(Foto: Bolalob)

PSSI Agendakan Semua Laga Uji Coba Timnas di SUGBK

Timnas Indonesia berencana menggelar uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada bulan Januari 2018.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha. Ia juga menyebut pertandingan tersebut masuk dalam uji coba internasional FIFA.



“Rencananya bulan Januari 2018 ada uji coba internasional FIFA dan dilaksanakan di SUGBK untuk pertama kalinya setelah renovasi,” ujar Ratu Tisha di Kantor PSSI, Kuningan, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Ratu Tisha pun menambahkan bahwa PSSI sudah menjalin komunikasi dengan pengelola SUGBK terkait dengan penggunaan stadion.

Bahkan tak hanya laga uji coba pada awal Januari, PSSI juga menjadwalkan semua agenda timnas pada 2018 di SUGBK.

“Ya, nantinya kami sesuaikan jadwal PSSI dengan pihak SUGBK,” tandasnya.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Luis Milla Senang Pemain Baru Timnas Maksimal di Latihan
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Luis Milla menilai para pemain baru yang bergabung selalu mengikuti instruksi dirinya dengan baik.Timnas Indonesia kembali menggelar pemusatan latihan untuk persiapkan diri jelang Asian Games 2018. Pemusatan tersebut dilakukan di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, 18 sampai 23 Februari.Beberapa muka baru yang dipanggil adalah Muhammad Ridho, Dandi Maulana, dan I Made Andhika Pradana Wijaya.[suggestedarticle=3]"Pemain yang dipanggil selalu berikan yang maksimal. Termasuk juga dengan para pemain baru. Kami senang dengan adanya mereka di tim," jelas Luis Milla selepas latihan, Senin (19/2/2018)."Kami sudah perhatikan sepanjang uji tanding latihan. Jadi ini ajang untuk menyeleksi pemain sebelum memilih yang terbaik," tambah pelatih asal Spanyol itu.Pemain yang berlaga di final Piala Presiden 2018 sudah bergabung dengan tim, seperti Ilija Spasojevic, Rezaldi Hehanussa, dan Andritany Ardhiyasa.
  472 kali
PSSI Cari Lawan Berkualitas untuk Timnas di Anniversary Cup
PSSI akan menggelar turnamen bertajuk Anniversary Cup 2018 dalam waktu dekat ini. Turnamen tersebut diselenggarakan untuk memeringati ulang tahun PSSI ke-88 pada 19 April mendatang.Rencananya PSSI akan mengundang empat negara termasuk Timnas Indonesia. Setidaknya ada dua negara yang sudah menyatakan untuk ikut turnamen tersebut.Bahrain dan Malaysia sudah menyatakan untuk ikut dalam turnamen yang dilangsungkan pada 27 April hingga 6 Mei 2018."PSSI menggelar turnamen Anniversary Cup pada April 2018 berkaitan dengan ulang tahun yang ke-66,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono di Kantor PSSI, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (18/2/2018).[suggestedarticle=3]Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha mengatakan PSSI sedang mencari lawan berasa dari Asia Timur.Permintaan tersebut datang langsung dari pelatih Timnas Indonesia. Luis Milla. Pelatih asal Spanyol itu, ingin adanya turnamen kelas atas untuk uji kemampuan timnya."Itu merupakan arahan dari Luis Milla, yang ingin dapatkan lawan berkualitas," imbuh Ratu Tisha.PSSI belum menentukan venue untuk Anniversary Cup. Dua lokasi yang jadi kandidat sampai saat ini adalah Jawa Timur dan Jakarta, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
  626 kali
Timnas Indonesia Gagal Latih Tanding dengan Persija Jakarta
Timnas Indonesia batal melakukan uji coba melawan Persija Jakarta yang sebelumnya bakal digelar pada 24 Februari 2018.Pertandingan kontra Persija dibatalkan karena Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tak bisa digunakan.Kabarnya, PSSI akan mengganti pertandingan uji coba tersebut dengan laga pertandingan internasional melawan negara Asia Tenggara.[suggestedarticle=3]Ada dua pertandingan uji coba yang akan digelar PSSI pada bulan Maret nanti. Skuat Garuda akan berhadapan dengan Singapura 21 Maret dan Filipina pada 25 Maret."Terdekat Timnas akan tandang ke Singapura pada 21 Maret. Lalu berlanjut ke Filipina, 25 Maret," ujar Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, di Kantor PSSI, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (18/2/2018).Label uji coba tersebut merupakan timnas senior. Namun, nantinya Timnas Indonesia bakal menurunkan tim U-23, sekaligus ajang persiapan Asian Games 2018."Kami punya keinginan agar timnas senior punya misi untuk menghadapi Asian Games 2018. Semuanya kita serahkan ke pelatih (Luis Milla),” imbuh Joko Driyono.Selain dua uji coba tersebut, PSSI juga sudah menyiapkan turnamen Anniversary Cup pada akhir Maret nanti. Bahrain dan Malaysia sudah memastikan diri untuk ikut dalam turnamen tersebut.
  913 kali
TOP NEWS: Timnas Indonesia Kembali Berlatih, Ketum PSSI Resmi Cuti
Kalender internasional FIFA akan digelar dalam waktu dekat atau pada bulan Maret 2018. Indonesia akan memanfaatkan jadwal internasional tersebut dengan menggelar dua laga uji coba.Timnas Indonesia Jadwalkan Dua Laga Uji Coba Lawan Negara Ini di Bulan MaretEdy Rahmayadi resmi cuti dari Ketua Umum PSSI dan menunjuk wakil ketua umum, Joko Driyono sebagai pelaksana tugas (Plt) tugas ketua umum hingga 30 Juni mendatang.Edy Rahmayadi Cuti, Joko Driyono Resmi Pimpin PSSIDiam-diam pelatih Indra Sjafri dan Ustad Yusuf Mansur punya proyeksi besar untuk membantu prestasi sepak bola Indonesia di masa depan. Kedua tokoh ini ingin membawa nama Indonesia ke pentas Piala Dunia 2034.Indra Sjafri dan Yusuf Mansur Punya Proyeksi Besar untuk Sepak Bola IndonesiaFIFA telah merilis peringkat terbaru pada 15 Februari 2018. Posisi Timnas Indonesia tidak berubah, dengan menempati urutan ke-160 dan mengumpulkan 121 poin. FIFA Rilis Peringkat, Indonesia Masih Kalah dari 4 Negara Asia Tenggara Ini
  214 kali
Meski Alami Kerusakan, Persija Dapatkan Lampu Hijau Pakai SUGBK
Partai final Piala Presiden 2018 memunculkan Persija Jakarta sebagai jawaranya, usai mengalahkan Bali United dengan skor 3-0.Dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta itu, suporter Persija kedapatan merusak beberapa pintu dan pembatas stadion.Pihak Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK) sudah memantau bagian kerusakan stadion. Dimana pihak penyelanggara Piala Presiden 2018 siap bertanggung jawab akan kerugian tersebut."Kami tadi menaksir biaya kerusakan kurang dari Rp100 juta dan itu sudah tercover dari jaminan panpel Rp1,5 miliar. Jadi, itu sudah tertutup," ujar direktur utama PPK-GBK, Winarto.[suggestedarticle=3]Peluang Persija untuk memakai SUGBK di ajang Piala AFC pun sempat tanda tanya akibat ulah jail para suporter mereka.Namun Winarto menjelaskan peluang Persija memakai stadion itu tetap terbuka. Dimana Macan Kemayoran akan menggelar partai kandang melawan Tampines Rovers pada laga kedua grup H, 28 Februari mendatang."SUGBK kan memang kami siapkan untuk publik. Kami profesional saja, asal memang itu digunakan sebagaimana fungsinya. Terkait hal ini (izin penggunaan SUGBK oleh Persija) tentu kami nanti harus bicara dulu dengan panitianya (panpel Persija) terkait syaratnya yang harus dipenuhi seperti apa," jelasnya. Winarto memperkirakan proses perbaikan kerusakan yang terjadi setelah laga final, semalam, bisa berlangsung cepat. "Diperkirakan hari Rabu (21/2) sudah selesai perbaikannya. Taman tadi pagi juga sudah langsung diperbaiki secara bertahap," pungkasnya.
  876 kali
PSSI Undang Tiga Negara Untuk Anniversary Cup 2018
Induk sepakbola tertinggi di Indonesia atau PSSI berencana menggelar sebuah turnamen yang akan diikuti empat negara termasuk Indonesia. Turnamen itu digelar dalam rangka perayaan hari jadi PSSI yang jatuh pada 19 April mendatang. Dimana pada tahun ini PSSI memperingati hari jadi yang ke-88 tahun.Sebanyak dua negara yang sudah memastikan bakal hadir adalah Bahrain dan Malaysia. Sementara satu peserta lain masih ditunggu konfirmasinya."Kalau semua berjalan sesuai dengan rancangan, berkaitan dengan ulang tahun PSSI akan ada Anniversary Cup di bulan April nanti," kata Joko Driyono.[suggestedarticle=3]Turnamen ini digelar juga sebagai persiapan timnas menuju ajang Asian Games 2018, dimana PSSI batal menggelar test event di bulan Februari ini.Sekjen PSSI, Ratu Tisha belum bisa memastikan apakah ajang ini akan digelar di Jakarta (SUGBK) atau di Jawa Timur."Kami saat ini sedang berupaya mengundang dari negara Asia Timur. Karena sudah ada dari Asia Barat dan Asia Tenggara yang memastikan ikut serta. Ini juga sesuai dengan arahan dari Luis Milla agar turnamen ini kompetitif," ujar Tisha."Masih tentatif antara Jawa Timur atau di SUGBK. Turnamennya rencananya akan digelar pada 27 April sampai 6 Mei 2018," pungkasnya.
  2472 kali
Hiburan dan Romantika Perserikatan di Piala Presiden 2018
Sepak bola Indonesia pernah memiliki kompetisi yang bersifat kedaerahan. Jauh sebelum era profesional, sepak bola Indonesia dipenuhi dengan semangat fanatisme tiap daerah.Kita semua tahu bagaimana PSSI berdiri. 19 April 1930 menjadi tonggak sejarah, sepak bola Indonesia yang juga ikut berjuang menghadirkan kemerdekaan lewat jalur olah raga.Dahulu kekuatan sepak bola Indonesia memang dikenal dan terpusat di Pulau Jawa. Tak heran, klub-klub sepak bola dari tanah Jawa pun beridir. Tak hanya klub bikinan bangsa Belanda, tapi juga klub milik pribumi juga turut hadir.Gairah sepak bola di Indonesia memang sudah merasuki bangsa Indonesia sejak era 1920-an. Di Batavia (sekarang Jakarta), ada klub Rood-Wit Football en Cricket yang jadi stimulus berkembangnya sepak bola di kota pelabuhan itu.Tentu saja gairah sepak bola yang dihadirkan Rood-Wit bagi masyarakat Batavia meluas ke kota-kota lain. Bahkan, tahun 1915 sudah ada Makassar Voetball Bond (MVB) yang kini dikenal dengan PSM Makassar.Persaingan antar kota itu mulai terjadi pada tahun 1930, saat para pemuda dan tokoh terpelajar Indonesia mendirikan bond (perkumpulan) sepak bola yang membawa nama daerah.[suggestedarticle=3]Saat itu, ada VIJ (Voetballbond Indonesia Jacatra) dari Tanah Abang, Jakarta yang lahir pada tahun 1928. VIJ kini dikenal dengan nama Persija Jakarta.Sebelumnya tahun 1923 ada Vorstenlandsche Voetbal Bond (VBB) yang sekarang menjadi Persis Solo, hadir menjadi bond sepak bola bagi pribumi. Lalu lahir Persebaya Surabaya pada 1927.Belum lagi PSIM Mataram yang hadir di daerah Kesultanan Yogyakarta pada tahun 1929. Bond dari kota besar di Pulau Jawa lebih dahulu memainkan pertandingan sepak bola dalam format kompetisi.Sejak 1931, PSSI menggelar kompetisi antar daerah. Istilah Kampeonturnoi dipakai oleh PSSI untuk wadah persaingan sepak bola di Indonesia. Banyaknya anggota membuat format kompetisi terbagi dari Districtwestrij (daerah) dan Stedenwestrij (nasional).Dari distrik inilah beberapa persaingan terjadi. Tak hanya kota besar saja, ada tim kota lain yang juga berjuang mendapatkan jatah di steden.Ada saatnya PSIT Tjirebon atau Persitas Tasikmalaja tak mau mengalah dari Persib Bandung. Begitu juga dengan PPVIM Meester Cornelis (Jatinegara) tak ingin takluk dengan VIJ yang merupakan rival di Batavia Area.Mari kita melangkah ke Stedenwesterij. VIJ, Persib, Persis, SIVB (Persebaya), atau PSIM kerap menguasai persaingan di level atas. Dari steden itu, persaingan sudah mulai terbentuk.VIJ selalu bersaing dengan Persis Solo. Selain itu Persis juga punya rivalitas dengan PSIM sejak lama. Terutama jika kita berbicara teritori keduanya yang memang berdekatan.Persis juga memiliki rivalitas dengan SIVB. Keempat tim itu memang selalu panas jika sudah menyangkut persaingan di kompetisi. Namun, semua itu menjdi hiburan masyarakat Indonesia yang sudah mulai demam bola.Beranjak ke Indonesia merdeka. Tim-tim kuat era Perserikatan awal PSSI pun kembali bertemu dengan kekuatan yang berbeda. VIJ sudah merubah namanya menjadi lebih Indonesia, yakni Persija Jakarta. Tak hanya itu, Persija juga berisi pemain-pemain bintang kelas atas Indonesia.Persib Bandung punya generasi emas bersama dengan Omo dan Wowo. Persis Solo, punya Darmadi yang namanya melambung di Kota Solo. Lalu PSIM terus membangun kekuatan setelah hanya meraih sekali juara di Perserikatan awal, tahun 1932.Lalu pada tahun 1950, kekuatan sepak bola pun membuka tim-tim dari daerah lain, seperti dari Sumatera yang mulai membangun kekuatan sepak bolanya. Kota Medan punya PSMS yang berdiri pada 21 April 1950.Sayanganya seiring berjalannya waktu, Solo dan Yogyakarta mulai tertinggal. Kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan menjadi poros sepak bola baru Indonesia.Selama empat era, yakni 1950-an, 1960-an, 1970-an, hingga 1980-an, poros tersebut terus 'berseteru' di kancah sepak bola Indonesia. Kelima tim itu banyak menyumbang pemain untuk timnas Indonesia.Pertarungan klasik antar daerah itu sempat meredup pada era 1990-an, tepatnya pada 1994. Penggabungan tim Perserikatan dengan klub dari Galatama (Liga Sepakbola Utama), menjadi salah satu faktornya.Penggabungan untuk membentuk Liga Indonesia itu membuat peta persaingan baru dengan antara Perserikatan dengan Galatama. Persebaya bisa bertarung dengan Arema Malang, lalu Persija bisa bertemu dengan Pelita Jaya Jakarta dan Persib Bandung bersaing berebut simpati masyarakat Jawa Barat dengan Bandung Raya.Waktu terus berjalan ke arah modernisasi. Tim-tim Perserikatan itu pun berubah menjadi klub dan meninggalkan gaya lama. Badan hukum pun dibentuk untuk mengelola semua elemen tim.Namun persaingan terus berlanjut, terutama untuk klub klasik yang sudah menjadi bagian sepak bola Indonesia sejak lama.Klub Perserikatan pernah mencapai era jayanya pada kompetisi Liga Indoensia periode 1994 hingga 2007. Sebanyak sembilan klub eks Perserikatan meraih gelar juara dan membenamkan klub eks Galatama.Era Indonesia Super League, klub eks Galatama dan klub modern mulai muncul dan memberi perlawanan kepada klub Perserikatan. Bahkan, klub besar seperti Persebaya, PSIS Semarang, dan PSMS sempat terdegradasi.Kompetisi saat ini pun dipenuhi klub-klub baru nan modern. Hal itu memang tidak salah, karena era industri terkini tak bisa ditolak oleh sepak bola Indonesia. Klub-klub baru seperti Bali United, Borneo FC, Kalteng Putra, Madura United sampai Mitra Kukar menjadi warna lain sepak bola Indonesia. Tak hanya modern, tapi pengelolaan mereka juga terbilang professional.Bali United menjadi contoh klub yang mandiri. Tak hanya mengandalkan dana dari penjualan tiket saja, tapi Serdadu Tridatu juga mempunyai bisnis lain untuk menghidupi klub. Sebut saja merchandise, media sosial, hingga kegiatan sponsorship lainnya.[pagebreak]Piala Presiden Sajikan Hiburan dalam Bentuk Reuni Perserikatan[/pagebreak]Piala Presiden 2018 sajikan hiburan dalam bentuk reuni PerserikatanTapi tahun ini, klub Perserikatan mulai menunjukkan tajinya. Persebaya, PSMS, dan PSIS kembali merasakan kompetisi kasta atas usai promosi ke Liga 1. Ketiganya berenuni dengan kawan lama Perserikatan yang masih bertahan di kompetisi atas sepak bola Indonesia.Piala Presiden 2018 sebagai ajang pramusim seakan menjadi wadah reuninya kembali klub eks Perserikatan. Tercatat ada sembilan klub Perserikatan yang mengikuti turnamen tersebut.Sembilan tim itu adalah, Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Perseru Serui, Persib Bandung, Persija Jakarta, PSIS Semarang, PSM Makassar, PSMS Medan, dan PSPS Riau.Tim-tim tersebut bermain dengan atraktif dan menghibur. Inilah poin dari hadirnya klub eks Perserikatan di Piala Presiden. Fanatisme dan gairah penonton kembali terlihat dengan reuni Perserikatan.Magnet tim Perserikatan seperti Persebaya, Persib, dan Persija menjadi daya tarik tersendiri. Berkat Piala Presiden romatika Perserikatan beserta pendukungnya kembali hadir.Bayangkan saja, 50.000 penonton hadir di Stadion Gelora Bung Tomo untuk melihat aksi Persebaya kontra Madura United. Lalu ingat pula persaingan Persib Bandung dan PSM Makassar di Grup C. Laga tersebut pun juga menyedot perhatian masyarakat Indonesia.Dulu, keduanya memang rival klasik. Era Wowo melawan Ramang, sampai Ajat Sudrajat versus Anshar Razak pun terngiang dalam ingatan dan cerita kedua pendukung klub tersebut saat ini.Masyarakat lagi-lagi disuguhkan pertandingan klasik di perempat final saat PSMS dan Persebaya bertemu. Kita bisa lihat beberapa tahun ke belakang saat keduanya pernah bertarung hebat di kompetisi 1971.Saat itu Ronny Paslah dkk, berhasil finish di atas Persebaya yang saat itu diperkuat Harry Tjong, Rusdi Bahalwan, dan Jacon Sihasale. Pada Piala Presiden 2018 kenangan duel tersebut kembali terngiang.Hasilnya, pertarungan ketat terjadi. Bajul Ijo dan Ayam Kinantan saling kejar skor di waktu normal, yakni 3-3. Pertandingan pun memasuki babak adu penalti. Anak-anak Medan pun melaju ke semifinal usai menang adu penalti 5-4.Langkah PSMS untuk ke final, terhalang oleh Persija Jakarta. Keduanya merupakan 'kawan lama' yang kerap bertemu dalam pertandingan penentu. Dalam kompetisi Perserikatan PSSI, baik Jakarta dan Medan selalu punya gengsi sendiri. Jakarta mengandalkan permainan teknik sedangkan Medan punya gaya rap-rap yang keras.Rivalitas keduanya sudah terjadi sejak era 1950-an. Era itu Persija terbilang tim kuat. Begitu juga dengan PSMS Medan yang mulai menyusun kekuatan di peta sepak bola Indonesia.Persija di Piala Presiden 2018 kali ini lebih superior dibanding PSMS. Klub yang identik dengan warna merah dan putih itu menang agregat 5-1. Pada leg pertama, Persija menang 4-1 dan leg kedua menang 1-0.Laga tersebut juga menjadi unjuk gigi Marko Simic, penyerang anyar Persija Jakarta. Hattricknya di leg pertama dan satu gol di leg kedua, membuat masyarakat Indonesia deman 'Super Simic'.Macan Kemayoran menjadi wakil klub Perserikatan yang melaju ke final. Persija menantang hadangan klub modern, Bali United. Serdadu Tridatu punya kekuatan yang menakutkan dengan tanpa kekalahan pada setiap pertandingannya.Final yang diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), menjadi puncak pertunjukan Piala Presiden 2018. Tidak bisa dipungkiri, final Piala Presiden 2018 adalah pertandingan terbaik dan menghibur di awal tahun 2018. Persija yang bermain di rumah mendapat dukungan penuh Jakmania dan warga Jakarta. Sedangkan Bali United tak gentar dan mendatangkan Semeton Dewata (pendukung Bali) ke ibu kota.Kedua tim bermain mengibur, begitu juga dengan kedua pendukung yang saling adu kreativitas. Jakmania membuat koreografi 'Glory' sebelum pertandingan, dan Semeton selalu militan meneriakan yel-yel penyemangat meski jumlahnya kalah banyak dari pendukung tuan rumah.Menariknya, tak ada gesekan berarti dari keduanya. Itulah yang membuat pertandingan berjalan seru dan menghibur. Persija melalui Super Simic membuat tribune SUGBK bergetar berkat dua gol spektakulernya. Sundulan dan salto Simic menjadi gol terindah yang tercipta di final.Belum lagi aksi selebrasi Novri Setiawan yang menghibur. Membuat suasana final layaknya pesta sepak bola Indonesia. Persija pun menang dengan skor 3-0 sekaligus membuat dahaga sepak bola Jakarta terobati dengan trofi juara yang terakhir kali mereka rasakan tahun 2001 di SUGBK.Lebih dari itu, Piala Presiden 2018 dan Persija berhasil membuat romantika Perserikatan hadir ke tengah-tengah masyarakat. Sebuah tim penuh sejarah yang melewati persaingan sengit di Piala Presiden.Romantika dalam kenangan Perserikatan akan sulit dilupakan. Sebuah hiburan yang tertuang di turnamen pramusim selalu dikenang oleh masyarakat. Bukan karena modernitasnya, tapi cerita sejarah dan gairah yang tertuang di di Piala Presiden 2018.
  777 kali
Persija Jakarta Tetap Berpeluang Gunakan SUGBK
Kericuhan yang sempat terjadi di pertandingan final Piala Presiden 2018 ditakutkan memengaruhi izin pemakaian Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), bagi Persija Jakarta.Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama GBK, Winarto. Ia menyebut memang ada kerusakan saat pertandingan final Piala Presiden. Namun, kerusakan tersebut masih terbilang minim."Memang ada kerusakan di beberapa titik stadion dan taman, termasuk sampah. Untuk sampah yang berserakan sudah bersih kembali," jelas Winarto ketika dihubungi, Minggu (18/2/2018)."Kami tadi menaksir biaya kerusakan kurang dari Rp100 juta dan itu sudah tercover dari jaminan panpel Rp1,5 miliar. Jadi, itu sudah tertutup," tambahnya.[suggestedarticle=3]Sementara terkait peluang Persija memakai SUGBK tetap terbuka. Kericuhan yang terjadi dalam laga final tak pengaruhi keinginan Persija memakai SUGBK untuk Piala AFC ataupun Liga 1.Terdekat Persija berencana menggunakan SUGBK untuk pertandingan Piala AFC melawan Tampines Rovers, 28 Februari mendatang."Sejauh tidak digunakan untuk kegiatan Asian Games, tentu kita terbuka untuk perizinan. Untuk perizinan Persija tentu masih pembicaraan sekarang," tandasnya.
  613 kali
Timnas Indonesia Jadwalkan Dua Laga Uji Coba Lawan Negara Ini di Bulan Maret
Kalender internasional FIFA akan digelar dalam waktu dekat atau pada bulan Maret 2018.Indonesia akan memanfaatkan jadwal internasional tersebut dengan menggelar dua laga uji coba.Laga ini juga untuk memantapkan skuat asuhan Luis Milla yakni timnas U-23 dalam menyambut Asian Games 2018.Meski yang tampil skuat U-23, ujicoba ini akan berstatus timnas senior, dan nantinya bisa berpengaruh pada poin timnas Indonesia di ranking FIFA.[suggestedarticle=3]Dua negara itu adalah Singapura dan Filipina, dimana skuat Garuda akan memainkan laga tandang dalam kesempatan itu."Jadwal terdekat, pada 21 Maret Indonesia akan away (tandang) ke Singapura. Kemudian akan lanjut ke Filipina pada 25 Maret," kata Joko Driyono, waketum PSSI yang baru saja ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum."Labelnya memang timnas senior, tapi kami punya keinginan agar timnas senior memiliki misi Asian Games. Dan ini kami serahkan ke Luis Milla," jelasnya.Saat ini Luis Milla sudah mengumpulkan para pemain U-23 di Jakarta guna melangsungkan pemusatan latihan dalam sepekan mendatang.
  5467 kali
Gubernur DKI Berharap Virus Juara Piala Presiden Berlanjut di Liga 1
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bangga dengan prestasi Persija Jakarta yang berhasil meraih juara Piala Presiden 2018. Pemimpin ibu kota itu menyebut gelar juara Piala Presiden diharapkan menjadi pembuka gelar lainnya bagi Macan Kemayoran..Menjamu pengurus dan pemain Persija di Balai Kota, Jakarta, Minggu (18/2/2018), Anies senang karena prediksinya untuk kemenangan Persija dengan skor memasukan tiga gol menjadi kenyataan.[suggestedarticle=3]"Kita menyadari sudah 17 tahun persija belum jadi juara. Hari ini kita semua warga jakarta merasa bangga," ujar Anies."Hari ini kita semua warga Jakarta merasa bangga. Ini hasil kerja keras dari mulai para pelatih, pengelola, para pemain dan juga dukungan yang tidak pernah turun dari teman-teman Jakmania," lanjutnya.Anies pun berharap prestasi tersebut bisa berlanjut di kompetisi Liga 1. Apalagi sudah lama Persija tak merengkuh gelar juara Liga Indonesia sejak 2001."Kita berharap prestasi persija lebih baik tahun-tahun ke depan karena sebentar lagi akan masuk Liga 1 dan harapannya Persija akan berprestasi," tandasnya.
  453 kali
1518958802158 tag