(Foto: Bhayangkara FC)

PSSI Setor ke AFC Lima Klub yang Akan Berkompetisi di Level Asia

Liga 1 Indonesia 2017 telah berakhir dengan Bhayangkara FC keluar menjadi juara. Kini, menarik untuk ditunggu siapa wakil Indonesia yang akan berkompetisi di Asia musim depan.

Indonesia mendapat jatah satu wakil di play-off Liga Champions Asia dan dua wakil di Piala AFC. Bila berkaca dari klasemen seharusnya Bhayangkara FC melaju ke Liga Champions Asia sementara Bali United dan PSM Makassar ke Piala AFC.



Namun Bhayangkara FC dan PSM Makassar terkendala lisensi klub profesional. Hal ini membuat dua tim di bawahnya Persija Jakarta dan Madura United memiliki peluang untuk menggantikan.

Bali United, Madura United, Dan Persija Jakarta saat ini mengantongi lisensi AFC dengan syarat. Meski begitu PSSI tetap menyetor nama Bhayangkara FC dan PSM Makassar dan menyerahkan kepada AFC keputusan siapa yang menjadi wakil Indonesia.

"Kami sudah mengirim surat dan PSSI menyampaikan bahwa lima klub sudah kami setorkan namanya ke AFC. Lima itu sudah sesuai dengan peringkat Liga 1 2017," ucap Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono seperti dikutip dari Bolasport.

Jokdri menambahkan bahwa AFC akan melakukan sidang pada tanggal 29 dan 30 November di Bangkok. Wakil Indonesia di kompetisi Asia pun akan ditentukan saat sidang tersebut.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(1)


Rekomendasi



Berita Terkait


PSSI Jadikan Anniversary Cup sebagai Pengganti Test Event Asian Games 2018
Cabang sepak bola tak turut serta dalam test event Asian Games 2018, 8-14 Februari, karena tak cukupnya jumlah peserta yang mengikuti turnamen pra-Asian Games 2018 itu.Meski demikian, PSSI akan mengadakan sejumlah uji tanding untuk Timnas Indonesia. Rencananya beberapa uji coba tersebut dilangsungkan pada bulan Maret. Skuat Garuda Muda akan berhadapan dengan Singapura dan Filipina pada tanggal 21 dan 25 Maret."Utamanya, FIFA Matchday memang teorinya untuk Timnas Senior, tapi ada diskusi dengan Luis Milla untuk turunkan timnas U-23 yang disiapkan untuk Asian Games mendatang," ujar Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2018). Di sisi lain, Sekretaris Jendaral PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan PSSI akan mengadakan turnamen Anniversary Cup. Turnamen tersebut bertujuan sebagai pengganti test event Asian Games 2018 cabang sepak bola.[suggestedarticle=3]“Menyambut ulang tahun PSSI 19 April nanti PSSI akan mengadakan turnamen bertajuk Aniversary Cup yang akan kami gulirkan 27 April hingga 6 Mei,” jelas Ratu Tisha.“Pesertanya ada empat, termasuk Indonesia ya, yakni Bahrain serta Malaysia. Saat ini kami sudah ajukan proposal untuk mengundang dari negara Asia Timur dan Asia Barat, tinggal memunggu konfirmasi,” tambahnya.Turnamen tersebut direncanakan bakal digelar di Stadion Pakansari. Sebelumnya PSSI sempat merencanakan turnamen tersebut digelar di daerah Jawa Timur.“Tadinya bakal digelar di Jawa Timur. Namun jika Stadion Pakansari (Bogor), maka akan dicoba di sana tapi masih tetap menunggu konfirmasi kesiapannya,” tandasnya.
  763 kali
Utang Klub Harus Lunas Sebelum Kick-off Liga 1 2018
PSSI meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menuntaskan utang dana subsidi kepada klub sebelum kick-off Liga 1 musim 2018. Jika belum, maka kompetisi tidak berjalan.PT LIB selaku operator kompetisi sudah membayar secara tiga termin dengan rician termin pertama Rp 600 juta, kemudian termin kedua Rp600 juta, serta termin terakhir Rp 1,5 miliar.[suggestedarticle=3]"Tadi ditanyakan Menpora (Imam Nahrawi) dan PSSI meminta PT LIB selesaikan utang sebelum kick-off pada 10 Maret 2018," jelas Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono, di Kantor Kemenpora, Rabu (21/2/2018)."Jika belum lunas dan selesai ya tidak kick-off," ia menambahkan.Dana subsidi yang belum dibayarkan bukan hanya untuk klub Liga 1 saja. Tapi hadiah juara Liga 1 untuk Persebaya Surabaya sebesar Rp 1 miliar juga belum dilunasi.
  469 kali
Menpora: Wewenang Penggunaan SUGBK Ada di Pengelola
Menpora Imam Nahrawi menyayangkan kerusakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada laga fina Piala Presiden 201, Sabtu (17/2/2018). Namun Imam mempersilahkan stadion utama digunakan untuk kegiatan selain Timnas Indonesia.Dalam pertandingan final yang mempertemukan Persija Jakarta kontra Bali United, beberapa titik di stadion rusak akibat penumpukan massa.Imam mengatakan, memang idealnya SUGBK hanya digunakan untuk timnas. Namun pihak pengelola juga membutuhkan dana untuk merawat stadion tersebut per tahunnya.[suggestedarticle=3]“Kami paham bahwa renovasi GBK bersumber dari APBN, maka harus dirawat. Idealnya memang untuk timnas tapi kalau ada hajat besar ya kami harap maklum,” ujar Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/2/2018).“Secara penerapan regulasi kembalikan ke pengelola GBK, mereka yang punya wewenang dengan konsekuensinya lewat uang jaminan. Tapi pada prinsipnya, tidak boleh ada yang merusak fasilitas yang dibangun,” ia menambahkan.Pria asal Bangkalan, Madura itu juga menjelaskan bahwa tanggung jawab kerusakan sudah ditangani oleh panitia Piala Presiden 2018. Ia jika dipakai kompetisi Liga 1, maka tanggung jawan ada di PSSI dan operator.“Kalau Piala Presiden yang down paymentnya dan uang jaminannya dari panitia. Sedangkan nanti, jika digunakan Liga 1, bisa dari PSSI atau operator,” tandasnya.
  226 kali
Menpora Pahami Cutinya Edy Rahmayadi dari PSSI
Menpora Imam Nahrawi bertemu dengan pengurus PSSI di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/2/2018). Pertemuan tersebut membahas persiapan termasuk dengan cutinya ketua umum Edy Rahmayadi.Dalam pertemuan tersebut Imam menerima Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Joko Driyono, Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha, dan COO PT Liga Indonesia Baru, Risha Adi Wijaya.Imam mendengarkan penjelasan dari PSSI terkait cutinya Edy Rahmayadi yang mencalonkan diri menjadi Gubernur Sumatera Utara, termasuk dengan laporan tahun 2017. Ia juga memahami bahwa hal tersebut tak ada larangan dalam regulasi PSSI.Edy Rahmayadi sudah mengajukan cuti per 18 Februari hingga 30 Juni. Mekanisme cuti Edy dari PSSI sudah disetujui oleh rapat Exco PSSI dengan menunjuk Joko Driyono sebagai pelaksana tugas ketua umum.[suggestedarticle=3]“PSSI sudah sampaikan ke saya bahwa tidak ada larangan dalam regulasi. Cutinya Edy Rahmayadi hanya posisi struktural. Tapi peran dan fungsinya sudah berbagi tugas dengan baik.“Pemerintah selalu berpatokan pada regulasi. Pemerintah ingin berjalan dengan baik. Kalau dari regulasi internal memungkinkan, itu jadi konsekuensi PSSI,” ia menambahkan.Selain itu, Imam Nahrawi juga menyebut adanya sinergi antara pemerintah dengan PSSI. Terlebih pada tahun 2018, baik pemerintah dan PSSI ingin membangun pembinaan sepak bola usia muda.“Saya senang PSSI sudah selesaikan program kerja untuk 2018. Beberapa rencana ini tentu tak boleh berjalan sendiri, pemerintah akan lakukan upaya bersama,”“Ketiga, siapkan festival atau kompetisi di kelompok umur. Kami akan lakukan beberapa pembagian tugas regulasi dan penjenjangan agar tak kekurangan pemain di masa mendatang,” tandasnya.
  453 kali
Menpora Bertemu PSSI Bahas Perihal Cutinya Edy Rahmayadi
Menpora Imam Nahrawi mengaku kaget dengan cutinya Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi yang mencalonkan diri jadi Gubernur Sumatera Utara.Imam melakukan pertemuan dengan pengurus PSSI untuk mengetahui perihal cutinya Edy Rahmayadi."Saya kaget ketum cuti karena belum ada laporan. Saya mau bertanya apakah hal itu boleh dalam aturan FIFA. PSSI kehilangan induk tapi saya yakin PSSI tetap solid," ujar Imam Nahrawi, di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/2/2018).[suggestedarticle=3]Imam ingin adanya komunikasi dengan PSSI terkait hal tersebut. Terlebih tahun 2018 menjadi tahun krusial bagi olahraga Indonesia karena adanya Asian Games 2018."Kami padahal sedang menyiapkan perang tapi saya tidak tahu bagaimana kondisi di dalam," tutupnya.Saat ini PSSI sedang mempersiapkan timnas U-23 untuk Asian Games 2018. Skuat Garuda Muda diharapkan bisa memenuhi target masuk dalam empat besar multi event tersebut.
  388 kali
TOP NEWS: PSSI Siap Gelar Anniversary Cup 2018, Timnas Kembali Gelar Latihan
Timnas Indonesia kembali meggelar pemusatan latihan Timnas Indonesia di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta. Latihan tersebut untuk persiapan Asian Games.Program Timnas Indonesia Bisa Berubah Sesuaikan Jadwal LigaHari kedua pemusatan latihan Timnas Indonesia U-23 di Lapangan ABC, Senayan, Jakarta, Senin (19/2/2018) diwarnai dengan cederanya beberapa pemain. Tiga Pemain Jadi Korban TC Timnas IndonesiaTiga pemain tim nasional U-23 harus mengalami cedera saat menjalani pemusatan latihan untuk persiapan Asian Games 2018. Intensitas tinggi dalam latihan membuat benturan para pemain sulit terelakkan.Luis Milla Sayangkan Tiga Pemain Timnas U-23 yang Alami Cedera Saat Pemusatan LatihanPSSI akan menggelar turnamen bertajuk Anniversary Cup 2018 dalam waktu dekat ini. Turnamen tersebut diselenggarakan untuk memeringati ulang tahun PSSI ke-88 pada 19 April mendatang.PSSI Cari Lawan Berkualitas untuk Timnas di Anniversary Cup
  1506 kali
Timnas Indonesia Gagal Latih Tanding dengan Persija Jakarta
Timnas Indonesia batal melakukan uji coba melawan Persija Jakarta yang sebelumnya bakal digelar pada 24 Februari 2018.Pertandingan kontra Persija dibatalkan karena Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tak bisa digunakan.Kabarnya, PSSI akan mengganti pertandingan uji coba tersebut dengan laga pertandingan internasional melawan negara Asia Tenggara.[suggestedarticle=3]Ada dua pertandingan uji coba yang akan digelar PSSI pada bulan Maret nanti. Skuat Garuda akan berhadapan dengan Singapura 21 Maret dan Filipina pada 25 Maret."Terdekat Timnas akan tandang ke Singapura pada 21 Maret. Lalu berlanjut ke Filipina, 25 Maret," ujar Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, di Kantor PSSI, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (18/2/2018).Label uji coba tersebut merupakan timnas senior. Namun, nantinya Timnas Indonesia bakal menurunkan tim U-23, sekaligus ajang persiapan Asian Games 2018."Kami punya keinginan agar timnas senior punya misi untuk menghadapi Asian Games 2018. Semuanya kita serahkan ke pelatih (Luis Milla),” imbuh Joko Driyono.Selain dua uji coba tersebut, PSSI juga sudah menyiapkan turnamen Anniversary Cup pada akhir Maret nanti. Bahrain dan Malaysia sudah memastikan diri untuk ikut dalam turnamen tersebut.
  1438 kali
TOP NEWS: Timnas Indonesia Kembali Berlatih, Ketum PSSI Resmi Cuti
Kalender internasional FIFA akan digelar dalam waktu dekat atau pada bulan Maret 2018. Indonesia akan memanfaatkan jadwal internasional tersebut dengan menggelar dua laga uji coba.Timnas Indonesia Jadwalkan Dua Laga Uji Coba Lawan Negara Ini di Bulan MaretEdy Rahmayadi resmi cuti dari Ketua Umum PSSI dan menunjuk wakil ketua umum, Joko Driyono sebagai pelaksana tugas (Plt) tugas ketua umum hingga 30 Juni mendatang.Edy Rahmayadi Cuti, Joko Driyono Resmi Pimpin PSSIDiam-diam pelatih Indra Sjafri dan Ustad Yusuf Mansur punya proyeksi besar untuk membantu prestasi sepak bola Indonesia di masa depan. Kedua tokoh ini ingin membawa nama Indonesia ke pentas Piala Dunia 2034.Indra Sjafri dan Yusuf Mansur Punya Proyeksi Besar untuk Sepak Bola IndonesiaFIFA telah merilis peringkat terbaru pada 15 Februari 2018. Posisi Timnas Indonesia tidak berubah, dengan menempati urutan ke-160 dan mengumpulkan 121 poin. FIFA Rilis Peringkat, Indonesia Masih Kalah dari 4 Negara Asia Tenggara Ini
  336 kali
PSSI Undang Tiga Negara Untuk Anniversary Cup 2018
Induk sepakbola tertinggi di Indonesia atau PSSI berencana menggelar sebuah turnamen yang akan diikuti empat negara termasuk Indonesia. Turnamen itu digelar dalam rangka perayaan hari jadi PSSI yang jatuh pada 19 April mendatang. Dimana pada tahun ini PSSI memperingati hari jadi yang ke-88 tahun.Sebanyak dua negara yang sudah memastikan bakal hadir adalah Bahrain dan Malaysia. Sementara satu peserta lain masih ditunggu konfirmasinya."Kalau semua berjalan sesuai dengan rancangan, berkaitan dengan ulang tahun PSSI akan ada Anniversary Cup di bulan April nanti," kata Joko Driyono.[suggestedarticle=3]Turnamen ini digelar juga sebagai persiapan timnas menuju ajang Asian Games 2018, dimana PSSI batal menggelar test event di bulan Februari ini.Sekjen PSSI, Ratu Tisha belum bisa memastikan apakah ajang ini akan digelar di Jakarta (SUGBK) atau di Jawa Timur."Kami saat ini sedang berupaya mengundang dari negara Asia Timur. Karena sudah ada dari Asia Barat dan Asia Tenggara yang memastikan ikut serta. Ini juga sesuai dengan arahan dari Luis Milla agar turnamen ini kompetitif," ujar Tisha."Masih tentatif antara Jawa Timur atau di SUGBK. Turnamennya rencananya akan digelar pada 27 April sampai 6 Mei 2018," pungkasnya.
  5178 kali
Hiburan dan Romantika Perserikatan di Piala Presiden 2018
Sepak bola Indonesia pernah memiliki kompetisi yang bersifat kedaerahan. Jauh sebelum era profesional, sepak bola Indonesia dipenuhi dengan semangat fanatisme tiap daerah.Kita semua tahu bagaimana PSSI berdiri. 19 April 1930 menjadi tonggak sejarah, sepak bola Indonesia yang juga ikut berjuang menghadirkan kemerdekaan lewat jalur olah raga.Dahulu kekuatan sepak bola Indonesia memang dikenal dan terpusat di Pulau Jawa. Tak heran, klub-klub sepak bola dari tanah Jawa pun beridir. Tak hanya klub bikinan bangsa Belanda, tapi juga klub milik pribumi juga turut hadir.Gairah sepak bola di Indonesia memang sudah merasuki bangsa Indonesia sejak era 1920-an. Di Batavia (sekarang Jakarta), ada klub Rood-Wit Football en Cricket yang jadi stimulus berkembangnya sepak bola di kota pelabuhan itu.Tentu saja gairah sepak bola yang dihadirkan Rood-Wit bagi masyarakat Batavia meluas ke kota-kota lain. Bahkan, tahun 1915 sudah ada Makassar Voetball Bond (MVB) yang kini dikenal dengan PSM Makassar.Persaingan antar kota itu mulai terjadi pada tahun 1930, saat para pemuda dan tokoh terpelajar Indonesia mendirikan bond (perkumpulan) sepak bola yang membawa nama daerah.[suggestedarticle=3]Saat itu, ada VIJ (Voetballbond Indonesia Jacatra) dari Tanah Abang, Jakarta yang lahir pada tahun 1928. VIJ kini dikenal dengan nama Persija Jakarta.Sebelumnya tahun 1923 ada Vorstenlandsche Voetbal Bond (VBB) yang sekarang menjadi Persis Solo, hadir menjadi bond sepak bola bagi pribumi. Lalu lahir Persebaya Surabaya pada 1927.Belum lagi PSIM Mataram yang hadir di daerah Kesultanan Yogyakarta pada tahun 1929. Bond dari kota besar di Pulau Jawa lebih dahulu memainkan pertandingan sepak bola dalam format kompetisi.Sejak 1931, PSSI menggelar kompetisi antar daerah. Istilah Kampeonturnoi dipakai oleh PSSI untuk wadah persaingan sepak bola di Indonesia. Banyaknya anggota membuat format kompetisi terbagi dari Districtwestrij (daerah) dan Stedenwestrij (nasional).Dari distrik inilah beberapa persaingan terjadi. Tak hanya kota besar saja, ada tim kota lain yang juga berjuang mendapatkan jatah di steden.Ada saatnya PSIT Tjirebon atau Persitas Tasikmalaja tak mau mengalah dari Persib Bandung. Begitu juga dengan PPVIM Meester Cornelis (Jatinegara) tak ingin takluk dengan VIJ yang merupakan rival di Batavia Area.Mari kita melangkah ke Stedenwesterij. VIJ, Persib, Persis, SIVB (Persebaya), atau PSIM kerap menguasai persaingan di level atas. Dari steden itu, persaingan sudah mulai terbentuk.VIJ selalu bersaing dengan Persis Solo. Selain itu Persis juga punya rivalitas dengan PSIM sejak lama. Terutama jika kita berbicara teritori keduanya yang memang berdekatan.Persis juga memiliki rivalitas dengan SIVB. Keempat tim itu memang selalu panas jika sudah menyangkut persaingan di kompetisi. Namun, semua itu menjdi hiburan masyarakat Indonesia yang sudah mulai demam bola.Beranjak ke Indonesia merdeka. Tim-tim kuat era Perserikatan awal PSSI pun kembali bertemu dengan kekuatan yang berbeda. VIJ sudah merubah namanya menjadi lebih Indonesia, yakni Persija Jakarta. Tak hanya itu, Persija juga berisi pemain-pemain bintang kelas atas Indonesia.Persib Bandung punya generasi emas bersama dengan Omo dan Wowo. Persis Solo, punya Darmadi yang namanya melambung di Kota Solo. Lalu PSIM terus membangun kekuatan setelah hanya meraih sekali juara di Perserikatan awal, tahun 1932.Lalu pada tahun 1950, kekuatan sepak bola pun membuka tim-tim dari daerah lain, seperti dari Sumatera yang mulai membangun kekuatan sepak bolanya. Kota Medan punya PSMS yang berdiri pada 21 April 1950.Sayanganya seiring berjalannya waktu, Solo dan Yogyakarta mulai tertinggal. Kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan menjadi poros sepak bola baru Indonesia.Selama empat era, yakni 1950-an, 1960-an, 1970-an, hingga 1980-an, poros tersebut terus 'berseteru' di kancah sepak bola Indonesia. Kelima tim itu banyak menyumbang pemain untuk timnas Indonesia.Pertarungan klasik antar daerah itu sempat meredup pada era 1990-an, tepatnya pada 1994. Penggabungan tim Perserikatan dengan klub dari Galatama (Liga Sepakbola Utama), menjadi salah satu faktornya.Penggabungan untuk membentuk Liga Indonesia itu membuat peta persaingan baru dengan antara Perserikatan dengan Galatama. Persebaya bisa bertarung dengan Arema Malang, lalu Persija bisa bertemu dengan Pelita Jaya Jakarta dan Persib Bandung bersaing berebut simpati masyarakat Jawa Barat dengan Bandung Raya.Waktu terus berjalan ke arah modernisasi. Tim-tim Perserikatan itu pun berubah menjadi klub dan meninggalkan gaya lama. Badan hukum pun dibentuk untuk mengelola semua elemen tim.Namun persaingan terus berlanjut, terutama untuk klub klasik yang sudah menjadi bagian sepak bola Indonesia sejak lama.Klub Perserikatan pernah mencapai era jayanya pada kompetisi Liga Indoensia periode 1994 hingga 2007. Sebanyak sembilan klub eks Perserikatan meraih gelar juara dan membenamkan klub eks Galatama.Era Indonesia Super League, klub eks Galatama dan klub modern mulai muncul dan memberi perlawanan kepada klub Perserikatan. Bahkan, klub besar seperti Persebaya, PSIS Semarang, dan PSMS sempat terdegradasi.Kompetisi saat ini pun dipenuhi klub-klub baru nan modern. Hal itu memang tidak salah, karena era industri terkini tak bisa ditolak oleh sepak bola Indonesia. Klub-klub baru seperti Bali United, Borneo FC, Kalteng Putra, Madura United sampai Mitra Kukar menjadi warna lain sepak bola Indonesia. Tak hanya modern, tapi pengelolaan mereka juga terbilang professional.Bali United menjadi contoh klub yang mandiri. Tak hanya mengandalkan dana dari penjualan tiket saja, tapi Serdadu Tridatu juga mempunyai bisnis lain untuk menghidupi klub. Sebut saja merchandise, media sosial, hingga kegiatan sponsorship lainnya.[pagebreak]Piala Presiden Sajikan Hiburan dalam Bentuk Reuni Perserikatan[/pagebreak]Piala Presiden 2018 sajikan hiburan dalam bentuk reuni PerserikatanTapi tahun ini, klub Perserikatan mulai menunjukkan tajinya. Persebaya, PSMS, dan PSIS kembali merasakan kompetisi kasta atas usai promosi ke Liga 1. Ketiganya berenuni dengan kawan lama Perserikatan yang masih bertahan di kompetisi atas sepak bola Indonesia.Piala Presiden 2018 sebagai ajang pramusim seakan menjadi wadah reuninya kembali klub eks Perserikatan. Tercatat ada sembilan klub Perserikatan yang mengikuti turnamen tersebut.Sembilan tim itu adalah, Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Perseru Serui, Persib Bandung, Persija Jakarta, PSIS Semarang, PSM Makassar, PSMS Medan, dan PSPS Riau.Tim-tim tersebut bermain dengan atraktif dan menghibur. Inilah poin dari hadirnya klub eks Perserikatan di Piala Presiden. Fanatisme dan gairah penonton kembali terlihat dengan reuni Perserikatan.Magnet tim Perserikatan seperti Persebaya, Persib, dan Persija menjadi daya tarik tersendiri. Berkat Piala Presiden romatika Perserikatan beserta pendukungnya kembali hadir.Bayangkan saja, 50.000 penonton hadir di Stadion Gelora Bung Tomo untuk melihat aksi Persebaya kontra Madura United. Lalu ingat pula persaingan Persib Bandung dan PSM Makassar di Grup C. Laga tersebut pun juga menyedot perhatian masyarakat Indonesia.Dulu, keduanya memang rival klasik. Era Wowo melawan Ramang, sampai Ajat Sudrajat versus Anshar Razak pun terngiang dalam ingatan dan cerita kedua pendukung klub tersebut saat ini.Masyarakat lagi-lagi disuguhkan pertandingan klasik di perempat final saat PSMS dan Persebaya bertemu. Kita bisa lihat beberapa tahun ke belakang saat keduanya pernah bertarung hebat di kompetisi 1971.Saat itu Ronny Paslah dkk, berhasil finish di atas Persebaya yang saat itu diperkuat Harry Tjong, Rusdi Bahalwan, dan Jacon Sihasale. Pada Piala Presiden 2018 kenangan duel tersebut kembali terngiang.Hasilnya, pertarungan ketat terjadi. Bajul Ijo dan Ayam Kinantan saling kejar skor di waktu normal, yakni 3-3. Pertandingan pun memasuki babak adu penalti. Anak-anak Medan pun melaju ke semifinal usai menang adu penalti 5-4.Langkah PSMS untuk ke final, terhalang oleh Persija Jakarta. Keduanya merupakan 'kawan lama' yang kerap bertemu dalam pertandingan penentu. Dalam kompetisi Perserikatan PSSI, baik Jakarta dan Medan selalu punya gengsi sendiri. Jakarta mengandalkan permainan teknik sedangkan Medan punya gaya rap-rap yang keras.Rivalitas keduanya sudah terjadi sejak era 1950-an. Era itu Persija terbilang tim kuat. Begitu juga dengan PSMS Medan yang mulai menyusun kekuatan di peta sepak bola Indonesia.Persija di Piala Presiden 2018 kali ini lebih superior dibanding PSMS. Klub yang identik dengan warna merah dan putih itu menang agregat 5-1. Pada leg pertama, Persija menang 4-1 dan leg kedua menang 1-0.Laga tersebut juga menjadi unjuk gigi Marko Simic, penyerang anyar Persija Jakarta. Hattricknya di leg pertama dan satu gol di leg kedua, membuat masyarakat Indonesia deman 'Super Simic'.Macan Kemayoran menjadi wakil klub Perserikatan yang melaju ke final. Persija menantang hadangan klub modern, Bali United. Serdadu Tridatu punya kekuatan yang menakutkan dengan tanpa kekalahan pada setiap pertandingannya.Final yang diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), menjadi puncak pertunjukan Piala Presiden 2018. Tidak bisa dipungkiri, final Piala Presiden 2018 adalah pertandingan terbaik dan menghibur di awal tahun 2018. Persija yang bermain di rumah mendapat dukungan penuh Jakmania dan warga Jakarta. Sedangkan Bali United tak gentar dan mendatangkan Semeton Dewata (pendukung Bali) ke ibu kota.Kedua tim bermain mengibur, begitu juga dengan kedua pendukung yang saling adu kreativitas. Jakmania membuat koreografi 'Glory' sebelum pertandingan, dan Semeton selalu militan meneriakan yel-yel penyemangat meski jumlahnya kalah banyak dari pendukung tuan rumah.Menariknya, tak ada gesekan berarti dari keduanya. Itulah yang membuat pertandingan berjalan seru dan menghibur. Persija melalui Super Simic membuat tribune SUGBK bergetar berkat dua gol spektakulernya. Sundulan dan salto Simic menjadi gol terindah yang tercipta di final.Belum lagi aksi selebrasi Novri Setiawan yang menghibur. Membuat suasana final layaknya pesta sepak bola Indonesia. Persija pun menang dengan skor 3-0 sekaligus membuat dahaga sepak bola Jakarta terobati dengan trofi juara yang terakhir kali mereka rasakan tahun 2001 di SUGBK.Lebih dari itu, Piala Presiden 2018 dan Persija berhasil membuat romantika Perserikatan hadir ke tengah-tengah masyarakat. Sebuah tim penuh sejarah yang melewati persaingan sengit di Piala Presiden.Romantika dalam kenangan Perserikatan akan sulit dilupakan. Sebuah hiburan yang tertuang di turnamen pramusim selalu dikenang oleh masyarakat. Bukan karena modernitasnya, tapi cerita sejarah dan gairah yang tertuang di Piala Presiden 2018.
  954 kali
1518967554080 tag