(Foto: bolalob)

Inilah Hasil Matchday Terakhir WPFL 2018

Women Pro Futsal League 2018 telah memasuki hari terakhir pada Minggu (22/4) di GOR ITB Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Jaya Kencana Angels menutup kiprahnya di liga dengan kemenangan telak atas Muara Enim United yang membuat mereka meraih peringkat ketiga klasemen. Sedangkan UPI memastikan gelar juara setelah mengalahkan Netic Cibinong di pekan terakhir.

Berikut hasil Matchday 28 WPFL 2018:

Muara Enim United 1-8 Jaya Kencana Angels




Netic Ladies Cibinong 0-10 UPI Bandung

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(1)


Rekomendasi



Berita Terkait


SKN FC Kebumen Tim Pro Futsal League 2019 Pertama Rekrut Pemain Baru
SKN FC Kebumen mengumumkan satu rekrutan barunya 15 hari pasca menyelesaikan laga Pro Futsal League 2018.Efrinaldi, eks kapten SKN FC Kebumen asal Sumatera Barat, menjadi rekrutan pertama SKN FC Kebumen untuk mempersiapkan diri jelang Pro Futsal league 2019. Padahal PFL 2019 baru akan bergulir tujuh bulan lagi atau pada Desember 2019 mendatang.[suggestedarticle=3]Ini membuat SKN FC Kebumen menjadi tim peserta PFL 2019 pertama yang merekrut pemain baru. Efrinaldi dikontrak satu tahun oleh tim wakil runner-up PFL 2018 ini. Itu berarti dirinya juga bakal memperkuat tim runner-up PFL 2018 ini di ajang AFF Futsal Club Championship 2018 15-21 Juli mendatang.Beberapa pemain kabarnya juga sudah akan dikontrak oleh SKN FC Kebumen untuk persiapan berlaga di AFF Futsal Club Championship 2018.   Perkenalkan, anggota baru tim kami, Efrinaldi! . Efrinaldi akan memperkuat SKN FC dikontrak Mei ini, hingga Pro Futsal League 2019 mendatang! . #sknfc #sknfckebumen #sknistimewa A post shared by SKN FUTSAL CLUB KEBUMEN (@sknfckebumen) on May 21, 2018 at 6:29am PDT
Resmi! SKN FC Kebumen Gaet Pemain Sumbar Eks Kapten APK Samarinda
SKN FC Kebumen membuat gebrakan usai liga. Bisa dibilang mereka menjadi tim pertama yang merekrut pemain baru jelang bergulirnya Pro Futsal League 2019 mendatang.Rekrutan pertama SKN FC Kebumen adalah pemain asal Sumatera Barat yang merupakan mantan kapten tim APK Samarinda, Efrinaldi. Sebelum memperkuat APK Samarinda, Efrinaldi pernah bermain untuk Bie The Great dan tim futsal IPC Pelindo II Jakarta.[suggestedarticle=3]Musim ini meski APK Samarinda terdegradasi, Efrinaldi menjadi salah satu pemain penting dalam skuat tersebut.Efrinaldi akan memperkuat SKN FC Kebumen mulai Mei ini hingga laga Pro Futsal League 2019 mendatang. Itu berarti dirinya juga bakal memperkuat tim runner-up PFL 2018 ini di ajang AFF Futsal Club Championship 2018 15-21 Juli mendatang.   Perkenalkan, anggota baru tim kami, Efrinaldi! . Efrinaldi akan memperkuat SKN FC dikontrak Mei ini, hingga Pro Futsal League 2019 mendatang! . #sknfc #sknfckebumen #sknistimewa A post shared by SKN FUTSAL CLUB KEBUMEN (@sknfckebumen) on May 21, 2018 at 6:29am PDT
Penyelenggaraan Kompetisi Futsal: Indonesia Sudah Maju, Iran Masih Tertidur
Timnas futsal Iran, baik pria maupun wanita, boleh dikatakan menjadi yang terbaik di Asia saat ini. Namun untuk iklim kompetisi futsal di dalam negeri, mereka jauh tertinggal, bahkan dari Indonesia sekalipun.Pernyataan tersebut merupakan pengakuan dari pemain senior asal Iran, Farhad Fakhimzadeh. Farhad dipinjamkan dari tim Iran, Mes Sungun, untuk bermain bersama Vamos selama dua bulan sejak Maret lalu. Bersama Vamos, pemain yang berposisi pivot ini berhasil meraih gelar juara."Semua liga di Indonesia disiarkan secara streaming dan di televisi. Bahkan federasi mereka membantu pendanaan klub dalam soal akomodasi. Liga di Indonesia punya 16 tim, mungkin secara teknis mereka kurang baik, tetapi soal fasilitas dan sponsor mereka sangat bagus. Selain dari Iran, ada pemain asing dari Thailand, Jepang, Belanda dan Brazil yang bermain di sana," ungkap Farhad kepada Fut5al.ir[suggestedarticle=3]Farhad bahkan mengakui, futsal di Indonesia sangat maju dibandingkan futsal di Iran yang menurutnya masih berjalan di tempat. Beberapa masalah memang tengah menghinggap kompetisi di Iran, salah satunya krisis finansial klub pesertanya."Indonesia sudah lebih maju kompetisi futsalnya. Sedangkan Iran, kami masih tertidur. Liga akan dimulai pada Juli, tapi belum jelas berapa tim yang ikut serta. Bakat futsal dan kemampuan teknis di Iran sangat bagus, tetapi secara finansial, Indonesia sudah lebih maju," tuturnya.[pagebreak]Industri Futsal Berkembang Pesat[/pagebreak]Farhad juga mengetahui Industri futsal di Indonesia cukup berkembang pesat dilihat dari banyak mereka dan usaha yang berkecimpung di olahraga ini yang juga mampu menyejahterakan para pemain futsal."Setiap pemain di Indonesia bahkan bisa mendapat sponsor. Klub mendapat sponsor dan menerima bayaran. Setiap hari saya mengetahui ada pemain yang mendapat 'endorse' dari toko online untuk mempromosikannya di Instagram dan bisa menghasilkan uang. Di Iran, kami punya kondisi yang buruk yang bahkan berdampak pada kesulitan pemain di timnas," ungkapnya.[suggestedarticle=2]Farhad berharap Iran meski punya timnas yang tangguh, bisa belajar cara mengelola kompetisi dari negara-negara seperti Indonesia."Indonesia bahkan belum mampu bermain di kancah Asia dan bahkan gagal mengalahkan Myanmar tahun lalu. Tapi mereka punya fasilitas dan kemauan untuk memajukan futsal di negaranya," pungkas Farhad.
  301 kali
Pasca Juara di Indonesia, Ali Abedin Dapat Tawaran Gabung Tim Tiongkok dan Uni Emirat Arab
Dua bulan bermain bersama Vamos Mataram di Indonesia, Ali Abedin berhasil mempertahankan raihan yang juga direngkuhnya musim sebelumnya dengan menjadi juara Pro Futsal League.Pasca meraih gelara PFL 2018, Ali kembali ke Iran sambil menunggu nasibnya mendatang. Menurut Ali, dirinya mendapat tawaran main dari klub Tiongkok dan Uni Emirat Arab untuk bermain di kompetisi negaranya.[suggestedarticle=3]"Saya saat ini berada di Iran dan saya punya dua penawaran bagus dari Tiongkok dan Uni Emirat Arab," ujar Ali dilansir Fut5al.irMeski begitu, Ali berharap bisa tetap bermain di dalam negeri. "Saya memang lebih memilih bermain di liga Iran karena tujuan saya lebih penting dari pada uang. Saya mendapat beberapa penawaran bagus dari tim liga Iran. Insha Allah saya akan memutuskanya beberapa hari ke dapan," tandasnya.Selain itu juga belum dapat dipastikan apakah Ali bermain bersama Vamos Mataram pada AFC Futsal Club Championship 2018 pada 1-12 Agustus mendatang.
  259 kali
Penggawa Iran Ini Dipastikan Tak Perkuat Vamos Mataram di AFC Futsal Club 2018
Peluang Farhad Fakhimzadeh untuk memperkuat Vamos Mataram di ajang AFC Futsal Club Championship 2018 dipastikan tertutup.Farhad dipinjamkan dari tim Iran, Mes Sungun, untuk bermain bersama Vamos selama dua bulan sejak Maret lalu. Bersama Vamos, pemain yang berposisi pivot ini berhasil meraih gelar juara. Mes Sungun sendiri merupakan juara Liga Futsal Iran dan bakal mewakili negara Persia tersebut di AFC Futsal Club Championship 2018.Dalam wawancaranya dengan media futsal lokal, Farhad mengatakan tidak akan memperkuat Vamos di AFC Futsal Club karena kebijakan dari timnya.[suggestedarticle=3]"Sebenarnya saya ingin bermain bersama Vamos di Asia, namun ada kebijakan dari Mes Sungun di mana saya harus memperkuat wakil Iran di AFC Futsal Club Championship 2018," ungkap Farhad.Meski begitu, nasibnya di Mes Sungun di liga musim depan juga belum pasti karena Farhad masih menunggu pembentukan tim dan penunjukan pelatih baru."Saya belum ada pembicaraan kontrak untuk musim depan. Kami menunggu siapa pelatih Mes Sungun untuk musim depan," tandasnya.Vamos Mataram sendiri tergabung di grup A bersama Nagoya Oceans Jepang, Dalian Yuan Dinasty Tiongkok dan Victoria University College Myanmar.
  428 kali
Ali Abedin Rasakan Ketatnya Pro Futsal League 2018
Ali Abedin mengaku senang bisa kembali bermain di Indonesia bersama Vamos, dan kembali meraih gelar juara Pro Futsal League tahun ini.Menurut pemain asal Iran tersebut, kompetisi futsal di Indonesia musim ini lebih ketat dari sebelumnya. Ini karena tim-tim yang cukup berambisi hingga mendatangkan pemain asing. Tercatat ada 11 pemain asing yang berlaga di PFL musim ini.[suggestedarticle=3]"Saya senang bisa kembali ke Iran lagi dengan titel juara bertahan dan membuat nama Iran bangga di negara lain. Semua orang di Iran harus tahu bahwa liga di Indonesia sangat luar biasa dan menantang," ungkapnya dilansir Fut5al.ir"Semua tim menggunakan pemain asing dengan kualitas bagus dari Brazil, Thailand, Jepang dan Belanda. Namun saya bersyukur liga di Indonesia berakhir baik buat saya. Suatu pengalaman berharga juga bermain dengan Farhad Fakhim di Indonesia," ujarnya.Ali berharap suatu saat bisa kembali bermain di Indonesia dan membawa tim ini meraih gelar juara.
  257 kali
Farhad Fakhimzadeh Senang Dapat Banyak Pengalaman di Indonesia
Farhad Fakhimzadeh, mengaku senang mendapat banyak pengalaman bermain di Indonesia bersama Vamos Mataram. Waktu dua bulan buatnya dirasa cukup untuk memberi penilaian akan kemeriahan suasana kompetisi futsal di Indonesia.Kepada media futsal Iran, Fut5al.ir, pivot Mes Sungun ini menceritakan pengalamannya bermain selama dua bulan di Indonesia. "Coach Reza merekomendasikan saya ke Vamos. Liga di Iran sudah usai dan saya telah beristirahat selama sebulan sebelum ke Indonesia. Jadi ini kesempatan dan pengalaman yang bagus. Tim saya mengizinkan untuk bermain dan saya bersyukur dapat pengalaman bagus."[suggestedarticle=3]"Ini pertama kalinya saya bermain futsal di luar Iran dan ini jadi pengalaman yang istimewa. Saya sedikit menyesal bermain di luar Iran di usia yang tidak lagi muda," ungkapnya.Farhad mengaku senang bisa bermain di Indonesia dan dengan senang hati untuk bisa bermain lagi di kompestisi futsal di Indonesia. "Penonton di sini luar biasa. Atmosfernya sangat bagus. Di tiap arena dipenuhi 4-5 ribu oang. Masyarakat Indonesia sangat ramah dan saya biasanya sangat sibuk untuk meladeni penggemar meminta foto yang membuat perjalanan kami kembali ke bis dari Arena sangat lama," ungkap Farhad.Jika ada kesempatan, Farhad ingin kembali merasakan berlaga di liga futsal di Indonesia musim depan.
  390 kali
Pemain Senior Ini Berharap Tim Liga Pro Mulai Mengontrak Pemain Selama 1 Tahun
Pro Futsal League (PFL) 2018 telah berakhir pada 6 Mei kemarin dengan Vamos Mataram keluar sebagai juaranya.Berakhirnya PFL 2018 tentu saja berakhir pula kompetisi bagi tim-tim liga pro. Banyak tim yang sudah melepas para pemainnya karena mayoritas mereka mengontrak pemain hingga akhir musim PFL 2018, dan itu artinya penghasilan para pemain pun terhenti.Imam Fauzi selaku pemain liga pro yang membela My Futsal Cosmo FC Jakarta di PFL 2018 pun berharap tim-tim mulai mengontrak pemain selama satu tahun. Sehingga pemasukan pemain pun bisa terjaga.[suggestedarticle=3]"Kalo bisa tim mengontrak pemain sampai satu tahun. Biar pemain ga pusing," ungkapnya kepada Bolalob."Iya, nggak pusing kalau yang hidupnya cuma dari futsal. Ada beberapa pemain yang ketolong karena kerja di tempat lain, tapi yang tidak ada pasti pusing," lanjutnya."Ikut tarkam pun tidak akan cukup. Bisa-bisa terkena penyakit karena terus bermain," pungkasnya.
  478 kali
Liga Libur, Ada Baiknya Federasi Futsal Indonesia Sekolahkan Kembali Wasit Futsal
Pro Futsal League (PFL) 2018 telah berakhir pada 6 Mei kemarin dengan Vamos Mataram keluar sebagai juaranya.Tapi, masih banyak kekurangan dari penyelenggaraan liga musim ini. Salah satunya kepemimpinan wasit yang dianggap beberapa pihak seringkali membuat keputusan yang merugikan.Imam Fauzi selaku kapten My Futsal Cosmo FC Jakarta di PFL 2018 pun memiliki saran kepada Federasi Futsal Indonesai (FFI) tentang wasit. Menurutnya ada baiknya selama liga libur, wasit mendapat penyegaran atau kursus ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Mandapat ilmu dan peraturan terbaru agar saat liga dimulai lagi meminimalisir keputusan-keputusan yang kontroversi.[suggestedarticle=3]"Mumpung liga habis, FFI lebih baik buat penyegaran wasit. Biar wasit Indonesia yang bisa pimpin pertandingan AFF atau AFC bukan Ichwan (Ichwan Budi Laksono, wasit AFC asal Indonesia) saja," ungkapnya kepada Bolalob."Saya kasihan sama teman-teman pemain yang sudah bekerjakeras latihan pagi-sore atau bos-bos yang udah keluar duit ratusan juta sampai milyaran cuma kecewa sama wasit," lanjutnya."Saya ga bilang wasit mimpinnya ga bagus, tapi kalau boleh saran ada baiknya pemain senior dan yunior memimpin bersama biar ada kombinasi saat memimpin pertandingan," pungkasnya.
  353 kali
Pro Futsal League 2018 Selesai, Pemain Liga Pro Kejar Turnamen Tarkam
Pro Futsal League (PFL) 2018 telah berakhir pada 6 Mei kemarin dengan Vamos Mataram keluar sebagai juaranya.Berakhirnya PFL 2018 tentu saja berakhir pula kompetisi bagi tim-tim liga pro. Banyak tim yang sudah melepas para pemainnya karena mayoritas mereka mengontrak pemain hingga akhir musim PFL 2018.Hanya beberapa tim yang mengontrak pemainnya selama satu tahun, sebut saja Bintang Timur Surabaya. Bahkan Vamos Mataram ada pemain yang dikontrak selama dua tahun. Meski begitu, lebih banyak tim yang sudah melepas pemainnya, dan itu artinya penghasilan para pemain pun terhenti.[suggestedarticle=3]Berakhirnya liga pro, membuat para pemain pun mencari pemasukan dari tarkam alias turnamen kelas tarikan kampung. Turnamen level amatir yang biasa berlangsung setiap minggu di berbagai tempat.Hal ini pun menjadi permasalahan setiap tahunnya bagi para pemain pro. Mereka hanya bisa mendapatkan pemasukan dari liga pro saat musim berjalan. Tapi, begitu liga selesai mereka hanya bisa mengandalkan dari turnamen-turnamen amatir.Semoga saja ada jalan keluar dari Federasi Futsal Indonesia (FFI) terkait pemasukan bagi para pemain futsal, terutama pemain liga pro. Jika ingin futsal maju maka industrinya pun harus dibangun bagaimana caranya agar pemain futsal bisa hidup dari futsal itu sendiri.
  582 kali
1526881802567 tag