Pemakaian Video 'Slow Motion' di Piala Dunia 2018 Mendapat Kritik Tajam


  •    Rifqi Fadhillah
  •    14/06/18 - 17:40
  •    3110

(Bola)

Belum tuntas mengenai perdebatan pada video assistant refereeing (VAR), yang akan digunakan dalam pertandingan Piala Dunia 2018, kali ini adanya penggunaan video 'slow motion' atau gerak lambat bagi para wasit untuk memimpin pertandingan, akan membuat lebih banyak pelanggaran terjadi.

Dilansir dari tribuneindia, para peneliti mengatakan bahwa penggunaan video 'slow motion' yang akan digunakan para wasit akan membuat situasi menjadi lebih parah dibandingkan dengan video Real Time dalam suatu pertandingan.

Para peneliti tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam keakuratan keputusan wasit mengenai apakah pelanggaran telah terjadi atau tidak, dengan video gerak lambat (slow Motion) dibandingkan dengan video real-time.




Justru hal ini akan semakin memperbanyak kartu merah yang akan dikeluarkan oleh wasit jika menontonn video dalam gerakan lambat dibanding video secara real time, menurut jurnal Cognitive Research: Principles and Implications.

"Video gerakan lambat dapat membuat siatuasi dalam pelanggaran terlihat lebih jelas, apakah pelanggaran terjadi di dalam atau di luar area penalti," kata salah seorang penulis studi Jochim Spitz dari Universitas Leuven (KU Leuven) di Belgia.
halaman 2 dari 2
Tanggapan dari Seluruh Wasit Selengkapnya  

Untuk penelitian ini, para peneliti telah meminta tanggapan dari 88 wasit sepak bola elit di seluruh dunia.

"Temuan bahwa wasit lebih mungkin untuk membuat keputusan yang lebih berat setelah replay Slow Motion (gerakan lambat), merupakan pertimbangan penting untuk pelaksanaan VAR di liga-liga sepak bola di seluruh dunia," tambah Spitz.




Dalam penelitian ini, para peneliti menyimpulkan bahwa walaupun pemutaran gerakan lambat bisa menjadi alat yang berguna untuk wasit dalam menilai beberapa keputusan, seperti offside dan menentukan pelanggaran, tapi itu bukan alat terbaik untuk menilai perilaku yang dilakukan oleh sang pemain.







Berita Terkait


1536158402109

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?