(Foto: covesia.com)

Presiden Sudah Tandatangani Keppres Naturalisasi, Ezra Siap Lawan Myanmar

Presiden Joko Widodo telah menandatangani surat Keputusan Presiden (Keppres) pemain berdarah Manado Belanda Ezra Walian. Dengan surat ini Ezra resmi menjadi warga negara Indonesia.

Dengan terbitnya surat Keppres bernomor 5/PWI tahun 2017, tertanggal 20 Maret 2017 tersebut, Ezra siap tampil saat Timnas U-22 menjalani uji coba melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Selasa (21/3).

Debut Ezra di Timnas Semua Tergantung Presiden Jokowi


"Mengabulkan permohonan kewarganegaraan Republik Indonesia atas nama Ezra Harm Ruud Walian, lahir di Amsterdam, 22 Oktober 1997, untuk menjadi Warga Negara Republik Indonesia," tulis Keppres tersebut.

Meski sudah ditandatangani, Ezra diberikan waktu hingga tiga bulan untuk melakukan sumpah sejak pemberitahuan dikirim ke pemohon. Namun jika tidak dilakukan, keputusan tersebut batal.

Ezra Walian Ikut Latihan Timnas Indonesia di Stadion Pakansari


Sebelumnya, Direktur Media dan Hubungan Internasional Hanif Thamrin mengaku, sudah berkomunikasi dengan AFC bahwa laga melawan Myanmar hanya sekadar ujicoba, sehingga hanya membutuhkan Keppres. Sedangkan pelatih Luis Milla telah berencana akan menurunkan Ezra di laga melawan Myanmar.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Bayu Pradana Rasakan Sentuhan Tangan Dingin Luis Milla
Gelandang senior, Bayu Pradana mulai merasakan sentuhan tangan dingin Luis Milla. Dampak kehadiran pria asal Spanyol tersebut terasa di tubuh Tim Merah-Putih.Bayu baru kembali memperkuat Tim Garuda pada laga melawan Kamboja dan Puerto Rico. Kurang lebih satu pekan, ia melihat kehadiran Milla memberikan dampak positif.[suggestedarticle]"Luis Milla merupakan pelatih yang bagus dan berkualitas," ujar Bayu kepada Bolalob."Kehadirannya juga membantu kami sebagai pemain senior yang baru bergabung untuk dapat cepat beradaptasi dengan tim," lanjutnya.Bayu menjadi salah satu pemain senior yang dipanggil oleh Milla. Selain Bayu ada Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly, Fachrudin Aryanto, dan Kurnia Meiga.
Jelang Hadapi Puerto Rico, Luis Milla Penuh Teka-Teki
Timnas Indonesia akan berhadapan kontra Puerto Rico di Stadion Maguwoharjo, Selasa (13/6). Jelang laga ini Luis Milla penuh teka-teki terkait strategi yang akan ia terapkan kontra El Huracan Azul.Milla enggan membahas tentang gaya permainan yang akan terapkan. Mulutnya pun terkunci rapat terkait susunan pemain yang akan ia turunkan.[suggestedarticle]"Saya sudah memiliki rencana untuk laga besok. Tapi saya tidak akan membocorkan," tegas Milla dalam konferensi pers jelang pertandingan."Saya juga tidak akan mengomentari tentang tim lawan. Satu hal yang pasti kami menghormati Puerto Rico sebagai lawan," lanjut pria asal Spanyol tersebut.Laga Timnas Indonesia melawan Puerto Rico akan berlangsung mulai pukul 21.30 WIB. Pertandingan akan disiarkan langsung oleh RCTI.
Selain Jersey, Puerto Rico Juga Tak Bawa Peralatan Latihan
Kedatangan tim nasional Puerto Rico ke Indonesia memang patut dipertanyakan. Mereka nampak tidak siap dengan laga uji coba yang bakal digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada 13 Juni esok.Sebelumnya Puerto Rico ternyata tidak membawa jersey tandang, dimana jersey kandang mereka akan berbenturan dengan warna merah-putih milik Garuda.Situasi ini membuat PSSI harus menyiapkan kostum untuk Puerto Rico dengan menggandeng apparel lokal Indonesia.Selain jersey, negara asal Amerika Tengah itu juga tak membawa peralatan untuk berlatih.“Timnas Puerto Rico tidak membawa peralatan karena ingin menyewa di sini dan kami langsung berkoordinasi dengan panpel lokal untuk menyiapkan. Jadi nanti Puerto Rico menggunakan kostum produksi lokal Indonesia,” kata Direktur Hubungan Internasional dan Media PSSI, Hanif Thamrin.[suggestedarticle]Skuad Puerto Rico sendiri telah tiba di Indonesia dan sempat menjalani latih tanding melawan klub amatir di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, yang dimenangkan dengan skor telak 6-0. Pelatih Puerto Rico, Carlos Garcia Cantarero sendiri mengaku senang dengan sambutan hangat dari masyarakat Indonesia.“Baik, sangat baik. Saya selalu bilang, masyarakat di belahan bumi sini, Asia, merupakan orang-orang yang sangat ramah. Selalu tersenyum dan membantu Anda,” ujar pelatih asal Spanyol yang pernah menukangi Atletico Madrid ini.“Saya sangat memahami hal itu dengan baik. Meski nanti kami akan jadi musuh mereka pada 13 Juni, saya tetap berterima kasih dengan sambutan hangat yang mereka berikan pada kami,” tutup Carlos Garcia Cantarero.Tentu laga uji coba internasional ini patut dipertanyakan, apakagi menyangkut persiapan timnas Indonesia U-22 dalam menghadapi SEA Games 2017 bulan Agustus mendatang.Saat ini Puerto Rico ada di peringkat ke-133 pada rangking FIFA, sementara Indonesia ada di peringkat ke-177.Di laga uji coba sebelumnya, Indonesia sukses mengalahkan Kamboja dengan skor 2-0 di Phnom Penh.
Harapan Besar Menpora Terhadap Luis Milla
Luis Milla baru saja mempersembahkan kemenangan pertama bagi tim nasional Indonesia, usai membekuk Kamboja 2-0 di laga uji coba Kamis (8/6) silam.Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyambut dengan senang kemenangan perdana timnas dibawah arahan Milla.Dimana dalam beberapa sebelumnya timnas harus takluk 1-3 dari Myanmar juga di laga uji coba.Namun demikian Menpora mengatakan bahwa pelatih asal Spanyol itu masih memiliki pekerjaan rumah yang banyak untuk menjadikan timnas lebih baik lagi.Apalagi dalam laga itu Milla yang membawa lima pemain senior untuk berdampingan dengan pemain U-22 nampak belum begitu padu."Mungkin karena butuh waktu untuk membentuk tim. Milla harus kerja ekstra dan mengeluarkan strategi, ilmu, dan pengetahuan yang dimilikinya untuk eksistensi Timnas U-22," kata Imam, Jumat (9/6). [suggestedarticle]Menpora juga menapresiasi penampilan timnas U-16 yang meraih kemenangan 4-0 atas Singapura di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kamis (8/6). Dua kemenangan beruntun itu pun membuat hati Menpora Imam senang. "Sesungguhnya kelompok U-16 akan jadi pondasi penting bagi kekuatan timnas selanjutnya. Saya berharap racikan Coach Fakhri Husaini harus dipertahankan," ungkapnya. Imam berharap timnas U-16 bisa terus berkembang, karena mereka akan menjadi fondasi timnas senior dalam beberapa tahun mendatang.
visibility  859 kali
Diam-diam Timnas Puerto Rico Tambah Musuh di Yogyakarta
Timans Puerto Rico sudah tiba di Yogyakarta. Mereka akan melakukan pertandingan uji coba melawan Timnas Indonesia di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (09/06/17). Selain menghadapi Timnas Indonesia, Puerto Rico bakal menggelar pertandingan uji coba melawan klub lokal. Besar kemungkinan klub lokal tersebut adalah Persiba Bantul.Namun, melalui Departemen Media dan Hubungan Internasional PSSI, Hanif Thamrin mengatakan bahwa Puerto Rico tak ingin agenda dengan klub lokal tersebut terendus publik.[suggestedarticle]"Puerto Rico menginginkan uji coba melawan klub lokal digelar tertutup. Begitu permintaan dari pelatih timnas Puerto Rico," kata Hanif Thamrin yang dilansir dari Topskor.id.Puerto Rico memang memberikan keterangannya dengan menyebut menggelar satu kalu uji coba melawan klub lokal Indonesia."Uji coba rencananya diselenggarakan pada Sabtu pagi, melawan klub lokal. Kami ingin melakukan pemanasan terlebih dulu, sebelum menghadapi Indonesia," kata pelatih Puerto Rico, Carlos Cantarero.
visibility  10153 kali
PSSI Keluarkan Ratusan Juta Untuk Datangkan Timnas Puerto Rico
Kedatangan Timnas Puerto Rico ke Indonesia untuk uji coba internasional melawan Indonesia, tak lepas dari bantuan finansial yang diberikan PSSI. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI Hanif Thamrin."PSSI sebagai pengundang memang harus menanggung beberapa biaya buat timnas Puerto Rico. Salah satunya biaya transportasi dari San Juan sampai ke Sleman," ujar Hanif.Namun Hanif menjelaskan bila skema biaya yang dikeluarkan PSSI untuk Timnas Puerto Rico, bisa tidak dipakai dipakai oleh Federasi Sepak Bola Puerto Rico untuk transportasi.[suggestedarticle]"Pokoknya PSSI menyerahkan uang untuk dikelola sendiri oleh Puerto Rico. Tapi sepertinya mereka memang memakainya untuk biaya transportasi. Soalnya untuk urusan transportasi lokal dan penginapan di Sleman, mereka yang mau bayar sendiri," lanjut Hanif Thamrin.Ketika ditanya berapa finansial yang dikeluarkan PSSI untuk mendatangkan Timnas Puerto Rico, Hanfi Thamrin mengatakan biayanya tak sampai miliaran rupiah."Masih ratusan, ya kira-kira mungkin Rp 600 juta. Tinggal dihitung saja rombongan mereka sekitar 27 orang dan per orang biaya transportasinya kira-kira Rp 23 juta," ujar Hanif Thamrin.[suggestedarticle]Kedatangan Timnas Puerto Rico ke Indonesia karena memang mengajukan proposal sendiri. Lalu, PSSI kemudia berkonsultasi dengan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla."Luis Milla bilang, Puerto Rico ya? Oke tidak masalah. Kami tidak berani memutuskan menerima proposal Puerto Rico tanpa persetujuan dari Luis Milla," jelas Hanif Thamrin.Menurut Hanif Thamrin kedatangan Puerto Rico ke Indonesia bisa dijadikan sebagai pengalaman. "Puerto Rico datang dari Concacaf yang kita tahu Indonesia jarang beruji coba melawan negara dari sana. Sekarang Puerto Rico akan datang, ini membuat timnas Indonesia bisa merasakan lawan dari banyak negara," tandasnya.
visibility  4338 kali
Analisis Permainan Indonesia Kontra Kamboja
Timnas Indonesia meraih kemenangan dari Kamboja dengan skor 2-0 di Stadion Phnom Penh. Irfan Bachdim dan Gian Zola menjadi pahlawan kemenangan Skuat Garuda.Kemenangan tersebut dinilai oleh pengamat sepak bola asal Jawa Timur, Djoko Malis. Ia menilai Indonesia layak mendapatkan kemenangan tersebut. Secara permainan Indonesia mendominasi atas tuan rumah.Statistik yang dilansir dari Liputan6 Indonesia lebih baik dalam penguasaan bola, yakni 78 % berbanding 72 . Djoko Malis melihat permainan Indonesia lebih efektif.[suggestedarticle]“Efektivitas menjadi kunci kemenangan Indonesia pada pertandingan ini. Mereka tidak terpancing untuk mengikuti permainan lawan. Indonesia bermain dengan karakter dan caranya sendiri,” tutur Djoko.Ia melihat daya juang para pemain dalam memenangkan pertandingan sangat besar. Mantan pemain Niac Mitra era 1980-an melihat pemain sudah percaya diri bermain di kandang lawan.Mentalitas seperti itulah yang dibutuhkan Timnas Indonesia saat pentas di laga uji coba. Pasalnya pada beberapa pertandingan awal pemain terlihat grogi dan permainan pun tak berjalan dengan baik.Sorotan lini pertahananDjoko Malis juga melihat organisasi serangan dan bertahan sudah rapi. Setidaknya barisan bek berhasil memotong bola umpan silang dari Kamboja. Cara menutup dan memutus serangan lawan juga berjalan baik.[suggestedarticle]Namun, Djoko juga menyoroti bocornya sisi kanan pertahanan Indonesia Sisi kanan pertahanan Indonesia juga tak lepas dari sorotan Djoko. Menurutnya, lini yang dijaga Gavin Kwan Adsit masih mudah ditembus lawan. Beberapa kali Kamboja mengeksploitasi sektor ini. “Kita tidak bisa berharap lawan tim lain bakal mendapati kesalahan seperti yang dilakukan pemain Kamboja. Untuk itu, mereka harus lebih kreatif dalam membongkar pertahanan lawan,” tandasnya.
visibility  2094 kali
Sisa Dua Calon, Wanita Satu Ini Hampir Pasti Jadi Sekjen PSSI
Kursi Sekretaris Jenderal PSSI mulai terkuak personalnya. Apalagi, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengisyaratkan bahwa sampai Kamis (8/6) malam, jumlah calon semakin mengerucut menjadi sisa dua orang. Bahkan Edy mengisyaratkan mengarah ke satu orang kandidat kuat.Awalnya saat PSSI membuka calon pelamar Sekjen PSSI, terdapat 30 orang yang mendaftar. Setelah melalui serangkaian tes, seperti tes psikotes, kesehatan, kompetensi teknis/akademis, PSSI mendapatkan tiga nama, yakni Ratu Tisha Destria, Alief Syachviar, dan T Alvin Aprianto."Sekarang tinggal dua nama. Sudah pada tahu ranking 1 dan 2-nya," ujar Edy usai menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia U-16 vs Singapura U-16 pada Kamis (8/6/2017) malam.[suggestedarticle]Pria yang menjabat sebagai Pangkostrad tersebut berjanji akan segera mengumumkan nama sekjen baru dalam waktu dekat. Ratu Tisha diisyaratkan maju sebagai kandidat terkuat Sekjen PSSI menggantikan Ade Wellington karena memperoleh skor tertinggi dari sederet tes yang dilalui.Tisha saat ini dia tengah menjabat sebagai Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru, operator yang menggelar Liga 1. Lulusan FIFA Master Graduate itu menduduki posisi Kepala Kompetisi PT Gelora Trisula Semesta yang menjalankan turnamen Torabika Soccer Championship (TSC). Namun, ini menjadi pertanyaan apakah Ratu Tisha akan melepas jabatannya di PT LIB jika menjabat Sekjen PSSI.Bukan tak mungkin Ratu Tisha bakal merangkap jabatan, sebagai Direktur Kompetisi PT LIB dan Sekjen PSSI. "Nanti saya akan gelar pengumuman. Yang jelas kalau yang perempuan ini nilainya 100, yang laki-laki hanya 60. Bedanya cukup jauh. Kita lihat saja nanti," ucap Edy.
visibility  2486 kali
Luis Milla Sebut Pengaruh Kuat Lima Pemain Senior di Timnas U-22
Pelatih tim nasional Indonesia Luis Milla menyebut kehadiran lima pemain senior di skuatnya sangat berpengaruh, usai meraih kemenangan 2-0 atas Kamboja d laga uji coba, Kamis (8/6) malam.Lima pemain yakni kiper Kurnia Meiga, bek Fachruddin Aryanto, duo gelandang Bayu Pradana dan Adam Alis, serta striker Irfan Bachdim tampil menjadi starter dalam laga yang berlangsung di Stadion National Olympic tersebut. Dua gol timnas dicetak oleh Irfan Bachdim dan Gian Zola.“Selama ini persiapan yang kami lakukan adalah untuk tim U-23. Tapi di pertandingan ini kami memainkan lima pemain senior yang sangat bermanfaat untuk pemain muda kami agar nantinya mereka bisa bermain bagus di kualifikasi Piala Asia [U-23] dan SEA Games,” jawab Milla dalam tayangan video di akun Facebook resmi federasi sepakbola Kamboja (FFC).[suggestedarticle]Pelatih asal Spanyol itu juga mengatakan bahwa timnya bisa menang lebih dari dua gol, jika beberapa peluang berhasil dikonversi dengan baik.Milla pun sudah mempelajari betul gaya bermain tim tuan rumah dan mempersiapkan tim ini sejak sepekan lalu.“Kami sudah menyiapkan pertandingan ini sejak satu pekan lalu. Kami sudah menganalisasi permainan Kamboja. Saya tahu Kamboja selalu mengawali permainan dari bawah, dan berusaha memanfaatkan lebar lapangan,” kata Milla.“Karena itu kami melakukan pressing kepada mereka. Kami mencoba beberapa variasi serangan, baik dari dalam maupun sayap, karena menjadi bagian dari taktik kami. Di babak kedua kami seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak, karena kami menguasai permainan.”Timnas U-22 sendiri sedang dalam persiapan mereka menuju SEA Games dan juga babak kualifikasi Piala Asia U-23 pada bulan Juli mendatang.
visibility  4206 kali
Leganya Luis Milla Raih Kemenangan Perdana
Pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, membungkus kemenangan perdana bersama skuat Garuda saat berhasil menaklukkan Kamboja 2-0, Kamis (8/6/2017).Milla mengawali debut sebagai pelatih timnas pada tiga bulan lalu, saat itu kalah 1-3 dari Myanmar. Perlahan tapi pasti, Indonesia beradaptasi dengan strategi yang ingin ditampilkan pelatih asal Spanyol tersebut."Kami senang malam ini meraih kemenangan atas Kamboja. Ini kemenangan perdana di laga internasional bagi saya bersama Indonesia, apalagi di laga tandang. Tim main bagus, serta oke sesuai harapan," kata Milla.Hasilnya mulai terlihat dalam pertandingan di Phnom Penh Olympic Stadium, Irfan Bachdim sukses mengecoh bek sekaligus kiper Kamboja saat mencetak gol di menit ke-26.[suggestedarticle]Bermain di depan suporter lawan yang memadati stadion, Indonesia menggandakan skor di menit tambahan lewat sepakan first time Gian Zola Nugraha di dalam kotak penalti."Kemenangan ini juga bagus untuk menambah kepercayaan diri para pemain," sambung Milla.Milla menilai kemenangan yang diraihnya tidak didapat dengan mudah. Pelatih Kamboja, Leonardo Vitorino, dianggap berhasil membuat anak-anak asuhannya menekan Adam Alis dan kawan-kawan."Kamboja tim yang bagus, babak pertama mereka terapkan pressing ketat, selanjutnya kami juga ingin menang lawan Puerto Rico," pungkas pria 51 tahun itu.
visibility  1501 kali
1496984401614 tag