
Pelatih Klub Legendaris Indonesia Ini Mengaku Anti Sosial Media
Kerap melontarkan pernyataan lugas apa adanya, pelatih Persebaya Surabaya Iwan Setiawan kerap mendapatkan sorotan dari publik. Tidak jarang telinga jadi panas membaca komentar-komentar itu.Mungkin itu sebabnya eks pelatih Persija Jakarta itu memilih menghidar dari hiruk-pikuk jagat sosial media. Bahkan dia mengaku tidak punya satu pun akun sosial media. Sesuatu yang mungkin janggal di jaman milenial."Saya dulu punya tapi udah dihapus. Saya risih ada komentar-komentar yang bahasa pribadi bukan lagi tentang sepakbola, kadang-kadang itu bikin kita nggak nyaman, makanya saya hapus semuanya," tutur Iwan Setiawan seperti dilansir Tribunnews.[suggestedarticle]Ditemui di Stadion Brawijaya, Sawunggaling, Surabaya, pelatih kelahiran Medan, 5 Juli 1968 itu mengaku sudah menghapus seluruh akun media sosialnya sejak tahun 2012. Saat ini praktis tak ada aplikasi media sosial di telepon pintarnya."Saya sekarang hanya pakai WhatsApp saja," tutupnya.
visibility  1256 kali
Andik Vermansyah Dipanggil Pulang Selangor FA
Kehadiran Andik Vermansyah ternyata masih sangat ditunggu oleh Selangor FC. Selepas Piala AFF 2016, Andik memang belum kembali ke klubnya karena didera cedera lutut parah.Kini Andik sedang menjalani pemulihan di Surabaya. Setelah operasi artroskopi pada Januari 2017, ada sejumlah tahapan pengobatan di bawah pengawasan fisioterapis. Diperkirakan butuh waktu 2 bulan untuk sembuh total. Bahkan kabarnya dia bakal menumpang berlatih dengan mantan klubnya, Persebaya, untuk memulihan kondisi.[suggestedarticle]Masa depan Andik di Selangor FA menjadi teka-teki setelah klubnya mengontrak pemain pengganti, Juliano Fernandes yang berasal dari Timor Leste. Spekulasi beredar menyebutkan sesungguhnya Selangor FA sudah tidak menginginkan jasa Andik.Namun, dikutip dari Utusan, ternyata Selangor FA masih menantikan kehadiran Andik. Pihak klub mengaku sudah berkomunikasi dengan sang pemain mengenai masa depannya. Apalagi kontrak Andik memang masih tersisa hingga November 2017. Paruh kedua Liga Super Malaysia juga baru akan dimulai Juni 2017 sehingga masih ada waktu bagi Andik memulihkan diri untuk didaftarkan sebagai bagian dari Selangor FA."Saya sudah berbicara dengan Andik dan memintanya datang ke FAS (Persatuan Sepak Bola Selangor) sehingga kami bisa melihat perkembangan pemulihan cederanya," kata seorang pengurus Selangor FA, Abd. Rauf Ahmad. "Menurut saya, sebaiknya dia datang ke sini supaya fisioterapis bisa memeriksa kondisi fisiknya saat latihan. Andik masih masuk dalam rencana kami. Apakah dia bisa main atau tidak, itu tergantung kondisinya," tambah Rauf.[suggestedarticle]Andik terbilang sukses di Malaysia. Di musim pertamanya dia membawa Selangor FA menjadi runner up Liga Super Malaysia 2014 dan memenangi Piala Liga Malaysia setahun kemudian. Produktifitasnya bagus, mencetak 14 gol dalam 53 laga di semua ajang. Bahkan mantan pemain Persebaya ini masih tercatat sebagi pencetak gol tercepat kedua saat menjebol gawang Johor Darul Ta'zim FC hanya dalam waktu 28 detik. "Kalau Andik kembali lagi ke tim, kami harus melepas satu pemain asing. Namun saya tidak mau membeda-bedakan agar tidak mengganggu konsentrasi para pemain lainnya. Biarkan saja pemain bersaing secara sehat," tutup Rauf.
visibility  10392 kali
Dari Penunggak Gaji Pemain, Klub Liga 2 Ini Berubah Jadi Klub Idaman
Masih segar dalam ingatan publik bagaimana Persebaya Surabaya menjadi pemberitaan karena menunggak gaji pemain. Namun, masa-masa kelam itu tampaknya sudah berakhir. Sejak diambil alih oleh Jawa Pos Grup, klub berjuluk Bajul Ijo menunjukkan transformasi cepat dan hebat. Baik di dalam maupun di luar lapangan. Dalam hitungan hari, berita positif bermunculan.Di lapangan, tim yang identik dengan warna hijau ini memiliki bintang baru bernama Rachmat Irianto, kapten tim yang masih berumur belasan tahun putra legenda mereka, Bejo Sugiantoro. Di pinggir lapangan berdiri sosok kontroversial, Iwan Setiawan sebagai pelatih. Hasilnya, gelar Piala Dirgantara 2017 diraih dengan menekuk Cirebon FC, 2-0.[suggestedarticle]Yang lebih hebat terjadi di luar lapangan. Meski hanya berstatus klub yang akan berlaga di Liga 2, level kedua sepakbola Indonesia, fasilitas yang didapatkan tim justru terbilang mewah kalau tidak boleh disebut yang terbaik.Jika rata-rata klub memberikan rumah kontrakan standard kepada para pemainnya, Persebaya Surabaya berani memberikan sebuah apartemen mewah dilengkapi fasilitas lengkap untuk seluruh tim. Kabarnya ini klub pertama yang menyediakan fasilitas tempat tinggal sekelas ini yang biasanya hanya diperuntukkan bagi pemain asing.Wisma Eri Erianto di kawasan Karanggayam yang sebelumnya dipakai ditinggalkan karena banyak fasilitas yang sudah tidak layak dan perlu direnovasi."Prinsip kami, kalau pemain merasa nyaman, mereka bisa fokus berlatih dan bertanding. Semoga sejalan dengan pemikiran kami, bisa meraih hasil maksimal di banyak laga," kata Choesnoel Faried, manajer Persebaya kepada Bola.com.Selain apartemen mewah, para pemain juga diberikan fasilitas mobil operasional untuk membawa mereka ke tempat latihan di Lapangan Kodam V Brawijaya, Surabaya. Lagi-lagi, biasanya fasilitas ini hanya diberikan kepada pemain asing.[suggestedarticle]"Tim ini banyak dihuni pemain muda. Kami ajarkan pada pemain Persebaya untuk seprofesional mungkin sehingga kalau pun nanti tidak di tim ini lagi, mereka juga bersikap profesional di mana pun berada," kata Faried.Selama satu musim ke depan seluruh elemen tim berjuluk Green Force ini akan bersama-sama di sebuah apartemen mewah di kawasan Surabaya Barat. Fasilitasnya sangat memadai. Ada kolam renang, sauna, steam room, arena olahraga indoor, gym atau ruang fitness, hingga ruang pertemuan tim."Program tim bukan hanya di mana dia tinggal dan di mana dia berlatih. Tapi juga kebersamaan, ketenangan, kualitas tidur, dan kualitas makanan. Tinggal di apartemen saya kira bisa lebih baik untuk saat ini," kata Presiden Persebaya, Azrul Ananda seperti dilansir Jawa Pos.Bersiaplah mendengar lebih banyak berita baik dari Persebaya Surabaya. Klub elite yang mulai bangkit dari tidur panjangnya.
visibility  11854 kali
Panggil Kapten Termuda Persebaya, Indra Sjafri Langgar Larangan Iwan Setiawan
Minggu, 12 Maret 2017, akan menjadi hari yang tidak terlupakan bagi Rachmat Irianto. Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, pelatih Iwan Setiawan mempercayakan ban kapten sejak partai bergengsi versus PSIS Semarang itu."Dia punya ketenangan di lini belakang. Selain itu, Rian sangat komunikatif," kata pelatih Iwan Setiawan ditanya alasannya menunjuk seorang remaja bernama Rian memimpin tim asuhannya.Hari itu Rian menjadi kapten termuda dalam sejarah Persebaya. Bahkan, mengalahkan pencapaian ayahnya, legenda Persebaya dan Indonesia, Bejo Sugiantoro. Ayahnya baru dipercaya membebat ban kapten di lengannya di usianya yang ke-21. Bermain di posisi yang sama dengan bapaknya, kini Rian sudah mampu melewati pencapaian mentornya itu.[suggestedarticle]Tidak salah. Penampilan brilian Rian sangat memukau. Sampai-sampai Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi yang menyaksikan pertandingan itu mengatakan tak menutup kemungkinan Rian dipanggil Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri.Entah bercanda atau serius, pelatih Iwan Setiawan langsung merengek meminta pemain andalannya itu jangan dipanggil dulu ke Timnas U-19. Sang Ketum PSSI hanya tersenyum dan berlalu.Ketakutan Iwan Setiawan terbukti benar adanya. Indra Sjafri memanggil Rian ikut seleksi Timnas U-19. "Kalau mau jujur, saya tentunya sedih dan berat hati dia dipanggil," kata Iwan Setiawan seperti dikutip Bola.com."Tapi apa boleh buat," lanjut pelatih yang perkataannya sering menimbulkan kontroversi ini. "Itu untuk kepentingan yang lebih besar, baik bagi Rian dan sepak bola Indonesia. Rian sangat pantas bergabung di dalam skuad utama timnas." [suggestedarticle]Mimpinya mengasuh Rian menjadi bintang sesungguhnya harus ditunda dulu. Untuk sementara dia harus merelakan Rian mengabdi pada bangsa dan negara dengan berbalut kostum Merah-Putih - jika lolos seleksi."Dia adalah pemain yang bisa membaca permainan. Dengan kemampuan yang dimiliki Rian, saya tinggal poles dan sempurnakan saja. Saya hanya berpesan kepadanya agar jaga diri dan tidak mudah tinggi hati," lanjutnya.
visibility  10654 kali
1490706564411 tag