(Foto: Four Four Two)

Daftar Pemain Yang Bisa Bela Timnas Catalan

Pemerintah Catalonia, Senin (2/10/2017) mengumumkan, setidaknya ada 90 persen warga Catalan yang memberikan suara dalam proses referendum, memilih merdeka.

Dalam sebuah konferensi pers yang dikutip AFP, Jurubicara Pemerintah Daerah Jordi Turull, mengatakan 2,02 juta warga memilih merdeka.

Barcelona menjadi klub elit yang paling aktif dalam menyuarakan kemerdekaan wilayah tersebut.

Jika jadi merdeka, Catalan pun sudah memiliki tim nasional sepakbola yang cukup kuat.

Walau belum berafiliasi dengan FIFA maupun UEFA, timnas Catalan sudah terbentuk sejak tahun 1904 lalu dan sudah memainkan lebih dari 200 pertandingan uji coba. Termasuk melawan Brasil, Argentina dan Nigeria.

Sebanyak 70 persen anggota skuat timnas Catalan diisi oleh pemain dari Barcelona. Nama yang paling mentereng yang bisa pindah dari timnas Spanyol antara lain Gerard Pique, Sergio Busquets, Jordi Alba, Aleix Vidal dan Cesc Fabregas.

Singgung Referendum Catalan, Suporter Madrid Kibarkan Bendera Spanyol


Untuk kursi pelatih, Pep Guardiola dinilai sosok yang tepat untuk menduduki jabatan itu. Loyalitasnya terhadapa Catalan sering ia tunjukan dengan sikap pro-kemerdekaan.

Selain keempat nama tersebut, ada sejumlah pemain potensial lain asal Catalan. Mereka adalah Jordi Masip mantan penjaga gawang Barcelona yang saat ini berada di Real Valladolid, Kiko Casilla (Real Madrid), Marc Bartra (Borussia Dortmund), dan Bojan Krkic (Mainz 05).

Mantan pemain Barcelona dan juga pemain asli Catalan, Xavi Hernandez bahkan sempat melontarkan keyakinannya akan timnas Catalan.

Menurut Xavi timnas Catalan bisa berada di 15 besar peringkat dunia saat ini.

Berikut susunan pemain timnas Catalan dengan formasi 4-4-2:

Kiper: Kiko Casilla (Real Madrid)

Bek: Sergi Roberto (Barcelona), Gerard Pique (Barcelona), Marc Bartra (Borussia Dortmund), Jordi Alba (Barcelona).

Gelandang: Bojan Krkic (Mainz), Sergio Busquets (Barcelona), Cesc Fabregas (Chelsea), Keita Balde (Monaco).

Striker: Gerard Deulofeu (Barcelona), Gerard Moreno (Espanyol)

Cadangan: Jordi Masip (Real Valladolid), Pau Lopez (Tottenham Hotspur), Aleix Vidal (Barcelona), Martín Montoya (Valencia), Jordi Amat (Real Betis), Víctor Sánchez (Espanyol), David López (Espanyol), Sergi Samper (Las Palmas), Sergio García (Espanyol), Bojan Krkic (Alaves), Cristian Tello (Real Betis).

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(3)


Rekomendasi



Berita Terkait


Singgung Referendum Catalan, Suporter Madrid Kibarkan Bendera Spanyol
Kejadian berbau politis terlihat di laga antara Real Madrid melawan Espanyol di Santiago Bernabeu, pada Minggu (1/9) atau Senin dini hari WIB. Dalam laga yang dimenangi oleh Madrid dengan skor 2-0 itu, terlihat suporter Real Madrid mengangkat bendera Spanyol di atas kepala mereka sebagai protes terhadap referendum Catalan.Sikap itu mempertegas bahwa mereka mendukung pemerintah Spanyol yang sejatinya berbasis di Kota Madrid untuk menolak kemerdekaan Catalan.Dimana Espanyol merupakan tim asal wilayah Catalan, dan pada hari itu sedang ada referendum untuk menentukan masa depan. Apakah akan tetap bersama dengan Spanyol atau memilih merdeka.Kerusuhan akibat pilihan politik rakyat Catalan itu memicu keributan antara pihak keamanan dan massa pro kemerdekaan. Akibatnya laga Barcelona menjamu Las Palmas di Stadion Camp Nou tak boleh dihadiri penonton.[suggestedarticle]Pemerintah Spanyol, yang berbasis di Madrid, mengatakan bahwa referendum Catalan itu ilegal. Hal itu menyebabkan pecahnya keributan di sekitar Catalonia antara polisi dan pendukung pro-kemerdekaan.Media SunSport melaporkan, Barcelona, ??yang mengalahkan Las Palmas 3-0 dalam kualifikasi La Liga, memang dukungan referendum kemerdekaan Catalan, dengan memposting kata "demokrasi" di papan skor mereka.Kapten Barcelona, Gerard Pique serta mantan pelatih klub raksasa itu, Pep Guardiola, dikenal vokal menyuarakan kemerdekaan Catalonia.
Jika Catalan Merdeka, Barcelona Bisa Tampil di Liga Primer Inggris
Klub raksasa Spanyol, Barcelona diyakini akan terimbas bila wilayah Catalunya merdeka dari Spanyol. Dimana pada akhir pekan kemarin wilayah otonom dalam negara Spanyol yang baru saja menggelar referendum, untuk menentukan merdeka atau tetap bersama pemerintahan Spanyol.Seperti dilansir dari Independent, Gerard Figueras selaku menteri olahraga Katalunya angkat bicara. Dia mengatakan, Barcelona dapat saja keluar dari La Liga dan pindah ke liga mana pun, termasuk Liga Primer Inggris."Kalau sampai terjadi (Catalunya) merdeka, tim Catalan di La Liga, yakni Barcelona, Espanyol, dan Girona, akan harus memutuskan di mana mereka hendak bermain. Apakah tetap di liga Spanyol atau liga negara-negara lain, semisal Italia, Prancis, atau Liga Primer Inggris," kata Gerard Figueras, seperti dikutip the Independent, Senin (2/10).[suggestedarticle]Dalam dunia sepak bola Eropa, ada kewajaran bahwa klub dari negara tetangga ikut liga suatu negara lain. Misalnya, di La Liga, ada sejumlah klub sepak bola asal Andorra yang ikut bermain. Begitu juga dengan Monaco yang tampil di Ligue 1 Perancis."Monaco bermain di (liga) Prancis. Di Inggris, ada klub-klub asal Wales. Saya kira, di UEFA tidak ada aturan yang melarang soal itu," lanjut Gerard.Terpisah, pihak Barcelona FC belum berani memberikan tanggapan tentang wacana tersebut atau opsi-opsi bila Katalunya lepas dari Spanyol.PM Spanyol Mariano Rajoy telah menegaskan bahwa pemungutan suara itu ilegal. Sejumlah kasus kekerasan terjadi di Catalunya di hari pemungutan suara yang berlangsung kemarin.
Las Palmas Kecewa dengan Laga tanpa Penonton Lawan Barcelona
Laga Barcelona kontra Las Palmas pada pekan ketujuh La Liga di Stadion Camp Nou, Minggu (1/10/2017) nyaris ditunda menyusul pecahnya kerusuhan di seluruh Kota Catalunya pasca-referendum kemerdekaan Catalunya dari Spanyol.Warga Catalunya dan polisi terlibat bentrokan dan menyebabkan sejumlah warga terluka setelah mereka memberikan hak suaranya untuk menentukan apakah Catalunya lepas dari Spanyol atau tidak. Pemerintah Spanyol sendiri menganggap referendum tersebut ilegal.Pertandingana yang digelar di Camp Nou pun akhirnya digelar tanpa penonton. Namun situasi ini dikecam kubu tim lawan.Gelandang serang Las Palmas Jonathan Viera mengecam respons Barcelona yang melancarkan protes kepada La Liga akibat 'dipaksa' menggelar pertandingan. Viera menyesalkan keputusan manajemen Barcelona yang tidak mengizinkan tribun penonton diisi ketika laga melawan Las Palmas digelar. Padahal pihak keamanan menjamin keselamatan penonton andai ingin menyaksikan laga itu."Ini benar-benar situasi rumit. Sebetulnya ini sangatlah tidak baik bagi siapa pun, tidak pula untuk sepak bola. Seharusnya laga tidak berjalan seperti ini," ujar Viera dikutip dari Marca, Senin (2/10).[suggestedarticle]Pemain 27 tahun ini bersyukur karena di tengah situasi kacau yang terjadi di luar stadion, laga bisa berjalan baik-baik saja. Meski sempat ada seorang penonton menerebos masuk stadion dan bisa berlari mencapai lapangan, menurutnya secara keseluruhan pertandingan berjalan aman."Ini benar-benar kondisi yang dilakukan tanpa persiapan. Tapi saya lega karena tidak terjadi apa-apa," kata Viera.Pada laga tersebut, Las Palmas kalah 0-3. Hasil ini membuat mereka berkutat di papan bawah dengan menempati peringkat ke-17 dengan enam angka dari tujuh laga. Sebaliknya, Barcelona kokoh di puncak klasemen dengan 21 angka dari tujuh laga.
Demi Catalunya, Gerard Pique Siap Korbankan Timnas Spanyol
Bek FC Barcelona Gerard Pique secara terang-terangan mengakui dirinya sebagai salah satu warga Catalunya yang pro-kemerdekaan dari pemerintahan Spanyol.Pique turut memberikan suara ketika dilakukan referendum oleh wilayah otonom Catalunya. Padahal referendum itu dianggap kontroversial karena pihak pemerintah Spanyol anggap tidak sesuai dengan konstitusi.[suggestedarticle]Sikap Pique sebagai salah anggota timnas Spanyol pun menuai kritik. Eks Manchester United itu dianggap tidak nasionalis terhadap bendera kerajaan. Hal ini kemudian ditanggapi pemain berusia 30 tahun itu usai laga Barcelona kontra Palmas, Minggu (1/10/2017) yang digelar tertutup. Pique menegaskan dengan mata berkaca-kaca bahwa dia siap mundur dari skuad Julen Lopetegui daripada membuat ricuh suasana timnas."Saya tahu bahwa ada orang-orang di Spanyol yang mengutuk apa yang telah terjadi dan juga percaya pada demokrasi. Jika manajer atau direktur federasi (RFEF) berpikir bahwa saya adalah masalah bagi tim nasional, saya akan mundur sebelum Piala Dunia (2018)," ujar Pique dikutip dari AS.
Pemainnya Pro-Catalan, Pelatih Timnas Spanyol Tak Mau Ambil Pusing
Sudah bukan rahasia umum lagi jika salah satu bek timnas Spanyol, Gerard Pique, selalu memberi dukungan untuk kemerdekaan Catalunya. Menanggapi hal ini pelatih La Furia Roja, Julen Lopetegui, tak mau ambil pusing.Pique sendiri mengajak warga Catalunya untuk mengekspresikan diri secara damai. Hal itu terkait dengan referendum untuk menentukan masa depan Catalunya, mau tetap bergabung dengan Spanyol atau merdeka.Suasana ruang ganti timnas Spanyol pun mulai memanas. Apalagi disitu ada pemai yang setia dengan 'kerajaan' yakni Sergio Ramos.Pique tetap dipanggil Lopetegui menatap pertandingan Spanyol melawan Albania di kualifikasi Piala Eropa. Lopetegui tetap yakin Pique mempunyai jiwa Spanyol."Pique? Saya ingin fokus pada permainan kami dan kualifikasi," kata Lopetegui di Soccerway."Beberapa orang yang berkecimpung di olahraga sudah bilang mengenai itu, tapi saya hanya menilai pemain saya berdasar performa dan sikapnya."[suggestedarticle]"Saya tak mempunyai sedikit pun keraguan pada Gerard. Dia akan berlatih dengan kami pada hari Senin dan dia akan menjadi satu pemain tambahan lagi untuk kami.""Realitas saya adalah olahraga dan Gerard merupakan bagian dari jiwanya timnas Spanyol. Tak ada keraguan mengenai itu. Kami tak akan membiarkan apapun atau siapapun mengalihkan fokus kami," kata dia lagi.Sebelumnya Pique memang sering mendapat cemoohan dari para pendukung timnas Spanyol, usai dirinya dengan terbuka mendukung referendum Catalan.
Chelsea vs Man City: Siapa Lebih Unggul di Stamford Bridge?
Chelsea sebagai tuan rumah mendapat tantangan besar saat menghadapi Manchester City yang tengah berapi-api. Kedua tim memperebutkan posisi pemuncak klasemen di pekan ke-7 Liga Primer Inggris, Sabtu (30/9/2017).Laga ini menjanjikan pertarungan taktik antara kedua tim yang tengah dalam performa bagus di Stamford Bridge. Chelsea menang 10 dari 12 laga terakhir di liga, sementara Man City meraih poin penuh 9 dari 10 pertandingan terakhir.[suggestedarticle]Dari enam pertemuan terakhir antara keduanya, The Blues unggul tipis menang tiga kali, sedangkan The Citizens lebih berjaya di dua laga lainnya, dan satu berakhir imbang. Ada 21 gol tercipta dalam kurun waktu tersebut.Catatan penting kali ini adalah anak-anak asuhan Pep Guardiola harus berjuang tanpa Sergio Aguero yang kecelakaan mobil. Padahal striker asal Argentina itu melesakkan enam gol dari enam pertandingan.Catatan pertemuan Chelsea vs Man City di Stamford Bridge:5/4/2017 (EPL) Chelsea 2-1 Man City16/4/2016 (EPL) Chelsea 0-3 Man City21/2/2016 (FA) Chelsea 5-1 Man City31/1/2015 (EPL) Chelsea 1-1 Man City27/10/2013 (EPL) Chelsea 2-1 Man City
Aguero Cedera Setelah Nonton Konser, Begini Tanggapan Guardiola
Sergio Aguero menonton konser penyanyi Kolombia, Maluma, di Amsterdam, Belanda pada tengah pekan yang berakhir dengan kecelakaan pada taksi yang ditumpanginya. Akibat insiden itu Aguero patah tulang rusuk sehingga harus absen ketika Manchester City bertandang ke markas Chelsea, Sabtu (30/9/2017). Padahal penyerang berusia 29 tahun itu sedang tampil bagus mencetak enam gol dari enam laga di Liga Primer Inggris.[suggestedarticle]Ketika Pep Guardiola ditanya apakah perilaku Aguero dapat berujung sanksi karena menyaksikan konser jelang laga penting, manajer Man City itu menjawab dengan santai."Kenapa dia harus minta maaf padaku? Tidak. Lalu bagaimana dengan Mendy?" jawab Guardiola dikutip dari Soccerway.Benjamin Mendy juga tengah cedera ACL ketika The Citizens menang 5-0 atas Crystal Palace pekan lalu. "Saya tidak ingin tahu apa yang pemain pemain saya lakukan. Mereka seorang ayah, punya tanggung jawab penuh yang harus mereka pikul, di dalam dan luar lapangan," sambung Guardiola.
Hadapi Chelsea, Man-City Tanpa Tiga Pemain Inti
Manchester City harus kehilangan tiga pemain intinya jelang menghadapi big match lawan Chelsea pada Liga Primer Inggris di Stadion Stamford Bridge, Sabtu (30/8).Menurut keterangan laman resmi Man-City,  ketiga pemain tersebut adalah kapten sekaligus bek Vincent Kompany, gelandang Benjamin Mendy, dan penyerang Sergio Aguero.Menurut Pep Guardiola pelatih Manchester City,  Kompany tidak bisa masuk skuat karena belum mengikuti sesi latihan penuh akibat cedera. Guardiola pun menyebut dia juga tidak akan bergabung dengan tim nasional Belgia.BACA JUGA: Kecelakaan Mobil, Apa yang Aguero Lakukan di Belanda?"Kompany tidak akan diturunkan versus Chelsea. Dia sudah tidak latihan penuh sejak satu bulan lalu," ujar Pep.Selain itu, nama Benjamin Mendy juga dinyatakan tidak akan turun di laga kontra Chelsea karena menderita cedera lutut. Pep memperkirakan Benjamin bisa pulih pada April 2018."Mendy dioperasi di Barcelona oleh dokter Ramon Cugat dan sepertinya dia harus absen sampai semifinal Liga Champions Eropa," tutur Guardiola.Sementar itu, pemain Manchester City terakhir yang tidak akan berlaga kontra Chelsea adalah penyerang Sergio Aguero yang kecelakaan lalu-lintas di Amsterdam, Belanda.Pemain asal Argentina itu langsung dipulangkan ke Manchester untuk disembuhkan."Saya bukan dokter dan tidak mengetahui kondisi rinci Sergio Aguero. Yang jelas itu murni kecelakaan. Dari pengamatan pertama rusuknya patah, tetapi kami belum tahu sampai berapa lama Sergio Aguero absen," jelas Guardiola.
Jelang Referendum Catalan, Ramos Kritik Sikap Pique
Catalunya dikabarkan akan tetap menggelar referendum pada 1 Oktober. Referendum tersebut dilakukan untuk menentukan apakah Catalunya tetap menjadi bagian Spanyol atau memisahkan diri dan menjadi negara merdeka.Hal ini disambut oleh salah satu punggawa Barcelona yakni Gerard Pique, yang mendukung kemerdekaan wilayah Catalan dari pemerintah Spanyol.Ia mengajak warga Catalan untuk memeriahkan referendum wilayahnya pada 1 Oktober mendatang. Des d'avui i fins diumenge, expressem-nos pacíficament. No els hi donem cap excusa. És el que volen. I cantem ben alt i ben fort. #Votarem — Gerard Piqué (@3gerardpique) September 28, 2017 "Mulai hari ini sampai Minggu, mari kita mengekspresikan diri kita secara damai. Kita tidak memberi kesempatan pada mereka. Itulah yang mereka inginkan. Kita akan terus bernyanyi dengan keras dan lantang," tulis Pique pada akun Twitternya, Kamis (28/09/2017) kemarin waktu setempat.[suggestedarticle]Hal ini langsung ditanggapi dingin oleh Serio Ramos, palang pintu dan kapten Real Madrid.Ramos memprotes pernyataan Pique tersebut karena khawatir bisa menganggu keharmonisan Timnas Spanyol. Apalagi La Furia Lora akan berhadapan dengan Albania pada lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018, 7 Oktober mendatang."Tweet Pique bukanlah hal terbaik yang bisa dia lakukan jika dia tidak ingin disoraki (suporter)," ucap Ramos dikutip dari Dailymail."Mungkin Tweet itu bukan hal terbaik yang bisa terjadi pada grup ini (skuat Spanyol). Setiap orang bebas mengutarakan apa yang mereka pikirkan, sebagai kapten saya selalu memerhatikan suasana tim dan Pique tahu apa yang telah dia lakukan. Mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk nge-Tweet seperti itu dan itu sama sekali tak membantu tim," papar sang kapten.[suggestedarticle]Kedua sosok ini merupakan salah satu duet terbaik di jantung pertahanan timnas Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.Tak jarang Pique dan Ramos saling perang kata-kata dalam membela panji klubnya masing-masing.
Tiga Klub La Liga Asal Catalunya Berbeda Pandangan Politik
Musim ini La Liga memiliki tiga klub yang berasal dari wilayah Catalunya, mereka antara lain Barcelona, Espanyol dan klub promosi Girona.Meski dilarang oleh Pemerintah Spanyol, publik Catalunya dikabarkan akan tetap menggelar referendum pada 1 Oktober mendatang.Referendum tersebut dilakukan untuk menentukan apakah wilayah Catalunya tetap menjadi bagian Spanyol atau memisahkan diri dan menjadi negara merdeka.Pemerintah Spanyol menganggap referendum tersebut inkonstitusional atau ilegal dan memerintahkan polisi untuk menghalau upaya dilakukannya referendum.Sikap pandangan politik ketiga klub asal Catalan itu berbeda-beda. Dimana kita ketahui bahwa Barcelona paling getol dalam menyuarakan kemerdekaan Catalan.Dikutip dari Marca, Barcelona pada beberapa hari lalu sudah menyatakan dukungan untuk memilih melepaskan diri dari Spanyol."Barca, sesuai dengan sejarah komitmetnya untuk melindiungi negara, demokrasi, kebebasan berekspresi dan hak untuk memilih. Akan terus mendukung apa yang dipilih oleh mayoritas penduduk Catalunya."[suggestedarticle]Sama dengan Barca, pandagan serupa juga didukung oleh Girona. Klub promosi yang baru saja dimiliki oleh konsorsium asal Uni Emirat Arab yakni City Football Group.Sementara Espanyol menyatakan tidak akan mau terlibat dalam urusan politik."Penting untuk menjaga Espanyol dan dunia olahraga terlepas dari posisi sosial-politik yang penuh dengan omong kosong dan tanpa arti," demikian pernyataan Espanyol melalui akun Twitter mereka beberapa hari lalu.Setidaknya ada total 17 klub yang berasal dari wilayah Catalan.
1506730202267 tag