Ini Dia 5 Kartini Sepak Bola, Pejuang di Lapangan Hijau


  •    Administrator
  •    21/04/17 - 19:08
  •    1.866

Ini Dia 5 Kartini Sepak Bola, Pejuang di Lapangan Hijau
Istimewa

Nama perempuan dalam jagat sepak bola seringkali hanya menjadi pemanis lapangan. Sebut saja Hope Solo, Kaylyn Kyle dan Alex Morgan. Bagi penikmat bola sejati mereka adalah role model dalam industri sepak bola wanita.

Biar begitu ketiganya masih sulit memecah hegemoni para pria di atas rumput hijau. Lihat saja dari gaji dan tawaran iklan yang datang. Hope Solo, yang disebut-sebut sebagai Diva sepak bola wanita ini saja hanya memiliki kekayaan sebesar Rp 40 miliar. Bandingkan dengan Cristiano Ronaldo yang bahkan bisa memiliki kekayaan mencapai Rp 1,4 triliun.

Tapi keadaan ini jauh lebih baik dibanding era 80-an silam ketika perempuan bahkan tak boleh mengenakan celana pendek di lapangan. Perempuan yang kala itu memilih menjadi pesepakbola dianggap tak berakal, gila, dan tak senonoh karena membiarkan kakinya bertelanjang.

Baca Juga :


Perempuan masa kini patut berterimakasih pada mereka yang mendobrak garis, melawan hegemoni pria yang sering disuarakan atas nama agama dan negara. Siapa saja mereka yang patut jadi inspirasi buat kita dalam industri sepakbola?

1. Lady Florence, Feminis Skotlandia, Ketua British Ladies Football Club.



Perempuan kelahiran Skotlandia, 25 Mei 1855 ini adalah seorang pesepak bola yang terkenal garang di lapangan, dialah yang mengajak perempuan pada masanya untuk tidak takut berduel memainkan si kulit bundar. Keseriusannya melambungkan nama perempuan di lapangan hijau dibuktikan dengan mendirikan British Ladies Football Club pada 1895. Sejak itu perempuan Inggris dan Skotlandia mulai berani menunjukkan eksistensinya mengolah si kulit bundar.

2. Nettie Honeyball, Pendiri dan Kapten British Ladies Football Club.



Perempuan berambut ikal ini sering disebut sebagai simbol lahirnya sepak bola wanita. Perempuan yang dilahirkan pada 1871 ini menjadi salah satu pendiri klub sepakbola pertama di Inggris, British Ladies Football Club. Melalui sepak bola ia menyeru kepada para wanita untuk tak lagi jadi makhluk lugu yang malu-malu. Ialah yang menuntut pesepak bola wanita untuk bisa mengenakan celana pendek di lapangan laiknya pria.

3. Mia Hamm, Pendiri Washington Freedom Professional Women's Soccer League in the United States (WUSA).



Beranjak sedikit ke Amerika ada Mia yang punya nama asli Mariel Margaret "Mia" Hamm-Garciaparr. Ia mulai menapaki sepakbola dari 1987-2004. Peraih dua emas olimpiade ini merupakan anggota pendiri WUSA. Ia memecahkan rekor dalam sejarah sepakbola wanita kala itu dengan tampil dalam 275 pertandingan internasional. Dirinya juga memegang rekor tim nasional dengan 144 assist.

4. Hope Solo, Pejuang Hak-Hak Para Pesepak Bola Wanita.



Meski penuh kontroversi namun untuk urusan prestasi, Hope tak bisa dikesampingkan. Gelar Piala Dunia Wanita 2015, CONCACAF Women's Gold Cup 2006, 2014 dan Medali Emas Olimpiade 2015 adalah sejumlah gelar yang disumbangkan Hope untuk Amerika.

Meski dilabeli sebagai perempuan kasar, namun di mata timnya Hope adalah pejuang dalam penyetaraan gaji. Ya, pada 2016 lalu Hope sempat mogok bermain dan mengajak tim senegaranya untuk melakukan hal serupa demi mendapatkan gaji setara dengan para pesepak bola pria.

5. Wiwi H Kusdarti, Pendiri Tim Sepak Bola Putri Priangan.



Indonesia juga punya pejuang wanita dalam sepak bola. Adalah Wiwi H Kusdarti yang pada 1969 mendirikan Putri Priangan, tim sepak bola putri pertama asal Bandung. Sosoknya begitu menginspirasi karena mampu mengajak ribuan wanita Bandung kala itu untuk bergabung dalam tim yang disokong Persib Bandung tersebut.

Perjuangannya mendirikan klub sepakbola menginspirasi perempuan Indonesia untuk tak sekedar menjadikan si kulit bundar sebagai hiburan semata namun juga wadah sebagai eksistensi diri melawan hegemoni kaum pria yang beringas di lapangan hijau. (ck/rin)


Terakhir diubah:  20/04/18 - 15:35






Video Trending



Berita Terkait


1587467874899

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?