Luis Milla Dihadapkan dengan Tugas Berat di Tahun Kedua


  •    Robert
  •    28/12/17 - 06:30
  •    8.392

Luis Milla Dihadapkan dengan Tugas Berat di Tahun Kedua
Bolalob



Sejak awal tahun 2017 atau tepatnya bulan Januari, PSSI resmi menunjuk Luis Milla sebagai arsitek anyar menggantikan Alfred Riedl.

Melalui seleksi ketat dari beberapa nama membuat ketum PSSi Edy Rahmayadi akhirnya menjatuhkan nama kepada mantan pemain Barcelona dan Real Madrid tersebut.

Kesuksesan timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2016, yang keluar sebagai runner-up membuat publik berharap banyak akan tangan dingin Milla meraih prestasi dalam dua tahun masa kontraknya.

Apalagi bayaran tinggi harus digelontorkan PSSI untuk menggaji mantan pelatih timnas U-21 Spanyol dan Real Zaragaza ini.

Target medali Emas SEA Games 2017 di Kuala Lumpur pun disematkan di bahu pelatih asal Spanyol itu.

Namun di ajang awal yakni kualifikasi Piala Asia U-23 2018, timnas Indonesia U-22 harus gagal usai tak mampu bersaing dengan Malaysia dan juga Thailand. Dalam tiga laga, Indonesia hanya mampu meraih masing-masing satu kemenangan atas Mongolia, hasil seri lawan Thailand dan kalah dari Malaysia.

Skuat Garuda muda akhirnya mengekor kegagalan Timnas Indonesia U-16 di ajang Piala AFF U-15, dimana itu adalah kegagalan kedua tim nasional di era kepemimpinan baru PSSI di tangan Letnan Jenderal (Letjen) TNI Edy Rahmayadi.

Sebanyak 19 pertandingan tersebut dicapai melalui serangkaian uji coba internasional dan dua turnamen pada tahun 2017, yakni Kualifikasi Piala Asia U-23 pada Juli 2017 di Thailand dan SEA Games Malaysia pada 2017.

Hasilnya, Milla meraih delapan kemenangan dalam 19 pertandingan.

Delapan kemenangan tersebut diraup tim asuhan Milla saat melawan Kamboja (3), Mongolia, Filipina, Timor Leste, Myanmar, dan Persita Tangerang.

Sebagian besar kemenangan Milla didapatkan pada SEA Games 2017.

Sebaliknya, setelah SEA Games 2017, timnas Indonesia menurun.

Mereka menelan dua kekalahan beruntun pada agenda uji coba November 2017, yaitu dua laga melawan timnas U-23 Suriah.

Meski menang dari Guyana 2-1 di laga uji coba, timnas Indonesia gagal mempertahankan peringkat dunia mereka pada bulan lalu yang sempat mencapai 154 dan kini berada di posisi 165 peringkat FIFA.

Di tahun 2018 agenda besar menanti Milla dan skuat asuhannya, antara lain Asian Games 2018 dan juga Piala AFF.

SKuat Garuda juga akan kedatangan Islandia di awal tahun dalam sebuah laga uji coba.

Penting memang menunggu sebuah proses berjalan untuk mendapatkan hasil yang baik atau sempurna. Namun masyarakat Indonesia sudah kadung mengenal kata 'instan' di dunia sepakbola dewasa ini.

Berharap yang terbaik tentunya untuk Milla dan skuat Garuda di masa mendatang.






Video Trending



Berita Terkait


1596844802070

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?