(Foto: tribunnews.com)

Makan Konate Diusahakan Bisa Perkuat Timnas Indonesia

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar menyebut bahwa ia ingin menaturalisasi mantan bintang Maung Bandung, Makan Konate. Nantinya pemain asal Mali tersebut diharapkan bisa memperkuat Timnas Indonesia.

Konate membuktikan kapasitasnya saat membawa Persib merebut gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Piala Presiden 2015. Setelah itu di Malaysia ia kembali menunjukkan kelasnya bersama T-Team.

Baca Juga
Kocak! Video Tingkah Konyol Michael Essien Isengi Umuh Muchtar


Meski saat ini tengah beristirahat karena cedera yang diderita, Umuh merasa yakin dengan kemampuan Konate. Ia pun siap membantu proses naturalisasi Konate bersama legiun asing Persib lainnya, Shohei Matsunaga yang sudah terlebih dahulu mengutarakan niat menjadi WNI.

“Saya juga berharap kalian (pemain asing) bisa pensiun di Persib semuanya, Matsunaga dan Konate sedang diusahakan untuk naturalisasi," ujar Umuh dalam acara di pondok pesantren Nurul Huda, Kamis (13/4).

Bila jadi dinaturalisasi, maka Konate akan mengikuti jejak beberapa pemain asal Afrika yang kini telah menjadi WNI seperti Greg Nwokolo, Bio Paulin, dan Victor Igbonefo.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Djadjang Nurdjaman Blak-blakan Tentang Billy Keraf
Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman bicara blak-blakan tentang Billy Keraf. Djadjang menyebut Billy memiliki skill dan talenta luar biasa.Billy belum lama bergabung dengan Maung Bandung tapi sudah mencetak debut saat laga kontra PS TNI. Bahkan ia menyumbang satu assist dalam laga tersebut.“Poin plusnya dia punya skill, kecepatan dan untuk ukuran pemain muda yang baru bergabung ke klub professional dia cukup pintar,” ucap Djadjang.Namun Djadjang mengakui kondisi fisik Billy belum mumpuni. Untuk itu ia memberikan menu khusus agar ia memiliki kondisi fisik prima.[suggestedarticle]"Parah sekali kondisi fisiknya. Billy saya kasih PR (latihan fisik) tadi ditemani fisioterapi," ujar Djadjang.Djadjang menambahkan bahwa setidaknya butuh waktu satu bulan bagi Billy untuk mencapai kondisi fisik prima. Tapi ia maklum karena pemain berusia 19 tahun tersebut selama ini belum pernah berlatih secara teratur."Ia baru bergabung dengan tim profesional. Sudah lama tidak punya tim, hanya latihan sendiri saja tanpa ada pendamping," lanjut Djadjang.
visibility  862 kali
Billy Keraf Didorong-dorong di Latihan Persib Bandung
Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman bicara tentang pemain mudanya, Billy Keraf. Menurutnya Billy memiliki skill luar biasa tapi butuh waktu sekitar sebulan untuk memperbaiki kondisi fisiknya.Djadjang mendapat kritikan saat laga melawan PS TNI. Kala itu ia memutuskan untuk menarik keluar Billy dan memasukkan Carlton Cole. Tanpa Billy yang membuat satu assist dalam laga tersebut, Persib akhirnya diimbangi 2-2 oleh PS TNI."Orang-orang tidak melihat itu. Ada satu waktu dia harusnya bisa cover Supardi, tapi malah jalan. Fisiknya belum siap,” ujar Djadjang seperti dilansir situs resmi Persib.[suggestedarticle]Djadjang menambahkan bahwa kondisi fisik Billy saat ini bahkan lebih buruk dari Sergio van Dijk yang sudah lama tidak main. Untuk itu menu khusus pun diberikan untuk Billy.“Billy saya kasih PR tadi ditemani fisioterapi. Pas latihan kemarin juga. Bayangin sekelas sama Sergio yang lama tidak latihan saja Billy tidak bisa ngimbangin. Sampai di dorong-dorong, karena dia sudah tidak mampu,” jelas Djadjang.Menurut Djadjang ini merupakan pertama kali dalam kariernya ia latihan dengan rutin. Untuk itu ia meminta suporter bersabar untuk talenta muda yang satu ini. “Dia belum pernah mengalami latihan teratur," ucap Djadjang.
visibility  2730 kali
Banyak Berteriak Kepada Pemain, Ini Instruksi dari Luis Milla
Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Persita Tangerang 2-1 dalam pertandingan uji coba di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Selasa (25/4). Sepanjang laga, dari pinggir lapangan Milla nampak banyak berteriak kepada para pemainnya.Instruksi Milla adalah agar para pemain lebih sering melakukan pressing ke pertahanan lawan. Selain itu pemain juga diminta untuk cepat dalam menuntaskan penyelesaian akhir."Memang kita anjurkan pemain lebih pressing di depan supaya mempersulit pertahanan lawan. Tadi Milla teriak supaya pemain cepat shooting dan penyelesaian akhir lebih cepat lagi," ujar asisten pelatih Timnas Indonesia U-22, Bima Sakti.[suggestedarticle]Bima menambahkan bahwa secara garis besar tim pelatih puas dengan permainan Febri Hariyadi CS. Terlebih ini merupakan kemenangan perdana setelah gagal menang di dua laga uji coba sebelumnya."Semua pemain bagus, bisa menjalankan instruksi pelatih. Tetapi saya rasa dari semua lini akan di evalusi dan kita akan lihat videonya, mana yang jadi kekurangan," jelas Bima.Dalam laga melawan Persita, Garuda Muda menang dengan skor 2-1. Gol-gol dicetak oleh Febri Hariyadi dan Osvaldo Haay sementara Persita hanya mampu membalas sekali lewat Aldi Al Achya.
visibility  1972 kali
Pola Permainan Timnas Indonesia U-22 Dianggap Belum Jelas
Persita Tangerang melakoni uji coba kontra Timnas Indonesia U-22 di Lapangan Sekolah Pelita Harapan, Selasa (25/4). Dari laga tersebut, Asisten Pelatih Persita, Wiganda Saputra melihat Garuda Muda belum memiliki pola permainan yang jelas.Dalam laga tersebut Garuda Muda menang dengan skor 2-1. Gol-gol dicetak oleh Febri Hariyadi dan Osvaldo Haay sementara Persita hanya mampu membalas sekali lewat Aldi Al Achya.Wiganda melihat Garuda Muda masih bermain secara individu. Belum ada pola permainan yang jelas dan menurutnya ini harus diperbaiki Luis Milla.[suggestedarticle]"Saya masih lihat secara individu mereka bermain. Mungkin perlu waktu pelatih Timnas Indonesia U-22 ini, buat menyatukan pola permainan," ujar Wiganda seusai pertandingan."Tapi saya tidak begitu tahu bagaimana keinginan dari beliau (Luis Milla). Saya melihat belum ada skema permainan, seperti dari sayap atau through pass. Para pemain masih individual bermainnya," lanjutnya.
visibility  2217 kali
1493104374934 tag