(Foto: Bolalob)

Bos Persija Jakarta Idamkan Dua Pemain Timnas Ini di Skuatnya

Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade menyebut dua pemain Bali United, yakni Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly sebagai pemain didamkan dirinya.

Gede Widiade mengatakan saat ini Persija memang membutuhkan beberapa pemain untuk beberapa posisi, seperti gelandang dan penyerang sayap.

Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly bisa saja menjadi pemain yang diincar Persija jika bursa transfer Liga 1 kembali dibuka. Kedua pemain itu merupakan pemain yang tipenya disukai oleh Gede.



"Saya suka dengan pemain seperti Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly. Keduanya punya performa bagus dan mati-matian membela klubnya," ujar Gede saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (14/5/2018).

"Selain itu, Irfan dan Lilipaly juga punya attitude yang bagus. Itu pemain yang saya idamkan," tambah pengusaha properti di kawasan Jakarta Pusat itu.

Tapi, tentu saja Persija tak mudah mendapatkan dua pemain itu. Pasalnya, Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly masih menjadi bagian dari Bali United dan selalu bermain di skuat utama.
editTerakhir diubah:  15/05/18 - 13:59

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


PT LIB Serahkan Masalah Wasit Persija Vs Persela ke PSSI
PT Liga Indonesia Baru (LIB) sejauh ini belum menerima laporan protes Persija Jakarta terkait dengan kepemimpinan wasit Annas Apriliandi.Persija merasa dirugikan dengan adanya gol kontroversial dari Diego Assis pada menit 84. Gol pertama Persela itu dicetak melalui tangan kanan Diego saat berduel dengan kiper Daryono. Persija pun kalah 0-2 di Stadion Surajaya, Minggu (21/5/2018).Melalui manajer tim Marsma TNI Ardhi Tjahjoko, Persija langsung melayangkan surat protes terkait dengan putusan wasit soal gol kontroversial itu. "Sudah saya kasih laporannya kepada LIB melalui match commisioner usai pertandingan," jelas Ardhi.[pagebreak]LIB serahkan putusan soal wasit kepada PSSI[/pagebreak]Namun, COO PT LIB Tigorshalom Boboy mengaku belum menerima laporan Persija. Ia pun mengatakan bahwa PT LIB selaku operator hanya dalam kapasitas menyampaikan protes klub kepada PSSI."Sampai sekarang saya belum terima laporan protes Persija," ujar Tigorshalom Boboy saat dihubungi Bolalob, Senin (21/5/2018)."Kita tidak bisa berkomentar apa-apa. Klub punya hak keberatan dan protes kepada PSSI. Kalau klub sampaikan laporannya ke Liga (operator), maka kita akan sampaikan ke PSSI," tambahnya.Tigorshalom juga mengatakan bahwa LIB tak punya wewenang putuskan hukuman kepada wasit. Pasalnya tak ada komunikasi lebih dengan PSSI soal wasit, selain memberikan nama wasit saat pertandingan."Karena yang menugaskan wasit ya mereka (PSSI) dan mereka yang tahu dengan status wasit, apakah dihukum atau tidak. Tidak ada komunikasi dalam bentuk apapun dengan Liga selain menginformasikan kepada kita wasit yang ditugaskan untuk pertandingan. Itu saja,""Kita juga tidak tahu apakah wasit itu diturunkan ke Liga 2 atau Liga 3. Karena segala wewenang dan keputusan apapun tentang wasit ada di PSSI," tandasnya.
  116 kali
Terkait Gol Tangan Tuhan ke Gawang Persija, Ini Komentar Diego Assis
Pemain Persela Lamongan, Diego Assis menyatakan dirinya tidak melihat dengan jelas saat insiden gol yang dianggap menggunakan tangan saat laga melawan Persija Jakarta, Minggu (21/5). Diego merasa luar biasa bisa mencetak gol sekaligus mengalahkan Persija Jakarta.Salah satu gol yang dicetak Persela ke gawang Persija sempat menuai kontroversi. Pasalnya, Diego dianggap mencetak gol menggunakan tangan saat ingin memenangkan bola liar di depan gawang Persija.[suggestedarticle=3]Menanggapi hal tersebut, Diego mengaku dirinya tengah menutup mata saat kejadian yang terjadi di depan mata. Ia mengaku kembali membuka mata saat bola telah bergulir ke dalam gawang."Saya tidak tahu tentang itu (soal gol menggunakan tangan). Saya hanya melihat setelah bola melewati gawang. Jadi saya tidak tahu. Saya menutup mata saya, dan itu sangat emosional, lalu bola telah masuk ke gawang," ujar Diego usai laga.Persela sukses membekuk Persija dengan hasil akhir 2-0. Satu gol tambahan Persela dicetak oleh Shohei Matsunaga pada menit saat tambahan waktu."Selalu terasa luar biasa saat mencetak gol. Saya senang bisa kembali dan menyenangkan rekan-rekan di lapangan. Ketika bola masuk semua sangat senang, karena kami mengalahkan salah satu tim besar di Indonesia dan meraih tiga angka. Sekarang kami bisa kembali ke rumah, beristirahat, dan menikmati kemenangan ini," ujar Diego.
  1407 kali
Laga Persela Vs Persija Sempat Terhenti 5 Menit, Ada Apa?
Laga pekan kesembilan Liga 1 2018 antara Persela Lamongan dan Persija Jakarta di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Minggu (20/5) sempat terhenti sekira lima menit.Pertandingan sempat terhenti karena pemain dan ofisial Persija memprotes keputusan wasit Annas Apriliandi dan asisten wasit dua, Jujuk Suharso yang mengesahkan gol Persela yang dicetak Diego Assis.Para pemain dan ofisial Persija menilai gol yang dicetak pemain asal Argentina itu tidak sah karena mendapat bantuan tangan.Apa yang dilakukan Diego Assis semalam seperti mengajak publik bernostalgia dengan gol Diego Maradona ke gawang Timnas Inggris di Piala Dunia 1986.[suggestedarticle=3]Akibat aksi Maradona itu, istilah gol ‘tangan tuhan’ mulai dikenal di jagat sepak bola.Setelah tenang, Persija kemudian melanjutkan pertandingan. Namun, tim ibu kota malah harus kembali kebobolan lewat gol Shohei Matsunaga.Persija harus rela kalah 0-2 dari tuan rumah Persela. Hasil ini membuat Persija mencatatkan rekor buruk, yaitu kalah empat kali beruntun.Sementara itu, terkait gol Diego Assis, manajemen Persija sudah melayangkan protes resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI.”Kami sudah berjuang, bermain tanpa lelah. Akan tetapi kenapa wasit seperti ini masih saja diberi kesempatan untuk memimpin sekelas Liga di Indonesia. Permainan yang bagus, menarik tetapi dirusak oleh kepemimpinan wasit yang tidak pantas dan cakap dalam memimpin,” kata manajer Persija, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Ardhi Tjahjoko seperti dilansir laman resmi klub.
  305 kali
Indra Sjafri Jelaskan Kondisi Striker Bali United Ini
Pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri jelaskan kondisi Hanis Saghara. Penyerang asal Bali United itu dikabarkan belum pulih dari cederanya.Seperti diwartakan Superball, Hanis berlatih terpisah dalam pemusata latihan timnas U-19 di Lapangan UNY, Yogyakarta, Minggu (20/5/2018). [suggestedarticle=3]"Hanis harus jalani latihan terpisah karena masih dalam pemulihan cedera pada pergelangan kakinya," jelas Indra Sjafri.Pelatih asal Sumatera Barat itu pun mengatakan bahwa Hanis butuh waktu untuk pulih. Tapi Indra mengatakan dalam beberapa hari striker asal Bojonegoro itu bisa bergabung dengan tim."Setidaknya dua atau tiga hari lagi Hanis sudah bisa bergabung," tandasnya.Cedera Hanis diketahui saat Bali United bertandang ke markas Yangon United untuk laga Piala AFC. Ia tak bermain penuh dan harus masuk bangku cadangan pada menit 33.
  891 kali
Spasojevic Beri Sinyal Hengkang dari Bali United?
Penyerang Timnas Indonesia, Ilija Spasojevic belum lama ini membuat teka-teki soal masa depannya di Bali United.Spaso yang musim lalu tampil ciamik bersama Bhayangkara FC dengan koleksi 13 gol hanya dalam setengah musim gagal mengulang kesuksesannya itu di Bali United.Dari delapan pertandingan yang sudah dilakoninya di Liga 1 2018, Spaso baru mencetak dua gol.[suggestedarticle=3]Mandeknya torehan gol yang diciptakan Spaso membuat peluangnya meninggalkan Bali United cukup terbuka.Belum lama ini, dalam instastory-nya, pemain kelahiran Montenegro itu mengunggah foto dengan caption penuh tanda tanya.”Hormati diri anda. Tahu kapan saatnya untuk pergi,” tulis Spaso.
  3111 kali
Ditekel Bek Timnas U-23, Irfan Bachdim Cedera Parah?
Kemenangan Bali United atas Arema FC dengan skor 1-0, Jumat (18/5) memakan korban, usai salah satu punggawa andalannya yakni Irfan Bachdim mendapat cedera.Bachdim dikabarkan mendapat cedera cukup parah usai mendapat tekel keras dari bek Arema, Bagas Adi Nugroho di menit ke-84. Bachdim harus diganti dengan I Gede Sukadana. Dirinya pun dilarikan ke rumah sakit usai laga untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.Padahal mantan pemain Persema Malang ini baru saja pulih dari cedera dan kembali bermain."Jadi saya belum bisa memberikan keterangan detail. Jika pemeriksaan telah selesai baru bisa saya jawab semuanya. Ya memang ada benturan di kaki kanannya. Tapi kami belum tahu jelas itu cedera apa. Karena masih periksa dulu," ujar dokter tim, I Wayan Ade Purnabaya, dikutip dari Tribun Bali."Sudah diperiksa (cedera Bacdhim) , tapi hasil pemeriksaan dokter masih membutuhkan waktu. Kalau tidak salah hari senin (21/5/2018) atau selasa (22/5/2018) baru diketahui hasilnya," lanjut sang dokter.[suggestedarticle=3]Bachdim pun ikut bersuara melalui akun Instagram miliknya, ia tetap semangat dan siap kembali dalam waktu dekat untuk membantu Bali United meraih kemenangan kembali."Kamu mungkin melihat saya berjuang tetapi anda tidak akan pernah melihatku berhenti! Kembali menjadi lebih kuat!" tulis Irfan Bachdim. "Yang terpenting adalah 3 poin," tambah Bachdim.Saat ini Bali United ada di peringkat ke-8 di klasemen sementara Liga 1 2018 dengan perolehan poin 12.   You may see me struggle but you will never see me quit! Come back stronger! . Most important 3points ???? . #BaliUnitedFC #Bangkit #Semangat #NeverGiveUp #NikeFootball ??: @ewinsetyo Sebuah kiriman dibagikan oleh Irfan Haarys Bachdim (@ibachdim) pada 18 Mei 2018 jam 11:20 PDT
  1605 kali
Dirugikan Wasit, Persija Jakarta Langsung Kirim Surat Protes
Manajemen Persija Jakarta segera membuat laporan terkait dengan kepemimpinan wasit Annas Apriliandi dalam laga kontra Persela, di Stadion Surajaya, Minggu (20/5/2018).Protes Persija dipicu gol Diego Assis ke gawang Daryono pada menit 84. Pemain asal Brasil itu mencetak gol melalui bantuan tangan kirinya. Alih-alih menganulir gol tersebut, wasit Annas malah mensahkan gol Diego.[suggestedarticle=3]Persija tak terima dengan keputusan tersebut. Manajemen Macan Kemayoran pun segera mengirimkan laporan kepada Komisi Disiplin yang nantinya akan diteruskan ke PT Liga Indonesia Baru (LIB)."Kita telah lampirkan bukti-bukti yang kita punya. Semoga ada tindak lanjut dari ini semua," ujar manajer tim, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko."Tolong berikan hukuman kepada wasit yang seperti inni. Jangan pemain atau official saja yang diberikan hukuman," tambah Ardhi.[pagebreak]Pertandingan dirusak wasit[/pagebreak]Ardhi sampaikan kekecewaan terhadap kinerja wasit Annas di pertandingan tersebut. Menurutnya pertandingan kedua tim berjalan menarik, tapi dirusak oleh keputusan wasit."Kami sudah berjuang. Tapi kenapa wasit seperti ini masih diberi kesempatan memimpin pertandingan. Permainan bagus dan menarik, tapi dirusak oleh wasit," tandasnya.Wajar jika manajemen Persija kecewa. Pasalnya kekalahan tersebut membuat posisi Macan Kemayoran terus merosot di klasemen sementara Liga 1 musim ini.Persija turun satu peringkat ke posisi 13. Meski baru bermain sebanyak tujuh kali, tapi Persija yang kini mengoleksi 10 poin tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen, Persipura Jayapura.
  1399 kali
Matikan Simic dan Riko, Kunci Sukses Persela Taklukkan Persija
Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso menyebut kunci kemenangan timnya adalah, matikan pergerakan Marko Simic.Persela menang 2-0 atas Persija dalam laga pekan ke-9 Liga 1 di Stadion Surajaya, Minggu (21/5/2018). Dua gol Persela dicetak oleh Diego Assis pada menit 84 dan Shohei Matsunaga menit 90+5.Aji Santoso akui sudah pelajari pergerakan Simic melalui video. Selain Simic, ada Riko Simanjuntak yang juga menjadi motor serangan Persija.[suggestedarticle=3]"Tadi saya lihat Simic dan Riko tidak terlalu banyak bergerak. Wallace Costa tampil luar karena memang dalam duel dan tak pernah kalah," ujar Aji Santoso selepas pertandingan."Pasokan bola ke Simic sangat minim karena Eki Taufik saya instruksikan press Simic dan jangan berikan pemain itu kesempatan. Semua berjalan dengan baik. Intinya kami berhasil matikan pemain kunci Persija," tambahnya.Aji Santoso tak salah terus menekan Persija tapi juga ketatkan pertahanan. Setelah unggul 1-0 melalui Diego Assis pada menit 84, Persela memastikan kemenangan pada menit 90+5 melalui sontekan Shohei Matsunaga. Dengan kemenangan atas Persija itu, Laskar Joko Tingkir kini nangkring di peringkat ke-5 dengan koleksi 13 poin hasil sembilan kali bermain.
  574 kali
Pelatih Persela Enggan Komentari Gol 'Tangan Tuhan' ke Gawang Persija
Persela Lamongan berhasil menang atas Persija Jakarta dengan skor 2-0 dalam laga pekan ke-9 Liga 1, di Stadion Surajaya, Minggu (21/5/2018). Dua gol Persela dicetak oleg Diego Assis pada menit 84 dan Shohei Matsunaga pada 'detik berdarah', yakni menit 90+5. Menariknya, dua gol pertama Persela mendapat protes keras dari Persija Jakarta.Pasalnya, Diego Assis menceploskan bola ke gawang Persija yang dikawal Daryono melalui tangan kirinya. Alih-alih menganulir gol tersebut, wasit Anas Apriliandi malah mensahkan gol Diego.[suggestedarticle=3]Sontak pihak Persija memprotes keputusan tersebut. Terlebih, hakim garis sebelumnya sudah mengangkat bendera, meski akhirnya diturunkan kembali.Pelatih Persela, Aji Santoso enggan menanggapi gol tersebut. Menurutnya, tanpa gol Diego pun Laskar Joko Tingkir sudah berhasil menyabet kemenangan melalui gol Shohei."Itu urusannya mereka (Persija), saya tidak mau komentari soal itu, kecuali kalau kita menang hanya dengan skor 1-0. Kita menang 2-0 dan itu bukan kapasitas saya," ujar Aji Santoso selepas pertandingan.Aji menambahkan bahwa kemenangan timnya atas Persija karena berjalannya taktik yang ia berikan kepada para pemainnya. Mantan pelatih timnas Indonesia itu pun tak pungkiri bahwa Persija merupakan lawan yang kuat."Persija tim yang berkualitas. Ada sedikit beban bagi saya. Tapi Alhamdulilah, taktik dan strategi dijalankan dengan baik oleh para pemain. Luar biasa," tandasnya.Dengan kemenangan tersebut, Persela kini nangkring di peringkat ke-5 dengan koleksi 13 poin hasil sembilan kali bermain.
  781 kali
Kapten Persija Kecewa Wasit Sahkan Gol 'Tangan Tuhan' Persela
Kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit Annas Apriliandi. Persija kalah 0-2 dari Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Minggu (20/5/2018).Kekesalan Ismed bermula saat Diego Assis mencetak gol pada menit ke-84. Bola pantulan dari mistar gawang Persija, dengan cepat disambar Diego melalui tangan kirinya. Wasit Annas pun mensahkan gol tersebut."Saya sebagai pemain kecewa dengan perangkat pertandingan. Buat apa sebelum pertandingan ada bendera fair play tapi kepemimpinan wasit tak seperti yang diharapkan," ujar Ismed Sofyan selepas pertandingan.[suggestedarticle=3]Ismed mengaku tak habis pikir dengan keputusan wasit. Ia menilai wasit sangat berani ambil keputusan tersebut, karena pertandingan itu disiarkan secara langsung."Wasit berani ambil keputusan konyol, seperti tadi gol (Diego Assis) gunakan tangan. Hakim garis sudah angkat bendera tapi diturunkan lagi. Buat apa latihan keras jika setiap pertandingan dikalahkan oleh wasit . Malam ini saya kecewa dengan wasit," tandasnya.Wajar bek 38 tahun itu kecewa. Pasalnya kekalahan tersebut membuat posisi Macan Kemayoran terus merosot di klasemen sementara Liga 1 musim ini.Persija turun satu peringkat ke posisi 13. Meski baru bermain sebanyak tujuh kali, tapi Persija yang kini mengoleksi 10 poin tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen, Persipura Jayapura.
  1728 kali
1526836944201 tag