(Foto: dailymail.co.uk)

Juventus Raih Gelar Coppa Italia Tiga Musim Beruntun, Kalahkan Lazio di Final

Juventus mentereng! Kalahkan Lazio 2-0 di Stadion Olimpico, Kamis (18/5) dinari WIB, membuat Bianconeri sukses meraih gelar juara Coppa Italia tiga kali beruntun.

Sebelumnya Juventus memenangkan Coppa Italia pada musim 2015 dan 2016. Selain itu, Juventus pun tercatat sebagai tim yang paling banyak memenangkan Coppa Italia, yaitu 12 kali juara.

Juventus yang berpeluang mengamankan treble winners seperti Inter Milan pada 2010, pada laga ini menurunkan skuat terbaiknya antara lain Gonzalo Higuain, Dani Alves, Paolo Dybala, Bonucci dan Chiellini. Di sisi lain, para pemain itu akan kembali tampil pada penentuan gelar Serie A dan final Liga Champions melawan Real Madrid, 3 Juni 2017.



Namun keputusan pelatih Max Allegri untuk menurunkan skuat utama membuahkan hasil. Bek sayap kanan, Daniel Alves, menjebol gawang Lazio setelah menerima umpan silang Alex Sandro dari sayap kiri pada menit 12.

Alex Sandro menjadi aktor atas gol kedua Juventus yang tercipta dari tandukan Leonardo Bonucci yang berdiri tanpa terkawal di mulut gawang Strakosha pada menit 24. Babak pertama berkahir dengan skor 2-0.

Pada awal babak kedua, Lazio memasukkan Felipe Anderson menggantikan Bastos. Felipe Anderson langsung menggendor pertahanan Juventus lewat sepakan keras yang dilepaskan dari sisi sayap, namun bola berhasil diamankan kiper Juventus Neto pada menit 54.

Felipe Anderson dan Dusan Basta melakukan serangan kombinasi kemudian melepaskan umpan kepad Immobile, sayang bekas penyerang Dortmund itu tidak mampu menghasilkan gol pada menit 60.

Di sisi lain, pada pertengahan babak kedua Juventus tetap melancarkan serangan dari sisi sayap. Namun tendangan Higuain dari umpan Daniel Alves hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Kiper Lazio melakukan penyelamatan apik saat mematahkan peluang Higuain dari umpan Daniel Alves pada menit 90. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.

Susunan pemain:
Juventus: Neto; Barzagli, Bonucci, Chiellini, Alex Sandro; Marchisio, Rincon; Dani Alves, Dybala (Mario Lemina 78), Mandzukic; Higuain

Lazio: Strakosha; Bastos (Felipe Anderson 53), De Vrij (Luis Alberto 69), Wallace; Basta, Biglia, Parolo (Stefan Daniel Radu 21), Milinkovic-Savic, Lulic; Immobile, Keita

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Gagal Balas Dendam, Juventus Belum Pasti Lolos
Juventus harus menerima kenyataan setelah gagal mengalahkan barcelona di Allianz Stadium dalam laga lanjutan penyisihan Grup D Liga Champions di Allianz Stadium, Kamis (23/11). Bermain di Turin, anak asuh Massimiliano Allegri hanya berhasil menguasai bola 38 persen.Mengawali laga dengan baik, Juventus sempat membahayakan gawang Marc Andre ter Stegen di menit-menit awal melalui pemain pinjaman mereka asal Bayern Munchen, Douglas Costa. Tapi penjaga gawang asal Jerman itu berhasil mengamankan upaya Costa tersebut.Barcelona kemudian balik membalas melalui Paulinho di menit ke 10. Beruntung bagi Gianluigi Buffon, kiper gaek tersbeut tak perlu berupaya lebih mengingat sepakan pemain Brazil itu masih jauh dari sasaran.Delapan menit berselang, giliran Paulo Dybala yang mencoba keberuntungan. Meski sepakannya 100 persen mengarah ke gawang, namun Ter Stegen masih dengan mudah menangkap bola yang ditendangkan pemain asal Argentina itu.[suggestedarticle]Selanjutnya giliran Ivan Rakitic yang mencoba 'menakut-nakuti' gawang Buffon melalui sebuah set piece bola mati. Sepakan Rakitic yang mengirim bola ke mulut gawang Juve, nyatanya tak bisa dijangkau Luis Suarez atau pemain Barcelona lainnya.Menjelang berakhirnya babak pertama, Dybala berhasil merangsek hingga ke depan gawang Ter Stegen dari sisi kiri lapangan Juve. Dengan sedikit gerak tipu, Dybala menghujamkan sepakan keras yang sayangnya justru maish melambung dikit di atas gawang tim tamu.Bisa dibilang, itulah satu-satunya peluang Juve untuk bisa mencetak gol di babak pertama. Laga 45 menit pertama pun usai tanpa satu pun gol tercipta.Sebagai catatan, Barcelona tampil tanpa Lionel Messi di babak pertama.[suggestedarticle]Menjalani 45 menit kedua, Juve tetap memilih bermain lebih tertutup dengan intensitas penguasaan bola yang relatif jarang. Alhasil, babak kedua masih tetap milik Barcelona.Meski begitu, Barcelona yang hampir pasti lolos sebagai juara grup enggan serius membombardir pertahan Juve. Singkat cerita, permaianan pun tak lebih hanya 'uber-uberan' di lini tengah semata.Hingga akhirnya 'Sang Mesiah' masuk pada menit ke 56 menggantikan Gerard Deulofeu. Tapi hasilnya pun sama saja, permainan monoton dengan sedikit peluang berbahaya menjadi tontonan di matchday ke lima Grup D Liga Champions.Sementara tim tuan rumah kian kesulitan membuat peluang seiring kondisi stamina yang mulai menurun. Ketimbang kehilangan poin seutuhnya, Massimiliano Allegri lantas memasukan sejumlah pemain yang memiliki karakter sebagai gelandang tengah bertahan. [suggestedarticle]Diawali masuknya Rodrigo Bentancur pada menit ke 66 menggantikan Miralem Pjanic, kemudian Caludio Marchisio menggantikan Juan Cuadrado pada menit ke 71 yang banyak bermain melebar dan mengganti Douglas Costa dengan Balise Matuidi pada menit ke 85.Juve sendiri memiliki dua peluang bagus jelang berakhirnya laga. pertama melalui Costa pada menit ke 83 dan Dybala pada menit ke 90+2. Jika tendanagn Costa masih menyamping meski memiliki ruang tembak yang leluasa, maka sepakan Dybala masih bisa dihalau Ter Stegen dan hanya berbuah sepakan pojok.Dan akhirnya setelah menghabiskan empat menit tambahan waktu wasit Milorad Mazic asal Serbia membunyikan peluit panjang tanda laga usai tanpa pemenang. Skor 0-0 pun menjadi haknya Juve dan Barca.[suggestedarticle]Susunan PemainJuventus: Buffon; Rugani, Barzagli, Benatia; Cuadrado (Marchisio 71'), Pjanic (Bentancur 66'), Khedira, Alex Sandro; Dybala, Douglas Costa (Matuidi 85'); HiguainBarcelona: Ter Stegen; Semedo, Pique, Umtiti, Digne; Sergio Busquets, Rakitic, Iniesta (Jordi Alba 82'); Deulofeu (Messi 56'), L. Suarez, Paulinho
  1112 kali
Bukan Messi, Dybala Justru Ingin Duet dengan Pemain Ini
Paulo Dybala memuji Lionel Messi sebagai 'Maradona generasi kini' tapi La Pulga justru bukan pemain yang didambakan menjadi duet. Dybala baru saja menanggapi keinginan Giuseppe Marotta yang ingin mengontrak penyerang asal Argentina itu seumur hidup di Juventus. Namun, pemain berusia 24 tahun itu justru menegaskan kemungkinan hengkang dari Turin selalu terbuka.[suggestedarticle]Sejumlah klub papan atas Eropa bisa menjadi tujuan Dybala. Bahkan ada kemungkinan Dybala menjadi rekan Neymar. Keinginan itu disampaikan oleh La Joya sendiri yang mengagumi permainan pemain PSG tersebut."Saya ingin bermain bersama Neymar suatu hari. Saat ini dia pemain yang paling mendekati level permainan Messi dan (Cristiano) Ronaldo," kata Dybala dikutip dari Soccerway."Saya harus terus meningkatkan permainan dan meraih trofi. Suatu saat, ketika sedang bersama teman-teman, kami semua membuat sebuah permintaan agar saya menjadi pemenang Ballon d'Or," ungkapnya.
  1708 kali
Ternyata Buffon Adalah Pemain Gelandang
Mantan kiper Kamerun, Thomas N'Kono, memiliki andil besar terhadap perjalanan karir Gianluigi Buffon sebagai penjaga gawang nomor wahid di Italia bahkan dunia. Konon, Buffon sendiri mengawali diri sebagai seorang gelandang dalam bermain bola.Tapi posisi gelandang ditinggalkan Buffon kala dirinya tersihir oleh kebolehan N'Kono saat membela Kamerun di Piala Dunia 1990 di Italia."Saya bermain sebagai gelandang sampai berusia 12, dan kemudian datang dorongan menonton Piala Dunia 1990 dan bersimpati dengan Kamerun," kenang kapten Juventus itu pada situs resmi UEFA."Di sanalah saya mengagumi Thomas N'Kono dan saya ingin meniru dirinya," sambung kiper 39 tahun ini.[suggestedarticle]Buffon memang sudah membela AC Parma sejak berumur 13 tahun atau pada tahun 1991. Seperti yang dinyatakan sendiri oleh sang kiper, sejumlah posisi sempat dimainkan Buffon kecil saat itu. Salah satunya sektor gelandang.Akan tetapi, pada akhirnya ia pun beralih menjadi seorang penjaga gawang. Keputusan itu sendiri tak lepas dari kekaguman Buffon pada penampilan kiper timnas Kamerun di Piala Dunia 1990, Thomas N'Kono.N'Kono sendiri dikenal sebagai sosok kiper yang dinamis, atletis dan agresif. Ia kerap melakukan penyelamatan-penyelamatan akrobatik dan kerap meninju bola-bola crossing yang datang ke area kotak penalti.[suggestedarticle]Gelaran piala dunia ke 14 itu sendiri berlangsung di Italia dan Buffon kecil bisa dengan leluasa menyimak setiap laga yang dijalani Kamerun dan juga Thomas N'Kono.Pada piala dunia tersebut, Kamerun saat itu berhasil menembus babak perempat final sebelum akhirnya dijinakkan oleh Inggris dengan skor 3-2.[suggestedarticle]"Setelah itu, setiap kali saya bermain di bawah mistar gawang, ayah saya kadang-kadang mengatakan bahwa saya sebenarnya bermain tidak seburuk itu," ujarnya.
  1801 kali
Dybala Tak Bisa Janji Bertahan Selamanya di Juventus
Paulo Dybala menyatakan tidak akan membuat janji apapun terkait masa depannya di Juventus. Dybala hanya memikirkan untuk bisa membawa Juventus terus berprestasi.General Manager Juventus, Giuseppe Marotta mengatakan akan mengontrak Dybala seumur hidup. Namun penyerang asal Argentina tersebut tidak bisa berjanji terkait hal tersebut.[suggestedarticle]"Saya tidak akan membuat janji apapun, terlebih sejak itu tidak hanya tergantung pada saya," ujar Dybala dikutip pada France Football."Saat ini saya tidak akan mengatakan: 'ini tahun terakhir saya, saya akan hengkang'. Saya berpikir untuk saat ini dan hanya masalah menang," ucap Dybala.Dybala kini menjadi incaran sejumlah klub besar karena penampilan gemilangnya bersama Juventus. Dybala juga diprediksi akan menjadi salah satu kandidat untuk meraih gelar Ballon d'Or.
  244 kali
Moratti Pede Inter Bisa Raih Scudetto Musim Ini
Melihat performa apik Inter Milan di bawahasuhan Luciano Spalletti, mantan bos Nerazzurri, Massimo Moratti meyakini bahwa scudetto pada musim ini bukanlah hanya khayalan. bersama Napoli, Inter kini menguasai dua tingkat tertinggi klasmen sementara Serie A.Dalam laga terakhir kontra Atalanta di pentas Serie A, Inter Milan berhasil menyudahinya dengan sebuah kemenangan. Dua gol Mauro Icardi ke gawang Atalanta membuat Inter di giornata ke 13 masih belum terkalahkan.Terkait performa apik tersebut, Moratti pun meyakini bahwa timnya amat besar berkesempatan memenangi scudetto musim ini mengalahkan Napoli atau pun Juventus.Setidaknya, tambahan tiga poin atas Atalanta membuat mereka sukses menggeser posisi Juventus di tempat kedua dan tertinggal dua poin dari Napoli. Juventus sendiri terkapar di markas Sampdoria dan kini berada di posisi ketiga.[suggestedarticle]"Scudetto? Itu bukan khayalan. Untuk bisa sukses, lebih baik tidak membicarakannya sekarang karena Inter tengah bermain serius. Ini adalah tim yang solid yang bisa meraih poin demi prestasi," demikian ucap Moratti seperti dilansir Football Italia."Kami bisa memikirkan Scudetto, tapi kami memulainya dengan tujuan untuk masuk ke Liga Champions. Jadi mari tetap berpegang dengan tujuan itu saat ini," tambah Moratti.Kemudian, Moratti menyatakan rasa keterkejutannya melihat capaian Juventus musim ini yang tergolong buruk.[suggestedarticle]"Saya terkejut dengan hasil yang diraih Juve, mereka sangat solid tapi saya tak mengira hasil itu. Saya tidak terkejut dengan apa yang saat ini tengah dijalani oleh Inter Milan karena sebagai seorang penggemar sepakbola, saya adalah seorang pemimpi," tandasnya.
  221 kali
Daftar Pemain Barcelona dalam hadapi Juventus
Barcelona akan melawat ke kota Turin, Italia saat bertamu ke markas Juventus dalam matchday kelima Liga Champions, Rabu (22/11/2017) dini hari WIB.Hasil imbang cukup untuk meloloskan Barcelona ke babak 16 besar Liga Champions musim ini, untuk itu pelaih Ernesto Valverde membawa skuat terbaiknya dalam lawatan kali ini.Namun Barcelona akan tanpa sejumlah pemain andalan mereka, mulai dari Javier Mascherano, Sergi Roberto, Andre Gomes, Rafinha Alcantara, Ousmane Dembele, dan Arda Turan. Keenam pemain itu masih dalam tahap pemulihan cedera.[suggestedarticle=3]Valverde akan membawa sejumlah penggawa Barcelona B untuk memperkuat skuat melawan Juventus, antara lain Adrian Ortala, Jorge Cuenca, Fali, Vitinho, Moises Lima, and Marc Cucurella.Namun, Barca memiliki catatan urang impresif dalam sembilan pertandingan terakhir di tanah Italia dalam ajang Liga Champions, Barcelona hanya catatkan dua kali kemenangan.Sisanya, empat kali seri dan tiga kali kalah melawan Juventus, AS Roma, AC Milan, dan Inter Milan.Skuat yang dibawa oleh Barcelona pada laga kontra Juventus, Rabu (22/11/2017) 02.45 WIB.Kiper: Marc Andre Ter Stegen, Jasper Cillessen, Adrian Ortola.Bek: Nelson Semedo, Gerard Pique, Jordi Alba, Lucas Digne, Samuel Umtiti, Thomas Vermaelen, Aleix Vidal.Gelandang: Ivan Rakitic, Sergio Busquets, Denis Suárez, Andres Iniesta, Paulinho.Penyerang: Luis Suarez, Lionel Messi, Gerard Deulofeu, Paco Alcacer.
  861 kali
Buffon Sudah Bicara Soal Laga Terakhir
Gianluigi Buffon yang kini berusia 39 tahun tengah bersiap menghadapi hari-hari terakhir menjaga gawang bagi sebuah kesebelasan. Dan ketika pertandigan terakhir itu tiba, Buffon mengaku bakal menjalaninya dengan penuh antusias.Jauh sebelum hari ini atau sebelum Italia tak lolos ke Rusia tahun depan, Buffon sudah sering menyatakan bahwa diirnya bakal gantung sepatu pada 2018 mendatang.Dalam benaknya, Buffon bakal mengakhiri karir bersamaan dengan berakhirnya gelaran pesta sepak bola antar negara-negara yang bertajuk piala dunia. Tapi jika nantinya Juventus mampu mengangkat trofi Liga Champions, bisa saja kiper yang kin berusia 39 tahun itu untuk menundanya.Meski momentum tersebut masihlah gaib, rupanya Buffon sedikit banyaknya telah membayangkan tentang pertandingan terakhirnya. Ia mengaku akan menjalaninya seperti saat ia menjalani pertandingan debutnya.[suggestedarticle]"Bagaimana saya membayangkan pertandingan terakhir saya? Seperti pertandingan pertama saya, dengan rasa antusias dan bangga," demikian tegas Buffon pada situs resmi UEFA.Seperti yang telah diketahui bersama, Buffon menjalani debut bersama Parma pada 19 November 1995 silam. Pelatih Parma kala itu, Nevio Scala, menurunkan Buffon kala Parma bersua AC Milan.Dalam laga yang berakhir imbang 0-0 itu, Buffon baru berusia 17 thaun 295 hari. Tapi usia muda tak lantas membuat Buffon ciut dalam menghalau sepakan-sepakan striker top Milan seperti Geirge Weah dan Roberto Baggio.[suggestedarticle]Melihat perannya yang besar bagi Juventus, termasuk loyalitasnya dengan bertahan di Turin kala Si Nyonya Tua terdegradasi ke Serie B karena Calciopoli, bukan tak mungkin Buffon bakal diberi tempat di jajaran manajemen klub setelah pensiun.Akan hal tersebut, Buffon tak bisa mengesampingkannya. Hanya saja, ia masih harus menimba ilmu sebelum berkecimpung dalam dunia sepak bola dengan dimensi yang lain.[suggestedarticle]"Apakah saya melihat diri saya sebagai direktur di masa depan? Saya tidak ingin terlihat seperti orang bodoh, jadi saya hanya akan melakukan apapun yang akan saya lakukan di masa depan setelah saya mempersiapkannya dengan benar," tegasnya.
  334 kali
Allegri Pilih Szczesny Karena Buffon Gagal Move On
Kegemilangan Juventus kembali meredup kala ditumbangkan Sampdoria 3-2 di pekan ke 13 pentas Serie A Italia. Penjaga gawang utama Italia, Gianluigi Buffon tak dimainkan saat Il Samp berhasil unggul tiga gol lebih dulu.Wojciech Szczesny dipilih Massimiliano Allegri sebagai kiper dalam laga yang digelar di Stadio Luigi Ferraris, Minggu (19/11). Tapi sayangnya kesempatan kali kelimanya tampil sebagai penjaga gawang utama harus tercoreng.Kiper asal Polandia itu harus mengambil bola yang masuk ke gawangnya tiga kali banyaknya. Lalu, mengapa Gianluigi Buffon yang sudah delapan kali tampil sebagai kiper utama Juve di pentas Serie A tak dimainkan?[suggestedarticle]Allegri menyebutkan bahwa Buffon dan Andrea Barzagli adalah dua nama yang dibangkucadangkan dengan alasan kondisi yang tidak ideal. Kekecewaan berat keduanya, khususnya Buffon, pasca gagal membawa Italia ke Rusia tahun depan diakui Allegri sebagai kondisi yang tidak ideal tersebut."Mereka baik-baik saja, tapi masih terus berusaha mengatasi sebuah kekecewaan mendalam. Hidup jalan terus dan mereka akan bangkit," demikian ucap Allegri seperti dilansir Football Italia.Dalam laga kontra Sampdoria, Juventus setidaknya memikul beban berat kalah tertinggal tiga gol sejak menit ke 79. Gol Duvan Zapata (52'),  Lucas Torreira (71'), Gian Marco Ferrari (79').[suggestedarticle]Beruntung di masa injury time  Ivan Strinic melanggar Douglas Costa di kotak 12 pas. Gonzalo Higuain yang maju sebagai algojo sukses mencetak gol hiburan.Juve yang sudah hampir kalah kembali mendapat gol hiburan. Paulo Dybala sukses merobek gawang Emiliano Viviano dari jarak jauh di menit ke empat dari enam menit perpanjangan waktu.    
  810 kali
Drama Lima Gol! Juventus Tumbang dari Sampdoria
Laga panas berlangsung antara Sampdoria melawan Juvetus di Stadion Luigi Ferraris, Minggu (19/11/2017) yang dimenangkan tuan rumah. Pertandingan ini diwarnai tujuh kartu kuning.Wasit Marco Guida bersikap tegas, tidak tanggung-tanggung ada empat pemain Sampdoria yang dihukum kartu kuning dan tiga dari pihak Juventus.[suggestedarticle]Setelah babak pertama berlangsung tanpa gol, Sampdoria membuka skor lebih dulu. Sundulan Duvan Zapata merobek gawang Wojciech Szczesny di menit ke-52.Juventus yang tertinggal mencoba mengejar dengan memasukkan Paulo Dybala menggantikan Federico Bernardeschi di menit ke-62. Justru kebobolan lewat gol Lucas Torreira dari luar kotak penalti di menit ke-71.Berselang delapa menit, giliran Gian Marco Ferrari menuntaskan kesempatan depan gawang hasil umpan Fabio Quagliarella.La Vecchia Signora baru membalas di waktu tambahan. Gonzalo Higuain mencetak gol dari titik putih semenit setelah waktu penuh ditambah tendangan jarak jauh Dybala tiga menit kemudian. Meski begitu, Sampdoria tetap menang 3-2.Atas hasil ini Juventus tertahan di peringkat dua dengan 31 poin, berjarak empat poin dari Napoli sebagai pemuncak sementara. Roma dan Inter yang sama-sama memiliki 30 poin masih menyisakan satu laga belum dimainkan ketika berita ini ditulis.Susunan pemain Sampdora vs Juventus:Sampdoria: Viviano, Bereszynski, Silvestre, Ferrari, Strinic, Barreto (Verre 74), Torreira, Praet (Linetty 28), Ramirez; Quagliarella (Caprari 83), Duvan Zapata.Juventus: Szczesny, Lichtsteiner, Rugani, Chiellini, Asamoah, Pjanic (Matuidi 80), Khedira, Cuadrado (Douglas Costa 72), Bernardeschi (Dybala 62), Mandzukic, Higuain.
  1553 kali
Drama Dua Penalti, Roma Kalahkan Lazio 2-1
Derby Della Capitale kembali berlangsung di Stadio Olimpico, Minggu (19/11) dini hari WIB mewarnai giornata ke 13 Serie A. Laga yang berjalan panas dan sengit antara AS Roma dan Lazio itu berkesudahan 2-1 untuk Serigala Ibu Kota.Dua menit setelah pluit tanda kick off dimulai, kubu AS Roma selaku tuan rumah sempat terdiam kala Ciro Immobile sukses mencetak gol. Namun gol tersbeut tak lantas membuat Elang Ibu Kota berpesta. Pasalnya, Immobile lebih dulu terperangkap off side.Laga pun kembali dilanjutkan dengan kedudukan masih sama kuat 0-0.Jual beli serang berlangsung sepanjang 45 menit babak pertama. Salah satu peluang terbaik pun lahir pada menit ke 20 untuk Roma.[suggestedarticle]Lompatan tinggi Edin Dzeko berhasil menggapai bola dan seketika menyundulnya kuat-kuat. Tapi upaya tersbeut tak berbuah gol karena sundulan striker asal Bosnia itu masih melenceng.Setelah peluang Dzeko tersbeut, laga seketika berjalan keras dengan keluarnya dua kartu kuning. Senad Lulic dan Lucas Leiva mendapatkannya masing-masing satu kartu kuning.Laga sendiri seperti kehilangan ketajaman bagi keduanya karena acap kali menemui kebuntuan di sektor tengah permainan. Lini Lazio dan Roma saling silih berganti memotong dan mementahkan serangan yang coba dibangun.[suggestedarticle]Skor kaca mata pun menjadi hasil dari 45 menit babak pertama.Setelah jeda istirahat, laga derby della capitale pun kembali berlangsung. Tapi kesialan menimpa kubu tim tamu kala wasit Gianluca Rocchi menunjuk titik putih.Gianluca Rocchi menilai Bastos melakukan pelanggaran terhadap eks punggawa Lazio, Aleksandar Kolarov di dalam kotak penalti di menit ke 49.Diego Perotti yang menjadi eksekutor tendangan penalti dengan tenang berhasil menjebol gawang Lazio yang dikawal Thomas Strakosha. Skor pun beubah menjadi 1-0 untuk Roma.[suggestedarticle]Lazio yang marah atas gol penalti tersebut langsung tersengat dan mencoba mengejar gol penyeimbang.Malang bagi Lazio, bukan gol penyeimbang yang didapat melainkan gol kedua justru bersarang di gawang sendiri pada menit ke 53. Sepakan keras Radja Nainggolan sukses memperdaya Thomas Strakosha untuk kali kedua. Roma pun sementara nyaman dengan keunggulan 2-0.Bukan laga derby namanya jika hanya berlangsung 'adem-ayem'. Gianluca Rocchi terus-terusan mencatat nama-nama yang dihadiahinya kartu kuning lantaran terlalu keras melanggar lawan. Luis Alberto, Nani, dan juga Radja Nainggolan adalah pemain yang harus di-ammunito Gianluca Rocchi.[suggestedarticle]Permainan lantas menjadi lebih sengit meski tetap berlangsung keras. Dampaknya, kini giliran Lazio yang mendapatkan hadiah penalti dari Gianluca Rocchi.Tepatnya pada menit ke 71, Konstantinos Manolas yang sedari tadi pontang-panting menjaga 'keperawanan' gawang Alisson Becker, tanpa sengaja menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak penalti.Ciro Immobile yang menjadi eksekutor tendangan penalti tak menyia nyiakan peluang emas ini, bola melesak masuk ke arah kiri gawang Roma. Skor menjadi 2-1.Tahu bahwa Lazio kian menggarang pasca gol Immobile, Roma pun memilih untuk bertahan sekuat tenaga. Meski mendapat tujuh menit tambahan waktu, Lazio tak sunggup mencetak gol balasan. Roma pun keluar sebagai pemenang.[suggestedarticle]Susunan Pemain AS Roma vs Lazio:AS Roma (4-3-3): Alisson, Kolarov, Fazio, Manolas, Alessandro Florenzi (80' Bruno Peres), Kevin Strootman, De Rossi, Radja Nainggolan (85' Juan Jesus), Perotti, Edin Dzeko, El Shaarawy (73' Gerson).Lazio (3-5-2): Strakosha, Bastos, de Vrij, Radu (77' Patric), Marusic, Parolo, Lucas Leiva (58' Nani), Milinkovic-Savic, Luli (58' Jordan Lukaku), Alberto, Immobile.
  501 kali
1511033377687 tag