(Foto: wow keren)

Debut Ezra di Timnas Semua Tergantung Presiden Jokowi

Peluang pemain keturunan Ezra Walian untuk tampil bersama tim nasional Indonesia nampak masih belum jelas.

Jelang satu hari sebelum laga ujicoba internasional antara timnas Indonesia melawan Myanmar, status Ezra sebagai pemain naturalisasi masih menunggu Presiden Joko Widodo dalam menandatangani Keppres.

Sebelumnya DPR RI melalui Komisi X sudah lebih dulu memberikan lampu hijau soal naturalisasi Ezra.

"Status Ezra masih menunggu tanda tangan Pak Presiden untuk Keputusan Presiden. Tadi sampai jam 14:00 WIB belum ditandatangani," ujar Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI, Hanif Thamrin kepada wartawan.

Baca Juga
Ezra Walian Ikut Latihan Timnas Indonesia di Stadion Pakansari


Menurut Hanif, bila Keppres itu datang maka Ezra tak harus disumpah. Karena ini sifatnya langsung dari Presiden Jokowi.

"Jadi kalau Keppres itu turun, tak usah disumpah lagi Ezra," tandas dia.

"Kami sudah berkomunikasi dengan AFC dan mereka mengatakan cukup dengan tanda tangan Presiden, Ezra bisa bermain. Tidak perlu harus menunggu sumpah atau paspornya diterbitkan," lanjut Hanif.

Ezra sendiri sudah bergabung dengan skuat timnas Indonesia U-22 sejak Minggu (19/3) kemarin. Dirinya dipastikan akan ikut berlatih dengan tim pada sore hari ini di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor.

Timnas Indonesia akan menurunkan skuat U-22 dalam laga uji coba internasional melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Selasa (21/3).

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Luis Milla Hanya Bisa Pasrah Kepada PSSI, Mengapa?
Sukses tidaknya seorang pelatih tim nasional, ditentukan pula oleh dukungan PSSI dalam membuat agenda dan pendanaan untuk program latihan dan pertandingan.Ketika program sudah dibuat pelatih dengan jangka waktu yang sudah ditentukan, namun pihak PSSI tak bisa menopang program tersebut, maka sudah bisa ditebak bagaimana nanti hasilnya.Pelatih timnas U-22 Luis Milla kini sudah pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI terkait program selanjutnya untuk menjelang Pra Piala Asia U-23 2018 dan SEA Games 2017.[suggestedarticle]Awalnya, timnas U-22 direncanakan mengikuti turnamen Islamic Solidarity Games di Azerbaijan. Sayang, pihak penyelenggara ISG akhirnya malah tak menyertakan timnas U-22 pada ajang tersebut.Otomatis, pemusatan latihan di Spanyol menjelang ISG terpaksa diundur. Milla pun kini menunggu agenda dari PSSI terkait rangkaian kegiatan timnas U-22 jelang Pra Piala Asia dan SEA Games."Terjadi pergantian kalendar ISG, itu di luar kemampuan kami dari bagian kepelatihan, itu diatur oleh pihak federasi. Yang kami harapkan ke depannya ada solusi yang bagus untuk timnas," kata Milla."Kami tetap melakukan semua sesuai rencana, PSSI sudah memberikan kalendar yang akan kami ikuti. Yang perlu kami lakukan adalah beradaptasi dengan yang ada di Indonesia dan saya akan menurut apa yang ditetapkan oleh federasi," ucap Milla pasrah.
visibility  11913 kali
22 Pelatih Top Indonesia Kursus Instruktur di Depok
Sebanyak 22 pelatih papan atas Indonesia tengah mengikuti kursus instruktur pelatih atau MA Coaching Instructors Course 2017 di National Youth Training Centre (NYTC), Depok, 24 April-5 Mei 2017.Berdasarkan keterangan resmi PSSI yang diterima di Jakarta, Senin (24/4), kursus itu dipimpin oleh Vincent Subramaniam dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan salah satu tujuan kegiatan itu adalah untuk mengejar ketertinggalan sepak bola Indonesia."Kursus ini upaya PSSI mengejar ketinggalan, dan membangun kompetensi kolektif. Dalam kursus ini, 22 pelatih terbaik di Indonesia dilatih untuk menjadi instruktur yang bisa melahirkan pelatih-pelatih baru di Indonesia," kata Wakil Ketua Umum sekaligus Plt Sekjen PSSI Joko Driyono.Joko melanjutkan, PSSI berharap para instruktur-instruktur ini nantinya dapat turut serta merancang dan melaksanakan program atau kurikulum kepelatihan nasional dengan filosofi dan visi yang seragam di seluruh Indonesia.Sementara Direktur Teknik PSSI Danurwindo menambahkan, kegiatan tersebut baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan semua pesertanya adalah pelatih dengan lisensi A AFC."Jadi para peserta merupakan para pelatih elite di Indonesia. Mereka diberikan materi teori dan praktik dari pagi hingga sore hari," ujar Danurwindo.Ada beberapa nama tenar yang ikut dalam kursus ini seperti pelatih tim nasional U-19 Indra Sjafri, pelatih timnas U-16 Fakhri Husaini, mantan asisten pelatih timnas senior Wolfgang Pikal dan mantan pelatih Sriwijaya FC Widodo Cahyono Putro.Berikut 22 pelatih yang ikut kursus instruktur pelatih: 1. Mustaqim2. Mundari Karya3. Sutan Harhara4. Satia Bagdja Ijatna5. Kibnu Harto Slamet6. Danan Jaya7. M Nasir8. Safei Pylly9. Wolfgang Pikal10. Hanafing11. Ibnu Grahan12. Maman Suryaman13. Robby Maruanaya14. Indra Sjafri15. Yudi Suryata16. Deny Syamsudin17. Syafrianto18. Fakhri Husaini19. Widodo Cahyono Putro20. Jessie Mustamu21. Eddy Simon Badawi22. Bambang Nurdiansyah.
visibility  892 kali
Ezra Walian Turun di Babak Kedua, Jong Ajax Bungkam Helmond Sport
Jong Ajax berhasil mengalahkan Helmond Sport dengan skor 2-0 dalam lanjutan Eerste Divisie, Sabtu (22/4) dini hari WIB. Dalam laga ini, pemain asal Indonesia, Ezra Walian mendapat kesempatan main selama 37 menit.Jong Ajax membuka keunggulan di menit ke-19 lewat eksekusi penalti Abdelhak Nouri. Keunggulan Jong Ajax digandakan Pelle Clement di menit ke-39. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.Memasuki babak kedua, Ezra Walian masuk di menit ke-53 menggantikan Noussair Mazraoui. Sayang bagi Ezra ia gagal menambah catatan golnya di Eerste Divisie dalam pertandingan ini.[suggestedarticle]Skor 2-0 untuk Jong Ajax pun bertahan hingga akhir laga. Bagi Ezra ini merupakan penampilannya ke-21 bagi Jong Ajax di ajang Eerste Divisie. Total ia menyumbangkan tiga gol bagi Jong Ajax.Dengan hasil ini Jong Ajax tetap berada di peringkat kedua klasemen sementara Eerste Divisie. Jong Ajax menjaga jarak dua poin dari Cambuur yang ada di peringkat ketiga.
visibility  1255 kali
Saat Ketum PSSI Menginginkan PSMS Medan ke Liga 1 Musim Depan
Pembina PSMS Medan yang juga Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menginginkan, PSMS kembali menjadi tim yang disegani di kancah sepak bola nasional dan berlaga di kasta tertinggi liga Indonesia."Saya ingin PSMS tahun depan sudah kembali berlaga di Liga 1. Ini mimpi saya yang tentunya harus mendapat dukungan semua pihak di Sumatera Utara," kata Edy di Medan, Sumut, Jumat (21/4).Hal itu ia sampaikan pada acara HUT PSMS ke-67 tahun yang dirangkai dengan santunan kepada anak yatim dari berbagai panti asuhan serta peluncuran skuad PSMS yang akan berlaga di Kompetisi Liga 2 Indonesia.Edy yang juga Ketua Umum PSSI, dalam kesempatan itu juga mengajak para suporter fanatik PSMS untuk selalu memberikan dukungan kepada tim kesayangannya dalam setiap laga yang dilakoni.Karena dengan dukungan yang diberikan itu akan menjadi semangat tambahan bagi skuad PSMS untuk memetik kemenangan dalam setiap laga yang dijalani selama menjalani Kompetisi Liga 2 Indonesia.[suggestedarticle]Dalam acara itu, manajemen PSMS Medan secara resmi meluncurkan jersey terbaru yang akan digunakan tim PSMS selama menjalani Kompetisi Liga 2 Indonesia.Dalam launching yang dilakukan di Stadion Kebun Bunga Medan itu, manajemen PSMS memperkenalkan dua jenis jersey ke publik yakni jersey latihan, home dan away. Untuk laga kandang, PSMS akan menggunakan jersey warna hijau dan laga tandang jersey yang digunakan warna putih.
visibility  1744 kali
1492816803737 tag