Arema Vs Persib, Bonek, dan 4 Kerusuhan yang Lukai Sepak Bola Indonesia


  •    Tjatur Wiharyo
  •    19/04/18 - 10:30
  •    3244

Bolanet

Kerusuhan suporter mewarnai pertandingan Liga 1 antara Arema dan Persib Bandung, di Kanjuruhan, Minggu (15/4/2018). Pelatih Persib Bandung Mario Gomez cedera pada kepala. Sejumlah perangkat dan perlengkapan pertolongan pertama di stadion rusak sehingga tim medis kesulitan menangani suporter yang mengalami masalah pernapasan karena gas air mata polisi.

Mengacu pada sejumlah pemberitaan, insiden kerusuhan dipicu kekecewaan Aremania terhadap kepemimpinan wasit Arema vs Persib Bandung.




Sekitar sehari sebelum insiden kerusuhan Arema vs Persib itu, seorang pendukung Persebaya Surabaya, Micko Pratama, tewas diserang sejumlah orang di Banyuagung, sepulang mendukung Persebaya melawan PS Tira, di Bantul, pada Jumat (13/4/2018). Diduga penyerang adalah warga Solo yang kesal dengan tindikan rombongan bonek sebelumnya menjarang warung di kawasan tersebut.

Dua tragedi tersebut di atas memperpanjang daftar cerita kelam sepak bola Indonesia. Berikut ini adalah lima rekaman peristiwa menyedihkan dalam dunia sepak bola Tanah Air.

1. PSBK Blitar vs Persewangi Banyuwangi
Pertandingan bertajuk playoff khusus antara PSBK Blitar vs Persewangi Banyuwangi diwarnai sejumlah tindakan tak pantas. Pada sesi jabat tangan, pemain Persewangi Banyuwangi menolak berjabat tangan dengan pemain PSBK. Kiper PSBK sempat melakukan provokasi dengan mengatakan bahwa pemain Persewangi menolak berjabat tangan karena takut bertanding.

Pada menit ketiga, pemain Persewangi Didik Ariyanto dan Aditya Wahyudi menerima kartu merah karena terlibat keributan. Dan, pada menit ke-15, sembilan pemain Persewangi melakukan aksi buka baju di depan wasit, setelah Deki Rolias Candra

menerima kartu kuning kedua pada menit ke-15. Aksi buka baju itu membuat laga terhenti lebih dari sepuluh menit.

Selepas menit ke-80, sejumlah keributan terjadi. Mulai dari tawuran antar-pemain, ofisial tim masuk lapangan, hingga protes keras dari pemain Persewangi terhadap wasit. Pertandingan sempat tertunda 20 menit dan pengawas pertandingan berinisiatif mengganti wasit utama dengan wasit cadangan.

2. Insiden Noh Alam Shah pada Laga Arema Vs Persela Lamongan
Penyerang Arema Noh Alam Shah melanggar bek Persela FX Yanuar, pada lanjutan Liga Super Indonesia 2009-2010, yang dimenangi Arema 2-1, Selasa (4/5/2010).

Noh Alam Shah kemudian merangkul Yanuar dari belakang untuk mengungkapkan permintaan maaf. Namun, Yanuar menilai lain dan menyikapi rangkulan Noh Shah Alam dengan menyikut Noh Shah Alam. Noh Shah Alam kemudian tampak memegangi mulut.

Noh Alam Shah kemudian diusir dari pertandingan. Saat berjalan menuju kamar ganti, Noh Alam Shah berusaha mengejar Yanuar. Namun, bentrokan bisa dicegah oleh petugas keamanan.

3. Persib Bandung vs Persija Jakarta
Pendukung Persija Jakarta dan Persib Bandung punya sejarah rivalitas panjang. Aksi intimidasi terhadap tim lawan beberapa kali dilakukan oleh pendukung kedua kubu, misalnya pada laga tandang Persija ke Persib pada kompetisi Liga 1, 22 Juli 2017.

Pada laga itu, pendukung Persib melakukan pelemparan. Akibat peristiwa itu, panitia pelaksana didenda Rp 130 juta dan dilarang hadir di stadion sebanyak lima kali.

4. PSIR Rembang Vs Persis Solo
Suporter PSIR dan Persis saling lempar barang dan menerobos masuk lapangan, saat tim kesayangan mereka bertanding, pada pertandingan Grup 4 Liga 2, di Stadion Krida, Rembang, Minggu (16/7/2017). Insiden tersebut membuat Persis Solo menolak melanjutkan pertandingan.

Panitia pelaksana pertandingan PSIR didenda RP 10 juta. Persis Solo dinyatakan kalah walk out (0-3), dihukum pengurangan poin 3, dan didenda Rp 100 juta. Komisi Disiplin PSSI juga menjatuhkan sanksi larangan menonton di stadion sebanyak dua kali.







Berita Terkait


1586181602566

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?