(Foto: fifa.com)

Kejamnya Negeri Komunis Ini, Timnasnya Kalah Pulang Pemainnya Disiksa

Hidup di negeri komunis seperti Korea Utara memang mengerikan. Penguasa negeri itu tak segan-segan menjatuhkan sanksi kejam, termasuk kepada timnas sepak bolanya.

Pendeknya, menang disambut, kalah disiksa. Bandingkan dengan timnas Indonesia yang sekarang ini, meski gagal di SEA Games 2017, pulang mereka pun dijemput.

Kekejaman itu dialami oleh skuat timnas Korut pada Piala Dunia 2010. Tentu saja para pemain sudah sekuat tenaga menampilkan permainan terbaik, tapi mereka tetap kalah dalam tiga pertandingan penyisihan grupnya.

Dalam penyisihan Grup G, mereka kalah atas Brazil 1-2, ditekuk Pantai Gading 0-3, lalu kalah telak pada pertandingan terakhir atas Portugal 0-7. Tim Korut terpaksa pulang cepat.

BACA JUGA: Laga Korea Utara VS Malaysia Kembali Alami Penundaan

Hasil tersebut membuat pimpinan Korut saat itu Kim Jong-ill marah besar. Sepulang dari Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, mereka disambut dengan kemarahan dan sanksi.

Seluruh pemain mendapat sanksi fisik yang amat keras. Mereka dipaksa berlatih telanjang dada di tengah badai salju dan berenang di sungai teramat dingin. Kondisi ini bisa bikin hipotermia dan mati akibat cuaca ekstrem.

Meski begitu para pemain mengaku menerima siksaan tersebut dengan lapang dada. Mereka pun berjanji untuk giat berlatih dan meningkatkan prestasinya lagi. Untuk Piala Dunia 2018, Korut masih berpeluang lolos dari jalur runner-up Grup A, sementara juara grup sudah dipastikan Iran telah lolos ke Rusia.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(1)


Rekomendasi



Berita Terkait


Pemain Korut Pertama yang Cetak Gol di Seri A, Siapa Sih Han Kwang-song?
Han Kwang-song seharusnya tampil di acara La Domenica Sportiva di stasiun TV RAI akhir pekan lalu untuk membicarakan performa impresifnya bersama dengan Perugia di Serie B.Namun tiba-tiba adalah telepon masuk beberapa jam sebelum ia pergi ke Milan untuk menghadiri wawancara tersebut, ia menerima telepon dari Pyongyang (ibukota Korea Utara) yang memerintahkannya untuk tidak pergi dan melakukan penampilan perdananya di televisi Italia itu. Diyakini telepon itu datang dari salah satu asisten Kim Jong-un.Han bahkan sampai menangis mendengar kabar itu - dan ancaman yang ia terima jika ia melanggar perintah itu."Sebuah telepon dari seseorang tak dikenal di kementerian muncul dan hal itu membatalkan semuanya," kata presiden Perugia, Massimiliano Santopadre kepada La Stampa pada awal pekan ini."Bernegosiasi, seperti di bursa transfer, tidak mungkin dilakukan karena Pyongyang hanya ingin berbicara dan hanya kepada Han.""Situasi [hubungan] dengan pemerintah mereka menjadi semakin kaku [karena hubungan panas dengan Amerika Serikat] dan para pesepakbola mereka dilarang tampil di TV, atau mereka akan memulangkan paksa dirinya. Han merasa takut."Pada akhirnya, Santopadre tampil di acara RAI itu sendirian dan membuat alasan untuk ketidakhadiran sang striker muda. "Ia mengunci diri di ruangannya, ia baru berusia 19 tahun dan merasa tidak percaya diri tampil [di TV]."Jadi Siapa Sih Han Kwang-song?Lahir di ibukota Korut yakni Pyongyang, Han memilih label wonderkid sejak usia dini dan dikirim ke sebuah akademi sepak bola di Barcelona pada usia 13 tahun. Dia kembali ke tanah airnya bersama FC Chobyong sebelum tampil mengesankan di Piala Dunia U-17 2015 di Cile.Senator Italia Antonio Razzi yang juga teman dekat dengan Kim Jong-un, mengundang Han untuk berpartisipasi di Akademi ISM bergengsi di Italia.Pemain Korut Pertama Yang Cetak Gol di Serie AIa sukses menjalani trial di Cagliari pada musim lalu, Han pun masuk tim utama dan menjadi orang Korea Utara pertama yang mencetak gol di Serie A hanya dalam penampilan keduanya.Potensi besar Han sebagai pemenang Piala Asia U-16 pada 2014 lalu dan tampil cukup bagus di Piala Dunia U-17 setahun berselang menjadi dasar ketertarikan Cagliari untuk merekrutnya, yang memberinya kesempatan mengikuti trial dan berlatih bersama akademi tim sebelum dikontrak permanen tahun ini.Pertandingan pekan ke 31 Seri A Italia musim lalu yang mempertemukan Cagliari melawan Torino ternyata menjadi pertandingan yang sangat bersejarah bagi sosok Han Kwang-Son. Han yang berkebangsaan Korea Utara mampu menjadi pemain pertama asal Korut yang mencetak gol di Seri A Italia. Gol tersebut ia ciptakan pada menit ke 95, 14 menit setelah dia masuk mengantikan Marco Sau. Meski golnya tidak mampu menyelamatkan Cagliari dari kekalahan, namun sejarah yang ditorehkannya hari itu layak dikenang, khususnya oleh publik Korea Utara yang terkenal tertutup. Cagliari sendiri menyerah dari tamunya Torino dengan skor 2-3.Satu minggu sebelumnya, Han juga telah menciptakan sejarah dengan menjadi pemain Korut pertama yang tampil di Seri A. Ia masuk pada menit ke 84 saat Cagliari menjamu Palermo. Namun sayangnya Han tidak membuat satu tembakanpun pada pertandingan itu. Ketika itu timnya menang 3-1. Peminjaman ke PerugiaMembela Perugia dengan status pinjaman di pentas Serie B Italia, penyerang belia yang baru berusia 18 tahun tersebut langsung mencuri perhatian dengan statistik individu mengesankan. Debutnya langsung ditandai dengan hat-trick saat Perugia menang 5-1 atas Virtus Entella pada akhir Agustus kemarin dan mencetak satu gol saat timnya membekuk Pescara 4-2.Di Perugia saat ini Han tampil cukup impresif. Dari 19 pertandingan yang dilakoninya, 7 gol dan 3 asis dicetaknya.Kunjungan kontroversial Politisi Italia ke KorutPerugia sendiri terungkap punya peran dalam hadirnya talenta Han di Italia, selain Federasi Sepakbola Korea Utara (PRKFA) dan juga Andrea Razzi selaku politisi anggota parlemen Italia yang sempat melakukan kunjungan kontroversial ke Korut pada 2014 lalu."Ada sejumlah pemandu bakat yang telah mengamati beberapa pemain muda untuk tim-tim Italia," ungkap Razzi dalam wawancaranya dengan Corriere dello Sport. "[Virtus] Entella dan Udinese, kalau tidak salah [yang terlibat dalam kunjungan]."Namun justru nama Alessandro Dominici yang muncul. Sang pimpinan akademi sepakbola IMS Perugia itu diketahui juga ikut dalam rombongan kunjungan ke Korut dan menawarkan kesempatan berlatih di Umbria kepada sepuluh pesepakbola muda, termasuk Han.Daya tarik klub top EropaJuventus, Tottenham dan Fiorentina serius untuk bisa mendatangkan striker muda ini.Pencari bakat Juventus dilaporkan media-media Italia tertarik dengan kehebatan Han musim ini di Serie B. Juventus menyiapkan Han sebagai pelapis bagi Gonzalo Higuain. Pasalnya, musim ini I Bianconeri praktis tidak punya penyerang murni untuk menggantikan Higuain jika berhalangan tampil.Mario Mandzukic memang bisa jadi striker utama. Namun, dalam beberapa musim terakhir pria Kroasia itu lebih sering dimainkan sebagai sayap kiri.Gajinya milik pemerintah KoreaUndang-undang di Korea Utara menyatakan bahwa upah warga negara yang bekerja di luar perbatasan nasional adalah milik pemerintah mereka. Oleh karena itu bayaran untuk Han, Cagliari secara tidak langsung mendanai sebuah negara yang paling dimusuhi oleh dunia saat ini.Baru tahun lalu, Italia menjadi negara kelima yang mengusir duta besar Korea Utara karena terus membangunn kekuatan dengan senjata nuklir.Cagliari menegaskan bahwa gaji Han dibayar langsung kepadanya tapi mereka tidak dapat mengetahui lebih lanjut apa yang pemain lakukan terhadap gajinya itu. Jika Juventus memberikan gaji besar pada Han, hal ini mungkin akan menjadi sorotan dunia.Fiorentina terpaksa menarik tawaran kontrak mereka kepada bintang muda Korea Utara Choe Song-hyok tahun lalu, setelah tuduhan bahwa mereka mendanai program senjata nuklir pemerintah yang otoriter dengan membayar gajinya.Setelah Fiorentina memiliki kontrak Choe dan diputus dengan bantuan pemerintah Italia, striker tersebut menandatangani kontrak dengan Perugia dimana dia sekarang berbagi ruang ganti dengan rekan senegaranya, Han.Sayangnya Choe tidak sempat sekalipun mencicipi atmosfer pertandingan Seri A bersama dengan La Viola. Selain itu ada pula Jong Tae-Tse yang membela Bochum dan FC Koln di Bundesliga pasca Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
  1250 kali
Air Mata Kemenangan Setelah Menunggu 13 Tahun dan 81 Pertandingan
Hari itu, 10 Juni 2016, tak ada yang mengharapkan keajaiban besar bakal terjadi di Estadi Nacional. Timnas Andorra yang dijadwalkan menjamu tim kuat Hungaria dalam kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup B Zona Eropa diprediksi tak bisa berbuat banyak seperti dalam pertandingan-pertandingan lain. Maksimal seri. Bisa dikatakan mustahil menang menurut prediksi pengamat.Apa yang terjadi di lapangan hari itu pun tak terlalu meleset dari ramalan. Hungaria - peringkat 33 FIFA saat itu, mendominasi permainan. Tak ada tanda-tanda tim tuan rumah bakal membuat kejutan. [suggestedarticle=3]Dan, tiba-tiba gol bersejarah tercipta di menit ke-26. Dari sebuah serangan balik cepat, Marc Rebes menyarangkan bola ke gawang lawan yang dijaga oleh kiper asal RBZ Leipzig, Gulacsi. 1-0! Gol yang membuat sisa 70 menit pertandingan menjadi neraka bagi Hungaria, sekaligus musa masa penantian kemenangan terpanjang dalam sejarah Andorra. Beberapa pemain Andorra menitikkan air mata bahagia setelah wasit meniup peluit panjang. Maklum, selain jarang menang perbedaan kualitas kedua tim di atas kertas jadi hal yang patut dibanggakan. Andorra berada di peringkat ke-186 versi FIFA sementara Hongaria di urutan ke-33. [pagebreak]Menunggu 13 Tahun dan 81 Pertandingan[/pagebreak]Ketika wasit meniup peluit panjang, tak hanya seisi stadion yang berpesta. Seluruh bangsa merasa perlu merayakan kemenangan itu secara besar-besaran layaknya memenangi Piala Dunia. Luapan emosi dan euforia membuat para pemain Timnas Andorra tak kuasa menahan tangis usai meraih kemenangan langka.Kemenangan 1-0 atas Hungaria menjadi amat sangat berarti dalam sejarah Andorra yang sudah menunggu selama 13 tahun untuk mendapatkan kemenangan dalam kompetisi resmi - sejak menang 1-0 atas Makedonia pada Oktober 2004. Sekaligus mengakhiri 66 laga kalah beruntun di kompetisi resmi. That feeling when you win your first competitive game since 2004 and complete just 44 passes in the process. Congratulations, Andorra! pic.twitter.com/yfv226HJ5Q — B/R Football (@brfootball) June 9, 2017 Khusus bagi kapten Josep Ayala, kemenangan itu adalah akhir penantiannya setelah 81 kali membela Timnas Andorra tanpa kemenangan sama sekali. Ketika negerinya menang atas Macedonia, 13 tahun yang lalu, dia tak ikut bermain. Akhir manis bagi karirnya karena tepat di hari itu adalah laga perpisahannya dengan timnas negerinya - setelah sebelumnya dia menyatakan akan pensiun.  [suggestedarticle=3] Dunia ikut terkejut menyambut kemenangan langka itu. Apalagi, menurut statistik, Andorra tak layak menang. Mereka hanya membuat 44 operan sepanjang pertandingan dan kalah jauh dalam hal ball possession.  Incredible from Andorra. 44 completed passes! pic.twitter.com/xIKegotlWs — Ronan Murphy (@swearimnotpaul) June 9, 2017 Tak usah bicara Piala Dunia 2018 di Rusia. Bagi Andorra, kemenangan hari itu tak ubahnya telah memenangi kompetisi. Nothing impossible! Asal tetap percaya, bekerja keras, dan tentu saja menyerahkan hasil akhir pada Yang Kuasa...[Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat ulang sebagai bagian dari Rubrik Stories of the Year untuk membingkai artikel-artikel menonjol sepanjang tahun 2017.]
  5337 kali
Rival Watch: Malaysia Kembali Jadi Bulan-bulanan Korea Utara
Malaysia kembali meraih hasil mengecewakan dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2019. Harimau Malaya takluk dengan skor telak 1-4 dari Korea Utara, Senin (13/11).Ini merupakan kali kedua dalam waktu seminggu, Malaysia dibekuk Korea Utara. Sebelumnya dalam pertemuan tanggal 10 November, Malaysia juga kalah dengan skor identik.[suggestedarticle]Kim Yu-Song menjadi bintang kemenangan Korea Utara dalam pertandingan ini. Ia mencetak hat-trick dimana golnya disumbangkan pada menit 15,20, dan 44.Korut semakin dalam posisi nyaman setelah Pak Kwang-Ryong mencetak gol di menit ke-79. Malaysia memperkecil ketertinggalan di menit ke-85.Dengan hasil ini Malaysia dipastikan gagal lolos ke Piala Asia 2019. Sementara itu Korut membuka jalan untuk lolos.
  3347 kali
Pantai Gading Tersingkir! Ini Lima Wakil Afrika di Piala Dunia 2018
Laga terakhir kualifikasi zona Konfederasi Afrika, Minggu (12/11/2017) dini hari WIB menghasilkan dua wakil Benua Hitam terakhir yang berhak berangkat ke Piala Dunia 2018. Namun, Pantai Gading tersingkir.Kedua negara itu adalah Tunisia dan Maroko. Dalam kualifikasi ini hanya juara grup yang berhak meraih tiket putaran final.[suggestedarticle]Tunisia menjamu Libya di Stadion Olympique de Rades, Rades, bermain imbang 0-0. Tambahan satu poin sudah cukup untuk Tunisia juarai Grup A dengan 14 poin, artinya unggul satu poin atas Republik Demokratik Kongo sebagai runner-up. Sementara itu, Maroko mengalahkan Pantai Gading 2-0 di Stade Felix Houphouet-Boigny, Abidjan. Gol-gol laga ini dicetak oleh Nabilr pada menit ke-25 dan Medhi Benatia di menit ke-30.[suggestedarticle]Maroko memuncaki Grup C dengan total 12 poin. Sementara Pantai Gading hanya berada di peringkat kedua dengan 8 poin.Maka, lengkap sudah lima slot Afrika di Piala Dunia 2018. Sebelumnya ada Nigeria, Mesir, dan Senegal yang sudah lebih dulu melenggang ke putaran final.
  3968 kali
Langkah Malaysia Menuju Piala Asia 2019 Makin Berat
Malaysia menelan kekalahan telak dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia U-19. Harimau Malaya kalah 1-4 dari Korea Utara, Jumat (10/11).Pertandingan ini sejatinya digelar di Pyongyang, Korea Utara. Namun karena masalah politik kedua negara, pertandingan digelar di Buriram, Thailand.Pak Kwang-Ryong membuka keunggulan Korea Utara di menit ke-12. Korea Utara semakin menjauh lewat gol dari Kim Yu-Song pada menit ke-42.Memasuki babak kedua, Korea Utara semakin dominan. Kim Yong-Il mencetak gol di menit ke-48. Jong Il-Gwan sukses membuat kedudukan menjadi 4-0 pada menit ke-59.Muhammad Safawi memperkecil ketertinggalan menjadi 1-4 di menit ke-67. Namun gol itu menjadi penutup dalam laga ini sehingga tiga poin menjadi milik Korea Utara.Dengan hasil ini Malaysia tetap di juru kunci Grup B dengan 1 poin. Dengan dua laga sisa, Malaysia butuh dua kemenangan untuk membuka peluang lolos ke Piala Asia 2019.
  5974 kali
Ibrahimovic Percaya Swedia Bisa Kalahkan Italia
Zlatan Ibrahimovic mendukung para pemain timnas Swedia jelang laga playoff kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Italia pada Sabtu (12/11).Swedia akan lebih dulu menjamu Italia di Friends Arena, Stockholm di leg pertama.Ibrahimovic mengatakan Swedia akan tampil tanpa beban sepeninggal dirinya yang telah pensiun dari dunia internasional."Swedia bermain tanpa tekanan karena sejak saya pergi, tidak ada yang mengharapkan banyak dari mereka sekarang, dari media sampai para penggemarnya. Saat saya bermain, level timnas Swedia menjadi naik, jadi ketika saya tidak bermain, level mereka akan turun," ujar Ibrahimovic dilansir dari SkySports."Karena itu, skuad ini tetap merupakan kolektif yang baik, hanya dengan tanggung jawab yang kurang di pundak mereka. Para pemain tidak terlalu berpengalaman, tetapi tim ini cukup ambisius," kata Ibra.[suggestedarticle]Satu nama yang wajib diwaspadai oleh Swedia adalah gelandang Marco Veratti. Ibra mengenal permainan pemain bertubu mungil ini selama berada di Paris Saint Germain."Tidak ada yang lebih kuat dari Verratti, tetapi dia harus digunakan dengan tepat," ucapnya."Dia adalah salah satu gelandang terbaik di dunia, tetapi harus bermain sebagai gelandang tengah yang cendurung defensif," ujar Ibrahimovic.Usai Euro 2016 lalu Ibrahimovic sendiri memutuskan mundur dari timnas Swedia, ia tak memiliki niatan untuk kembali ke timnas sekalipun jika negara itu lolos ke Piala Dunia 2018.
  377 kali
Optimisme di Kubu Swedia Jelang Lawan Italia
Swedia menatap tinggi laga playoff Piala Dunia 2018 zona Eropa melawan Italia.Skuat asuhan Janne Andersson memiliki optimisme tinggi dalam duel ini, dirinya yakin akan mengalahkan Italia pada dua pertemuan ini.Selama kualifikasi, Swedia tergabung atau satu grup dengan dua negara kuat yakni Perancis dan Belanda. "Jika kami bisa bertarung di level itu, kami bisa mengalahkan tim manapun di dunia, termasuk Italia. Kami memiliki segalanya untuk menang, dan perasaan saya sedang bagus-bagusnya," kata juru taktik 55 tahun dalam konferensi pers, dikutip dari Football Italia, Selasa (7/11).[suggestedarticle]Andersson mengatakan, ia memiliki tekad bulat untuk menuju Rusia. Ia tak merasa tertekan dengan harapan tersebut.Kendati demikian, ia memuji tim lawan dengan sejarah besarnya. Beberapa pemain Italia, juga sering mentas di even gemerlap seperti Piala Eropa dan Piala Dunia."Mereka memiliki pengalaman dan tim yang bagus. Tapi, kami akan mencari cara untuk melewatinya," ujar Andersson.Duel leg pertama kedua tim berlangsung di Stockholm, Jumat (10/11) waktu setempat. Tiga hari berselang, giliran Gli Azzurri menjadi tuan rumah leg kedua di Stadion San Siro, Milan.Skuat Swedia dalam menghadapi Italia:Kiper: Johnsson, Nordfeldt, OlsenBek: Augustinsson, Granqvist, Helander, Jansson, Krafht, Larsson, Lustig, Lindelof, OlssonTengah: Claesson, Durmat, Ekdal, Forsberg, Johansson, Larsson, Rohden, Sema, SvenssonDepan: Berg, Guidetti, Toivonen, Thelin
  443 kali
Striker Lazio Siap Bawa Italia ke Piala Dunia 2018
Bintang Lazio, Ciro Immobile bertekad untuk membawa Italia ke Piala Dunia 2018. Italia bakal melakukan laga play-off melawan Swedia, di Friends Arena, Solna, Sabtu (11/11/2017).Immobile masuk dalam pemain yang dipanggil pelatih Giampaolo Ventura. Ia pun siap untuk membobol gawang Swedia.[suggestedarticle]“Saya siap dan kami punya waktu empat hari untuk menyelesaikan dengan cara kami,” ujar Immobile dilansir dari Football-Italia.“Kami punya tanggung jawab besar dan sangat penting bagi kami untuk memainkan pertandingan ini,” lanjut Ciro.Italia harus jalani play-off setelah gagal lolos otomatis ke putaran final setelah hanya menjadi runner up Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018 di bawah Spanyol.
  388 kali
Gemilang di Valencia, Striker Ini Kembali Dipanggil Timnas Italia
Simone Zaza tampil konsisten bersama Valencia pada musim ini, ia menjadi mesin gol si Kelelawar dengan total 9 gol dalam 11 laga.Penampilan apik itu membawa Zaza terpanggil kembali oleh pelatih Giam Piero Ventura di timnas Italia.Italia sendiri akan menghadapi Swedia pada playoff kualifikasi Piala Dunia 2018.Zaza memiliki memori buruk bersama Italia pada Euro 2016 lalu. Saat itu Zaza gagal melakukan eksekusi penalti dengan baik, ketika Italia menghadapi Jerman pada perempat final.[suggestedarticle]Selain Zaza, mantan pelatih Torino itu juga memanggil Jorginho, gelandang Napoli kelahiran Brasil dan juga memasukkan kembali Alessandro Florenzi dari AS Roma.Italia akan terlebih dahulu melakukan perjalanan ke Solna pada Jumat 10 November, baru kemudian akan menjamu Swedia di Milan tiga hari berselang. Jika berhasil menyingkirkan Swedia, maka Italia akan melakoni putaran final Piala Dunia untuk ke-15 kalinya.Berikut skuat Italia hadapi Swedia pada playoff kualifikasi Piala Dunia 2018:Kiper: Gianluigi Buffon (Juventus), Gianluigi Donnarumma (AC Milan), Mattia Perin (Genoa)Bek: Davide Astori (Fiorentina), Andrea Barzagli (Juventus), Leonardo Bonucci (AC Milan), Giorgio Chiellini (Juventus), Danilo D'Ambrosio (Inter), Matteo Darmian (Manchester United), Daniele Rugani (Juventus), Leonardo Spinazzola (Atalanta), Davide Zappacosta (Chelsea)Gelandang: Fernando Bernadeschi (Juventus), Antonio Candreva (Inter), Daniele de Rossi (Roma), Stephan El Shaarawy (Roma), Alessandro Florenzi (Roma), Roberto Gagliardini (Inter), Lorenzo Insigne (Napoli), Jorginho (Napoli), Marco Parolo (Lazio), Marco Verratti (Paris Saint-Germain)Striker: Andrea Belotti (Torino), Eder (Inter), Manolo Gabbiadini (Southampton), Ciro Immobile (Lazio), Simone Zaza (Valencia).
  702 kali
Lokasi Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 Grup J Terpaksa Dipindah
AFC memutuskan untuk memindah laga Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 Grup J. Ini karena kebijakan politik yang diterapkan oleh Australia.Grup J pada awalnya dijadwalkan akan dihelat di Australia. Tim yang menghuni grup ini adalah Australia, Korea Utara, Hong Kong, dan Kep. Mariana Utara.[suggestedarticle]Namun lokasi terpaksa dipindah karena Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop melarang warga negara Korea Utara untuk datang ke Australia.AFC akhirnya memindahkan laga ini ke tempat netral. Hanoi, Vietnam dipilih sebagai lokasi diselenggarakannya Grup J ini.Sementara itu tim-tim di grup ini hanya menyisakan tiga negara. Kep. Mariana Utara memutuskan mundur dari babak kualifikasi.
  9341 kali
1508830201538 tag