(Foto: dailymail.co.uk)

Italia Gagal ke Piala Dunia 2018, Disingkirkan Swedia

Hari berkabung tengah menyelimuti sepak bola Italia, setelah mereka gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Italia tak mampu mencetak gol ke gawang Swedia pada leg kedua play off Piala Dunia 2018 zona Eropa dan hanya bermain imbang 0-0 di Stadion San Siro, Milan, Senin (13/11) malam waktu setempat atau Selasa dinihari WIB.

Hasil itu membuat Swedia yang menang 1-0 pada leg pertama, lolos ke putaran final Piala Duia 2018 Rusia dengan keunggulan agregat 1-0. Gol tunggal Swedia dicetak Jakob Johansson setelah kiper Gianluigi Buffon terkecoh oleh bola yang membentur salah seorang pemain timnas Italia.

Gagalnya Italia menambah deretan panjang tim top dunia yang tak hadir ke Rusia, setelah Belanda juga gagal lolos. Para mantan bintang Italia seperti Andrea Pirlo, Alessandro del Pierro, Roberto Baggio dan Paolo Maldini ikut merasakan kesedihan yang mendalam atas kegagalan ini, lantaran mereka sempat mengibarkan kebesaran tim  Azzurri di kancah persaingan sepak bola tertinggi dunia itu.

Sejatinya Italia sangat akrab dengan Piala Dunia karena 20 kali penyelenggaraan mereka nyaris selalu menjadi salah satu favorit juara. Maka kegagalan kali ini adalah pertama kalinya setelah terakhir kali absen pada pergelaran tahun 1958 lalu di Swedia.

Tercatat, sejak pertama kali diadakan di tahun 1930 hingga terakhir pada 2014 lalu, total sudah ada 20 edisi Piala Dunia di mana 18 di antaranya Italia ikut berpartisipasi.

Dari 18 keikutsertaaan tersebut, Italia berhasil memenangkan 4 di antaranya. Masing-masing di tahun 1934, 1938, 1982, dan 2006. Sebuah rekor yang hanya bisa dikalahkan Brasil (5 gelar). Rekor ini juga sejajar dengan raksasa sepakbola lainnya, Jerman yang juga mengoleksi empat gelar.  Italia juga menjadi runner up turnamen ini sebanyak dua kali, yaitu tahun 1970 dan 1994.
editTerakhir diubah:  14/11/17 - 05:23

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Buntut Gagal Piala Dunia! Akhirnya Presiden FIGC Mundur dari Jabatan
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Carlo Tavecchio dianggap sebagai salah satu sosok yang bertanggung jawab atas kegagalan Italia menuju Piala Dunia 2018.Tavecchio sebetulnya didesak untuk mundur dari jabatan sejak kekalahan Italia dari Swedia sehingga gagal lolos play-off. Namun, pria yang baru terpilih untuk masa jabatan kedua pada Maret lalu ini awalnya bergeming.[suggestedarticle]Menyusul mundurnya pelatih Giampiero Ventura dan tekanan pada dirinya tak kunjung reda akhirnya Tavecchio memberi jalan bagi sosok lain untuk menggantikan dirinya."Saya mundur sebagai presiden dan saya meminta jajaran direksi melakukan hal yang sama. Mereka tidak mau melakukannya," kata Tavecchio dikutip dari Soccerway."Target saya sekarang menangani FIGC sampai 90 hari ke depan sebelum dilakukan pemilihan," sambungnya.Italia diguncang kenyataan pahit usai kalah 0-1 dari Swedia lewat dua leg. Secara di luar dugaan, Gli Azzurri harus rela gagal ke Piala Dunia untuk pertama kali sejak 1958.
Demi Piala Dunia 2018, Pastore Pilih Bertahan di PSG
Gelandang Paris Saint Germain Javier Pastore sempat dihubungkan dengan Inter Milan di bursa transfer Januari mendatang.Pastore menghadapi persaingan ketat di lini depan PSG musim ini, dengan kedatangan beberapa nama mulai dari Neymar hingga Kylian Mbappe.Pemain asal Argentina itu datang dari Palermo pada musim 2011/12 lalu dan merupakan salah satu bagian dari awal revolusi besar raksasa Ligue 1 Prancis tersebut.Empat musim perdana dilewati dengan sukses, namun setelahnya, cedera kambuhan membuat Pastore tak lagi menjadi plihan utama pelatih.Musim ini gelandang berusia 28 tahun baru tampil sebanyak tujuh dari 13 laga di Ligue 1, termasuk saat PSG menang besar 4-1 atas Nantes pada akhir pekan kemarin.[suggestedarticle]Pastore butuh menit bermain yang reguler jika ia ingin bermain di Piala Dunia 2018 bersama timnas Argentina. Jika kepindahannya menjadi opsi terbaik ia siap melakukannya. Namun Pastore akan menyerahkan semua keputusan ini pada sang pelatih, Unai Emery."Saya pikir normal jika semua pemain ingin selalu bermain, tapi segalanya bergantung pada keputusan pelatih," ujar Pastore."Jika saya bisa bermain seperti ini [lawan Nantes] maka baik-baik saja. Saya juga butuh untuk tak lagi mendapatkan cedera.""Saya ingin pergi ke Piala Dunia, tapi apabila pelatih [Argentina, Jorge Sampaoli] melihat saya tak bermain, maka akan sulit baginya untuk memilih saya.""Tapi saya tak memikirkan soal transfer, saya hanya ingin memberikan yang terbaik bagi klub," tukasnya.
visibility  229 kali
FIGC Ungkap Lima Kandidat Pelatih Baru Timnas Italia
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Carlo Tavecchio buka-bukaan terkait calon pelatih Gli Azzurri berikutnya. Tavecchio menyebut ada lima nama pelatih besar yang ia bidik.Italia gagal lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1958. Hal ini membuat Giampiero Ventura kehilangan pekerjaan.[suggestedarticle]"Saat ini semua target masih terikat kontrak besar hingga bulan Juni tahun depan. Kami tidak bisa hanya membayar klausul pelepasan begitu saja," ucap Tavecchio kepada Le Iene."Kami mencari yang terbaik. Namun saat ini Ancelotti, Conte, Allegri, Ranieri, atau Mancini masih terikat kontrak," lanjutnya.Dari lima nama tersebut hanya Ancelotti yang tengah menganggur. Namun Ancelotti masih terikat kontrak hingga Juni 2018 bersama Bayern Muenchen sehingga butuh negosiasi untuk menggaetnya lebih cepat.
visibility  385 kali
Gagal ke Piala Dunia 2018, Pemain Ini Tak Menyesal Berganti Paspor
Italia dipastikan gagal melaju ke Piala Dunia 2018 di Rusia usai kalah di babak playoff zona Eropa melawan Swedia pada pekan lalu.Italia kalah agregat 1-0 dari Swedia dan harus melupakan tiket ke Rusia, dimana ini adalah kegagaln pertama Italia sejak tahun 1958 lalu.Satu nama yang mungkin menyesal akan kegagalan ini adalah Jorginho, gelandang milik Napoli.Jorginho rela berganti kewarganegaraan dari Brasil ke Italia guna bisa bermain bersama tim nasional. Dimana dalam empat musim terakhir panggilan Selecao tak kunjung datang padanya.[suggestedarticle]Gelandang 26 tahun mengaku memikirkan hal ini selama beberapa hari. Pada akhirnya ia mantap dengan keputusannya berbaju Gli Azzurri."Saya mengambil sebuah keputusan, dan saya tidak menyesalinya," kata Jorginho kepada Sky, dikutip dari Football Italia, Ahad (19/11).Jorginho menegaskan, mereka tidak kehilangan harapan dan tak sabar untuk membuka lembaran baru bersama timnas Italia di masa mendatang."Saya berharap bisa membawa kegembiraan kepada penggemar karena saya mencintai negeri ini," tutur jebolan akademi Hellas Verona itu.
visibility  1961 kali
Ranieri Pertimbangkan Tangani Timnas Italia
Claudio Ranieri menjadi salah satu kandidat pelatih baru Timnas Italia. Ia mengaku akan mempertimbangkan meski ia menyadari ada banyak faktor lain untuk hal itu dapat terwujud.Posisi pelatih Italia saat ini tengah lowong menyusul dipecatnya Giampiero Ventura. Ranieri bersama dengan Antonio Conte, Roberto Mancini, dan Carlo Ancelotti menjadi kandidat.[suggestedarticle]"Apakah saya akan menjadi pelatih Timnas Italia? Saya akan memikirkannya, namun itu tidak bergantung kepada saya saja. Saya punya kontrak bersama Nantes dan Presiden yang harus diajak bicara," ucap Ranieri kepada Sky Sport Italia."Situasi di Italia saat ini butuh perubahan. Kami berada di titik terendah dan butuh perubahan. Kami punya banyak pemain muda menarik dan kini harus kembali menjejak tanah," jelas Ranieri.
visibility  177 kali
Napoli Tak Bermain Bagus, Sarri : Tapi Cukup untuk Kalahkan Milan
Maurizio Sarri akhirnya sukses melewati hadangan AC Milan di giornata ke 13 Serie A Italia. Menariknya, Sarri menegaskan bahwa anak asuhnya bermain dengan performa yang tidak bagus. Meski begitu, performa tidak bagus pun cukup untuk memulangkan Milan dengan kepala tertunduk.Minggu (19/11) dini hari WIB, Napoli berhasil membuyarkan angan Milan untuk bisa mencuri poin di San Paolo. Gol Lorenzo Insigne di menit ke 33 dan gol Piotr Zielinski menit 73 cukup untuk mengalahkan Milan.Milan sendiri hanya berhasil emncetak gol hiburan di menit ke 90 melalui Alessio Romagnoli.[suggestedarticle]"Ini bukan performa terbaik kami. Namun, secara keseluruhan, kami nyaris tak memberi lawan kesempatan, sedangkan kami menciptakan delapan peluang gol. Jadi, ya, itu cukup bagus," demikian ungkap Sarri seperti dikutip Football Italia."Tempo kami menurun di babak kedua dan kami terlalu bertahan. Meski begitu, kami tak mendapatkan banyak ancaman," ucapnya menambahkan.[suggestedarticle]"Hampir semua pemain kami dipanggil ke tim nasional, jadi level kebugaran tidak sempurna. Saya menyayangkan kami kebobolan satu gol dari jarak jauh di injury time, karena sebenarnya akan bagus jika bisa clean sheet," tutup Sarri.
visibility  189 kali
Milan Hanya Mampu Repotkan Napoli, Bukan Mengalahkan
AC Milan akhirnya harus mengakui keunggulan Napoli setelah gol Lorenzo Insigne dan Piotr Zielinski hanya berhasil dibalas Alessio Romagnoli sesaat sebelum laga usai. Kekalahan 2-1 di San Paolo pada, Minggu (19/11) dini hari WIB, membuat Milan tertahan di urutan ke tujuh dengan 19 poin.Pelatih AC Milan, Vicenzo Montella, memaknai kekalahan ke enam Milan pada musim ini sebagai bentuk evaluasi kurang optimalnya zona serang I Rossonerri. Meski begitu, Montella menilai anak asuhnya setidaknya berhasil membuat Napoli kerepotan."Kami kurang optimal di zona serang, tapi kami membuat Napoli sangat kerepotan dan saya senang dengan performa tim. Proporsinya sama dengan rasa kecewa saya karena kalah setelah bermain bagus," demikian ucap Montella se[erti dikutip Football Italia.[suggestedarticle][suggestedarticle]"Kami menunjukkan karakter hebat dan aliran-aliran operan kami juga mengalami peningkatan. Kalah setelah bermain buruk itu mengecewakan, tapi kalah setelah pantas meraih hasil lebih baik juga sama mengecewakannya," sahut Montella menekankan.Montella beranggapan bahwa Milan sesungguhnya telah berhasil mengimbangi level permainan Napoli atau pun Juventus. Hanya saja, eks striker AS Roma itu tetap mengakui bahwa kedua tim yang telah memberi kekalahan bagi Milan itu masih berada jauh di depan tim yang diasuhnya."Dua kekalahan terakhir kami adalah melawan Juventus dan Napoli, jadi tentu saja mereka di depan kami. Namun, terlepas dari hasilnya, kami sempat mengimbangi level permainan mereka," ucap Montella.[suggestedarticle]"Kami sedang berkembang, dan proses itu butuh waktu. Saya tekankan lagi, saya puas dengan performa kami melawan Napoli, Juve, Roma dan Inter, karena untuk bisa menyamai level mereka dibutuhkan kesabaran," ungkapnya manambahkan.Montella sempat gencar dikabarkan bakal dipecat sebelum jeda internasional. Namun pihak klub masih percaya kepadanya."Saya berterima kasih kepada klub untuk dukungan dan kepercayaan mereka. Sulit rasanya untuk melihat klasemen, tapi mulai sekarang jadwal kami lebih ringan. Semoga performa seperti ini bisa memberi kami hasil yang bagus," pungkasnya.[suggestedarticle]Sedangkan di sisi Napoli, kemenangan atas Milan menjadikan Partenopei satu-satunya tim yang belum terkalahkan di pentas Serie A musim ini.
visibility  316 kali
Sudah Kalah 6 Kali, Montella Masih Pede Milan Finis 4 Besar
Dari 13 laga yang telah dilakoni AC Milan di pentas Serie A, sedikitnya mereka telah menderita enam kali kekalahan. Namun begitu, Vicenzo Montella meyakini bahwa Milan bakal berakhir sebagai penghuni empat besar Serie A di akhir musim.Milan yang gagal mendapatkan poin dari lawatannya ke markas Napoli terpaksa harus mendekam di posisi tujuh dengan 19 poin. Dari 13 laga, Milan berhasil mengkoleksi enam kemenangan, sekali imbang dan enam kali menderita kekalahan.Mereka pun kini tertinggal 16 poin dari Napoli di puncak klasmen dan 11 poin dengan Inter Milan di posisi ke empat. Hanya saja margin 11 poin dengan Inter berpotensi kian melebar, pasalnya tim besutan Luciano Spalletti memiliki satu laga lebih banyak dibanding Milan.[suggestedarticle]Tapi begitu, Montella tetap yakin bahwa di akhir musim nanti Milan bakal finish di posisi empat besar."Saya benar-benar optimistis, entah kenapa," kata Montella ketika ditanya wartawan tentang kans Milan untuk lolos ke Liga Champions musim depan, seperti dikutip Football Italia."Saya rasa kami sudah mengatasi periode terburuk kami musim ini. Selain itu, saya percaya kalau tim-tim yang berada di depan kami masih mungkin melambat," sambungnya.[suggestedarticle]"Saya tetap yakin kalau pemain-pemain ini akan jadi lebih baik dan memberi kami hasil-hasil yang lebih bagus ke depannya," pungkasnya.
visibility  139 kali
Napoli Pulangkan Milan dengan Kepala Tertunduk
Napoli akhirnya sukses menyudahi perlawan miltan AC Milan dengan skor 2-1 di San Paolo, Minggu (19/11) dini hari WIB. Dengan kemenangan tersebut Napoli kian jaya di puncak klasmen sementara Serie A.Gol Lorenzo Insigne pada menit ke 33 dan Piotr Zelinski di menit ke 73 berhasil bertahan hingga laga menuju masa bubaran. Hingga akhirnya gol Alessio Romagnoli di menit ke 90 tercipta sebagai gol hiburan bagi Milan.Tampil sebagai tuan rumah, Napoli membuka keunggulan pada menit ke-33. Lorenzo Insigne membawa timnya unggul 1-0 pada babak pertama setelah sukses memanfaatkan umpan Jorginho. [suggestedarticle]Tuan rumah baru menggandakan keunggulan pada menit ke-73. Kali ini, Zelinski mencatatkan namanya di papan skor setelah mengonversi umpan matang Dries Mertens. Usaha AC MIlan mengatasi ketertinggalan baru terwujud ketika Romagnoli mencetak gol hiburan pada menit ke-90+2. Napoli menang 2-1 atas AC Milan. Napoli pun kian mantap di puncak klasemen dengan koleksi 35 poin. Sementara itu, AC Milan gagal mendekat ke zona Eropa karena tertahan di posisi ketujuh dengan 19 poin. [suggestedarticle]Kekalahan dari Napoli ini juga mengancam posisi Vincenzo Montella. Pelatih Milan itu memang disorot setelah timnya tampil labil di Serie A dan Liga Europa, padahal telah menghabiskan dana besar pada bursa transfer musim panas. Berikut susunan pemain dalam laga tersbeutNapoli: 25-Pepe Reina; 23-Elseid Hysaj, 33-Raul Albiol, 26-Kalidou Koulibaly, 6-Mario Rui (11-Chritian Maggio 66'); 5-Allan, 8-Jorginho, 17-Marek Hamsik (20-Piotr Zielinski 69'); 7-Jose Maria Callejon (30-Marko Rog 79'), 14-Dries Mertens, 24-Lorenzo InsignePelatih: Maurizio SarriAC Milan: 99-Gianluigi Donnarumma, 19-Leonardo Bonucci, 22-Mateo Musacchio, 13-Alessio Romagnoli; 11-Fabio Borini (20-Ignazio Abate 77'), 18-Riccardo Montolivo (21-Lucas Biglia 85'), 73-Manuel Locatelli , 79-Franck Kessie, 5-Giacomo Bonaventura; 7-Nikola Kalinic, 8-Suso (9-Andre Silva 45+3')
visibility  658 kali
Drama Dua Penalti, Roma Kalahkan Lazio 2-1
Derby Della Capitale kembali berlangsung di Stadio Olimpico, Minggu (19/11) dini hari WIB mewarnai giornata ke 13 Serie A. Laga yang berjalan panas dan sengit antara AS Roma dan Lazio itu berkesudahan 2-1 untuk Serigala Ibu Kota.Dua menit setelah pluit tanda kick off dimulai, kubu AS Roma selaku tuan rumah sempat terdiam kala Ciro Immobile sukses mencetak gol. Namun gol tersbeut tak lantas membuat Elang Ibu Kota berpesta. Pasalnya, Immobile lebih dulu terperangkap off side.Laga pun kembali dilanjutkan dengan kedudukan masih sama kuat 0-0.Jual beli serang berlangsung sepanjang 45 menit babak pertama. Salah satu peluang terbaik pun lahir pada menit ke 20 untuk Roma.[suggestedarticle]Lompatan tinggi Edin Dzeko berhasil menggapai bola dan seketika menyundulnya kuat-kuat. Tapi upaya tersbeut tak berbuah gol karena sundulan striker asal Bosnia itu masih melenceng.Setelah peluang Dzeko tersbeut, laga seketika berjalan keras dengan keluarnya dua kartu kuning. Senad Lulic dan Lucas Leiva mendapatkannya masing-masing satu kartu kuning.Laga sendiri seperti kehilangan ketajaman bagi keduanya karena acap kali menemui kebuntuan di sektor tengah permainan. Lini Lazio dan Roma saling silih berganti memotong dan mementahkan serangan yang coba dibangun.[suggestedarticle]Skor kaca mata pun menjadi hasil dari 45 menit babak pertama.Setelah jeda istirahat, laga derby della capitale pun kembali berlangsung. Tapi kesialan menimpa kubu tim tamu kala wasit Gianluca Rocchi menunjuk titik putih.Gianluca Rocchi menilai Bastos melakukan pelanggaran terhadap eks punggawa Lazio, Aleksandar Kolarov di dalam kotak penalti di menit ke 49.Diego Perotti yang menjadi eksekutor tendangan penalti dengan tenang berhasil menjebol gawang Lazio yang dikawal Thomas Strakosha. Skor pun beubah menjadi 1-0 untuk Roma.[suggestedarticle]Lazio yang marah atas gol penalti tersebut langsung tersengat dan mencoba mengejar gol penyeimbang.Malang bagi Lazio, bukan gol penyeimbang yang didapat melainkan gol kedua justru bersarang di gawang sendiri pada menit ke 53. Sepakan keras Radja Nainggolan sukses memperdaya Thomas Strakosha untuk kali kedua. Roma pun sementara nyaman dengan keunggulan 2-0.Bukan laga derby namanya jika hanya berlangsung 'adem-ayem'. Gianluca Rocchi terus-terusan mencatat nama-nama yang dihadiahinya kartu kuning lantaran terlalu keras melanggar lawan. Luis Alberto, Nani, dan juga Radja Nainggolan adalah pemain yang harus di-ammunito Gianluca Rocchi.[suggestedarticle]Permainan lantas menjadi lebih sengit meski tetap berlangsung keras. Dampaknya, kini giliran Lazio yang mendapatkan hadiah penalti dari Gianluca Rocchi.Tepatnya pada menit ke 71, Konstantinos Manolas yang sedari tadi pontang-panting menjaga 'keperawanan' gawang Alisson Becker, tanpa sengaja menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak penalti.Ciro Immobile yang menjadi eksekutor tendangan penalti tak menyia nyiakan peluang emas ini, bola melesak masuk ke arah kiri gawang Roma. Skor menjadi 2-1.Tahu bahwa Lazio kian menggarang pasca gol Immobile, Roma pun memilih untuk bertahan sekuat tenaga. Meski mendapat tujuh menit tambahan waktu, Lazio tak sunggup mencetak gol balasan. Roma pun keluar sebagai pemenang.[suggestedarticle]Susunan Pemain AS Roma vs Lazio:AS Roma (4-3-3): Alisson, Kolarov, Fazio, Manolas, Alessandro Florenzi (80' Bruno Peres), Kevin Strootman, De Rossi, Radja Nainggolan (85' Juan Jesus), Perotti, Edin Dzeko, El Shaarawy (73' Gerson).Lazio (3-5-2): Strakosha, Bastos, de Vrij, Radu (77' Patric), Marusic, Parolo, Lucas Leiva (58' Nani), Milinkovic-Savic, Luli (58' Jordan Lukaku), Alberto, Immobile.
visibility  479 kali
1511033377687 tag