(Foto: bolalob)

Luis Milla Umumkan 25 Pemain Timnas Indonesia

Luis Milla resmi mengumumkan nama-nama pemain yang dipanggil untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 di Sekolah Pelita Harapan pada tanggal 21-23 Februari. 25 pemain dipilih oleh pria asal Spanyol tersebut.

Para pemain didominasi oleh penggawa di bawah 22 tahun. Nama-nama ini diproyeksikan untuk masuk Timnas U-22 yang akan main di SEA Games 2017.

Baca Juga
Timnas Argentina Tunggu Tanggal Duel dari PSSI


Ada beberapa pemain alumni Timnas U-19 asuhan Indra Sjafri seperti Evan Dimas, Paulo Sitanggang, dan Hansamu Yama yang masuk ke dalam skuat. Sementara itu bintang muda Persib, Febri Hariyadi juga dipanggil oleh Milla.

Berikut adalah 25 pemain yang dipanggil Milla untuk pemusatan latihan Tim Merah-Putih:

Kiper: Kurniawan Kartika Aji (Persiba Balikpapan), Muhammad Riyandi (Barito Putera), Rully Desrian (Bhayangkara FC)

Belakang: Nazar Nurzaidin, Hansamu Yama Pranata (Barito Putera), Putu Gede Juni Antara (Bhayangkara FC), Ryuji Utomo Prabowo (Persija Jakarta), Mochamad Zaenuri (Perseru Serui), Bagas Adi Nugroho, Hanif Abdurrauf Sjahbandi (Arema FC), Zalnando (Sriwijaya FC), Ricky Fajrin Saputra (Bali United)

Tengah: Muhammad Hargianto, Evan Dimas Darmono (Bhayangkara FC), Rizky Dwi Feriyanto (Madura United), Paulo Oktavianus Sitanggang (Barito Putera), Gian Zola Nasrulloh, Febri Haryadi (Persib Bandung), Miftahul Hamdi, Yabes Roni  (Bali United), Nasir (Arema FC), Arsyad Yusgiantoro (Persegres Gresik United), Saddil Ramdani (Persela Lamongan)

Depan: Ahmad Nur Hardianto (Persela Lamongan), Marinus Mariyanto Wanewar (Persipura Jayapura)

editTerakhir diubah:  17/02/17 - 17:30

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(4)


Rekomendasi



Berita Terkait


Luis Milla vs Alfred Riedl, Siapa Menang?
Sebenarnya masih terlalu dini membandingkan Alfred Riedl dan Luis Milla. Tetapi antusiasme masyarakat menyambut kedatangan dan menanti gebrakan pelatih baru asal Spanyol itu membuat segala sisi tentang sepak terjangnya selalu menarik untuk dibahas.Setelah inovasi-inovasi baru diperkenalkan kepada publik dan diulas oleh media, sisi lain sang pelatih juga mulai banyak dibahas. Salah satu yang sudah mulai terlihat adalah gaya dan cara Luis Milla menjadi bos timnas Indonesia.Dua orang yang terlibat di dalam aktivitas timnas Indonesia, staf media Bandung Saputra dan dokter timnas Syarif Alwi, menuturkan beberapa hal menarik perbandingan Alfred Riedl dan Luis Milla kepada CNNIndonesia. [suggestedarticle]Menurut Bandung, Riedl lebih bawel terhadap pemain dan mementingkan faktor teknis. Sedangkan Milla terlihat lebih santai dan justru memberi perhatian besar pada sikap dan perilaku para pemain di luar lapangan.Seperti diketahui, Luis Milla memang menegaskan bahwa dia tidak hanya mencari pemain yang bagus secara teknis, tetapi juga santun dalam keseharian. Masih menurut Bandung, Luis Milla juga tidak terlalu kaku melarang para pemain berbicara kepada media. Meski ada aturan bahwa wawancara kepada anggota timnas harus melalui PSSI, tetapi tidak ada penekanan khusus untuk menghindari media. Luis Milla juga secara berkala meluangkan waktu untuk memberikan update kepada awak media.Hal ini agak berbeda dengan pendahulunya, Riedl, yang tidak terlalu suka pemainnya berbicara kepada media sering-sering. Pelatih asal Austria ini juga tidak punya agenda rutin bertemu dengan media.[suggestedarticle]Soal makanan juga berbeda. Jika Riedl lebih suka menyantap makanan dari negara asalnya, Luis Milla justru kedapatan ketagihan makanan tradisional sop buntut yang selalu dipesannya jika berada di kantor PSSI atau rawon yang dijajalnya saat melakukan pemantauan di Malang. Sementara menurut dokter tim Syarif Alwi, Luis Milla dinilainya lebih tenang, lebih tegas, lebih komunikatif dan lebih lembut kepada seluruh anggota tim. Satu lagi yang sangat mengesankan adalah keinginan Luis Milla lebih dekat dengan pemain sehingga suasana akrab cepat terbangun.Bagaimana soal prestasi? Untuk yang satu ini kita masih harus menunggu bagaimana racikan ala Luis Milla di pertandingan resmi.
11 Wajah Baru Dipanggil oleh Luis Milla dalam Seleksi Kedua Timnas U-22
Pelatih timnas Indonesia Luis Milla Aspas kembali memanggil 25 pemain untuk menjalani seleksi gelombang kedua.Nantinya timnas U-22 akan dipersiapkan untuk SEA Games 2017 dan 10 pemain diantaranya adalah wajah baru atau tidak masuk dalam seleksi gelombang pertama.Dari 25 nama yang dipanggil mereka merupakan pemain yang klubnya tidak lolos ke babak semifinal Piala Presiden 2017. Milla akan menggelar latihan resmi di lapangan SPH Karawaci, Tangerang, 28 Februari hingga 2 Maret.[suggestedarticle]10 pemain baru yang dipanggil adalah Mohammad Dicky Indrayana (kiper-Bali United), Satria Tama Hardianto (kiper-Persegres), Ravi Murdianto (kiper-PS TNI), Osvaldo Ardiles Haay (bek-Persipura), Rudolof Yanto Basna (bek-Sriwijaya FC) dan Andy Setyo (PS TNI).Lalu ada, Bobby Wirawan (tengah-Persela), Septian David Maulana (tengah-Mitra Kukar), Asnawi Mangkualam (tengah-PSM Makassar), Yogi Rahadian (tengah-Mitra Kukar) dan Muhammad Dimas Drajat (depan-PS TNI).Menarik melihat muka - muka pemain muda yang sudah memiliki jam terbang di timnas senior seperti Yanto Basna dan juga Septian David.Serta ada eks-punggawa timnas U-19 asuhan Indra Sjafri seperti penjaga gawang Ravi Murdianto dan juga Dimas Drajad.
visibility  2692 kali
Meski Patah Hidung, Yanto Basna Tetap Ikuti Seleksi Timnas
Cedera patah hidung harus didapat oleh bek Sriwijaya FC Yanto Basna, usai dirinya bertabrakan dengan striker Arema FC Christian Gonzales, dalam ajang Piala Presiden 2017 pada Minggu (26/2) malam.Pemain berusia 21 tahun itu dipastikan akan tetap mengikuti seleksi tahap kedua timnas Indonesia U-22.Nama Yanto Basna, ada dalam daftar pemanggilan seleksi tahap kedua yang akan digelar oleh Luis Milla pada pekan ini.[suggestedarticle]"Basna kami berikan izin untuk datang ke pemusatan latihan meskipun hidungnya patah akibat pertandingan semalam," ujar Sekretaris Sriwijaya, Achmad Haris.Pihak Sriwijaya sendiri tidak risau cedera Basna akan bertambah parah karena nantinya porsi latihan pemain kelahiran Papua itu akan ditentukan lewat pemeriksaan dokter."Yang penting kami udah memberikan izin kepada Basna ke pemusatan latihan.""Nanti kan di sana ada juga dokter tim yang memeriksa Basna sebelum berlatih. Apakah Basna akan tetap berlatih atau di pinggir lapangan saja," pungkas Achmad.[suggestedarticle]Mantan bek Mitra Kukar dan Persib Bandung ini merupakan anggota timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2016 lalu.
visibility  795 kali
Cerita Sigapnya Tim Luis Milla
Ada banyak cerita di balik Luis Milla, tim kepelatihannya, dan cara mereka mengelola timnas Indonesia. Kisah-kisah yang diakui atau tidak, menambah penasaran sekaligus meninggikan ekspektasi terhadap hasil kerja mereka.Salah satu kejadian menarik dilihat langsung oleh media dan masyarakat yang kebetulan menyaksikan seleksi tahap pertama, Selasa (21/2). Guyuran hujan deras sejak dini hari tak menghalangi sedikit pun persiapan sesi seleksi.[suggestedarticle]Eduardo Perez, salah satu asisten pelatih yang dibawa Luis Milla, terlihat datang paling pagi ke lapangan Sekolah Pelita Harapan, Karawaci. Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, Eduardo Perez Moran, nama lengkapnya, sudah terlihat sibuk memasang kamera kecil dan perangkat pendukung untuk merekam merekam gerak pemain di pinggir lapangan. Pelatih kiper dan sekaligus analis tim ini tampak mengatur letak semacam alat perekat untuk melihat reaksi pemain saat berada di ruang sempit. Berkali-kali dia mengecek kesiapan alat-alat tersebut sampai dia merasa puas dan sempurna.Kurang lebih satu jam asisten pelatih yang memutuskan meninggalkan APOEL FC, Yunani yang sedang berlaga di Europa League demi timnas Indonesia itu mondar-mandir sendirian menyiapkan alat di bawah guyuran hujan deras. Mendekati jam 7, dia bergegas menuju ke Hotel Yasmin untuk mengikuti sarapan bersama. [suggestedarticle]Saat sesi seleksi berlangsung, seluruh tim pelatih terlihat berada di lapangan tanpa kesan menghindari hujan membasahi tubuh mereka. Tak terlihat juga mereka memakai penutup kepala yang biasa dipakai jika hujan. Kebersamaan dibangun bukan hanya saat makan, tetapi pertama-tama ditunjukkan di dalam aktivitas nyata di lapangan.
visibility  2434 kali
1488185857156 tag