(Foto: bolalob)

Hore! Stasiun TV yang Siarkan SEA Games 2017 Bertambah

Kabar baik untuk masyarakat Indonesia. Stasiun televisi yang akan menyiarkan SEA Games 2017 Kuala Lumpur bertambah setelah sebelumnya Emtek Group dipastikan mengambil hak siar ajang dua tahunan tersebut.

Sebelumnya SEA Games 2017 akan disiarkan oleh SCTV, Indosiar, dan channel tv berbayar di Nexmedia. Kini saluran televisi milik pemerintah, TVRI juga akan menyiarkan SEA Games 2017.



TVRI rencananya akan menyiarkan total 50 jam program SEA Games 2017. Kepastian TVRI sebagai salah satu pemegang hak siar diumumkan lewat akun twitternya. "Segera di TVRI...#AyoNontonTVRI."

SEA Games 2017 akan berlangsung secara resmi tanggal 19-30 Agustus 2017. Namun beberapa cabang akan dimulai lebih awal, salah satunya sepak bola yang akan dimulai tanggal 14 Agustus.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


SEA Games 2017: Putra Terpuruk, Putri Bersinar
SEA Games 2017 menjadi SEA Games terburuk bagi Timnas Futsal Putra yang untuk pertama kalinya tidak meraih medali. Sebaliknya bagi Timnas Futsal Putri menjadi sejarah karena pertama kalinya menyumbangkan medali bagi Indonesia.Kegagalan Timnas Futsal Putra sendiri merupakan puncak dari drama yang awalnya Tidak berangkat kemudian diberangkatkan, tapi dengan waktu yang mepet. Berbeda dengan Timnas Futsal Putri yang melakukan persiapan jauh-jauh hari.Timnas Futsal Putri kali ini ditangani oleh Andre Picessa dan langsung melakukan seleksi pada 16-20 Mei di Purwokerto. Dua puluh empat pemain diseleksi untuk menentukan 18 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan.[suggestedarticle=3]Ketika Timnas Futsal Putri sudah melakukan seleksi kemudian TC, Timnas Futsal Putra baru dijawalkan melakukan seleksi pada 3 Juli. Tapi, apa yang terjadi seleksi mengalami pengunduran hingga waktu yang tak ditentukan meski 31 nama pemain sudah ditentukan untuk ikut seleksi oleh Victor Hermans.Selain belum mulainya seleksi, Timnas Futsal Putra harus menerima jika mereka memakai biaya sendiri jika ingin bertanding di SEA Games karena tidak masuk dalam cabor yang diusulkan Satlak Prima ke Komite Olahraga Indonesia (KOI).Sebaliknya, Timnas Futsal Putri mendapat biaya penuh d ari TC hingga bertanding di SEA Games 2017 dari Satlak Prima. Artinya, Timnas Futsal Putri dijagokan meraih medali dibanding Timnas Futsal Putra.Persiapan yang tidak mulai-mulai membuat Vic mulai ralistis memasang target di SEA Games 2017. "Tapi, dengan persiapan yang mepet kami hanya bisa mencoba sebaik mungkin di turnamen nanti, dan sesudah itu akan ada evaluasi," ungkapnya kepada Bolalob.[pagebreak]SEA Games 2017[/pagebreak]Putra dan Putri Beda NasibSEA Games 2017 sendiri hanya diikuti oleh lima negara, yaitu Indonesia, Vietnam, Thailand, Myanmar, dan tuan rumah Malaysia. Baik nomor putra maupun putri akan menggunakan sistem setengah kompetisi dengan semua tim bertemu. Tim yang finish diperingkat tiga besar klasemen akhir mendapat medali.Dukungan Satlak Prima kepada Timnas Futsal Putri terlihat saat Chief de Mission SEA Games 2017, Aziz Syamsudin melihat secara langsung TC Timnas Futsal Putri yang diadakan di lapangan My Futsal, Jakarta pada Rabu (12/7/2017). Sebaliknya, Timnas Futsal Putra masih belum tahu kapan seleksi dan TC.Kabar buruk sempat datang ketika beredar kabar Timnas Futsal Putra tidak diberangkatkan ke SEA Games 2017. PSSI pun sampai harus menanti kepastian dari Federasi Futsal Indonesia (FFI) terkait kabar tersebut. PSSI sendiri memerintahkan Timnas Futsal Putra harus berangkat ke SEA Games 2017.“Alhamdulilah Timnas Futsal Indonesia berangkat ke SEA Games setelah rapat koordinasi dengan FFI. Dalam rapat ini kita membicarakan persiapan dan hal teknis, termasuk keberangkatan dan pembiayaan. Salah satunya adalah kesepakatan formal dengan Ketua PSSI dan FFI,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha.Kemenpora Imam Nahrawi pun meminta Timnas Futsal Putra berlaga di SEA Games 2017. "Kita akan minta PSSI untuk menyiapkan timnasnya. Kita ingin lihat kapan mereka memulai pelatnas. Kalau kita oke tapi FFI dan PSSI tidak menyiapkan, masa kita yang harus bermain. Kalau ada yang bilang enggak didukung fitnah itu. Timnas futsal putri saja kita dukung kok," ungkap Imam.[suggestedarticle=2]Di kala Timnas Futsal Putra masih menjadi polemik. Timnas Futsal Putri sudah menentukan 14 pemain yang akan berlaga di SEA Games 2017 pada 15 Juli. Berikut 14 pemain Timnas Futsal Putri.1. Citra Adisti (Jaya Kencana Angels)2. Diyana Herlina (UPI APK Permata)3. Maulina Novrilyani (Jaya Kencana Angels)4. Novita Murni Piranti (UPI APK Permata)5. Suciana Yuliani (Kebumen Angels)6. Fitri Rosdiana (UPI APK Permata)7. Yunita Sari (UPI APK Permata)8. Diah Tri (UPI APK Permata)9. Susi Susanti (Jaya Kencana Angels)10. Anggi Puspitasari (Jaya Kencana Angels)11. Dinar Kartika (Kebumen Angels)12. Maya Muharina (Netic Ladies)13. Fitriya Hilda (Jaya Kencana Angels)14. Rani Mulyasari (Lampung Angels S-One)Timnas Futsal Putra sendiri akhirnya mengadakan seleksi dan pemusatan latihan pada 4 Agustus yang diikuti 31 pemain. Tapi, tidak ada pencoretan pemain meski hanya 14 pemain yang dikirim ke SEA Games 2017. Pemain sisanya akan terus menjalani seleksi untuk berlaga di event selanjutnya.Kabar menggemparkan datang saat Vic memutuskan untuk tidak mendampingi Timnas Futsal Putra di SEA Games 2017, dan menyerahkannya kepada asistennya Yori van der Torren. "Melihat waktu persiapan ke SEA Games yang dimulai 16 Agustus tentunya sangatlah mepet. Tapi, persiapan ke AIMAG (Asian Indoor dan Martial Arts Games) dibulan September masih memungkinkan," tulisnya disitus resminya."Bahwa kita tetap berangkat ke SEA Games dibawah banyak tekanan berbagai wewenang. Saya akan tinggal bersama 17 pemain di Lombok dan memberikan perhatian penuh kepada mereka," tambahnya.[suggestedarticle]Timnas Futsal Putra akhirnya menentukan 14 pemain yang akan berangkat ke SEA Games 2017. Secara mengejutkan tidak ada nama Randy Satria dan Bambang Bayu Saptaji di skuat SEA Games 2017.1. Muhammad Albagir (BJL Shiba U-20)2. Yusuf Kurniawan (Antam FC)3. Tricahyo Ramadhan (Mataram FC / Vamos FC)4. Andriansyah Agustin (Bintang Timur)5. Rio Pangestu Putra (APK FC)6. Ardiansyah Runtuboy (Black Steel)7. Syauqi Saud (Mataram FC / Vamos FC)8. Anton Cahyo Nugroho (BJL 2000 Shiba)9. Andi Fardiansyah (Kamiada Pelindo IV)10. Eko Sutrisno (Permata Indah)11. Mochammad Iqbal Rahmatullah (Vamos FC)12. Subhan Faidasa (Biangbola)13. Johanis Mustamu (IPC Pelindo II)14. Alexander Bernhard (Black Steel)Timnas Futsal Putra dan Putri akhirnya berangkat ke SEA Games 2017. Tapi, berbeda dengan Timnas Futsal Putri yang menjalani laga uji coba, Timnas Futsal Putra tanpa uj coba sama sekali, bahkan hanya melakukan persiapan selama satu minggu.Tak dinyana, Timnas Futsal Putra berhasil membuat kejutan dengan mengalahkan raksasa futsal Thailand dilaga pertama mereka di SEA Games 2017. Pertandingan berlangsung di Shah Alam Panasonic Sports Complex pada Minggu (20/8) siang pukul 13.00 WIB. Indonesia berhasil mengalahkan Thailand dengan skor 4-2. Empat gol TiasmN Futsap Ptura dicetak oleh Subhan Faidasa, Sauqy Saud Lubis, dan Alexander Benhard.Timnas Futsal Putri juga berhasil mengalahkan tuan rumah Malaysia dilaga pertama mereka di SEA Games 2017. Pertandingan berlangsung di Shah Alam Panasonic Sports Complex pada Minggu (20/8) sore pukul 16.00 WIB. Timnas Futsal Putri unggul atas tuan rumah dengan skor 2-1. Dua gol Timnas Futsal Putri dicetak oleh Novita Murni dan Susi Susanti.Timnas futsal putra di luar dugaan harus mengakui ketangguhan Malaysia pada laga keduanya di SEA Games 2017, Selasa (22/8) di Panasonic Sports Complex, Shah Alam, Malaysia. Timans Futsal Putra harus takluk dengan skor telak 5-0.Timnas Futsal Putri sebaliknya kembali meraih kemenangan kali ini atas Myanmar dilaga kedua mereka di SEA Games 2017. Pertandingan berlangsung di Shah Alam Panasonic Sports Complex pada Selasa (22/8) siang pukul 10.00 WIB. Timnas berhasil mengalakan Myanmar dengan skor 3-1. Tiga gol Tiamsn Futsal pturi dicetak oleh Rani Mulyasari, Maya Muharina, dan Maulina Novryliani.[suggestedarticle=3]Timnas Futsal Putra kembali kalah kali ini harus mengakui keunggulan Vietnam dilaga ketiga mereka di SEA Games 2017. Pertandingan berlangsung di Shah Alam Panasonic Sports Complex pada Jumat (25/8) siang ini. Sempat unggul, Timnas akhirnya harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor 4-1. Satu gol Tiamsn Futsal Putra dicetak oleh Sauqy.Sebaliknya Timnas Futsal Putri berhasil menahan imbang tim kuat Thailand dilaga ketiga mereka di SEA Games 2017. Pertandingan berlangsung di Shah Alam Panasonic Sports Complex pada Jumat (25/8) sore pukul 16.30 WIB. Timnas berhasil bermain imbang melawan Thailand dengan skor 2-2. Dua gol Timans Futsal Putri dicetak oleh Anggi Puspita Sari dan Rani Mulyasari.Di laga terakhir, Timnas Futsal Putra harus menelan kekalahan menyakitkan di SEA Games 2017 dari Myanmar. Pada pertandingan yang berlangsung di Shah Alam Panasonic Sports Complex pada Minggu (27/8) sore, Timnas unggul 1-0 terlebih dahulu dibabak pertama, tapi berbalik kalah dari Myanmar dengan skor 3-2. Dua gol Tiamsn Futsal Putra dicetak oleh Anton Cahyo, dan Ardiansyah Runtuboy.[suggestedarticle=2]Timnas futsal putri harus menelan kekalahan pertamanya oleh Vietnam dengan skor 2-1 di laga terakhirnya pada Minggu (27/8) di Panasonic Sports Complex, Shah Alam, Malaysia. Satu gol TiasmN Futsal Putri dicetak oleh Novita Murni.SEA Games 2017 pun berakhir dengan Timnas Futsal Putra gagal meraih medali karena finish diperingkat keempat. Sejarah buruk karena untuk pertama kalinya Timnas Futsal Putra gagal menyumbangkan medali. sementara Timnas Futsal Putri menciptakan sejarah dengan meraih medali perunggu. Medali pertama yang disumbangkan Timnas Futsal Putri untuk Indonesia diajang SEA GamesBerikut hasil lengkap cabor futsal di SEA Games.PutraEmas ThailandPerak MalaysiaPerunggu VietnamPutriEmas ThailandPerak VietnamPerunggu Indonesia[Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat ulang sebagai bagian dari Rubrik Stories of the Year untuk membingkai artikel-artikel menonjol sepanjang tahun 2017.]
  896 kali
Mengalirnya Darah Indonesia di Timnas Malaysia
Ya, betul, ini bukan berita hoax. Tetapi ternyata memang ada seorang pemain nasional Indonesia yang membela Timnas Malaysia. Sang pemain bahkan pernah membobol gawang tim kampung halamannya sendiri pada tahun 2012 silam.Berita ini mencuat pada gelaran SEA Games 2017 yang berlangsung di Malaysia. Saat Timnas U-22 asuhan Luis Milla tengah berjibaku memenuhi target merebut emas dalam gelaran bergengsi itu, kemunculan nama Mahali bin Jasuli sempat menyita perhatian publik.Pemain timnas Malaysia ini memang dialiri darah asli Indonesia. Tepatnya putra asli Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Darah Indonesia ia dapat dari kedua orang tuanya. Sang ayah, Jasuli dan ibunya bernama Masyura meruapakan orang asli Indonesia dari Pulau Bawean, Gresik.[suggestedarticle=3]Ketika Mahali lahir 28 tahun silam, kedua orangtuanya sedang bekerja di Negeri Jiran. Mahali memang lahir dan besar di Selayang, Selangor, Malaysia. Meski kedua orangtuanya kabarnya masih berstatus Warga Negara Indonesia, tak menghalangi Mahali bin Jasuli memantapkan hatinya memilih Malaysia sebagai status kebangsaannya.“Saya lahir dan besar di Malaysia. Karena itu saya memilih berkewarganegaraan Malaysia. Keluarga juga mendukung keputusan saya,” ujar Mahali.[pagebreak]Mendapat Rekomendasi Raja Selangor[/pagebreak]Rekomendasi Raja Selangor’’Raja Selangor memberikan rekomendasi untuknya. Karena itu, kami sama sekali tidak cemas dengan masa depannya,’’ kata sang ayah, Jasuli.Menurut sang nenek yang masih tinggal di Indonesia, warga kampung mengetahui jika cucunya menjadi Warga Negara Malaysia dan masuk timnas negeri itu. "Mahalli dari sejak kecil sudah gemar bermain sepakbola, bakatnya diturunkan dari ayahnya bukan ibunya," tutur Haji Fatma, nenek Jasuli. "Sudah 14 tahun Mahali Jasuli bergabung dalam klub olahraga di Malaysia, sekarang mencapai puncak prestasinya sebagai pemain Timnas Malaysia." [suggestedarticle=3]Nama Mahalli dahulu pernah ramai diperbincangkan publik Indonesia kala berhasil menjebol gawang Indonesia di pertandingan penyisihan Grup B Piala AFF 2012 yang berlangsung pada 1 Desember 2012 silam. Kala itu Indonesia kalah dari Malaysia dengan skor 0-2. Satu gol lainnya dicetak oleh Azamuddin Akil. Indonesia pun gagal melangkah ke babak semifinalDi tengah gencarnya upaya naturalisasi pemain asing atau yang berdarah Indonesia, fakta ada pemain berdarah asli Indonesia membela negeri lain memang cukup disayangkan.[Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat ulang sebagai bagian dari Rubrik Stories of the Year untuk membingkai artikel-artikel menonjol sepanjang tahun 2017.]
  52017 kali
SEA Games 2017 Jadi Sebuah Pelajaran Berharga Timnas Indonesia
Ajang SEA Games 2017 bagi cabang sepak bola memang tak berpengaruh terhadap hitungan rangking FIFA, tapi gengsinya begitu besar bagi negara-negara kawasan Asia Tenggara. Medali emas cabang ini sangat tinggi nilainya, bahkan sampai ada ungkapan bagi Kontingen Indonesia, tak apa-apa jika gagal jadi juara umum SEA Games, tapi asal medali emas sepak bola kita bisa rebut atau bawa pulang.Ekspetasi bagi penggemar sepak bola tanah air, begitu tinggi terhadap keping emas sepak bola. Apalagi, sudah 26 tahun PSSI tak berhasil juga mempersembahkan medali emas SEA Games untuk Kontingen Indonesia. Kerinduan akan menjadi nomor satu pada cabang ini kian menggunung.Persiapan cukup rapi dijabarkan oleh pelatih baru timnas yang dikontrak PSSI, Luis Milla asal Spanyol. Tapi, program yang tersusun rapi itu tak jalan sebagaimana pelatih inginkan. Timnas U-22 yang disiapkan, tersendat hanya karena tarik ulur PSSI dengan Kemenpora soal pembiayaan mereka.[suggestedarticle=3]Sepak bola tak masuk hitungan cabang yang harus dibiayai Kemenpora karena digolongkan tak menghasilkan medali emas. Justru kalah dengan tim Futsal Putri yang segala persiapannya ditangani Kemenpora lewat Program Prima.PSSI memutuskan untuk berdikari, meski dengan dana yang terbatas. Evan Dimas dan kawan-kawan menjalani persiapan dengan tak sepenuhnya mengikuti program awal Luis Milla.Hasilnya, meski tak meraih medali emas yang diimpikan, Evan Dimas dan kawan-kawan sudah menunjukkan kemajuan dengan pola permainan yang diturunkan Luis Milla. Timnas U-22 sukses lolos ke Semifinal menjadi runner-up Grup B di bawah tim tangguh Thailand.Di semifinal, Timnas U-22 Indonesia menghadapi tuan rumah Malaysia yang dalam persiapannya sempat terkendala jumlah pemain. Namun, lagi-lagi diluar dugaan, Malaysia seperti macan yang siap menerkam jika menghadapi Indonesia.Semangat mereka begitu besar dalam menekan yang membuat Evan Dimas dan kawan-kawan juga harus kerja keras hanya untuk merebut bola. Peluang emas banyak tercipta baik dari Febri Hariadi, Yabes Roni dan Hanif Syahbandi, namun gol tak juga lahir untuk Indonesia.Sebuah situasi yang menyesakkan dada akhirnya muncul pada menit ke-87. Sundulan pemain Malaysia, Thanabalan masuk ke gawang Satria Tama, memanfaatkan sepak pojok. Kontan, Stadion Shah Alam seperti meledak dengan suara pendukung tuan rumah.Hasil itu bertahan hingga pluit panjang berbunyi. Malaysia ke final, sementara Timnas U-22 gagal dan semakin panjang penantian suporter Indonesia hanya untuk meraih keping medali emas sepak bola SEA Games.Beruntung, ya sekali lagi beruntung, Evan Dimas dan kawan-kawan masih bisa menyumbangkan medali perunggu setelah mengalahkan Myanmar 3-1, Selasa (29/8/2017). Medali emas diraih Thailand yang memang sebagai kekuatan tertinggi sepak bola Asia Tenggara, setelah mengalahkan Malaysia di final.Bagi Indonesia, kegagalan meraih emas di SEA Games 2017 ini memang menyakitkan, namun tak perlu terus disesali. Kegagalan ini menjadi pematangan bagi skuad muda Luis Milla untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.Tentunya, prestasi tinggi yang berpengaruh terhadap rangking FIFA dan usaha untuk meningkatkan diri guna melahirkan pemain-pemain besar di masa datang. Harapan harus tetap ada dan harus terus dihidupkan, karena kita masih punya sejumlah talenta, sebut saja Evan Dimas, Hanif Syahbani, Septian David Maulana, Febri Hariyadi dan kawan-kawan. Mereka masih bisa dipoles lagi dan ditingkatkan kemampuannya. Oleh karena itu, tetaplah dukung mereka. Dukung terus perjuangan mereka. Dan mari kita jadilah suporter terbaik dunia, yang menyambut timnya saat menang dan menjemput pemain kesayangannya saat merka kalah.
  726 kali
VIDEO: Ibu, Suporter Terbaik di Dunia
Saat pemain kami menolak lelah menang,maka kami menolak lelah mendukung.Saat pemain kami bekerja mengalahkan lawan,maka kami berikrar mengalahkan kantuk dalam doa.Saat pemain kami dihempaskan dengan keras,maka kami bangunkan lebih keras.Mereka adalah pemain kami,Menang kami sambut,Kalah tetap kami jemput!Tertanda Suporter Terbaik di Dunia,Ibu.Sebaris puisi sederhana itu kami tulis menyertai unggahan video dukungan para ibu beberapa pemain Timnas U-22 yang akan berlaga di semifinal SEA Games 2017, Agustus 2017. Malaysia bukan lawan yang mudah. Itu sebabnya Bolalob berinisiatif menghubungi para ibu untuk menyemangati anak-anaknya yang akan berlaga di lapangan. Dalam waktu singkat dan menyibak segala kendala, akhirnya kami mampu menyelesaikan video sederhana itu dan merilisnya pagi hari sebelum tim bertanding. Video di bawah ini ternyata menjadi viral. Sebagian besar merasa tersentuh dan teringat pada ibu masing-masing. Teringat betapa tulus dan tanpa syarat cinta para ibu untuk mereka...[pagebreak]Menang Kami Sambut, Kalah Kami Jemput[/pagebreak]Sayang, akhirnya Indonesia menyerah 0-1. Sebagian dengan nyinyir mengatakan doa para ibu pemain kurang manjur. Salah! Doa ibu tak pernah syarat. Doa mereka hanya berharap yang terbaik untuk anaknya setelah menunjukkan perjuangan sekeras-kerasnya.Kalah atau menang, mereka akan tetap menyambut anak-anaknya penuh suka cita. Menang kami sambut, pulang kami jemput. Dan benar seperti itulah yang terjadi. Bukan sekadar lip service atau slogan demi kepentingan publikasi belaka. Di hari kepulangan, meski hanya mampu menyabet perunggu, para ibu datang langsung ke Jakarta atas undangan Bolalob untuk memberikan kejutan bagi anak-anaknya. Prosesi penjemputan Timnas U-22 ternyata juga menjadi viral. Bahkan, FB Live yang ditayangkan Bolalob menduduki top trending FB live di hari itu.Ibu, suporter terbaik di dunia...
  466 kali
Ini Pertandingan SEA Games 2017 yang Dinyatakan Ada Pengaturan Skor
Isu pengaturan skor sempat disebut oleh badan analisa judi bola pada ajang SEA Games 2017. Presiden Federasi Sepak Bola Thailand (FAT), Somyot Poompanmoung membenarkan hal tersebut.Tiga pertandingan yang dicurigai ada pengaturan skor adalah Malaysia kontra Laos, Vietnam kontra Kamboja, dan Thailand kontra Kamboja.[suggestedarticle]"Benar match fixing terjadi partai Thailand versus Kamboja di SEA Games. Namun, pemain Thailand tak ada yang terlibat," ucap Somyot.Dalam laporan Straits Times, laga Thailand melawan Kamboja memang ada keganjalan. Dalam pertandingan tersebut Phitiwat Sukjitthammakul mencetak gol di menit ke-48 lewat blunder pemain Kamboja selain itu waktu injury time sebenarnya hanya dua menit.Kemenangan ini menjadi salah satu penentu keberhasilan Thailand melaju ke semifinal. Thailand sendiri pada akhirnya tidak tertahankan dan mampu merebut medali emas.
  7599 kali
Dari Nyanyian Rasis Hingga Lempar Petasan, Malaysia Banjir Hukuman dari AFC
SEA Games 2017 lalu berbuntut panjang untuk Malaysia. AFC memutuskan untuk menjatuhkan hukuman denda untuk Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) karena ulah suporter Harimau Muda.Ada Tiga hukuman yang dijatuhkan AFC kepada FAM dengan alasan yang berbeda. Hukuman pertama adalah nyanyian rasis di laga kontra Brunei dan Singapura.[suggestedarticle]Suporter Harimau Muda menyanyikan lirik yang tidak pantas dalam laga tersebut. Alhasil, AFC menjatuhkan denda total $30.000 atau setara dengan 420juta rupiah.Hukuman kedua adalah lemparan petasan saat laga melawan Timnas Indonesia. Sayangnya, meski petasan tersebut mengarah ke lapangan dan mengenai pemain Indonesia, AFC hanya menyebut suporter meledakkan petasan. Karena aksi tersebut, AFC memutuskan Malaysia mendapat denda $7.500 atau sekitar 105juta rupiah. Hukuman ketiga adalah kelalaian Malaysia sebagai tuan rumah di laga Timnas Indonesia kontra Kamboja. 50-60 botol dilempar ke lapangan oleh suporter Indonesia dan ini membuat Malaysia didenda $5.000 atau setara 70juta rupiah.
  1463 kali
Ini Lirik Nyanyian Rasis Suporter Malaysia Ketika SEA Games 2017
AFC resmi menghukum Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akibat nyanyian rasis ketika SEA Games 2017 lalu. Dalam dokumen yang dirilis, AFC pun menjabarkan lirik nyanyian rasis dari suporter Harimau Muda.Ada dua laga ketika SEA Games 2017 lalu dimana suporter Malaysia menyanyikan lagu rasis. Laga tersebut adalah melawan Brunei dan Singapura.[suggestedarticle]"Kami datang ke Shah Alam, satu jiwa mendukung Malaysia, Singapura adalah anj*ng, dan harus dibunuh. Singapura adalah anj*ng, Singapura adalah anj*ng, Singapura adalah anj*ng."Sementara itu lagu yang menghina Brunei tidak berbeda dengan lagu saat melawan Singapura. Hanya saja lirik Singapura diganti menjadi Brunei."Kami datang ke Shah Alam, satu jiwa mendukung Malaysia, Brunei adalah anj*ng, dan harus dibunuh."Karena nyanyian ini FAM harus membayar denda $30.000. Jumlah ini setara dengan 420juta rupiah.
  7144 kali
Suporter Menyanyi Rasis di SEA Games 2017, AFC Hukum Malaysia
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi mendapatkan hukuman dari AFC. Nyanyian rasis di dua laga SEA Games 2017 menjadi sebab Malaysia mendapat hukuman.Dalam dokumen yang dirilis AFC ada dua laga suporter Harimau Muda menyanyi rasis. Dua laga tersebut adalah saat melawan Brunei dan Singapura.[suggestedarticle]Karena nyanyian tersebut total FAM harus membayar denda $30.000. Jumlah ini setara dengan 420juta rupiah.Selain harus membayar denda AFC juga memberikan peringatan kepada FAM. Bila kejadian ini terulang di masa depan maka FAM akan mendapat hukuman yang lebih berat dari AFC.
  856 kali
Suporter Lempar Petasan ke Gavin Kwan, Ini Hukuman dari AFC untuk Malaysia
AFC resmi menjatuhkan hukuman untuk Malaysia terkait insiden di laga semifinal SEA Games 2017 melawan Timnas Indonesia U-22 di bulan Agustus lalu. Malaysia terkena hukuman denda oleh AFC.Ketika itu petasan dilempar oleh suporter Malaysia hingga mengenai Gavin Kwan Adsit yang tengah pemanasan. Ini terjadi di menit ke-87 setelah Malaysia membobol gawang Tim Merah-Putih.[suggestedarticle]Sayangnya, hukuman untuk insiden ini bisa dibilang ringan. AFC tidak memasukkan laporan bahwa petasan mengenai penggawa Timnas Indonesia, hanya disebutkan bahwa ada petasan yang meledak usai gol di menit ke-87 tersebut. AFC memutuskan Malaysia mendapat denda $7.500 atau sekitar 105juta rupiah. Malaysia sendiri dalam laga tersebut berhasil menang dengan skor 1-0. Gavin yang terkena petasan tetap masuk ke lapangan dengan luka di kakinya.
  24080 kali
SEA Games 2017 Berbuntut Panjang, Indonesia Kena Hukuman AFC
Kerusuhan di penghujung laga Timnas Indonesia U-22 kontra Kamboja di ajang SEA Games lalu berbuntut panjang. AFC pun memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kepada PSSI.Dalam laga yang dihelat di Stadion Shah Alam tersebut, penonton melempar botol ke lapangan. Suporter Tim Merah-Putih terprovokasi dengan keributan antar pemain Timnas Indonesia dan Kamboja.[suggestedarticle]Dalam laporannya, AFC menyebut ada 50-60 botol yang dilempar suporter Timnas Indonesia ke lapangan. Atas kejadian ini, PSSI terkena hukuman denda $16.000 atau sekitar 224juta rupiah.Selain denda, PSSI juga mendapat peringatan. Jika kejadian serupa terulang di masa depan maka Indonesia akan terkena hukuman yang lebih berat.Yang terkena hukuman atas insiden ini tidak hanya Indonesia tapi juga Malaysia. FAM selaku tuan rumah rumah dianggap tidak bisa mengontrol penonton sehingga didenda $5.000 atau 70juta rupiah.
  44649 kali
1509427016381 tag