(Foto: bolasport)

Jajal SUGBK Pertama Kali Usai Renovasi Jadi Motivasi Tambahan untuk Skuat Timnas

Asisten pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti mengatakan para pemainnya sangat antusias menyambut laga melawan Islandia.

Selain karena calon lawannya adalah peserta Piala Dunia 2018, mereka juga bisa kembali merumput di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang baru selesai direnovasi untuk menyambut gelaran Asian Games 2018 pada Agustus mendatang.

Timnas akan meladeni Islandia di stadion berkapasitas sekitar 76 ribu penonton itu pada Minggu (14/1).

”Pasti jadi motivasi karena kami yang mendapat kesempatan bisa bermain di GBK,” kata Bima Sakti di Lapangan A, komplek Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Jumat (12/1).



Bima menambahkan, ia sangat terkesan dengan fasilitas di komplek GBK saat ini. Salah satunya, mantan gelandang Timnas Indonesia di era 1990-an itu memuji kualitas rumput di Lapangan A, tempat timnas berlatih.

”Di sini (lapangan A) sudah bagus sekali dan di dalam pasti jauh lebih baik,” kata Bima.

SUGBK mulai direnovasi pada awal 2017. Biaya yang dihabiskan untuk merenovasi komplek GBK termasuk stadion utama mencapai Rp 700 miliar.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Mario Gomez Kantongi Pengganti Febri Hariyadi di Laga Melawan Persija
Persib Bandung dipastikan berlaga tanpa Febri Hariyadi saat menghadapi Persija Jakarta pada pekan keenam Liga 1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4).Febri absen di laga bertajuk El Clasico Indonesia tersebut karena harus bergabung dengan Timnas U-23 Indonesia yang akan berlaga di ajang Anniversary Cup yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 27 April hingga 3 Mei.Selain Indonesia, ada Uzbekistan, Bahrain, dan Korea Utara. Ajang ini akan menjadi persiapan Garuda Muda jelang tampil di Asian Games 2018.[suggestedarticle=3]Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, mengaku tak mempermasalahkan kondisi tersebut.Gomez mengatakan, masih banyak pemain lain yang bisa menggantikan pemain bernomor punggung 13 tersebut.”Seseorang akan bermain menggantikan dia (Febri),” ujar Mario Gomez.Gomez menjelaskan, Febri adalah pemain penting di Persib. Namun, Persib juga sudah terbiasa bermain tanpa Febri yang sering mengikuti pemusatan latihan timnas.”Kami sudah sering kehilangan satu pemain dan terkadang dia (Febri Hariyadi) adalah pemain yang penting bagi kami. Tapi di Persib masih ada pemain lain yang punya kualitas tidak jauh berbeda,” tegas Mario Gomez.
  1203 kali
Statistik Mentereng di Liga 1 Tak Membuat Luis Milla Memanggil Pemain Ini
Daftar skuat Timnas U-23 Indonesia untuk ajang Anniversary Cup sudah dirilis PSSI.Dari 24 pemain yang dipanggil, rata-rata merupakan langganan timnas di bawah kepemimpinan Luis Milla.Nama-nama seperti Evan Dimas Darmono, M Hargianto, Hansamu Yama, dan Septian David Maulana masih menghiasi skuat timnas.[suggestedarticle=3]Namun, sosok pemain yang paling menakutkan di Liga 1 musim ini Riko Simanjuntak tidak disertakan Milla ke skuat Timnas Indonesia.Padahal statistik Riko bersama Persija Jakarta di empat pekan pertama Liga 1 cukup mentereng.[pagebreak]Statistik Cemerlang Riko[/pagebreak]Dilansir dari Labbola, pemain berusia 26 tahun tersebut tercatat lebih dari 12 kali menciptakan peluang hanya dalam empat pertandingan.Selain itu, Riko juga tercatat sebagai pemain dengan keberhasilan dribbling yang terbilang tinggo, yaitu 61,1 persen dari 18 kali percobaan.Artinya, Riko berhasil melakukan 11 kali dribble sukses dari 18 kesempatan.Tak menutup kemungkinan, jika terus menunjukkan performa impresif bersama Persija, pintu Timnas Indonesia untuk Riko akan terbuka suatu saat nanti.[suggestedarticle=3]Untuk ajang Anniversary Cup, Milla lebih memilih Andritany Ardhiyasa, Lerby Eliandry, dan Ilija Spasojevic untuk memenuhi kuota tiga pemain senior.Di posisi Riko sendiri, Milla masih memercayakan kepada pemain-pemain muda seperti Febri Hariyadi, Irfan Jaya, dan Osvaldo Haay.
  3746 kali
Kiper Borneo FC Legawa Tak Masuk Skuat Timnas untuk Anniversary Cup
Kiper Borneo FC, Muhammad Ridho legawa tidak masuk skuat Timnas U-23 Indonesia untuk ajang Anniversary Cup.Di posisi tersebut, pelatih timnas Luis Milla Aspas lebih memilih Andritany Ardhiyasa (Persija), Awan Setho (Bhayangkara FC), dan Satria Tama (Madura United).[suggestedarticle=3]Ridho mengaku bisa menerima keputusan tersebut. Namun, sebagai pesepak bola profesional dirinya tetap menyimpan harapan bisa bermain untuk timnas suatu hari nanti.”Belum rezekinya untuk saya, mau gimana. Saya fokus di pertandingan selanjutnya saja bersama Borneo FC. Berpikir positif saja, siapa tahu pemanggilan selanjutnya bisa masuk,” kata Ridho saat ditemui Bolalob.com di Lapangan B Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/4).[pagebreak]Terbaik Kedua di Kompetisi[/pagebreak]Secara prestasi individu Ridho sebenarnya layak mengenakan seragam timnas. Sejauh ini gawang Borneo FC yang dikawalnya baru kebobolan tiga gol. Terbaik nomor 2 di kompetisi.Namun, Ridho mengatakan, ketiga kiper yang dipanggil Milla kualitasnya tak kalah bagus.Ridho optimistis ketiga kiper yang dipanggil Milla akan memberikan kemampuan terbaiknya untuk timnas.[suggestedarticle=2]”Pasti mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saya respek ke mereka semua dan saya dukung siapapun yang ada di timnas. Mudah-mudahan mereka bisa memberikan yang terbaik untuk timnas Indonesia,” tuturnya.
  797 kali
Persib Tak Khawatir Kehilangan Febri Hariyadi di Laga Melawan Persija
Persib Bandung terancam kehilangan Febri Hariyadi saat menghadapi Persija Jakarta pada pekan keenam Liga 1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4).Febri masuk ke dalam skuat Timnas U-23 Indonesia di ajang Anniversary Cup yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada 27 April – 3 Mei mendatang.Asisten pelatih Persib, Herrie Setyawan mengatakan kehilangan Febri bukan suatu masalah besar.Sebab, Persib masih memiliki pemain lain yang bisa menggantikan peran Febri, salah satunya adalah Ghozali Siregar.[suggestedarticle=3]”Coach Gomez sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari jika dihadapkan dengan situasi ini. Gomez tahu kami punya satu pemain yang sering dipanggil timnas seperti Febri. Maka kami sudah mengantisipasinya dengan merekrut Ghozali,” kata Herrie saat dihubungi Bolalob.com, Rabu (18/4).Terkait kemungkinan Persib melobi PSSI supaya bisa memainkan Febri di laga melawan Persija Herrie mengatakan hal seperti itu kemungkinannya sangat kecil.Ia optimistis Persib bisa meraih hasil maksimal di laga melawan Persija meski tanpa Febri. ”Insya Allah meski tanpa Febri kami akan tetap bermain sesuai skema karena ada pemain lain yang bisa menggantikan. Bagi Persib, kepentingan timnas yang utama,” tutur Herrie.
  1340 kali
Persija Upayakan Rezaldi Main Lawan Persib Meski Gabung Timnas
Persija Jakarta terancam tidak bisa menurunkan skuat terbaiknya saat menjamu Persib Bandung di pekan keenam Liga 1 2018, Sabtu (28/4).Pasalnya, pada tanggal tersebut bek kiri andalan Persija Rezaldi Hehanussa kemungkinan besar sedang bergabung dengan Timnas U-23 Indonesia yang akan turun di ajang Anniversary Cup.Patut diketahui, Timnas U-23 akan melakoni laga perdana Anniversary Cup di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (27/4) atau sehari sebelum laga Persija kontra Persib.Terkait hal tersebut, Direktur Persija Gede Widiade mengatakan dirinya akan mengupayakan Rezaldi kembali ke Persija setelah main di tanggal 27.[suggestedarticle=3]Gede beralasan, ajang Anniversary Cup tidak masuk ke kalender FIFA yang artinya klub berhak memanggil pemainnya apalagi Persija akan menjalani laga penting melawan Persib.”Nanti kami bicara sama (Luis) Milla, kan sama-sama penting. Kalau agenda FIFA kami lepas (sepenuhnya), tapi kalau tidak ya tanggal 27 main, tanggal 28 bisa balik. Saya pikir tidak apa-apa,” kata Gede.Gede menjelaskan, Rezaldi adalah salah seorang pemain pilar di klubnya. Untuk itu, kehadirannya di Persija sangat dibutuhkan apalagi menghadapi partai panas melawan Persib.”Bule (Rezaldi) itu enggak perlu main, dia datang saja musuh sudah takut,” kata Gede.[suggestedarticle=3]Sementara terkait kartu kuning yang diterima Rezaldi di laga melawan Borneo FC (14/4), Gede membantah jika itu disengaja supaya pemain bernomor punggung 28 tersebut terhindar dari akumulasi kartu kuning saat menghadapi Persib.Rezaldi dipastikan absen saat Persija bertandang ke markas PSIS pekan depan karena sudah mengoleksi tiga kartu kuning.”Gak kena kartu kuning juga dia pasti disuruh istirahat sama Teco,” ujar Gede.
  1040 kali
Persija Ingin Gunakan GOR Ciracas jika Tak Bisa Pakai SUGBK atau Pakansari
Manajemen Persija Jakarta terus berupaya mencari stadion alternatif pengganti Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor sebagai kandang sementara untuk mengarungi Liga 1 2018.Persija kabarnya hanya diizinkan menggunakan kedua stadion tersebut hingga Mei 2018. Setelah itu Persija harus angkat kaki karena SUGBK dan Pakansari akan disterilkan guna menyambut Asian Games yang akan berlangung mulai 18 Agustus mendatang.Direktur Persija Gede Widiade mengatakan pihaknya masih terus mencari stadion alternatif yang representatif untuk menggelar partai kandang Macan Kemayoran.Salah satu opsi stadion yang diinginkan Gede adalah GOR Ciracas, Jakarta Timur. Mantan COO Bhayangkara FC tersebut sepertinya tak mau Persija harus menggelar laga kandangnya jauh dari ibu kota.”Ya nanti kami cari lha, pinginnya sih di (Lapangan) Blok S atau (GOR) Ciracas,” kata Gede.[suggestedarticle=3]Sebelumnya, Persija sempat dikabarkan bakal meminjam Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Yogyakarta jika tidak bisa menggunakan SUGBK dan Stadion Pakansari.Namun, belum ada kabar lanjutan terkait rencana tersebut. Pada medio Mei hingga Agustus tercatat Persija akan melakoni tujuh partai kandang.Di antaranya menjamu Madura United (12/5), Persipura Jayapura (25/5), Persebaya Surabaya (3/6), PSM Makassar (6/7), Bali United (17/7), Bhayangkara FC (27/7), dan PSMS Medan (12/8).
  2507 kali
Madura United Harus Kehilangan Bek Timnas U-19 Hingga 6 Pekan
Madura United harus kehilangan bek sayap andalannya, Rifad Marasabessy hingga enam pekan ke depan.Rifad mengalami cedera meniscus saat Madura United mengalahkan Sriwijaya FC Palembang 3-0 pada pekan ketiga Liga 1 2018, Sabtu (7/4).Dokter tim Madura United, Heri Siswanto menjelaskan bahwa pemain Timnas U-19 Indonesia itu harus menepi dari lapangan hijau lebih dari satu bulan.”Rifad harus istrahat selama enam pekan,” kata Heri dilansir dari Tribun Jatim.[suggestedarticle=3]Meski Rifad harus absen cukup lama, Madura United tidak perlu terlalu khawatir.Pasalnya, lubang yang ditinggalkan Rifad akan diisi oleh Beny Wahyudi.Kondisi mantan pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 itu semakin membaik setelah mengalami cedera.”Beny Wahyudi sudah normal dan bisa bermain,” kata Heri.[suggestedarticle=3]Di pekan keempat Liga 1, Madura United akan bertandang ke markas tim yang tengah terluka, Mitra Kutai Kartanegara.Laga tersebut akan dihelat di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kalimantan Timur, Jumat (13/4).
  478 kali
Throw Back: Saat Timnas Indonesia Dibantai Klub Yunani 10 Gol Tanpa Balas
Tentu masih terkenang dalam benak kita kekalahan telak yang membuat Timnas Indonesia tak berdaya saat berhadapan dengan tim dari Yunani.Timnas Indonesia yang kala itu melakukan uji tanding melawan AEK Yunani pada Maret 1993, harus mengakui kedikdayaan tim lawan dengan skor 10-0.Timnas kala itu diperkuat oleh Robby Darwis, Rochy Putiray, hingga Rahmad Darmawan.Uji coba ini dilakukan niatnya sebagai persiapan timnas menghadapi Pra Piala Dunia dan SEA Games 1993 Singapura.Namun, tidak imbangnya lawan tanding dari Timnas, menimbulkan sebuah pertanyaan besar kala itu.Di babak pertama, Timnas Indonesia hancur dengan enam gol dari AEK Yunani. Ditambah lagi empat gol bersarang ke gawang Indonesia pada babak kedua. Total, sepuluh gol tanpa balas timnas Indonesia dipermalukan. [suggestedarticle=3]Banyak yang mempertanyakan, kenapa Indonesia bisa kalah dengan jumlah gol yang sangat besar tersebut.Tentunya yang paling bertanggung jawab dengan hasil ini adalah Ivan Toplak, yang kala itu menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia.Keputusan dari Ivan memilih AEK Yunani sebagai lawan tanding, sebelumnya sudah dipertanyakan. Tapi, pelatih asal Yugoslavia tersebut mengatakan jika dirinya mempunyai kenalan di Yunani dan merasa cocok jika dijadikan lawan tanding timnas Indonesia.[pagebreak]Kritik Keras Pelatih[/pagebreak]Saat pertandingan berakhir dengan skor telak 10-0 untuk kemenangan AEK Yunani atas Indonesia, Sinyo Aliandoe langsung mengkritik kebijakan dari pelatih Indonesia, Ivan Toplak.“Ivan Toplak tidak tahu kemampuan timnya sendiri,” kata Sinyo, yang merupakan mantan pemain dan pelatih Indonesia.“Sebenarnya, kalah itu tidak apa-apa, tapi kok sampai 10-0,” tambahnya.Benny Dollo yang bertindak sebagai Assiten pelatih timnas kala itu, mengungkapkan bahwa Indonesia kalah segalanya dari AEK Yunani.“Waktu itu, para pemain kalah semuanya. Kecepatan dan fisik para pemain kurang memadai. Selain itu, cuaca dingin sangat memengaruhi,” kata Bennny ketika dihubungi medcom.id, Senin 9 April 2018.Menurut pelatih yang biasa disapa Bendol itu, kekalahan tersebut jadi pelajaran untuk pertandingan selanjutnya. Dan terbukti, pada pertandingan selanjutnya melawan Panathinaikos junior, Indonesia hanya kalah 3-1, serta dilaga terakhir melawan Panathinaikos senior, timnas hampir imbang, meski pada akhirnya kalah dengan skor tipis 3-2.“Setelah kekalahan 10-0, kita lakukan evaluasi. Hasilnya, kita kalah tipis pada uji coba selanjutnya,” tegas pelatih yang akrab disapa Bendol.[suggestedarticle=3]Memang cuaca di Yunani saat itu dapat mencapai suhu 11 derajat. Tentunya sangat berbeda jauh dengan iklim yang ada di Indonesia.Bagi Rochy Putiray, yang saat itu ikut dalam laga timnas di Yunani, mengatakan bahwa cuaca dingin tidak membuatnya merasa tertanggu. Malahan, ia mengaku senang bermain bersama rekan setimnya dalam cuaca ekstrim seperti itu. “Saya senang dengan cuaca dingin bisa bermain dengan baik dan menikmati pertandingan. Saat itu, bersama bang Robby (Darwis) cs, timnas masih kuat,” kata Rochy kepada medcom.id, Senin 9 April 2018.Rochy menambahkan bahwa dalam ujicoba kala itu, menjadi ajang pembutian kepada para pemain untuk membuktikan kualitasnya serta dapat memetik pelajaran dari hasil yang didapatkan timnas Indonesia. “Ketika itu, masa uji coba (di Yunani) semua pemain diberi kesempatan untuk bermain sekaligus untuk evaluasi diri,” sambungnya.
  939 kali
Persib Bantah akan Merekrut Kapten Timnas di Piala AFF 2010
Keinginan sebagian besar suporter Persib Bandung supaya klubnya kembali mendatangkan Firman Utina dipastikan urung terwujud.Manajemen melalui Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono memastikan nama Firman tidak termasuk dalam rencana timnya."Itu tidak benar. Untuk sementara ini kami belum ada perekrutan pemain baru," kata Teddy dilansir dari Bola.com.[suggestedarticle=3]Teddy menjelaskan bahwa sejauh ini komposisi skuat Persib dinilai sudah cukup. Jika memang akan ada penambahan pemain, maka itu akan dilakukan pada putaran kedua nanti."Sampai saat ini belum ada keputusan. Jadi kemungkinan besar untuk sementara ini tidak akan ada penambahan pemain," katanya.[suggestedarticle=3]Sebelumnya, para Bobotoh menginginkan Firman Utina kembali ke Persib. Mereka percaya kehadiran Firman bisa membawa aura positif.Mantan kapten Timnas Indonesia di Piala AFF 2010 itu memang bukan sosok asing bagi Persib dan Bobotoh.Pada 2014 Firman berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia untuk Maung Bandung.
  942 kali
Persib Bandung Sulit Maksimalkan Kemampuan Febri Hariyadi
Gelandang Persib Bandung, Febri Hariyadi tengah mendapat sorotan karena tampil melempem di dua laga awal Liga 1 2018.Dalam dua laga awal yang dimainkan, Persib meraih hasil mengecewakan. Setelah ditahan imbang 1-1 oleh PS Tira di Bandung, Persib kemudian takluk 1-3 dari Sriwijaya FC.Hasil itu berbanding lurus dengan performa Febri di atas lapangan. Padahal dalam dua laga tersebut, Febri selalu tampil sebagai starter.Berdasarkan catatan Labbola, Febri hanya bisa melepas 33 operan dalam kedua pertandingan itu. Padahal jika bermain bersama Timnas Indonesia, catatan pemain bernomor punggung 13 tersebut selalu oke.[suggestedarticle=3]Contohnya ketika Timnas Indonesia beruji coba menghadapi Singapura beberapa waktu lalu. Ketika itu, Febri tercatat sebagai tiga pemain dengan catatan operan tertinggi (49).Jumlah operan Bow, sapaan karib Febri, hanya kalah dari Rezaldi Hehanussa (57) dan Zulfiandi (56).Febri melengkapi kegemilangannya malam itu dengan menyumbangkan satu gol dan dua assist.Terkait catatan tersebut, asisten pelatih Persib Herrie Setyawan juga mengaku heran. Namun, Herrie membantah jika Persib tidak bisa memaksimalkan kemampuan pemain andalannya itu.[suggestedarticle=3]”Kami tidak mengerti mengapa Febri bisa bagus di timnas, tapi tidak di klub. Padahal, cara bermain Febri sama saja di keduanya,” ujar Herrie dilansir dari Bolasport.com”Semestinya Febri justru harus lebih bagus saat di klub. Toh dia dipanggil ke timnas kan karena penampilannya di klub,” sambungnya.
  1414 kali
1522915201505 tag