(Foto: tuttosport)

Ternyata Buffon Adalah Pemain Gelandang

Mantan kiper Kamerun, Thomas N'Kono, memiliki andil besar terhadap perjalanan karir Gianluigi Buffon sebagai penjaga gawang nomor wahid di Italia bahkan dunia. Konon, Buffon sendiri mengawali diri sebagai seorang gelandang dalam bermain bola.

Tapi posisi gelandang ditinggalkan Buffon kala dirinya tersihir oleh kebolehan N'Kono saat membela Kamerun di Piala Dunia 1990 di Italia.

"Saya bermain sebagai gelandang sampai berusia 12, dan kemudian datang dorongan menonton Piala Dunia 1990 dan bersimpati dengan Kamerun," kenang kapten Juventus itu pada situs resmi UEFA.

"Di sanalah saya mengagumi Thomas N'Kono dan saya ingin meniru dirinya," sambung kiper 39 tahun ini.



Buffon memang sudah membela AC Parma sejak berumur 13 tahun atau pada tahun 1991. Seperti yang dinyatakan sendiri oleh sang kiper, sejumlah posisi sempat dimainkan Buffon kecil saat itu. Salah satunya sektor gelandang.

Akan tetapi, pada akhirnya ia pun beralih menjadi seorang penjaga gawang. Keputusan itu sendiri tak lepas dari kekaguman Buffon pada penampilan kiper timnas Kamerun di Piala Dunia 1990, Thomas N'Kono.

N'Kono sendiri dikenal sebagai sosok kiper yang dinamis, atletis dan agresif. Ia kerap melakukan penyelamatan-penyelamatan akrobatik dan kerap meninju bola-bola crossing yang datang ke area kotak penalti.



Gelaran piala dunia ke 14 itu sendiri berlangsung di Italia dan Buffon kecil bisa dengan leluasa menyimak setiap laga yang dijalani Kamerun dan juga Thomas N'Kono.

Pada piala dunia tersebut, Kamerun saat itu berhasil menembus babak perempat final sebelum akhirnya dijinakkan oleh Inggris dengan skor 3-2.



"Setelah itu, setiap kali saya bermain di bawah mistar gawang, ayah saya kadang-kadang mengatakan bahwa saya sebenarnya bermain tidak seburuk itu," ujarnya.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Ranieri Idamkan Kursi Pelatih Azzuri
Pelatih Nantes, Claudio Ranieri mengatakan dirinya agar dibebaskan oleh Nantes jika ia mendapat tawaran dalam karir melatihnya di Timnas Italia.Pelatih yang sempat membawa Leicester Ciy juara Premier League itu, telah dikaitkan dengan jabatan pelatih Timnas Italia yang kosong setelah ditinggal Gian Piero Ventura menyusul kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2018 di Russia.Timnas Italia mengalami kekalahan mengejutkan saat melawan Swedia 1-0 pada babak playoff Piala Dunia 2018.Tim Azzurri gagal mencapai Piala Dunia untuk pertama kalinya. sejak 1958.Selain Ranieri, pelatih seperti Antonio Conte, Carlo Ancelotti dan Roberto Mancini juga dikabarkan sebagai kandidat kuat pengganti Ventura, [suggestedarticle=3]Ranieri berminat untuk menangani Tim Azzuri, meski ia sedang menjabat sebagai pelatih Nantes di Ligue 1 musim ini."Setiap pelatih Italia akan senang memegang tanggung jawab atas Nazionale (Italia)." ujar Ranieri kepada Sky Sport Italia."Saya memiliki kontrak dengan Nantes selama dua tahun dan saya belum menerima pesan (dari Italia), jadi saya tidak bisa mengatakan apapun."Tapi jika saya dihubungi untuk pekerjaan di Italia, saya akan pergi ke presiden Nantes dan meminta untuk dilepas (dari Nantes)." jelasnya.Nantes saat ini berada di urutan kelima Ligue 1 Perancis, terpaut 10 poin dari Lyon, yang menempati posisi keempat klasemen.
  123 kali
Sempat Juara Premier League, Pelatih Ini Rela Mengundurkan Diri Demi Timnas Italia
Claudio Ranieri mengaku rela mengundurkan diri sebagai pelatih Nantes jika dibutuhkan melatih tim nasional Italia. Ranieri mengaku akan dengan senang hari jika diminta melatih tim nasional Italia.Pos pelatih timnas Italia masih belum terisi setelah terakhir Gian Piero Ventura mundur usai gagal membawa Azzurri lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Federasi Italia tampaknya tidak ingin terburu-buru merekrut pelatih baru karena tidak ada target jangka dekat.Ranieri yang sempat mencatat prestasi sebagai juara Premier League bersama Leicester City mengungkapkan minatnya untuk menjadi pelatih timnas Italia.[suggestedarticle=3]"Setiap pelatih Italia akan senang melatih tim nasional Italia," ujar Ranieri dilansir dari Soccerway."Saya memiliki kontrak dengan Nantes untuk dua tahun dan saya tidak mendapat pesan apapun, jadi saya tidak bisa mengatakan apapun," kata Ranieri.[pagebreak]Rela Mengundurkan Diri Demi Timnas Italia[/pagebreak]Pelatih yang sempat menangani Juventus dan Inter Milan itu bahkan mengungkapkan dirinya tidak akan segan untuk mengundurkan diri dari Nantes jika diminta menjadi pelatih timnas Italia."Tapi jika saya dihubungi untuk jadi pelatih Italia. Saya akan bicara pada Presiden Nantes dan minta untuk dilepas," ucap Ranieri.
  941 kali
Siap Kembali Untuk Azzurri, De Rossi Tunggu Panggilan
Daniele De Rossi mengakui bahwa dia terbuka untuk melanjutkan kembali karirnya bersama timnas Italia. Ia mengaku tidak akan menolak jika Azzurri menghubunginya kembali untuk bermain.Memang tidak mudah bagi para pemain Azzurri untuk melupakan kegagalan melangkah ke Piala Dunia di Rusia musim panas ini. De Rossi bahkan membenarkan jika hasil tersebut membuatnya berpikir untuk 'menyingkir' dari timnas Italia.[suggestedarticle]"Dengan play-off melawan Swedia, saya pikir ini adalah akhir dari sebuah era bagi sebagian dari kita. Dan ketika anda gagal, maka menyingkir itu sebuah tindakan yang benar," ujarnya kepada Il Calciatore.Seiring dengan FIGC yang sedang mencarikan pelatih baru untuk Italia, De Rossi mengaku tidak akan menutup pintu untuk kembali mengenakan seragam kehormatan itu.[suggestedarticle]"Sekarang mereka akan memilih pelatih baru dan banyak pemain bagus. Saya selalu melihat Nazionale sebagai sebuah keluarga, bukan seolah-olah saya menutup pintu dan membuang kuncinya," jelasnya."Siapa tahu, pelatih baru memutuskan untuk menghubungi saya dan saya berpikir dapat membantu, kenapa tidak? Tentu saja, saya masih 34 tahun," terangnya.[suggestedarticle]Seperti diketahui, untuk sementara ini kursi kepelatihan Italia akan diambil alih oleh Luigi Di Biagio yang merupakan pelatih Azzurri U-21.
  299 kali
Juventus Mulai Khawatirkan Kondisi Bernadeschi
Cedera yang dialami Federico Bernadeschi membuat Juventus pusing bukan kepalang. Pemain Italia ini dikabarkan mengalami cedera ligamen pada lututnya.Kemenangan 1-0 Juventus atas Torino di hari Minggu harus dibayar mahal dengan cedera yang dialami Gonzalo Higuain dan Frederico Bernadeschi. Namun, Bianconeri disebut lebih khawatir dengan kondisi Bernadeschi karena mantan pemain Fiorentina itu mengalami masalah lebih serius dari Higuain.[suggestedarticle]Beberapa surat kabar Italia mengalami cedera ligamen pada lututnya dan bakal absen selama tiga minggu. Klub juga mencoba mengkonfirmasi kabar lanjutan perihal masalah yang dialami dua pemain andalannya tersebut."Gonzalo Higuain mengalami keseleo dan memar pada pergelangan kaki kirinya. Sementara Federico Bernadeschi mengalami cedera pada lutut kirinya. Bagi kedua pemain, pemerikssaan lebih lanjut direncanakan dalam beberapa hari mendatang," bunyi pernyataan resmi klub.[suggestedarticle]Kehilangan Bernadeschi tentu menjadi kerugian tersendiri bagi Si Nyonya Tua yang membutuhkan kemenangan saat bertanding di leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Tottenham Hotspur di Wembley, 7 Maret mendatang.
  473 kali
Marchisio Mulai Serius Pikirkan Pergi dari Juventus
Major League Soccer (MLS) akan menjadi pelabuhan karier Claudio Marchisio selanjutnya. Kesetiaannya untuk Juventus sepertinya akan menemui episode penghabisan.Marchisio dikabarkan mulai serius memikirkan klub lain sekaligus keluar dari skuat Juventus. Posisinya di Allianz Stadium sudah tidak seperti dulu sejak masuknya sejumlah gelandang tangguh. Terbaru, Bianconeri mendatangkan Blaise Matuidi dari Paris Saint Germain (PSG) awal musim ini.[suggestedarticle=4]Berdasarkan laporan La Gazzetta dello Sport, Marchisio kini diklaim makin mematangkan rencananya meninggalkan Bianconeri dan menerima tawaran dari klub Major League Soccer (MLS). Pemain 32 tahun itu sudah menimba ilmu sepakbola di akademi Juventus sejak masih berusia tujuh tahun. Pemilik 55 caps bersama timnas Italia itu sudah mempersembahkan berbagai gelar bagi Juve, termasuk enam scudetti. Cedera yang kerap datang membuat Il Principino tidak banyak mendapat kesempatan bermain. Terlebih Massimiliano Allegri tipikal pelatih yang memprioritaskan pemain dengan tingkat kebugaran yang maksimal.Paling baru, Allegri lebih suka memainkan Stefano Sturraro ketimbang Marchisio yang tetap menghangatkan bangku cadangan. Konon, Marchisio sangat bersemangat bisa tampil di laga derby kontra Torino akhir pekan kemarin.Kebijakan Allegri tersebut lantas mendapat protes dari Roberta Sinopoli. Istri Marchisio itu melontarkan kekecewaannya via media sosial.
  269 kali
Chelsea Siapkan Rp 2,5 Triliun untuk Dapatkan Asensio
Marco Asensio belakangan menjadi penyelamat Real Madrid baik dalam persaingan Liga Champions maupun Liga Spanyol. Tak heran banyak klub elit Eropa mengincarnya untuk bursa transfer Agustus 2018 nanti.Menurut harian Spanyol Don Balon, Chelsea menjadi klub yang paling getol mendekati pemain tersebut yang baru saja memberikan dua assists atas kemenangan Real Madrid atas Chelsea di Liga Champions. Ia juga mencetak dua gol saat Madrid menekuk Real Betis.[suggestedarticle=3]Di antara klub yang mengincarnya adalah Chelsea, Manchester United, Juventus, Bayern Muenchen dan Liverpool. Namun belakangan Arsenal juga ikut menyatakan terpikat untuk merekrut Asensio.Asensio yang baru berusia 22, menurut Arsene Wenger sangat cocok mengisi kekurangan lini depan mereka setela The Gunners melepas Alexis Sanchez, Theo Walcott dan Oliver Girouds. Sedangkan Alex Iwobi, Alexandre Lacazette dan Danny Welbeck masih dianggap kurang tajam.Memang banyak orang menyangsikan, apakah The Gunners mampu untuk membayar atau menawar setinggi yang sudah disodorkan Chelsea kepada Madrid.Tentu saja ini masih menjadi tanda tanya besar. Namun, Arsenal pernah mencatat mampu membeli pemain Madrid, yakni Mesut Ozil pada awal musim 2013 lalu.
  665 kali
Spalletti Yakin Masa Depannya dalam Penilaian Manajemen
Inter Milan kembali menelan kekalahan di pekan ke-25 Serie A atas Genoa dengan skor mencolok 2-0. Kekalahan tersebut mencetuskan rumor pemecatan Luciano Spalletti.Inter sendiri sebetulnya berhasil memutus rentetan 10 pertandingan tanda kemenangan di semua ajang. Menghadapi Bologna di di Guiseppe Meazza Inter menang 2-1. Namun, selang seminggu kemudian Inter kembali kehilangan poin penuh setelah dijinakan Genoa di Luigi Ferraris 2-0.[suggestedarticle=4]Spalletti mengungkapkan, masa depannya di Milan tergantung keputusan manajamen klub. Dia menegaskan, hubungannya dengan pihak klub sejauh ini baik. Maka, kata dia, salah jika ada yang menyebut hubungannya dengan pihak manajemen memanas.Kekalahan atas Genoa membuat posisi Inter disalip AS Roma di posisi ketiga. Bahkan, Inter berpeluang keluar dari empat besar andai Lazio sukses membenamkan Hellas Verona, Selasa 20 Februari 2018 dini hari WIB di Olimpico."Hubungan kedua pihak tidak mengalami keretakan, namun bukan berarti klub tak akan menganalisa kinerja saya dan membuat keputusan," kata Spalletti di Rai Sport.Meski baru mencetak satu kemenangan di 11 laga terakhir, Spalletti percaya diri tugasnya membawa Inter Milan masih disukai manajamen. Jika performa Antonio Candreva cs tak kunjung membaik besar kemungkinan target lolos Liga Champions tahun depan akan menguap."Manajemen akan menilai pekerjaan saya seperti biasanya. Kami sedang ada di posisi sulit untuk membuat penilaian karena selagi musim berjalan, ada lebih banyak perubahan dalam posisi manajerial ketimbang jurnalis," sahutnya.
  234 kali
Marotta: Liga Champions Adalah Mimpi dan Tujuan Kami
Juventus menyatakan rasa optimisnya kala bermain di ajang Liga Champions. Kompetisi tertinggi di Benua Eropa tersebut merupakan tujuan yang ingin diraih Si Nyonya Tua.Bianconeri mungkin kecewa setelah dipaksa bermain imbang 2-2 melawan Tottenham Hotspur di Liga Champions. Namun, CEO Juventus Giuseppe Marotta masih menyimpan optimisme bahwa timnya mampu lolos ke fase selanjutnya.[suggestedarticle]"Fans selalu ingin tim menang dan kami sangat optimis di Liga Champions ini. Kita tahu potensi kita dan apa saja yang diperlukan untuk lolos ke fase berikutnya," ujarnya kepada Mediaset Premium."Liga Champions adalah mimpi, dan juga tujuan kami," tambahnya.[suggestedarticle]Juventus akan gantian mendatangi Stadion Wembley pada 8 Maret mendatang, dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions kontra Tottenham Hotspur.
  295 kali
Meski Kalah, Torino Tetap Seruduk Juve, Higuain Cedera
Kemenangan tipis Juventus atas tuan rumah Torino memakan korban. Cedera ganda, Gonzalo Higuain dan Federico Bernardecshi dialami skuat Juventus kala tandang ke Stadio Olimpico Grande Torino.Massimiliano Allegri kehilangan Higuain kala laga baru berjalan 15 menit. Higuain terjatuh cukup keras saat bertabrakan dengan penjaga gawang Torino Salvatore Sirigu.[suggestedarticle=4]Awalnya Higuain coba mengejar umpan daerah yang dilepas Miralem Pjanic. Lepas dari jebakan offside Higuain menyongsong bola yang sebetulnya lebih dekat dan sukses ditepis Sirigu. Namun, kaki eks striker Napoli itu membentur tubuh sang kiper. Higuain pun terpental dan sesaat kemudian meringis kesakitan sambil memegangi ankle-nya. Sambil merangkak, Higuain melemparkan pesan dirinya tidak bisa melanjutkan pertandingan.Sejauh ini kabar yang berembus Higuain mengalami cedera ankle dan kecil kemungkinan bisa tampil saat menghadapi Tottenham Hotspur di Wembley. "Kami selalu maju (apapun kondisinya) selalu mendengarkan kritik membangun konstruktif, dan tidak melakukan hal yang merusak. (Mungkin) betapa mudahnya mengomentari pertandingan dari rumah ," tulis Higuain di akun Instagramnya."Terima kasih untuk semua orang atas pesan kasih sayang Anda. Hari yang indah untuk kalian semua," ucapnya menambahkan.   FT: 0️⃣-1️⃣ ~ Torino è bianconera ⚪⚫ Forza Gonzalo 💪🏻💪🏻💪🏻 A post shared by Gonzalo Higuain (@gonzalohiguain9_) on Feb 18, 2018 at 5:37am PST Sementara, Federico Bernerdeschi yang masuk menggantikan Higuain pun mengalami hal serupa. Saat berebut bola dengan Tomas Rincon, eks pemain Fiorentina itu sempat mendapatkan perawatan. Namun, belum diketahui apakah keluhan pascabenturan dengan Rincon melahirkan hal serius. Menurut Sky Sport Italia, dia mengalami cedera pada lututnya dan sempat menggunakan terapi es batu saat meninggalkan lapangan. Setidaknya, umpan matang Bernardeschi di menit ke-33 sanggup dimaksimalkan Alex Sandro menjadi gol. Gol tersebut pun bertahan hingga laga usai.
  410 kali
Kalahkan Torino, Allegri Puji Reaksi Juve dan Comeback Dybala
Max Allegri senang dengan cara Juventus bereaksi melawan Torino dan menegaskan hasil imbang 2-2 dengan Tottenham bukanlah sebuah kegagalan. Gol semata wayang Alex Sandro cukup bagi Juve menjaga asa meraih scudetto ketujuh beruntun.Tapi kemenangan tersebut harus dibayar mahal dengan cederanya mesin gol Juve, Gonzalo Higuain. Pasalnya Juve akan menghadapi tim kuda hitam hebat di Serie A, Atalanta pekan ke-26 dan tandang ke Olimpico untuk menghadapi Lazio di pekan berikutnya. Higuain sejuah ini diklaim mengalami cedera ankle pascatabrakan dengan Salvatore Sirigu. Eks striker Napoli itu meninggalkan lapangan kala laga baru berjalan 15 menit.[suggestedarticle=4]"Saya bangga dengan para pemain dan hari ini kami melihat reaksi yang baik. Itu karena kami menikmati diri kami sendiri bahkan pada saat sulit sekalipun," kata Allegri kepada Mediaset Premium.Terkait hasil imbang kontra Spurs, Allegri menilai hal itu bukanlah sebuah kegagalan ataupun dikatakan tim bermain buruk. Eks pelatih Milan itu mengklaim, senang bisa melatih tim dengan komposisi pemain yang luar biasa."Juve adalah tim kuat dengan pemain luar biasa, saya senang melatihnya. Kami menantang tiga kompetisi (sekaligus). Hanya salah dalam empat pertandingan dan saya menganggap (hasil imbang) 2-2 dengan Tottenham bukan sebagai kegagalan, atau sebuah tragedi," ucapnya.Allegri tetap optimistis menjalani laga leg kedua di Wembley 8 Maret 2018. Meksipun, sejumlah kesalahan teknis menyelimuti Juve di leg I."Juventus terlalu banyak membuat kesalahan teknis setelah unggul 2-0 melawan Tottenham dan mereka memiliki lebih banyak peluang dari pada kami, tapi kami yakin bisa melakukan yang terbaik saat pergi ke London di leg kedua," ujarnya.Selain mengomentari reaksi positif Juve, Allegri juga menyinggung come back Paulo Dybala yang membuatnya puas. Meski hanya bermain setengah jam, Dybala nyatanya beberapa merepotkan pertahanan Torino. Bahkan beberapa kali pelanggaran keras harus dilakukakn anak asuh Walter Mazzari demi menghentikan La Joya. "Dybala melakukannya dengan baik selama 30 menit. Kenyataannya dia memang kurang bugas tetapi saya yakin kehebatannya akan segera kembali," ungkapnya.
  298 kali
1518999001805 tag