Sriwijaya FC Terkejut dapat Denda Terbesar Dalam Sejarah Klub


  •    Murtianto
  •    19/05/18 - 13:30
  •    2270

(Bolalob)

Manajemen Sriwijaya FC mengaku, sangat terkejut dengan pemberitahuan denda dari Komisi Displin PSSI yang merupakan denda terbesar dalam sejarah klub tersebut.

Denda sebesar Rp 200 juta diputuskan untuk Sriwijaya, akibat ulah suporter melepaskan bom asap saat laga Liga 1 melawan Bhayangkara FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, 12 Mei lalu.

Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri Faisal Mursyid di Palembang, Jumat (18/5/2018), mengatakan manajemen klub sudah menerima surat resmi mengenai pengenaan denda yang ditandatangani oleh Ketua Komite Disiplin PSSI Asep Edwin Firdaus.




"Jelas ini sangat mengejutkan kami, bisa dikatakan ini menjadi denda terbesar dalam sejarah Sriwijaya FC karena sampai Rp200 juta," jelas Faisal.

Manajemen klub belum memutuskan untuk menerima atau mengajukan permohonan banding terhadap keputusan Komite Disiplin PSSI tersebut.

Namun Faisal memberikan gambaran, pengajuan banding kemungkinan akan sulit karena Komite Disiplin PSSI sudah mengenakan denda sesuai regulasi dan didukung bukti visual berupa rekaman video.

"Tapi kami tetap akan mempertimbangkannya. Yang jelas, kami meminta kelompok suporter lebih bertangung jawab ke depan. Jika sudah begini, klub tentu saja dirugikan," kata Faisal.

"Jika dihitung-hitung, uang Rp 200 juta itu setara dengan biaya tim untuk satu kali laga tandang," tuturnya.

halaman 2 dari 2
Himbauan Tak Didengar Selengkapnya  


Faisal mengatakan, klub sudah menyampaikan ke kelompok pendukung agar tidak melepaskan bom asap, petasan dan semacamnya, namun tindakan itu tetap dilakukan pada laga melawan Bhayangkara FC.

"Boleh-boleh saja meluapkan kebahagiaan, tapi tetap dalam koridor. Seperti diketahui bahwa penyelenggaraan pertandingan ini terikat dalam regulasi. Hal-hal yang kecil-kecil saja bisa kena denda, apalagi yang sifatnya sampai menghentikan pertandingan," kata dia.

Sidang Komite Disiplin PSSI pada 16 Mei yang diketuai oleh Asep Edwin Firdaus dengan anggota Umar Husin, Dwi Irianto dan Eko Hendro memutuskan SFC harus membayar denda Rp200 juta atas tingkah laku buruk suporternya. Denda itu harus dibayar paling lambat 14 hari setelah keputusan terbit.

Surat keputusan bernomor 041/LI/SK/KD-PSSI/V/2018 menjelaskan bahwa bom asap dilepaskan suporter lima kali pada menit 40, menit 45 dan menit 48 pertandingan. Akibatnya pertandingan terpaksa dihentikan selama empat menit karena asap yang mengepul hingga ke lapangan.
Terakhir diubah:  19/05/18 - 13:47







Berita Terkait


1539821402459

End of content

No more pages to load