Bali United Bisa Saja Terusir dari Pulau Dewata


  •    Robert
  •    17/04/18 - 19:00
  •    4417

(Detik)

Tak hanya pemain Bali United yang mendapatkan sanksi dari komisi disiplin PSSI terkait pelanggaran di Liga 1 musim ini, namun manajemen klub juga mendapatkan sanksi denda akibat ulah suporter.

Sejumlah oknum suporter melakukan aksi protes dengan membakar tumpukan sampah kertas yang berserakan di tribun Stadion Kapten I Wayan Dipta pada laga melawan Perseru Serui beberapa waktu lalu. Sanksi denda sebesar Rp 80 juta pun dijatuhkan untuk Bali United.

Manajemen klub pun dengan berani memberikan sanksi kepada beberapa oknum suporter yang kedapatan melakukan hal ini. Tak tanggung-tanggung mereka pun dilarang tak boleh masuk ke stadion dalam 17 laga.

"Manajemen mengeluarkan sanksi (kepada fans) ini, dengan harapan agar semua fans tetap mendukung, agar selalu ada pertandingan yang digelar di Stadion Dipta Gianyar Bali," ujar CEO Bali United, Yabes Tanuri, seperti dikutip dari Tribun Bali.




Yabes Tanuri pun menyatakan bukan tak mungkin jika kejadian ini terulang Bali United tak boleh bermain di markas mereka, atau mendapat laga usiran tanpa penonton.

"Karena jika kejadian seperti ini (bakar di tribun penonton /tindakan anarkis lain) berulang, Kita bisa diusir dari Bali, tidak gelar pertandingan di Bali," kata Yabes Tanuri.

"Kalau bisa Kita saling membantu menjaga keamanan, karena tidak mungkin pihak keamanan melakukan pencegahan sendiri tanpa kesadaran dari dalam diri sendiri setiap fans dan penonton," jelas Yabes Tanuri.

Sebelumnya aksi membakar kertas saat pertandingan itu dilakukan suporter sebagai bagian dari protes kepada PSSI, karena merasa tim kesayangan mereka selalu mendapat perlakuan tak adil dari PSSI.







Berita Terkait


1537254601940

End of content

No more pages to load