(Foto: Bolalob)

Jadwal Timnas Indonesia di Aceh World Solidarity Cup 2017

Timnas Indonesia akan mengarungi turnamen Aceh World Solidarity Cup 2017, pada 2-6 Desember di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh.

Pertandingan pertama anak asuh Luis Milla akan menghadapi Brunei Darussalam pada tanggal 2 Desember. Setelah itu, Timnas Indonesia akan meladeni Mongolia pada 4 Desember.

Sedangkan pada laga terakhir, Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Kyrgystan pada 6 Desember 2017.



Sebelumnya, sempat tersiar kabar turnamen tersebut masuk dalam agenda FIFA. Namun karena ada miskomunikasi dengan FIFA, laga tersebut tidak akan memengaruhi peringkat Indonesia.

Jadwal Indonesia di Aceh World Solidarity Tsunami Cup (AWSTC) 2017

2 Desember 2017, Indonesia vs Brunei Darussalam, 19.30 WIB

4 Desember 2017, Mongolia vs Indonesia, kick off 19.30 WIB

6 Desember 2017, Kyrgizstan vs Indonesia, kick off 19.30 WIB

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(1)


Rekomendasi



Berita Terkait


PSSI Ingin Pelatih Timnas U-19 Punya Tipikal Sama dengan Luis Milla
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mencari pelatih untuk Timnas Indonesia U-19.Egy mengungkapkan bahwa PSSI ingin mencari pelatih yang memiliki tipikal sama dengan Luis Milla. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan gagal.“Untuk timnas U-19 saya mau satu warna dari usia muda dan senior,” ujar Edy Rahmyadi beberapa waktu lalu.[suggestedarticle]Pemilihan Bima Sakti saat ini bukan karena kepanikan dari PSSI. Edy melihat Bima bisa mempraktekkan ilmu dari Luis Milla ke skuat timnas U-19.“Sementara memang Bima Sakti, tapi nanti dia akan diawasi langsung oleh Luis Milla,” tandasnya.PSSI menunjuk Bima Sakti untuk menggatikan posisi Indra Sjafri yang digeser ke Football Development PSSI. Bima akan segera bekerja di timnas U-19 dan menggarap program latihan tim usia muda tersebut.
  281 kali
Mitra Kukar Dapat Wejangan dari Luis Milla
Luis Milla memberikan masukan terkait pelatih yang akan menukangi Mitra Kukar. Bukan masalah siapa yang harus melatih, namun Milla meminta Mitra Kukar untuk segera mendapatkan pelatih baru.Mitra Kukar menjadi satu-satunya klub di Liga 1 yang belum memiliki pelatih. Terakhir, klub asal Kutai Kartanegara tersebut melepas pelatih mereka musim lalu, Yudi Suryata.Kondisi tersebut membuat Milla ikut memberikan saran kepada CEO Mitra Kukar yang juga manajer tim nasional, Endri Erawan.[suggestedarticle=3]"Bukan itu. Yang pasti, coach Milla hanya kasih masukan saja kepada saya agar Mitra Kukar segera mencari pelatih baru," kata Endri dikutip Bolalob dari BolaSport.com, Senin (11/12/2017)."Saya tidak meminta coach Milla mencari sosok pelatih karena pekerjaan dia juga banyak baik di Indonesia atau pun Spanyol," ucap manajer timnas Indonesia tersebut.
  2627 kali
Persija Gagal Gaet Striker Timnas U-19, Ferry Paulus: Kita Kalah Cepat
Persija Jakarta terbilang aktif dalam bursa transfer Liga 1 2018. Namun klub ibu kota itu tak mengambil pemain muda dari timnas U-19.Bahkan dua pemain timnas U-19 dari Persija, Syahrian Abimanyu dan Samuel Christianson harus lepas ke Sriwijaya FC.Sejauh ini Persija sudah medapatkan lima pemain. Mereka adalah Septinus Alua, Arthur Bonai, Valentino Telaubun, Ahmad Syaifullah, dan Asri Akbar."Saya rasa tinggal tunggu ya. Kalau dengan obrolan yang ada, pemain yang datang lebih bagus dari musim lalu," ujar Komisaris Utama Persija, Ferry Paulus, Minggu (10/12/2017).[suggestedarticle=3]Ferry Paulus juga mengatakan bahwa Persija sebetulnya hampir pasti dapatkan striker Timnas Indonesia U-19, Muhammad Rafli Mursalim. Pemain asal Tangerang Selatan itu berlabuh ke PS TNI."Tapi sepertinya kita kalah cepat dapatkan Rafli. Karena semua klub rebutan pemain muda," lanjut Ferry.Saat ini hanya ada nama Ahmad Syaifullah yang masuk dalam pemain muda. Ia merupakan eks Persib U-21 dan PON Jawa Barat.Sedangkan untuk pemain Persija U-19, baru akan didiskusikan dengan tim pelatih setelah pelatih Stefano Cugurra Teco datang ke Indonesia pertengahan Desember.
  2006 kali
Sebanyak 7 Negara Asia Akan Tantang Timnas Indonesia
PSSI tengah melobi beberapa negara top dunia untuk ikut serta dalam test event Asian Games 2018.Ajang untuk mencoba kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah event tersebut akan digelar pada akhir Januari sampai awal Februari 2018 mendatang. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria menyampaikan, federasi sudah mengundang tujuh negara peserta Asian Games untuk tandang ke Indonesia melakoni uji coba.[suggestedarticle]Ketujuh negara yang akan diundang berasal dari Asia, antara lain Korea Selatan (Korsel), Cina, Malaysia, Qatar, Vietnam, serta Arab Saudi. "Jadi yang rencananya akan ikut test event delapan negara. Termasuk Indonesia," kata Ratu, Sabtu (9/12). Menurut Ratu, karena gelaran tersebut merupakan test event, perhelatannya pun dipastikan akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
  20774 kali
DIARY: Alasan Pemain Timnas Pilih Bali United, Luis Milla Puji Penampilan Tiga Pemain Ini
Pelatih Luis Milla mulai memainkan tiga pemain senior untuk mengisi skuat timnas Indonesia U-23 jelang tampil di Asian Games 2018 mendatang.Penampilan Tiga Pemain Senior Puaskan Luis MillaPenggawa Timnas Indonesia U-19, Hanis Saghara resmi bergabung bersama Bali United. Hanis menjelaskan alasan di balik dirinya menerima pinangan Serdadu Tridatu.Ini Sosok Dibalik Keputusan Hanis Saghara Gabung Bali UnitedTim berjuluk Garuda Nusantara itu mampu mencuri perhatian dengan performa pemainnya yang apik.Klub-klub Liga 1 Kepincut Pemain Timnas U-19
  1323 kali
Usai Bela Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri Langsung Ikuti Ujian di Sekolah
Para pemain Timnas Indonesia sudah kembali ke daerahnya masing-masing usai gelaran Aceh World Solidarity Cup 2017.Bintang muda Egy Maulana Vikri pun kembali jalani rutinitasnya sebagai pelajar. Ia kembali berkutat dengan bangku sekolah sepulang dari Aceh.Pemain timnas U-19 itu masih tercatat sebagai siswa kelas XIII SMAN Ragunan, Jakarta.[suggestedarticle=3]"Egy kembali ke Jakarta dan langsung jalani ujian," ujar Dusan Bogdanovic saat dihubungi Bolalob.Pekan ini, Egy harus menyelesaikan kewajibannya sebagai pelajar. Meski baru saja membela Timnas Indonesia bersama para pemain senior.Selain ujian Egy juga bakal melanjalani kegiatan lainnya di luar kegiatannya sebagai pesepak bola.
  3883 kali
Klub-klub Liga 1 Kepincut Pemain Timnas U-19
Timnas Indonesia U-19 tak merasakan gelar juara sepanjang 2017. Namun para pemainnya laris manis diborong oleh klub-klub Liga 1.Tim berjuluk Garuda Nusantara itu mampu mencuri perhatian dengan performa pemainnya yang apik.Mereka mampu bermain dengan built-up dan menghilangkan budaya direct passing ala Indonesia. Selain itu, individu para pemain juga terbilang baik di usia muda.Tentu saja itu menjadi warna baru bagi sepak bola Indonesia. Selama bertahun-tahun, Indonesia selalu identik dengan umpan-umpan panjang dari belakang ke depan.[suggestedarticle=3]Kemampuan para penggawa U-19 ini untuk bermain built-up dan quick passing membuat klub-klub Liga 1 terpikat hatinyanya.Setidaknya kini ada delapan pemain U-19 yang bergabung dengan klub-klub Liga 1. Pencapaian tersebut tentu membuat bangga mantan pelatih timnas U-19, Indra Sjafri"Alhamdulilah semoha mereka berkembang denga baik. Artinya selama delapan bulan saya pegang tim mereka punya nilai baik," ujar Indra Sjafri beberapa waktu yang lalu.Pelatih asal Sumatera Barat itu pun berharap mantan anak asuhnya itu bisa bertahan di ganasnya kompetisi teratas sepak bola Indonesia.Ia berharap kedelapan pemain tersebut bisa terus belajar dan meningkatkan kualitasnya di klub."Selalu mau belajar sepak bola dan belajar hidup dengan baik," tandasnya.Berikut persebaran pemain timnas U-19 di klub-klub Liga 1.Bali United: Hanis Saghara dan Feby Eka PutraBarito Putera: Muhammad RiyandiPersebaya Surabaya: Rachmat IriantoPSM Makassar: Nur HidayatPS TNI: Muhammad Rafli MursalimMadura United: Rifad MarasabessyMitra Kukar: Muhammad Lutfhi KamalSriwijaya FC: Syahrian Abimanyu dan Samuel Christianson
  3771 kali
Penampilan Tiga Pemain Senior Puaskan Luis Milla
Pelatih Luis Milla mulai memainkan tiga pemain senior untuk mengisi skuat timnas Indonesia U-23 jelang tampil di Asian Games 2018 mendatang.Empat pemain senior seperti Andritany Ardhiyasa (kiper), Achmad Jufrianto (bek), Fachruddin Aryanto (bek), dan Ilija Spasojevic (striker) sempat dicoba oelh Luis Milla dalam laga uji coba.Bahkan tiga nama tersebut ikut bermain di ajang Aceh World Solidarity Cup 2017, dimana timnas keluar sebagai runner-up dibawah Kirgistan.[suggestedarticle]Asisten pelatih timnas Bima Sakti mengatakan bahwa Milla cukup puas dengan peran yang ditampilkan oleh tiga punggawa senior tersebut."Pemain senior yang dipanggil mampu beradaptasi dengan keinginan coach Luis (Milla)," ucap Bima, seperti dikutip dari Bola Sport."Para pemain senior bisa membangun chemistry yang bagus dengan pemain U-23. Kombinasi mereka dinilai bagus," kata legenda sepak bola Indonesia itu.Dalam Asian Games setiap peserta memang diperbolehkan menggunakan jasa tiga pemain senior dalam skuatnya.
  2139 kali
Ini Sosok Dibalik Keputusan Hanis Saghara Gabung Bali United
Penggawa Timnas Indonesia U-19, Hanis Saghara resmi bergabung bersama Bali United. Hanis menjelaskan alasan di balik dirinya menerima pinangan Serdadu Tridatu.Menurut Hanis, eks pelatih Bali United, Indra Sjafri menjadi salah satu sosok yang menyarankan ia gabung Bali United. Pengaruh Indra ini ia akui menjadi salah satu faktor penentu kepastian dirinya bergabung ke Bali United.[suggestedarticle=3]"Ya, Coach Indra Sjafri memberikan saya penawaran untuk main di Bali United dan syukur alhamdulillah sekarang saya sudah bergabung dengan Bali United. Saya tentunya berharap potensi saya bisa semakin berkembang bersama Bali United. Saya juga siap memberikan yang terbaik untuk Bali United," ucap Saghara seperti dikutip dari situs resmi Bali United."Saya tahu banyak pemain muda yang bisa berkembang bersama Bali United. Itulah kenapa saya langsung terima ketika ada tawaran bermain bersama Bali United. Selain itu Bali United juga punya ciri khas permainan dan cara pengelolaan tim yang berbeda dengan klub lain," lanjut Saghara.
  1868 kali
Gagal di Aceh, Pemain Naturalisasi Indonesia Ini Pantang Menyerah
Bomber timnas Indonesia, Ilija Spasojevic baru saja membela skuat Garuda dalam ajang Aceh World Solidarity Cup 2017.Timnas Indonesia harus berpuas diri sebagai runner up dalam ajang Aceh World Solidarity Cup 2017 itu, setelah dikalahkan oleh Kirgistan, Rabu (6/12/2017).Dari ajang tersebut, pemain asal Montenegro itu memiliki pelajaran berharga.Melalui akun instagram miliknya, pemain Bhayangkara FC itu mengunggah kenangan yang ia dapatkan di Aceh.   Berani kotor itu baik ?????????? Proud of this guys!!! ???? Sebuah kiriman dibagikan oleh Ilija Spasojevic (@spaso_87) pada Des 4, 2017 pada 9:39 PST Dimana hujan yang mengguyur Aceh dalam sepekan membuat lapangan di Stadion Harapan Bangsa nampak becek dan kotor. Jersey timnas yang berwarna putih pun berubah jadi abu-abu lantaran terkena lumpur di lapangan. [suggestedarticle]Selain itu semangat pantang menyerah juga diungkapkan oleh Spaso usai turnamen ini usai."Pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah gagal, tapi yang tidak pernah berhenti mencoba," tulis Ilija Spasojevic.   Pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah gagal tapi yang tidak pernah berhenti mencoba. ???? Sebuah kiriman dibagikan oleh Ilija Spasojevic (@spaso_87) pada Des 7, 2017 pada 5:22 PST Dalam tiga laga yang dilakoni Spaso bersama timnas, dirinya menctak satu gol dari titik pinalti. Gol itu dibuat dalam kemenangan 3-2 timnas atas Mongolia di pertandingan kedua.
  2661 kali
1512720001762 tag