(Foto: Bolalob)

Diberhentikan dari Kursi Pelatih Timnas U-19, Ini Kata Indra Sjafri

Beredar kabar PSSI tak lagi memperpanjang kontrak pelatih Indr Sjafri bersama dengan timnas Indonesia U-19, usai gagal tampil baik di kualifikasi Piala Asia U-19 2018 di Korea Selatan.

Rumor pemecatan Indra Sjafri mencuat setelah PSSI menggelar rapat Komite Eksekutif, pada Kamis (9/11/2017) semalam. Salah satu agenda yang dibahas adalah tentang evaluasi timnas U-19.

Menanggapi hal ini mantan pelatih Bali United itu merasa terkejut dengan kabar yang beredar ini, ia belum mendapat kabar langsung dari PSSI.

"Saya belum tahu soal itu. Karena sebelum berangkat ke kualifikasi kemarin katanya kontrak saya akan diperpanjang PSSI. Tapi saya tidak tahu kenapa jadinya begini," kata Indra, yang kami kutip dari Goal.

"Saya belum pernah dihubungi, jadi saya belum bisa berandai-andai. Sekarang saya belum dapat berkomentar apa-apa," ujarnya.



Usai gagal di ajang Piala AFF U-18 karena hanya sampai babak semifinal, Egy Maulana dkk. juga menelan dua kekalahan di babak kualifikasi Piala Asia di Paju, Korsel.

Timnas kalah dari Malaysia dan Korsel dalam babak putaran grup dan mereka meraih peringkat ke tiga Grup F, meski Indonesia dipastikan lolos sebagai tuan rumah.

Rencananya hasil rapat Exco salah satunya terkait Indra akan diumumkan sore ini.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(10)


Rekomendasi



Berita Terkait


Klub Liga 1 Ini Tak Sabar Hadapi Timnas Indonesia
Minimnya calon lawan tanding dari tim nasional negara lain membuat klub-klub Liga 1 diproyeksikan menjajal kemampuan skuat Garuda.Pekan depan klub Liga 1 yakni Barito Putera dijadwalkan akan bertanding dengan timnas Indonesia U-19 di Lapangan ABC, Senayan.Barito Putera yang baru saja menyelesaikan pemusatan latihan di kota Batu, Malang akan melakoni tiga partai tandang hingga bulan Maret mendatang. Salah satunya melawan timnas U-19."Ada tiga jadwal pertandingan uji coba selanjutnya, setelah kita pulang dari Kota Batu. Tanggal 22 kita melawan PS TNI di Bogor dan Timnas U-19 di Jakarta pada 26 Februari," ujar Jacksen F. Tiago.[suggestedarticle]Nantinya kesiapan tim dalam menjalankan strategi Jacksen akan diuji dalam pertandingan tersebut. Pelatih asal Brasil ini ingin melihat kesiapan dan kekompakan Barito jelang musim 2018 bergulir."Tapi melawan Timnas U-19 juga penting. Kita juga banyak anak-anak muda yang perlu terus ditingkatkan lagi performanya," ujarnya."Tanggal 2 atau 3 Maret, kita ingin ada satu kali lagi uji coba menghadapi sesama tim Liga 1. Itu pun kalau kompetisi jadi kick-off tanggal 10 Maret," ungkapnya.Selama berada di Batu, Malang klub asal Banjarmasin ini mengalami peningkatan dalam bermain. Hal ini dibuktikan dengan skor yang mereka dapat selama menjalani laga uji coba."Secara keseluruhan sudah ada peningkatan. Ya, tinggal kekurangan sedikit di pemain muda. Mereka masih belum bisa mengambil keputusan secara cepat dan tepat dalam membawa bola," tutup Jacksen.Hasil Uji Coba Barito Putera selama TC :04 Feb   Barito Putera vs Putra Jaya Kota Batu 4-007 Feb   Barito Putera vs Malang United 4-112 Feb   Deltras Sidoarjo vs Barito Putera 0-213 Feb   Barito Putera vs Persema Malang 13-116 Feb   Barito Putera vs Universitas Brawijaya Malang 2-017 Feb   Barito Putera vs Perseru Serui 1-1
  886 kali
TOP NEWS: PSSI Siap Gelar Anniversary Cup 2018, Timnas Kembali Gelar Latihan
Timnas Indonesia kembali meggelar pemusatan latihan Timnas Indonesia di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta. Latihan tersebut untuk persiapan Asian Games.Program Timnas Indonesia Bisa Berubah Sesuaikan Jadwal LigaHari kedua pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23 di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Senin (19/2/2018) diwarnai dengan cederanya beberapa pemain. Tiga Pemain Jadi Korban TC Timnas IndonesiaTiga pemain tim nasional U-23 harus mengalami cedera saat menjalani pemusatan latihan untuk persiapan Asian Games 2018. Intensitas tinggi dalam latihan membuat benturan para pemain sulit terelakkan.Luis Milla Sayangkan Tiga Pemain Timnas U-23 yang Alami Cedera Saat Pemusatan LatihanPSSI akan menggelar turnamen bertajuk Anniversary Cup 2018 dalam waktu dekat ini. Turnamen tersebut diselenggarakan untuk memeringati ulang tahun PSSI ke-88 pada 19 April mendatang.PSSI Cari Lawan Berkualitas untuk Timnas di Anniversary Cup
  657 kali
Bima Sakti Puji Dua Pemain Debutan di Timnas U-19
Tim Nasional U-19 Indonesia sedang menjalani pemusatan latihan di Lapangan ABC, Senayan dalam sepekan kedepan.Dibawah arahan pelatih Bima Sakti, para pemain timnas U-19 sedang dalam persiapan untuk sejumlah agenda penting di tahun 2018 ini. Salah satunya adalah Piala Asia U-19.Sebanyak 23 pemain dipanggil dalam pemusatan latihan kali ini, dimana terdapat dua wajah baru. Mereka adalah Aji Kusuma dari Bali United U-19 dan Todd Rivaldo Albert Ferre yang musim lalu mengantarkan Persipura Jayapura juara Liga U-19."Sebagian pemain yang kami panggil masih dari tahun 2017 dan ada beberapa dari Liga U-19 2017," ujar Bima Sakti.[suggestedarticle]Asisten pelatih Luis Milla ini juga memuji dua pemain debutan dalam sesi latihan perdana mereka bersama dengan timnas U-19."Keduanya akan kita lihat terus ke depan dalam beberapa hari ini. Kita akan pantau terus perkembangan mereka, tapi yang pasti tadi mereka di awal adaptasinya cepat jadi sangat bagus menurut saya," lanjutnya."Yang pasti kita ingin organisasi permainan tentang bagaimana menyerang dan bertahan bersama-sama dan bekerja sama secara tim. Bagaimana di depan, tengah, dan belakang," tutupnya.Namun Bima harus merelakan dua pemain U-19 lainnya untuk gabung ke dalam skuat U-23, mereka adalah Egy Maulana dan Saddil Ramdani.Terdapat dua turnamen penting di tahun 2018 yakni Piala AFF U-18 pada Juli dan Piala Asia U-19 di bulan Oktober.Berikut skuat timnas U-19 dalam TC perdana:Penjaga gawang: M. Aqil Savik (Persib), Rakasurya Handika (PPLP Jateng) dan Gianluca Pagliuca Rossy (Asprov Jateng).Bek: Nurhidayat Aji Haris (Bhayangkara FC), Rachmat Irianto (Persebaya), Kadek Raditya MAheswara (Asprov Bali), Julyano Pratama Nono (PPLP Ragunan), Rifad Marasabessy (Madura United), Dedi Tri Maulana (Persis Solo), Firza Andika (PSMS Medan) dan Samuel Simanjuntak (Sriwijaya FC).Gelandang: M. Luthfi Kamal Baharsyah (Mitra Kukar), Asnawi Mangkualam Bahar (PSM Makassar), Syahrian Abimanyu (Sriwijaya FC), Toldo Rivaldo Ferre (Sriwijaya FC), Resky Fandi Witriawan (Asprov Sulawesi Barat), Muhammad Iqbal (Asprov Sumatera Barat), Witan Sulaeman (PPLP Ragunan), Irsan Rahman Lestaluhu (Madura United), Feby Eka Putra (Bali United) dan Aji Kusuma (Akademi Tiga Naga).Penyerang: M. Rafli Mursalim (Mitra Kukar) dan Hanis Saghara Putra (Bali United).
  3878 kali
Timnas Indonesia Gagal Latih Tanding dengan Persija Jakarta
Timnas Indonesia batal melakukan uji coba melawan Persija Jakarta yang sebelumnya bakal digelar pada 24 Februari 2018.Pertandingan kontra Persija dibatalkan karena Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tak bisa digunakan.Kabarnya, PSSI akan mengganti pertandingan uji coba tersebut dengan laga pertandingan internasional melawan negara Asia Tenggara.[suggestedarticle=3]Ada dua pertandingan uji coba yang akan digelar PSSI pada bulan Maret nanti. Skuat Garuda akan berhadapan dengan Singapura 21 Maret dan Filipina pada 25 Maret."Terdekat Timnas akan tandang ke Singapura pada 21 Maret. Lalu berlanjut ke Filipina, 25 Maret," ujar Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, di Kantor PSSI, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (18/2/2018).Label uji coba tersebut merupakan timnas senior. Namun, nantinya Timnas Indonesia bakal menurunkan tim U-23, sekaligus ajang persiapan Asian Games 2018."Kami punya keinginan agar timnas senior punya misi untuk menghadapi Asian Games 2018. Semuanya kita serahkan ke pelatih (Luis Milla),” imbuh Joko Driyono.Selain dua uji coba tersebut, PSSI juga sudah menyiapkan turnamen Anniversary Cup pada akhir Maret nanti. Bahrain dan Malaysia sudah memastikan diri untuk ikut dalam turnamen tersebut.
  1210 kali
TOP NEWS: Timnas Indonesia Kembali Berlatih, Ketum PSSI Resmi Cuti
Kalender internasional FIFA akan digelar dalam waktu dekat atau pada bulan Maret 2018. Indonesia akan memanfaatkan jadwal internasional tersebut dengan menggelar dua laga uji coba.Timnas Indonesia Jadwalkan Dua Laga Uji Coba Lawan Negara Ini di Bulan MaretEdy Rahmayadi resmi cuti dari Ketua Umum PSSI dan menunjuk wakil ketua umum, Joko Driyono sebagai pelaksana tugas (Plt) tugas ketua umum hingga 30 Juni mendatang.Edy Rahmayadi Cuti, Joko Driyono Resmi Pimpin PSSIDiam-diam pelatih Indra Sjafri dan Ustad Yusuf Mansur punya proyeksi besar untuk membantu prestasi sepak bola Indonesia di masa depan. Kedua tokoh ini ingin membawa nama Indonesia ke pentas Piala Dunia 2034.Indra Sjafri dan Yusuf Mansur Punya Proyeksi Besar untuk Sepak Bola IndonesiaFIFA telah merilis peringkat terbaru pada 15 Februari 2018. Posisi Timnas Indonesia tidak berubah, dengan menempati urutan ke-160 dan mengumpulkan 121 poin. FIFA Rilis Peringkat, Indonesia Masih Kalah dari 4 Negara Asia Tenggara Ini
  298 kali
Timnas Indonesia U-19 Punya Pelatih Baru
Selain menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih sementara timnas Indonesia U-19, PSSI juga merekrut nama baru lainnya.Mantan kiper Persija Jakarta, Mukti Ali Raja resmi ditunjuk sebagai pelatih kiper timnas U-19 saat ini. Dirinya sudah terlihat bergabung dengan para pemain U-19 lainnya dalam pemusatan latihan di Lapangan ABC, Senayan pada Minggu (18/2).Bima Sakti pun menjelaskan alasan dibalik penunjukan Mukti sebagai pelatih kiper."Kami ingin ada pelatih muda, kemudian suatu saat misalnya ada halangan dari kiper yang ada karena cedera atau apa pun, dia bisa bantu dalam latihan. Apalagi dia sudah berlisensi dan mantan pemain timnas juga," jelas Bima.[suggestedarticle=3]Mukti Ali Raja yang juga pernah tampil untuk Persita Tangerang mengaku senang dengan penunjukan dirinya."Yang jelas, ini tantangan berbeda dibandingkan dengan di klub. Bebannya luar biasa, tapi saya nilai secara pandangan pertama sangat bagus," ujar Mukti."Soal perlakuannya pasti berbeda. Apalagi di sini sesuai dengan filosofi sepakbola Indonesia dengan coach Luis Milla dan coach Danurwindo. Mengingat, sekarang kiper bukan seperti kiper lama, tapi kiper yang bisa memberikan distribusi dengan baik atau bahasa lainya kiper yang bisa jadi sweeper. Itu yang susah, tapi saya siap belajar dari coach Eduardo Perez dan Bima Sakti untuk menciptakan kiper seperti itu," ujarnya.Musim lalu Mukti menjadi pelatih kiper di Persita Tangerang yang tampil di Liga 2.
  8172 kali
PSSI Undang Tiga Negara Untuk Anniversary Cup 2018
Induk sepakbola tertinggi di Indonesia atau PSSI berencana menggelar sebuah turnamen yang akan diikuti empat negara termasuk Indonesia. Turnamen itu digelar dalam rangka perayaan hari jadi PSSI yang jatuh pada 19 April mendatang. Dimana pada tahun ini PSSI memperingati hari jadi yang ke-88 tahun.Sebanyak dua negara yang sudah memastikan bakal hadir adalah Bahrain dan Malaysia. Sementara satu peserta lain masih ditunggu konfirmasinya."Kalau semua berjalan sesuai dengan rancangan, berkaitan dengan ulang tahun PSSI akan ada Anniversary Cup di bulan April nanti," kata Joko Driyono.[suggestedarticle=3]Turnamen ini digelar juga sebagai persiapan timnas menuju ajang Asian Games 2018, dimana PSSI batal menggelar test event di bulan Februari ini.Sekjen PSSI, Ratu Tisha belum bisa memastikan apakah ajang ini akan digelar di Jakarta (SUGBK) atau di Jawa Timur."Kami saat ini sedang berupaya mengundang dari negara Asia Timur. Karena sudah ada dari Asia Barat dan Asia Tenggara yang memastikan ikut serta. Ini juga sesuai dengan arahan dari Luis Milla agar turnamen ini kompetitif," ujar Tisha."Masih tentatif antara Jawa Timur atau di SUGBK. Turnamennya rencananya akan digelar pada 27 April sampai 6 Mei 2018," pungkasnya.
  3962 kali
Hiburan dan Romantika Perserikatan di Piala Presiden 2018
Sepak bola Indonesia pernah memiliki kompetisi yang bersifat kedaerahan. Jauh sebelum era profesional, sepak bola Indonesia dipenuhi dengan semangat fanatisme tiap daerah.Kita semua tahu bagaimana PSSI berdiri. 19 April 1930 menjadi tonggak sejarah, sepak bola Indonesia yang juga ikut berjuang menghadirkan kemerdekaan lewat jalur olah raga.Dahulu kekuatan sepak bola Indonesia memang dikenal dan terpusat di Pulau Jawa. Tak heran, klub-klub sepak bola dari tanah Jawa pun beridir. Tak hanya klub bikinan bangsa Belanda, tapi juga klub milik pribumi juga turut hadir.Gairah sepak bola di Indonesia memang sudah merasuki bangsa Indonesia sejak era 1920-an. Di Batavia (sekarang Jakarta), ada klub Rood-Wit Football en Cricket yang jadi stimulus berkembangnya sepak bola di kota pelabuhan itu.Tentu saja gairah sepak bola yang dihadirkan Rood-Wit bagi masyarakat Batavia meluas ke kota-kota lain. Bahkan, tahun 1915 sudah ada Makassar Voetball Bond (MVB) yang kini dikenal dengan PSM Makassar.Persaingan antar kota itu mulai terjadi pada tahun 1930, saat para pemuda dan tokoh terpelajar Indonesia mendirikan bond (perkumpulan) sepak bola yang membawa nama daerah.[suggestedarticle=3]Saat itu, ada VIJ (Voetballbond Indonesia Jacatra) dari Tanah Abang, Jakarta yang lahir pada tahun 1928. VIJ kini dikenal dengan nama Persija Jakarta.Sebelumnya tahun 1923 ada Vorstenlandsche Voetbal Bond (VBB) yang sekarang menjadi Persis Solo, hadir menjadi bond sepak bola bagi pribumi. Lalu lahir Persebaya Surabaya pada 1927.Belum lagi PSIM Mataram yang hadir di daerah Kesultanan Yogyakarta pada tahun 1929. Bond dari kota besar di Pulau Jawa lebih dahulu memainkan pertandingan sepak bola dalam format kompetisi.Sejak 1931, PSSI menggelar kompetisi antar daerah. Istilah Kampeonturnoi dipakai oleh PSSI untuk wadah persaingan sepak bola di Indonesia. Banyaknya anggota membuat format kompetisi terbagi dari Districtwestrij (daerah) dan Stedenwestrij (nasional).Dari distrik inilah beberapa persaingan terjadi. Tak hanya kota besar saja, ada tim kota lain yang juga berjuang mendapatkan jatah di steden.Ada saatnya PSIT Tjirebon atau Persitas Tasikmalaja tak mau mengalah dari Persib Bandung. Begitu juga dengan PPVIM Meester Cornelis (Jatinegara) tak ingin takluk dengan VIJ yang merupakan rival di Batavia Area.Mari kita melangkah ke Stedenwesterij. VIJ, Persib, Persis, SIVB (Persebaya), atau PSIM kerap menguasai persaingan di level atas. Dari steden itu, persaingan sudah mulai terbentuk.VIJ selalu bersaing dengan Persis Solo. Selain itu Persis juga punya rivalitas dengan PSIM sejak lama. Terutama jika kita berbicara teritori keduanya yang memang berdekatan.Persis juga memiliki rivalitas dengan SIVB. Keempat tim itu memang selalu panas jika sudah menyangkut persaingan di kompetisi. Namun, semua itu menjdi hiburan masyarakat Indonesia yang sudah mulai demam bola.Beranjak ke Indonesia merdeka. Tim-tim kuat era Perserikatan awal PSSI pun kembali bertemu dengan kekuatan yang berbeda. VIJ sudah merubah namanya menjadi lebih Indonesia, yakni Persija Jakarta. Tak hanya itu, Persija juga berisi pemain-pemain bintang kelas atas Indonesia.Persib Bandung punya generasi emas bersama dengan Omo dan Wowo. Persis Solo, punya Darmadi yang namanya melambung di Kota Solo. Lalu PSIM terus membangun kekuatan setelah hanya meraih sekali juara di Perserikatan awal, tahun 1932.Lalu pada tahun 1950, kekuatan sepak bola pun membuka tim-tim dari daerah lain, seperti dari Sumatera yang mulai membangun kekuatan sepak bolanya. Kota Medan punya PSMS yang berdiri pada 21 April 1950.Sayanganya seiring berjalannya waktu, Solo dan Yogyakarta mulai tertinggal. Kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan menjadi poros sepak bola baru Indonesia.Selama empat era, yakni 1950-an, 1960-an, 1970-an, hingga 1980-an, poros tersebut terus 'berseteru' di kancah sepak bola Indonesia. Kelima tim itu banyak menyumbang pemain untuk timnas Indonesia.Pertarungan klasik antar daerah itu sempat meredup pada era 1990-an, tepatnya pada 1994. Penggabungan tim Perserikatan dengan klub dari Galatama (Liga Sepakbola Utama), menjadi salah satu faktornya.Penggabungan untuk membentuk Liga Indonesia itu membuat peta persaingan baru dengan antara Perserikatan dengan Galatama. Persebaya bisa bertarung dengan Arema Malang, lalu Persija bisa bertemu dengan Pelita Jaya Jakarta dan Persib Bandung bersaing berebut simpati masyarakat Jawa Barat dengan Bandung Raya.Waktu terus berjalan ke arah modernisasi. Tim-tim Perserikatan itu pun berubah menjadi klub dan meninggalkan gaya lama. Badan hukum pun dibentuk untuk mengelola semua elemen tim.Namun persaingan terus berlanjut, terutama untuk klub klasik yang sudah menjadi bagian sepak bola Indonesia sejak lama.Klub Perserikatan pernah mencapai era jayanya pada kompetisi Liga Indoensia periode 1994 hingga 2007. Sebanyak sembilan klub eks Perserikatan meraih gelar juara dan membenamkan klub eks Galatama.Era Indonesia Super League, klub eks Galatama dan klub modern mulai muncul dan memberi perlawanan kepada klub Perserikatan. Bahkan, klub besar seperti Persebaya, PSIS Semarang, dan PSMS sempat terdegradasi.Kompetisi saat ini pun dipenuhi klub-klub baru nan modern. Hal itu memang tidak salah, karena era industri terkini tak bisa ditolak oleh sepak bola Indonesia. Klub-klub baru seperti Bali United, Borneo FC, Kalteng Putra, Madura United sampai Mitra Kukar menjadi warna lain sepak bola Indonesia. Tak hanya modern, tapi pengelolaan mereka juga terbilang professional.Bali United menjadi contoh klub yang mandiri. Tak hanya mengandalkan dana dari penjualan tiket saja, tapi Serdadu Tridatu juga mempunyai bisnis lain untuk menghidupi klub. Sebut saja merchandise, media sosial, hingga kegiatan sponsorship lainnya.[pagebreak]Piala Presiden Sajikan Hiburan dalam Bentuk Reuni Perserikatan[/pagebreak]Piala Presiden 2018 sajikan hiburan dalam bentuk reuni PerserikatanTapi tahun ini, klub Perserikatan mulai menunjukkan tajinya. Persebaya, PSMS, dan PSIS kembali merasakan kompetisi kasta atas usai promosi ke Liga 1. Ketiganya berenuni dengan kawan lama Perserikatan yang masih bertahan di kompetisi atas sepak bola Indonesia.Piala Presiden 2018 sebagai ajang pramusim seakan menjadi wadah reuninya kembali klub eks Perserikatan. Tercatat ada sembilan klub Perserikatan yang mengikuti turnamen tersebut.Sembilan tim itu adalah, Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Perseru Serui, Persib Bandung, Persija Jakarta, PSIS Semarang, PSM Makassar, PSMS Medan, dan PSPS Riau.Tim-tim tersebut bermain dengan atraktif dan menghibur. Inilah poin dari hadirnya klub eks Perserikatan di Piala Presiden. Fanatisme dan gairah penonton kembali terlihat dengan reuni Perserikatan.Magnet tim Perserikatan seperti Persebaya, Persib, dan Persija menjadi daya tarik tersendiri. Berkat Piala Presiden romatika Perserikatan beserta pendukungnya kembali hadir.Bayangkan saja, 50.000 penonton hadir di Stadion Gelora Bung Tomo untuk melihat aksi Persebaya kontra Madura United. Lalu ingat pula persaingan Persib Bandung dan PSM Makassar di Grup C. Laga tersebut pun juga menyedot perhatian masyarakat Indonesia.Dulu, keduanya memang rival klasik. Era Wowo melawan Ramang, sampai Ajat Sudrajat versus Anshar Razak pun terngiang dalam ingatan dan cerita kedua pendukung klub tersebut saat ini.Masyarakat lagi-lagi disuguhkan pertandingan klasik di perempat final saat PSMS dan Persebaya bertemu. Kita bisa lihat beberapa tahun ke belakang saat keduanya pernah bertarung hebat di kompetisi 1971.Saat itu Ronny Paslah dkk, berhasil finish di atas Persebaya yang saat itu diperkuat Harry Tjong, Rusdi Bahalwan, dan Jacon Sihasale. Pada Piala Presiden 2018 kenangan duel tersebut kembali terngiang.Hasilnya, pertarungan ketat terjadi. Bajul Ijo dan Ayam Kinantan saling kejar skor di waktu normal, yakni 3-3. Pertandingan pun memasuki babak adu penalti. Anak-anak Medan pun melaju ke semifinal usai menang adu penalti 5-4.Langkah PSMS untuk ke final, terhalang oleh Persija Jakarta. Keduanya merupakan 'kawan lama' yang kerap bertemu dalam pertandingan penentu. Dalam kompetisi Perserikatan PSSI, baik Jakarta dan Medan selalu punya gengsi sendiri. Jakarta mengandalkan permainan teknik sedangkan Medan punya gaya rap-rap yang keras.Rivalitas keduanya sudah terjadi sejak era 1950-an. Era itu Persija terbilang tim kuat. Begitu juga dengan PSMS Medan yang mulai menyusun kekuatan di peta sepak bola Indonesia.Persija di Piala Presiden 2018 kali ini lebih superior dibanding PSMS. Klub yang identik dengan warna merah dan putih itu menang agregat 5-1. Pada leg pertama, Persija menang 4-1 dan leg kedua menang 1-0.Laga tersebut juga menjadi unjuk gigi Marko Simic, penyerang anyar Persija Jakarta. Hattricknya di leg pertama dan satu gol di leg kedua, membuat masyarakat Indonesia deman 'Super Simic'.Macan Kemayoran menjadi wakil klub Perserikatan yang melaju ke final. Persija menantang hadangan klub modern, Bali United. Serdadu Tridatu punya kekuatan yang menakutkan dengan tanpa kekalahan pada setiap pertandingannya.Final yang diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), menjadi puncak pertunjukan Piala Presiden 2018. Tidak bisa dipungkiri, final Piala Presiden 2018 adalah pertandingan terbaik dan menghibur di awal tahun 2018. Persija yang bermain di rumah mendapat dukungan penuh Jakmania dan warga Jakarta. Sedangkan Bali United tak gentar dan mendatangkan Semeton Dewata (pendukung Bali) ke ibu kota.Kedua tim bermain mengibur, begitu juga dengan kedua pendukung yang saling adu kreativitas. Jakmania membuat koreografi 'Glory' sebelum pertandingan, dan Semeton selalu militan meneriakan yel-yel penyemangat meski jumlahnya kalah banyak dari pendukung tuan rumah.Menariknya, tak ada gesekan berarti dari keduanya. Itulah yang membuat pertandingan berjalan seru dan menghibur. Persija melalui Super Simic membuat tribune SUGBK bergetar berkat dua gol spektakulernya. Sundulan dan salto Simic menjadi gol terindah yang tercipta di final.Belum lagi aksi selebrasi Novri Setiawan yang menghibur. Membuat suasana final layaknya pesta sepak bola Indonesia. Persija pun menang dengan skor 3-0 sekaligus membuat dahaga sepak bola Jakarta terobati dengan trofi juara yang terakhir kali mereka rasakan tahun 2001 di SUGBK.Lebih dari itu, Piala Presiden 2018 dan Persija berhasil membuat romantika Perserikatan hadir ke tengah-tengah masyarakat. Sebuah tim penuh sejarah yang melewati persaingan sengit di Piala Presiden.Romantika dalam kenangan Perserikatan akan sulit dilupakan. Sebuah hiburan yang tertuang di turnamen pramusim selalu dikenang oleh masyarakat. Bukan karena modernitasnya, tapi cerita sejarah dan gairah yang tertuang di Piala Presiden 2018.
  867 kali
Timnas Indonesia Jadwalkan Dua Laga Uji Coba Lawan Negara Ini di Bulan Maret
Kalender internasional FIFA akan digelar dalam waktu dekat atau pada bulan Maret 2018.Indonesia akan memanfaatkan jadwal internasional tersebut dengan menggelar dua laga uji coba.Laga ini juga untuk memantapkan skuat asuhan Luis Milla yakni timnas U-23 dalam menyambut Asian Games 2018.Meski yang tampil skuat U-23, ujicoba ini akan berstatus timnas senior, dan nantinya bisa berpengaruh pada poin timnas Indonesia di ranking FIFA.[suggestedarticle=3]Dua negara itu adalah Singapura dan Filipina, dimana skuat Garuda akan memainkan laga tandang dalam kesempatan itu."Jadwal terdekat, pada 21 Maret Indonesia akan away (tandang) ke Singapura. Kemudian akan lanjut ke Filipina pada 25 Maret," kata Joko Driyono, waketum PSSI yang baru saja ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum."Labelnya memang timnas senior, tapi kami punya keinginan agar timnas senior memiliki misi Asian Games. Dan ini kami serahkan ke Luis Milla," jelasnya.Saat ini Luis Milla sudah mengumpulkan para pemain U-23 di Jakarta guna melangsungkan pemusatan latihan dalam sepekan mendatang.
  6410 kali
Gubernur DKI Berharap Virus Juara Piala Presiden Berlanjut di Liga 1
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bangga dengan prestasi Persija Jakarta yang berhasil meraih juara Piala Presiden 2018. Pemimpin ibu kota itu menyebut gelar juara Piala Presiden diharapkan menjadi pembuka gelar lainnya bagi Macan Kemayoran..Menjamu pengurus dan pemain Persija di Balai Kota, Jakarta, Minggu (18/2/2018), Anies senang karena prediksinya untuk kemenangan Persija dengan skor memasukan tiga gol menjadi kenyataan.[suggestedarticle=3]"Kita menyadari sudah 17 tahun persija belum jadi juara. Hari ini kita semua warga jakarta merasa bangga," ujar Anies."Hari ini kita semua warga Jakarta merasa bangga. Ini hasil kerja keras dari mulai para pelatih, pengelola, para pemain dan juga dukungan yang tidak pernah turun dari teman-teman Jakmania," lanjutnya.Anies pun berharap prestasi tersebut bisa berlanjut di kompetisi Liga 1. Apalagi sudah lama Persija tak merengkuh gelar juara Liga Indonesia sejak 2001."Kita berharap prestasi persija lebih baik tahun-tahun ke depan karena sebentar lagi akan masuk Liga 1 dan harapannya Persija akan berprestasi," tandasnya.
  480 kali
1518958802158 tag