Menggetarkan! Begini Pengakuan Ferdiansyah yang Menggantikan Posisi Choirul Huda di Persela


  •    Rizqi Ariandi
  •    22/10/17 - 10:30
  •    16.125

Istimewa

Meninggalnya kapten tim sekaligus legenda Persela Lamongan Choirul Huda ternyata membuat Ferdiansyah sangat terpukul.

Sebagai pemain Persela yang kebetulan berposisi sebagai penjaga gawang membuat Ferdiansyah merasa seperti kehilangan teman, mentor, sekaligus guru.

Hampir sepekan setelah kepergian Huda, mantan penjaga gawang Persipura Jayapura itu masih sering terbayang-bayang akan sosok pesepak bola yang dijuluki one man one club tersebut.




Bahkan, Ferdiansyah merasa trauma dengan kejadian yang menimpa Huda. Ia merasakan hal itu saat pertandingan Persela versus Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Kamis (19/10/2017).

”Rasanya pasti sangat kehilangan. Cak Huda (panggilan Choirul Huda) orang yang sangat baik, dia pemain yang rendah hati dan selalu total memberikan semuanya untuk Persela,” ucap Ferdiansyah.

”Waktu menit-menit awal turun di pertandingan lawan Pusamania Borneo FC, saya masih teringat kejadian yang menimpa Cak Huda,” katanya.

Musim ini, Ferdiansyah dan Huda memang bersaing sangat ketat. Keduanya kerap dipasang bergantian oleh pelatih Persela, Aji Santoso.




Huda yang merupakan penjaga gawang utama Persela di awal musim posisinya sempat tergusur oleh Ferdiansyah.

Penyebabnya adalah blunder yang dilakukan Huda saat Persela dikalahkan Arema dua gol tanpa balas beberapa waktu lalu.

Huda bahkan sempat diparkir Aji Santoso dalam empat pertandingan Persela. Di antaranya saat menghadapi PS TNI, Sriwijaya FC, Persegres Gresik, dan Persipura Jayapura.

Namun saat Persela menjamu Semen Padang (15/10/2017) Aji Santoso kembali memberikan kesempatan kepada Huda tampil sebagai starter.




Tapi ternyata itu menjadi pertandingan terakhir Huda berseragam Persela. Meski pun kerap bersaing ketat, Ferdiansyah mengaku jika dirinya masih berharap insiden yang menimpa Huda hanya mimpi.

Ia mengaku merindukan atmosfer persaingan dengan penjaga gawang yang meninggal di usia 38 tahun tersebut.

”Kalau disuruh memilih, lebih baik ada Cak Huda. Karena meski bersaing ketat untuk mendapatkan tempat di tim ini, rivalitas kami berjalan sehat. Kalau sekarang, rasanya ada yang hilang. Sekarang saya merasa kehilangan teman baik, kehilangan atmosfer persaingan di posisi ini,” ungkap Ferdiansyah.






Video Trending



Berita Terkait


1580283002398

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?