(Foto: bolalob)

Tiga Penggawa Myanmar yang Harus Diwaspadai Timnas Indonesia

Myanmar bertandang ke Indonesia dengan kekuatan 21 pemain. Dari daftar tersebut ada tiga pemain yang harus mendapat perhatian khusus dari pelatih, Luis Milla.

Myanmar akan menghadapi Timnas Indonesia dalam laga uji coba internasional di Stadion Pakansari pada tanggal 21 Maret. Meski banyak mengandalkan pemain muda, skuat ini terhitung berpengalaman dimana sempat tampil pada Piala AFF 2016 lalu.

Menakar Kesiapan Garuda Muda


Di masing-masing posisi ada pemain di Myanmar yang harus diwaspadai. Di lini belakang ada nama David Htan, di lini tengah ada Yan Aung Kyaw, dan di lini depan ada Aung Thu.

Sorotan utama harus diberikan kepada Aung Thu. Masih berusia 20 tahun ia sudah menjadi andalan utama Myanmar dan sejauh ini sudah melesakkan empat gol dari 16 caps.

Berikut Tiga Pemain Myanmar yang Harus Diwaspadai Timnas Indonesia:

1. David Htan



Memiliki posisi sebagai bek sayap, David Htan agresif dalam membantu serangan. Ia sempat membobol gawang Timnas Indonesia saat beruji coba di Sidoarjo pada tahun 2015 lalu. Pada Piala AFF 2016 ia mencetak gol cantik ke gawang Malaysia yang membawa Myanmar lolos ke babak semifinal. Nama David Htan pun kembali diandalkan Gerd Zeise untuk laga melawan Timnas Indonesia di Stadion Pakansari. Aksi-aksinya dari sisi kanan wajib diwaspadai Garuda Muda.

2. Yan Aung Kyaw



Pemain paling berpengalaman di skuat Myanmar saat ini. Yan Aung Kyaw yang didapuk menjadi kapten sejauh ini sudah mengoleksi 49 caps. Perannya di lini tengah sentral untuk Myanmar, ia pun menjadi pemain kunci keberhasilan Myanmar melaju hingga babak semifinal Piala AFF 2016. Yan Aung Kyaw akan head-to-head dengan Evan Dimas dalam laga nanti dan Evan Dimas harus bekerja keras untuk lepas dari pengawalannya.

Luis Milla Siap Turunkan Ezra Walian di Laga Kontra Myanmar


3. Aung Thu



Talenta terbaik yang dimiliki Myanmar. Aung Thu merupakan pemain Myanmar yang bersinar pada Piala AFF 2016. Baru berusia 20 tahun, sejauh ini Aung Thu sudah memiliki 16 caps. Ia merupakan pemain serba bisa yang bisa ditempatkan sebagai penyerang, sayap kanan, dan sayap kiri. Menjaga Aung Thu pun menjadi tugas Hansamu Yama yang akan menjadi pilar lini belakang Timnas Indonesia.
editTerakhir diubah:  20/03/17 - 18:08

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Satu Penggawa Timnas Indonesia Berlatih Terpisah
Timnas Indonesia menggelar latihan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (12/6). Dalam sesi latihan ini penyerang andalan Tim Merah-Putih, Ahmad Nur Hardianto berlatih terpisah.Nur Hardianto saat ini belum pulih 100 persen menyusul cedera yang dialaminya. Pada sesi latihan kali ini ia mendapat menu khusus dari asisten Luis Milla asal Perancis, Florent Motta.[suggestedarticle]Menurut Dokter Timnas, Syarif Alwi cedera Nur Hardianto berangsur pulih. Tapi belum ada jaminan ia dapat diturunkan kontra Puerto Rico."Nur Hardianto cedera adductor lonus kiri - bagian selangkangan," ucap Syarif.Tanpa Nur Hardianto, Milla kemungkinan akan menurunkan Marinus Mariyanto sebagai penyerang tengah. Selain itu ada pula opsi memainkan Yabes Roni sebagai ujung tombak.
Timnas Indonesia dan Puerto Rico Gelar Latihan Resmi di Stadion Maguwoharjo
Timnas Indonesia dan Puerto Rico melakoni latihan resmi di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (12/6). Masing-masing tim mendapat kesempatan selama satu jam untuk berlatih dan menguji lapangan.Timnas Indonesia mendapat kesempatan latihan pertama pada pukul 20.30 WIB. Latihan berlangsung terbuka pada 15 menit awal dan tertutup selama 45 menit. Pada 15 menit pertama ini, Milla menekankan pada latihan membangun variasi serangan.[suggestedarticle]Setelah itu ganti Puerto Rico mendapat kesempatan latihan mulai pukul 21.30 WIB. Dipimpin pelatih kepala, Carlos Cantarero, Puerto Rico mengasah permainan dengan umpan-umpan pendek.Laga Timnas Indonesia melawan Puerto Rico akan berlangsung Rabu (13/6) di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Pertandingan ini akan menjadi sejarah tersendiri dimana untuk pertama kalinya kedua tim bertemu.
Hadapi Timnas Indonesia Ini yang Buat Puerto Rico Merasa Diuntungkan
Puerto Rico melihat satu faktor yang bisa jadi keuntungan saat melawan Timnas Indonesia. Keunggulan postur tubuh akan coba dimanfaatkan oleh tim asuhan Carlos Cantarero tersebut.Keunggulan postur ini akan coba dimanfaatkan saat mengantisipasi umpan lambung. Selain itu ini juga menjadi keunggulan dalam situasi tendangan bebas dan sepak pojok.[suggestedarticle]"Postur dapat menjadi keuntungan kami saat menyerang atau bertahan," ujar kiper Puerto Rico, Cody Laurendi."Saya setuju dengan Cody bisa dibilang ini menjadi keunggulan. Tapi itu bukan jaminan karena segalanya bisa terjadi dalam sepak bola," tambah kapten Puerto Rico, Emmanuel D'Andrea.Laga Timnas Indonesia melawan Puerto Rico akan berlangsung Rabu (13/6) di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Pertandingan akan berlangsung mulai pukul 21.30 WIB.
Agenda Timnas Indonesia Seusai Lawan Puerto Rico
Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla sudah menyusun agenda seusai laga melawan Puerto Rico. Ia merencanakan persiapan matang jelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2018.Seusai laga melawan Puerto Rico, Febri Hariyadi CS akan diliburkan. Setelah itu tim kembali dikumpulkan di Bali pada 30 Juni untuk melakukan pemusatan latihan selama 11 hari.[suggestedarticle]Usai pemusatan latihan, Tim Merah-Putih akan bertolak menuju Bangkok. Kedatangan di Bangkok seminggu lebih awal agar para pemain bisa cepat beradaptasi."Setelah melawan Puerto Rico pemain mendapat waktu istirahat," ujar Milla kepada Bolalob."Kemudian tanggal 30 Juni pemain dikumpulkan untuk melakukan pemusatan latihan selama 11 hari. Setelah itu seminggu sebelum lawan Malaysia, kami bertolak menuju Bangkok," lanjutnya.Laga Timnas Indonesia melawan Malaysia akan dihelat tanggal 19 Juni. Setelah itu Tim Merah-Putih akan menghadapi Mongolia dan Thailand.
Luis Milla dan Carlos Cantarero Lupakan Rivalitas di Spanyol
Ada rivalitas antara Luis Milla dan Carlos Cantatero. Namun hal tersebut telah mereka lupakan jelang laga Timnas Indonesia kontra Puerto Rico di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (13/6).Milla merupakan mantan pemain Real Madrid sementara itu Cantatero pernah menukangi Atletico Madrid. Kedua tim merupakan rival sekota yang kerap kali adu sikut.[suggestedarticle]Menurut Cantatero rivalitas antara ia dengan Milla sudah sangat lama terjadi. Kini keduanya bersahabat dan siap menyajikan partai menarik di Sleman."Masa Milla di Madrid dan saya di Atletico sudah lama sekali. Sekarang kami bersahabat dan saya yakin besok akan tersaji pertandingan menarik," ucap Cantatero.Sementara itu Milla memuji Cantarero. Ia menyebut pria berusia 55 tahun tersebut sebagai pelatih berkualitas. "Cantarero merupakan pelatih yang prestisius dan ia sangat mengenal sepak bola Amerika Tengah," ucap Milla.
Timnas Akan Andalkan Serangan Balik Lawan Puerto Rico
Tim Nasional Indonesia akan berhadapan dengan Puerto Rico dalam laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa 13 Juni 2017. Skuat asuhan Luis Milla itu akan mengandalkan serangan balik dalam mengantisipasi keunggulan postur yang dimiliki pemain lawan."Puerto Riko punya dua striker yang posturnya tinggi dan kuat (duel udara)," ujar asisten pelatih timnas Bima Sakti, usai memimpin latihan, Minggu malam, 11 Juni 2017.Untuk mengatasinya, Bima meminta anak asuhnya memenangkan setiap duel udara sambil didukung second ball yang kuat. Tugas Bayu Pradana dkk. adalah harus kompak saat bertahan, serta disiplin untuk kembali ke posisi masing-masing."Kalau bisa rebut bola langsung passing positif ke depan untuk melakukan counter attack," sambungnya.[suggestedarticle]Milla diprediksi akan menurunkan winger yang memiliki kecepatan dalam laga ini, nama-nama seperti Irfan Bachdim atau Yabes Roni dan Febri Hariyadi berpeluang tampil dari awal.Dalam laga ini Indonesia diprediksi tak bisa menurunkan dua pemainnya yakni Gelandang Persija, Hargianto, dan pemain Persela Ahmad Nur Hardianto, dimana keduanya hanya berlatih ringan di pinggir lapangan karena cederanya belum sembuh total.Usai melakukan latihan pertama, timnas akan kembali menjalani latihan resmi pada Senin malam 12 Juni 2017.
Momen Kekecewaan Luis Milla Jelang Hadapi Puerto Rico
Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla sempat dibuat kecewa jelang laga kontra Puerto Rico. Acara konferensi pers yang digelar sehari sebelum pertandingan terlambat dihelat dan ini sempat membuatnya kesal.Acara konferensi pers seharusnya digelar pada pukul 17.00 WIB di Hotel Alana, Yogyakarta. Milla yang tiba tepat waktu dibuat kecewa karena acara konferensi pers tidak kunjung dimulai.[suggestedarticle]Keterlambatan dikarenakan Match Coordination Meeting yang digelar sebelum konferensi pers mundur 15 menit karena staf dari Puerto Rico terlambat datang.Milla pun meninggalkan lokasi bersama dengan penerjemahnya, Bayu Eka Sari dan penggawa Timnas Indonesia, Bayu Pradana. "Saya akan kembali nanti. Saya tidak ingin pemain saya terlambat berbuka puasa," ucap Milla.15 menit berselang, Milla kembali ke ruangan dan acara konferensi pers dimulai pukul 17.20 WIB. Ia pun meminta agar konferensi pers dipercepat agar ia bisa ikut berbuka puasa bersama para pemain."Saya ingin konferensi pers dipercepat karena pemain saya harus berbuka puasa. Saya ingin berbuka puasa dengan mereka," ucap Milla.
Kiper Puerto Rico Antusias Sambut Laga Melawan Timnas Indonesia
Penjaga gawang Puerto Rico yakni Cody Laurendi menyambut dengan antusias laga uji coba melawan Indonesia pada Selasa (13/6) di Stadion Maguwoharjo, Sleman.Laurendi bisa menjalalni debut perdananya untuk timnas senior Puerto Rico jika diturunkan oleh sang pelatih dalam laga itu.Pemain Oklahoma City Energy (Amerika Serikat) itu baru saja dipanggil oleh Carlos García Cantarero untuk laga uji coba melawan Indonesia. Ia menjadi salah satu dari sembilan pemain Puerto Rico yang belum mengenyam caps internasional."Saya sangat antusias dengan kesempatan untuk mewakili Timnas Puerto Riko," ujar Laurendi dikutip dari USL Soccer.[suggestedarticle]"Sementara meninggalkan klub di tengah performa bagus bukanlah hal yang bagus, saya tahu CJ Cochran (kiper OKC Energy lain) akan mengisi tempat saya dan performa para pemain tidak akan mengendur," tutup Laurendi.Puerto Riko sendiri dijadwalkan menjajal rumput Stadion Maguwoharjo pada latihan resmi, Senin malam 12 Juni 2017. Mereka berkekuatan 21 pemain dalam lawatannya ke Indonesia.
Ini yang Diwaspadai Puerto Rico dari Timnas Indonesia
Kiper Puerto Rico, Cody Laurendi melihat Timnas Indonesia sebagai lawan yang berkualitas. Ia melihat para penggawa Tim Merah-Putih memiliki kecepatan yang berpotensi membuat repot timnya.Cody menyebut dirinya sudah mempelajari permainan Timnas Indonesia. Dari situ ia memperkirakan akan tersaji pertandingan menghibur yang diperagakan kedua tim."Saya melihat Timnas Indonesia sebagai tim berkualitas dan memiliki kecepatan. Namun kami akan berusaha keras untuk memenangkan pertandingan," ujar Cody dalam konferensi pers jelang pertandingan.[suggestedarticle]Kapten tim Puerto Rico, Emmanuel D'Andrea menambahkan bahwa bermain sebagai tuan rumah menjadi keuntungan tambahan bagi Timnas Indonesia."Saya memprediksi Timnas Indonesia akan bermain dengan semangat berlipat karena main di kandang sendiri. Namun kami akan berjuang dan tim terbaik akan menang di pertandingan besok," ucap D'Andrea.Laga Timnas Indonesia melawan Puerto Rico akan berlangsung Rabu (13/6) di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Pertandingan akan berlangsung mulai pukul 21.30 WIB.
Bayu Pradana Rasakan Sentuhan Tangan Dingin Luis Milla
Gelandang senior, Bayu Pradana mulai merasakan sentuhan tangan dingin Luis Milla. Dampak kehadiran pria asal Spanyol tersebut terasa di tubuh Tim Merah-Putih.Bayu baru kembali memperkuat Tim Garuda pada laga melawan Kamboja dan Puerto Rico. Kurang lebih satu pekan, ia melihat kehadiran Milla memberikan dampak positif.[suggestedarticle]"Luis Milla merupakan pelatih yang bagus dan berkualitas," ujar Bayu kepada Bolalob."Kehadirannya juga membantu kami sebagai pemain senior yang baru bergabung untuk dapat cepat beradaptasi dengan tim," lanjutnya.Bayu menjadi salah satu pemain senior yang dipanggil oleh Milla. Selain Bayu ada Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Fachrudin Aryanto, dan Kurnia Meiga.
1497269219250 tag