(Foto: bolalob)

Bolalob Person of the Year 2017 - Ratu Tisha Destria

Bolalob.com untuk mengadakan penganugerahan Bolalob Person of the Year 2017. Bolalob memilih tiga tokoh di dunia sepak bola yang bersinar pada tahun 2017 lalu.

Nama pertama yang telah Bolalob umumkan sebelumnya adalah pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy. Kini, nama kedua yang Bolalob pilih adalah Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.



Tisha pada tahun 2017 lalu terpilih menjadi Sekjen menggantikan Ade Wellington. Ia membuat sejarah dengan menjadi Sekjen PSSI wanita pertama.

"Terima kasih Bolalob atas penghargaannya Person of the Year 2017. Saya Ratu Tisha Sekjen PSSI maju terus Bolalob semoga sukses dalam menggiring opini dan informasi yang akurat tentang sepak bola Indonesia," ucap Tisha.

Wawancara khusus Tisha bersama Bolalob dapat pembaca saksikan dalam video di bawah ini:
editTerakhir diubah:  11/01/18 - 13:59

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Pemain Andalannya Raih Penghargaan Bolalob Person of the Year 2017, Ini Komentar Luis Milla
Gelandang Timnas Indonesia U-23, Septian David Maulana mendapat penghargaan Bolalob Person of the Year 2017. Pelatih Garuda Muda, Luis Milla mengomentari hal ini.Anugerah ini diberikan Bolalob kepada David usai latihan Timnas Indonesia di Lapangan ABC Senayan, Jumat (18/1). David sendiri mendapat penghargaan ini bersama dengan Simon McMenemy dan Ratu Tisha Destria.[suggestedarticle=3]"Ya, David memang layak mendapatkannya," ucap Milla kepada Bolalob.David sendiri merasa bersyukur dengan penghargaan ini. ia berharap penghargaan ini menjadi pelecut baginya untuk bisa lebih berprestasi lagi."Terima kasih untuk Bolalob atas penghargaan ini. Semoga ini bisa menjadi semangat buat saya ke depan selalu lebih baik dan bisa lebih berprestasi lagi," ujar David kepada Bolalob.
  3611 kali
Bolalob Person of the Year 2017 - Septian David Maulana
Bolalob.com untuk mengadakan penganugerahan Bolalob Person of the Year 2017. Bolalob memilih tiga tokoh di dunia sepak bola yang bersinar pada tahun 2017 lalu.Nama pertama yang telah Bolalob umumkan sebelumnya adalah pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy dan nama kedua adalah Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria. Kini nama ketiga yang Bolalob pilih adalah Septian David Maulana.[suggestedarticle=3]Karier David bisa dibilang melonjak tajam di tahun 2017. Ia menjadi pilar di Timnas Indonesia U-23 besutan Luis Milla. Namanya hampir tidak pernah absen dalam susunan pemain yang diturunkan oleh pelatih asal Spanyol tersebut.Performa David tertular ke level klub. Salah satu pencapaiannya adalah meraih penghargaan gol terbaik sepanjang Liga 1 Indonesia 2017."Terima kasih untuk Bolalob atas penghargaan ini. Semoga ini bisa menjadi semangat buat saya ke depan selalu ingin lebih baik dan bisa lebih berprestasi lagi," ucap David kepada Bolalob.Selamat Septian David Maulana!   A post shared by Bolalob.com (@bolalobfootball) on Jan 19, 2018 at 12:47am PST
  812 kali
Ratu Tisha Destria Sudah Lama Ingin Mengabdi untuk Sepak Bola Indonesia
Ratu Tisha Destria sudah sejak kecil jatuh cinta dengan sepak bola Indonesia. Niat untuk mengabdi untuk sepak bola Indonesia sudah ada di benaknya sejak dulu.Namun, ia tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa menjadi Sekretaris Jenderal PSSI. Menurutnya, ia kini menjadi sekjen merupakan buah dari kerja keras dan kesempatan yang hadir untuknya."Saya selalu terbayang untuk memberikan sepenuhnya dan berkarier di sepak bola Indonesia secara luas. Itu terbayang, tapi spesifiknya sebagai sekjen itu tidak," ucap Tisha kepada Bolalob.[suggestedarticle=3]"Ceritanya sebelumnya menurut saya ini keberuntungan. Keberuntungan dimana kerja keras bertemu dengan kesempatan. Jadi kalau definisi saya keberuntungan itu luck itu ketika hard work meet opportunity," lanjutnya. "Jadi konsistensi dan hard work yang memang ada di sepak bola sejak SMA, kuliah, kemudian terus akhirnya jenjang karier di sepak bola bertemu dengan satu opportunity dan keadaan dan akhirnya sampai di sini itu membuat saya bersyukur dan merasa terhormat," jelas Tisha.
  602 kali
Simon McMenemy: Pemain Saya Layak Menjadi Juara
Tidak sedikit yang mencibir keberhasilan Bhayangkara FC menjadi juara. Namun, bagi Simon McMenemy timnya dan pemainnya memang layak menjadi juara.Menurut Simon, setiap tim punya keberuntungan masing-masing. Bila Bhayangkara FC mendapat keberuntungan di laga melawan Mitra Kukar, maka Simon menganggap Bali United mendapat keberuntungan di laga melawan Perseru Serui."Orang mempertanyakan keberhasilan kami. Ah, ini sudah direncanakan. Kami tidak bermain di depan pendukung tuan rumah, kami tidak mendapat penalti beruntung. Kami tidak mendapat kartu merah yang menguntungkan, kami juga tidak mendapat keputusan kontroversial dari wasit karena kami tidak punya suporter," ucap Simon kepada Bolalob. [suggestedarticle=3]"Tim lain seperti Bali United, Persija, mereka mendapat keberuntungan masing-masing dan kami mendapat sekali keberuntungan. Bali United tidak pergi ke Perseru apakah itu keberuntungan? Untuk mereka iya. Sangat beruntung karena itu merupakan tempat yang sangat sulit. Keberuntungan bisa saja didapat setiap musimnya dan keberuntungan kami adalah saat pertandingan melawan Mitra Kukar. Itu adalah keuntungan besar untuk kami dan saya tidak membantahnya," lanjut Simon.Simon menegaskan bahwa pemainnya memang layak untuk menjadi juara. Ia pun merasa keberhasilan pemainnya patut untuk dihargai."Menurut saya para pemain layak untuk mendapatkannya," tutup Simon.
  432 kali
Pengakuan Simon McMenemy Terkait Insiden di Laga Mitra Kukar VS Bhayangkara FC
Pertandingan Mitra Kukar melawan Bhayangkara FC menjadi kontroversi di Liga 1 Indonesia 2017. Kepada Bolalob.com, pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy bicara tentang kejadian tersebut.Ketika itu pertandingan berakhir imbang 1-1. Namun setelah itu muncul kontroversi karena Mohammed Sissoko nyatanya masih dalam status terhukum namun tetap bermain dalam laga tersebut.Simon bercerita bahwa sebelum pertandingan ia sempat mengecek data pemain lawan yang tidak boleh bermain. Dari situ ia tahu bahwa Sissoko tidak bisa bermain.[suggestedarticle=3]"Sebelum pertandingan seperti yang biasa saya lakukan saya selalu mengecek data pemain di pertandingan sebelumnya. Saya mengecek siapa yang mendapat kartu kuning dan kartu merah. Saya tahu bahwa Sissoko mendapat kartu merah langsung tanpa kartu kuning sebelumnya. Jadi saya berasumsi bahwa ia harusnya absen dua pertandingan karena aturannya seperti itu," ucap Simon.Ketika hari pertandingan, ia kaget nama Sissoko ada di daftar susunan pemain. Ia sempat bertanya ke match commisioner namun ditegaskan ia bisa bermain."Jadi ketika ia bermain dan ada di daftar susunan pemain saya sempat bertanya, bukankah ia dilarang main? Saya bertanya ke match commisioner ia bilang tidak. Saya memintanya untuk mengecek kembali dan ia menelepon kemudian ia tetap bilang tidak," ujar Simon. "Jadi oke, Sissoko bermain dalam pertandingan itu dan bermain baik. Ketika kami bermain di kandang dan menang 4-1, ia seperti tidak melakukan apa-apa. Tapi di Tenggarong ia bermain sangat bagus. Seusai pertandingan Spaso bertanya kepadanya, bukankah Anda seharusnya tidak main? Ia menjawab saya tidak tahu, saya mengira tidak bisa main, tapi mereka bilang bisa jadi saya bermain," jelas Simon.
  1514 kali
Simon McMenemy Tidak Pernah Bayangkan Bhayangkara FC Bisa Jadi Juara
Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa menjadi juara. Hal ini ia ungkapkan dalam wawancara khusus bersama Bolalob.com.Menurut Simon hal ini pun tidak pernah ia tekankan kepada pemain. Ia hanya meminta kepada Evan Dimas CS untuk bisa memenangkan setiap pertandingan yang dijalani."Anda tahu? Saya katakan ini sejujurnya. Saya bilang ini di setiap wawancara. Musim lalu saya tidak pernah bilang ke anak asuh saya bahwa kami akan memenangkan liga. Yang saya minta kepada mereka adalah memenangkan setiap pertandingan. Hanya itu," ucap Simon.[suggestedarticle=3]Menurut pria asal Skotlandia tersebut, bila terus menang maka Bhayangkara FC akan ada di puncak klasemen. Inilah yang ia tekankan baik dalam laga kandang maupun tandang."Saya tahu bila kami terus menang maka kami akan ada di puncak. Jika kami bisa mempertahankan itu di kandang dan tandang, menurut saya untuk memenangkan liga kita harus menang di laga tandang. Anda tidak bisa hanya menang di kandang. Anda harus kuat di laga tandang bila mampu maka Anda akan menjalani musim dengan baik," jelas Simon.
  419 kali
Bolalob Person of the Year 2017: Simon McMenemy
Bolalob.com untuk pertama kalinya mengadakan penganugerahan Bolalob Person of the Year 2017. Bolalob memilih tiga tokoh di dunia sepak bola yang bersinar pada tahun 2017 lalu.Nama pertama yang Bolalob pilih adalah pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy. Ia meraih pencapaian luar biasa bersama Bhayangkara FC dengan meraih gelar juara Liga 1 Indonesia untuk kali pertama.[suggestedarticle=3]"Terima kasih kepada Bolalob yang telah memilih saya sebagai Person of the Year. Ini sangat berarti setelah musim yang sangat berat," ucap Simon."Sekali terima kasih dan saya sangat mengapresiasi ini," tutup Simon.Wawancara khusus Simon bersama Bolalob dapat pembaca saksikan dalam video di bawah ini:
  383 kali
PSSI Sebenarnya Dorong Pemain Berkarier di Luar Negeri, Asalkan..
Beberapa pekan terakhir marak akan berita PSSI yang keberatan para pemain berkiprah di luar negeri. Hal ini mendapat tanggapan dari Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria.Pemicu hal ini adalah keputusan beberapa pilar Timnas Indonesia U-23 seperti Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn, dan Ryuji Utomo yang hijrah ke negara tetangga. Keputusan ini ditakutkan akan mengganggu persiapan Timnas Indonesia ke Asian Games 2018.Menurut Tisha, PSSI tentu mendorong pemain untuk bisa berkiprah di luar negeri. Namun kompetisi yang dituju harus top class dan jauh lebih baik dari kompetisi Indonesia.[suggestedarticle=3]"Luar negeri itu banyak, Timor Leste, Papua Nugini, Brunei, Malaysia, Thailand, Jepang, itu semua luar negeri," ucap Tisha kepada Bolalob."Ini tergantung pembinaan pemain seperti apa yang kita harapkan. Kita tentu bangga bila ada pemain-pemain Indonesia yang bermain di area yang kompetisinya berkualitas lebih tinggi dari Indonesia," lanjutnya."Jadi jangan kategorikan luar negeri itu sama. Kita mendorong pemain untuk bermain di kompetisi top class. Agar ia dapat terus berkembang dan membanggakan negara lalu utamanya kembali ke tim nasional," jelas Tisha.
  2266 kali
PSSI Tidak Larang Pemain Indonesia Main di Luar Negeri, Tapi...
Keputusan beberapa penggawa Timnas Indonesia U-23 bermain di luar negeri menjadi polemik. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria menanggapi isu tersebut.Menurut Tisha, PSSI sama sekali tidak mempermasalahkan bila pemain berkarier di luar negeri. Hanya saja memang ada beberapa hal yang harus disinkronkan antara klub bersangkutan, PSSI, dan agen."Esensinya itu bukan boleh atau tidak bermain di luar negeri. Bukan seperti itu. Pertimbangan PSSI adalah menjawab kewajiban dan harapan masyarakat akan Asian Games yang berprestasi khusus 2018," ucap Tisha kepada Bolalob.[suggestedarticle=3]"2018 nggak cuman tahunnya Asian Games tapi tahunnya Indonesia jadi tuan rumah Asian Games. Mungkin ini tidak akan terulang dalam 40 tahun depan. Untuk itu PSSI punya strategi-strategi akselerasi. Area training camp dan kompetisi harus sinkron," lanjut Tisha.Menurut Tisha perlu ada koordinasi terutama dengan klub luar negeri. Ini karena kemungkinan PSSI akan banyak memanggil pemain di luar FIFA Matchday."Hal-hal tersebut perlu koordinasi antar pemain, pengurus, pelatih. Persiapan menuju Asian Games harus matang dan sinkronisasi jadwal menjadi penting," ujar Tisha."Kita tahu bahwa kewajiban klub, klub luar terutama untuk melepas pemain hanya di FIFA Matchday. Tapi sebenarnya ini bisa kita atur dan koordinasi. Jadi tidak ada itu esensinya boleh atau tidak," tegas Tisha.
  32105 kali
PSSI Tanggapi Kemungkinan Liga 1 Ikuti Jejak Liga Malaysia dan Thailand
Liga Thailand dan Malaysia menerapkan aturan kuota pemain asing asal Asia Tenggara mulai kompetisi musim 2018. Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha menanggapi kemungkinan Liga 1 mengadopsi aturan liga negara tetangga.Tahun lalu, Liga 1 menerapkan aturan empat pemain asing dengan detail dua dari negara luar Asia, satu dari Asia, dan satu marquee player. Menurut Tisha aturan untuk pemain asing musim depan baru akan dibahas bulan ini.[suggestedarticle=3]"Belum ada pembicaraan ke arah sana. Regulasi pemain baru akan kita rilis ke klub pada akhir bulan Desember ini. Saat ini diskusinya masih berada di komite eksekutif dan menunggu arahan dari ketua umum terkait kebijakan tersebut," ucap Tisha kepada Bolalob.Sejak diterapkan aturan slot pemain ASEAN, Liga Malaysia dan Thailand mulai dibanjiri bintang-bintang ASEAN. Sebagai contoh, Evan Dimas akan main di Malaysia sementara Aung Thu akan berkarier di Thailand.
  8080 kali
1513947601744 tag