(Foto: skysports.com)

Timnas Argentina Tunggu Tanggal Duel dari PSSI

PSSI mendapat tawaran dari promotor lokal untuk melakoni uji coba dengan Timnas Argentina tahun ini. Perkembangan terkini pun diberikan oleh Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI, Hanif Thamrin.

Menurut Hanif, PSSI masih mencari waktu yang pas terkait tanggal uji coba. Pada tanggal awal yang diberikan, Hanif menyebut bentrok dengan rencana pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 di Spanyol.

Baca Juga
5 Bintang Argentina yang Ditunggu Kedatangannya di Indonesia


"Soal uji coba lawan timnas Argentina itu ada promotor yang kirim proposal undangan ke kami, tapi jadwalnya bersamaan dengan latih tanding di Spanyol, tempatnya juga belum tahu di mana," ujar Hanif seperti dikutip dari CNN.

"Masih mau kami lihat dulu. Minta tanggapan Milla seperti apa, sambil cari waktu yang tidak bentrok," lanjutnya.

Milla saat ini tengah menyiapkan tim untuk SEA Games 2017. Ia memiliki waktu enam bulan sebelum terjun di ajang yang akan dihelat di Kuala Lumpur tersebut.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Mengenal Anak Luis Milla dan Klubnya yang Jadi Lawan Timnas U-22
Salah satu agenda Timnas Indonesia U-22 adalah beruji coba dengan sejumlah tim di 4 kota Spanyol. Salah satu yang sudah pasti adalah melawan CF Fuenlabrada yang bermarkas di Kota Madrid.Tidak ada yang terlalu menarik sebenarnya dari klub ini, kecuali fakta bahwa seorang pemainnya adalah anak kandung Luis Milla. Terlahir nama dengan nama Luis Milla Manzaranes, pemain kelahiran 7 Oktober 1994 ini mengikuti jejak ayahnya meniti karier sebagai pemain bola.Memulai perjalanan di klub R. Majadahonda, Luis Milla Junior kemudian masuk Atletico Madrid. Dimulai dari Juvenil A, kemudian promosi ke Tim C. Sayang, kariernya tak berlanjut dan pindah ke Rayo Vallecano B. [suggestedarticle]Dari Rayo kemudian pindah ke Alcorcon sampai saat ini. Luis Milla Manzaranes bermain di CF Fuenlabrada dengan status pemain pinjaman. Sebelumnya dia juga sempat dipinjamkan ke Guijuelo. CF Fuenlabrada saat ini berkompetisi di Segunda B Group 2. Mereka berada di posisi ke-4 klasemen sementara dengan catatan 30 kali main, 14 menang, 7 seri, 9 kalah dan mengoleksi 49 poin. Peluang untuk promosi masih terbuka karena posisi 4 adalah batas zona play-off untuk merebut tiket promosi. Didirikan tahun 1975, klub ini bermain di Estadio Fernando Torres yang berkapasitas 2.500 penonton. Biru menjadi warna kebesaran klub.
visibility  2987 kali
APPI Respons Pembatasan Usia Pemain di Liga 1 dan Liga 2
Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI) memberikan keterangan terkait dengan regulasi pemain yang diterapkan PSSI di kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Respons APPI keluar menyusul keputusan PSSI yang membatasi klub memiliki dua pemain di atas 35 tahun.Selain itu, PSSI juga mewajibkan setiap klub memiliki lima pemain di bawah usia 23 tahun. Bahkan, tiga diantaranya harus dimainkan di babak pertama.Tak hanya Liga 1, respons tersebut juga adanya regulasi untuk klub-klub Liga 2 yang dibatasi mengontrak pemain dengan usia 25 tahun ke atas.[suggestedarticle]Dalam rilis resmi APPI, mereka sudah mengirimkan surat berisi pendapat dan masukan kepada PSSI. Pernyataan tersebut bertujuan untuk melindungi hak pesepak bola Indonesia.“Selanjutnya dalam waktu dekat ini, kami dan beberapa perwakilan pesepak bola senior (di atas 35) juga akan melakukan pertemuan dengan PSSI guna membahas regulasi pembatasan usia yang beberapa waktu lalu telah disampaikan oleh PSSI.”“Kami akan terus dan selalu berupaya mencari solusi yang terbaik untuk pesepak bola Indonesia terkait dengan regulasi pembatasan usia ini,"[suggestedarticle]“Oleh karenanya kami mohon kepada para pesepak bola Indonesia untuk bersabar dan menunggu hasil terbaik dari pertemuan kami dengan PSSI yang akan terselenggara dalam waktu dekat ini,” sebut rilis resmi dari APPI.Sebelumnya PSSI sudah menerapkan regulasi baru untuk pemain asing. Regulasi marquee player menjadi barang baru di kompetisi sepak bola Indonesia. Klub Liga 1 kini boleh memiliki pemain berstatus top dunia di luar kuota 2+1 atau dua pemain non-Asia dan satu pemain Asia.
visibility  2047 kali
Pesan Mengharukan Ezra Walian Usai Debut Bersama Timnas Indonesia
Ezra Walian debut bersama Timnas Indonesia saat melawan Myanmar, Selasa (21/3). Ezra terharu karena pada akhirnya bisa mengenakan seragam Tim Merah-Putih yang sudah menjadi impian sejak dahulu.Meski besar di Belanda, Ezra sudah merasa sangat Indonesia. Ia menutup peluang membela Timnas Belanda karena lebih memilih membela Tim Garuda.[suggestedarticle]Lawan Myanmar, hasil yang dipetik memang pahit. Tapi melalui instagramnya, Ezra menulis pesan mengharukan bahwa ia sempat bekerja keas untuk memberikan prestasi tertinggi bagi bangsa."Saya sangat bangga memakai seragam ini. Ini mimpi saya dari kecil dan saya akan berjuang keras demi memberikan prestasi tertinggi bagi bangsa ini," tulis Ezra.Di usia yang baru menginjak 19 tahun, Ezra masih memiliki masa depan panjang bersama Timnas Indonesia. Tentu ia diharapkan dapat mengikuti jejak Cristian Gonzales dan Stefano Lilipaly sebagai pemain naturalisasi yang sukses.   Saya sangat bangga memakai seragam ini. Ini mimpi saya dari kecil, dan saya akan berjuang keras demi memberikan prestasi tertinggi bagi bangsa ini. ❤❤❤ I'm very proud to wear this uniform. This is my dream since I was a child, and I will fight in order to give the highest achievement for this country. ❤❤❤ 📷: @sofyansyah0251 #indonesia #timnas #garuda #soccer #football A post shared by Ezra Walian (@ezrawalian) on Mar 23, 2017 at 7:01am PDT
visibility  4495 kali
Ini Prediksi Alex Ferguson, Setelah Generasi CR7 dan Lionel Messi
Alex Ferguson, mantan manajer Manchester United, memprediksi bahwa dominasi klub Spanyol di kancah sepak bola Eropa, bakal berakhir seiring dengan Cristiano Ronaldo (CR7) dan Lionel Messi yang terus dimakan usia.Klub-klub Spanyol demikian digdaya, dengan keluar sebagai juara Liga Champions (Real Madrid meraih gelar dua kali, dan Barcelona sekali), dan di ajang Liga Europa (Sevilla menyabet tiga kali gelar juara), dalam kurun tiga tahun belakangan ini. Bahkan Spanyol mampu meloloskan tiga tim di babak perempat-final Liga Champions musim ini.[suggestedarticle]Ferguson yang pernah membawa Manchester United meraih dua kali gelar Liga Champions, yakin bahwa posisi Spanyol bakal digusur oleh negara lain. "Saya beranggapan bahwa sukses itu mengikuti siklus." kata Ferguson yang sempat 27 menangani United."Jika Anda kembali ke tahun 90-an, maka itu sukses milik AC Milan. Pada kurun 1970-an, Ajax dan Bayern Muenchen," terangnya."Pada tahun 1980-an, milik Liverpool. Pada tahun 1990-an, Italia, AC Milan. Inggris mampu meloloskan tiga tim sekitar enam tahun lalu, semuanya melaju sampai semifinal. Kami (Manchester United) pernah sampai tiga kali ke final dalam kurun empat tahun.""Sekarang memang milik Spanyol. Tidak ada keraguan soal itu. Pertanyaannya muncul mengapa bukan tim-tim asal Jerman, mengapa Bayern Muenchen tidak menang di Liga Champions?," ujar Ferguson sambil bertanya.[suggestedarticle]"Mengapa Italia juga tidak menang? Mengapa Prancis juga tidak menang? Dan mengapa Inggris juga tidak menang?""Saya kira tinggal tunggu saatnya tiba. Siklus kini sedang dipegang oleh tim-tim asal Spanyol. Mereka tim terbaik, dan mereka pantas menang," jelas Ferguson."Hanya saja, situasi suatu saat akan berubah. Toh, (Cristiano) Ronaldo akan dimakan usia, sama halnya dengan (Lionel) Messi. Akankah mereka akan digantikan pemain-pemain lain? Dan saya beranggapan siklus akan datang saatnya," kata Ferguson.
visibility  2300 kali
1490348044791 tag