Throw Back: Saat Timnas Indonesia Dibantai Klub Yunani 10 Gol Tanpa Balas


  •    Rifqi Fadhillah
  •    11/04/18 - 20:00
  •    1.304

Throw Back: Saat Timnas Indonesia Dibantai Klub Yunani 10 Gol Tanpa Balas
twitter.com

Tentu masih terkenang dalam benak kita kekalahan telak yang membuat Timnas Indonesia tak berdaya saat berhadapan dengan tim dari Yunani.

Timnas Indonesia yang kala itu melakukan uji tanding melawan AEK Yunani pada Maret 1993, harus mengakui kedikdayaan tim lawan dengan skor 10-0.

Timnas kala itu diperkuat oleh Robby Darwis, Rochy Putiray, hingga Rahmad Darmawan.

Uji coba ini dilakukan niatnya sebagai persiapan timnas menghadapi Pra Piala Dunia dan SEA Games 1993 Singapura.

Namun, tidak imbangnya lawan tanding dari Timnas, menimbulkan sebuah pertanyaan besar kala itu.

Di babak pertama, Timnas Indonesia hancur dengan enam gol dari AEK Yunani. Ditambah lagi empat gol bersarang ke gawang Indonesia pada babak kedua. Total, sepuluh gol tanpa balas timnas Indonesia dipermalukan.

Baca Juga :


Banyak yang mempertanyakan, kenapa Indonesia bisa kalah dengan jumlah gol yang sangat besar tersebut.

Tentunya yang paling bertanggung jawab dengan hasil ini adalah Ivan Toplak, yang kala itu menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Keputusan dari Ivan memilih AEK Yunani sebagai lawan tanding, sebelumnya sudah dipertanyakan. Tapi, pelatih asal Yugoslavia tersebut mengatakan jika dirinya mempunyai kenalan di Yunani dan merasa cocok jika dijadikan lawan tanding timnas Indonesia.

halaman 2 dari 2
Kritik Keras Pelatih Selengkapnya  

Saat pertandingan berakhir dengan skor telak 10-0 untuk kemenangan AEK Yunani atas Indonesia, Sinyo Aliandoe langsung mengkritik kebijakan dari pelatih Indonesia, Ivan Toplak.

“Ivan Toplak tidak tahu kemampuan timnya sendiri,” kata Sinyo, yang merupakan mantan pemain dan pelatih Indonesia.

“Sebenarnya, kalah itu tidak apa-apa, tapi kok sampai 10-0,” tambahnya.

Benny Dollo yang bertindak sebagai Assiten pelatih timnas kala itu, mengungkapkan bahwa Indonesia kalah segalanya dari AEK Yunani.

“Waktu itu, para pemain kalah semuanya. Kecepatan dan fisik para pemain kurang memadai. Selain itu, cuaca dingin sangat memengaruhi,” kata Bennny ketika dihubungi medcom.id, Senin 9 April 2018.



Menurut pelatih yang biasa disapa Bendol itu, kekalahan tersebut jadi pelajaran untuk pertandingan selanjutnya. Dan terbukti, pada pertandingan selanjutnya melawan Panathinaikos junior, Indonesia hanya kalah 3-1, serta dilaga terakhir melawan Panathinaikos senior, timnas hampir imbang, meski pada akhirnya kalah dengan skor tipis 3-2.

“Setelah kekalahan 10-0, kita lakukan evaluasi. Hasilnya, kita kalah tipis pada uji coba selanjutnya,” tegas pelatih yang akrab disapa Bendol.

Baca Juga :


Memang cuaca di Yunani saat itu dapat mencapai suhu 11 derajat. Tentunya sangat berbeda jauh dengan iklim yang ada di Indonesia.

Bagi Rochy Putiray, yang saat itu ikut dalam laga timnas di Yunani, mengatakan bahwa cuaca dingin tidak membuatnya merasa tertanggu. Malahan, ia mengaku senang bermain bersama rekan setimnya dalam cuaca ekstrim seperti itu.

“Saya senang dengan cuaca dingin bisa bermain dengan baik dan menikmati pertandingan. Saat itu, bersama bang Robby (Darwis) cs, timnas masih kuat,” kata Rochy kepada medcom.id, Senin 9 April 2018.



Rochy menambahkan bahwa dalam ujicoba kala itu, menjadi ajang pembutian kepada para pemain untuk membuktikan kualitasnya serta dapat memetik pelajaran dari hasil yang didapatkan timnas Indonesia.

“Ketika itu, masa uji coba (di Yunani) semua pemain diberi kesempatan untuk bermain sekaligus untuk evaluasi diri,” sambungnya.






Video Trending



Berita Terkait


1576917002002

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?