(Foto: Bolalob)

Ternyata Tak Semua Pemain Naturalisasi Mendapat Restu dari PSSI

Naturalisasi tak menjadi fokus PSSI. Naturalisasi kini cukup menjadi hal kontroversi mengingat program tersebut terkadang dimanfaatkan klub Liga 1 untuk menggunakan pemain asing melebih kuota.

"Naturalisasi bukan program utama PSSI. Dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi, maka terobosan-terobosan harus dilakukan termasuk naturalisasi," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, di Jakarta, Kamis (12/4/2018).



Tapi PSSI tak punya wewenang untuk menolak naturalisasi pemain asing. Terlebih jika alasannya untuk menambah kekuatan Timnas Indonesia.

"Naturalisasi itu punya sejarah dan sebab yang bermacam-macam. Jika yang bersangkutan ingin menaturalisasi dirinya, PSSI tidak bisa menghalangi. PSSI punya inisiatif dengan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi, lalu ketika proses naturalisasi berjalan, ada sponsor yang membantu proses tersebut. Jadi ini tidak murni inisiatif tunggal PSSI," lanjutnya.

Tentu saja, maraknya naturalisasi bisa memperkecil kesempatan bermain pemain asli Indonesia di Liga 1. Klub-klub lebih suka memainkan pemain asing dan naturalisasi di posisi utama.

Belum lama ini, Sriwijaya FC menambah kekuatannya setelah Beto Goncalves dan Esteban Vizcarra menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Tak hanya dua pemain itu saja, beberapa pemain asing lainnya sudah antri untuk mendapatkan status WNI.

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Sempat Hampir Perkuat Timnas Indonesia, Pemain Ini Mapan di Liga Belanda
Ada yang ingat dengan Joey Suk? Ya, pemain asal Belanda ini sempat nyaris dinaturalisasi untuk menjadi Warga Negara Indonesia pada tahun 2011 lalu.Kala itu, Joey masuk ke dalam rombongan bersama Diego Michiels cs. Namun bila sahabatnya, Diego lancar menjadi WNI, proses Joey mengalami hambatan."Saya ketika itu memang sempat mengurus (proses menjadi WNI). Namun setelah itu tidak ada kelanjutan (dari PSSI)," ucap Joey kepada Bolalob. [suggestedarticle=3]Setelah itu nama Joey praktis hilang dari peredaran sepak bola nasional. Joey pun tetap berkarier sebagai pemain sepak bola di Belanda.Joey saat ini membela klub kasta kedua Belanda, Go Ahead Eagles. Musim ini ia punya catatan bagus bersama Go Ahead Eagles.Joey total tampil 35 kali di ajang Jupiler League. Memiliki posisi sebagai gelandang, Joey membuat tiga gol dan 10 assist.Sayangnya peringkat Go Ahead Eagles saat ini tidak sesuai harapan. Dari 36 pertandingan, Go Ahead Eagles mengumpulkan 37 poin dan ada di peringkat 17 klasemen sementara.
  1873 kali
DIARY: PSSI Ajukan Banding ke FIFA, Status Pemain Muda Indonesia di Klub Inggris Terjawab
PSSI mendapat sanksi FIFA usai gagal menghukum enam klub yang bersalah karena tunggakan gaji. PSSI pun segera mengimplementasikan hukuman FIFA kepada klub, khususnya Liga 2.Terkait Sanksi, PSSI Berupaya Banding dan Berikan Penjelasan ke FIFAArema FC menyatakan menerima keputusan Komisi Disiplin terkait sanksi yang diberikan. Arema FC harus menerima denda yang cukup banyak setelah para penonton berhasil menerobos masuk ke dalam lapangan saat laga melawan Persib, Minggu (15/4).Didenda Ratusan Juta Rupiah, Manajemen Arema FC Tak Akan BandingFIFA menjatuhkan sanksi denda kepada PSSI sebesar 3000 franc Swiss atau sekitar Rp 427 juta, pada Kamis (19/4/2018) atau tepat pada hari ulang tahun PSSI ke-88. Sanksi itu dijatuhkan karena PSSI dinilai tidak menjatuhkan sanksi pengurangan poin kepada enam klub Indonesia yang dinilai melakukan pelanggaran, sesuai yang diamanatkan FIFA. Pelanggaran yang dilakukan enam klub tersebut berkaitan dengan pasal 64 Kode Disiplin FIFA.Bukan Cuma PSSI yang Dapat Kado dari FIFA, Ini DaftarnyaPemain Indonesia keturunan Inggris, Jack Brown sempat tampil untuk tim West Ham United U-16 dalam sebuah laga uji coba melawan tim Swiss beberapa waktu lalu.Pemain Indonesia Ini Ungkap Kebenaran Statusnya di West Ham United
  2046 kali
TERPOPULER: Penjelasan Sanksi FIFA untuk PSSI, Kabar Mengejutkan dari Inggris
PSSI mendapat sanksi FIFA dengan denda sebesar 427 juta rupiah karena gagal menjatuhkan hukuman poin kepada enam klub yang menunggak gaji pemain.Ada Klub Liga 1, Ini Daftar Enam Klub yang Dapat Sanksi Pengurangan Poin dari FIFAKabar mengejutkan datang dari Arsenal. Manajer The Gunners, Arsene Wenger menyatakan mundur dari Arsenal setelah 22 tahun bersama tim yang identik dengan warna merah tersebut.Arsene Wenger Umumkan Mundur dari Arsenal di Akhir MusimCristian Gonzales sudah resmi tidak lagi menjadi bagian dari Madura United. Pihak klub resmi mencoret Cristian Gonzales dari skuad Madura United.Madura United Resmi Pecat Cristian GonzalesPelatih kepala Kensuke Takahashi mengistirahatkan tiga pemain senior dan memasukan beberapa pemain debutan di timnas futsal putri Indonesia.Pemain-pemain Debutan di Timnas Futsal Putri Indonesia Punya Potensi MenjanjikanKomisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada Arema FC terkait dengan kerusuhan saat laga kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, pekan lalu. Saat itu Aremania menyerbu masuk ke lapangan dan melukai pelatih Persib, Mario Gomez.Komdis PSSI Hukum Arema FC Ratusan Juta Rupiah
  902 kali
Belajar dari Insiden Choirul Huda, PT LIB dan PSSI Lakukan Perbaikan
Insiden Choirul Huda menjadi pembelajaran berharga untuk aspek medikal di kompetisi sepak bola di Indonesia. Agar tidak terulang, PT LIB kini memberikan tiga hal baru di bidang aspek medikal.Setelah mendapat teguran keras dari FIFA, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru akhirnya berusaha memperbaiki aspek yang berkaitan dengan keselamatan pemain di lapangan. Dilansir dari akun Instagram klub PSPS, berikut ini tiga aspek yang diperbarui oleh PSSI dan PT. LIB.[suggestedarticle=3]1. Menggelar workshop medical untuk semua Dokter Tim yg nantinya akan terdaftar yg sudah dilakukan beberapa bulan yg lalu di Jakarta. 2. Saat pertandingan, alat pacu jantung portable wajib diletakkan di meja wasit cadangan ditepi lapangan. Klub tuan rumah/Panpel yang lalai, lupa dll akan langsung dihukum kalah 0-3 tanpa bertanding. 3. Setiap klub wajib melampirkan dokumen Asuransi dan Pre-Competition Medical Assessment (PCMA) pada dokumen pandaftaran pemain.   PSSI dan PT. Liga Indonesia baru mendapat teguran keras dari FIFA perihal aspek medical setelah musim lalu terjadi insiden alm. Choirul Huda dalam lanjutan kompetisi profesional Indonesia. Tahun ini ada untuk memperbaiki aspek medical yang lebih baik. Kami melihat ada 3 hal baru yg dilakukan PT. LIB selaku operator Liga. Pertama, menggelar workshop medical untuk semua Dokter Tim yg nantinya akan terdaftar yg sudah dilakukan beberapa bulan yg lalu di Jakarta. Kedua, pada laga match Alat Pacu Jantung Portable yg selama ini diletakkan pada mobil Ambulance wajib diletakkan di meja wasit cadangan ditepi lapangan. Klub tuan rumah / Panpel yang lalai, lupa dll akan langsung dihukum kalah 0-3 tanpa bertanding. Dan ketiga adalah wajibnya setiap klub melampirkan dokumen Asuransi dan Pre-Competition Medical Assessment (PCMA) pada dokumen pandaftaran pemain. Untuk itu, seluruh para pemain PSPS Riau sudah melakukan medical tsb dan hasilnya akan dilampirkan pada pendaftaran pemain ke PT. Liga. @pssi__fai #PSPS #PSPSRiau #AskarBertuah #Liga2Indonesia A post shared by PSPS Riau Official (@pspsriauofficial) on Apr 17, 2018 at 1:17pm PDT Tiga hal tersebut diharapkan bisa diterapkan dengan baik oleh pihak klub untuk menghindarkan kejadian yang menimpa Choirul Huda. Kiper Persela tersebut harus meregang nyawa karena gagal mendapat pertolongan yang layak saat kondisi kritis.
  469 kali
Pesan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria untuk Perempuan Indonesia
Ratu Tisha Destria menciptakan sejarah dengan menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI. Tisha merupakan perempuan pertama yang menduduki jabatan Sekjen di organisasi sepak bola tanah air tersebut.Tisha terpilih menjadi Sekjen PSSI pada tanggal 8 Juli 2017. Ia ditunjuk oleh PSSI setelah melewati serangkaian tes mulai dari tes tertulis hingga tes wawancara.Tisha sendiri sudah lama berkecimpung di dunia sepak bola. Setelah menjadi manajer tim sepak bola SMA dan Kuliah, Tisha sempat mengikuti program FIFA Master pada tahun 2013. Tisha termasuk dalam 28 orang yang lolos seleksi FIFA dari 6400 pendaftar dari penjuru dunia.[suggestedarticle=3]"Kita, khususnya perempuan tidak boleh merasa berbeda di dalam hal pemikiran, aksi, kapasitan inteligensi, kemampuan manajerial, dan kemampuan teknis," ucap Tisha kepada Bolalob."Hal-hal seperti itu, sekali kita merasa diri kita berbeda dibanding yang lain maka itu malah akan mengurangi kompetensi kita yang sebenarnya nggak akan membangkitkan kepercayaan diri kita," lanjut Tisha.Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, Tisha pun mengirim pesan kepada seluruh perempuan Indonesia. Menurutnya perempuan tidak boleh merasa berbeda di bidang apapun."Jadi menurut saya jangan pernah merasa berbeda, karena sebetulnya di sekeliling kita masyarakat Indonesia secara umum sudah menerima bahwa bisa ada perempuan yang memang berkompetensi dan juga berkapasitas di posisi-posisi strategis. Jadi tinggal bagaimana perempuan itu sendiri membawa dirinya di dalam komunitas," jelas perempuan kelahiran Jakarta ini.Pesan Tisha untuk perempuan Indonesia dapat pembaca Bolalob saksikan dalam video di bawah ini:
  408 kali
Dapat Sanksi Komdis, Bhayangkara FC Protes Keras tentang Wasit
Bhayangkara FC mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi dijatuhkan untuk manajer tim AKBP Sumardji dan pelatih Simon McMenemy.Keduanya mendapat sanksi dari Komdis usai protes berlebihan pada saat laga kontra Perseru Serui, di Stadion Marora, 14 April lalu. Sanksi tersebut masing-masing Rp25 juta.Sumarji berikan komentarnya terhadap sanksi tersebut. Menurutnya, protes berlebihan dirinya dan Simon karena keputusan wasit yang merugikan timnya.[suggestedarticle=3]"Saya baru tahu ini. Tolong ini warning juga buat wasit, jadi jangan wasit itu memimpin pertandingan berpihak ke salah satu klub. Itu yang utama," ujar Sumardji saat dihubungi Bolalob, Jumat (20/4/2018)."Wasit itu harus berani ambil keputusan. Kenapa saya protes seperti ini? Karena harusnya pemain Perseru mendapat kartu kuning dan kita dapat penalti. Makanya wasit jangan takut sama tuan rumah," tambahnya.[pagebreak]Tak ajukan banding[/pagebreak]Meski demikian, Sumardji tak ingin lakukan banding ke PSSI. Ia akan membayar denda yang ditujukan kepada personel Bhayangkara FC."Kita bayar dendanya. Ini harus jadi bentuk perbaikan sistem. Kita protes berlebihan karena tidak sekali saja ini terjadi, tapi sudah berulang," tandasnya.Protes Sumardji dan Simon McMenemy berawal dari terjadi handsball di area kotak penalti lawan. Sepakan Paulo Sergio mengenai tangan Boman Bi Arie dan Kunihiro Yamashita, namun wasit tak memberik hukuman apapun kepada The Guardian. Hal tersebut membuat Simon McMenemy protes keras dengan menendang botol di pinggir lapangan yang berujung dengan sanksi Komdis PSSI.
  683 kali
Hasil Sidang Komdis PSSI Terbaru: Arema FC dan Bhayangkara FC Banjir Hukuman
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada Arema FC terkait dengan adanya kerusuhan laga kontra Persib, pekan lalu. Selain itu Bhayangkara FC juga mendapat dua sanksi dari Komdis.Panpel Arema FC menerima dua sanksi. Pertama adalah masuknya penonton yang menimbulkan kericuhan dan kedua adalah gagalnya Arema berikan rasa aman kepada tim Persib.[suggestedarticle=3]Denda untuk hukuman pertama adalah Rp250 juta, sedangkan denda kedua adalah Rp50 juta. Total Singo Edan mendapatkan denda sebesar Rp300 juta.Selain Arema, Bhayangkara FC juga terkena sanksi secara personal. Pertama adalah manajer tim Sumarji yang berperilaku tak sportif dan didenda sebesar Rp25 juta.Lalu yang kedua untuk pelatih Simon McMenemy. Pelatih asal Skotlandia itu melakukan protes berlebihan dengan menendang botol. Atas perilakunya itu, Komdis PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp25 juta.Selain Arema FC dan Bhayangkara FC, tim Persebaya juga mendapatkan denda. Bajul Ijo dinilai tak mampu mengontrol suporter yang sempat masuk ke lapangan.[pagebreak]Hasil Sidang Komdis PSSI, Rabu 18 April[/pagebreak]Berikut hasil Sidang Komite Disiplin, Rabu 18 April 2018: 1. Manager Bhayangkara FC Sdr. Sumardji- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018- Pertandingan: Perseru Serui vs Bhayangkara FC- Tanggal kejadian: 14 April 2018- Jenis pelanggaran: Protes berlebihan dengan melanggar azas fair play dan melakukan tindakan tidak sportif- Hukuman: Sanksi denda Rp. 25.000.000 2. Pelatih Bhayangkara FC Sdr. Simon McMenemy- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018- Pertandingan: Perseru Serui vs Bhayangkara FC- Tanggal kejadian: 14 April 2018- Jenis pelanggaran: Protes berlebihan dengan cara menendang botol dan memainkan bola yang seharusnya lemparan ke dalam untuk pemain Perseru- Hukuman: Sanksi denda Rp. 25.000.000 3. Panitia Pelaksana Pertandingan PS TIRA- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018- Pertandingan: PS TIRA vs Persebaya Surabaya- Tanggal kejadian: 13 April 2018- Jenis pelanggaran: Gagal memberikan rasa aman dan nyaman karena suporterPersebaya Surabaya memasuki area field of play- Hukuman: Sanksi denda Rp. 20.000.000 4. Persebaya Surabaya- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018- Pertandingan: PS TIRA vs Persebaya Surabaya- Tanggal kejadian: 13 April 2018- Jenis pelanggaran: Suporter Persebaya Surabaya memasuki area lapangan- Hukuman: Sanksi denda Rp. 20.000.000 5. Arema FC- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018- Pertandingan: Arema FC vs Persib Bandung- Tanggal kejadian: 15 April 2018- Jenis pelanggaran: Tingkah laku buruk penonton yang melakukan pelemparan botol dan sepatu ke area lapangan yang mengakibatkan pelatih Persib Bandung terluka, menyalakan flare, masuk ke area lapangan.- Hukuman: Sanksi denda Rp. 250.000.000 6. Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC- Nama kompetisi: Go-Jek Liga 1 2018- Pertandingan: Arema FC vs Persib Bandung- Tanggal kejadian: 15 April 2018- Jenis pelanggaran: Gagal memberikan rasa aman dan nyaman untuk kedua tim serta perangkat pertandingan.- Hukuman: Sanksi penutupan sebagian stadion pada bagian timur selama 2 (dua) pertandingan dan denda Rp. 50.000.000
  4091 kali
Bukan Cuma PSSI yang Dapat Kado dari FIFA, Ini Daftarnya
FIFA menjatuhkan sanksi denda kepada PSSI sebesar 3000 franc Swiss atau sekitar Rp 427 juta, pada Kamis (19/4/2018) atau tepat pada hari ulang tahun PSSI ke-88. Sanksi itu dijatuhkan karena PSSI dinilai tidak menjatuhkan sanksi pengurangan poin kepada enam klub Indonesia yang dinilai melakukan pelanggaran, sesuai yang diamanatkan FIFA. Pelanggaran yang dilakukan enam klub tersebut berkaitan dengan pasal 64 Kode Disiplin FIFA.Pada saat bersamaan, FIFA juga menjatuhkan sanksi kepada sejumlah lembaga sepak bola. Berikut ini adalah daftar lembaga sepak bola yang dihukum FIFA, sesuai pengumuman yang dilansir FIFA pada situs resminya, Kamis (19/4/2018).[suggestedarticle=3]1. Federasi Sepak Bola Qatar (QFA)Qatar dihukum denda 187.500 franc Swiss (sekitar Rp 2,669 miliar) karena terlibat dalam sejumlah kontrak yang memungkinkan pihak ketiga memengaruhi independensi klub. QFA juga dinilai gagal memasukkan informasi yang benar dan yang diwajibkan ke dalam sistem transfer internasional berkaitan dengan transfer tujuh pemain.2. Sporting CP Klub Portugal Sporting CP dikenai denda 110.000 franc Swiss (sekitar Rp 1,5 miliar) karena terlibat dalam dua kontrak yang memungkinkan pihak ketiga memengaruhi independensi klub dan gagal mendokumentasikan kesepakatan kepemilikan pihak ketiga dalam sistem transfer internasional. Sporting CP juga dinilai tidak menjalankan instruksi dan memasukkan informasi yang benar pada sistem transfer internasional.[pagebreak]SL Benfica[/pagebreak]3. SL BenficaKlub Portugal Benfica dikenai sanksi 150.000 franc Swiss (sekitar Rp 2,1 miliar) karena terlibat dalam dua kontrak yang memungkinkan pihak ketiga memengaruhi independensi klub.4. Rayo VallecanoKlub Spanyol Rayo Vallecano dikenai denda 55.000 franc Swiss (sekitar Rp 783 juta) karena terlibat dalam sejumlah kontrak yang memungkinkan pihak ketiga memengaruhi independensi klub. Rayo Vallecano juga dinilai tidak mendokumentasikan kesepakatan kepemilikan pihak ketiga dan tidak memasukkan informasi yang benar dan yang diwajibkan ke dalam sistem transfer internasional.5. Celta VigoKlub Spanyol Celta Vigo dikenai sanksi denda 65.000 franc Swiss (sekitar Rp 925 juta) karena terlibat dalam kontrak yang memungkinkan Benfica memengaruhi independensi klub (Regulasi Status dan Transfer Pemain, Edisi 2012) dan karena menggunakan dengan tidak benar sistem transfer internasional sebagai alat negosiasi.Sebagai catatan, mengacu pada kontrak yang melibatkan Celta Vigo, FIFA mencabut semua gugatan terhadap Benfica berkaitan dengan pelanggaran pada pasal 18bis RSTP (pengaruh pihak ketiga terhadap klub) karena Benfica tidak memberikan Celta Vigo kekuatan untuk memengaruhi independensinya dalam penerapan hal-hal yang berkaitan dengan transfer. Namun, Benfica dihukum dengan denda 15.000 franc Swiss (sekitar Rp 213 juta) karena menyalahgunakan sistem transfer internasional sebagai alat negosiasi.
  1014 kali
DIARY: FIFA Sanksi Klub Indonesia, Ada Wakil Asean di 16 Besar Liga Champions Asia
Komite Disiplin (Komdis) FIFA resmi menjatuhkan hukuman untuk PSSI. PSSI dihukum denda sebesar CHF 30.000 atau sekitar 427 juta rupiah karena dianggap gagal menjalankan perintah yang ditetapkan Komdis FIFA sebelumnya.FIFA Resmi Jatuhkan Hukuman untuk PSSIFIFA telah merilis hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) FIFA pada Kamis (19/4). Dalam rilis yang diterima Bolalob tidak hanya PSSI yang mendapat hukuman dari FIFA.Sanksi FIFA: Indonesia dan Laos Dihukum, Spanyol BebasLiga Champions Asia 2018 telah memasuki babak 16 besar. Hasilnya 16 tim terbaik di kawasan Asia akan bersaing untuk menjadi juara di ajang ini.Ada Wakil Asia Tenggara, Ini Daftar Klub di 16 Besar Liga Champions Asia 2018PSSI memasuki usia 88 tahun pada 19 April 2018. Induk organisasi sepak bola di Indonesia itu memasuki tantangan dalam area pembinaan.Harapan dan Fokus PSSI pada Ulang Tahun ke-88
  822 kali
Komdis PSSI Hukum Arema FC Ratusan Juta Rupiah
Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada Arema FC terkait dengan kerusuhan saat laga kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, pekan lalu. Saat itu Aremania menyerbu masuk ke lapangan dan melukai pelatih Persib, Mario Gomez.Imbas dari kerusuhan tersebut, manajemen Arema FC harus mendapat sanksi dari Komdis PSSI berupa denda yang cukup besar dengan dua putusan. Manajemen Arema menerima dua surat pada Kamis (19/4/2018) malam. Surat pertama benomor 022/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018 berisikan denda Rp250 juta akibat ulah suporter Aremania yang berperilaku tak baik dan menyebabkan pertandingan terhenti.[suggestedarticle=3]Lalu surat kedua bernomir 023/L1/SK/KD-PSSI/IV/2018 berisi keterangan tentang tingkah laku buruk panitia pelaksana pertandingan. Dalam surat tersebut dikatakan bahwa Panpel Arema gagal berikan rasa aman kepada tim tamu dengan terlukanya Mario Gomez di bagian kepala.Denda lainnya terjadi karena adanya cerawat dan turunnya penonton ke lapangan. Panpel Arema pun mendapat denda sebesar Rp50 juta untuk poin tersebut.Tak berhenti sampai denda, Komdisi pun memberikan sanksi lain kepada Arema. Panpel diharuskan menutup tribune di sisi timur Stadion Kanjuruhan untuk laga kontra Persipura (27/4/2018) dan PSM Makassar (13/5/2018).[pagebreak]Arema menerima putusan Komdis PSSI[/pagebreak]Media Officer Arema, Sudarmadji mewakili manajemen mengaku menerima sanksi tersebut. Tapi, manajemen Singo Edan akan berkirim surat kepada Komdisi PSSI terkait dengan mekanisme hukuman itu."Kami istikomah, cuma akan berkirim surat teknis menanyakan persoalan penutupan sebagian tribun timur yang dimaksud seperti apa teknisnya,” kata Sudarmaji. Kerusuhan Arema FC kontra Persib meluas saat pertandingan memasuki menit 90+3 dengan kedudukan imbang 2-2. Pertandingan pun berakhir sebelum wasit meniup peluit panjang. PT Liga Indonesia Baru berikan status selesai pada laga tersebut.
  1610 kali
1524193801690 tag