Bukan Ronaldo atau Messi, Flamini Pesepakbola Terkaya di Dunia


  •    Syukron Achmad
  •    24/03/18 - 17:30
  •    3.228

Bukan Ronaldo atau Messi, Flamini Pesepakbola Terkaya di Dunia
bbc.com

Majalah asal Amerika Serikat Forbes baru-baru ini menempatkan Mathieu Flamini sebagai pesepakbola terkaya di dunia abad ini. Aset kekayaan pemain asal Prancis itu bahkan mengalahkan dua mega bintang, yakni Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Aset yang dimiliki mantan tulang punggung Arsenal itu mencapai Rp206,3 triliun. Nilai tersebut berkali-kali lipat dari yang dimiliki Ronaldo (Rp8,4 triliun) dan Messi (Rp3,1 triliun).

Maka, timbul pertanyaan, dari mana sumber pendapatan Flamini sehingga memiliki aset sebesar itu? Yang jelas klubnya saat ini, Getafe, tidak mungkin mampu mengalahkan kekuatan finansial Real Madrid atau pun Barcelona. Meski pun sempat bersergam AC Milan, rasa-rasanya tak mungkin pemain asal Prancis itu mendapatkan aset sebegitu besar dari kariernya sebagai pesepakbola.

Baca Juga :


Rupanya aset ratusan triliun rupiah milik Flamini berasal dari kepiawaian bisnisnya di sektor bio kimia. Pesepakbola yang masih aktif itu memrupakan pemilik perusahaan mapan GF Biochemicals yang memproduksi levulinic acid (LA), yakni sebuah zat kimia yang mampu mengolah sampah menjadi bahan bakar.

Kesempatan bisnis tersbeut datang saat Flamini bermain untuk Milan atau tepatnya pada tahun 2008. Pada momen tersebut, Flamini bertemu dengan Pasquale Granata yang kemudian bersama-sama merintis bisnis bio kimia dengan brand GF Biochemicals. Dua huruf pertama mengacu pada kedua nama pemilik, yakni Granata dan Flamini (GF).

Selama tujuh tahun menjalani bisnis dan enggan mempublikasinya, Flamini akhirnya angkat suara tentang pekerjaannya di luar menendang bola pada 2015. Dia mengatakan bisnis sampingannya tersebut dalam sebuah sesi wawancara dengan The Sun.

"Selama tujuh tahun saya tak pernah memberitahukannya kepada siapa pun. Ketika saya hengkang ke Milan pada 2008 saya bertemu Pasquale, yang kemudian menjadi teman dekat saya dan kami selalu berpikir untuk melakukan sesuatu," ujarnya.



Diketahui, GF Biochemichal sejauh ini beroperasi dengan menggandeng Politeknik Milan untuk urusan riset LA. Kerja sama yang terjalani telah menghasilkan sebuah produk dan sudah dipatenkan. Keduanya biasa menyebut Departemen Energi Amerika sebagai satu dari 12 molekul potensial sebagai pengganti bahan bakar minyak bumi. Flamini mengklaim, GF Biochemicals yang didirikannya merupakan perusahaan pertama dan satu-satunya yang memproduksi LA dalam skala industri.

"Saya selalu dekat dengan isu soal alam dan penduli soal lingkungan, perubahan iklim dan pemanasan global. Pasquale juga memiliki minat yang sama, kami lantas mencari cara bagaimana bisa berkontribusi mengatasi masalah ini. Setelah beberapa saat kami pun menemukan soal Asam Levulinic," katanya.






Video Trending



Berita Terkait


1373460538000

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?