(Foto: Istimewa)

IJL 2018 Penuh Kejutan, SSB Milik Firman Utina Kalah dari Villa 2000

Pekan pertama Indonesia Junior League diwarnai kejutan. Juara bertahan U-11, FU15FA Bina Sentra takluk secara mengejutkan, di Lapangan Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (11/2/2018).

Pertandingan Grup A diwarnai kejuatan saat ASIOP kalah dari SS Gagak Rimang dengan skor 4-2. Lalu CISS Soccer Skill mengalahkan SSB Pelita Jaya dengan skor tipis 2-1.



Sedangkan di Grup B, juara bertahan Bina Sentra tak beruntung. Klub milik mantan pemain timnas Indonesia, Firman Utina harus kalah dengan skor 1-2 atas Villa 2000.

Berikut hasil pekan perdana IJL 2018,

Grup A

ASIOP Apacinti vs SS Gagak Rimang 0-1

Sparta vs IRS 1-1

Giras FC vs ASIOP 2-4

GMSA vs M'Private Soccer School 0-1

Abstrax FA vs Putra Sejati 0-4

ASTAM vs Ragunan SS 1-0

Pelita Jaya vs CISS 1-2

Grup B

Maesa Cijantung vs Maisa Bekasi 2-3

Gelora Poetra vs Serpong Jaya 0-2

BMIFA vs Tik Tak FF 5-0

Pro Direct Academy vs All Star Galapuri 2-0

Serpong City Soccer School vs Salfas Soccer 2-0

Villa 2000 vs FU15FA Bina Sentra 2-1

Bhayangkara Tigaraksa FS vs Serpong Jaya 0-1

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Indonesia Junior League 2018 Gulirkan 3 Liga Usia Muda
Kompetisi usia muda, Mayapada Indonesia Junior League (IJL) kembali bergulir. Ini adalah tahun ketiga, kompetisi yang mempertandingkan kelompok usia U-9 dan U-11 digelar.Bertempat di Lapangan Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (11/2/2018), IJL 2018 diresmikan dan akan berjalan lebih semarak. Setidaknya ada 48 tim dan 963 pemain mengikuti kompetisi tersebut.Pada kompetisi tahun 2018 ini tak hanya mempertandingkan U-9 dan U-11 saja, tapi akan ada U-13 yang digelar pada bulan Juli atau sesudah kompetisi U-9 dan U-11. Kompetisi U-13 digelar hinggal Oktober."Ini tahun ketiga kami menggelar IJL, harapannya tentu saja kami ingin membantu perkembangan sepak bola usia muda dan tujuannya sudah pasti menyumbang pemain untuk timnas Indonesia," ujar CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis kepada Bolalob.[suggestedarticle=3]"Musim ini terasa berbeda dengan musim lalu dan jumlah kontestan juga meningkat. Belum lagi akan ada U-13 yang baru bergulir tahun ini," tambahnya.Untuk itu pihaknya ingin terus mengembangkan kompetisi yang berbasis akar rumput. Tak hanya penyelenggaraan, namun IJL pun meningkatkan kualitas kompetisi agar mutu sepak bola usia Tanah Air terjaga dengan baik."Proses mereka (klub dan pemain) untuk bisa masuk ke IJL 2018 pun sangat berat. Verifikasinya sangat berat, mulai dari rekam jejak SSB (sekolah sepak bola) hingga kesiapan orang tua-pelatih-manajemen," lanjutnya.Selain itu keterwakilan wilayah pun jadi salah satu faktor pendukung. Rezza ingin kompetisi kali ini lebih merata dan punya atmosfer persaingan yang ketat.Musim lalu untuk U-9, SSB Salfas Soccer Tangerang menjadi juaranya. Sedangkan pada kategori U-11, SSB milik eks timnas, Firman Utina, yakni FU15 Bina Sentra keluar sebagai juara.
  1219 kali
Firman Utina Mulai Jalani Peran Jadi Asisten Pelatih
Firman Utina mantan pemain timnas Indonesia, menjalani debut sebagai asisten pelatih dan klub yang ditangani tidak main-main, juara kompetisi Liga 1 2017, Bhayangkara FC.Pria yang musim lalu masih berstatus sebagai pemain tim yang berjuluk The Guardian itu, terlihat memimpin latihan bersama dengan pelatih Simon McMenemy di Lapangan National Youth Training Center, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Kamis."Ayo, ayo waktu satu menit lagi," teriak Firman Utina saat memimpin latihan perdana Bhayangkara FC. Para pemainpun langsung merespon teriakan yang dilakukan oleh asisten pelatih baru tersebut.[suggestedarticle=3]Meski menjalani debut, Firman Utina tidak canggung. Bahkan, pria yang banyak memperkuat tim besar di Indonesia langsung terlihat gesit dalam memberikan instruksi ke pemain.Saat dikonfirmasi usai latihan, Firman Utina mengaku lebih enak menjadi pemain jika dibandingkan dengan pelatih. Namun, kata dia, saat ini adalah waktu yang tepat untuk belajar menjadi seorang pelatih. Apalagi dirinya saat ini sudah mengantongi lisensi AFC C."Untuk status, sebenarnya saya belum tahu. Untuk sebagai pemain belum dipanggil. Tapi saya dipanggil manajemen untuk bantu-bantu (asisten pelatih)," kata mantan pemain Arema dan Sriwijaya FC itu, seperti dikutip antaranews.com.Saat ditanya, apakah tetap akan bermain pada Liga 1 2018, pria berusia 37 tahun itu mengaku peluangnya tipis mengingat Bhayangkara FC saat ini banyak memiliki pemain gelandang yang banyak dan kemampuannya bisa diandalkan. Dengan demikian persaingan bakal ketat."Saingan gelandang banyak, lebih baik jadi asisten. Pemain muda sangat bagus dan mereka lebih pantas. Kasih kesempatan ke pemain muda," kata pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara itu.
  1545 kali
Putuskan Gantung Sepatu, Ini yang Mulai Dijalani Firman Utina
Firman Utina, gelandang flamboyan yang pernah memperkuat timnas Indonesia dan beberapa klub besar tanah air, telah memutuskan gantung sepatu. Kini ia merajut karier baru. Apa itu?Mantan kapten timnas Indonesia ini sudah bulat memutuskan pensiun dari pemain sepak bola profesional. Alasannya sungguh mulia, ia ingin fokus pada pembinaan sepak bola usia dini.Firman yang merasakan pahit dan manisnya perjalanan karier sebagai pesepakbola, ingin menurunkan ilmunya kepada pemain muda dan menjadi seorang pelatih.[suggestedarticle=3]"Saya tidak mau terlalu fokus terus di bermain bola. Karena saya juga harus belajar, bagaimana menjadi seorang pelatih,"jelas Firman Utina yang terakhir ikut membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2017.Mantan pemain Persib Bandung ini sadar bahwa untuk menjadi seorang pelatih profesional tidak bisa instan. Ia akan memulainya dari bawah."Sebelum saya jadi pelatih profesional, saya harus belajar dulu membina anak-anak, sehingga saya dapat pengalaman dari bawah sampai ke atas," tutur Firman."Mudah-mudahan federasi sudah menghapuskan (regulasi pembatasan umur). Tapi saya merasa saatnya saya untuk membangun. Sudah saatnya saya membangun usia dini," tegas Firman.
  2249 kali
Egy Maulana Boleh Dicoba di Timnas Senior
Bakat Egy Maulana mulai tercium di panggung nasional dan internasional usai tampil di timnas Indonesia U-19 akhir-akhir ini.Egy bersama dengan rekannya di timnas U-19 sukses keluar sebagai peringkat tiga di ajang Piala AFF U-18 di Myanmar.Eks gelandang Timnas Indonesia, Firman Utina memiliki pendapat mengenai bakat yang dimiliki oleh Egy. Menurut pemain Bhayangkara FC itu Egy layak dicoba atau bermain untuk timnas senior."Jika Egy sudah memiliki pengalaman di luar, otomatis di tim nasional bisa ditularkan," ujar Firman Utina, seperti dikutip dari Viva.[suggestedarticle]Firman menilai bahwa Egy sama seperti rekannya yakni Bambang Pamungkas, yang melakoni debut di usia muda yakni 19 tahun untuk timnas senior."Memang saat ini Egy masih 17 tahun, tapi kalau lihat kualitasnya, layak masuk timnas senior. Buktinya Bepe, sapaan Bambang Pamungkas, saat usia 19 tahun sudah bermain di senior," ungkapnya. "Dia (Egy) punya permainan, tapi mungkin pelatih juga tahu persis cara menurunkan Egy, mungkin tidak 90 menit atau beberapa menit sebagai pengalaman dia saja," ujarnya.
  11141 kali
Mantan Kapten Timnas Indonesia Ini Berharap Garuda Asia Tak Dibubarkan
Timnas Indonesia U-16 berhasil lolos ke putaran final Piala Asia U-16 2018 di Malaysia. Pencapaian tersebut membuat Firman Utina berharap agar tim tak dibubarkan.Skuat Garuda Asia terbilang menakjubkan. Anak asuh Fakhri Husaini ini melangkah ke Malaysia dengan torehan sempurna, yakni sembilan poin dengan meraup semua pertandingan dengan kemenangan.Mantan kapten Timnas Indonesia, Firman Utina mengatakan bahwa tim yang ada sekarang sebaiknya dipertahankan.[suggestedarticle]Gelandang yang kini membela Bhayangkara FC itu menyebut target sebenarnya saat para pemain melangkah ke jenjang senior.“Sebetulnya ini bukan target mereka. Ini sebagai proses untuk melangkah ke depan,” ujar Firman Utuna kepada Bolalob, beberapa waktu yang lalu.[suggestedarticle]“Tim ini jangan dibubarkan dan harusnya terus diolah sebaik mungkin agar saat senior mereka sudah siap,” lanjutnya.Pemain 35 tahun itu pun berharap tim yang ada sekarang tetap dipertahankan. Ia ingin timnas U-16 menjalani proses pembinaan yang baik.“Tim ini jangan dibubarkan dan terus diolah sebaik mungkin. Kita butuh proses dan jangan banyak merubah sistem,” tandasnya.
  3873 kali
Bina Sentra Keluar sebagai Juara Indonesia Junior League 2017
Sekolah Sepak Bola (SSB) FU15 FA Bina Sentra keluar sebagai Indonesia Junior League AP 2 musim 2017. Bina Sentra juara usai mengalahkan SSB Astam Tangerang Selatan dengan skor 1-0.Pertandingan yang dilangsungkan di Lapangan Angkasa Pura II, Tangerang, Minggu (17/9/2017) itu berjalan ketat. Gol kemenangan Bina Sentra dicetak olhe M. Fikri. Bina Mutiara pun meraih gelar juara IJL 2017 di kategori U-11.Sedangkan di kategori U-9, SSB Salfas Soccer berhasil meraih kemenangan usai mengalahkan SSB Astam melalui drama adu penalti 2-3, setelah di waktu normal bermain imbang 1-1.[suggestedarticle]CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis, mengatakan gelaran kompetisi musim ini berjalan dengan baik. Ia pun senang melihat animo peserta dan semakin berkomitmen untuk meningkatkan terus kualitas IJL sebagai wadah kompetisi sepak bola usia dini di Indonesia.“Alhamdulilah terlaksana dengan baik. Animo peserta sangat baik, saat ini ada 30 tim. Tim SSB yang ikut juga punya tingkat modernisasi yang tinggi,” ujar Rezza kepada Bolalob.Rezza mengungkapkan di musim depan, IJL bakan meningkatkan kualitas dari segi regulasi dan juga kemungkinan bakal menambah kategori usia." Selanjutnya kami akan bertambah hingga sampai 78 SSB karena selain U-9 dan U-11, kami juga akan menggelar kelompok umur U-13," tambahnya.Selain juara dan runner-up, operator IJL pun memberikan trofi untuk kategori pemain terbaik dan top scorer.
  877 kali
Firman Utina Rasakan Sensasi Beda saat Jadi Pelatih SSB di IJL 2017
Pemain senior Firman Utina merasa deg-degan menjadi pelatih. Pemain yang kini membela Bhayangakra FC itu melatih FU15FA Bina Sentra di ajang Indonesia Junior League (IJL) 2017.Firman mengkomandoi Bina Sentra saat mengalahkan M’Private Soccer School (3-0) dan BMIFA (6-0) dalam babak playoff. SSB yang dikelola Firman Utina itu pun membuka peluang untuk melangkah lebih jauh di IJL musim ini,“Alhamdullilah saya punya waktu mendampingi anak-anak di babak play-off delapan besar IJL AP2 hari ini,” ujar Firman Utina.[suggestedarticle]“Anak-anak U-11 juga bermain bagus hari ini, enjoy dan menikmati jalannya pertandingan,” lanjutnya.Menariknya, Firman merasakan sensasi lain saat berada di pinggir lapangan saat menjadi pelatih. Ia merasakan betapa cemasnya melihat anak asuhnya bertanding di lapangan. “Jujur, mending jadi pemain daripada pelatih, deg-degan kalau jadi pelatih. Alhamdullilah jika mereka bisa mengerti sehingga saya dan tim pelatih sendiri puas jika Bina Sentra perlahan bisa berhasil,” tandasnya.Firman saat ini masih aktif bermain di Bhayangkara FC. Ia menjadi salah satu pemain senior yang tenaganya masih dibutuhkan The Guardian dalam mengarungi Liga 1.
  1563 kali
Ini Pemain Indonesia Panutan Egy Maulana Vikri
Nama Egy Maulana Vikri mencuri perhatian publik sepak bola nasional. Ternyata Egy memiliki tiga pemain asal Indonesia yang menjadi inspirasi baginya.Tiga pemain tersebut adalah Firman Utina, Boaz Solossa, dan Cristian Gonzales. Egy berharap dapat mengikuti jejak mereka dan menjadi andalan di Timnas Indonesia.[suggestedarticle]"Dari Indonesia, saya mengidolakan Firman Utina, Boaz, dan Gonzales," ujar Egy seperti dikutip dari CNN Indonesia."Mereka semua bermain bagus. Saya suka Firman Utina karena sifatnya, sementara Boaz karena dia sama-sama kidal seperti saya," lanjut Egy.Egy yang merupakan penggawa Timnas Indonesia U-19 kini telah ditarik ke tim U-22. Ia akan mengikuti pemusatan latihan di bawah arahan Luis Milla pada tanggal 30 Juni mendatang.
  10490 kali
Firman Utina Ingin Curi Poin Lawan Persipura
Persipura Jayapura akan menjamu Bhayangkara FC di Stadion Mandala, Jayapura, Jumat (12/5/2017). Anak-anak asuhan McMenemy bersemangat untuk mencuri poin.Bhayangkara sedang dalam tren positif jelang pertandingan melawan Persipura. Tim berjuluk the Guardian itu memenangi dua pertandingan terakhir dalam kompetisi Liga 1 2017.Harapan untuk meneruskan tren positif itu diungkapkan oleh sang kapten Firman Utina. Dia meminta dukungan doa agar menuai hasil maksimal. "Kami sudah tidak sabar untuk menantang Persipura. Mudah-mudahan hasilnya maksimal. Minta doanya saja," kata Firman.Semua pemain Bhayangkara FC dalam kondisi prima menatap laga itu. Termasuk Evan Dimad dan Putu Gede yang baru saja menyelesaikan training camp bersama timnas U-22."Semua pemain dalam kondisi bagus. Mudah-mudahan bisa mendapatkan hasil maksimal, " kata sekretaris tim Rahmad Sumanjaya.Saat ini Bhayangkara berada di peringkat empat klasemen, sementara Mutiara Hitam menempati empat strip di bawahnya. Pekan lalu Boaz Solossa dan kolega terpeleset di kandang Persib Bandung.
  752 kali
Alasan Bhayangkara FC Tunjuk Kapten Baru
Bhayangkara FC punya kapten baru. Manajemen klub berharap langkah ini dapat meningkatkan performa tim berjuluk the Guardian lebih baik di sisa musim Liga 1 2017.Melalui rapat singkat, manajemen memilih Firman sebagai kapten. Sebelumnya ban kapten Bhayangkara memang lebih sering disematkan kepada Indra Kahfi atau Otavio Dutra. Penunjukan mantan penggawa timnas itu untuk memimpin Evan Dimas cs bukan tanpa alasan.Firman dianggap mampu menunjukkan sikap sebagai seorang pemimpin. Gelandang berusia 35 tahun yang pernah membela sejumlah klub papan atas Indonesia itu dinilai punya segudang pengalaman yang bisa dibagi kepada pemain yang lebih muda.“Firman bisa ngemong anak-anak,” kata asisten manajer tim AKBP Sumardji. “Mudah-mudahan dengan Firman menjadi kapten tim, Bhayangkara FC meraih prestasi tertinggi,” lanjutnya.Dalam persiapan menghadapi Persegres Gresik United, skuat asuhan Simon McMenemy berlatih di lapangan Kelapa Dua, Depok, Jumat (5/4/2017). Jelang pekan kelima, Bhayangkara sudah menyiapkan strategi khusus. “Itu akan menjadi rahasia. Tapi main di kandang kami harus menang,” ujar McMenemy.
  2368 kali
1493974189384 tag