Sinyal Jokowi dan Kebangkitan Klub Perserikatan di Liga 2


  •    Murtianto
  •    24/12/17 - 20:00
  •    3.797

Sinyal Jokowi dan Kebangkitan Klub Perserikatan di Liga 2
pssi

Presiden Joko Widodo menaruh perhatian besar terhadap perkembangan dan prestasi sepak bola tanah air. Ia pun menjalankan langkah 'kuda' untuk memperbaiki iklim sepak bola, mulai dengan membekukan PSSI, lalu mengambil momentum sanksi FIFA terhadap Indonesia untuk mereformasi organisasi PSSI, sampai menggairahkan kembali dengan menggelar Piala Presiden 2015.

Proses itu dijalani secara sistematik lewat perpanjangan tangan, salah satunya Kementerian Pemuda dan Olahraga. Jokowi juga dalam salah satu ucapannya adalah untuk memperbaiki reputasi dan prestasi sepak bola tanah air, yakni dengan membangkitkan kembali kantong-kantong daerah sepak bola tanah air.

Kantong tersebut yang sudah lama absen diantarannya daerah Surabaya (Persebaya), Medan (PSMS Medan) dan Semarang (PSIS Semarang), di mana mereka adalah kota sepak bola yang sempat jaya pada masa sepak bola Perserikatan.

Proses yang perlahan tapi pasti itu dilalui dengan cukup lancar yang akhirnya terlihat kembalinya kebangkitan klub-klub Perserikatan pada persaingan Liga 2 musim 2017.

Dari 60 peserta klub Liga 2 2017 yang ikut ambil bagian tiga klub yang promosi ke Liga 1 2018 adalah klub-klub yang berasal dari Perserikatan. Mereka itu Persebaya Surabaya (juara Liga 2 2017), PSMS Medan (runner-up) dan PSIS Semarang (urutan ketiga Liga 2 2017).

Pendiri PT Jawa Pos Dahlan Iskan, yang menguasai 70 persen saham PT Persebaya Indonesia, mengungkapkan dua kali Indonesia berganti presiden tak ada yang bisa mengurai benang kusut yang terjadi di dalam kepengurusan PSSI.

"Sampai Pak Jokowi akhirnya menjabat presiden, masalah PSSI pun teratasi," ujarnya saat menjamu kunjungan Presiden Jokowi di Surabaya pada Minggu (8/10/2017) malam, yang berlangsung hingga menjelang Senin dini hari.

Langkah Persebaya jadi juara Liga 2 2017 juga harus melewati langka yang terjadi. Persebaya yang punya basis suporter besar (bonek) lebih dulu melewati fase jatuh bangun. Sampai mereka mengganti pelatih dari Iwan Setiawan ke Alfredo Vera, baru mereka mendapatkan ritme permainan yang solid yang bisa membuat mereka jadi jawara.

Demikian pula dengan PSMS Medan. Di awal, tim Ayam Kinantan tertatih-tatih menghadapi persaingan grup. Mereka baru punya gaya permainan yang cukup bagus saat pelatih Djadjang Nurdjaman masuk ke dalamnya.



Mantan pelatih Persib Bandung ini memoles PSMS Medan menjadi skuat yang cukup disegani yang berujung kepada sukses mereka promosi ke Liga 1 2018, karena sebagai runner-up Liga 2 2017.

PSIS Semarang juga dengan susah payah lebih dulu untuk mencuri satu tiket ke Liga 1 2018. Dalam pertandingan ketat dan dramatis, PSIS Semarang akhirnya menang atas Martapura FC 6-4 lewat perpanjangan waktu, saat perebutan tempat ketiga Liga 2 2017.



Setelah lama tak tampil dalam pentas kasta tertinggi persaingan sepak bola tanah air, akhirnya PSIS yang juara Perserikatan pada 1987, kembali lagi ke persaingan teratas.

Jadi tiga tim promosi ke Liga 1 ini adalah tim yang berasal dari Perserikatan, di mana mereka memiliki basis suporter yang kuat. Kehadiran mereka di pentas persaingan tertinggi antar klub di tanah air, akan memberikan warna tersendiri yang membuat sepak bola Indonesia kian bergairah.

Persebaya Surabaya
Juara Kompetisi Perserikatan (5 kali) 1941, 1951, 1952, 1978, 1988
Juara Liga Indonesia 1996-1997, 2004
Juara Liga 2 2017

PSMS Medan
Juara Kompetisi Perserikatan (6 kali) 1966–1967, 1969, 1971,1973–1975, 1982–1983, 1984–1985
Juara Liga Indonesia 2007

PSIS Semarang
Juara Kompetisi Perserikatan 1987
Juara Liga Indonesia Divisi Utama 1998/1999
Juara Liga Indonesia Divisi I 2001

Hasil Liga 2 2017

Perebutan Peringkat Ketiga, Selasa (28/11/2017)
PSIS Semarang vs Martapura FC 6-4

Final, Selasa (28/11/2017)
Persebaya Surabaya vs PSMS Medan 3-2






Video Trending



Berita Terkait


1595489403190

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?