(Foto: fifa.com)

Kejamnya Negeri Komunis Ini, Timnasnya Kalah Pulang Pemainnya Disiksa

Hidup di negeri komunis seperti Korea Utara memang mengerikan. Penguasa negeri itu tak segan-segan menjatuhkan sanksi kejam, termasuk kepada timnas sepak bolanya.

Pendeknya, menang disambut, kalah disiksa. Bandingkan dengan timnas Indonesia yang sekarang ini, meski gagal di SEA Games 2017, pulang mereka pun dijemput.

Kekejaman itu dialami oleh skuat timnas Korut pada Piala Dunia 2010. Tentu saja para pemain sudah sekuat tenaga menampilkan permainan terbaik, tapi mereka tetap kalah dalam tiga pertandingan penyisihan grupnya.

Dalam penyisihan Grup G, mereka kalah atas Brazil 1-2, ditekuk Pantai Gading 0-3, lalu kalah telak pada pertandingan terakhir atas Portugal 0-7. Tim Korut terpaksa pulang cepat.

BACA JUGA: Laga Korea Utara VS Malaysia Kembali Alami Penundaan

Hasil tersebut membuat pimpinan Korut saat itu Kim Jong-ill marah besar. Sepulang dari Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, mereka disambut dengan kemarahan dan sanksi.

Seluruh pemain mendapat sanksi fisik yang amat keras. Mereka dipaksa berlatih telanjang dada di tengah badai salju dan berenang di sungai teramat dingin. Kondisi ini bisa bikin hipotermia dan mati akibat cuaca ekstrem.

Meski begitu para pemain mengaku menerima siksaan tersebut dengan lapang dada. Mereka pun berjanji untuk giat berlatih dan meningkatkan prestasinya lagi. Untuk Piala Dunia 2018, Korut masih berpeluang lolos dari jalur runner-up Grup A, sementara juara grup sudah dipastikan Iran telah lolos ke Rusia.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(1)


Rekomendasi



Berita Terkait


Rival Watch: Malaysia Kembali Jadi Bulan-bulanan Korea Utara
Malaysia kembali meraih hasil mengecewakan dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2019. Harimau Malaya takluk dengan skor telak 1-4 dari Korea Utara, Senin (13/11).Ini merupakan kali kedua dalam waktu seminggu, Malaysia dibekuk Korea Utara. Sebelumnya dalam pertemuan tanggal 10 November, Malaysia juga kalah dengan skor identik.[suggestedarticle]Kim Yu-Song menjadi bintang kemenangan Korea Utara dalam pertandingan ini. Ia mencetak hat-trick dimana golnya disumbangkan pada menit 15,20, dan 44.Korut semakin dalam posisi nyaman setelah Pak Kwang-Ryong mencetak gol di menit ke-79. Malaysia memperkecil ketertinggalan di menit ke-85.Dengan hasil ini Malaysia dipastikan gagal lolos ke Piala Asia 2019. Sementara itu Korut membuka jalan untuk lolos.
  3283 kali
Pantai Gading Tersingkir! Ini Lima Wakil Afrika di Piala Dunia 2018
Laga terakhir kualifikasi zona Konfederasi Afrika, Minggu (12/11/2017) dini hari WIB menghasilkan dua wakil Benua Hitam terakhir yang berhak berangkat ke Piala Dunia 2018. Namun, Pantai Gading tersingkir.Kedua negara itu adalah Tunisia dan Maroko. Dalam kualifikasi ini hanya juara grup yang berhak meraih tiket putaran final.[suggestedarticle]Tunisia menjamu Libya di Stadion Olympique de Rades, Rades, bermain imbang 0-0. Tambahan satu poin sudah cukup untuk Tunisia juarai Grup A dengan 14 poin, artinya unggul satu poin atas Republik Demokratik Kongo sebagai runner-up. Sementara itu, Maroko mengalahkan Pantai Gading 2-0 di Stade Felix Houphouet-Boigny, Abidjan. Gol-gol laga ini dicetak oleh Nabilr pada menit ke-25 dan Medhi Benatia di menit ke-30.[suggestedarticle]Maroko memuncaki Grup C dengan total 12 poin. Sementara Pantai Gading hanya berada di peringkat kedua dengan 8 poin.Maka, lengkap sudah lima slot Afrika di Piala Dunia 2018. Sebelumnya ada Nigeria, Mesir, dan Senegal yang sudah lebih dulu melenggang ke putaran final.
  3770 kali
Langkah Malaysia Menuju Piala Asia 2019 Makin Berat
Malaysia menelan kekalahan telak dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia U-19. Harimau Malaya kalah 1-4 dari Korea Utara, Jumat (10/11).Pertandingan ini sejatinya digelar di Pyongyang, Korea Utara. Namun karena masalah politik kedua negara, pertandingan digelar di Buriram, Thailand.Pak Kwang-Ryong membuka keunggulan Korea Utara di menit ke-12. Korea Utara semakin menjauh lewat gol dari Kim Yu-Song pada menit ke-42.Memasuki babak kedua, Korea Utara semakin dominan. Kim Yong-Il mencetak gol di menit ke-48. Jong Il-Gwan sukses membuat kedudukan menjadi 4-0 pada menit ke-59.Muhammad Safawi memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4 di menit ke-67. Namun gol itu menjadi penutup dalam laga ini sehingga tiga poin menjadi milik Korea Utara.Dengan hasil ini Malaysia tetap di juru kunci Grup B dengan 1 poin. Dengan dua laga sisa, Malaysia butuh dua kemenangan untuk membuka peluang lolos ke Piala Asia 2019.
  5902 kali
Ibrahimovic Percaya Swedia Bisa Kalahkan Italia
Zlatan Ibrahimovic mendukung para pemain timnas Swedia jelang laga playoff kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Italia pada Sabtu (12/11).Swedia akan lebih dulu menjamu Italia di Friends Arena, Stockholm di leg pertama.Ibrahimovic mengatakan Swedia akan tampil tanpa beban sepeninggal dirinya yang telah pensiun dari dunia internasional."Swedia bermain tanpa tekanan karena sejak saya pergi, tidak ada yang mengharapkan banyak dari mereka sekarang, dari media sampai para penggemarnya. Saat saya bermain, level timnas Swedia menjadi naik, jadi ketika saya tidak bermain, level mereka akan turun," ujar Ibrahimovic dilansir dari SkySports."Karena itu, skuad ini tetap merupakan kolektif yang baik, hanya dengan tanggung jawab yang kurang di pundak mereka. Para pemain tidak terlalu berpengalaman, tetapi tim ini cukup ambisius," kata Ibra.[suggestedarticle]Satu nama yang wajib diwaspadai oleh Swedia adalah gelandang Marco Veratti. Ibra mengenal permainan pemain bertubu mungil ini selama berada di Paris Saint Germain."Tidak ada yang lebih kuat dari Verratti, tetapi dia harus digunakan dengan tepat," ucapnya."Dia adalah salah satu gelandang terbaik di dunia, tetapi harus bermain sebagai gelandang tengah yang cendurung defensif," ujar Ibrahimovic.Usai Euro 2016 lalu Ibrahimovic sendiri memutuskan mundur dari timnas Swedia, ia tak memiliki niatan untuk kembali ke timnas sekalipun jika negara itu lolos ke Piala Dunia 2018.
  350 kali
Optimisme di Kubu Swedia Jelang Lawan Italia
Swedia menatap tinggi laga playoff Piala Dunia 2018 zona Eropa melawan Italia.Skuat asuhan Janne Andersson memiliki optimisme tinggi dalam duel ini, dirinya yakin akan mengalahkan Italia pada dua pertemuan ini.Selama kualifikasi, Swedia tergabung atau satu grup dengan dua negara kuat yakni Perancis dan Belanda. "Jika kami bisa bertarung di level itu, kami bisa mengalahkan tim manapun di dunia, termasuk Italia. Kami memiliki segalanya untuk menang, dan perasaan saya sedang bagus-bagusnya," kata juru taktik 55 tahun dalam konferensi pers, dikutip dari Football Italia, Selasa (7/11).[suggestedarticle]Andersson mengatakan, ia memiliki tekad bulat untuk menuju Rusia. Ia tak merasa tertekan dengan harapan tersebut.Kendati demikian, ia memuji tim lawan dengan sejarah besarnya. Beberapa pemain Italia, juga sering mentas di even gemerlap seperti Piala Eropa dan Piala Dunia."Mereka memiliki pengalaman dan tim yang bagus. Tapi, kami akan mencari cara untuk melewatinya," ujar Andersson.Duel leg pertama kedua tim berlangsung di Stockholm, Jumat (10/11) waktu setempat. Tiga hari berselang, giliran Gli Azzurri menjadi tuan rumah leg kedua di Stadion San Siro, Milan.Skuat Swedia dalam menghadapi Italia:Kiper: Johnsson, Nordfeldt, OlsenBek: Augustinsson, Granqvist, Helander, Jansson, Krafht, Larsson, Lustig, Lindelof, OlssonTengah: Claesson, Durmat, Ekdal, Forsberg, Johansson, Larsson, Rohden, Sema, SvenssonDepan: Berg, Guidetti, Toivonen, Thelin
  426 kali
Striker Lazio Siap Bawa Italia ke Piala Dunia 2018
Bintang Lazio, Ciro Immobile bertekad untuk membawa Italia ke Piala Dunia 2018. Italia bakal melakukan laga play-off melawan Swedia, di Friends Arena, Solna, Sabtu (11/11/2017).Immobile masuk dalam pemain yang dipanggil pelatih Giampaolo Ventura. Ia pun siap untuk membobol gawang Swedia.[suggestedarticle]“Saya siap dan kami punya waktu empat hari untuk menyelesaikan dengan cara kami,” ujar Immobile dilansir dari Football-Italia.“Kami punya tanggung jawab besar dan sangat penting bagi kami untuk memainkan pertandingan ini,” lanjut Ciro.Italia harus jalani play-off setelah gagal lolos otomatis ke putaran final setelah hanya menjadi runner up Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018 di bawah Spanyol.
  356 kali
Gemilang di Valencia, Striker Ini Kembali Dipanggil Timnas Italia
Simone Zaza tampil konsisten bersama Valencia pada musim ini, ia menjadi mesin gol si Kelelawar dengan total 9 gol dalam 11 laga.Penampilan apik itu membawa Zaza terpanggil kembali oleh pelatih Giam Piero Ventura di timnas Italia.Italia sendiri akan menghadapi Swedia pada playoff kualifikasi Piala Dunia 2018.Zaza memiliki memori buruk bersama Italia pada Euro 2016 lalu. Saat itu Zaza gagal melakukan eksekusi penalti dengan baik, ketika Italia menghadapi Jerman pada perempat final.[suggestedarticle]Selain Zaza, mantan pelatih Torino itu juga memanggil Jorginho, gelandang Napoli kelahiran Brasil dan juga memasukkan kembali Alessandro Florenzi dari AS Roma.Italia akan terlebih dahulu melakukan perjalanan ke Solna pada Jumat 10 November, baru kemudian akan menjamu Swedia di Milan tiga hari berselang. Jika berhasil menyingkirkan Swedia, maka Italia akan melakoni putaran final Piala Dunia untuk ke-15 kalinya.Berikut skuat Italia hadapi Swedia pada playoff kualifikasi Piala Dunia 2018:Kiper: Gianluigi Buffon (Juventus), Gianluigi Donnarumma (AC Milan), Mattia Perin (Genoa)Bek: Davide Astori (Fiorentina), Andrea Barzagli (Juventus), Leonardo Bonucci (AC Milan), Giorgio Chiellini (Juventus), Danilo D'Ambrosio (Inter), Matteo Darmian (Manchester United), Daniele Rugani (Juventus), Leonardo Spinazzola (Atalanta), Davide Zappacosta (Chelsea)Gelandang: Fernando Bernadeschi (Juventus), Antonio Candreva (Inter), Daniele de Rossi (Roma), Stephan El Shaarawy (Roma), Alessandro Florenzi (Roma), Roberto Gagliardini (Inter), Lorenzo Insigne (Napoli), Jorginho (Napoli), Marco Parolo (Lazio), Marco Verratti (Paris Saint-Germain)Striker: Andrea Belotti (Torino), Eder (Inter), Manolo Gabbiadini (Southampton), Ciro Immobile (Lazio), Simone Zaza (Valencia).
  667 kali
Lokasi Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 Grup J Terpaksa Dipindah
AFC memutuskan untuk memindah laga Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 Grup J. Ini karena kebijakan politik yang diterapkan oleh Australia.Grup J pada awalnya dijadwalkan akan dihelat di Australia. Tim yang menghuni grup ini adalah Australia, Korea Utara, Hong Kong, dan Kep. Mariana Utara.[suggestedarticle]Namun lokasi terpaksa dipindah karena Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop melarang warga negara Korea Utara untuk datang ke Australia.AFC akhirnya memindahkan laga ini ke tempat netral. Hanoi, Vietnam dipilih sebagai lokasi diselenggarakannya Grup J ini.Sementara itu tim-tim di grup ini hanya menyisakan tiga negara. Kep. Mariana Utara memutuskan mundur dari babak kualifikasi.
  9309 kali
Resmi! Ini Nasib Laga Tensi Tinggi Malaysia VS Korea Utara
AFC akhirnya memutuskan nasib pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2019 antara Korea Utara dan Malaysia. Dua pertandingan di Grup B ini akan dihelat di tempat netral.Awalnya laga Korea Utara kontra Malaysia di Pyongyang terus mengalami penundaan. Setelah terus tertunda akhirnya jalan ini yang disepakati oleh AFC serta federasi sepak bola kedua negara.[suggestedarticle]"Sebagai keadilan untuk kedua negara maka diputuskan bahwa kedua pertandingan antara kedua negara akan dihelat di tempat netral. Laga 'kandang' Korea Utara di tanggal 10 November dan laga 'kandang' Malaysia di tanggal 13 November."Kami senang kedua asosiasi akhirnya setuju dengan opsi ini," ujar Sekretaris Jenderal AFC, Dato’ Windsor John.Sebelumnya pemerintah Malaysia mengeluarkan larangan untuk warga negaranya mengunjungi Korea Utara. Ini karena hubungan politik kedua negara yang tengah memanas.
  8571 kali
Kekhawatiran Swedia di Play-off Piala Dunia 2018 Akhirnya Terjadi
Italia tetaplah kuda hitam Piala Dunia meski terseok-seok dalam kualifikasi. Hal ini disadari betul oleh Swedia ketika keduanya bertemu di play-off zona Eropa.Beberapa hari sebelum undian dilakukan, sejumlah pemain Swedia mengakui kualitas Gli Azzurri bahkan berharap tidak berjumpa Gianluigi Buffon dan kawan-kawan. Sayangnya, Italia versus Swedia menjadi salah satu dari empat jadwal play-off.[suggestedarticle]"Jangan Italia," jawab Andreas Granqvist bila boleh memilih lawan kepada Sveriges Radio, Kamis (11/10/2017). Sementara Marcus Berg juga mengakui Italia menjadi tim terkuat di antara pesaing yang maju ke play-off."Bagiku Italia mungkin tim yang terkuat. Mereka punya pertahanan yang sangat hebat," kata Berg. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk meraih hasil di luar ekspektasi. "Saya pikir kami punya kesempatan melawan siapapun," imbuhnya.[suggestedarticle]Gelandang andalan Swedia, Sebastian Larsson, lebih optimistis. Baginya The Blue-Yellow punya kans menuju Rusia siapapun lawannya sebab banyak hal dapat terjadi dalam dua leg."Ada beberapa tim yang sangat bagus di play-off jadi tidak ada gunanya berspekulasi. Kita lihat saja. Pertandingan nanti dimulai tanpa gol lalu dimainkan sepanjang 180 menit, jadi kita lihat saja siapa yang melangkah ke Piala Dunia," kata pemain Hull City tersebut.
  6422 kali
1508246798999 tag