(Foto: dailymail.co.uk)

Juventus Raih Gelar Coppa Italia Tiga Musim Beruntun, Kalahkan Lazio di Final

Juventus mentereng! Kalahkan Lazio 2-0 di Stadion Olimpico, Kamis (18/5) dinari WIB, membuat Bianconeri sukses meraih gelar juara Coppa Italia tiga kali beruntun.

Sebelumnya Juventus memenangkan Coppa Italia pada musim 2015 dan 2016. Selain itu, Juventus pun tercatat sebagai tim yang paling banyak memenangkan Coppa Italia, yaitu 12 kali juara.

Juventus yang berpeluang mengamankan treble winners seperti Inter Milan pada 2010, pada laga ini menurunkan skuat terbaiknya antara lain Gonzalo Higuain, Dani Alves, Paolo Dybala, Bonucci dan Chiellini. Di sisi lain, para pemain itu akan kembali tampil pada penentuan gelar Serie A dan final Liga Champions melawan Real Madrid, 3 Juni 2017.

Arsenal Mau Keluarkan Dana Rp 583 Miliar untuk Dapatkan Bek Juventus ini


Namun keputusan pelatih Max Allegri untuk menurunkan skuat utama membuahkan hasil. Bek sayap kanan, Daniel Alves, menjebol gawang Lazio setelah menerima umpan silang Alex Sandro dari sayap kiri pada menit 12.

Alex Sandro menjadi aktor atas gol kedua Juventus yang tercipta dari tandukan Leonardo Bonucci yang berdiri tanpa terkawal di mulut gawang Strakosha pada menit 24. Babak pertama berkahir dengan skor 2-0.

Pada awal babak kedua, Lazio memasukkan Felipe Anderson menggantikan Bastos. Felipe Anderson langsung menggendor pertahanan Juventus lewat sepakan keras yang dilepaskan dari sisi sayap, namun bola berhasil diamankan kiper Juventus Neto pada menit 54.

Felipe Anderson dan Dusan Basta melakukan serangan kombinasi kemudian melepaskan umpan kepad Immobile, sayang bekas penyerang Dortmund itu tidak mampu menghasilkan gol pada menit 60.

Di sisi lain, pada pertengahan babak kedua Juventus tetap melancarkan serangan dari sisi sayap. Namun tendangan Higuain dari umpan Daniel Alves hanya menghasilkan tendangan penjuru.

Kiper Lazio melakukan penyelamatan apik saat mematahkan peluang Higuain dari umpan Daniel Alves pada menit 90. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.

Susunan pemain:
Juventus: Neto; Barzagli, Bonucci, Chiellini, Alex Sandro; Marchisio, Rincon; Dani Alves, Dybala (Mario Lemina 78), Mandzukic; Higuain

Lazio: Strakosha; Bastos (Felipe Anderson 53), De Vrij (Luis Alberto 69), Wallace; Basta, Biglia, Parolo (Stefan Daniel Radu 21), Milinkovic-Savic, Lulic; Immobile, Keita

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Pemain Juventus Ini Merasa Dibohongi Media
Leonardo Bonucci merasa rumor yang belakangan sedang kencang berembus hanyalah rekaan media. Ia pun meluruskan isu miring tersebut.  Bek La Vecchia Signora tersebut semakin santer dirumorkan hengkang dari Juventus. Setidaknya dua klub Liga Primer Inggris, Chelsea dan Manchester City, mengincar jasa Bonucci untuk musim depan. [suggestedarticle]Antonio Conte dikabarkan ingin reuni dengan mantan anak asuhannya semasa melatih Juventus. Sementara itu, Pep Guardiola pernah memuji permainan Bonucci.Bek berusia 30 tahun itu memang tengah dalam masa emasnya dan dikenal punya tekel serta visi operan berkualitas. Namun, Bonucci membantah kabar soal hengkang dari Allianz Stadium. "Itu (berita mengenai kepindahan) hanya omong kosong belaka. Kalian semua, para jurnalis telah mengarang segalanya," ujar Bonucci kepada La Stampa.Bonucci sudah tujuh musim membela Juventus dan berkontribusi besar mempersembahkan 12 gelar untuk klub Turin itu.
visibility  772 kali
Tiga Nama Berhasil, Ini Pemain Keempat Yang Bakal Direkrut Milan
Sukses mendapatkan tiga pemain baru di bursa transfer musim panas ini, tak membuat AC Milan berhenti menggaet pemain baru.Sebelumnya sudah ada nama seperti Mateo Musacchio, Franck Kessie, dan Ricardo Rodriguez yang resmi akan beseragam Rossonerri pada musim depan.Saat ini Milan dipastikan sudah hampir sepakat mendatangkan bintang muda Lazio, Balde Keita.Hal ini dikonfirmasi langsung oleh sang agen, Roberto Calenda, dimana kedua tim sudah mencapai kata sepakat."Setelah beberapa bulan, kami akhirnya bertemu presiden Claudio Lotito. Lazio memberitahukan kami bahwa mereka mencapai kesepakatan dengan Milan," ujarnya kepada Sky Sport Italia."Sangat sulit mengetahui harga yang dipatok oleh Lazio. Kami berbicara banyak hal dengan Lotito. Tapi, tak pernah ada tawaran nyata untuk memperpanjang kontrak," pungkas dia.[suggestedarticle]Kontrak Balde di Lazio akan habis pada musim panas tahun 2018 mendatang, tentu Lazio tak ingin kehilangan pemain muda itu dengan bentuk gratis.Diyakini harga Keita bisa mencapai €50 juta. Jumlah itu merupakan harga paket, namun Milan juga bakal mendapatkan kapten I Biancocelesti, Lucas Biglia.Sepanjang musim 2016/17, Keita bermain sebanyak 34 laga dengan mencetak 16 gol dan 6 assist di semua kompetisi.
visibility  1509 kali
Seragam Tempur Baru Juventus Untuk Musim 2017/2018
Kampiun Serie-A 2016/2017, Juventus memperkenalkan jersey kandang terbarunya untuk mengarungi musim 2017/18. The Old Lady juga menyematkan logo terbarunya yang bertuliskan huruf "J" di bagian dada. Masih menggandeng apparel ternama asal Jerman, Adidas. Kini tampilan seragam tempur Juventus terlihat lebih garang. Dengan warna kebesaran hitam putih, tampilan kancing di bagian leher tanpa kerah, serta pola tiga garis Adidas yang tak lagi di posisi lengan, melainkan di bagian tubuh samping. [suggestedarticle] Vi presentiamo il nostro nuovo Home Kit 2017/18 by @adidasfootball #HereToCreate #ForzaJuve https://t.co/gt7NSaqZQv pic.twitter.com/H9oIwve0OU — JuventusFC (@juventusfc) June 7, 2017 Peluncuran jersey dan Logo baru Juventus ini sekaligus menandakan era baru untuk klub yang bermarkas di kota Turin tersebut serta melupakan kegagalan Gianluigi Buffon dan kawan-kawan yang gagal menyabet titel treble winner setelah kalah dari Real Madrid 4-1 di final Liga Champions. 
visibility  456 kali
Kontrak Baru, Allegri di Juventus Sampai Tahun 2020
Massimiliano Allegri memastikan akan berada di Juventus hingga tahun 2020 mendatang usai mendapati kontrak baru dari klub asal Turin tersebut.Musim ini Allegri berhasil meraih dua trofi yakni Scudetto Serie A dan Coppa Italia, ia dikabarkan diminati sejumlah klub Eropa. Namun ia gagal membawa Juventus berjaya di Liga Champions, usai kalah di partai final dari Real Madrid.[suggestedarticle]Beberapa klub seperti Arsenal dan Paris Saint Germain sempat meminati jasa Allegri. Namun Allegri kini telah memutuskan untuk bertahan di Juve dengan memperpanjang kontraknya sampai 2020. Felice di proseguire il percorso insieme: costruiamo le fondamenta per riprovarci! @juventusfc #finoal2020 — Massimiliano Allegri (@OfficialAllegri) 7 Juni 2017 "Juventus dengan senang hati mengumumkan bahwa Massimiliano Allegri telah menandatangani pembaruan kontrak sampai 2020," demikian bunyi pernyataan Juve di situs resminya. OFFICIAL: @OfficialAllegri renews Juventus contract until 2020: https://t.co/mo7oZX8SoD #Allegri2020 pic.twitter.com/PP8vsmPCTi — JuventusFC (@juventusfcen) June 7, 2017 Allegri datang ke Juventus pada tahun 2014 lalu menggantikan Antonio Conte. Total tujuh trofi sudah diraih oleh dirinya bersama Bianconeri.
visibility  174 kali
Belum Terbiasanya Allegri Hadapi Tim Besar dan Pemain Bintang di Eropa
Dua kali menembus babak final sekelas Liga Champions, dua kali pula Massimiliano Allegri memupus harapannya membawa piala ‘Si Kuping Besar’ pulang ke Turin bersama anak asuhnya Juventus. Tak ada alasan lagi untuk tidak mengevaluasi mental, psikologi pertandingan final, mempelajari taktik permainan lawan di final dan tekanan yang terjadi pada laga final. Allegri seharusnya sudah belajar banyak saat Juventus kalah lawan Barcelona di final Liga Champions dua tahun silam di Olympiastadion Berlin, Jerman dengan skor juga cukup telak 3-1. Pertama kali Max Allegri merasakan kakinya di laga final UCL. Pada UCL 2015 itu Juventus tampil mengejutkan dengan mampu mengalahkan Real Madrid di semifinal. Tak diunggulkan Alvaro Morata yang menjadi bintang kala itu dengan sumbangan dua golnya di laga home dan away, mengantarkan Juventus menang agregat 3-2 atas Madrid dan melaju ke Final. Di musim itu juga Juventus tak ada tandingannya di Italia, bertitel juara Liga dan Copa Italia misi menyabet treble winner dengan gelar UCL jadi misi sulit kala itu.[suggestedarticle] Di final mereka menghadapi Barcelona. Lagi-lagi, Barcelona yang pada tahun itu sangat menakutkan dengan trio MSNnya (Messi, Suarez, Neymar) masih dijagokan untuk juara. Buktinya, gol cepat Rakitic menit ke-4 hanya mampu diimbangi Juventus dimenit ke-55 oleh gol Morata. Sesudah itu, Barcelona lah yang menjadi raja dengan tambahan gol Suarez menit ke-68 serta Neymar di injury time. Betapa mematikannya trio MSN di depan gawang lawan pada musim itu. 122 gol dicetak oleh mereka, 58 gol Messi, 38 gol Neymar dan 28 oleh Suarez, membuat pertahanan yang dibangun Allegri bersama Bonucci, Barzagli, serta Buffon masih saja bisa ditembus. Bila kita flashback ke belakang, saat Allegri masih menangani AC Milan. Mungkin beberapa laga penting Allegri bersama Milan di liga Champions sama saja tak pernah belajar. Beberapa kali melawan tim-tim Spanyol macam Barcelona atau Atletico Madrid, Allegri masih saja kesulitan kala berjumpa mereka yang datang dengan nama tim besar, pemain mega bintang, juga tim yang bagus. Musim 2010/11 Allegri berhasil mempersembahkan gelar scudetto bagi Il Rossoneri, namun langkah Milan harus terhenti di babak 16 besar oleh Tottenham Hotspurs. Musim 2011/12 tim merah hitam itu juga tersisih pada 8 besar oleh Barcelona dengan agregat 1-3, walau di liga lokal Allegri hanya mengantarkan Milan finish peringkat kedua dan juara Piala Super Italia. Musim 2013/14 giliran Atletico Madrid yang memupus harapan Allegri melangkah lebih jauh di UCL. Skor telak 1-5 menjadi akhir buruk bagi Allegri bersama Milan pada musim itu di UCL. Atau saat mitos di UCL beberapa tahun terakhir, tim yang mampu mengalahkan Barcelona di babak 16 besar dan seterusnya bakal keluar sebagai juara. Musim 2012/13, pada babak 16 besar Milan bertemu Barcelona. Berhasil unggul 2-0 di leg 1 melalui gol Boateng serta Muntari kala itu, Milan sangat diunggulkan mengalahkan Barca meskipun leg ke 2 bermain di Camp Nou. Alih-alih menang atau sekedar menahan imbang, Milan dihancurkan Messi dkk dengan 4-0, agregat 2-4. Mega bintang Lionel Messi masih menjadi momok menakutkan bagi Mr. Allegri. Pindah dari Milan ke Juventus, Allegri masih bisa membuat Juventus mendominasi di kompetisi domestik. Meneruskan meraih scudetto di musim 2014/15 dan juara Copa Italia menjadi bukti Allegri masih bisa dikatakan kuat di Negeri Pizza itu. Musim 2015/16 Allegri juga masih bisa mengantarkan Buffon cs mengangkat scudetto dan Copa Italia, ditambah piala Super Italia. Dan di tahun ini, Juventus tetap superior di Italia. Gelar scudetto dan Copa Italia masih tetap berada digenggaman Allegri, hanya gelar Super Italia saja lepas dari Juventus saat dikalahkan Milan. Dengan skuad yang tidak jauh berbeda di setiap musimnya, Buffon ingin mengakhiri karirnya dengan gelar Champions. Juga rasa penasaran Allegri yang selalu susah saat menghadapi tim-tim yang mempunya nama besar dengan para pemain bintang di Eropa. Pelajaran berharga kalah dari Barcelona di final tentu harus dimanfaatkan benar oleh Allegri. Namun kembali, entah apa yang salah dari taktik Allegri atau Juventus di pertandingan penting saat melawan tim besar.[suggestedarticle] Sama seperti final melawan Barcelona. Jumpa Real Madrid di final kemarin (04/06) Juventus tertinggal terlebih dahulu dan bisa menyamakan skor oleh Mario Mandzukic. Tetapi setelah gol Mandzukic itu mereka bukan lagi Juventus yang terkenal dengan pertahanan kokoh. Permainan Juventus bersama Allegri kuat dalam bertahan dan begitu cepat ketika melakukan serangan balik mengandalkan lini sayap, mendelay permainan, mengikuti alur permainan yang menjadi ciri Juventus seakan tak kelihatan begitu di laga final kemarin. Di mana trio BBC (Bonucci, Barzagli, Chiellini) dimana magis Buffon atau strikernya El Pipita Gonzalo Higuain. Yang ada hanya nama Christiano Ronaldo, Casemiro, dan Asensio pencetak gol Madrid semalam yang keluar sebagai juara dengan skor telak 4-1. Allegri mengulang kesalahannya untuk kesekian kalinya. Begitu susah saat berjumpa tim besar dan pemain mega bintangnya, apalagi di partai-partai penting sekelas laga final. Setelah trio MSN kini CR7. Seakan tak mampu membendung kekuatan pemain besar lawan. "Kami memainkan babak pertama yang benar-benar bagus dan tidak memanfaatkan peluang kami. Pjanic mengalami masalah lutut, Real Madrid menaikkan tempo dan kami mengalami 15 menit yang sulit," ujar Allegri dikutip dari espnfcasia.com. "Jelas kita perlu memperbaiki tim untuk menaikan level yang lebih tinggi. Setelah liburan kita akan kembali bekerja. Sepakbola memberikan kami kesempatan untuk melangkah lagi tahun depan." ungkap Allegri.Tulisan dibuat oleh suporter Milan asal Sidoarjo, Budi Ainul.
visibility  1055 kali
Kisah Kecupan Sexy Wonder Woman Gal Gadot Jelang Laga di Cardiff
Nama aktris Gal Gadot sedang naik daun seiring penampilannya dalam film Wonder Woman. Ibarat magnet, sosok sexy-nya menjadi jaminan pengundang perhatian publik.Tak terkecuali partisipasinya dalam Final Liga Champions 2016-17 di Millenium Stadium, Cardiff, Wales akhir pekan lalu, Minggu dini hari (4/6/17). Meski tak hadir langsung di lapangan, pesonanya justru sudah membius publik sebelum laga digelar.Dalam akun resmi Liga Champions, Gal Gadot merilis video pendek yang berisi dorongan semangat kepada Juventus dan Real Madrid yang akan saling berduel memperebutkan trofi juara. Tak ada keberpihakan di sana. Hanya sapaan untuk menyemangati kedua tim.Tapi, saksikan di akhir video... ada kecupan manis untuk kedua tim, pemain yang berlaga, serta semua pencinta sepakbola... 🌟 Hollywood star @GalGadot wishes Juve and Madrid good luck before today's #UCLfinal! #AccessAllAreas pic.twitter.com/kNVGqWviYq — #UCLfinal (@ChampionsLeague) June 3, 2017
visibility  4972 kali
Gagal di Liga Champions, Max Allegri Tetap Diminati Klub Lain
Gagal menjuarai Liga Champions bersama Juventus ternyata tidak membuat Massimiliano Allegri sepi peminat. Juventus kalah telak 1-4 dari Real Madrid di Stadion Millennium, Cardiff, Wales, Minggu (4/6/2017) dini hari WIB. Atas hasil itu, La Vecchia Signora sudah tujuh kali kalah di final Liga Champions.[suggestedarticle]Namun, Juventus tetap bisa berbangga diri dengan merajai Serie A dan merengkuh gelar juara Copa Italia.Seperti dikabarkan Football Italia, tangan dingin Allegri yang membuat Juventus mendominasi kompetisi domestik membuat Paris Saint-Germain mendekati pelatih itu. Bahkan PSG siap memberi gaji 10 juta Euro untuk menggantikan Unai Emery.Dilansir Gazzetta dello Sport, Allegri masih betah di Turin, tapi meminta beberapa penyesuain dari manajemen klub demi bisa mewujudkan impian menjuarai Liga Champions bersama Juventus.[suggestedarticle]Allegri ingin Beppe Marotta mendatangkan dua pemain kelas dunia, serta mencari kerangka tim untuk jangka panjang. Pelatih 49 tahun itu juga mengharapkan peningkatan gaji dari pendapatan 5,5 juta Euro yang diterimanya selama ini.
visibility  478 kali
Bonucci Akui Kelewat Percaya Diri
Leonardo Bonucci mengakui keunggulan lawannya setelah Juventus tumbang 4-1 dari Real Madrid di final Liga Champions, Minggu (4/6/2017) dini hari WIB.   Bek Timnas Italia itu sempat amat yakin akhir pekan kemarin menjadi waktu yang tepat bagi Juventus untuk merengkuh gelar juara. Namun, kenyataannya berlangsung beda.[suggestedarticle]  Setelah La Vecchia Signora kalah dari Barcelona dua musim lalu, Bonucci sangat yakin musim 2016/2017 menjadi giliran pasukan Massimiliano Allegri angkat trofi Liga Champions.   "Kekecewaan itu ada, itu nyata. Kami sempat berpikir dan percaya bahwa ini adalah saat yang tepat. Tapi sayangnya itu tidak terjadi. Selamat untuk Real atas kemenangan ini," tulis Bonucci dalam akun Instagram pribadinya.   Sempat menahan imbang Madrid 1-1 di babak pertama, Juventus kehilangan kendali permainan pada paruh kedua. Di menit 86, keadaan semakin buruk saat Juan Cuadrado mendapat kartu merah.   "Yang tetap ada adalah rasa bangga menjadi bagian tim ini. Kami telah membawa pulang dua gelar dan melakukan sesuatu yang sungguh unik. Terima kasih kepada fans Juventus yang ada untuk 'Nyonya Tua', yang masih mendukung dan akan selalu mendukung. Dalam kekalahan ataupun kemenangan. Sampai akhir," pungkas Bonucci.   La delusione c'è, esiste. Pensavamo e credevamo che questa volta sarebbe stata quella giusta. Purtroppo non è stato così. Complimenti al Real per la vittoria. Resta però l'orgoglio di aver fatto parte di questo gruppo. Abbiamo portato a casa 2 titoli, facendo qualcosa di veramente unico. Un applauso a Voi tifosi che per la Vecchia Signora, c'eravate, ci siete e ci sarete sempre. Nelle sconfitte e nelle vittorie. #finoallafine #LB19 #atestaalta A post shared by Leonardo Bonucci (@bonuccileo19) on Jun 3, 2017 at 4:07pm PDT
visibility  1247 kali
VIDEO Momen Kejadian Ledakan di Tengah Nobar Liga Champions
Suasana ricuh muncul di tengah kerumunan sekitar 20 ribu orang saat suara mirip ledakan muncul di Piazza San Carlo, Turin, Italia dan menyebabkan kerumunan massa terpecah.Akibat kejadian itu sekitar 600 orang cedera, lima di antaranya dalam kondisi kritis, termasuk bocah berumur empat tahun yang mengalami trauma di bagian dada dan kepala.[suggestedarticle]Sumber suara mirip ledakan sempat dikira bom, namun seperti yang diberitakan Football Italia kini dugaan mengarah petasan atau gerbang metal yang jatuh dekat lokasi kerumunan.Orang-orang berlarian berusaha menyelamatkan diri dalam keadaan panik membuat ratusan orang terluka akibat tergencet dan terinjak.
visibility  512 kali
Gigi Buffon Tanggal di Kaki Emas Cristiano Ronaldo
Tak ada yang menyangkal reputasi Gianluigi Buffon sebagai kiper hebat di dunia. Bak Superman, kiper kelahiran 28 Januari 1978 ini sudah tak terhitung membuat penyelamatan gemilang untuk timnya. Tapi, entah kenapa, ibarat Superman yang selalu tak berdaya jika berhadapapan dengan 'kryptonite'; catatan statistik Buffon selalu luluh-lantak jika berhadapan dengan Cristiano CR7 Ronaldo.Dini hari tadi di Millennium Stadium, Cardiff, Minggu (4/6/17) untuk kesekian kalinya Ronaldo kembali menjadi aktor utama keruntuhan kebesaran Buffon. Dua gol dicetak striker asal Portugal itu untuk mengandaskan perlawanan Juventus, 4-1! Kegagahan Juventus musim ini usai merebut scudetto enam kali berturut-turut plus rekor kebobolan Buffon hanya 3 gol sepanjang Liga Champions musim ini runtuh seketika. Tuah Ronaldo, langganan kesialan Buffon, kembali beraksi.Sebelum duel di Cardiff, Minggu (4/6/2017), Buffon sudah empat kali berhadapan dengan Ronaldo. Rekornya buruk sekali: kebobolan 5 gol dari total 6 kali percobaan yang dilakukan Ronaldo.Dengan tambahan 2 gol dini hari tadi, kini Ronaldo memantapkan posisinya sebagai pemain yang paling banyak membobol Gianluigi 'Super Gigi' Buffon. Hebatnya, gol itu dicetak dengan usaha minimal. Menurut Opta, dari 8 kali attempt on goal, 7 di antaranya menjadi gol.Gianluigi Buffon masih harus menyimpan mimpinya mencium trophy Liga Champions. Tiga kali tampil di final, tiga kali pulang dengan wajah lesu.
visibility  2652 kali
1496566801784 tag