Akhirnya, Mohamed Salah Bicara Terbuka soal Sergio Ramos dan Insiden di Kiev


  •    Tjatur Wiharyo
  •    10/06/18 - 06:00
  •    98344

(Mohamed Salah. Foto: AFP)

Penyerang Liverpool Mohamed Salah mendapatkan perhatian semakin besar dari publik dunia, setelah mengalami cedera pada final Liga Champions melawan Real Madrid, di Kiev, Sabtu (26/5/2018).

Cedera pada bahu membuat Salah hanya bermain sekitar 30 menit pada final itu. Sejumlah kalangan menilai Real Madrid tak bakal menang 3-1 dan menjadi juara, seandainya Salah bisa bermain penuh.




Tak selesai sampai di situ, cedera membuat Salah sempat diprediksi tak bisa memperkuat Mesir pada Piala Dunia 2018 Rusia. Salah kemudian menjalani perawatan di Benicassim, dengan harapan bisa pulih dan tampil pada Piala Dunia 2018.

Dalam wawancara yang dilansir Marca pada Sabtu (9/6/2018), Salah bicara panjang lebar, termasuk soal cedera yang dialaminya pada final Liga Champions 2018. Ini adalah pertama kalinya, Salah bicara terbuka dan panjang setelah mengalami cedera pada bahu itu.
halaman 2 dari 2
Kutipan Lengkap Pernyataan Salah Selengkapnya  

Berikut ini adalah kutipan wawancara tersebut.

Marca (M): Bagaimana keadaan cedera Anda? Apakah Anda bisa tampil pada laga perdana Mesir pada Piala Dunia 2018?
Mohamed Salah (MS): Saya lebih baik sekarang. Saya berharap tampil pada laga pertama, yaitu melawan Uruguay. Namun, itu akan bergantung pada apa yang saya rasakan ketika saat itu tiba.

M: Kami akhirnya akan melihat Anda di Rusia. Namun, apakah Anda tidak pernah khawatir soal kesempatan bermain di Piala Dunia
MS: Ketika saya jatuh (pada final Liga Champions 2018), perasaan saya campur aduk antara sakit secara fisik dan merasa sangat khawatir. Saya juga marah dan sedih karena tak bisa bermain (penuh) pada final Liga Champions. Tak lama kemudian, saya juga berpikir soal kemungkinan tidak bermain di Piala Dunia dan itu adalah pikiran yang buruk.

M: Banyak hal yang sudah dikatakan orang mengenai jatuhnya Anda dan Sergio Ramos. Apakah menurut Anda itu normal?
MS: Saya tidak tahu. Mungkin...

M: Beberapa hari lalu, Sergio Ramos mengatakan, "Saya melihat peristiwa itu dengan baik. Ia ia lebih dulu meraih tangan saya dan saya tahu ke sisi lain. Faktanya adalah, ia cedera pada bagian tangan yang lain." Bagaimana pandangan Anda soal itu?
MS: Lucu




M: Ramos juga mengatakan, "Seandainya Salah disuntik, ia bisa bermain pada babak kedua." Apakah Anda setuju dengan pendapat itu?
MS: (Tertawa). Pendapat saya adalah selalu tidak masalah ketika seseorang yang lebih dulu membuat Anda menangis membuat Anda tertawa kemudian. Mungkin, ia juga bisa mengatakan kepada saya bahwa saya akan siap tampil pada Piala Dunia?"

M: Apakah Sergio Ramos menyampaikan pesan?
MS: Ia mengirimi saya pesan. Namun, saya tak pernah mengatakan "Okay" kepadanya.

M: Mari kita bicara soal Piala Dunia. Bagaimana Anda menjelaskan kepada publik Eropa soal pentingnya Mesir masuk Piala Dunia?
MS: Ini adalah pertama kalinya dalam 28 tahun kami lolos ke putaran final Piala Dunia. Ini bukan hal yang wajar karena kami tujuh kali menjuarai Piala Afrika dan kami menjadi juara pada 2006, 2008, dan 2010. Menjuarai Piala Afrika menjadi hal biasa, tetapi kami tidak masuk Piala Dunia. Dan, itu adalah sesuatu yang kami nilai, "Wow. Kami harus berhasil. Kami harus berhasil." Kami sudah lama tidak masuk Piala Dunia dan ini adalah sesuatu yang sangat istimewa. Mungkin, sama rasanya dengan apa yang Spanyol rasakan ketika menjuadi juara Piala Dunia.

M: Apa target Mesir pada Piala Dunia?
MS: Menurut saya, kami punya tim yang hebat dan pelatih yang hebat (Hector Cuper). Kami ingin lolos ke fase berikutnya (knock out) dan meraih hasil baik.

M: Apa target pribadi Anda?
MS: Saya hanya ingin membantu tim lolos dari fase grup dan mencetak gol. Namun, yang terpenting adalah membantu tim untuk bermain lebih baik dalam setiap pertandingan.




M: Apa kekuatan tim nasional Mesir?
MS: Sulit dikatakan. Namun, menurut saya, kekuatan kami adalah tim dan kebersamaan. Bersama Hector Cuper, kami bermain berbeda dibanding pada masa pelatih sebelumnya (Shawky Gharib). Kami kuat sebagai tim dan punya target yang sama yaitu membantu tim meraih kemenangan. Itulah yang terpenting. Namun, saya tak bisa mengatakan hanya ada satu modal kuat. Hal terpenting adalah kami bermain bersama.

M: Apakah Hector Cuper sesulit yang orang katakan?
MS: (Tertawa). Ia sangat berpengalaman. Ia pelatih yang bagus dan ia membantu kami meningkatkan performa kami. Ia tidak sulit. Menurut saya, ia pelatih yang bagus dan ia membantu kami meningkatkan performa. Kami semua saling membantu.

M: Soal sepak bola, dalam aspek apa Cuper mengembangkan Anda?
MS: Aspek taktik. Ia membantu kami bertahan dengan baik. Namun, ia juga membantu mencari solusi bagi kami supaya mudah menyerang. Menurut saya, saya berkembang di bawah asuhannya.

M: Apakah Anda akan merasakan tekanan dari pendukung Anda, yang sangat bersemangat, untuk bermain dengan baik di Rusia?
MS: Tekanannya adalah untuk tampil pada putaran final Piala Dunia. Tentu, seseorang bisa mengatakan, "Baiklah. Kita sudah lolos. Itu cukup." Namun, tidak begitu bagi saya. Kami ingin menciptakan sejarah, meraih sesuatu yang berbeda. Menurut saya, tekanannya adalah meraih sesuatu yang berbeda dari apa yang kami pernah raih. Bukan hanya tampil di Rusia, melakoni tiga pertandingan, dan selesai. Pikiran seperti itu tidak ada dalam pikiran saya.




M: Apakah Anda berpikir soal kemungkinan bertanding melawan Spanyol?
MS: Mungkin, kami akan melawan Spanyol atau Portugal. Mudah-mudahan/ Mereka punya tim yang hebat dan akan sangat sulit melawan mereka. Namun, Anda tak pernah tahu apa yang bisa terjadi.

M: Apa yang paling Anda sukai tentang tim nasional Spanyol? Apakah ada pemain yang Anda gemari?
MS: Saya pernah bermain dengan Diego Costa dan Azpilicueta di Chelsea (2013-2015) dan dengan Alberto Moreno di Liverpool. Spanyol punya sejumlah pemain top. Saya tak bisa menyebutkan siapa, tetapi saya sangat menyukai Costa. Ketika saya bermain dengannya, rasanya luar biasa. Sebagai pribadi, ia luar biasa dan sebagai pesepak bola ia sangat bagus.

M: Apa kenangan pertama Anda tentang Piala Dunia?
MS: Menurut saya, Piala Dunia pertama yang saya ingat adalah Piala Dunia 2002. Saya tak bisa mengatakan secara spesifik pertandingan yang mana, tetapi saya melihat pertandingan di rumah saya di kampung halaman saya. Brasil menjadi juara. 2-1? Tidak. 2-0. Dua gol dicetak oleh Ronaldo.


Web Series: Bintang Masa Depan | Season 2 - Episode 3 #IDare

Terakhir diubah:  12/06/18 - 00:21







Berita Terkait


1544521202342

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?