(Foto: Bola.net)

Pemain Ini Ungkap Kebanggaan Bermain untuk Bali United

Bali United menjadi salah satu kuda hitam dalam memperebutkan gelar Liga 1 musim ini. Kedalaman tim dalam skuat asuhan Widodo C Putro itu menjadi salah atu faktor utamanya.

Hingga pekan ke-23, Bali United ada di posisi dua klasemen dengan raihan 45 poin, atau hanya berjarak satu poin dari Bhayangkara FC di peringkat utama.

Salah satu pemain bertahan Bali United, Abdul Rahman mengungkapkan kondisi harmonis ruang ganti klub berjuluk Serdadu Tridatu ini.

"Setiap pemain yang mendapat kesempatan bermain pasti akan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Inilah pekerjaan kami yang dituntut untuk profesional dalam kondisi apapun,” tegas Rahman dikutip laman resmi klub.

Usai Menahan Persib, Semen Padang Siap Mengganjal Bhayangkara FC


Abdul di awal musim hanya menjadi pelapis pemain asing, Ahn Byung Keon. Namun cedera yang didapat pemain asal Korea itu, membuat Abdul kembali dipercaya menjaga jantung pertahanan Bali United.

“Performa naik turun pemain itu wajar dalam sepakbola. Saya berterima kasih untuk semua yang sudah memberikan kritik dan motivasi buat tim. Tentu harapannya bisa meningkatkan penampilan kami,” sambungnya.

Bali United akan menjamu Persija Jakarta pada Jumat (15/9) dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-24.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Usai Menahan Persib, Semen Padang Siap Mengganjal Bhayangkara FC
Setelah menahan Persib Bandung 2-2, pada laga pekan ke-24 Semen Padang bertekad menjadi pengganjal Bhayangkara FC sebagai pimpinan klasemen sementara Liga 1 2017.Pertemuan kedua tim dalam pekan ke-24 ini, akan digelar di Stadion H Agus Salim, Padang, Jumat (15/9). Untuk sementara Semen Padang di peringkat 13 dengan 28 poin, sedangkan Bhayangkara FC di puncak klasemen dengan 46 poin.Pelatih Semen Padang, Nil Maizar mengungkapkan, Bhayangkara memiliki kecepatan bermain yang tinggi dan ini harus diwaspadai. "Mereka memiliki pemain-pemain dengan kecepatan yang bagus seperti Ilham Udin serta pemain asing mereka Ilija Spasojevic," kata Nil Maizar di Padang, Rabu (13/9).BACA JUGA: Imbang Lawan Semen Padang, Manajer Persib: Jangan Takabur LagiMenurut Nil Maizar, timnya telah mempersiapkan anak-anak asuhnya untuk menghadapi kecepatan yang dimiliki oleh tim yang dilatih mantan Pelatih Timnas Filipina Simon McManemy."Kami sudah pelajari pola permainan mereka dan kami akan antisipasi permainan Bhayangkara agar dapat memenangkan pertandingan di laga kandang nanti," tutur Nil.Nil Maizar menilai Bhayangkara United merupakan tim yang bagus, hal ini dibuktikan dengan posisi mereka sebagai pemuncak klasemen Liga 1 2017."Kami tetap waspada karena segala kemungkinan dapat terjadi, namun target kami dalam laga ini adalah memenangkan pertandingan di hadapan seluruh pecinta Semen Padang," tambah Nil seperti dikutip antaranews.com.Manajer tim Semen Padang Win Benardino mengatakan, pertandingan ini merupakan momen kebangkitan karena hasil minor yang diraih tim dalam dua laga kandang sebelumnya.Namun ketika bertanding melawan Persib Bandung di laga tandang, para pemain mampu menampilkan permainan pantang menyerah sehingga dapat meraih hasil yang cukup bagus."Motivasi ini yang harus dimiliki oleh setiap pemain agar menampilkan permainan terbaik mereka dalam setiap laga dalam kompetisi ini sehingga kita dapat meraih hasil yang maksimal," kata Win.
Raja Assist MU Berharap Kembali Dapati Panggilan Timnas Indonesia
Winger lincah Madura United FC, Slamet Nurcahyo berharap dirinya bisa kembali bermain untuk timnas Indonesia di kesempatan yang akan datang.Slamet sendiri dijuluki si raja assist Madura United. Bersama dengan Oh In-Kyun (Mitra Kukar) dan Boaz Solossa (Persipura Jayapura), Slamet tercatat sebagai pemberi assist terbanyak dengan delapan assist di kancah Liga 1. Tak hanya jadi menyuguhkan assist, Slamet rupanya masih tajam di kotak penalti lawan. Yang terbaru adalah dua golnya ke gawang Arema FC."Di sini bukan saya yang hebat. Tapi atas kerja sama tim, pelatih dan manajemen," uajr pemain berusia 34 tahun itu, seperti dilansir dari Jawa Pos.[suggestedarticle]Pemain kelahiran Jember ini menambahkan jika dirinya masih berharap bisa dipanggil kembali untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia.Namanya sempat terdaftar dalam skuat Indonesia di laga uji coba melawan Fiji awal September lalu di Stadion Patriot, Bekasi. Walau sebentar, ia diturunkan oleh pelatih Luis Milla di babak kedua untuk menggantikan Boaz."Motivasi saya adalah untuk tampil baik di setiap pertandingan bersama Madura United. Supaya kembali dipanggil Timnas. Semoga saja," harap Slamet.
Pemain Asing Persib Punya Tugas Baru dari Pemerintah Jepang
Pemain asing Persib Bandung asal Jepang, Shohei Matsunaga, mempunyai tugas baru, usai dirinya ditunjuk sebagai duta persahabatan antara Indonesia dan Jepang.Pemain jebolan FC Schalke 04 ini ditunjuk sebagai duta persahabatan oleh Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia.Shohei sudah enam tahun berada dan main di kompetisi Indonesia, ia tentu tau dan sudah beradaptasi dengan kebudayaan Indonesia, hal ini yang dilihat oleh Kedubes Jepang."Saya sangat bangga karena terpilih menjadi duta persahabatan Indonesia," ujar Shohei, yang pertama kali bergabung dengan Persib pada 2011."Di sini (Indonesia) orangnya semua baik. Mereka suka bercanda dan tertawa-tawa. Kedutaan Jepang langsung telepon saya (menunjuk sebagai duta)," ucap Shohei.[suggestedarticle]Pemain berusia 28 tahun ini kembali ke Persib pada musim ini setelah sempat membela Persiba Balikpapan dan Persegres Gresik United.Shohei berharap kerja sama kedua negara bisa berjalan lancar, sehingga pada gilirannya bisa menguntungkan kedua belah pihak."Saya tahu orang Jepang memiliki etos kerja yang bagus. Begitu juga orang Indonesia. Mudah-mudahan keduanya maju terus," ujar Shohei.
Bhayangkara FC Ingin Seperti Leicester City
Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy melihat perjalanan timnya musim ini di Liga 1 seperti Leicester City.Hingga pekan ke-23, Bhayangkara FC ada di urutan teratas klasemen sementara Liga 1. Klub ini padahal baru berdiri tahun 2015 lalu.Bukan tak mungkin peluang BFC menjuarai liga sama seperti cerita dongeng Leicester saat meraih titel Liga Primer Inggris pada musim 2014/15 lalu."Saya tidak ingin mengatakan bahwa kami Leicester, tapi kami serupa. Setahun setelahnya Leicester tidak bagus tidak ada kejutan lagi," kata Simon kepada ESPN."Tim-tim lebih tertarik untuk menghentikan kami daripada mencoba mengalahkan kami. Ini adalah pujian. Tahun depan akan berbeda dan kami tidak dapat bersaing dalam bursa transfer dengan klub yang lebih besar," sambungnya.[suggestedarticle]Liga 1 masih menyisakan 11 pertandingan lagi, tapi apa yang sudah ditorehkan klub berjuluk The Guardian ini bisa dikatakan sangat istimewa. Dalam 10 laga terakhir pun mereka berhasil memetik delapan kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.Yang terbaru adalah ketika mereka mengalahkan tim unggulan seperti Persipura Jayapura dengan skor 2-1 akhir pekan lalu."Kami tidak memiliki banyak fans, bahkan saat bermain di kandang kami tidak didukung 30.000 fans, begitu juga di laga tandang. Pasti luar biasa bermain di depan 30.000 fans, tapi tentu ada tekanan yang menyertainya," ujar mantan pelatih timnas Filipina itu.
Kembali ke Persela, Aji Santoso Janji Lakukan Pembenahan
Untuk kedua kalinya pelatih Aji Santoso kembali menangani Persela Lamongan, usai klub itu memecat pelatih Herry Kiswanto.Aji Santoso sebelumnya pernah menukangi Persela Lamongan setelah kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 musim lalu. Sebelum ia akhirnya merapat ke Arema FC.Dirinya siap dengan kondisi yang ada di kubu Persela saat ini dan segera menyiapkan formula untuk membenahi klub asal Jawa Timur tersebut.“Setelah saya melihat penampilan mereka (Persela Lamongan) lawan Perseru Serui, hampir semua sektor ada kekurangan. Mulai dari belakang sampai depan butuh dipoles lagi supaya lebih solid dan tangguh,” papar Aji Santoso beberapa waktu lalu.“Saya akui, tugas yang harus saya jalani kali ini lebih berat dibanding musim lalu,” ungkapnya.[suggestedarticle]Di skuad Persela Lamongan saat ini, Aji Santoso dihadapkan pada masalah cederanya beberapa pemain pilar dan mereka yang absen karena akumulasi kartu kuning. “Soal parade cedera dan akumulasi kartu kuning, saya akan mengubah program latihan supaya pemain tidak mudah kelelahan,” tandas Aji Santoso.“Begitu juga dengan akumulasi kartu kuning yang sering diterima pemain Persela. Saya akan ingatkan para pemain agar tidak mudah melakukan pelanggaran tidak perlu, sehingga bisa berakibat buruk pada tim,” tambahnya.“Ke depan, hal ini tidak boleh terjadi. Saya akan mencari formula yang tepat untuk memecahkan beberapa persoalan ini,” tutup mantan pelatih Timnas Indonesia U23 yang juga pernah menjadi kapten Timnas Indonesia saat masih merumput ini.
Jika PSSI Hukum Koreo Soal Rohingya, Bobotoh Siap Patungan
Bobotoh, suporter Persib Bandung, siap patungan jika koreografi mereka soal Rohingya dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin PSSI.Saat pertandingan Persib Bandung vs Semen Padang yang berakhir imbang 2-2 di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (9/9), Bobotoh memang melakukan koreografi bertulis Save Rohingya. Tentu, koreografi itu berpotensi dihukum PSSI karena bermuatan politis.Beberapa kasus memang sempat dihukum PSSI. Contohnya saat The Jakmania membentangkan tulisan “Jangan Ganggu Ulama Kami” juga tak luput dari denda.BACA JUGA: Ini Sebaiknya yang Dilakukan PSSI Kepada Bobotoh Terhadap Koreo 'Save Rohingya!'Viking Persib Club (VPC) yang jadi koordinator koreo itu tak peduli dengan sanksi yang mungkin diberikan. Mereka mengedepankan rasa kepedulian atas tindak kekerasan etnis Rohingya di Myanmar.“Jauh dari soal Politik. Kalian Manusia? Cukup menjadi manusia seutuhnya saja, tak perlu berbicara agama #SaveRohingnya,” cuitan akun @officialVPC.Hal itu juga ditanggapi oleh beberapa Bobotoh lewat media sosial. Mereka siap mengadakan patungan untuk bayar sanksi yang bisa jatuh dari PSSI.
Wow! Egy Maulana Pernah Disodori Kontrak Setengah Miliar dari Klub Ini
Bakat alami yang dimiliki oleh punggawa tim nasional Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri memang mengundang decak kagum. Saat ini banyak klub mengintai tanda tangan pemain asal Sumatera Utara itu.Empat golnya dari laga melawan Myanmar U-19 dan Filipina U-19 membuat Egy menjadi salah satu calon top skor di turnamen tersebut.Saat masih bergabung dengan Diklat Ragunan, Egy pernah disodori kontrak senilai Rp 500 juta oleh klub Bali United.“Bakat Egy menarik perhatian dari Pak Pieter Tanuri (Pemilik Bali United) saat itu. Kejadiannya sekitar awal tahun ini. Kemudian, saya, Egy dan Pak Pieter serta coach Indra Sjafri (yang saat itu masih menangani Bali United) bertemu di Hotel Mulia, Jakarta. Mereka menyodorkan kontrak untuk Egy,” ujar orang tua asuh Subagja Suihan, yang juga menemukan bakat Egy, seperti dikutip dari Kumparan.Dengan usia masih sangat muda, Bali United berani memberikan kontrak jangka panjang untuk Egy kala itu.“Waktu itu, Pak Pieter menawarkan kontrak sebesar 100 juta per tahun selama lima tahun. Jadi, ya sekitar setengah miliar,” ucapnya. [suggestedarticle]Namun kontrak itu ditolak oleh Subagja. Alasannya, usia Egy masih terlalu muda untuk mengikat kontrak secara profesional. “Belum saatnya Egy melangkah ke sana. Intinya biar Egy tumbuh di sekolah dulu sampai lulus nanti. Bukan saya naif, tapi saya menilai belum saatnya untuk mempromosikan Egy,” tegasnya.Subagja ingin Egy membuktikan dulu kualitasnya melalui prestasi bersama timnas, sebelum bergabung dengan klub besar di Liga 1.“Perkembangan Egy dari saya temukan sampai sekarang memang pesat. Saya melihat keseriusannya. Dia semangat dan fokus. Saya akan kawal jangan sampai dia lupa diri. Saya selalu katakan dia belum jadi apa-apa. Itu untuk memotivasi dirinya agar tidak cepat puas,” pungkasnya.
Terus Kehilangan Poin, Arema FC Revisi Target
Dalam beberapa laga terakhir Arema FC nampak belum bisa menunjukan konsistensinya dalam meraih poin di kancah Liga 1.Usai menang 2-1 lawan Barito Putera di Banjarmasin, Arema tertahan 3-3 oleh PSM Makassar di Kanjuruhan dan kalah 0-2 dari tuan rumah Madura United FC.Saat ini tim Arema FC masih tertahan diposisi 7 klasemen sementara dengan torehan 34 poin.Poin Arema FC terpaut cukup jauh dengan PSM Makassar yang berada diposisi 3 klasemen sementara, yakni dengan tertinggal 8 poin.Manajemen pun menyadari bahwa cukup sulit untuk bisa menembus posisi tiga besar. Mereka pun merevisi target untuk skuat asuhan Joko Susilo ini."Paling tidak kami berusaha untuk mengamankan diri terlebih dahulu agar tidak terdegradasi. Setelah hal itu dicapai baru kami akan berfikir untuk memburu target lain," beber Ruddy Widodo, General Manager Arema FC, Senin (11/9/2017), seperti dikutip dari Surya Malang.[suggestedarticle]Absennya sejumlah punggawa penting Arema membuat klub nampak kesulitan bersaing dengan tim di papan atas.Sampai saat ini, Arema FC paling tidak masih kehilangan dua pilar utama. Mereka adalah penjaga gawang Kurnia Meiga dan stoper Bagas Adi Nugroho. Kurnia Meiga masih dalam tahap penyembuhan. Sementara Bagas Adi Nugroho masih pemulihan cedera."Kami harus berfikir realistis untuk saat ini. Apalagi dengan kondisi tim yang tidak full. Tentu kami tak bisa memasang target terlalu muluk-muluk. Hal itu sudah disampaikan kepada pelatih. Tetapi jika ada peluang untuk meraih poin lebih banyak, tentu kami lebih senang," imbuhnya."Untuk bisa tetap bertahan di kasta tertinggi, paling tidak Arema FC harus mengumpulkan 40 poin. Sehingga lawan Persela Lamongan kami harus amankan poin penuh untuk menjauhi kejaran pesaing," pungkasnya.Arema akan menjamu Persela Lamongan dalam pekan ke-24 Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (16/9/2017).
Sempat Gangguan Mental, Pemain Ini Sukses Comeback Bersama MU
Madura United sukses meraih kemenangan 2-0 saat menjamu Arema FC di kancah Liga 1 beberapa waktu lalu.Di laga itu salah satu punggawa asing MU yang telah lama absen yakni Dane Milovanovic kembali bermain.Pemain asal Australia itu masuk di menit ke-59 untuk menggantikan Guntur Ariyadi. Perjudian itu berbuah hasil dengan kemenangan dan tak kebobolan berhasil didapat Madura United.Pelatih MU, Gomed De Oliviera menyanjung comeback pemain yang sempat mengalami gangguan mental itu."Dane bermain baik dalam pertandingan lawan Arema. Kehadirannya berpengaruh ke permainan. Passing-nya juga bagus," puji Gomes, seperti dikutip dari Jawa Pos.[suggestedarticle]Meski telah bermain bagus pada pertandingan lawan Arema, Gomes meminta pendukung Madura United untuk lebih bersabar karena Dane belum 100 persen fit. Penampilan Dane di laga kontra Arema masih belum mencapai titik permainan dan kondisi terbaiknya."Dia belum 100 persen. Semua harus lebih sabar. Biarkan ia bermain," imbuh pelatih asal Brasil tersebut.Sementara itu, raja assist Madura United, Slamet Nurcahyono mengaku gembira dengan kembalinya Dane. Namun Slamet mengingatkan bahwa Madura United tak mengandalkan satu pemain saja. "Kami lebih mengedepankan permainan tim," tutur jebolan Persebaya Surabaya itu.
Player of the Week Pekan ke-23 Liga 1 Indonesia 2017
Bolalob telah memilih tiga pemain terbaik untuk pekan ke-23 Liga 1 Indonesia 2017. Ketiga pemain ini tampil apik dan menjadi bintang timnya dalam meraih kemenangan.Nama pertama yang kami pilih menjadi yang terbaik di pekan ini adalah Ilham Udin, pemain Bhayangkara FC. Dua gol berhasil mengatarkan timnya meraih kemenangan krusial 2-1 dari Persipura Jayapura.[suggestedarticle]Ferdinand Sinaga kembali tampil ganas di depan gawang lawan, kali ini brace nya ikut membantu PSM Makassar menang dari PS TNI.Sosok terakhir yang kami pilih adalah winger lincah Madura United, Slamet Nurcahyo. Dimana ia sukses mencetak dua gol kemenangan ke gawang Arema FC.Menurut pembaca Bolalob siapa pemain terbaik pekan ini? Atau pembaca punya pilihan sendiri?
1505216703523 tag