(Foto: Goal.com)

Mengalirnya Darah Indonesia di Timnas Malaysia

Ya, betul, ini bukan berita hoax. Tetapi ternyata memang ada seorang pemain nasional Indonesia yang membela Timnas Malaysia. Sang pemain bahkan pernah membobol gawang tim kampung halamannya sendiri pada tahun 2012 silam.

Berita ini mencuat pada gelaran SEA Games 2017 yang berlangsung di Malaysia. Saat Timnas U-22 asuhan Luis Milla tengah berjibaku memenuhi target merebut emas dalam gelaran bergengsi itu, kemunculan nama Mahali bin Jasuli sempat menyita perhatian publik.

Pemain timnas Malaysia ini memang dialiri darah asli Indonesia. Tepatnya putra asli Gresik, Jawa Timur, Indonesia. Darah Indonesia ia dapat dari kedua orang tuanya. Sang ayah, Jasuli dan ibunya bernama Masyura meruapakan orang asli Indonesia dari Pulau Bawean, Gresik.



Ketika Mahali lahir 28 tahun silam, kedua orangtuanya sedang bekerja di Negeri Jiran. Mahali memang lahir dan besar di Selayang, Selangor, Malaysia. Meski kedua orangtuanya kabarnya masih berstatus Warga Negara Indonesia, tak menghalangi Mahali bin Jasuli memantapkan hatinya memilih Malaysia sebagai status kebangsaannya.

“Saya lahir dan besar di Malaysia. Karena itu saya memilih berkewarganegaraan Malaysia. Keluarga juga mendukung keputusan saya,” ujar Mahali.



Rekomendasi Raja Selangor

’’Raja Selangor memberikan rekomendasi untuknya. Karena itu, kami sama sekali tidak cemas dengan masa depannya,’’ kata sang ayah, Jasuli.

Menurut sang nenek yang masih tinggal di Indonesia, warga kampung mengetahui jika cucunya menjadi Warga Negara Malaysia dan masuk timnas negeri itu. 

"Mahalli dari sejak kecil sudah gemar bermain sepakbola, bakatnya diturunkan dari ayahnya bukan ibunya," tutur Haji Fatma, nenek Jasuli. "Sudah 14 tahun Mahali Jasuli bergabung dalam klub olahraga di Malaysia, sekarang mencapai puncak prestasinya sebagai pemain Timnas Malaysia." 



Nama Mahalli dahulu pernah ramai diperbincangkan publik Indonesia kala berhasil menjebol gawang Indonesia di pertandingan penyisihan Grup B Piala AFF 2012 yang berlangsung pada 1 Desember 2012 silam. Kala itu Indonesia kalah dari Malaysia dengan skor 0-2. Satu gol lainnya dicetak oleh Azamuddin Akil. Indonesia pun gagal melangkah ke babak semifinal

Di tengah gencarnya upaya naturalisasi pemain asing atau yang berdarah Indonesia, fakta ada pemain berdarah asli Indonesia membela negeri lain memang cukup disayangkan.

[Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat ulang sebagai bagian dari Rubrik Stories of the Year untuk membingkai artikel-artikel menonjol sepanjang tahun 2017.]
Mendapat Rekomendasi Raja Selangor Selengkapnya  

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(1)


Rekomendasi



Berita Terkait


Pemain Berdarah Indonesia yang Kini Bela Timnas Qatar Ucapkan Selamat Kepada Egy Maulana
Pemain kelahiran Indonesia yang kini membela timnas Qatar U-19, Andri Syahputra mengucapkan selamat kepada Egy Maulana Vikri setelah resmi dikontak oleh klub Polandia, Lechia Gdansk.Diketahui, Andri Syahputra kini membela timnas U-19 Qatar dan sempat menolak untuk bergabung dengan skuat Indra Sjari bersama Garuda Muda.Hal ini dikarenakan Andri sedang menimba ilmu di Qatar, sehingga tak bisa meninggalkan negeri yang berada di benua Arab tersebut.Namun, banyak yang berprasangka bahwa Andri telah mengkhianati Tanah Airnya sendiri. Padahal, ia tak mendapatkan izin dari sekolahnya di Qatar.[suggestedarticle=3]Meski, tidak bisa membela timnas Garuda, Andri sering kali melihat perkembangan dari para pemain timnas U-19 Indonesia. Salah satunya Egy Maulana Vikri.Kepedulian Andri terhadap Egy terlihat saat Egy mengunggah fotonya di Instagram yang resmi mendapatkan kontrak berdurasi 3 musim bersama Lechia Gdansk.Andri pun mengucapkan selamat kepada Egy Maulana atas pencapaiannya tersebut."Vamos, selamat bro," tulis Andri dalam komentar Instagram Egy.
Kiprah Egy Maulana di Timnas U-19 Dipantau Pemain Lechia Gdansk
Kiprah Egy Maulana Vikri di Timnas Indonesia U-19 mendapat perhatian dari rekan-rekannya di Lechia Gdansk.Egy Maulana Vikri memperkuat timnas U-19 pada dua pertandingan terakhir di Piala AFF U-19, yakni semifinal dan perebutan peringkat ketiga.Egy sempat membuat gol di semifinal saat hadapi Malaysia melalui titik putih. Lalu di laga perebutan tempat ketiga, Egy bermain dari bangku cadangan di babak kedua.[suggestedarticle=3]Pemain 18 tahun itu mendapat semangat dari rekan-rekannya di Lechia. Ia mendapat banyak pertanyaan terkait kiprahnya di timnas U-19."Ya, mereka nanya pertandingan saya bagaimana di timnas. Lalu mereka kasih semangat juga setelah Indonesia raih peringkat ketiga di Piala AFF," ujar Egy saat ditemui di Kedubes Polandia, Jakarta, Senin (16/7/2018). Kini, Egy segera bertolak kembali ke Poland, Rabu (18/7/2018). Tugasnya bersama timnas U-19 sementara usai, dan kini Liga Polandia akan menyambut Egy pada tanggal 20 Juli.
Nyanyi Lagu Via Vallen Jadi Cerita Lucu Egy Maulana di Polandia
Pemain muda Indonesia Egy Maulana Vikri mengaku sempat dikerjai oleh rekan-rekan barunya di Lechia Gdansk. Ia disuruh menyanyi di depan seluruh tim saat rayakan ulang tahunnya ke-18.Tepat pada 7 Juli Egy merayakan hari jadinya sekaligus mendapatkan kontrak profesional di Lechia selama tiga tahun. Selain mendapat hadiah kontrak profesional, Egy juga mendapat 'hadiah' dari rekan-rekannya.[suggestedarticle=3]Eks pemain PPLP Ragunan itu diminta menyanyi di depan seluruh tim saat ulang tahun, usai mendapat kue ulang tahun."Apa ya yang lucu? kemarin saya pas ulang tahun disuruh nyanyi. Saya bingung nyanyi apa, ya saya kasih lagu dangdut 'Sayang'. Abis saya tidak tahu lagi mau nyanyi apa," ujar Egy saat ditemui di Kedubes Polandia, Jakarta, Senin (16/7/2018).Lagu Sayang merupakan tembang dari penyanyi Via Vallen. Lagunya menjadi salah satu yang digandrungi oleh masyarakat Indonesia.Single dari Via Vallen tersebut sudah ditonton sebanyak 160 juta orang di laman Youtube.
  552 kali
Egy Maulana Vikri Ceritakan Pengalaman Sepak Bola di Polandia
Egy Maulana Vikri menceritakan atmosfer sepak bola Eropa, khususnya Polandia. Egy akan memperkuat klub Polandia, Lechia Gdansk selama tiga tahun.Pemain 18 tahun itu melihat, sepak bola di Polandia mengutamakan fisik prima dan pengembangan taktik bermain yang baik.Egy juga menceritakan adaptasinya di Polandia. Ia sudah mulai terbiasa dengan cuaca di sana dan juga bahasa. Eks pemain Persab Brebes itu terus mencoba beradaptasi dengan lingkungan barunya di Polandia.[suggestedarticle=3]"Di Polandia lebih ke latihan fisik dan taktik mereka juga bagus. Jauh lebih baik dari di Indonesia. Saya bangga bisa bermain di sana," ujar Egy Maulana saat ditemui di Kedutaan Besar Polandia, Jakarta, Senin (16/7/2018)."Latihan di sana porsinya lebih berat, saya harus kerja keras lagi. Cuaca di sana juga lagi musim panas, jadi tidak masalah. Tapi saya belum tahun saat musim dingin," lanjutnya.Selain itu, Egy juga bangga bisa bermain di Eropa. Ia mengatakan bahwa apa yang dijalaninya saat ini untuk sepak bola Indonesia."Pastinya saya bangga bisa main di sana. Bukan untuk diri saya sendiri, tapi ini saya lakukan juga untuk sepak bola Indonesia," tandasnya.
  681 kali
Indra Sjafri Tak Ingin Timnas U-19 Sekarang Disamakan Dengan Era Evan Dimas
Pelatih Tim Nasional U-19, Indra Sjafri tidak ingin membandingkan Timnas U-19 era sekarang dengan skuad yang dimiliki pada era Evan Dimas. Indra berharap Timnas U-19 sekarang bisa lebih hebat dibanding saat era Evan Dimas.Indra Sjafri gagal mengantarkan Timnas U-19 meraih gelar juara Piala AFF U-19 2018. Timnas U-19 harus puas mengakhiri Piala AFF U-19 dengan berada di peringkat ketiga.[suggestedarticle=3]Jika dibandingkan dengan era Evan Dimas, prestasi Timnas U-19 memang mengalami penurunan, namun Indra Sjafri menilai Timnas U-19 sekarang memiliki kualitas yang lebih hebat."Saya ingin Witan Sulaiman dkk ini jauh lebih hebat dari yang lalu, mungkin para nitizen membayangkan gelandang saat ini seperti era trio Hargi, Evan dan Zufiandi. Namun saat ini tinggal menunggu waktunya saja supaya mereka lebih matang, nanti akan kita lihat," ucap Indra Sjafri.Timnas U-19 akan kembali menjalani laga Piala Asia U-19 2018 di Grup A bersama Uni Emirates Arab, Qatar dan Taiwan.
  1199 kali
Wanita Cantik di Balik Aktivitas Timnas Indonesia
Kegiatan Timnas Indonesia tidak lepas dari peran Yuliana Tasno, atau biasa disapa Liana. Liana merupakan Manajer Brand dan Komunikasi Timnas Indonesia.Sebelum bergabung dengan PSSI, Liana merupakan dosen pemasaran di Universitas Tarumanegara, Jakarta. Di PSSI, Liana bertanggung jawab untuk membangun strategi pemasaran, dan mencari sponsor.[suggestedarticle=2]Liana juga bertugas untuk menjaga pemain supaya tidak terlalu diekspos media untuk mengurangi kemungkinan pemain mengalami star syndrome.Yuliana Tasno belajar soal pengelolaan bisnis olahraga ketika bekerja di Indonesia Basketball League (IBL) 2017. Dia kemudian mendaftarkan diri saat melihat adanya lowongan pekerjaan di PSSI.[pagebreak]Kisah Inspiratif Kiper Iran[/pagebreak]Lihat juga   Dari menggembala domba, sempat dikira pengemis, hingga akhirnya ke pentas dunia bersama timnas Iran untuk menepis penalti Cristiano Ronaldo. Perjuangan Beiranvand membuktikan perjalanan panjangnya menuju cita-cita bisa tercapai dengan kerja keras. Respect! 🇮🇷 #PialaDunia2018 #BolalobFootball A post shared by Bolalob.com (@bolalobfootball) on Jun 28, 2018 at 1:40am PDT
  2478 kali
Bek Malaysia Ungkap Pengalaman Mengerikan di Laga Kontra Indonesia
Bek Timnas Malaysia, Shivan menceritakan insiden menegangkan saat melakoni babak semifinal Piala AFF U-19 kontra Indonesia di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Kamis (12/7) malam.Saat itu, skuat Malaysia mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari para penonton.Tim asuhan Bojan Hodak yang menyingkirkan Indonesia lewat drama adu penalti mendapat hujan lemparan dari suporter tuan rumah.Beruntung, aparat keamanan sigap dalam mengamankan para pemain serta staf pelatih Malaysia sehingga tidak ada yang terluka.[suggestedarticle=3]”Memang, pemain merasa ketakutan. Karena mereka melempar botol minuman, batu, bahkan ada botol kaca ke arah kami. Jadi memang bahaya. Kami terpaksa berlindung di tengah lapangan lebih dulu sampai beberapa pendukung Indonesia keluar stadion,” ujar Shivan dilansir Bolalob dari Harian Metro.”Kemudian kami terpaksa berlari masuk ke ruang ganti dengan kawalan pihak keamanan,” ujarnya menambahkan.Tak berhenti sampai situ, bek PKNS FC itu pun melanjutkan pengalamannya sesaat menuju hotel.”Ketika kami pulang untuk menuju hotel masih ada yang menunggu kami di luar,” ungkap Shivan.”Ini pertama kali bagi saya. Tapi kami sudah melupakan semuanya dan siap melawan Myanmar,” tegasnya.Meski sempat mengalami insiden mencekam tersebut, Malaysia sukses keluar sebagai juara Piala AFF U-19 setelah mengalahkan Myanmar 4-3 di partai final, Sabtu (14/7).
  1654 kali
Gagal di Piala AFF, Thailand U-19 Siap Bangkit di Piala Asia
Thailand U-19 alami penurunan prestasi di ajang Piala AFF U-19. Usai tahun lalu tampil sebagai juara, kini Negeri Gajah Putih hanya menempati peringkat keempat.Pasukan Thailand takluk dari Timnas Indonesia U-19 1-2 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (14/7/2018). Kekalahan tersebut bikin elemen tim terpukul.[suggestedarticle=3]"Sulit menemukan kata-kata setelah pertandingan ini, rasanya seperti patah hati, karena kami mengharapkan hasil yang lebih baik dari pada sore ini. Kami ingin mengulang hal serupa, tapi hasilnya malah mengecewakan," ujar asisten pelatih Thailand, Jetnipat Ratchatatoemphon."Target kami tentu saja menjadi juara, minimal runner up. Saya rasa federasi sepak bola Thailand akan sangat kecewa." tambahnya.Tapi Thailand siap bangkit. Kini semua pemain dan pelatih sepakat untuk fokus ke gelaran Piala AFF U-19, yang digelar pada Oktober mendatang."Tidak ada komplain untuk para pemain, mereka memberikan yang terbaik. Kami sangat bangga kepada mereka. Saya harap anak-anak bisa berkembang lebih baik di kompetisi berikutnya seperti Piala Asia dan lainnya," tandasnya.
  816 kali
Timnas U-19 Gagal Juara, Egy Maulana Kehilangan Gelar Top Scorer Piala AFF
Timnas Indonesia U-19 finish di peringkat ketiga dalam Piala AFF U-19 2018 usai mengalahkan Thailand, di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (14/7/2018). Gelar yang sama dengan tahun lalu, tapi tidak dengan Egy Maulana.Prestasi timnas U-19 sama dengan tahun lalu, yakni menempati peringkat ketiga. Tapi bagi Egy, tahun ini justru penurunan prestasi. Pasalnya, Egy kehilangan gelar top scorer dan pemain terbaik yang digapai tahun lalu.[suggestedarticle=3]Hal itu bisa dimaklumi. Pasalnya, Egy hanya bermain dalam dua pertandingan saja bersama Skuat Garuda Nusantara. Pemain asa Medan itu sebelumnya mengikuti serangkaian persiapan bersama klub barunya, Lechia Gdansk di Polandia.Egy hanya mencetak satu gol dari dua kali penampilannya. Gol ke gawang Thailand melalui titik putih pada menit ke-2 menjadi satu-satunya gol yang dicetak lulusan Diklat Ragunan itu.Kini, Egy harus bersiap berkompetisi di Lechia. Tak menutup kemungkinan juga, dirinya akan memperkuat timns U-19 pada Piala Asia U-19, Oktober mendatang di Indonesia.
  864 kali
Pemain Malaysia U-19 Iri Dengan Suporter di Indonesia
Nik Akif Syahiran memuji keramaian suporter Indonesia saat gelaran Piala AFF U-19 2018. Akif bahkan menyatakan suporter di Indonesia begitu ramai tidak seperti suporter di Malaysia.Pada laga Malaysia melawan Tim Nasional Indonesia U-19, para suporter memadati Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Para suporter tak berhenti bernyanyi untuk memberikan dukungan kepada para pemain.[suggestedarticle=3]Nik Akif yang sempat merasakan atmosfer tersebut mengaku kagum dengan suporter Indonesia. Akif menilai suporter di Indonesia begitu total dalam mendukung tim kesayangan.[pagebreak]Selengkapnya[/pagebreak]"Bagi saya, di sini suporter sangat dramatik, ramai sekali, tak sama seperti di Malaysia," ujar Akif usai laga.Pemain yang membela Kelantan FA tersebut menjadi penentu kemenangan Malasia U-19 di partai final saat menghadapi Myanmar. Akif mencetak gol dari tembakan bebas yang membuat Malaysia U-19 sukses menang 4-3.
  5472 kali
1531641602496 tag