(Foto: Getty Images)

FIFA Resmi Bekukan Negara Ini

FIFA secara resmi mengumumkan telah membekukan Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF). Keputusan ini berlaku setelah rapat komite FIFA di tanggal 10 Oktober 2017.

Dalam rilisnya, FIFA menyebut hal ini karena intervensi dari pihak ketiga. Hal ini bertentangan dengan statuta FIFA dimana PFF harus secara independen dalam mengatur kebijakan organisasinya.



FIFA menambahkan bahwa Pakistan dibekukan dari agenda sepak bola internasional sampai intervensi ini dihentikan. Baik negara atau klub asal Pakistan terkena dampak ini. FIFA menegaskan bahwa aturan baru akan dicabut bila internvensi dari pihak ketiga ini berhenti.

FIFA memang dikenal tegas dalam menerapkan aturan terkait intervensi ini. Sebelumnya PSSI juga sempat dibekukan karena intervensi dari pemerintah.
editTerakhir diubah:  11/10/17 - 15:01
Tags :

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(1)


Rekomendasi



Berita Terkait


Manajemen Bhayangkara FC Buka Suara soal TMS Milik Persebaya Surabaya
Manajemen Bhayangkara FC akhirnya buka suara mengenai persolan Transfer Matching System (TMS) yang menyeret Persebaya Surabaya.Manajer Bhayangkara FC Sumardji tak menampik jika selama ini klubnya menggunakan TMS milik Persebaya untuk merekrut pemain asing seperti Paulo Sergio.Sumardji beralasan, Bhayangkara FC menggunakan TMS milik Persebaya karena klub kebanggaan Bonek Mania itu bermain di Liga 2 yang tidak menggunakan pemain asing.Untuk musim depan, Sumardji memastikan TMS yang selama ini digunakan Bhayangkara FC akan dikembalikan ke Persebaya.[suggestedarticle=3]”Bukan sesuatu banget, jangan dipersoalkan,” kata Sumardji.Perwira menengah kepolisian berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) itu menjelaskan bahwa manajemen Bhayangkara FC sudah berkomunikasi dengan PSSI terkait permasalahan TMS ini.Ia mengklaim PSSI melalui Wakil Ketua Umum Joko Driyono akan membantu Bhayangkara FC menyelesaikan persoalan ini secepatnya.”Itu domainnya PSSI, sudah dijelaskan Pak Joko (Driyono). Kalau klub sudah di liga 1, dengan otomatis PSSI akan menyampaikan ke FIFA,” ujarnya.
  1889 kali
Fellaini Tak Diajak Saat Belgia Hadapi Jepang dan Meksiko,
Salah satu pemain yang tak akan dibawa Roberto Martinez dalam pertandingan melawan Jepang dan Meksiko adalah Maroune Fellaini. Pelatih Belgia itu membiarkan punggawa Manchester United itu untuk fokus memulihkan cedera betisnya.Sebelumnya, Pelatih United, Jose Mourinho, malah menurunkan Fellaini dari bangku cadangan saat timnya dipermalukan Chelsea 1-0 di Stamford Bridge.Pada pekan ini seluruh liga di Eropa, khususnya, akan diliburkan sejenak lantaran masuk agenda internasional FIFA. Belgia sendiri memiliki jadwal bakal menghadapi Jepang dan kemudian Meksiko.[suggestedarticle]Tapi di dua laga itu, mantan pelatih Everton itu tak akan menurunkan Fellaini lantaran tak ingin mengambil resiko yang akan berakibt buruk bagi sang pemain."Ia membutuhkan 10 hari latihan yang tepat tanpa pertandingan agar ia fit sepenuhnya. Secara medis itu adalah pilihan yang tepat untuk membiarkan Marouane agar kembali bugar," ujar Martinez seperti dilansir Goal International.[suggestedarticle]"Jika dua laga itu adalah laga yang resmi, saya pikir kami akan memanggilnya karena mungkin untuk pertandingan kedua ia bisa berada di lapangan. Ini adalah periode dimana kami mampu untuk tidak mengambil risiko sampai dirinya berada dalam kondisi 100 persen," tegasnya.
  187 kali
FIFA Akan Ubah Aturan Bela Timnas, Peluang Naturalisasi Semakin Besar
FIFA telah mempertimbangkan peraturan yang bisa membuat seorang pemain membela negara lain meski sudah memperkuat salah satu tim nasional. Hal tersebut bisa membuka peluang untuk naturalisasi semakin besar.Hukum yang berlaku kini menyebutkan seorang pemain yang sudah membela salah satu tim nasional di level senior sudah tidak bisa lagi tampil untuk negara lainnya. Reuters melaporkan FIFA tengah mempertimbangkan perubahan, dengan memperbolehkan seorang pemain berganti tim nasional yang dibela jika dia hanya bermain satu atau dua kali dan tidak ada pemanggilan kembali dari timnas sebelumnya.[suggestedarticle]"Banyak sekali permasalahan yang mencuat beberapa tahun belakangan, karena dunia telah berubah, aturan keimigrasian juga ikut berubah," ujar Victor Montagliani, Presiden CONCACAF seperti dikutip dari Reuters"Permasalahan kewarganeragaan semakin bertambah di seluruh dunia, salah satu yang cukup berkembang terjadi di Asia dan CONCACAF, jadi inilah waktu yang tepat untuk melihat kembali permasalahan ini untuk mencari jalan keluarnya, tanpa mencederai nilai integritas sebuah pertandingan," tutur Montagliani.Peraturan baru tersebut bisa saja menguntungkan Indonesia di masa depan. Indonesia bisa melakukan naturalisasi kepada pemain yang sudah membela negara asalnya jika hanya bermain dua kali dan tidak mendapat panggilan lagi.
  8731 kali
MSBI dan ILUNI UI Desak Pemerintah Ambil Alih Penyelenggaraan Piala Dunia 2022 dari Qatar
Masyarakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia atau ILUNI UI mendesak pemerintah pusat untuk mengambil alih penyelenggaraan Piala Dunia 2022 dari Qatar.MSBI dan ILUNI UI menilai, Qatar sudah tidak lagi kredibel untuk menghelat pesta sepak bola dunia tersebut. Alasannya, penunjukkan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 dinilai tidak transparan karena diduga ada permainan uang yang melibatkan para petinggi FIFA di era kepemimpinan Sepp Blatter.”Hal itu sudah menodai azaz Fair Play yang selalu didengung-dengungkan oleh FIFA,” ujar Ketua MSBI, Sarman kepada wartawan di Sekretariat ILUNI UI, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2017).[suggestedarticle]Selain itu, jika Piala Dunia tetap digelar di Qatar maka waktu penyelengaraan yang biasanya digelar di bulan Juni-Juli akan bergeser ke November atau Desember karena alasan cuaca.Hal ini akan membuat beberapa kompetisi di Eropa mengalami kekacauan dalam hal penjadwalan kompetisi mereka.”Di Qatar juga sedang terjadi konflik regional antara negara-negara timur tengah,” ujar Harry Samputra Agus, Ketua PIC ILUNI UI untuk Piala Dunia 2022 di Indonesia.[suggestedarticle]Sarman dan Agus menilai, dengan berbagai permasalahan tersebut, peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 pengganti Qatar sangat terbuka.Dalam rapat Komite Eksekutif FIFA pada Desember 2010, Indonesia mendapat dukungan dari 14 EXCO FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.Namun, Indonesia pada akhirnya batal terpilih karena pemerintah Indonesia saat itu tidak memberikan jaminan penyelenggaraan kepada FIFA.Qatar yang secara infrastruktur lebih siap dari Indonesia akhirnya terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.”Jadi, sebaiknya Indonesia fokus untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 daripada di 2034 nanti,” ujar Sarman.
  1043 kali
Ini Daftar Negara yang Masih Dibekukan FIFA Hingga Saat Ini
FIFA tidak segan memberikan sanksi pembekuan untuk federasi suatu negara bila melanggar statuta yang telah diatur. Intervensi dari pemerintah menjadi penyebab paling sering suatu negara dibekukan oleh FIFA.Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF) menjadi yang terbaru terkena sanksi. Intervensi pemerintah membuat FIFA membekukan Pakistan terhitung mulai Rabu (11/10).[suggestedarticle]Selain Pakistan, negara yang saat ini masih dibekukan oleh FIFA adalah Kuwait. Asosiasi Sepak Bola Kuwait (KFA) dibekukan sejak tahun 2015 karena intervensi pemerintah dan masih berlaku hingga saat ini.PSSI sebelumnya juga pernah terkena sanksi oleh FIFA pada tahun 2015. Hukuman untuk PSSI berlangsung cukup lama dan baru dicabut pada tahun 2016.Negara lain yang juga sempat terkena sanksi pembekuan dalam beberapa tahun terakhir adalah Kamerun, Mali, Nigeria, dan Sudan. Namun hukuman untuk keempat negara tersebut telah dicabut FIFA.
  39220 kali
TERPOPULER: 23 Tim yang Lolos Piala Dunia 2018, Negara Ini Dibekukan FIFA
Kualifikasi Piala Dunia 2018 di berbagai zona sudah memasuki babak akhir. Beberapa tim pun harus melalui laga dramatis untuk menentukan satu tiket otomatis ke Rusia tahun depan.Piala Dunia 2018: Siapa Saja Yang Sudah Lolos?FIFA secara resmi mengumumkan telah membekukan Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF). Keputusan ini berlaku setelah rapat komite FIFA di tanggal 10 Oktober 2017.FIFA Resmi Bekukan Negara IniThailand menggelar turnamen M-150 Cup pada Desember 2017 yang diramaikan oleh Jepang. Untuk melengkapi peserta akan ada dua tim dari ASEAN.Buat Turnamen, Thailand Undang Dua Tim ASEAN Plus Tiga Raksasa AsiaKontrak Andik Vermansah bersama Selangor FA akan habis pada akhir musim ini. Andik sendiri dikabarkan mendapat tawaran dari klub Malaysia dan Indonesia untuk musim depan.Andik Vermansah Dapat Tawaran dari Klub di Dua NegaraPanama berhasil lolos ke Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Kosta Rika dengan skor 2-1, Rabu (11/10). Namun kesuksesan Panama ini diwarnai gol kontroversial.VIDEO - Ini Gol 'Hantu' yang Loloskan Panama ke Piala Dunia 2018
  6937 kali
Duel Uji Coba Timnas Sudah Masuk Kalender FIFA
Tim nasional Indonesia dipastikan akan menggelar dua laga uji coba pada bulan Juni mendatang.Pelatih timnas Luis Milla sendiri akan memanggil beberapa muka senior untuk dipadukan dengan para punggawa U-22.FIFA menetapkan jadwal resmi kalender internasional mulai 5-13 Juni 2017. Kamboja dipastikan akan menjadi lawan pertama Indonesia di bulan Juni, dimana skuat Garuda akan bertandang ke Phnom Penh pada 6 Juni mendatang.Selain Kamboja, lawan lain yang akan menjajal kekuatan timnas adalah Puerto Rico, negara asal Amerika Tengah.Wakil Deputi Timnas PSSI, Fanny Riawan mengatakan, pertandingan melawan Puerto Rico akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada 13 Juni mendatang. Penunjukan Sleman bukan tanpa alasan, dimana mereka sudah beberapa kali sukses menjalani pertandingan internasional. "Puerto Rico memiliki tradisi sepak bola yang cukup bagus. Cocok untuk menjadi lawan tanding," ujar Fanny. [suggestedarticle]Kedua laga ini dipastikan sudah masuk dalam kalender FIFA dan tentu akan menghasilkan poin bagi sang pemenang.Puerto Rico dipilih usai gagalnya PSSI dalam bernegosiasi dengan Argentina untuk pertandingan uji coba.Timnas Puerto Rico sendiri juga ditangani oleh pelatih asal Spanyol, Carlos García Cantarero sama dengan Luis Milla.
  13006 kali
Tiga Negara Amerika Ini Siap Jadi Tuan Rumah Bersama Piala Dunia 2026
Amerika Serikat akan bergabung dengan Meksiko dan Kanada untuk maju sebagai calon tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 mendatang.Presiden Concacaf Victor Montagliani memastikan hal ini, dimana pada edisi tersebut FIFA akan menambah jumlah kontestan menjadi 48 negara.“Ide untuk menjadi tuan rumah bersama terus kami angkat. Diskusi terus dilakukan; dan ini jelas menarik jika akhirnya bisa terwujud<" ujar Montagliani."Kami hanya bisa menyampaikan komentar positif untuk hal itu. Dan (andai Piala Dunia 2026 dimainkan di tiga negara CONCACAF), ini bakal menunjukkan bahwa sepakbola dapat menyatukan negara-negara yang punya kepentingan berbeda.”[suggestedarticle]Namun tiga negara di kawasan Amerika Utara dan Tengah itu masih harus menunggu sampai Kongres Tahunan FIFA pada Mei 2020 mendatang, untuk penetapan tuan rumah PD 2026.Apalagi Concacaf memang masuk sesuai urutan konfederasi pada tahun 2026, usai Rusia 2018 (Eropa) dan Qatar 2022 (Asia).AS sendiri pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia 1994 lalu, sedangkan Meksiko pada tahun 1970 dan 1986. Lalu Kanada baru menggelar Piala Dunia wanita pada tahun 2015 lalu.Sebelumnya Piala Dunia dengan tuan rumah bersama baru pernah satu kali dilakukan yakni pada tahun 2002 di Jepang dan Korea Selatan.
  1676 kali
Hukuman Empat Pertandingan Lionel Messi Dinilai Tak Adil
Mengucapkan kata kasar kepada asisten wasit saat laga kontra Chili, berujung hukuman empat laga bagi Lionel Messi bersama tim nasional Argentina.Presiden baru federasi sepakbola Argentina (AFA) Claudio Tapia mengatakan hukuman ini tak adil dan merugikan timnya dalam ajang kualifikasi Piala Dunia 2018.Tapia yang baru terpilih pada Rabu (29/3) kemarin mengatakan hal ini terjadi karena federasinya sudah tak memiliki peran di FIFA."Hukuman ini tak adil dan tak berdasarkan oleh peraturan," ujar Tapia."Pada bagian situasi yang kami jalani, di sepakbola Argentina, ini karena kami kehilangan perwakilan di Amerika Selatan dan juga FIFA.""Tugas kami adalah untuk membangun hal itu. Kami harus duduk dengan presiden FIFA dan mererkut profesional terbaik untuk mengurangi sanksi ini."[suggestedarticle]FIFA sempat mengambil alih organisasi AFA usai terjadi krisis akibat kematian dari sang presiden AFA Julio Grondona di tahun 2014 lalu. Namun terpilihnya Tapia sudah mengakhiri situasi tersebut di AFA.Argentina ada di posisi kelima klasemen Conmebol saat ini, dengan tersisa empat laga Argentina dipastikan akan tanpa sang kapten dalam laga tersisa jika mereka ingin mengajukan banding.
  1944 kali
Nasib Argentina Bisa Seperti Indonesia
Masih hangat dalam ingatan betapa tak menyenangkannya ketika sanksi FIFA hinggap pada sepakbola Indonesia pada tahun 2015 lalu.Kala itu Indonesia tak bisa menggelar kompetisi resmi maupun mengikuti turnamen internasional, hal itu terjadi karena adanya intervensi pemerintah dalam urusan PSSI selaku federasi sepakbola tertinggi di Indonesia.Hal serupa ternyata mengancam Argentina, dimana mereka saat ini sedang menggelar pemilihan ketua umum federasi atau AFA.AFA sendiri bersikeras tidak menerima Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) sebagai penengah dalam pemeriksaan calon untuk pemilihan presiden AFA.[suggestedarticle]Peringatan dari FIFA ini diumumkan Rabu (1/3), tiga pekan sebelum laga kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Cile dan Bolivia."Kegagalan untuk mematuhi ... bisa mengakibatkan sanksi, salah satu pilihan adalah suspensi untuk AFA," kata pernyataan itu seperti dikutip Reuters, Kamis (2/3).Kisruh ini terjadi ketika AFA ingin melibatkan kelompok pengacara dari Buenos Aires sebagai badan pemeriksaan calon presiden untuk pemilihan pada 29 Maret. Padahal, ini semestinya di bawah pengawasan Komite Etik CONMEBOL.[suggestedarticle]AFA sebelumnya sudah mengadakan pemungutan suara guna melakukan perubahan pada statuta mereka.Sudah bukan kabar baru lagi tentang intervensi dan kisruh yangs ering terjadi di AFA. Pemain bintang mereka Lionel Messi saja sempat tak mau bermain untuk timnas ketika adanya kisruh di tubu federasi mereka beberapa tahun lalu.
  11026 kali
1488536020919 tag