(Foto: Fajar)

Final Piala Presiden 2018 Akan Diramaikan oleh Via Vallen

Ajang Piala Presiden 2018 sudah memasukin babak akhir, dimana partai puncak dan perebutan tempat ketiga akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (17/2).

Laga ini akan mempertemukan dua tim terbaik yakni Bali United dan Persija Jakarta. Sementara untuk perebutan tempat ketiga ada PSMS Medan dengan Sriwijaya FC.

Tak hanya empat tim tersebut yang akan memanaskan SUGBK, namun jajaran artis ibukota juga disiapkan oleh pihak penyelenggara.



Salah satu artis yang diundang buat mengisi acara final tersebut adalah Via Vallen. Pedangsut berusia 26 tahun ini tengah menjadi viral karena memiliki hits berjudul Sayang.

"Ini adalah gelaran ketiga, penonton tv peningkatan. Baik penyisihan delapan besar dan semi-final. Siaran langsung mulai pukul 15.30, yakni perebutan tempat ketiga," kata Harsiwi Achmad, Direktur Programing SCM di Hotel Sultan, Kamis (15/2).

"Kemudian pada pukul 17.30 sampai dengan 18.30 ada hiburan rakyat. Mulai dari Via Vallen, Zaskia Gotik dan tujuh artis lain. Tarian tradisional dan modern juga kami siapkan," tambahnya.

Sementara, ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, menyebutkan penyanyi Endo Kondologit dan Tompi bakal membuka partai puncak ini. Mereka bakal menyanyikan lagu Indonesia Raya.

"Mereka menggambarkan Bhinneka Tunggal Ika, karena mewakili wilayah Barat dan Timur yang ada di Tanah Air," ucap pria yang karib disapa Ara tersebut.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Menpora: Wewenang Penggunaan SUGBK Ada di Pengelola
Menpora Imam Nahrawi menyayangkan kerusakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada laga fina Piala Presiden 201, Sabtu (17/2/2018). Namun Imam mempersilahkan stadion utama digunakan untuk kegiatan selain Timnas Indonesia.Dalam pertandingan final yang mempertemukan Persija Jakarta kontra Bali United, beberapa titik di stadion rusak akibat penumpukan massa.Imam mengatakan, memang idealnya SUGBK hanya digunakan untuk timnas. Namun pihak pengelola juga membutuhkan dana untuk merawat stadion tersebut per tahunnya.[suggestedarticle=3]“Kami paham bahwa renovasi GBK bersumber dari APBN, maka harus dirawat. Idealnya memang untuk timnas tapi kalau ada hajat besar ya kami harap maklum,” ujar Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/2/2018).“Secara penerapan regulasi kembalikan ke pengelola GBK, mereka yang punya wewenang dengan konsekuensinya lewat uang jaminan. Tapi pada prinsipnya, tidak boleh ada yang merusak fasilitas yang dibangun,” ia menambahkan.Pria asal Bangkalan, Madura itu juga menjelaskan bahwa tanggung jawab kerusakan sudah ditangani oleh panitia Piala Presiden 2018. Ia jika dipakai kompetisi Liga 1, maka tanggung jawan ada di PSSI dan operator.“Kalau Piala Presiden yang down paymentnya dan uang jaminannya dari panitia. Sedangkan nanti, jika digunakan Liga 1, bisa dari PSSI atau operator,” tandasnya.
  252 kali
Nominal Kerusakan Minim, Pengelola Langsung Perbaiki SUGBK
Pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sudah merincikan nominal untuk merenovsi kerusakan stadion usai Piala Presiden 2018 antara Persija Jakarta dan Bali United, akhir pekan lalu.Direktur Utama GBK, Winarto menyebutkan total renovasi tak lebih dari angka Rp 100 juta. Nominal tersebut sudah masuk hitungan dengan kontraktor stadion."Sudah ditaksir dan tak lebih dari 150 juta. Tadi pagi juga Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Umum), Basuki Hadimuljono sudah berkunjung dan memastikan angka," jelas Winarto kepada wartawan, Senin (19/2/2018)."Sebetulnya hitungan kontraktor Rp 100 juta, tapi PU membuat uang gerak maksimum Rp 150 juta. Ini semua diselesaikan hari Rabu, dan paling lama satu minggu selesai," tambahnya.[suggestedarticle=3]Winarto juga menyebutkan bahwa kerusakan itu sudah tertera dalam kontrak saat panitia Piala Presiden menyerahkan uang jaminan sebesar Rp 1,5 miliar."Uang jaminannya sudah masuk sejak 12 Februari lalu. Tidak ada lagi isu nilai kerugian dan uang jaminan,""Saat ini kita move on dan lakukan perbaikan. Sepak bola harus terus bergulir agar terus maju. Ini merupakan planning industri olahraga," tutupnya.
  897 kali
Anies Dicegah Beri Trofi ke Persija, Ketua SC Pilpres 2018 Minta Maaf
Ketua Steering Committe (SC) Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait akui ada kesalahan dalam hal protokoler saat penyerahan trofi Piala Presiden 2018.Dalam laga final tersebut, Persija menang 3-0 atas Bali United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (19/2/2018).Pria yang akrab disapa Ara akui salah karena tak mencantumkan nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat penyerahan trofi untuk Persija. Anies dihalangi oleh Paspampres saat akan turun mendampingi Presiden RI, Joko Widodo ke lapangan."Saya pihak yang paling bertanggung jawab atas nama-nama yang mendampingin Presiden Joko Widodo. Saya orang yang bertanggung jawab dengan kejadian itu," ujar Ara, Senin (19/2/2018)."Harusnya memang Pak Anies juga ikut penyerahan trofi. Hal itu dikarenakan saya kurang paham dengan protokoler pembangian hadiah," ia menambahkan.[suggestedarticle=3]Ara juga menambahkan bahwa ia bermain dengan logika. Menurutnya Anies bisa langsung ikut turun ke bawah, karena mewakili Persija sebagai Gubernur DKI Jakarta."Jadi jika di media sosial viral Pak Anies ditahan ke bawah. Itu karena salah saya, karena harusnya Pak Anies berikan hadiah untuk Persija. Saya mohon maaf kepada Presiden dan Gubernur DKI," tutupnya.Sesudah final, Anies Baswedan menerima semua tim Persija di Balai Kota, Minggu (18/2/2018). Selain beramah tamah, Anies juga merayakan juara bersama Jakmania, pendukung Persija.
  1844 kali
Meski Alami Kerusakan, Persija Dapatkan Lampu Hijau Pakai SUGBK
Partai final Piala Presiden 2018 memunculkan Persija Jakarta sebagai jawaranya, usai mengalahkan Bali United dengan skor 3-0.Dalam laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta itu, suporter Persija kedapatan merusak beberapa pintu dan pembatas stadion.Pihak Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK) sudah memantau bagian kerusakan stadion. Dimana pihak penyelanggara Piala Presiden 2018 siap bertanggung jawab akan kerugian tersebut."Kami tadi menaksir biaya kerusakan kurang dari Rp100 juta dan itu sudah tercover dari jaminan panpel Rp1,5 miliar. Jadi, itu sudah tertutup," ujar direktur utama PPK-GBK, Winarto.[suggestedarticle=3]Peluang Persija untuk memakai SUGBK di ajang Piala AFC pun sempat tanda tanya akibat ulah jail para suporter mereka.Namun Winarto menjelaskan peluang Persija memakai stadion itu tetap terbuka. Dimana Macan Kemayoran akan menggelar partai kandang melawan Tampines Rovers pada laga kedua grup H, 28 Februari mendatang."SUGBK kan memang kami siapkan untuk publik. Kami profesional saja, asal memang itu digunakan sebagaimana fungsinya. Terkait hal ini (izin penggunaan SUGBK oleh Persija) tentu kami nanti harus bicara dulu dengan panitianya (panpel Persija) terkait syaratnya yang harus dipenuhi seperti apa," jelasnya. Winarto memperkirakan proses perbaikan kerusakan yang terjadi setelah laga final, semalam, bisa berlangsung cepat. "Diperkirakan hari Rabu (21/2) sudah selesai perbaikannya. Taman tadi pagi juga sudah langsung diperbaiki secara bertahap," pungkasnya.
  1290 kali
Hiburan dan Romantika Perserikatan di Piala Presiden 2018
Sepak bola Indonesia pernah memiliki kompetisi yang bersifat kedaerahan. Jauh sebelum era profesional, sepak bola Indonesia dipenuhi dengan semangat fanatisme tiap daerah.Kita semua tahu bagaimana PSSI berdiri. 19 April 1930 menjadi tonggak sejarah, sepak bola Indonesia yang juga ikut berjuang menghadirkan kemerdekaan lewat jalur olah raga.Dahulu kekuatan sepak bola Indonesia memang dikenal dan terpusat di Pulau Jawa. Tak heran, klub-klub sepak bola dari tanah Jawa pun beridir. Tak hanya klub bikinan bangsa Belanda, tapi juga klub milik pribumi juga turut hadir.Gairah sepak bola di Indonesia memang sudah merasuki bangsa Indonesia sejak era 1920-an. Di Batavia (sekarang Jakarta), ada klub Rood-Wit Football en Cricket yang jadi stimulus berkembangnya sepak bola di kota pelabuhan itu.Tentu saja gairah sepak bola yang dihadirkan Rood-Wit bagi masyarakat Batavia meluas ke kota-kota lain. Bahkan, tahun 1915 sudah ada Makassar Voetball Bond (MVB) yang kini dikenal dengan PSM Makassar.Persaingan antar kota itu mulai terjadi pada tahun 1930, saat para pemuda dan tokoh terpelajar Indonesia mendirikan bond (perkumpulan) sepak bola yang membawa nama daerah.[suggestedarticle=3]Saat itu, ada VIJ (Voetballbond Indonesia Jacatra) dari Tanah Abang, Jakarta yang lahir pada tahun 1928. VIJ kini dikenal dengan nama Persija Jakarta.Sebelumnya tahun 1923 ada Vorstenlandsche Voetbal Bond (VBB) yang sekarang menjadi Persis Solo, hadir menjadi bond sepak bola bagi pribumi. Lalu lahir Persebaya Surabaya pada 1927.Belum lagi PSIM Mataram yang hadir di daerah Kesultanan Yogyakarta pada tahun 1929. Bond dari kota besar di Pulau Jawa lebih dahulu memainkan pertandingan sepak bola dalam format kompetisi.Sejak 1931, PSSI menggelar kompetisi antar daerah. Istilah Kampeonturnoi dipakai oleh PSSI untuk wadah persaingan sepak bola di Indonesia. Banyaknya anggota membuat format kompetisi terbagi dari Districtwestrij (daerah) dan Stedenwestrij (nasional).Dari distrik inilah beberapa persaingan terjadi. Tak hanya kota besar saja, ada tim kota lain yang juga berjuang mendapatkan jatah di steden.Ada saatnya PSIT Tjirebon atau Persitas Tasikmalaja tak mau mengalah dari Persib Bandung. Begitu juga dengan PPVIM Meester Cornelis (Jatinegara) tak ingin takluk dengan VIJ yang merupakan rival di Batavia Area.Mari kita melangkah ke Stedenwesterij. VIJ, Persib, Persis, SIVB (Persebaya), atau PSIM kerap menguasai persaingan di level atas. Dari steden itu, persaingan sudah mulai terbentuk.VIJ selalu bersaing dengan Persis Solo. Selain itu Persis juga punya rivalitas dengan PSIM sejak lama. Terutama jika kita berbicara teritori keduanya yang memang berdekatan.Persis juga memiliki rivalitas dengan SIVB. Keempat tim itu memang selalu panas jika sudah menyangkut persaingan di kompetisi. Namun, semua itu menjdi hiburan masyarakat Indonesia yang sudah mulai demam bola.Beranjak ke Indonesia merdeka. Tim-tim kuat era Perserikatan awal PSSI pun kembali bertemu dengan kekuatan yang berbeda. VIJ sudah merubah namanya menjadi lebih Indonesia, yakni Persija Jakarta. Tak hanya itu, Persija juga berisi pemain-pemain bintang kelas atas Indonesia.Persib Bandung punya generasi emas bersama dengan Omo dan Wowo. Persis Solo, punya Darmadi yang namanya melambung di Kota Solo. Lalu PSIM terus membangun kekuatan setelah hanya meraih sekali juara di Perserikatan awal, tahun 1932.Lalu pada tahun 1950, kekuatan sepak bola pun membuka tim-tim dari daerah lain, seperti dari Sumatera yang mulai membangun kekuatan sepak bolanya. Kota Medan punya PSMS yang berdiri pada 21 April 1950.Sayanganya seiring berjalannya waktu, Solo dan Yogyakarta mulai tertinggal. Kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan Medan menjadi poros sepak bola baru Indonesia.Selama empat era, yakni 1950-an, 1960-an, 1970-an, hingga 1980-an, poros tersebut terus 'berseteru' di kancah sepak bola Indonesia. Kelima tim itu banyak menyumbang pemain untuk timnas Indonesia.Pertarungan klasik antar daerah itu sempat meredup pada era 1990-an, tepatnya pada 1994. Penggabungan tim Perserikatan dengan klub dari Galatama (Liga Sepakbola Utama), menjadi salah satu faktornya.Penggabungan untuk membentuk Liga Indonesia itu membuat peta persaingan baru dengan antara Perserikatan dengan Galatama. Persebaya bisa bertarung dengan Arema Malang, lalu Persija bisa bertemu dengan Pelita Jaya Jakarta dan Persib Bandung bersaing berebut simpati masyarakat Jawa Barat dengan Bandung Raya.Waktu terus berjalan ke arah modernisasi. Tim-tim Perserikatan itu pun berubah menjadi klub dan meninggalkan gaya lama. Badan hukum pun dibentuk untuk mengelola semua elemen tim.Namun persaingan terus berlanjut, terutama untuk klub klasik yang sudah menjadi bagian sepak bola Indonesia sejak lama.Klub Perserikatan pernah mencapai era jayanya pada kompetisi Liga Indoensia periode 1994 hingga 2007. Sebanyak sembilan klub eks Perserikatan meraih gelar juara dan membenamkan klub eks Galatama.Era Indonesia Super League, klub eks Galatama dan klub modern mulai muncul dan memberi perlawanan kepada klub Perserikatan. Bahkan, klub besar seperti Persebaya, PSIS Semarang, dan PSMS sempat terdegradasi.Kompetisi saat ini pun dipenuhi klub-klub baru nan modern. Hal itu memang tidak salah, karena era industri terkini tak bisa ditolak oleh sepak bola Indonesia. Klub-klub baru seperti Bali United, Borneo FC, Kalteng Putra, Madura United sampai Mitra Kukar menjadi warna lain sepak bola Indonesia. Tak hanya modern, tapi pengelolaan mereka juga terbilang professional.Bali United menjadi contoh klub yang mandiri. Tak hanya mengandalkan dana dari penjualan tiket saja, tapi Serdadu Tridatu juga mempunyai bisnis lain untuk menghidupi klub. Sebut saja merchandise, media sosial, hingga kegiatan sponsorship lainnya.[pagebreak]Piala Presiden Sajikan Hiburan dalam Bentuk Reuni Perserikatan[/pagebreak]Piala Presiden 2018 sajikan hiburan dalam bentuk reuni PerserikatanTapi tahun ini, klub Perserikatan mulai menunjukkan tajinya. Persebaya, PSMS, dan PSIS kembali merasakan kompetisi kasta atas usai promosi ke Liga 1. Ketiganya berenuni dengan kawan lama Perserikatan yang masih bertahan di kompetisi atas sepak bola Indonesia.Piala Presiden 2018 sebagai ajang pramusim seakan menjadi wadah reuninya kembali klub eks Perserikatan. Tercatat ada sembilan klub Perserikatan yang mengikuti turnamen tersebut.Sembilan tim itu adalah, Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Perseru Serui, Persib Bandung, Persija Jakarta, PSIS Semarang, PSM Makassar, PSMS Medan, dan PSPS Riau.Tim-tim tersebut bermain dengan atraktif dan menghibur. Inilah poin dari hadirnya klub eks Perserikatan di Piala Presiden. Fanatisme dan gairah penonton kembali terlihat dengan reuni Perserikatan.Magnet tim Perserikatan seperti Persebaya, Persib, dan Persija menjadi daya tarik tersendiri. Berkat Piala Presiden romatika Perserikatan beserta pendukungnya kembali hadir.Bayangkan saja, 50.000 penonton hadir di Stadion Gelora Bung Tomo untuk melihat aksi Persebaya kontra Madura United. Lalu ingat pula persaingan Persib Bandung dan PSM Makassar di Grup C. Laga tersebut pun juga menyedot perhatian masyarakat Indonesia.Dulu, keduanya memang rival klasik. Era Wowo melawan Ramang, sampai Ajat Sudrajat versus Anshar Razak pun terngiang dalam ingatan dan cerita kedua pendukung klub tersebut saat ini.Masyarakat lagi-lagi disuguhkan pertandingan klasik di perempat final saat PSMS dan Persebaya bertemu. Kita bisa lihat beberapa tahun ke belakang saat keduanya pernah bertarung hebat di kompetisi 1971.Saat itu Ronny Paslah dkk, berhasil finish di atas Persebaya yang saat itu diperkuat Harry Tjong, Rusdi Bahalwan, dan Jacon Sihasale. Pada Piala Presiden 2018 kenangan duel tersebut kembali terngiang.Hasilnya, pertarungan ketat terjadi. Bajul Ijo dan Ayam Kinantan saling kejar skor di waktu normal, yakni 3-3. Pertandingan pun memasuki babak adu penalti. Anak-anak Medan pun melaju ke semifinal usai menang adu penalti 5-4.Langkah PSMS untuk ke final, terhalang oleh Persija Jakarta. Keduanya merupakan 'kawan lama' yang kerap bertemu dalam pertandingan penentu. Dalam kompetisi Perserikatan PSSI, baik Jakarta dan Medan selalu punya gengsi sendiri. Jakarta mengandalkan permainan teknik sedangkan Medan punya gaya rap-rap yang keras.Rivalitas keduanya sudah terjadi sejak era 1950-an. Era itu Persija terbilang tim kuat. Begitu juga dengan PSMS Medan yang mulai menyusun kekuatan di peta sepak bola Indonesia.Persija di Piala Presiden 2018 kali ini lebih superior dibanding PSMS. Klub yang identik dengan warna merah dan putih itu menang agregat 5-1. Pada leg pertama, Persija menang 4-1 dan leg kedua menang 1-0.Laga tersebut juga menjadi unjuk gigi Marko Simic, penyerang anyar Persija Jakarta. Hattricknya di leg pertama dan satu gol di leg kedua, membuat masyarakat Indonesia deman 'Super Simic'.Macan Kemayoran menjadi wakil klub Perserikatan yang melaju ke final. Persija menantang hadangan klub modern, Bali United. Serdadu Tridatu punya kekuatan yang menakutkan dengan tanpa kekalahan pada setiap pertandingannya.Final yang diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), menjadi puncak pertunjukan Piala Presiden 2018. Tidak bisa dipungkiri, final Piala Presiden 2018 adalah pertandingan terbaik dan menghibur di awal tahun 2018. Persija yang bermain di rumah mendapat dukungan penuh Jakmania dan warga Jakarta. Sedangkan Bali United tak gentar dan mendatangkan Semeton Dewata (pendukung Bali) ke ibu kota.Kedua tim bermain mengibur, begitu juga dengan kedua pendukung yang saling adu kreativitas. Jakmania membuat koreografi 'Glory' sebelum pertandingan, dan Semeton selalu militan meneriakan yel-yel penyemangat meski jumlahnya kalah banyak dari pendukung tuan rumah.Menariknya, tak ada gesekan berarti dari keduanya. Itulah yang membuat pertandingan berjalan seru dan menghibur. Persija melalui Super Simic membuat tribune SUGBK bergetar berkat dua gol spektakulernya. Sundulan dan salto Simic menjadi gol terindah yang tercipta di final.Belum lagi aksi selebrasi Novri Setiawan yang menghibur. Membuat suasana final layaknya pesta sepak bola Indonesia. Persija pun menang dengan skor 3-0 sekaligus membuat dahaga sepak bola Jakarta terobati dengan trofi juara yang terakhir kali mereka rasakan tahun 2001 di SUGBK.Lebih dari itu, Piala Presiden 2018 dan Persija berhasil membuat romantika Perserikatan hadir ke tengah-tengah masyarakat. Sebuah tim penuh sejarah yang melewati persaingan sengit di Piala Presiden.Romantika dalam kenangan Perserikatan akan sulit dilupakan. Sebuah hiburan yang tertuang di turnamen pramusim selalu dikenang oleh masyarakat. Bukan karena modernitasnya, tapi cerita sejarah dan gairah yang tertuang di Piala Presiden 2018.
  964 kali
Persija Jakarta Tetap Berpeluang Gunakan SUGBK
Kericuhan yang sempat terjadi di pertandingan final Piala Presiden 2018 ditakutkan memengaruhi izin pemakaian Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), bagi Persija Jakarta.Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama GBK, Winarto. Ia menyebut memang ada kerusakan saat pertandingan final Piala Presiden. Namun, kerusakan tersebut masih terbilang minim."Memang ada kerusakan di beberapa titik stadion dan taman, termasuk sampah. Untuk sampah yang berserakan sudah bersih kembali," jelas Winarto ketika dihubungi, Minggu (18/2/2018)."Kami tadi menaksir biaya kerusakan kurang dari Rp100 juta dan itu sudah tercover dari jaminan panpel Rp1,5 miliar. Jadi, itu sudah tertutup," tambahnya.[suggestedarticle=3]Sementara terkait peluang Persija memakai SUGBK tetap terbuka. Kericuhan yang terjadi dalam laga final tak pengaruhi keinginan Persija memakai SUGBK untuk Piala AFC ataupun Liga 1.Terdekat Persija berencana menggunakan SUGBK untuk pertandingan Piala AFC melawan Tampines Rovers, 28 Februari mendatang."Sejauh tidak digunakan untuk kegiatan Asian Games, tentu kita terbuka untuk perizinan. Untuk perizinan Persija tentu masih pembicaraan sekarang," tandasnya.
  705 kali
Dirut GBK: Kerusakan SUGBK Terbilang Minim
Kerusakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan saat pertandingan final Piala Presiden 2018 antara Persija Jakarta dan Bali United, Sabtu (17/2/2018) malam terbilang minim.Seperti diketahui beberapa oknum pendukung melakukan pengerusakan beberapa fasilitas dan infrastruktur, dalam laga yang dimenangi Persija dengan skor 3-0.Sehari sesudah final, PPKGBK langsung adakan pengecekan. Didapati beberapa fasilitas yang rusak di beberapa titik stadion termasuk di dalam komplek GBK.[suggestedarticle=3]Direktur Utama GBK, Winarto mengatakan ada beberapa kerusakan di tribune penonton. Namun ia mengatakan kerusakan tersebut terbilang minim.“Kerusakannya minim. Saya sudah cek dengan kontraktor dan jumlah kerugiannya di bawah 100 juta,” jelas Winarto ketika dihubungi, Minggu (18/2/2018).“Jadi deposit uang jaminannya yang Rp 1,5 miliar itu lebih dari cukup,” tambahnya.Dalam beberapa hari ke depan, PPKGBK akan melakukan renovasi pada fasiltas yang rusak sehingga bisa kembali digunakan untuk Asian Games dan Persja Jakarta di Piala AFC.
  1526 kali
Pelatih Bali United Ungkap Faktor Kekalahan Timnya
Bali United harus puas duduk sebagi runner up setelah menerima kekelahan telak 3-0 melawan klub Ibukota Persija Jakarta pada partai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2) malam, di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.Tiga gol tersebut tercipta lewat Marko Simic dan Novri Setiawan. Dimana Simic berhasil membuat dua gol pada pertandingan itu, menjadikan ia sebagai pemain terbaik dan juga Top Skor Piala Presiden 2018.Pelatih Bali United, Hans-Peter Schaller mengungkapkan faktor kekalahan timnya disebabkan kecerobohan saat tim lawan mendapatkan bola mati."Selamat untuk Persija, sayang sekali pada babak pertama kami melakukan beberapa kesalahan dan Persija mendapatkan tendangan bebas. Dari tendangan bebas Persija berhasil mencetak dua gol. Mereka kuat di beberapa area dan mereka punya pemain dengan kualitas seperti Šimić," kata Hans-Peter Schaller, pelatih Bali United dikutip dari Four Four Two.[suggestedarticle=3]Selain itu Kapten Bali United, Fadil Sausu berpendapat kekalahan Bali United dikarenakan Gol pertama dari Simic, membuat pemain Bali United menjadi tidak percaya diri."Menurut saya begitu. Ditambah juga The Jak sangat luar biasa juga sebagai suporter Persija. Gol cepat dari Šimić cukup memecah [permainan kami]," ujar kapten sekaligus gelandang Bali United, Fadil Sausu.
  1709 kali
Pembelaan Pelatih Bali United Usai Spasojevic 'Dimatikan' Bek Persija
Bali United gagal merengkuh trofi Piala Presiden 2018, usai dikalahkan Persija Jakarta 0-3 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (17/2/2018).Selain faktor penyerang Persija, Marko Simic yang menggila dengan dua golnya, salah satu kegagalan Bali United adalah tak berkutiknya Ilija Spasojevic.Sepanjang Piala Presiden, Spasojevic baru mencetak satu gol, yakni ke gawang Persija pada fase grup. Saat itu, Bali United menang 3-2 atas Persija.[suggestedarticle=3]Pada laga final, Spasojevic pun terkesan mati kutu berhadapan dengan tembok pertahanan Persija yang dikawal Jaimerson Xavier dan Maman Abdurrahman.Meski demikian, pelatih Bali, Hans-Peter Schaller membela anak asuhnya terkait dengan performa pada laga final."Spaso tetap bagus, standar permainan bagus. Secara umum tidak ada yang berubah dari permainannya," jelas Hans dalam sesi jumpa pers usai pertandingan.Pelatih asal Austria itu tak mengeyampingkan peran Marko Simic di kubu lawan. Hans menilai Persija bisa mencetak gol karena memiliki penyerang bertipe Simic dan bukan karena performa melempem Spaso."Marko Simic menjadi pembeda pada babak pertama. Pada babak kedua sulit untuk bangkit karena sedikit peluang untuk mencetak gol,""Tapi kami tetap memandang positif perjalanan di Piala Presiden, modal untuk Liga 1 dan Piala AFC," tandasnya.
  3612 kali
Dirut GBK Tak Kapok Stadion Utama Alami Kerusakan
Direktur Utama Gelora Bung Karno, Winarto menyikapi adanya kerusakan di stadion utama pasca gelaran final Piala Presiden, Sabtu (17/2/2018).Dalam laga tersebut, Persija menang dengan skor 3-0. Dua gol Marko Simic plus satu dari Novri Setiawan membawa klub kebanggaan warga Jakarta itu meraih trofi Piala Presiden 2018.Seperti diketahui ada beberapa titik kerusakan di pintu masuk akibat adanya ulah oknum pendukung sepak bola. Laga final tersebut mempertemukan Persija Jakarta dan Bali United.Winarto mengatakan pihaknya belum mengkalkulasikan kerugian dari kerusakan tersebut. Ia mengatakan pihaknya sudah ada kesepakatan dengan panitia Piala Presiden jika terjadi hal yang tidak diinginkan.[suggestedarticle=3]"Jadi kita tidak boleh menyerah memajukan industri olahraga hanya karena ada kerusakan. Malam ini (kemarin,red) semua akan diinvetariskan dan dihitung apa saja yang rusak," ujar Winarto selepas pertandingan."Jangan pernah menyerah, karena menonton sepak bola tidak akan sama dengan menonton di bioskop. Nonton sepak bola kalo tidak rame, ya tidak seru" lanjutnya.Meski demikian, Winarto mengapresiasi Jakmania (pendukung Persija) yang turut menjaga kampanye JagaGBK. Menrutnya, Jakmania sudah berperilaku luar biasa. Winarto juga menyebut tidak ada bentrokan yang berarti hingga pertandingan usai."Saya mengapresiasi kepada suporter terutama Jakmania mereka menunjukkan perilaku yang luar biasa. Jauh lebih baik walau masih ada kesalahan tapi jauh lebih kecil dibanding masa lalu," tandasnya.
  2056 kali
1518935401787 tag