(Foto: indosoccer)

Pemain Telstar Ini Berhasrat untuk Bela Timnas Indonesia

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sedang gencar - gencarnya melakukan naturalisasi pesepak bola asing demi mencapai target emas di SEA Games 2017 di Malaysia dan posisi empat besar Asian Games 2018.

Kementerian Pemuda dan Olahraga pun siap membantu rencana besar PSSI ini dan siap menjalin kerja sama dengan para Duta Besar Indonesia di negara-negara di Eropa dan Qatar. Kemenpora ingin mereka ikut memantau pemain-pemain sepak bola yang punya hubungan keturunan dengan Indonesia.

BACA JUGA: Pujian Buffon Untuk Emil Mulyadi

Banyak pemain yang memiliki darah keturunan Indonesia tersebar di Eropa, salah satunya di negeri Belanda.

Nama Jordy Tutuarima mungkin tak asing, dirinya memiliki kakek yang berasal dari Ambon, Maluku. Bek asal SC Telstar ini ternyata memendam keinginan untuk bisa membela tim nasional Indonesia.

Jordy pun menyambut positif program naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI.

BACA JUGA: PSSI Akan Naturalisasi Kiper Juventus!

"Saya sangat setuju dengan rencana dari PSSI. Saya pikir ini bagus untuk masa depan timnas. Untuk menciptakan tingkat yang lebih tinggi di sepakbola," ujar Tutuarima kepada Bolalob.

"Dan tentu agar bisa memenangi Piala AFF di masa mendatang dan lolos ke turnamen yang lebih tinggi. Karena di turnamen AFF sebelumnya kita hanya finis di posisi runner-up. Saya pikir ini saat yang tepat untuk memenangi trofi itu. Indonesia Juara!," lanjutnya.

Jika ada kesempatan untuk bisa bermain di timnas Indonesia, Jordy siap memberikan yang terbaik, sama seperti yang rekannya tunjukan yakni Stefano Lilipaly.

BACA JUGA: Laju Gemilang Stefano Lilipaly Akhirnya Terhenti

"Sejujurnya ini adalah mimpi dan penghargaan besar jika bisa bermain untuk Indonesia, dan saya ingin bermain untuk negara dan darah saya. Jadi saya tentu berharap mereka akan bisa menaturalisasi saya untuk timnas Indonesia."

Jordy Tutuarima juga tercatat pernah membela timnas Belanda U-18 namun belum mencicipi caps di timnas Belanda senior. Sama seperti Lilipaly, Jordy Tutuarima juga memiliki darah Maluku dalam dirinya.

editTerakhir diubah:  07/02/17 - 17:01

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Stefano Lilipaly Akan Temui Yoko Usai Final Piala Presiden
Stefano Lilipaly akan segera mendatangi Yoko untuk memberikan bantuan lengan dan kaki palsu setelah final Piala Presiden 2018. Lilipaly bahkan mengaku sangat mengagumi Yoko yang bisa tetap bahagia meski memiliki kekurangan.Video seorang bocah yang memiliki keterbatasan viral di sosial media saat dia tampak begitu bahagia saat bermain sepak bola. Anak yang bernama lengkap I Putu Krisna Saputra tersebut merupakan fans Lilipaly dan juga Bali United.Lilipaly bahkan sempat mencari bocah tersebu lewat akun Instagram miliknya.   Siapa yang bisa memberikan saya informasi di mana alamat anak ini? Dan siapa yang bisa mengantarkan saya untuk menemui anak ini? Untuk info bisa hubungi saya lewat Direct Message, Terima Kasih 🙏🏼❤️ #Yoko A post shared by ᴘʀᴏᴜᴅ ᴅᴀᴅᴅʏ ᴏғ ᴊᴀx ᴇʟɪᴏɴ 🦁 (@stefanolilipaly) on Feb 14, 2018 at 8:15am PST "Tentu karena ini dia adalah penggemar saya dan saya sangat mengagumi dia bagaimana dia bisa sangat bahagia dan masih bisa melakukan yang terbaik dalam hidup," kata Lilipaly dilansir dari Tribun Bali.[suggestedarticle=3]Merasa terkesan dengan semangat Yoko, Lilipaly ingin langsung berjumpa dengan anak yang bertempat tinggal di Bangli tersebut. Pemain berdarah Belanda tersebut ingin memberikan bantuan langsung kepada Yoko."Saya ingin memberikan kaki palsu untuknya, dan secara langsung bertemu dia, " ujar Lilipaly.[pagebreak]Manajemen Bali United Ikut Tergerak[/pagebreak]Niat baik Lilipaly disambut baik oleh manajemen Bali United. Pemilik Bali United, Pieter Tanuri siap menyediakan kaki palsu untuk Yoko."Kami akan membantu memesankan kaki dan tangan palsu untuk anak ini. Kami bekerjasama dengan Kick Andy Foundation," kata Pieter Tanuri.
  3192 kali
Persebaya Surabaya Belum Terima Hadiah Juara Liga 2 2017
Pihak manajemen Persebaya Surabaya mengungkapkan, belum menerima hadiah juara Liga 2 musim 2017 dari pengeloa liga tersebut, PT Liga Indonesia Baru (PT.LIB). Hal ini diungkapkan manajer Persebaya, Chairul Basalamah yang meminta pihaknya PT LIB untuk segera melunasinya. Persebaya pun sempat berkomunikasi dengan direktur utama PT. LIB, Berlinton Siahaan. Namun, yang apa yang didapatinya tidak sesuai dengan harapannya. "Sudah tanya juga ke Pak Berlinton, tapi tetap tidak jelas. Ini jangan sampai jadi preseden buruk yang setiap tahun terjadi," kata Chairul seperti dikutip Goal.com, Rabu (14/2/2018).[suggestedarticle=3]Lebih dari itu, pihaknya pun enggan membicarakan ini ke publik andai PT LIB bicara dengan baik-baik. Penyakit ini pun telah terjadi berulang-ulang, bahkan menurutnya, LIB meminta agar uang hadiah tersebut diikhlaskan."Selama masih bisa komunikasi, ya ayo. Tapi, ini tidak ada komunikasi, jadi seperti kami mengejar-ngejar padahal ini kan hak kami. Dari awal sudah dijanjikan ada hadiahnya, ya harusnya tidak bisa seperti ini," ucap Chairul. [pagebreak]Penyakit Lama[/pagebreak]"Penyakit ini sudah pernah terjadi dan teman-teman (klub) yang lama juga mengatakan memang seperti ini. Bahkan menjadi bahan guyonan mereka bilang ikhlaskan saja. Menurut saya, ini tidak baik untuk liga," tutur Chairul.Tidak hanya Persebaya, PT LIB pun masih menunggak kepada peserta Liga 1 musim lalu. Mereka belum melunasi uang subsidi klub serta hak siar dan rating kepada semua kontestan kompetisi kasta teratas tersebut. LIB pun sempat beralasan, pihaknya terkendala dengan sponsor. Alhasil, mereka meminta klub bersabar dengan situasi yang terjadi ini. (Bobotoh.id)
  643 kali
Kisah Haru Bocah Bali United yang Dicari Stefano Lilipaly
Yoko memang memiliki keterbatasan fisik. Namun, kenyataan itu tidak memadamkan semangatnya untuk terus memberikan dukungan kepada Bali United. Bocah bernama lengkap I Putu Ari Krisna Saputra itu menjadi viral. Video Yoko yang merupakan penyandang disabilitas tampak girang bermain bola sambil mengenakan seragam Bali United bertuliskan nama Stefano Lilipaly ramai beredar di jagat internet.[suggestedarticle=3] Meski hanya memiliki satu kaki, Yoko sanggup menendang penalti ke ‘gawang’ yang dijaga temannya. Bola pun melesat dan bocah itu merayakan golnya sambil berlari mengelilingi rumah. Ternyata kabar ini sampai kepada Lilipaly. Pemain naturalisasi itu tergerak untuk mencari tahu lebih banyak soal Yoko. "Siapa yang bisa memberikan saya informasi di mana alamat anak ini? Dan siapa yang bisa mengantarkan saya untuk menemui anak ini? info bisa hubungi saya lewat Direct Message. Terima Kasih," tulis Lilipaly. Manajemen klub pun turut membantu. Bali United siap memberikan kaki dan tangan palsu untuk Yoko. "Kami akan membantu kaki dan tangan palsu untuk anak ini. Kamu kerja sama dengan Kick Andy Foundation," ujar bos Serdadu Tridatu, Pieter Tanuri, dikutip dari Tribun Bali.   A post shared by ᴘʀᴏᴜᴅ ᴅᴀᴅᴅʏ ᴏғ ᴊᴀx ᴇʟɪᴏɴ 🦁 (@stefanolilipaly) on Feb 14, 2018 at 8:15am PST
  9103 kali
Dua Klub Inggris Pantau Bintang PSV Eindhoven
Tottenham Hotspur dan Everton dilaporkan tengah melacak bintang PSV Eindhoven Steven Bergwijn. Spurs memiliki kesuksesan dalam 'merampok' pemain dari Liga Eredivisie.Seperti dilansir ESPN FC dari sebuah sumber, dua klub Inggris itu sedang bergerak untuk melihat potensi yang dimiliki Bergwijn bersama PSV. Mereka ingin menambahkan Bergwijn untuk memperkuat barisan penyerangan.[suggestedarticle]Sejauh ini, pemain berusia 20 tahun itu telah mencetak lima gol dan menciptakan enam assist dalam 22 pertandingan yang membantu klubnya unggul tujuh poin di puncak Eredivisie. Sumber tersebut juga mengatakan bahwa Spurs dan Everton ingin mendatangkan Bergwijn pada musim panas mendatang.Bos Spurs Mauricio Pochettino sangat ingin menambahkan pilihan menyerangnya saat ia berusaha membangun tim yang mampu menantang gelar Liga Primer di musim depan. Sejauh ini, Pochettino hanya memiliki dua penyerang murni, yakni Harry Kane dan Fernando Llorente.[suggestedarticle]The Lily Whites juga terbilang memiliki 'kesuksesan' dalam mendatangkan pemain dari pasar transfer Belanda. Seperti Jan Vertonghen, Christian Eriksen, dan Davinson Sanchez yang ketiganya dari Ajax Amsterdam.Disisi lain, Everton juga ingin memperkuat skuad mereka untuk musim depan. Bergwijn dianggap sesuai dengan profil kebijakan transfer mereka untuk mendatangkan talenta muda yang bisa dikembangkan.[suggestedarticle]Bergwijn merupakan seorang penyerang dan bisa bermain baik sebagai sayap kanan. Ia telah mewakili Belanda di level Internasional U-17, U-21. Kemungkinan ia akan dipromosikan ke skuad senior Oranje dalam waktu dekat.
  345 kali
Eks Asisten Pelatih Persija Resmi Tangani Timnas Wanita Indonesia
PSSI menunjuk Satia Bagdja menjadi pelatih Timnas Wanita Indonesia. Mantan asisten pelatih Persija Jakarta itu akan persiapkan tim untuk Piala AFF dan Asian Games.Tahun 2018 menjadi agenda padat bagi PSSI. Tak hanya timnas sepak bola dan futsal, tapi timnas wanita juga memiliki serangkaian agenda. Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala AFF Wanita pada bulan Juni-Juli mendatang. Lalu, timnas wanita juga akan mengikuti Asian Games 2018 pada Agustus di Jakarta. "Kami resmi memilih coach Satia Bagdja untuk menangani Timnas Wanita pada tahun 2018 ini. Kita ketahui beliau telah berpengalaman sebagai pelatih dan juga instruktur. Kami berharap tim sepak bola wanita kita bisa tampil kompetitif di ajang Piala AFF dan Asian Games," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, dari laman resmi PSSI.[suggestedarticle=3]Sementara itu, Satia Bagdja akui sudah mendapatkan surat keputusan penunjukkan dirinya menjadi pelatih timnas wanita. Ia akan bertugas dan dievaluasi setelah Asian Games 2018."Sebelumnya pada Januari lalu, saya bersama coach Ruly Nere dan coach Jan Saragih dipanggil PSSI untuk memberikan presentasi terkait Timnas Wanita di tahun 2018. Saat ini saya masih menunggu panggilan lagi dari PSSI untuk memberikan program Timnas Wanita," jelas Satia Bagdja.PSSI akan mengumumkan dalam waktu dekat program pemusatan latihan untuk timnas wanita. Para pemain timnas wanita, sebagian besar dari Piala Pertiwi yang diadakan pada Desember 2017.
  960 kali
Satu Lagi Pemain Asing Liga 1 Ingin Jadi WNI
Banyak pemain asing yang tampil di tanah air kerasan dengan atmosfir dan juga budaya Indonesia.Beberapa bahkan menikahi wanita lokal dan berujung dengan pindah kewarganegaraan sembari berharap bisa membela timnas Indonesia di masa mendatang.Hal ini yang coba dipikirkan oleh Marlon da Silva, striker milik Borneo FC asal Brasil.Marlon pertama kali bermain di Indonesia adalah pada tahun 2016 bersama dengan Mitra Kukar. Pada musim lalu dirinya membela Persiba Balikpapan.[suggestedarticle=3]Ia pun sudah mulai fasih berbicara bahasa Indonesia, dimana mantan rekan setimnya di Mitra Kukar Zikri Akbar adalah orang yang mengajarainya pertama kali."Waktu itu, saya dikasih kertas oleh Zikri. Dia tulis kata-kata Indonesia soal latihan, jalan, dan ucapan-ucapan seperti selamat pagi," kata Marlon, seperti dikutip dari Kompas."Kalau tidak belajar, saya bisa mati nanti. Jadi setiap orang bicara, saya mempelajarinya," tutur pemain yang pernah memperkuat Persiba Balikpapan itu."Bahasa Indonesia mudah dipelajari," jelas Marlon.Menurut Marlon, Indonesia memiliki banyak kesamaan dengan negara asalanya Brasil. Ia pun tak menutup kemungkinan untuk bisa memiliki paspor Indonesia."Secara pribadi, saya dan keluarga senang sekali bekerja di Indonesia. Ini negara sedikit sama dengan Brasil," tutur Marlon. "Kalau saya bisa dapat paspor Indonesia, saya senang juga. Soalnya, semua orang Indonesia bisa bantu saya," ujarnya menambahkan.Namun, Marlon ingin lebih dulu menyelesaikan misinya dengan Borneo FC. "Saya ingin membawa tim ini juara," akunya.
  16092 kali
TOP NEWS: Persija Akan Ladeni Timnas Indonesia di SUGBK, Edy Rahmayadi Cuti Sementara dari PSSI
Dalam persiapan menuju Asian Games 2018, Tim nasional Indonesia U-23 akan mengadakan beberapa laga uji coba dalam waktu dekat.Timnas Indonesia Akan Hadapi Klub Liga 1 Ini di SUGBKMenteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi agak menyayangkan keputusan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi yang tengah mengajukan cuti. Edy mengajukan cuti untuk fokus menjalani kampanye untuk Pilkada Sumatera Utara.Ketum PSSI Cuti, Menpora: Lagi Perang Kok CutiEdy Rahmayadi memutuskan untuk mengambil cuti sementara waktu dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Ia tengah fokus menghadapi pencalonannya dalam Pemilihan Daerah (Pilkada) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) 2018.Edy Rahmayadi Cuti dari PSSI, Ini AlasannyaDitengah kesibukannya sebagai seorang Ustad, Yusuf Mansur belakangan ini terlihat aktif di dunia sepak bola Indonesia. Ia pun memeberkan keterkaitan antara dunia sepak bola dengan pesantren. Yusuf Mansur Beberkan Keterkaitan Sepak Bola dan Pesantren
  974 kali
Marko Simic Kokoh di Puncak Top Skor Piala Presiden 2018
Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic mengokohkan dirinya di puncak top skor Piala Presiden 2018 setelah mencetak satu gol di leg kedua semifinal Piala Presiden 2018. Gol tersebut membuat Simic kini mencetak 9 gol bersama Persija sepanjang gelaran Piala Presiden 2018.Pemain asal Kroasia tersebut kembali mencetak gol untuk membawa Persija meraih kemenangan atas PSMS Medan, Senin (12/2). Kemenangan tersebut sekaligus membawa Persija Jakarta lolos ke final Piala Presiden 2018 dengan agregat 5-1 atas PSMS Medan.Gol tersebut merupakan catatan ke-9 Simic bersama Persija di Piala Presiden. Simic unggul empat gol dari pesaing terdekat yaitu Stefano Lilipaly.[suggestedarticle=3]Meski belum dapat dipastikan menjadi top skor, namun tampaknya sulit untuk Lilipaly bisa menyusul torehan gol Simic. Lilipaly yang kini mencetak empat gol masih memiliki maksimal dua pertandingan, namun keduanya merupakan laga sulit.Lilipaly berpeluang menambah catatan gol saat Bali United menghadapi Sriwijaya FC di leg kedua semifinal Piala Presiden 2018 dan terakhir di final jika Bali United bisa lolos.[pagebreak]Daftar Pencetak Gol Piala Presiden 2018[/pagebreak]Berikut ini daftar pencetak gol terbanyak di Piala Presiden 2018 hingga Senin (12/2):
  4344 kali
Ketum PSSI Cuti, Menpora: Lagi Perang Kok Cuti
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi agak menyayangkan keputusan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi yang tengah mengajukan cuti. Edy mengajukan cuti untuk fokus menjalani kampanye untuk Pilkada Sumatera Utara.Indonesia kini masih terus berbenah untuk menyiapkan sejumlah event domestik maupun internasional. Di kancah domestik, sepak bola Indonesia masih terus berjuang dalam gelaran Piala Presiden dan juga menjelang Liga 1 2018 bergulir.Sedangkan untuk ajang internasional, Indonesia masih terus memperbaiki segala aspek jelang gelaran Asian Games 2018.[suggestedarticle=3]Dalam agenda yang cukup pada itu, Edy memilih untuk cuti agar tidak menyalahgunakan jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Menanggapi hal tersebut, Menpora tampaknya agak menyayangkan keputusan Edy."Saya kaget mendengar itu (soal Edy Rahmayadi cuti). Lagi perang-perang gini, kok cuti," kata Menpora Imam Nahrawi di Jakarta."Saya tahunya dari media sosial. Nanti saya cari tahu alasannya apa," tandas dia.Joko Driyono ditunjuk sebagai Ketua Umum PSSI sementara menggantikan Edy yang terhitung cuti sejak 12 Februari.
  4679 kali
Indonesia Junior League 2018 Gulirkan 3 Liga Usia Muda
Kompetisi usia muda, Mayapada Indonesia Junior League (IJL) kembali bergulir. Ini adalah tahun ketiga, kompetisi yang mempertandingkan kelompok usia U-9 dan U-11 digelar.Bertempat di Lapangan Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (11/2/2018), IJL 2018 diresmikan dan akan berjalan lebih semarak. Setidaknya ada 48 tim dan 963 pemain mengikuti kompetisi tersebut.Pada kompetisi tahun 2018 ini tak hanya mempertandingkan U-9 dan U-11 saja, tapi akan ada U-13 yang digelar pada bulan Juli atau sesudah kompetisi U-9 dan U-11. Kompetisi U-13 digelar hinggal Oktober."Ini tahun ketiga kami menggelar IJL, harapannya tentu saja kami ingin membantu perkembangan sepak bola usia muda dan tujuannya sudah pasti menyumbang pemain untuk timnas Indonesia," ujar CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis kepada Bolalob.[suggestedarticle=3]"Musim ini terasa berbeda dengan musim lalu dan jumlah kontestan juga meningkat. Belum lagi akan ada U-13 yang baru bergulir tahun ini," tambahnya.Untuk itu pihaknya ingin terus mengembangkan kompetisi yang berbasis akar rumput. Tak hanya penyelenggaraan, namun IJL pun meningkatkan kualitas kompetisi agar mutu sepak bola usia Tanah Air terjaga dengan baik."Proses mereka (klub dan pemain) untuk bisa masuk ke IJL 2018 pun sangat berat. Verifikasinya sangat berat, mulai dari rekam jejak SSB (sekolah sepak bola) hingga kesiapan orang tua-pelatih-manajemen," lanjutnya.Selain itu keterwakilan wilayah pun jadi salah satu faktor pendukung. Rezza ingin kompetisi kali ini lebih merata dan punya atmosfer persaingan yang ketat.Musim lalu untuk U-9, SSB Salfas Soccer Tangerang menjadi juaranya. Sedangkan pada kategori U-11, SSB milik eks timnas, Firman Utina, yakni FU15 Bina Sentra keluar sebagai juara.
  1181 kali
1518337201479 tag