(Foto: Getty Images)

FIFA Resmi Bekukan Negara Ini

FIFA secara resmi mengumumkan telah membekukan Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF). Keputusan ini berlaku setelah rapat komite FIFA di tanggal 10 Oktober 2017.

Dalam rilisnya, FIFA menyebut hal ini karena intervensi dari pihak ketiga. Hal ini bertentangan dengan statuta FIFA dimana PFF harus secara independen dalam mengatur kebijakan organisasinya.

Duel Uji Coba Timnas Sudah Masuk Kalender FIFA


FIFA menambahkan bahwa Pakistan dibekukan dari agenda sepak bola internasional sampai intervensi ini dihentikan. Baik negara atau klub asal Pakistan terkena dampak ini. FIFA menegaskan bahwa aturan baru akan dicabut bila internvensi dari pihak ketiga ini berhenti.

FIFA memang dikenal tegas dalam menerapkan aturan terkait intervensi ini. Sebelumnya PSSI juga sempat dibekukan karena intervensi dari pemerintah.
editTerakhir diubah:  11/10/17 - 15:01
Tags :

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(1)


Rekomendasi



Berita Terkait


Duel Uji Coba Timnas Sudah Masuk Kalender FIFA
Tim nasional Indonesia dipastikan akan menggelar dua laga uji coba pada bulan Juni mendatang.Pelatih timnas Luis Milla sendiri akan memanggil beberapa muka senior untuk dipadukan dengan para punggawa U-22.FIFA menetapkan jadwal resmi kalender internasional mulai 5-13 Juni 2017. Kamboja dipastikan akan menjadi lawan pertama Indonesia di bulan Juni, dimana skuat Garuda akan bertandang ke Phnom Penh pada 6 Juni mendatang.Selain Kamboja, lawan lain yang akan menjajal kekuatan timnas adalah Puerto Rico, negara asal Amerika Tengah.Wakil Deputi Timnas PSSI, Fanny Riawan mengatakan, pertandingan melawan Puerto Rico akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada 13 Juni mendatang. Penunjukan Sleman bukan tanpa alasan, dimana mereka sudah beberapa kali sukses menjalani pertandingan internasional. "Puerto Rico memiliki tradisi sepak bola yang cukup bagus. Cocok untuk menjadi lawan tanding," ujar Fanny. [suggestedarticle]Kedua laga ini dipastikan sudah masuk dalam kalender FIFA dan tentu akan menghasilkan poin bagi sang pemenang.Puerto Rico dipilih usai gagalnya PSSI dalam bernegosiasi dengan Argentina untuk pertandingan uji coba.Timnas Puerto Rico sendiri juga ditangani oleh pelatih asal Spanyol, Carlos García Cantarero sama dengan Luis Milla.
visibility  3417 kali
Tiga Negara Amerika Ini Siap Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026
Amerika Serikat akan bergabung dengan Meksiko dan Kanada untuk maju sebagai calon tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 mendatang.Presiden Concacaf Victor Montagliani memastikan hal ini, dimana pada edisi tersebut FIFA akan menambah jumlah kontestan menjadi 48 negara.“Ide untuk menjadi tuan rumah bersama terus kami angkat. Diskusi terus dilakukan; dan ini jelas menarik jika akhirnya bisa terwujud<" ujar Montagliani."Kami hanya bisa menyampaikan komentar positif untuk hal itu. Dan (andai Piala Dunia 2026 dimainkan di tiga negara CONCACAF), ini bakal menunjukkan bahwa sepakbola dapat menyatukan negara-negara yang punya kepentingan berbeda.”[suggestedarticle]Namun tiga negara di kawasan Amerika Utara dan Tengah itu masih harus menunggu sampai Kongres Tahunan FIFA pada Mei 2020 mendatang, untuk penetapan tuan rumah PD 2026.Apalagi Concacaf memang masuk sesuai urutan konfederasi pada tahun 2026, usai Rusia 2018 (Eropa) dan Qatar 2022 (Asia).AS sendiri pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia 1994 lalu, sedangkan Meksiko pada tahun 1970 dan 1986. Lalu Kanada baru menggelar Piala Dunia wanita pada tahun 2015 lalu.Sebelumnya Piala Dunia dengan tuan rumah bersama baru pernah satu kali dilakukan yakni pada tahun 2002 di Jepang dan Korea Selatan.
visibility  873 kali
Hukuman Empat Pertandingan Lionel Messi Dinilai Tak Adil
Mengucapkan kata kasar kepada asisten wasit saat laga kontra Chili, berujung hukuman empat laga bagi Lionel Messi bersama tim nasional Argentina.Presiden baru federasi sepakbola Argentina (AFA) Claudio Tapia mengatakan hukuman ini tak adil dan merugikan timnya dalam ajang kualifikasi Piala Dunia 2018.Tapia yang baru terpilih pada Rabu (29/3) kemarin mengatakan hal ini terjadi karena federasinya sudah tak memiliki peran di FIFA."Hukuman ini tak adil dan tak berdasarkan oleh peraturan," ujar Tapia."Pada bagian situasi yang kami jalani, di sepakbola Argentina, ini karena kami kehilangan perwakilan di Amerika Selatan dan juga FIFA.""Tugas kami adalah untuk membangun hal itu. Kami harus duduk dengan presiden FIFA dan mererkut profesional terbaik untuk mengurangi sanksi ini."[suggestedarticle]FIFA sempat mengambil alih organisasi AFA usai terjadi krisis akibat kematian dari sang presiden AFA Julio Grondona di tahun 2014 lalu. Namun terpilihnya Tapia sudah mengakhiri situasi tersebut di AFA.Argentina ada di posisi kelima klasemen Conmebol saat ini, dengan tersisa empat laga Argentina dipastikan akan tanpa sang kapten dalam laga tersisa jika mereka ingin mengajukan banding.
visibility  732 kali
Nasib Argentina Bisa Seperti Indonesia
Masih hangat dalam ingatan betapa tak menyenangkannya ketika sanksi FIFA hinggap pada sepakbola Indonesia pada tahun 2015 lalu.Kala itu Indonesia tak bisa menggelar kompetisi resmi maupun mengikuti turnamen internasional, hal itu terjadi karena adanya intervensi pemerintah dalam urusan PSSI selaku federasi sepakbola tertinggi di Indonesia.Hal serupa ternyata mengancam Argentina, dimana mereka saat ini sedang menggelar pemilihan ketua umum federasi atau AFA.AFA sendiri bersikeras tidak menerima Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) sebagai penengah dalam pemeriksaan calon untuk pemilihan presiden AFA.[suggestedarticle]Peringatan dari FIFA ini diumumkan Rabu (1/3), tiga pekan sebelum laga kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Cile dan Bolivia."Kegagalan untuk mematuhi ... bisa mengakibatkan sanksi, salah satu pilihan adalah suspensi untuk AFA," kata pernyataan itu seperti dikutip Reuters, Kamis (2/3).Kisruh ini terjadi ketika AFA ingin melibatkan kelompok pengacara dari Buenos Aires sebagai badan pemeriksaan calon presiden untuk pemilihan pada 29 Maret. Padahal, ini semestinya di bawah pengawasan Komite Etik CONMEBOL.[suggestedarticle]AFA sebelumnya sudah mengadakan pemungutan suara guna melakukan perubahan pada statuta mereka.Sudah bukan kabar baru lagi tentang intervensi dan kisruh yangs ering terjadi di AFA. Pemain bintang mereka Lionel Messi saja sempat tak mau bermain untuk timnas ketika adanya kisruh di tubu federasi mereka beberapa tahun lalu.
visibility  9928 kali
Berkunjung ke Indonesia, Presiden AFC Ingin Bertemu Presiden Jokowi
Presiden Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa dijadwalkan akan melakoni kunjungan ke Indonesia pada 19-22 Februari 2017 mendatang.Selain bertemu dengan PSSI, Shaikh Salman juga ingin bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).Sebelumnya perwakilan dari AFC yang diwakili oleh Sekjen Dato' Windsor John sudah berkunjung ke Jakarta untuk menemui PSSI pada awal Februari ini.“Untuk pertemuan dengan Presiden Jokowi, saat ini Pak Joko Driyono (Wakil Ketua Umum PSSI) masih menunggu respons dari Pak Teten Masduki (Kepala Staf Kepresidenan Indonesia),” jelas Direktur Media dan Hubungan Internasional PSSI, Hanif Thamrin.“Memang Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa ingin bertemu dengan Presiden Jokowi,” lanjutnya.“Terkait agenda lainnya yang bakal dilakukan Shaikh Salman, masih dalam pembahasan lagi. Sebenarnya, dia ingin datang ke Indonesia bersama delegasi AFC lainnya beberapa waktu lalu. Tapi ketika itu, dia sedang ada kegiatan lain,” imbuh Hanif Thamrin.Shaikh Salman sendiri sudah menjabat sebagai presiden AFC sejak tahun 2013 lalu. Pria asal Bahrain berusia 51 tahun ini melihat potensi sepakbola yang dimiliki oleh Thailand dan Indonesia di kawasan Asia."Thailand dan Indonesia ada di posisi yang baik untuk memperkuat posisi mereka di peta sepakbola Asia, dan kami menghargai upaya yang dilakukan untuk mengembangkan permainan di kedua negara,” paparnya.“Kami berharap saat mengunjungi kedua negara ini mendapatkan kesempatan untuk lebih memahami program dan strategi yang dikerahkan di Thailand dan Indonesia di semua tingkatan,” pungkas Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa.
visibility  2183 kali
UEFA Ingin Punya 16 Perwakilan di Piala Dunia 2026
FIFA secara resmi akan menggelar Piala Dunia 2026 dengan 48 kontestan, atau bertambah 16 tim dari edisi sebelumnya.Sejak melibatkan 32 tim, UEFA selalu mengirim wakil terbanyak di Piala Dunia. Mereka diwakili 15 negara pada edisi 1998, 2002, dan 2018. Pada 2006 dan 2022, UEFA diwakili 14 negara. Pada 2010 dan 2014, mereka dibela 13 tim.Namun untuk edisi tahun 2026 mendatang, UEFA ingin penambahan kuota bagi mereka yakni 16 perwakilann. Hal ini disampaikan oleh sang Presiden, Aleksander Ceferin."Dengan begitu, saya pikir realistis seluruh 16 negara UEFA bisa melaju ke putaran berikutnya," ujar Presiden UEFA Aleksander Ceferin, dikutip Sports Illustrated.FIFA sendiri belum memutuskan tentang distribusi antar konfederasi di Piala Dunia 2026 mendatang. Gianni Infantino akan lebih dulu menggelar rapat eksekutif pada bulan Mei mendatang.Nantinya 48 peserta di babak utama akan dibagi ke 16 grup beranggotakan tiga tim. Dua tim terbaik kemudian melaju ke babak gugur.Penambahan peserta juga menambah pemasukan FIFA. Menurut penelitian, FIFA diprediksi mengantongi Rp 85,5 triliun, meningkat Rp 8,5 triliun dari pemasukan sebelumnya.
visibility  628 kali
Pelanggaran Kontrak, Bintang Leverkusen Absen Hingga Akhir Musim
Nasib sial menimpa gelandang Bayer Leverkusen Hakan Calhanoglu, dirinya dipastikan tak akan bisa bermain lagi hingga akhir musim.Bukan karena cedera atau hukuman dari klub, melainkan dari badan tertinggi sepakbola dunia FIFA.Calhanoglu terbukti bersalah dalam pelanggaran kontrak terhadap klub lama, Trabzonsport yang terjadi pada tahun 2011 lalu. FIFA menjatuhi Hakan Calhanoglu larangan bermain selama empat bulan. Otomatis dengan hukuman ini, musim Calhanoglu telah berakhir.Kejadian ini bermula pada lima tahun silam saat Calhanoglu masih ebrmain untuk tim Jerman Karlsruher FC.Trabzonspor yang meminati diirnya sudah menyelesaikan kesepakatan, namun sang pemain justru memilih untuk bertahan di Karlsruher FC.Kasus ini sudah sampai paa tingkat pengadilan arbritase olahraga atau CAS. Dimana FIFA sempat memberi keringanan pada Maret 2016 silam dan menunda kasus ini. Namun CAS akhirnya resmi merilis keputusan akhirnya pada Kamis (2/2) lalu.“Court of Arbitration for Sport (CAS) menyampaikan keputusan tentang sengketa antara pemain sepakbola asal Turki Hakan Calhanoglu dengan klub sepakbola Turki, Trabzonspor.”“Hakan Calhanoglu diperintahkan untuk membayar 100.000 Euro kepada Trabzonspor FC. Lebih jauh, hukuman empat bulan yang dijatuhkan oleh Dispute Resolution Chamber FIFA, yang awalnya ditangguhkan di awal proses di CAS, kini langsung diterapkan.”Musim ini bersama Leverkusen Calhanoglu suskes mencetak tujuh gol dalam 22 penampilannya.Usai membela Karlsruher dalam dua musim, Calhanoglu hijrah ke Hamburg sebelum akhirnya berada di Leverksuen sejak tahun 2014.
visibility  924 kali
Pemerintah Malaysia Targetkan Sepak Bola Masuk 20 Besar FIFA
Bukan hanya Indonesia dan PSSI saja yang ingin mencapa target tinggi, negara tetangga Malaysia pun juga punya ambisi di masa mendatang.Utusan Malaysia melansir, pemerintah Malaysia ingin sepak bola bisa menembus ranking 20 besar dunia pada tahun 2050. Tentu ini menjadi tugas berat Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM).BACA JUGA: PSSI: Jumlah Pesepak Bola Indonesia Kalah Dibanding MalaysiaKeinginan tersebut terlontar langsung dari Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak. Ia ingin target tersebut bisa terlaksana dan sudah termuat dalam rencana negara."Kalau bisa sepak bola juga ada dalam 20 besar dunia. Jika bisa tercapai, akan jadi satu kebanggaan," kata Najib Razak.Misi tersebut terbilang sulit. Walau ada waktu 33 tahun lagi, Malaysia kini berada di peringkat 161, dalam rangking FIFA per 12 Januari 2017. Posisi tersebut tentu masih terbilang rendah bagi Malaysia.
visibility  2337 kali
Akhirnya Liverpool Bisa Mainkan Joel Matip
FIFA resmi memberikan lampu hijau kepada Joel Matip untuk bermain dengan Liverpool selama Piala Afrika 2017 bergulir dan dia bisa tampil saat melawan Swansea pada Sabtu (21/1).Liverpool telah menunggu klarifikasi dari FIFA atau federasi sepakbola Kamerun untuk situasi ini dan sekarang FIFA resmi telah memperbolehkan bek itu untuk bermain.Matip tak pernah bermain sejak skuat asuhan Jurgen Klopp bermain imbang 2-2 melawan West Ham pada 11 Desember silam karena cedera engkel dan dia menuggu masalah dengan timnas Kamerun ini usai.Matip sudah mundur dari karir internasionalnua pada 2015. Dia tak terpilih dalam skuat Kamerun untuk Piala Afrika tahun ini namun klub harus menunggu konfirmasi tersebut.Dalam 14 laga musim ini Liverpool tak pernah kalah jika Matip bermain, namun belum ada konfirmasi apakah dirinya akan tampil saat melawan Swansea. Joel Matip eligible for LFC selection: https://t.co/DtHIUxH8y7 pic.twitter.com/A9XmgfNqTD — Liverpool FC (@LFC) January 20, 2017 Liverpool juga mendapat kabar baik dengan pulihnya bek kanan mereka Nathaniel Clyne yang absen dalam dua laga terakhir karena cedera engkel.
visibility  851 kali
Galeri Foto: FC Pingdus Surabaya Vs Timnas Futsal Pakistan
Galeri foto Bangkok Friendship Cup antara FC Pingdus Surabaya vs Timnas Futsal Pakistan yang digelar di BEC Tero Indoor Stadium pada Minggu, (2/8/2015) di bec Tero Indoor Stadium. Kapten kedua tim; Salman Zaidi (Pakistan) dan Ivan Cahyadi (Pingdus) Muhammad Tabish dikeung dua punggawa Pingdus. Aksi kapten Pingdus, Ivan Cahyadi. Perebutan bola di sisi lapangan. Aksi pemain Pingdus asal Sumbar, Army Dhino. Aksi dua pemain Papua, Gerry Yoseph dan Ardiansyah Runtuboy. Sepakan bola Septian Dwi Chandra. Nishar Pasha dibayang-bayangi Abdul Aziz. Fandi Hidayat mencoba melewati dua pemain Pakistan.      
visibility  3193 kali
1438503924000 tag