(Foto: Bola.net)

Starting XI Terbaik Versi Luis Milla

Pelatih Tim Nasional Indonesia, Luis Milla mengungkapkan 11 pemain terbaik versinya. Dalam susunan pemain tersebut terdapat sejumlah nama besar seperti Lionel Messi dan Zinedine Zidane.

Dalam video yang unggah akun resmi PSSI di youtube, Milla mengungkapkan 11 pemain terbaik versinya. Milla memilih formasi 4-5-1 untuk susunan pemain pilihannya.

Baca Juga
Persipura Ternyata Hanya Berani Pasang Target Seri di Bandung, Kenapa?


Di lini belakang diisi pemain-pemain legendaris yaitu Javier Zanetti, Paolo Maldini, Franz Beckenbauer dan salah satu sahabat Milla saat di Real Madrid, Fernando Hierro.

Lima pemain tengah yang dipilih Milla berisi pemain-pemain berkualitas mulai dari Xavi Hernandez, Johan Cruyff, Zinedine Zidane, Andres Iniesta, dan juga mega bintang Barcelona, Lionel Messi.

Satu ujung tombak yang menjadi pilihan Milla adalah Romario. Berikut ini video selengkapnya:

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Timnas U-22 Akan Hadapi Real Madrid dan Atletico di Spanyol
Tim Nasional U-22 akan bertolak ke Spanyol pada 28 Juni untuk menjalani beberapa laga uji coba. Tiga klub disebut akan menjadi lawan tanding Timnas U-22 saat berada di SpanyolDeputi Sekjen Bidang Sepakbola PSSI, Fanny Irawan mengungkapkan Timnas U-22 kemungkinan akan menghadapi Real Madrid U-21, Atletico Madrid U-21 dan klub anak Luis Milla di Spanyol, CF Fluenlabrada. "Ketika di Spanyol, Luis Milla memberikan saran lawan uji coba. Ada tiga, yaitu klub anaknya, Atletico Madrid U-21 dan Real Madrid U-21. Mereka akan main di Valencia," kata Fanny, kepada VIVA.co.id."Transportasi akan diurus minggu depan. Tanggal 28 Juni mereka akan berangkat," tutur dia.Sebelum berangkat ke Spanyol, Timnas U-22 akan melakukan pemusatan latihan di Bali yang akan digelar pada 22 Mei hingga 28 Mei.
visibility  927 kali
Ezra Walian Tegaskan Tak Mau Main di Indonesia
Ezra Walian memastikan dirinya akan bermain di kompetisi Eropa bukan di kompetisi Indonesia. Ezra baru saja resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).Pemain kelahiran 1997 tersebut dipastikan akan hengkang dari klub sebelumnya Jong Ajax di penghujung musim 2016/17. Ezra hingga kini masih belum memastikan dimana dia akan bermain musim depan.[suggestedarticle]Menjadi WNI bukan berarti Ezra ingin tampil di kompetisi Indonesia, pemain yang berdarah Manado tersebut memastikan dirinya akan tampil di kompetisi Eropa untuk musim depan."Saya masih ingin bermain untuk klub di Eropa. Saya ingin bermain di Eropa, bukan di indonesia," ujar Ezra dikutip dari Goal usai proses pengambilan sumpah sebagai WNI, Kamis (18/5).Ezra diproyeksikan akan membela mengikuti pemusatan latihan bersama Timnas U-22 di Bali pada 22-27 Mei. Timnas U-22 akan berlaga di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.
visibility  3778 kali
Stefano Lilipaly: Panache, Rekrutan Terbaik Cambuur dan Promosi ke Eredivisie
Gelandang Timnas Indonesia Stefano Lilipaly berpeluang besar membawa klubnya Cambuur SC promosi ke Eredivisie. Syaratnya, Lilipaly harus terlebih dahulu membantu Cambuur menyingkirkan MVV Maastricht dalam babak semifinal play-off promosi-degradasi, Jumat (19/5/2017).Jika mampu mengatasi Maastrich dalam dua leg, Cambuur berpeluang bertemu klub Eredivisie, Roda JC yang akan menghadapi Helmond Sport dalam pertandingan semifinal play-off lainnya.[suggestedarticle]Seandainya Roda JC yang lolos, maka Cambuur bisa menuntaskan dendamnya karena pernah disingkirkan Roda JV pada babak play-off musim 2008-2009.”Tentunya kami harus melihat tim yang berada di zona degradasi [Eredivisie] untuk mengetahui lawan yang akan di hadapi di play-off,” ujar Lilipaly dikutip laman Omrop Fryslan."Kami fokus menghadapi MVV lebih dulu. Tapi suporter tentunya menginginkan kami bertemu Roda JC untuk balas dendam,” tambahnya.[suggestedarticle]Lilipaly saat ini tengah menjadi pilar penting bagi Cambuur. Performanya diaanggap menjadi salah satu yang menonjol.Bahkan direktur teknik Cambuur, Gerald van den Belt menilai Lilipaly merupakan rekrutan terbaiknya musim ini selain Tarik Tissoudali.”Mereka berdua istilahnya bermain seperti Panache [orang yang dikonotasikan flamboyan dan pemberani], bisa dibilang seperti itu,” kata Van den Belt.
visibility  11909 kali
Pelatih Persegres Puji Semangat Juang Pemainnya Usai Raih Kemenangan Perdana di Liga 1
Pelatih Persegres Gresik United Hanafi memuji semangat juang para pemainnya setelah berhasil mengalahkan Persiba Balikpapan dengan skor 2-1 pada pekan keenam Liga 1 Indonesia di Stadion Tri Dharma, Gresik, Jumat (12/5/2017) malam.Kemenangan atas Persiba menjadi yang pertama bagi Persegres setelah selalu menelan kekalahan dalam tiga pertandingan terakhirnya.Tim berjuluk Laskar Joko Samudro sebelumnya hanya berhasil mencuri satu poin saat bertandang ke markas Persipura Jayapura pada pekan pertama.[suggestedarticle]Dua gol kemenangan Persegres disumbangkan Patrick da Silva pada menit ke-22 dan Komarudin 18 menit kemudian.Tim tamu hanya mampu membalas satu gol di babak kedua lewat eksekusi penalti Marlon da Silva pada menit ke-51.Menurut Hanafi, kunci kemenangan tim asuhannya adalah motivasi tinggi untuk meraih kemenangan perdana.”Kebetulan posisinya terjepit, ternyata anak-anak bermain luar biasa. Soal kunci kemenangan, saya kira motivasi, karena anak-anak juga sudah janji, bila perlu mati di lapangan usai terpuruk,” ucap pelatih Persegres Hanafi selepas pertandingan.Terbukti, kata Hanafi Patrick dan Silva dan kolega tampil luar biasa sejak pertandingan dimulai.[suggestedarticle]Mereka seolah ingin membuktikan diri jika tim berjuluk Laskar Joko Samudro punya mental baja.”Soalnya kalau anak-anak semangat dan terus hati-hati, terus nggak ada gangguan, setelah jadwal terus kemarin dipengaruhi wasit (lawan Bhayangkara), kami main di mana-mana bagus, mulai Persib Bandung, Borneo, dan ini tadi anak-anak bisa tampil seperti itu,” kata dia.”Tadi itu semangat anak-anak sendiri kepengen menang itu luar biasa. Saya sampaikan jelang pertandingan, bila perlu mati di lapangan. Tapi itu istilah saja untuk memompa semangat mereka di lapangan (saat pertandingan),” pungkasnya.
visibility  261 kali
Persija Gelar Latihan Tertutup, Imbas Tuntutan Mundur terhadap Teco?
Persija Jakarta akan menjamu Mitra Kukar dalam lanjutan pekan keenam Liga 1 Indonesia di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (14/5/2017). Untuk meraih hasil maksimal dalam laga tersebut, sore tadi (12/5/2017) Persija kembali berlatih rutin di Lapangan Sutasoma, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.[suggestedarticle]Namun, ada yang berbeda dalam latihan tim ibu kota kali ini.Pelatih Persija Stefano Cugurra Teco yang biasanya dikenal terbuka terhadap para wartawan tiba-tiba menjadi sedikit tertutup.[suggestedarticle]Teco memutuskan jika latihan sore tadi tidak terbuka untuk umum, termasuk para pewarta.”Coach Teco meminta hari ini latihan tertutup,” ucap Media Officer Persija dalam rilisnya yang diterima Bolalob.com, Jumat (12/5/2017).Hanif menjelaskan bahwa keputusan Teco menggelar latihan tertutup agar para pemainnya bisa lebih fokus dalam berlatih.”Coach Teco tidak mau konsentrasi pemain terganggu. Kalau besok latihan di Stadion Patriot terbuka pada 15 menit pertama,” tambah Hanif.Sebelumnya, Teco juga sempat membuat kebijakan yang tak lazim.Dia urung menginformasikan para pemain yang diboyong ke Lamongan untuk menghadapi Persela.Hal ini disinyalir dampak tiga kekalahan beruntun yang diraih Persija..Teco bahkan dituntut untuk segera meletakkan jabatannya karena hasil minor tersebut.
visibility  577 kali
Luis Milla Ungkapkan Hal yang Paling Tidak Disukai di Indonesia
Luis Milla mengungkapkan hal yang paling tidak disuka selama berada di Indonesia. Milla mengungkapkan kemacetan menjadi hal yang paling menyebalkan.Kemacetan seperti masih menjadi salah satu keluhan terbesar yang sering diutarakan orang asing yang mengunjungi Jakarta termasuk Milla. Pelatih asal Spanyol tersebut menyatakan kemacetan membuat dirinya harus lebih banyak meluangkan waktu untuk sampai tepat waktu."Buat saya, yang paling negatif di Indonesia adalah kemacetan. Saya di sini, latihan di sini, akhirnya waktu saya banyak habis di Karawaci karena macet di Jakarta." ujar Milla dikutip dari CNN Indonesia.Milla baru saja menyelesaikan pemusatan latihan untuk Timnas U-22 yang diselenggarakan di SPH Karawaci sejak 7-10 Mei lalu.
visibility  10309 kali
Luis Milla Tanggapi Peluang Billy Keraf Masuk Timnas U-22
Luis Milla tidak menutup kemungkinan pemain muda Persib Bandung, Billy Keraf bisa masuk Timnas U-22. Milla masih membuka pintu untuk siapapun yang mampu tampil bagus saat Liga 1 bergulir.Billy Keraf menjadi pemain Persib yang sering dibicarakan setelah tampil mengesankan untuk tim Maung Bandung. Pemain usia 20 tahun tersebut sempat mencetak gol penentu kemenangan Persib saat menghadapi Gresik United di Liga 1.[suggestedarticle]Hal tersebut tidak luput dari pengamatan Milla yang menyatakan belum menutup kemungkinan Billy untuk bisa bergabung dengan skuad Timnas U-22 di waktu yang akan datang."Kabar bagus sekali kalau Liga 1 banyak pemain bagus, ada pemain muda yang bermunculan. Tentu saja saya bisa pilih Billy untuk masuk ke tim," ujar Milla dikutip dari CNN Indonesia. Milla menyatakan akan memanggil semua pemain yang layak untuk mendapat tempat di tim nasional dan hal itu juga berlaku untuk Billy."Namun yang kami pilih adalah yang terbaik dan kami sudah punya daftar. Namun daftar itu (masih) terbuka, jadi tidak menutup kemungkinan dia (Billy) untuk masuk ke tim kami," ungkap Milla.
visibility  2566 kali
Bertandang ke Padang, Persib Tinggalkan van Dijk dan 4 Pemain Lainnya di Bandung
Persib Bandung bakal melakoni laga tandang melawan Semen Padang pada pekan kelima Liga 1 Indonesia, Sabtu (13/5/2017). Dalam lawatannya kali ini, pelatih Persib Djajang Nurjaman membawa kekuatan sebanyak 21 pemain. Dari 21 pemain yang diboyong Djanur –sapaan akrab Djajang- ke Ranah Minang, tidak terdapat nama Sergio van Dijk. Penyerang andalan Persib tersebut masih harus menepi dari lapangan karena belum pulih dari cidera lutut yang menimpanya.[suggestedarticle]Selain Sergio, Persib juga meninggalkan lima pemain lainnya di Bandung. Mereka adalah Angga Febriyanto, Jajang Sukmara, Puja Abdillah, Agung Mulyadi, serta kiper Imam Fadillah. Meski belum bisa memainkan Sergio, Djanur tidak merasa risau. Sebab, dua rising star Persib, Febri Hariyadi dan Gian Zola sudah kembali dari pemusatan latihan (pelatnas) Timnas U-22.[suggestedarticle]Pelatih asal Majalengka itu pun turut membawa salah seorang pemain marquee yang tengah dapat sorotan tajam karena dianggap tampil buruk, yaitu Carlton Cole. ”Sergio belum bisa main, Carlton Cole tetap kami bawa. Kemudian, Febri dan Zola, juga sudah bisa tampil di Padang,” kata Djanur. Saat ini rombongan skuat Maung Bandung sudah berada di Padang untuk menggelar persiapan. Atep dan kolega bertolak menuju Padang dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Rabu (10/5/2017). Daftar 21 Pemain Persib untuk Tur ke Padang: Kiper: I Made Wirawan, Muhammad 'Deden' Natshir Belakang: Vladimir Vujovic, Achmad Jufriyanto, Wildansyah, Henhen Herdiana, Achmad Subagja Baasith, Tony Sucipto, Supardi Nasir Tengah: Gian Zola, Michael Essien, Dedi Kusnandar, Hariono, Raphael Maitimo, Kim Jeffrey Kurniawan, Fulgensius Billy, Febri Hariyadi, Matsunaga Shohei, Atep Depan: Tantan, Carlton Cole
visibility  1990 kali
Perbedaan Luis Milla dan Djanur Versi Gian Zola
Pemain Persib, Gian Zola Nasrulloh mengungkapkan ada sedikit perbedaan antara Luis Milla dan Djadjang Nurdjaman. Kedua pelatih tersebut dianggap menjunjung tinggi nilai kedisplinan.Zola kini mengikuti pemusatan latihan tim nasional U-22 di SPH, Karawaci dan langsung mendapat arahan langsung dari pelatih asal Spanyol, Luis Milla. Zola mengungkapkan Milla dan pelatih di Persib, Djanur tidak banyak berbeda karena keduanya begitu ketat dalam hal disiplin. [suggestedarticle]"Baik coach Luis Milla atau coach Djadjang sama saja. Dua pelatih itu menekankan disiplin yang tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan. Itu kunci penting dari kedua pelatih," ujar Zola dilansir bola.comZola mengungkapkan hanya ada sedikit perbedaan dari kedua pelatih tersebut namun ia mengaku hal itu bertujuan positif untuk para pemain."Karakter Luis Milla memang saya akui sedikit lebih keras. Namun, itu semua juga demi kebaikan pemain," lanjut Zola.
visibility  2109 kali
Sama-sama Butuh Poin, Persija Perlu Kerja Keras Kalahkan Persela
Duel antara Persela Lamongan dan Persija Jakarta dalam lanjutan pekan kelima Liga 1 Indoneia, Rabu sore (10/5/2017) di Stadion Surajaya diprediksi berlangsung ketat. Sebab, kedua tim sama-sama tengah membutuhkan poin maksimal untuk bisa memperbaiki posisi di papan klasemen sementara.[suggestedarticle]Untuk itu, pelatih Persija Stefano Cugurra Teco meminta para pemainnya bekerja keras di atas lapangan demi mewujudkan target mencuri poin dari Persela. Pelatih berkebangsaan Brasil tersebut optimistis bisa melakukannya karena sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut. ”Kami akan berjuang maksimal untuk mendapatkan poin. Kami pun sudah mempelajari permainan lawan dan sudah menyiapkan antisipasinya,” ujar Teco.[suggestedarticle] Namun dalam lawatannya ke Lamongan kali ini Persija masih belum bisa membawa seluruh pemain terbaiknya. Beberapa penggawa Persija seperti duo Lestaluhu, yaitu Ramdani dan Pandi serta Novri Setiawan urung dibawa. ”Mereka sedang dalam tahap penyembuhan cedera sehingga harus kami tinggal di Jakarta,” ucap Teco. Persija yang saat ini menempati peringkat 14 dengan poin empat hanya unggul satu poin dari Persela yang menempati posisi 16. Maka tim mana pun yang memenangi laga sore nanti dipastikan bisa semakin dekat ke jajaran papan tengah klasemen.
visibility  364 kali
1494386003705 tag