(Foto: Bridge Views)

Tom Henning Ovrebo Buka-bukaan soal Chelsea Vs Barcelona 2009



Semifinal Liga Champions 2008-2009 menyajikan drama Chelsea vs Barcelona. Setelah menahan Barcelona 0-0 pada leg pertama di Camp Nou, Chelsea akhirnya tersingkir secara dramatis karena meraih hasil 1-1 pada leg kedua, di Stamford Bridge, 6 Mei 2009.

Pada leg kedua itu, Chelsea unggul lebih dulu melalui Michael Essien pada menit kesembilan. Chelsea mendapatkan keuntungan ketika bek Barcelona, Eric Abidal, diganjar kartu merah pada menit ke-66. Namun, Chelsea akhirnya kalah akibat gol Andres Iniesta pada menit ke-90+3.

Mengacu statistik, sepanjang laga leg kedua itu, Chelsea melepaskan empat tembakan akurat dari 13 usaha, dengan penguasaan bola 71 persen. Sementara itu, Barcelona melepaskan satu tembakan akurat dari 14 percobaan.

Kekalahan dramatis Chelsea pada 6 Mei 2009 itu juga tak lepas dari sejumlah keputusan wasit asal Norwegia, Tom Henning Ovrebo. Keputusan kontroversial itu antara lain memberikan tendangan bebas di luar kotak penalti untuk pelanggaran yang dilakukan bek Barcelona Dani Alves kepada Florent Malouda di dalam kotak penalti pada menit ke-23.


Pada menit ke-81 dan ke-95, bola mengenai tangan Gerard Pique dan Samuel Eto'o. Kedua kejadian itu terjadi di dalam kotak penalti, tetapi Chelsea tak mendapatkan hadiah penalti.

Kenangan tentang drama Chelsea vs Barcelona dan Ovrebo pada Mei 2009 itu kembali hangat menjelang pertandingan leg pertama 16 besar Liga Champions 2017-2018 antara Chelsea dan Barcelona, di Stamford Bride, Selasa (20/2/2018). Berkaitan dengan itu, Ovrebo yang kini tinggal di Oslo, bicara terang-terangan tentang "insiden" 6 Mei 2009 kepada Marca.



Berikut ini adalah kutipan wawancara Ovrebo dan Marca tersebut.

Apa yang Anda lakukan sekarang?
Saya tidak menjadi wasit lagi, meski ketika kolega membutuhkan saran terutama soal aspek mental, saya berusaha membantu. Namun, saya tak terlibat secara rutin.

Kenapa? Wasit top sering dimintai pendapat setelah mereka pensiun.
Saya baik-baik saja. Saya sudah bertahun-tahun bekerja (sebagai wasit) pada akhir pekan, menjadi wasit di mana saja. Sekarang, saya ingin punya waktu luang lebih banyak. Itu saja.

Mari kita langsung saja. Apakah Anda bangga dengan penampilan Anda pada 6 Mei 2009?
Tidak. Tidak sama sekali. Sungguh, itu bukan hari terbaik saya. Namun, kesalahan-kesalahan itu bisa dilakukan oleh wasit dan kadang kala juga dilakukan pemain atau pelatih. Ada hari di mana Anda tidak berada pada level yang seharusnya. Namun, saya tidak bisa bangga akan kinerja saya pada laga itu.

Apakah Anda melihat pertandingan itu secara penuh setelahnya?
Saya melihat pertandingan berulang kali dan saya belajar dari kesalahan. Namun, pertandingan itu terjadi bertahun-tahun lalu dan saya tidak perlu memperbaiki apa pun karena saya sudah tidak menjadi wasit. Saya hanya ingat pertandingan itu lagi ketika jurnalis seperti Anda mengingatkan saya lama jauh hari setelah itu terjadi. Saya tidak keberatan membicarakan itu karena itu adalah bagian dari karier saya.

Chelsea mengklaim mereka seharusnya mendapatkan empat penalti (pada 6 Mei 2009). Menurut Anda, apa kesalahan Anda yang paling serius?
Ada beberapa kesalahan dan setiap orang punya pendapat sendiri. Namun, saya tegaskan, para pemain dan pelatih juga bersalah dan tak ada yang terjadi. Saua bangga karena memiliki karier yang panjang, sempat merasakan berada di level elit Eropa, dan menjadi salah satu yang terbaik setidaknya di negeri saya. Itulah kenapa Anda tidak bisa mengingat saya atau karier saya hanya karena pertandingan itu, sekalipun, sayangnya, beberapa orang seperti Anda, mengingat saya karena pertandingan itu.

Itu adalah pertandingan semifinal Liga Champions...
Ya. Tentu saja itu adalah laga leg kedua semifinal dan semua orang tahu soal peristiwa yang mengejutkan itu. Hanya dari sudut pandang itulah bisa dipahami bahwa banyak orang mengingat saya karena satu hari di Stamford Bridge itu.

Anda ingat tentang handsball Gerard Pique dan Samuel Eto'o?
Tentu saja dan ya, itu adalah handsball. Saya mengambil keputusan di lapangan dan menurut saya, tak tak menarik untuk tahu soal apa yang saya pikirkan mengenai hal-hal yang sudah saya putuskan. Di sisi lain, saya mengerti bahwa orang berpikir lain mengenai keputusan-keputusan yang saya buat. Diskusi tentang itu tak akan ada habisnya.

Michael Ballack sempat memprotes Anda dengan sangat marah. Kenapa Anda tidak memberinya kartu merah?
Setelah pertandingan, mudah mengatakan kenapa Anda mengambil keputusan ini dan bukan keputusan lain. Bagi saya, yang penting adalah belajar dari kesalahan. Saya mengambuil keputusan tidak memberinya kartu merah. Itu saja. Sulit menjelaskan kenapa sejumlah keputusan diambil di lapangan dan bukan lainnya. Mungkin, itu karena tekanan atau pada saat itu, mungkin saja, Ballack melakukan protes di belakang saya dan saya tidak melihatnya. Bisa ada banyak alasan di balik setiap keputusan.

Apakah Anda merasakan tekanan, mengenai handsball Samuel Eto'o sesaat sebelum laga usai?
Tidak. Saya terbiasa menghadapi tekanan. Saat itu, Anda hanya melihat peristiwa itu secara berbeda. Itu saja.

Ovrebo mulai menjadi wasit sejak September 1992. Sejak 1994 hingga 2010, ia menjadi wasit berlisensi FIFA. Sepanjang berkarier sebagai wasit, Ovrebo memimpin 376 pertandingan. Dalam 376 laga itu, Ovrebo mengeluarkan 1004 kartu kuning, 31 kartu kuning kedua, dan 38 kartu merah.

Ovrebo, yang juga berprofesi sebagai psikolog, mendapatkan penghargaa wasit terbaik di Norwegia pada 2001, 2002, 2003, 2005, dan 2006. 
Tanya-Jawab Tom Henning Ovrebo Selengkapnya  
editTerakhir diubah:  20/02/18 - 00:39

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Nigeria Tundukkan Islandia, Argentina Punya Peluang Lolos
Nigeria meraih kemenangan 2-0 atas Islandia, pada pertandingan kedua Grup D Piala Dunia, di Volgograd, Jumat (22/6/2018). Dengan hasil itu, hanya Kroasia yang barus memastikan diri masuk 16 besar dari Grup D.Nigeria tidak menciptakan peluang pada babak pertama. Namun, mereka menciptakan kejutan pada babak kedua yang membuahkan gol dari Ahmed Musa pada menit ke-49. [suggestedarticle=3]Gol berawal dari umpan silang Victor Moses dari sektor kiri pertahanan Islandia. Musa sempat mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan yang masuk ke sudut kiri atas Islandia. Islandia belum menciptakan peluang, ketika Musa mencetak gol kedua pada menit ke-75. Gol berawal dari sebuah umpan panjang. Setelah menguasai umpan itu, Musa menggiring bola masuk kotak penalti.Setelah mengecoh kiper Hannes Thor Halldorsson yang bergerak untuk melakukan antisipasi, Musa melepaskan tembakan dari jarak dekat yang membuat bola bersarang di gawang Islandia.Islandia mendapat hadiah penalti pada menit ke-82, setelah pemain Nigeria Tyronne Ebuehi dinilai melanggar penyerang Islandia Alfred Finnbogason. Hadiah penalti diesekusi Gylfi Sigurdsson. Namun, bola tendangan Sigurdsson meleset dari sasaran.Sepanjang pertandingan, menurut catatan FIFA, Nigeria melepaskan empat tembakan jitu dari 16 usaha, dengan penguasaan bola 58 persen. Adapun Islandia melepaskan tiga tembakan jitu dari sepuluh percobaan.Dengan hasil itu, Nigeria naik ke posisi kedua dengan nilai tiga, atau kalah tiga angka dari Kroasia. Posisi ketiga dan keempat dihuni Islandia dan Argentina, masing-masing dengan nilai satu. Pada laga terakhir, Islandia akan melawan Kroasia di Rostov-On-Don, sementara Nigeria melawan Argentina di St Petersburg. Laga ketiga digelar bersamaa, yaitu pada Selasa (26/6/2018), pukul 01:00 WIB.Nigeria (3-5-2): Francis Uzoho; Leon Balogun, William Troost-Ekong, Kenneth Omeruo; Brian Idowu (Tyronne Ebuehi 46), Onyinye Ndidi, John Obi Mikel, Oghenekaro Etebo (Alex Iwobi 90), Victor Moses; Kelechi Iheanacho (Odion Ighalo 85), Ahmed MusaPelatih: Gernot RohrIslandia (4-4-2): Hannes Thor Halldorsson; Hoerdur Magnusson, Ragnar Sigurdsson (Sverrir Ingi Ingason 65), Kari Arnason, Birkir Saevarsson; Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Aaron Gunnarsson (Ari Skulason 87), Rurik Gislason; Alfred Finnbogason, Jon Dadi Bodvarsson (Bjoern Sigurdarson 71)Pelatih: Heimir HallgrimsonWasit: Matt Conger (Selandia Baru)[pagebreak]Video Nigeria 2-0 Islandia[/pagebreak]
  3960 kali
Buruk pada Babak Pertama, Nigeria Ungguli Islandia
Ahmed Musa mencetak gol yang membawa Nigeria unggul 1-0 atas Islandia, pada menit ke-49 pertandingan kedua Grup D, di Volgograd, Jumat (22/6/2018), pukul 22:00 WIB. Gol berawal dari umpan silang Victor Moses dari sektor kiri pertahanan Islandia. Musa sempat mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan yang masuk ke sudut kiri atas Islandia. [suggestedarticle=2]Gol itu merupakan buah dari peluang kedua yang diciptakan Nigeria sejak babak kedua dimulai. Peluang sebelumnya adalah tembakan akurat Oghenekaro Etebo yang diantisipasi kiper Hannes Thor Halldorsson.Performa Nigeria itu merupakan kejutan, mengingat pada babak pertama mereka mendominasi penguasaan bola, tetapi sama sekali tidak melepaskan tembakan. Catatan ini menjadi Nigeria tim pertama yang tidak melepaskan tembakan pada babak pertama pertandingan Piala Dunia sejak Korea Selatan melawan Aljazair pada 2014.Sepanjang babak pertama, Islandia melepaskan dua tembakan akurat dari lima percobaan, dengan penguasaan bola 40 persen. Sementara itu, Nigeria sama sekali belum menciptakan peluang. Nigeria (3-5-2): Francis Uzoho; Leon Balogun, William Troost-Ekong, Kenneth Omeruo; Brian Idowu, Onyinye Ndidi, John Obi Mikel, Oghenekaro Etebo, Victor Moses; Kelechi Iheanacho, Ahmed MusaPelatih: Gernot RohrIslandia (4-4-2): Hannes Thor Halldorsson; Hoerdur Magnusson, R Ragnar Sigurdsson, Kari Arnason, Birkir Saevarsson; Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Aaron Gunnarsson, Rurik Gislason; Alfred Finnbogason, Jon Dadi BodvarssonPelatih: Heimir HallgrimsonWasit: Matt Conger (Selandia Baru)
  341 kali
Nigeria Vs Islandia Sementara Imbang
Islandia dan Nigeria bermain imbang tanpa gol hingga akhir babak pertama pertandingan kedua Grup D, di Volgograd, Jumat (22/6/2018), pukul 22:00 WIB. Kedua kubu bergantian menyerang sejak awal. Namun, barisan belakang Islandia mampu mencegah lawan menciptakan peluang. [suggestedarticle=2]Di sisi lain, lini tengah dan depan Islandia beberapa kali mampu masuk kotak penalti Nigeria dan menciptakan peluang. Namun, penyelesaian akhir yang kurang terukur membuat usaha mereka tidak membuahkan gol.Pada enam menit pertama, misalnya, Islandia menciptakan dua peluang melalui Gylfi Sigurdsson. Namun, kiper Francis Uzoho bisa mengantisipasinya.Sepanjang babak pertama, Islandia melepaskan dua tembakan akurat dari lima percobaan, dengan penguasaan bola 40 persen. Sementara itu, Nigeria sama sekali belum menciptakan peluang. Nigeria (3-5-2): Francis Uzoho; Leon Balogun, William Troost-Ekong, Kenneth Omeruo; Brian Idowu, Onyinye Ndidi, John Obi Mikel, Oghenekaro Etebo, Victor Moses; Kelechi Iheanacho, Ahmed MusaPelatih: Gernot RohrIslandia (4-4-2): Hannes Thor Halldorsson; Hoerdur Magnusson, R Ragnar Sigurdsson, Kari Arnason, Birkir Saevarsson; Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Aaron Gunnarsson, Rurik Gislason; Alfred Finnbogason, Jon Dadi BodvarssonPelatih: Heimir HallgrimsonWasit: Matt Conger (Selandia Baru)
  299 kali
Piala Dunia 2018: Susunan Pemain Nigeria Vs Islandia
Nigeria vs Islandia akan melakoni pertandingan Grup D, di Volgograd, Jumat (22/6/2018), pukul 22:00 WIB. Jika Islandia menang, Islandia belum tentu lolos, sementara Nigeria pasti tersingkir.Jika Nigeria menang, mereka, Islandia, dan Argentina akan berebut satu tiket ke 16 besar pada laga terakhir. [suggestedarticle=2]Pada laga terakhir, Nigeria akan melawan Argentina di St Petersburg, sementara Islandia akan menghadapi Kroasia di Rostov-on-Don. Pertandingan ketiga Grup D akan digelar bersamaa, yaitu pada Senin (25/6/2018) atau Selasa dini hari WIB.Berikut ini adalah susunan pemain Nigeria vs Islandia:Nigeria (3-5-2): Francis Uzoho; Leon Balogun, William Troost-Ekong, Kenneth Omeruo; Brian Idowu, Onyinye Ndidi, John Obi Mikel, Oghenekaro Etebo, Victor Moses; Kelechi Iheanacho, Ahmed MusaPelatih: Gernot RohrIslandia (4-4-2): Hannes Thor Halldorsson; Hoerdur Magnusson, R Ragnar Sigurdsson, Kari Arnason, Birkir Saevarsson; Birkir Bjarnason, Gylfi Sigurdsson, Aaron Gunnarsson, Rurik Gislason; Alfred Finnbogason, Jon Dadi BodvarssonPelatih: Heimir HallgrimsonWasit: Matt Conger (Selandia Baru)
  338 kali
Jelang Lawan Nigeria, Islandia Doakan Kiper Lawan
Islandia dan Nigeria akan berhadapan pada pertandingan Grup D Piala Dunia, di Volgograd, Jumat (22/6/2018) pukul 22:00 WIB. Pada masa persiapan menghadapi laga itu, skuat Islandia mendoakan kiper Nigeria, Carl Ikeme, yang tidak bisa tampil pada Piala Dunia 2018 karena mengalami sakit leukemia.Melalui Instagram, penyerang Islandia Jon Dadi Bodvarsson, mengunggah foto timnas Islandia berkumpil dan menunjukkan jersey Islandia bernomor punggung satu bertuliskan nama Ikeme sebagai simbol dukungan. Bodvarsson pernah bermain bersama Ikeme di Wolverhampton pada 2016-2017.[suggestedarticle=2]"Kami semua di skuat Islandia bersamamu Carl Ikeme," demikian tulis Bodvarsson pada unggahannya itu."Ini adalah keluarga besar. Meski kami merupakan lawan di lapangan, tetapi ungkapan ini jauh lebih besar dari pertandingan sepak bola. Kamiu mengharapkan yang terbaik untuk Ikeme," ujar pelatih Islandia, Heimir Hallgrimsson.
  485 kali
Remaja Asia Bikin Sejarah di Piala Dunia pada Brasil vs Kosta Rika
Pengundian koin kick-off pertandingan Piala Dunia 2018 antara Brasil dan Kosta Rika, di St Petersburg, Jumat (22/6/2018), dilakukan dengan melibatkan remaja asal Pakistan, Ahmad Raza (15 tahun). Ini adalah kali pertama seorang warga negara Pakistan tampil untuk acara resmi di lapangan pertandingan Piala Dunia. Raza berasal dari Sialkot. Tiga generasi terakhir keluarganya dikenal sebagi penjahit bola untuk liga-liga profesional. Ahmad Raza dan ayahnya, Shabbir Ahmed, juga sangat menggemari sepak bola. Keterlibatan pada pertandingan Piala Dunia 2018 adalah impian yang menjadi nyata bagi mereka. Apalagi, Ahmed Raza juga merupakan penggemar Neymar.Perjalanan Ahmed Raza dari Sialkot ke Rusia akan difilmkan. Film dokumenter perjalanan Ahmed Raza dibuat oleh produser film SharmeenObaid-Chinoy. Film ini dijadwalkan rilis pada Juli 2018. Moments from today when Ahmed Raza got the opportunity for the toss, this made history ❤#FootballWithCocaCola pic.twitter.com/dwmjcNRz11 — Tayyab Memon (@TayyabMemon) June 22, 2018 15-year-old Pakistani teenager Ahmed Raza in conducting of the coin-toss for #BRA v #CRC match at the FIFA World Cup 2018 today. pic.twitter.com/GJAKMWWtx6 — Ahsan. 🇵🇰 (@imPakistaniLAD) June 22, 2018
  624 kali
Kroasia Menang 3-0, Argentina Terancam Tersingkir
Kroasia meraih kemenangan 3-0 atas Argentina, pada pertandingan Grup D Piala Dunia, di Nizhny Novgorod, Kamis (21/6/2018) atau Jumat dini hari WIB. Ini adalah kekalahan terbesar pertama Argentina sejak kalah 1-6 dari Cekoslowakia, pada 1958. Dengan hasil itu, Kroasia menguasai klasemen dengan nilai enam dari dua laga atau unggul lima poin dari pesaing terdekat, Islandia yang baru bermain satu kali.Argentina ada di peringkat ketiga dengan nilai satu dari dua laga. Posisi keempat dihuni Nigeria yang memiliki nilai nol dan menyisakan dua pertandingan. [suggestedarticle=2]Gol pertama Kroasia diciptakan Ante Rebic pada menit ke-53. Gol berawal dari sebuah umpan panjang ke arah Rebic. Seorang pemain Argentina yang mengawal Rebic lebih dulu menjangkau bola dan mengumpankannya ke Caballero.Caballero bereaksi dengan menendang bola. Namun, bola hasil tendangan Caballero masih masuk dalam jangkauan Rebic. Rebic menyambut bola dengan tendangan voli dan bola pun meluncur masuk gawang Argentina.Pada menit ke-80, Kroasia mendapatkan gol kedua dari Luka Modric. Gol Modric merupakan buah tembakan dari luar kotak penalti. Ivan Rakitic mengubah angka di papan skor menjadi 0-3 pada menit ke-90+1. Sepanjang pertandingan, Argentina melepaskan tiga tembakan jitu dari sepuluh percobaan, dengan penguasaan bola 58 persen. Adapun Kroasia melepaskan lima tembakan akurat dari 15 usaha.Argentina (3-4-3): Wilfredo Caballero; Nicolas Tagliafico, Nicolas Otamendi, Gabriel Mercado; Marcos Acuna, Enzo Perez, Javier Mascherano, Eduardo Salvio; Maximiliano Meza, Kun Aguero, Lionel MessiPelatih: Jorge SampaoliKroasia (4-2-3-1): Danijel Subasic; Ivan Strinic, Domagoj Vida, Dejan Lovren, Sime Vrsaljko; Marcelo Brozovic, Ivan Rakitic; Ivan Perisic (Mateo Kovacic 82), Luka Modric (Vedran Corluka 90), Ante Rebic; Mario MandzukicPelatih: Zlatko DalicWasit: Ravshan Irmatov (Uzbekistan)[pagebreak]Video Highlights Argentina 0-3 Kroasia[/pagebreak]
  8848 kali
Menit Ke-80, Luka Modric Tambah Masalah Argentina
Luka Modric mencetak gol yang membawa Kroasia unggul 2-0 atas Argentina, pada menit ke-80 pertandingan kedua Grup D Piala Dunia, di Nizhny Novgorod, Kamis (21/6/2018) atau Jumat dini hari WIB. Gol Modric merupakan buah tembakan dari luar kotak penalti. Jika kedudukan tidak berubah hingga akhir, Kroasia akan menguasai klasemen dengan nilai enam. Posisi kedua akan dihuni Islandia dengan nilai satu, sama dengan Argentina di peringkat ketiga. Posisi terakhir Grup D dihuni Nigeria dengan nilai nol. Argentina dan Kroasia sudah melakoni dua pertandingan, sementara Nigeria dan Islandia satu pertandingan.
  606 kali
Rekor Gol Cristiano Ronaldo Kalah dari 5 Perempuan Ini
Cristiano Ronaldo mencetak gol yang menentukan kemenangan Portugal 1-0 atas Maroko, pada laga kedua Grup B Piala Dunia, di Luzhniki, Moskwa, Rabu (20/6/2018). Dengan gol itu, Ronaldo menjadi pencetak gol internasional terbanyak dibanding pemain Eropa lain (85 gol).Rekor itu berlaku untuk pesepak bola pria asal Eropa. Secara umum, rekor pencetak gol terbanyak yang dibukukan pemain Eropa dibukukan oleh seorang perempuan, yaitu Birgit Prinz yang mencetak 128 gol untuk tim nasional Jerman.Selain Birgit Prinz, ada empat pemain perempuan asal Eropa yang membukukan lebih dari seratus gol pada level internasional, yaitu pemain Skotlandia Julie Fleeting (116 gol), pemain Italia Patrizia Panico (110 gol), pemain Italia Elisabetta Vignotto (107 gol), dan pemain Italia Carolina Morace (105 gol).[suggestedarticle=2]Bagi Ronaldo, dengan gol ke gawang Maroko itu, ia telah mencetak empat gol dalam dua laga perdana Portugal di Piala Dunia 2018. Gol-gol itu tercipta dari tembakan kaki kanan, kaki kiri, dan sundulan.Ronaldo pun menjadi pemain Portugal pertama setelah Jose Torres pada 1966 yang mencetak gol dengan kaki kanan, kaki kiri, dan kepala dalam satu edisi Piala Dunia.
  670 kali
Piala Dunia 2018: Susunan Pemain Argentina Vs Kroasia
Argentina dan Kroasia akan melakoni pertandingan kedua Grup D, di Nizhny Novgorod, Kamis (21/6/2018) atau Jumat dini hari WIB. Hasil selain menang bisa membuat Argentina terancam tersingkir, mengingat dua tim lain di Grup D, Islandia dan Nigeria, baru akan melakoni laga kedua pada Jumat (22/6/2018) pukul 22:00 WIB.Berikut ini adalah susunan pemain Argentina vs Kroasia:Argentina (3-4-3): Wilfredo Caballero; Nicolas Tagliafico, Nicolas Otamendi, Gabriel Mercado; Marcos Acuna, Enzo Perez, Javier Mascherano, Eduardo Salvio; Maximiliano Meza, Kun Aguero, Lionel MessiPelatih: Jorge SampaoliKroasia (4-2-3-1): Danijel Subasic; Ivan Strinic, Domagoj Vida, Dejan Lovren, Sime Vrsaljko; Marcelo Brozovic, Ivan Rakitic; Ivan Perisic, Luka Modric, Ante Rebic; Mario MandzukicPelatih: Zlatko DalicWasit: Ravshan Irmatov (Uzbekistan)[pagebreak]Takatik Bola[/pagebreak] Anda jago pengetahuan Sepakbola Dunia? Ikut yuk kuis ini berisi tebak-tebakan pertandingan Pesta Bola di Rusia. Dengan menebak pemenang dan menebak siapa yang bermain, kamu bisa bawa pulang Hadiah utama Motor Honda Vixion setelah Pesta Bola Selesai! Ayo Uji Naluri Kamu di Takatik Bola dan mainkan Takatik Bola dengan klik gambar dibawah ini!
  697 kali
1529601339041 tag