(Foto: bolalob)

Hore! Stasiun TV yang Siarkan SEA Games 2017 Bertambah

Kabar baik untuk masyarakat Indonesia. Stasiun televisi yang akan menyiarkan SEA Games 2017 Kuala Lumpur bertambah setelah sebelumnya Emtek Group dipastikan mengambil hak siar ajang dua tahunan tersebut.

Sebelumnya SEA Games 2017 akan disiarkan oleh SCTV, Indosiar, dan channel tv berbayar di Nexmedia. Kini saluran televisi milik pemerintah, TVRI juga akan menyiarkan SEA Games 2017.



TVRI rencananya akan menyiarkan total 50 jam program SEA Games 2017. Kepastian TVRI sebagai salah satu pemegang hak siar diumumkan lewat akun twitternya. "Segera di TVRI...#AyoNontonTVRI."

SEA Games 2017 akan berlangsung secara resmi tanggal 19-30 Agustus 2017. Namun beberapa cabang akan dimulai lebih awal, salah satunya sepak bola yang akan dimulai tanggal 14 Agustus.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Thailand Berharap Futsal Dipertandingkan di SEA Games 2019
Meski makin berkembang pesat, Futsal rupanya masih menjadi Cabang Olahraga yang kurang menjanjikan bagi negara yang tidak mengembangkannya dengan baik, salah satunya Filipina.Dalam Rapat South East Asean Games Federation (SEAGF) pada 15-16 Mei di Hotel Shangrilla, Manilla, Fiipina, tuan rumah SEA Games 2019 tersebut tidak memasukan Futsal ke dalam cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Minat negara tersebut untuk memainkan futsal di SEA Games rupanya hampir tidak ada.Bahkan dalam daftar waiting list cabor yang berencana dimasukan, futsal kalah pamor dengan Netball, Obstacle Course, Sambo, Skateboarding, Shuttlecock, Surging, Water Skiing, Rock Climbing, Aero Sports dan bahkan e-sports.Mengenai hal ini, ketua futsal Thailand, Adisak Benjasiriwan, bakal berusaha agar cabang ini dipertandingkan di Filipina.[suggestedarticle=3]"Futsal menjadi olahraga yang menjadi salah satu pendulang emas berpengaruh sejak 2007. Jadi kami berharap kita bisa membicarakan hal ini dan tetap dipermainkan di SEA Games. Kami akan mencoba mempresentasikan futsal di pertemuan kedua," ungkap Adisak dilansir SMMSport.Futsal memang menjadi salah satu Cabor pendulang emas Thailand. Sejak digulirkan pada 2007, Thailand selalu meraih medali emas baik putra maupun putri."Saat ini di setiap negara di Asia Tenggara bermain futsal. Vietnam, Myanmar, Brunei, Malaysia, Indonesia, Laos atau bahkan Malaysia memiliki memiliki kompetisi level klub. Jadi untuk mengembangkan futsal harusnya tetap digelar di SEA Games 2019," tandas Adisak yang juga pemilik Chonburi Bluewave.Agar dapat dipertandingkan di SEA Games 2019, Futsal harus direkomendasikan minimal oleh empat negara dengan batas pengajuan 13 Juni mendatang.
  501 kali
Ini Kiprah Cabor Futsal di SEA Games
Sejak digelar pertama kali pada 1959, Futsal baru masuk ke dalam cabang olahraga di SEA Games sejak 2007 saat digelar di Nakhonratchasima, Thailand.Pada gelaran pertama tersebutlah yang menjadi rekor peserta terbanyak di cabor futsal dengan tujuh tim putra dan enam tim putri. Setelahnya, jumlah peserta hanya mentok di enam hingga lima negara saja.Bahkan di SEA Games 2017 lalu hanya lima negara yang mengirimkan tim di cabor ini baik putra maupun putri.Dala perolehan medali, Thailand yang menjadi unggulan pertama di ajang ini tak pernah lepas dari medali emas baik putra maupun putri. Sejak 2007 mereka memboyong medali emas di cabor futsal.Di kategori putra, Indonesia hanya mampu meraih tiga medali perunggu. Sedangkan kategori putri baru mengantongi satu perunggu.Kiprah Futsal di SEA Games:2007 - NakhonratchasimaPutra - 7 TimEmas - ThailandPerak - MalaysiaPerunggu - IndonesiaPutri - 6 TimEmas - ThailandPerak -VietnamPerunggu - Filipina2011 - JakartaPutra - 6 TimEmas - ThailandPerak - VietnamPerunggu - IndonesiaPutri - 5 TimEmas - ThailandPerak - VietnamPerunggu - Myanmar2013 - Nay Pyi TawPutra - 6 TimEmas - ThailandPerak - VietnamPerunggu - IndonesiaPutri - 5 TimEmas - ThailandPerak - VietnamPerunggu - Malaysia2015 - Singapura - Tidak Digelar2017 - Kuala LumpurPutra - 5 TimEmas - ThailandPerak - MalaysiaPerunggu - VietnamPutri - 5 TimEmas - ThailandPerak - VietnamPerunggu - Indonesia
  552 kali
Futsal Jadi Cabor Resmi SEA Games 2019, Begini Syaratnya
Dalam Rapat South East Asean Games Federation (SEAGF) pada 15-16 Mei di Hotel Shangrilla, Manilla, Fiipina, tuan rumah SEA Games 2019 tersebut tidak memasukan Futsal ke dalam cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Minat negara tersebut untuk memainkan futsal di SEA Games rupanya hampir tidak ada.Bahkan dalam daftar waiting list cabor yang berencana dimasukan, futsal kalah pamor dengan Netball, Obstacle Course, Sambo, Skateboarding, Shuttlecock, Surging, Water Skiing, Rock Climbing, Aero Sports dan bahkan e-sports.Meski begitu masih ada harapan untuk Futsal masuk ke SEA Games edisi ke-30 tersebut. Negara peserta lain hanya harus mengirimkan surat pengajuan paling lambat 13 Juni mendatang. Penentuan daftar cabor akhir SEA Games 2019 diumumkan pada November mendatang.[suggestedarticle=3]Bukan hanya itu, menurut ketua Komite Olimpiade Indonesia, Erick Tohir, minimal olahraga yang diajukan tersebut mendapat dukungan dari 4 negara peserta."Ya, kita akan segera koordinasikan dengan PB IPSI apalagi usulan memasukkan cabor tambahan minimal didukung 4 negara peserta sesuai ketentuan yang berlaku. Dan, usulan penambahan cabor sudah harus disampaikan 13 Juni 2018," jawabnya saat ditanya pengajuan pencak silat ke SEA Games 2019 seperti dilansir Bolasport.Selain itu pengajuan ini juga masih akan diverifikasi dan ditentukan lagi sebelum akhirnya diumumkan pada November 2018 mendatang.Ajang ini sendiri bakal digelar pada 30 November hingga 10 Desember di Clark City, kota baru yang akan dibangun oleh Filipina, serta dua kota penopang yaitu Metro Manila dan Subic Freeport.
  862 kali
Waduh! Futsal Terancam Absen di SEA Games 2019
Meski makin berkembang pesat, Futsal rupanya masih menjadi Cabang Olahraga yang kurang menjanjikan bagi negara yang tidak mengembangkannya dengan baik, salah satunya Filipina.Dalam Rapat South East Asean Games Federation (SEAGF) pada 15-16 Mei di Hotel Shangrilla, Manilla, Fiipina, tuan rumah SEA Games 2019 tersebut tidak memasukan Futsal ke dalam cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Minat negara tersebut untuk memainkan futsal di SEA Games rupanya hampir tidak ada.Bahkan dalam daftar waiting list cabor yang berencana dimasukan, futsal kalah pamor dengan Netball, Obstacle Course, Sambo, Skateboarding, Shuttlecock, Surging, Water Skiing, Rock Climbing, Aero Sports dan bahkan e-sports.[suggestedarticle=3]Di ajang futsal lain, Filipina memang menjadi salah satu tim gurem. Bahkan di ajang sekelas Asia Tenggara saja mereka selalu jadi bulan-bulanan meski pernah meraih peringkat ketiga kejuaraan AFF pada 2009 dan 2010.Di gelaran terakhir pada 2017 lalu, Filipina bahkan menjadi bulan-bulanan dengan kemasukan 75 gol dan tanpa memasukan sama sekali.Meski begitu masih ada harapan untuk Futsal masuk ke SEA Games edisi ke-30 tersebut. Negara peserta lain hanya harus menigirimkan surat rekomendasi paling lambat 13 Juni mendatang. Penentuan daftar cabor akhir SEA Games 2019 diumumkan pada November mendatang.
  816 kali
Ini 30 Cabang Olahraga yang Bakal Dipertandingkan di SEA Games 2019 Filipina
Rapat South East Asean Games Federation (SEAGF) pada 15-16 Mei di Hotel Shangrilla, Manilla, Filipina, menghasilkan beberapa keputusan, salah satunya pengajuan Cabang Olahraga yang akan dipertandingkan di SEA Games ke-30 pada 2019.Tuan rumah Filipina mendapatkan kekuasaan untuk menentukan cabang olahraga mana yang akan dimainkan. Filipina akhirnya memilih 30 cabor yang akan dipertandingkan di SEA Games pada 2019 mendatang.Awalnya Bulu Tangkis tidak dimasukan Filipina dalam daftar awal. Namun pihak Indonesia yang diwakili ketua Komite Olimpiade (KOI) Erick Tohir, mengajukan keberatan atas tidak dimasukannya salah satu cabor unggulan tersebut.Atas dukungan negara lainnya, Bulu Tangkis akhirnya termasuk dalam 30 cabor yang akan dipertandingkan. Untuk cabang olahraga lain.[suggestedarticle=3]"Sama seperti di Malaysia saat tuan rumah SEA Games ke-29, Philipina yang menjadi tuan rumah SEA Games ke-30 juga punya full power dalam menentukan cabor yang dipertandingkan. Di pertemuan awal SEAGF, kita menyampaikan keberatan dan baru sukses meloloskan cabor bulutangkis dari 30 cabor usulan," kata Tohir.Olahraga unggulan lainnya seperti Pencak Silat baru akan diusulkan setelah rapat ini dengan bantuan dukungan dari negara Asean lainnya. Pengajuan Cabor yang tidak termasuk dalam daftar bisa diajukan paling lambat 13 Juni mendatang.Penentuan Cabor dalam SEA Games 2019 tersebut bakal digelar pada rapat akhir SEAGF November mendatang.Ajang ini sendiri bakal digelar pada 30 November hingga 10 Desember di Clark City, kota baru yang akan dibangun oleh Filipina, serta dua kota penopang yaitu Metro Manila dan Subic Freeport.Berikut daftar 30 Cabor awal di SEA Games 2019:1. Atletik2. Akuatik3. Memanah4. Bulu Tangkis5. Bisebol/Sofbol6. Bola Basket7. Billiar8. Boling (ten-pin)9. Tinju10. Sepeda11. Berkuda/Polo12. Anggar13. Sepakbola14. Golf15. Senam[suggestedarticle=3]16. Judo/Jujitsu17. Karatedo18. Berlayar19. Sepak Takraw/Chinlone20. Menembak21. Squash22. Taekwondo23. Triathlon24. Bola Voli25. Angkat Besi26. Gulat/Kurash27. Wushu28. Arnis29. Dancesport30. Muay
  502 kali
Ini Lirik Nyanyian Rasis Suporter Malaysia yang Membuat Mereka Kena Hukuman AFC
Unggahan akun instagram malayantiger.my yang menyebut Ultras Malaya sebagai yang terbaik di Asia menjadi perdebatan panas. Terlebih bila menengok ke belakang, Ultras Malaya sempat menjadi sorotan pada SEA Games 2017 lalu.Kala itu, Ultras Malaya menghina Singapura dan Brunei dan menuai protes. Alhasil hukuman dari AFC pun turun berupa denda dengan peringatan keras. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akhirnya harus membayar denda sebesa 420 juta rupiah.[suggestedarticle=3]"Kami datang ke Shah Alam, satu jiwa mendukung Malaysia, Singapura adalah anj*ng, dan harus dibunuh. Singapura adalah anj*ng, Singapura adalah anj*ng, Singapura adalah anj*ng."Sementara itu lagu yang menghina Brunei tidak berbeda dengan lagu saat melawan Singapura. Hanya saja lirik Singapura diganti menjadi Brunei."Kami datang ke Shah Alam, satu jiwa mendukung Malaysia, Brunei adalah anj*ng, dan harus dibunuh."Akun instagram malayantiger.my pun kini tengah diserbu oleh netizen khususnya dari Indonesia. Mayoritas tidak mengakui klaim bahwa Ultras Malaya merupakan yang terbaik di Asia.
  3103 kali
SEA Games 2017: Putra Terpuruk, Putri Bersinar
SEA Games 2017 menjadi SEA Games terburuk bagi Timnas Futsal Putra yang untuk pertama kalinya tidak meraih medali. Sebaliknya bagi Timnas Futsal Putri menjadi sejarah karena pertama kalinya menyumbangkan medali bagi Indonesia.Kegagalan Timnas Futsal Putra sendiri merupakan puncak dari drama yang awalnya Tidak berangkat kemudian diberangkatkan, tapi dengan waktu yang mepet. Berbeda dengan Timnas Futsal Putri yang melakukan persiapan jauh-jauh hari.Timnas Futsal Putri kali ini ditangani oleh Andre Picessa dan langsung melakukan seleksi pada 16-20 Mei di Purwokerto. Dua puluh empat pemain diseleksi untuk menentukan 18 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan.[suggestedarticle=3]Ketika Timnas Futsal Putri sudah melakukan seleksi kemudian TC, Timnas Futsal Putra baru dijawalkan melakukan seleksi pada 3 Juli. Tapi, apa yang terjadi seleksi mengalami pengunduran hingga waktu yang tak ditentukan meski 31 nama pemain sudah ditentukan untuk ikut seleksi oleh Victor Hermans.Selain belum mulainya seleksi, Timnas Futsal Putra harus menerima jika mereka memakai biaya sendiri jika ingin bertanding di SEA Games karena tidak masuk dalam cabor yang diusulkan Satlak Prima ke Komite Olahraga Indonesia (KOI).Sebaliknya, Timnas Futsal Putri mendapat biaya penuh d ari TC hingga bertanding di SEA Games 2017 dari Satlak Prima. Artinya, Timnas Futsal Putri dijagokan meraih medali dibanding Timnas Futsal Putra.Persiapan yang tidak mulai-mulai membuat Vic mulai ralistis memasang target di SEA Games 2017. "Tapi, dengan persiapan yang mepet kami hanya bisa mencoba sebaik mungkin di turnamen nanti, dan sesudah itu akan ada evaluasi," ungkapnya kepada Bolalob.[pagebreak]SEA Games 2017[/pagebreak]Putra dan Putri Beda NasibSEA Games 2017 sendiri hanya diikuti oleh lima negara, yaitu Indonesia, Vietnam, Thailand, Myanmar, dan tuan rumah Malaysia. Baik nomor putra maupun putri akan menggunakan sistem setengah kompetisi dengan semua tim bertemu. Tim yang finish diperingkat tiga besar klasemen akhir mendapat medali.Dukungan Satlak Prima kepada Timnas Futsal Putri terlihat saat Chief de Mission SEA Games 2017, Aziz Syamsudin melihat secara langsung TC Timnas Futsal Putri yang diadakan di lapangan My Futsal, Jakarta pada Rabu (12/7/2017). Sebaliknya, Timnas Futsal Putra masih belum tahu kapan seleksi dan TC.Kabar buruk sempat datang ketika beredar kabar Timnas Futsal Putra tidak diberangkatkan ke SEA Games 2017. PSSI pun sampai harus menanti kepastian dari Federasi Futsal Indonesia (FFI) terkait kabar tersebut. PSSI sendiri memerintahkan Timnas Futsal Putra harus berangkat ke SEA Games 2017.“Alhamdulilah Timnas Futsal Indonesia berangkat ke SEA Games setelah rapat koordinasi dengan FFI. Dalam rapat ini kita membicarakan persiapan dan hal teknis, termasuk keberangkatan dan pembiayaan. Salah satunya adalah kesepakatan formal dengan Ketua PSSI dan FFI,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha.Kemenpora Imam Nahrawi pun meminta Timnas Futsal Putra berlaga di SEA Games 2017. "Kita akan minta PSSI untuk menyiapkan timnasnya. Kita ingin lihat kapan mereka memulai pelatnas. Kalau kita oke tapi FFI dan PSSI tidak menyiapkan, masa kita yang harus bermain. Kalau ada yang bilang enggak didukung fitnah itu. Timnas futsal putri saja kita dukung kok," ungkap Imam.[suggestedarticle=2]Di kala Timnas Futsal Putra masih menjadi polemik. Timnas Futsal Putri sudah menentukan 14 pemain yang akan berlaga di SEA Games 2017 pada 15 Juli. Berikut 14 pemain Timnas Futsal Putri.1. Citra Adisti (Jaya Kencana Angels)2. Diyana Herlina (UPI APK Permata)3. Maulina Novrilyani (Jaya Kencana Angels)4. Novita Murni Piranti (UPI APK Permata)5. Suciana Yuliani (Kebumen Angels)6. Fitri Rosdiana (UPI APK Permata)7. Yunita Sari (UPI APK Permata)8. Diah Tri (UPI APK Permata)9. Susi Susanti (Jaya Kencana Angels)10. Anggi Puspitasari (Jaya Kencana Angels)11. Dinar Kartika (Kebumen Angels)12. Maya Muharina (Netic Ladies)13. Fitriya Hilda (Jaya Kencana Angels)14. Rani Mulyasari (Lampung Angels S-One)Timnas Futsal Putra sendiri akhirnya mengadakan seleksi dan pemusatan latihan pada 4 Agustus yang diikuti 31 pemain. Tapi, tidak ada pencoretan pemain meski hanya 14 pemain yang dikirim ke SEA Games 2017. Pemain sisanya akan terus menjalani seleksi untuk berlaga di event selanjutnya.Kabar menggemparkan datang saat Vic memutuskan untuk tidak mendampingi Timnas Futsal Putra di SEA Games 2017, dan menyerahkannya kepada asistennya Yori van der Torren. "Melihat waktu persiapan ke SEA Games yang dimulai 16 Agustus tentunya sangatlah mepet. Tapi, persiapan ke AIMAG (Asian Indoor dan Martial Arts Games) dibulan September masih memungkinkan," tulisnya disitus resminya."Bahwa kita tetap berangkat ke SEA Games dibawah banyak tekanan berbagai wewenang. Saya akan tinggal bersama 17 pemain di Lombok dan memberikan perhatian penuh kepada mereka," tambahnya.[suggestedarticle]Timnas Futsal Putra akhirnya menentukan 14 pemain yang akan berangkat ke SEA Games 2017. Secara mengejutkan tidak ada nama Randy Satria dan Bambang Bayu Saptaji di skuat SEA Games 2017.1. Muhammad Albagir (BJL Shiba U-20)2. Yusuf Kurniawan (Antam FC)3. Tricahyo Ramadhan (Mataram FC / Vamos FC)4. Andriansyah Agustin (Bintang Timur)5. Rio Pangestu Putra (APK FC)6. Ardiansyah Runtuboy (Black Steel)7. Syauqi Saud (Mataram FC / Vamos FC)8. Anton Cahyo Nugroho (BJL 2000 Shiba)9. Andi Fardiansyah (Kamiada Pelindo IV)10. Eko Sutrisno (Permata Indah)11. Mochammad Iqbal Rahmatullah (Vamos FC)12. Subhan Faidasa (Biangbola)13. Johanis Mustamu (IPC Pelindo II)14. Alexander Bernhard (Black Steel)Timnas Futsal Putra dan Putri akhirnya berangkat ke SEA Games 2017. Tapi, berbeda dengan Timnas Futsal Putri yang menjalani laga uji coba, Timnas Futsal Putra tanpa uj coba sama sekali, bahkan hanya melakukan persiapan selama satu minggu.Tak dinyana, Timnas Futsal Putra berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan raksasa futsal Thailand dilaga pertama mereka di SEA Games 2017. Pertandingan berlangsung di Shah Alam Panasonic Sports Complex pada Minggu (20/8) siang pukul 13.00 WIB. Indonesia berhasil mengalahkan Thailand dengan skor 4-2. Empat gol TiasmN Futsap Ptura dicetak oleh Subhan Faidasa, Sauqy Saud Lubis, dan Alexander Benhard.Timnas Futsal Putri juga berhasil mengalahkan tuan rumah Malaysia dilaga pertama mereka di SEA Games 2017. Pertandingan berlangsung di Shah Alam Panasonic Sports Complex pada Minggu (20/8) sore pukul 16.00 WIB. Timnas Futsal Putri unggul atas tuan rumah dengan skor 2-1. Dua gol Timnas Futsal Putri dicetak oleh Novita Murni dan Susi Susanti.Timnas futsal putra di luar dugaan harus mengakui ketangguhan Malaysia pada laga keduanya di SEA Games 2017, Selasa (22/8) di Panasonic Sports Complex, Shah Alam, Malaysia. Timans Futsal Putra harus takluk dengan skor telak 5-0.Timnas Futsal Putri sebaliknya kembali meraih kemenangan kali ini atas Myanmar dilaga kedua mereka di SEA Games 2017. Pertandingan berlangsung di Shah Alam Panasonic Sports Complex pada Selasa (22/8) siang pukul 10.00 WIB. Timnas berhasil mengalakan Myanmar dengan skor 3-1. Tiga gol Tiamsn Futsal pturi dicetak oleh Rani Mulyasari, Maya Muharina, dan Maulina Novryliani.[suggestedarticle=3]Timnas Futsal Putra kembali kalah kali ini harus mengakui keunggulan Vietnam dilaga ketiga mereka di SEA Games 2017. Pertandingan berlangsung di Shah Alam Panasonic Sports Complex pada Jumat (25/8) siang ini. Sempat unggul, Timnas akhirnya harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor 4-1. Satu gol Tiamsn Futsal Putra dicetak oleh Sauqy.Sebaliknya Timnas Futsal Putri berhasil menahan imbang tim kuat Thailand dilaga ketiga mereka di SEA Games 2017. Pertandingan berlangsung di Shah Alam Panasonic Sports Complex pada Jumat (25/8) sore pukul 16.30 WIB. Timnas berhasil bermain imbang melawan Thailand dengan skor 2-2. Dua gol Timans Futsal Putri dicetak oleh Anggi Puspita Sari dan Rani Mulyasari.Di laga terakhir, Timnas Futsal Putra harus menelan kekalahan menyakitkan di SEA Games 2017 dari Myanmar. Pada pertandingan yang berlangsung di Shah Alam Panasonic Sports Complex pada Minggu (27/8) sore, Timnas unggul 1-0 terlebih dahulu dibabak pertama, tapi berbalik kalah dari Myanmar dengan skor 3-2. Dua gol Tiamsn Futsal Putra dicetak oleh Anton Cahyo, dan Ardiansyah Runtuboy.[suggestedarticle=2]Timnas futsal putri harus menelan kekalahan pertamanya oleh Vietnam dengan skor 2-1 di laga terakhirnya pada Minggu (27/8) di Panasonic Sports Complex, Shah Alam, Malaysia. Satu gol TiasmN Futsal Putri dicetak oleh Novita Murni.SEA Games 2017 pun berakhir dengan Timnas Futsal Putra gagal meraih medali karena finish diperingkat keempat. Sejarah buruk karena untuk pertama kalinya Timnas Futsal Putra gagal menyumbangkan medali. sementara Timnas Futsal Putri menciptakan sejarah dengan meraih medali perunggu. Medali pertama yang disumbangkan Timnas Futsal Putri untuk Indonesia diajang SEA GamesBerikut hasil lengkap cabor futsal di SEA Games.PutraEmas ThailandPerak MalaysiaPerunggu VietnamPutriEmas ThailandPerak VietnamPerunggu Indonesia[Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat ulang sebagai bagian dari Rubrik Stories of the Year untuk membingkai artikel-artikel menonjol sepanjang tahun 2017.]
  1012 kali
Mengalirnya Darah Indonesia di Timnas Malaysia
Ya, betul, ini bukan berita hoax. Tetapi ternyata memang ada seorang pemain nasional Indonesia yang membela Timnas Malaysia. Sang pemain bahkan pernah membobol gawang tim kampung halamannya sendiri pada tahun 2012 silam.Berita ini mencuat pada gelaran SEA Games 2017 yang berlangsung di Malaysia. Saat Timnas U-22 asuhan Luis Milla tengah berjibaku memenuhi target merebut emas dalam gelaran bergengsi itu, kemunculan nama Mahali bin Jasuli sempat menyita perhatian publik.Pemain timnas Malaysia ini memang dialiri darah asli Indonesia. Tepatnya putra asli Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Darah Indonesia ia dapat dari kedua orang tuanya. Sang ayah, Jasuli dan ibunya bernama Masyura meruapakan orang asli Indonesia dari Pulau Bawean, Gresik.[suggestedarticle=3]Ketika Mahali lahir 28 tahun silam, kedua orangtuanya sedang bekerja di Negeri Jiran. Mahali memang lahir dan besar di Selayang, Selangor, Malaysia. Meski kedua orangtuanya kabarnya masih berstatus Warga Negara Indonesia, tak menghalangi Mahali bin Jasuli memantapkan hatinya memilih Malaysia sebagai status kebangsaannya.“Saya lahir dan besar di Malaysia. Karena itu saya memilih berkewarganegaraan Malaysia. Keluarga juga mendukung keputusan saya,” ujar Mahali.[pagebreak]Mendapat Rekomendasi Raja Selangor[/pagebreak]Rekomendasi Raja Selangor’’Raja Selangor memberikan rekomendasi untuknya. Karena itu, kami sama sekali tidak cemas dengan masa depannya,’’ kata sang ayah, Jasuli.Menurut sang nenek yang masih tinggal di Indonesia, warga kampung mengetahui jika cucunya menjadi Warga Negara Malaysia dan masuk timnas negeri itu. "Mahalli dari sejak kecil sudah gemar bermain sepakbola, bakatnya diturunkan dari ayahnya bukan ibunya," tutur Haji Fatma, nenek Jasuli. "Sudah 14 tahun Mahali Jasuli bergabung dalam klub olahraga di Malaysia, sekarang mencapai puncak prestasinya sebagai pemain Timnas Malaysia." [suggestedarticle=3]Nama Mahalli dahulu pernah ramai diperbincangkan publik Indonesia kala berhasil menjebol gawang Indonesia di pertandingan penyisihan Grup B Piala AFF 2012 yang berlangsung pada 1 Desember 2012 silam. Kala itu Indonesia kalah dari Malaysia dengan skor 0-2. Satu gol lainnya dicetak oleh Azamuddin Akil. Indonesia pun gagal melangkah ke babak semifinalDi tengah gencarnya upaya naturalisasi pemain asing atau yang berdarah Indonesia, fakta ada pemain berdarah asli Indonesia membela negeri lain memang cukup disayangkan.[Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat ulang sebagai bagian dari Rubrik Stories of the Year untuk membingkai artikel-artikel menonjol sepanjang tahun 2017.]
  53290 kali
SEA Games 2017 Jadi Sebuah Pelajaran Berharga Timnas Indonesia
Ajang SEA Games 2017 bagi cabang sepak bola memang tak berpengaruh terhadap hitungan rangking FIFA, tapi gengsinya begitu besar bagi negara-negara kawasan Asia Tenggara. Medali emas cabang ini sangat tinggi nilainya, bahkan sampai ada ungkapan bagi Kontingen Indonesia, tak apa-apa jika gagal jadi juara umum SEA Games, tapi asal medali emas sepak bola kita bisa rebut atau bawa pulang.Ekspetasi bagi penggemar sepak bola tanah air, begitu tinggi terhadap keping emas sepak bola. Apalagi, sudah 26 tahun PSSI tak berhasil juga mempersembahkan medali emas SEA Games untuk Kontingen Indonesia. Kerinduan akan menjadi nomor satu pada cabang ini kian menggunung.Persiapan cukup rapi dijabarkan oleh pelatih baru timnas yang dikontrak PSSI, Luis Milla asal Spanyol. Tapi, program yang tersusun rapi itu tak jalan sebagaimana pelatih inginkan. Timnas U-22 yang disiapkan, tersendat hanya karena tarik ulur PSSI dengan Kemenpora soal pembiayaan mereka.[suggestedarticle=3]Sepak bola tak masuk hitungan cabang yang harus dibiayai Kemenpora karena digolongkan tak menghasilkan medali emas. Justru kalah dengan tim Futsal Putri yang segala persiapannya ditangani Kemenpora lewat Program Prima.PSSI memutuskan untuk berdikari, meski dengan dana yang terbatas. Evan Dimas dan kawan-kawan menjalani persiapan dengan tak sepenuhnya mengikuti program awal Luis Milla.Hasilnya, meski tak meraih medali emas yang diimpikan, Evan Dimas dan kawan-kawan sudah menunjukkan kemajuan dengan pola permainan yang diturunkan Luis Milla. Timnas U-22 sukses lolos ke Semifinal menjadi runner-up Grup B di bawah tim tangguh Thailand.Di semifinal, Timnas U-22 Indonesia menghadapi tuan rumah Malaysia yang dalam persiapannya sempat terkendala jumlah pemain. Namun, lagi-lagi diluar dugaan, Malaysia seperti macan yang siap menerkam jika menghadapi Indonesia.Semangat mereka begitu besar dalam menekan yang membuat Evan Dimas dan kawan-kawan juga harus kerja keras hanya untuk merebut bola. Peluang emas banyak tercipta baik dari Febri Hariadi, Yabes Roni dan Hanif Syahbandi, namun gol tak juga lahir untuk Indonesia.Sebuah situasi yang menyesakkan dada akhirnya muncul pada menit ke-87. Sundulan pemain Malaysia, Thanabalan masuk ke gawang Satria Tama, memanfaatkan sepak pojok. Kontan, Stadion Shah Alam seperti meledak dengan suara pendukung tuan rumah.Hasil itu bertahan hingga pluit panjang berbunyi. Malaysia ke final, sementara Timnas U-22 gagal dan semakin panjang penantian suporter Indonesia hanya untuk meraih keping medali emas sepak bola SEA Games.Beruntung, ya sekali lagi beruntung, Evan Dimas dan kawan-kawan masih bisa menyumbangkan medali perunggu setelah mengalahkan Myanmar 3-1, Selasa (29/8/2017). Medali emas diraih Thailand yang memang sebagai kekuatan tertinggi sepak bola Asia Tenggara, setelah mengalahkan Malaysia di final.Bagi Indonesia, kegagalan meraih emas di SEA Games 2017 ini memang menyakitkan, namun tak perlu terus disesali. Kegagalan ini menjadi pematangan bagi skuad muda Luis Milla untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.Tentunya, prestasi tinggi yang berpengaruh terhadap rangking FIFA dan usaha untuk meningkatkan diri guna melahirkan pemain-pemain besar di masa datang. Harapan harus tetap ada dan harus terus dihidupkan, karena kita masih punya sejumlah talenta, sebut saja Evan Dimas, Hanif Syahbani, Septian David Maulana, Febri Hariyadi dan kawan-kawan. Mereka masih bisa dipoles lagi dan ditingkatkan kemampuannya. Oleh karena itu, tetaplah dukung mereka. Dukung terus perjuangan mereka. Dan mari kita jadilah suporter terbaik dunia, yang menyambut timnya saat menang dan menjemput pemain kesayangannya saat merka kalah.
  771 kali
VIDEO: Ibu, Suporter Terbaik di Dunia
Saat pemain kami menolak lelah menang,maka kami menolak lelah mendukung.Saat pemain kami bekerja mengalahkan lawan,maka kami berikrar mengalahkan kantuk dalam doa.Saat pemain kami dihempaskan dengan keras,maka kami bangunkan lebih keras.Mereka adalah pemain kami,Menang kami sambut,Kalah tetap kami jemput!Tertanda Suporter Terbaik di Dunia,Ibu.Sebaris puisi sederhana itu kami tulis menyertai unggahan video dukungan para ibu beberapa pemain Timnas U-22 yang akan berlaga di semifinal SEA Games 2017, Agustus 2017. Malaysia bukan lawan yang mudah. Itu sebabnya Bolalob berinisiatif menghubungi para ibu untuk menyemangati anak-anaknya yang akan berlaga di lapangan. Dalam waktu singkat dan menyibak segala kendala, akhirnya kami mampu menyelesaikan video sederhana itu dan merilisnya pagi hari sebelum tim bertanding. Video di bawah ini ternyata menjadi viral. Sebagian besar merasa tersentuh dan teringat pada ibu masing-masing. Teringat betapa tulus dan tanpa syarat cinta para ibu untuk mereka...[pagebreak]Menang Kami Sambut, Kalah Kami Jemput[/pagebreak]Sayang, akhirnya Indonesia menyerah 0-1. Sebagian dengan nyinyir mengatakan doa para ibu pemain kurang manjur. Salah! Doa ibu tak pernah syarat. Doa mereka hanya berharap yang terbaik untuk anaknya setelah menunjukkan perjuangan sekeras-kerasnya.Kalah atau menang, mereka akan tetap menyambut anak-anaknya penuh suka cita. Menang kami sambut, pulang kami jemput. Dan benar seperti itulah yang terjadi. Bukan sekadar lip service atau slogan demi kepentingan publikasi belaka. Di hari kepulangan, meski hanya mampu menyabet perunggu, para ibu datang langsung ke Jakarta atas undangan Bolalob untuk memberikan kejutan bagi anak-anaknya. Prosesi penjemputan Timnas U-22 ternyata juga menjadi viral. Bahkan, FB Live yang ditayangkan Bolalob menduduki top trending FB live di hari itu.Ibu, suporter terbaik di dunia...
  625 kali
1513933202296 tag