(Foto: MFF)

Empat Tim Masih Berpeluang Lolos dari Piala AFF U-18 Grup B

Persaingan di Grup B Piala AFF U-18 2017. Hingga saat ini, Selasa (12/9) empat tim masih berpeluang untuk lolos ke babak semifinal.

Empat tim yang bersaing adalah Vietnam, Myanmar, Timnas Indonesia, Brunei. Nasib empat tim ini akan ditentukan pada pertandingan terakhir tanggal 13 September.

Di laga terakhir Myanmar akan berhadapan kontra Vietnam sementara Timnas Indonesia melawan Brunei.



Saat ini Vietnam ada di posisi paling menguntungkan. Vietnam berada di puncak dengan poin sembilan. Myanmar ada di posisi kedua dengan poin enam, unggul selisih gol dari Timnas Indonesia yang mengoleksi poin enam.

Di peringkat empat, ada Brunei dengan poin tiga. Meski peluang kecil, Brunei tetap ada asa untuk ke semifinal yakni dengan syarat menang telak atas Timnas Indonesia sambil berharap Myanmar kalah telak dari Vietnam.

Hal berbeda terjadi di Grup A. Ya, Malaysia dan Thailand mendominasi dan sudah memastikan diri lolos ke babak semifinal.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Lawan Guyana Ini Instruksi Khusus Luis Milla
Tim nasional Indonesia akan menjamu Guyana dalam laga uji coba internasional pada akhir pekan ini di Stadion Patriot, Bekasi.Pelatih Luis Milla memiliki instruksi khusus bagi para pemainnya dalam laga melawan negara Afrika ini, yakni tak boleh membawa bola terlalu lama. Para pemain diminta efektif dan cepat memberikan operan kepada rekannya."Pelatih Milla mengatakan para pemain diminta jangan terlalu banyak membawa bola, lalu pemain belakang juga harus lebih save," ucap Bima Sakti, Rabu (22/11/2017).Dalam latihan siang hari ini, Bima mengatakan, tim pelatih melakukan game internal dengan waktu 15 menit dalam dua babak.[suggestedarticle]Latihan game internal ini diharapkan bisa memantapkan taktik para pemain dan juga komunikasi.Dua kekalahan melawan Suriah akan coba dilupakan oleh para pemain timnas. Dimana laga ini merupakan salah satu agenda persiapan menuju Asian Games pada tahun depan."Kami berusaha tampil lebih baik lagi selepas melawan Suriah di dua pertandingan kemarin. Setidaknya, ini menjadi modal untuk Asian Games 2018," kata Bima Sakti.
  1838 kali
Spesial! Legenda Bola Indonesia 'Perang' Sebelum Laga Indonesia Vs Guyana
Pertandingan Timnas Indonesia kontra Guyana akan berjalan spesial. Sebelum pertandingan dimulai, para legenda sepak bola Indonesia melakukan pertandingan reuni atas prakarsa PSSI.Para legenda sepak bola Indonesia akan bermain sepak bola di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Sabtu (25/11/2017). Pertandingan reuni itu dimulai sebelum pertandingan di Indonesia vs Guyana di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi.“Nanti para legenda sepak bola Indonesia akan main bola bersama di Soemantri Brodjonegoro. Lalu sama-sama berangkat ke Stadion Patriot,” ujar Sekretaris Jenderal (PSSI), Ratu Tisha, di Kantor PSSI, Selasa (21/11/2017).[suggestedarticle]Tisha pun menjelaskan para legenda akan bermain dalam dua tim. Para legenda seperti Anjas Asmara, Suaib Rizal, Risdianto, hingga Ricky Yakobi dikabarkan bakal memeriahkan laga reuni tersebut.Selain itu, PSSI juga akan mengundang perwakilan klub-klub Liga 1 dalam laga reuni tersebut. “Ya ini benar-benar jadi ajang temu kangen dengan legenda sekaligus silaturahmi dengan klub-klub,” tandasnya.Pertandingan Timnas Indonesia kontra Guyana memang dibikin spesial mungkin. Selain penghargaan untuk legenda, pertandingan yang masuk dalam kalender FIFA itu juga untuk mengenang kapten Persela Lamongan, Choirul Huda.
  1138 kali
Bintang Myanmar Ini Resmi Berlabuh ke Liga Thailand
Pemain muda berbakat milik Myanmar yakni Aung Thu resmi direkrut oleh klub Thailand yakni Police Tero FC.Police Tero FC resmi mendatangkan pemain depan berusia 22 tahun ini dari Yadanarbon FC.Police Tero sendiri merupakan klub peserta kasta tertinggi Thailand, yang terbentuk pada awal tahun ini dari proses merger antara BEC Tero Sasana -- finalis Liga Champions Asia 2002/03 -- dan Police United FC.Aung Thu bergabung dengan Yadanarbon FC sejak tahun 2013 lalu, ketika usia masih 17 tahun.[suggestedarticle]Aung Thu meninggalkan Myanmar National League dan datang ke Thailand dengan reputasi mentereng sebagai idola baru publik sepakbola negaranya.Bersama dengan Myanmar U-19 nama Aung Thu mulai dikenal dunia melalui aksinya di Piala Dunia U-20 tahun 2015 lalu di Selandia Baru.Sejauh ini Aung Thu merupakan anggota skuat timnas senior, ia mengemas delapan gol dari 25 penampilan termasuk tampil di Piala AFF tahun lalu.
  779 kali
Jelang Tantang Guyana, Hargianto Ungkap Kekompakan Timnas Indonesia
Timnas Indonesia mulai kompak. Para pemain pun sudah beradaptasi setelah bersama beberapa hari lakukan pemusatan latihan.Perubahan tersebut dirasakan oleh Muhammad Hargianto. Gelandang timnas asal Jakarta itu mengaku para pemain sudah merasakan kekompakan tim.Saya merasakan perubahan menuju arah yang baik. Kami sudah saling klop, dan proses adaptasi dengan pemain yang baru bergabung pun berjalan lancar,” ujar Hargianto dalam rilis PSSI.[suggestedarticle]Para pemain pun sudah mulai menikmati pola latihan dari pelatih Luis Milla. Pelatih asal Spanyol itu fokus mempersiapkan tim untuk laga uji coba kontra Guyana akhir pekan nanti.“Berbagai variasi latihan yang diberikan pelatih sangat kami nikmati. Saat ini, kami fokus untuk menghadapi Guyana nanti,” tandasnya.Timnas akan jalani laga internasional terakhir saat melawan Guyana, di Stadion Patriot Candarbhaga, Bekasi, Sabtu (25/11/2017). Dalam pertandingan nanti, Milla akan gunakan tim U-23 dan hanya memakai satu pemain senior, yakni Ilija Spasojevic.
  1104 kali
Striker Timnas U-16 Ini Ternyata Juga Geluti Futsal
Penyerang Timnas Indonesia U-16, Amirudin Bagus Kahfi ternyata juga menekuni futsal. Ia bermain futsal untuk menjaga kondisi selama libur latihan timnas.Pemain asal Magelang, Jawa Tengah itu menjadi bintang Timnas Indonesia U-16 saat Kualifikasi Piala Asia U-16 di Thailand, September lalu.Saat ini, timnas U-16 asuhan Fakhri Husaini sedang diliburkan dan baru kembali aktif awal tahun depan untuk persiapan Piala Asia U-16.[suggestedarticle]Mengisi waktu libur, Bagus tetap berlatih sepak bola sendiri. Menariknya, Bagus juga bermain futsal bersama tim sekolahnya."Waktu itu disuruh ikut tim futsal sekolah hasilnya juara di turnamen antar sekolah," ujar Bagus Kahfi kepada Bolalob, beberapa waktu lalu.Tak seperti posisinya di timnas U-16 yang sebagai penyerang, di futsal Bagus memilih untuk menjadi anchor.[suggestedarticle]Berbeda dengan penyerang, karena anchor lebih kepada mengatur serangan dan punya peran ganda sebagai pemain bertahan."Saya main di anchor. Lebih enak aja main di posisi itu," imbuhnya.Meski bermain futsal, Bagus tak melupakan latihan rutin sepak bola. Ia juga beberapa kali mengikuti turnamen sepak bola dengan tim sekolahannya dan juga tim amatir di daerahnya."Kewajiban sebagai pemain bola tidak dilupakan. Tetap latihan walau pulang sekolah sore hari," tandasnya.
  910 kali
Ini Tujuan PSSI Lakukan Evaluasi Kinerja Luis Milla
Sekjen PSSI, Ratu Tisha sudah melakukan evaluasi kepada pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla. Akan tetapi Ratu Tisha enggan membicarakan masa depan pelatih asal Spanyol itu.Beban Luis Milla memang terbilang berat. Ia tak hanya meramu timnas senior, tapi juga membentuk timnas U-23 untuk Asian Games 2017. PSSI pun punya target masuk empat besar di ajang multievent tersebut.Akan tetapi, rapor Luis Milla dalam beberapa pertandingan tak berjalan dengan baik. Mantan pelatih Real Zaragoza itu hanya meraih delapan kemenangan dari total 19 pertandingan.[suggestedarticle]“Luis Milla sudah dua kali dievaluasi. Kami tak boleh lakukan evaluai per pertandingan karena sudah kami lakukan sebelum lawan Suriah,” ujar Ratu Tisha di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (21/11/2017).Ratu Tisha juga mengatakan bahwa evaluasi itu tak melulu soal pecat alias bebas tugas. Namun ada hal penting dari evaluasi untuk perbaikan tim.“Hasil evaluasi itu intinya perbaikan. Hasil evaluasi itu pembentukan tim, komposisi pemain, perkembangan pola permainan dan sebagainya," tandasnya.Milla kini sedang fokus mempersiapkan tim untuk Asian Games. Beberapa pertandingan uji coba pun selalu menggunakan pemain muda untuk matangkan pola permainan ala Milla.
  1712 kali
PSSI: Guyana Tidak 'Seribet' Suriah
PSSI dikabarkan harus menggelontorkan dana besar ketika mendatangkan Suriah U-23 untuk menjalani laga uji coba dengan timnas Indonesia senior dan U-23 pekan lalu.Memang nominal uang untuk mendatangkan Suriah tak dirilis oleh PSSI, namun selain uang negara yang tengah dilanda konflik itu juga memiliki banyak permintaan khusus. Mulai dari lapangan latihan, penginapan, minuman hingga makanan selama mereka berada di Indonesia."Yang pasti (Guyana) tidak seperti Suriah kemarin, karena Guyana kan masih selevel sama kita peringkatnya. Kalau itu Suriah kita untuk datangkan mereka saja sulit setengah mati, mahalnya setengah mati, mainnya juga harus di lapangan yang baik, bahkan sebelum ke sini mereka sudah kirim orang duluan untuk cek kondisi lapangan," ujar Sekjen PSSI, Ratu Tisha.Suriah sendiri sukses memenangi dua laga melawan timnas dalam laga yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Suriah U-23 unggul 3-2 dan 1-0 dalam dua laga itu.[suggestedarticle]Selanjutnya negara asal Afrika yakni Guyana akan menjadi lawan tanding timnas pada akhir pekan ini di Stadion Patriot, Bekasi."Kalau Guyana datang mulai besok (hari ini-red) tapi secara bergelombang, ada yang duluan dan ada yang menyusul. Ada pemain yang duluan kemudian ada official, medis, dan sebagainya, mungkin lengkap dalam satu dua hari nanti," ujar Ratu Tisha."Guyana permintaannya juga lumayan ada berbagai macam permintaan mulai dari nanti latihan di mana sebelum uji coba di Stadion Patriot, terus untuk minuman isotonik, es untuk keperluan recovery dan sebagainya. Dan untuk latihan mereka akan kita arahkan latihan di lapangan lain di Bekasi tapi bukan Patriot," tuturnya.Indonesia dan Guyana berada di ranking FIFA yang sama yakni 165 per Oktober 2017.
  2577 kali
Meski Belum Menang, Perubahan Itu Nyata Ada di Timnas Indonesia
Tim nasional Indonesia belum memetik kemenangan dalam dua laga uji coba melawan Suriah U-23.Jelang menghadapi Guyana akhir pekan ini, cibiran dan kritik mulai datang pada skuat asuhan Luis Milla ini yang dikatakan tak memiliki perubahan dalam bermain.Namun anggapan itu dibantah oleh salah satu pemain timnas yakni Muhammad Hargianto. Menurut gelandang Persija Jakarta itu, pasukan Milla sudah menunjukkan kekompakan setiap harinya dan juga perubahan.“Saya merasakan perubahan menuju arah baik. Kami sudah saling klop dan proses adaptasi dengan pemain yang baru bergabung pun juga lancar,” ujarnya.[suggestedarticle=3]Menghadapi Guyana, Hargianto dan rekan-rekannya yang lain sudah mulai berlatih variasi permainan, dirinya akan memberikan yang usaha terbaik jika dipercaya tampil oleh Milla dalam laga itu.“Berbagai variasi latihan yang diberikan pelatih sangat kami nikmati. Saat ini, kami focus untuk menghadapi Guyana nanti,” tambahnya. Timnas Indonesia akan menjamu Guyana pada Sabtu (25/11/2017) malam WIB di Stadion Patriot, Bekasi.
  6069 kali
Stok Penjaga Gawang Timnas Indonesia Melimpah
Pelatih kiper Borneo FC yakni Luizinho Passos memiliki pernyataan positif untuk tim nasional Indonesia di masa mendatang.Meski baru memulai debutnya di Liga Indonesia musim ini, pelatih asal Brasil ini menilai tim-tim Liga 1 memiliki penjaga gawang yang berkualitas.Untuk itu Luizinho menilai timnas Indonesia tak akan kekurangan stok untuk posisi ini di masa mendatang."Tidak mungkin timnas Indonesia kekurangan kiper. Karena setiap klub punya kiper bagus. Banyak sekali yang saya lihat punya potensi menjadi kiper hebat, asal mendapatkan kesempatan yang bagus, mereka bisa menunjukkan kualitasnya," kata Luizinho di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/11/2017).[suggestedarticle]Setidaknya Luizinho menilai ada lima nama yang layak menjadi penajga gawang timnas saat ini. Mereka antara lain Andritany (Persija), Muhammad Ridho (Borneo FC), Aditya Harlan (Barito Putra), Satria Tama (Persegres), dan Teja Paku Al (Sriwijaya FC).Khusus untuk Andritany, ia menilai kiper Persija itu punya kemampuan yang bagus dalam mengantisipasi bola diagonal."Andritany, dia bagus. Saya sudah lihat dia bermain. Saya pikir dia salah satu kiper terbaik di Indonesia. Dia masih bisa berkembang lebih baik lagi," kata Luizinho.Pelatih yang baru mendapatkan kontrak tambahan ini tak lupa menyanjung penampilan anak asuhnya Muhammad Ridho pada musim 2017."Saya bersyukur bisa melatih kiper-kiper hebat milik Borneo FC, Ridho salah satunya. Dia sudah 11 kali cleansheet di liga, ini pencapaian yang bagus untuknya semoga dia bisa berseragam timnas Indonesia," ungkapnya.
  2864 kali
Daerah Ini Jadi Tujuan Awal Indra Sjafri Cari Pemain Muda
Indra Sjafri bakal menempati jabatan baru sebagai football development dari PSSI. Jabatan baru tersebut pun bakal aktif setelah kontraknya diperbaharui pada Desember 2017.Pelatih asal Sumatera Barat itu pun kembali mencari pemain muda untuk kebutuhan timnas level usia muda. Ia akan mengumpulkan pemain muda terbaik Indonesia yang nantinya menjadi sebuah timnas.Kerap dianggap menganaktirikan pemain dari Papua, Indra Sjafri pun bakal mencari pemain mulai dari tanah Papua.[suggestedarticle]Sebelumnya kubu Persipura Jayapura U-19 mengkritik Indra Sjafri yang tak memasukan satu pemain Papua di timnas U-19 saat ini. “Ini kesannya seperti saya tak pernah ambil pemain dari Papua saja. Asal namanya ada di Indonesia yang tentu kita beri kesempatan,” ujar Indra Sjafri di Kantor PSSI, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/11/2017).[suggestedarticle]“Nanti kalau sudah mulai programnya, kita akan mulai cari pemain dari Papua,” lanjutnya.Indra Sjafri baru akan aktif menjalankan tugasnya setelah kontraknya berakhir pada Desember 2017. Saat ini, ia akan melakukan transisi kepelatihan di timnas U-19 setelah dipastikan lepas dari Garuda Nusantara.
  3611 kali
1511332201542 tag