(Foto: dailymail.co.uk)

FIFA Selidiki Ofisial tim Jerman yang Mengusik Tim Swedia

Kemenangan Jerman atas Swedia pada pertandingan kedua Grup F Piala Dunia 2018, ternyata tak terhenti begitu saja. Masih ada buntut persoalan yang membuat FIFA turun tangan untuk menyelidikan.

FIFA membuka proses penyelidikan terhadap dua ofisial tim Jerman yang mendekati bangku pemain cadangan tim Swedia untuk kemudian bertepuk tangan, setelah tim Panser meraih kemenangan di Grup F Piala Dunia 2018, Sabtu (23/6/2018).

Petugas media tim Jerman, Ulrich Voigt, dan seorang pegawai Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) yang mengurusi timnas, Georg Behlau, mendatangi bangku pemain cadangan Swedia sambil mengepalkan tangannya ketika Toni Kroos mencetak gol penentu kemenangan 2-1 Jerman menjelang laga usai.



Staf pelatih Swedia dan sejumlah pemain pengganti berdiri dan segera berkonfrontasi dengan mereka dan mendorong mereka untuk kembali ke area tekniknya. Insiden itu hampir membesar ke bentrok fisik yang lebih luas setelah para ofisial Swedia mendorong Behlau untuk menjauh.

"Komite Disiplin FIFA telah membuka penyelidikan disiplin terhadap ofisial Jerman Ulrich Voigt dan Georg Behlau untuk insiden-insiden pada akhir pertandingan Jerman melawan Swedia," kata FIFA.

Insiden itu tertangkap kamera dan dengan cepat menjadi viral, sambil juga mempromosikan reaksi marah dari pelatih dan para pemain Swedia. Pemain Swedia, Emil Forsberg, menyebut tindakan kubu Jerman itu menjijikkan.

Pelatih Jerman, Joachim Loew, mengatakan dia tidak menyadari insiden itu. Sementara PSSI-nya Jerman, DFB mengatakan kedua orang itu telah meminta maaf kepada tim Swedia.

"Keduanya adalah anggota staf pelatih tim nasional. Keduanya mendekati bangku pemain cadangan Swedia. Itu adalah kesalahan yang disesali keduanya," kata juru bicara tim Jerman, Jens Grittner, kepada Reuters.

"Dalam beberapa menit, mereka meminta maaf kepada organisasi pimpinan tim Swedia dan juga pelatih Swedia. Tidak seorang pun dipukul atau ditendang mereka, tidak ada saling melontarkan kata-kata makian atau sumpah serapah, namun tetap saja sikap itu keliru."

"DFB sebagai kesatuan menyesali insiden itu dan meminta maaf kepada tim dan delegasi Swedia." Grittner tidak mengatakan, apakah DFB akan mengambil tindakan kepada dua pegawainya.

DFB, yang berupaya menjadi tuan rumah Piala Eropa 2024, juga tidak mengatakan, apakah mereka akan mencabut akreditasi kedua sosok itu atau apakah mereka akan menjadi bagian dari tim di tepi lapangan pada pertandingan terakhir mereka di Grup F Piala Dunia 2018, melawan Korea Selatan pada 27 Juni.

Jerman, juara Piala Dunia 2018, kalah pada pertandingan pembukaan melawan Meksiko. Kemenangan larut mereka atas Swedia memberi mereka harapan untuk melaju ke putaran 16 Besar.
DBF Minta Maaf Selengkapnya  

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR(1)


Rekomendasi



Berita Terkait


[VIDEO] N'Golo Kante Terlalu Malu Untuk Foto Dengan Trofi Piala Dunia
Saat momen seremoni gelar juara Piala Dunia 2018, N'Golo Kante harus mendapat bantuan dari Steven N'Zonzi untuk foto bersama trofi Piala Dunia. Kante terlalu malu untuk meminta kepada rekan-rekan lainnya untuk meminta trofi untuk berfoto.Pada saat sesi berfoto, sejumlah pemain Prancis tampak santai untuk berfoto dengan trofi, namun berbeda dengan N'Golo Kante. Pemain Chelsea tersebut terlihat malu-malu untuk meminta trofi kepada pemain lain hingga N'Zonzi akhirnya turun tangan.[suggestedarticle=3]N'Zonzi meminta kepada pemain lain untuk memberikan kesempatan kepada Kante berfoto dengan trofi. Eks pemain Leicester tersebut tampak malu untuk meminta kesempatan untuk memegang tofi Piala Dunia kepada pemain Prancis lainnya.Setelah pemain Newcastle, Florian Thauvin berfoto, N'Zonzi meminta trofi tersebut dan memberikan kepada Kante untuk berfoto di depan para pewarta. Nzonzi telling the players to give kanté the trophy, then giving the trophy to him before getting a photo for himself. What a nice guy! pic.twitter.com/wjdtz0B5e7 — - (@HazardThings) July 15, 2018
Raih Predikat Pemain Terbaik, Modric Sudah Dilirik Dua Klub Raksasa Premier League
Luka Modric tampil luar biasa pada Piala Dunia 2018 usai berhasil mengantarkan Timnas Kroasia ke babak final. Meskipun pada partai puncak dikalahkan oleh Prancis 2-4.Namun, hal ini sudah menjadi prestasi tersendiri bagi Kroasia, yang dimana untuk pertama kalinya mereka menginjakkan kaki di final Piala Dunia.Apalagi ditambah dengan raihan gelar pemain terbaik Piala Dunia 2018 yang disabet oleh gelandang mereka, Luka Modric.[suggestedarticle=3]Modric menjadi salah satu bintang dalam gelaran Piala Dunia tahun ini.Ia sukses mengalahkan pemain bintang lainnya seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi dalam gelar pemain terbaik.Kesuksesan yang diraih Modric telah membuat beberapa klub papan atas terpikat untuk meminangnya.Dilansir dari Diario Gol, bahwa sejumlah klub telah melirik Modric atas penampilan yang mengesankannya di Rusia.Diantara sejumlah klub tersebut, ada dua nama klub raksasa Premier League, Chelsea dan Liverpool.Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp diketahui sangat ingin menambah pemain berkualitas ke dalam skuatnya, untuk bersaing dengan Manchester City dalam perebutan gelar Liga Premier Inggris musim 2018/2019.Sementara itu, pelatih Chelsea, Maurizio Sarri juga sedang mencari amunisi baru dikarenakan Sarri berencana untuk merombak skuat The Blues menyusul hasil mengecewakan Chelsea pada musim lalu.
Jadi Top Skor Piala Dunia 2018, Ini Reaksi Harry Kane
Bintang Timnas Inggris, Harry Kane sukses meraih Golden Boot sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2018.Raihan ini didapatkannya Kane usai gelaran final Piala Dunia 2018 berakhir, dimana gelar juara dimenangkan oleh Prancis.Namun, Kane tidak hadir dalam penyerahan Golden Boot atas nama dirinya.[suggestedarticle=3]Di Piala Dunia sebelum-sebelumnya, pemenang memang akan diberi penghargaan di lapangan seusai gelaran final.Tapi Kane telah terlebih dahulu terbang ke negaranya usai Inggris dikalahkan Belgia pada perebutan juara ketiga."Saya yakin mereka akan mengirimkannya kepada saya dalam paket yang aman dan bagus," kata Kane dilansir dari Daily Star.“Ini merupakan (penghargaan) kedua kalinya setelah (raihan top skor) Liga Premier (musim 2016/2017)."“Ini pencapaian yang sangat besar. Tidak banyak pemain yang mengatakan bahwa mereka telah memenangkan Golden Boot di Piala Dunia.” ungkapnya.[pagebreak]Pemain Inggris Pertama Sejak 1986[/pagebreak]Harry Kane merupakan pemain Inggris pertama sejak Gary Lineker pada tahun 1986 sebagai pencetak gol terbanyak turnamen Piala Dunia.Meski gagal membawa timnya menjadi juara Piala Dunia, Kane yakin prestasinya ini telah membuktikan dirinya sebagai pemain kelas dunia yang sesungguhnya."Ini merupakan ajang yang fantastis bagi saya secara pribadi dan tim juga," kata Kane. “Ini adalah sesuatu yang sangat saya banggakan."“Saya katakan sebelum datang ke turnamen ini (Piala Dunia) ingin saya buktikan bahwa saya bisa melakukannya."“Piala Euro sangat mengecewakan. Jika ada yang ingin saya buktikan pada diri saya sendiri, saya bisa mencetak skor pada tingkatan level ini (Piala Dunia)." jelasnya.[suggestedarticle]Namun, Kane merasa dirinya perlu belajar lagi dari kegagalan timnas Inggris melaju ke final Piala Dunia 2018.Striker Tottenham itu menganggap kegagalan Inggris sebagai pembelajaran dimasa yang akan datang.“Masih ada hal-hal yang bisa saya tingkatkan. Ada banyak pertandingan di turnamen ini saat dimana saya bisa melakukannya dengan lebih baik. Tetapi itu semua adalah bagian dari pembelajaran." ujarnya.
Mbappe Pastikan Bertahan di PSG
Kylian Mbappe baru saja memastikan diri menjadi jawara Piala Dunia 2018 bersama dengan Prancis.Di final Mbappe menyumbang satu gol dalam kemenangan 4-2 atas Kroasia. Ia pun meraih gelar pemain muda terbaik di turnamen edisi yang digelar di Rusia.Pemain berusia 19 tahun itu selalui dikaitkan akan digaet oleh klub top Eropa sejak musim panas tahun lalu. Real Madrid, Manchester United dan Barcelona berminat untuk memiliki jasa Mbappe.[suggestedarticle=3]Kepergian Cristiano Ronaldo dari Madrid ke Juventus membuat klub ibukota Spanyol itu dikaitkan dengan Mbappe.Namun mantan pemain Monaco ini memastikan tak akan pergi dari Paris Saint Germain dalam waktu dekat."Saya akan tetap dengan PSG, melanjutkan perjalanan saya dengan mereka," ujar Mbappe kepada wartawan usai laga final."Aku masih berada di awal karierku."Mbappe menikmati kampanye memukau di musim 2017-18 dengan PSG, mencetak 21 gol di semua kompetisi. MY LOVE ?? pic.twitter.com/Ut72cZTLWU — Kylian Mbappé (@KMbappe) July 15, 2018
Apa Maksud Griezmann Bawa Bendera Uruguay Saat Rayakan Juara
Antoine Griezmann menjadi salah satu figur kemenangan Prancis di final Piaal Dunia 2018 melawan Kroasia.Griezmann mencetak satu gol dalam kemenangan 4-2 atas Kroasia, dimana gol pembuka Prancis dicetak melalui tendangan bebasnya usai mengenai kepala dari Mario Mandzukic.[suggestedarticle=3]Saat jumpa pers usai laga, Griezmann membawa bendera Uruguay kehadapan media yang ia minta dari salah seorang jurnalis asal Uruguay. Pemain Atletico Madrid itu pun membeberkan alasannya."Saya sangat menghormati mereka, saya telah bekerja dengan banyak orang dari Uruguay," ujar Griezmann, dikutip dari Marca."Saya tidak ingin merayakannya di depan mereka. Saya suka budaya Uruguay dan orang-orangnya."Mantan pemain Real Sociedad ini juga melakukan hal serupa yakni dengan tak melakukan selebrasi, saat mencetak gol ke gawang Uruguay di babak perempat final. Griezmann wearing a Uruguay flag to dedicate his win to his team mate Godin, according to the spanish media. What a lad ?? pic.twitter.com/dHb9dNPhgL — Jav ???? (@JVRSRN4) July 15, 2018 Griezmann sendiri masih tak menyangka bisa memenangi gelar Piala Dunia pada tahun ini."Saya masih belum sepenuhnya mengerti apa artinya menjadi juara dunia," ujar Griezmann."Saya sangat bangga dengan semua rekan tim saya dan seluruh grup. Saya tak sabar untuk merayakan dengan semua penggemar kembali di Prancis."Salah satu aspek paling menarik dari kesuksesan Les Bleus adalah bagaimana sebagian besar tim mereka memiliki pemain muda berbakat.Seperti Kylian Mbappe yang tampil impresif di sepanjang turnamen, Griezmann pun memiliki tanggapan mengenai pemain berusia 19 tahun itu."Kami adalah tim muda dengan masa depan yang hebat," ujar Griezmann. "Yang paling penting adalah kami memiliki waktu yang hebat bersama sebagai grup." Kami memiliki suasana yang baik, tidak ada yang marah, pelatih telah melakukan pekerjaan yang fantastis."
5 Alasan Piala Dunia 2018 Jadi Yang Terbaik Sepanjang Sejarah
Prancis menahbiskan diri sebagai yang terbaik di jagat raya sepakbola usai meraih gelar Piala Dunia 2018. Mereka sukses mengalahkan Kroasia di laga final dengan skor 4-2, dalam laga yang berlangsung di Stadion Luzhniki, Moskow pada Minggu (15/7) malam.Keempat gol Prancis tercipta berkat gol bunuh diri Mario Mandzukic (18'), Antoine Griezmann (38'), Paul Pogba (59'), dan Kylian Mbappe (65'). Sementara itu, dua gol timnas Kroasia disarangkan Ivan Perisic pada menit ke-28 dan Mandzukic menit ke-69.Presiden FIFA, Gianni Infantino melabeli Rusia 2018 sebagai Piala Dunia terbaik sepanjang sejarah dan memang tak bisa dipungkiri lagi.Ada lima alasan yang kami rangkum untuk memperkuat bukti bahwa Rusia menggelar turnamen terbaik yang pernah ada.[pagebreak]Banyak Kejutan[/pagebreak]1. Banjir gol sejak laga perdanaHanya ada satu pertandingan yang berakhir tanpa gol yakni antara Denmark dan Prancis di Piala Dunia kali ini. Hingga partai final semua tercipta setidaknya satu gol. Beberapa laga berakhir dengan banyak gol dan berjalan dengan menarik. Lihat saja ketika Portugal bermain imbang 3-3 dengan Spanyol. Lalu ada Prancis yang menang 4-3 dari Argentina. Bahkan laga antara Belgia dan Tunisia lalu Inggris melawan Panama tercipta tujuh gol.Ini adalah Piala Dunia pertama bagaimana kita melihat semua tim yang bersaing mencetak setidaknya dua gol, dengan Panama menjadi tim terakhir untuk melengkapi koleksi (satu gol masing-masing melawan Inggris dan Tunisia).Di partai final Prancis bisa mencetak empat gol ke gawang Kroasia, menjadikan mereka salah satu tim yang bisa melakukan itu sejak edisi tahun 1970 silam.Sebanyak 43 persen dari gol yang dicetak di Piala Dunia 2018 datang dari situasi bola mati (73 dari 169), terbanyak dari edisi yang lain dari kompetisi sejak 1966. Ada 22 gol dari titik putih yang terjadi di Piala Dunia 2018, yang paling banyak dalam setiap edisi kompetisi.Sembilan gol kemenangan yang dicetak pada menit ke-90 atau kemudian di Piala Dunia 2018 (tidak termasuk perpanjangan waktu), lebih banyak dari pada setiap edisi lain turnamen.2. Teknologi VAR dan lainnyaBanyak nada sumbang yang mengklaim bahwa teknologi VAR telah membunuh sebuah pertandingan sepakbola yang alami. Namun mau tak mau kita harus menerima inovasi teknologi yang diterapkan di pertandingan. "Saya merasa sulit untuk melakukannya. Saya tidak merasa kami dipukuli oleh tim yang lebih baik tetapi justru oleh teknologi," ugkap penjaga gawang Australia Mat Ryan. Australia kalah karena keputusan VAR atas Prancis.Tetapi, secara keseluruhan, teknologi tersebut memiliki dampak positif bagi situasi krusial dalam peluang mencetak gol.Pada pertandingan grup Portugal dengan Iran peran VAR begitu besar. VAR mengarah ke penalti bagi Portugal setelah Cristiano Ronaldo dijatuhkan oleh Morteza Pouraliganji. Penalti Ronaldo diselamatkan tetapi tidak lama kemudian kedua pemain itu bentrok lagi. Beruntung Ronaldo lolos dengan kartu kuning setelah tinjauan VAR, dimana dirinya terlihat melakukan sikutan.Itu bukan akhir dari kontroversi VAR, meskipun, karena Iran diberikan penalti untuk menyamakan kedudukan dalam laga. Pada pandangan kedua, wasit divonis bahwa Cedric Soares telah mengenai bola. Karim Ansarifard mencetak gol tetapi Portugal bertahan untuk lolos.Dan VAR juga mengemuka di final, meskipun kontroversi merebak. Wasit Nestor Pitana diperdebatkan mendapat tendangan penalti untuk handball yang dilakukan oleh Ivan Perisic setelah berkonsultasi dengan tayangan ulang di sisi lapangan.Pada intinya VAR membawa pertandingan kepada keputusan yang lebih baik dan tepat.3. Banyak rekor baru terciptaRusia menjadi saksi bisu pemecah rekor baru dalam sebuah turnamen besar. Lihat saja kiper asal Mesir, Essam El-Hadary menjadi pemain tertua yang tampil di Piala Dunia dengan usia 45 tahun. Lalu ada nama Felipe Baloy yang mencetak gol pertama Panama di ajang Piala Dunia.Bintang Portugal Cristiano Ronaldo menjadi pemain keempat yang mencetak gol dalam empat turnamen Piala Dunia yang berbeda (2006, 2010, 2014 dan 2018) setelah Pele, Uwe Seeler dan Miroslav Klose. Ronaldo menjadi pemain Eropa pertama dalam sejarah yang mencetak gol dalam delapan turnamen besar berturut-turut (Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa).Bek asal Meksiko, Rafael Marquez (39 tahun,139 hari) menjadi pemain di luar kiper tertua yang memulai pertandingan fase gugur Piala Dunia sejak Stanley Matthews (39y 145d), pada 1954 untuk Inggris vs Uruguay.4. Tim besar harus pulang lebih awalKejutan banyak terjadi di Piala Dunia kali ini, lihat saja tuan rumah Rusia yang tampil memukau melebihi ekspektasi publik, dimana mereka bisa lolos hingga babak perempat final sebelum ditumbangkan oleh Kroasia. Jerman gagal bersaing dengan Meksiko dan Swedia di babak grup. Dimana mereka harus puas di dasar klasemen dengan hanya memetik satu kemenangan.Argentina, Spanyol dan Portugal hanya melaju hingga babak 16 besar. Sedangkan Brasil berhenti di perempat final.Kroasia membuktikan diri sebagai tim yang tangguh tetapi mereka juga merupakan tim peringkat terendah, 20, untuk mencapai final Piala Dunia.5. Calon bintang masa depan unjuk gigiRonaldo, Messi, Griezmann dan Neymar menunjukan kapasitas mereka sebagai pemain terbaik dunia saat ini. Namun ada panggung kali ini diperagakan dengan baik oleh calon bintang masa depan asal Prancis, Kylian Mbappe. Gagasan bahwa pemain berusia 19 tahun itu telah unjuk gigi selama sebulan terakhir mengabaikan eksploitasinya untuk Monaco dan Paris Saint-Germain selama dua tahun terakhir, belum lagi fakta bahwa dia sudah menjadi pemain termahal kedua pemain sepanjang masa.Namun, melawan Argentina di babak 16 besar, dia memberitakan kepada dunia bahwa dia siap untuk memenuhi potensi besar yang membujuk PSG untuk membayar 166 juta pound untuk seorang remaja dan telah menyebabkan laporan bahwa Real Madrid ingin dia membantu mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Ronaldo.Bisa saja Piala Dunia kali ini akan menjadi yang terakhir bagi Messi dan Ronaldo, tetapi, dengan usia 26 tahun, Neymar akan kembali lagi bersama dengan nama lain seperti Mbappe, Romelu Lukaku dan Harry Kane.
Terima Kasih Rusia! Ini Kompilasi Video Kocak Selama Piala Dunia 2018
Piala Dunia 2018 di Rusia telah usai. Bila menengok sebulan ke belakang banyak kejadian menarik yang terjadi sepanjang turnamen.Perancis menjadi juara setelah mengalahkan Kroasia di partai puncak. Tim asuhan Didier Deschamps tersebut menang dengan skor 4-2.[suggestedarticle=3]Akun @FIFAWC2018 membuat kompilasi video kejadian kocak selama di Rusia. Ada beberapa kejadian yang mengundang tawa seperti Michy Batshuayi yang terkena bola hasil tendangan sendiri dan Antoine Griezmann yang tidak sengaja menyiram rekannya dengan air minum.Selain itu ada pula kejadian kocak seperti saat Alisson memecahkan bola yang masuk ke lapangan. Tidak ketinggalan aksi Senegal saat pemanasan yang menjadi ciri khas tersendiri.Kompilasi video ini dapat pembaca saksikan di bawah ini: Thank you for the memories, Russia 2018. 👏 pic.twitter.com/rakze0hqTi — World Cup (@FlFAWC2018) July 15, 2018
Ritual 'Pegang Kumis' Buat Prancis Juara Piala Dunia 2018
Prancis mengungkap fakta unik mengenai kesuksesan mereka meraih gelar Piala Dunia 2018.Pasukan Ayam Jantan menang 4-2 atas Kroasia di partai puncak yang digelar di Stadion Luzhniki, Moskow pada Minggu (15/7).[suggestedarticle=3]Kumis pemain belakang Adil Rami menjadi jimat kemenangan pasukan Les Blues di turnamen empat tahunan ini. Walau tak bermain semenit pun di turnamen kali ini, kumis Rami memiliki peran penting.Salah satu pemain yang selalu menyentuh kumis Rami sebelum laga adalah Antoine Griezmann."Antoine Griezmann menyentuhnya sebelum pertandingan, dan bahkan manajer melakukannya untuk membawa keberuntungan," kata Rami kepada TF1."Sekarang ini adalah kumis paling terkenal di Prancis. Aku akan menyimpannya."Ritual ini mirip saat Prancis juara di edisi tahun 1998, saat itu Laurent Blanc selalu mencium kepala plontos milik kiper Febian Barthez.Griezmann sendiri mencetak empat gol selama turnamen ini berlangsung. Sedangkan Rami yang memiliki total 35 caps memutuskan untuk mundur dari dunia internasional, usai Prancis meraih gelar juara.
Pelatih Kroasia: Kami Bangga, Meski Sedang Tidak Beruntung
Melangkah sampai babak final Piala Dunia 2018, bagi Kroasia adalah sebuah prestasi luar biasa, meski akhirnya mereka kalah di final atas Prancis 2-4 di Moskow, Minggu (15/7/2018).Pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengatakan, para pemainnya semestinya bangga terhadap laju sensasional mereka di Piala Dunia kali ini. Tak heran kalau para pemain Kroasia mendapatkan "standing ovation" dari para penggemar mereka setelah tampil baik saat melawan Prancis selama 90 menit, mendominasi sebagian besar jalannya pertandingan. Namun mereka harus kemasukan gol bunuh diri, penalti yang dihadiahkan VAR, dan dua gol cepat.[suggestedarticle=3]Dalic yang berusia 51 tahun itu mengumpulkan para pemainnya di lingkaran tengah lapangan dan mengatakan kepada bahwa mereka semestinya tidak menilai kekalahan ini sebagai kegagalan."Tentu saja, kami sedih, namun saya mengatakan kepada mereka, angkat kepala kalian. Anda tidak memiliki alasan untuk merasa tidak puas, Anda telah memberikan segalanya, dan Anda harus bangga terhadap penampilan Anda di turnamen ini," ucap Dalic pada konferensi pers."Tegakkan dagu kalian anak-anak, jika seseorang menyebut kami untuk menjadi runner up pada awal turnamen, itu akan fantastis," jelas Dalic."Terkadang dalam sepak bola Anda kalah, itulah sepak bola, namun kami bermartabat dalam kemenangan-kemenangan kami dan kami harus bermartabat dalam kekalahan, kami harus menghormati skornya. Itulah pesan kepada para pemain saya," jelas Dalic."Saya tidak berbicara mengenai para wasit namun mari saya katakan satu hal, di final Piala Dunia, Anda tidak memberikan penalti semacam itu," kata Dalic."Namun itu sama sekali tidak mengecilkan kemenangan Prancis. Mungkin kami sedikit tidak beruntung, namun pada enam pertandingan pertama kami mendapat banyak keberuntungan.""Itu mungkin permainan terbaik yang kami mainkan di turnamen namun melawan tim berkualitas seperti Prancis, Anda tidak dapat kemasukan empat gol."[pagebreak]VAR Membantu Perkembangan Sepak Bola[/pagebreak]Dalic mengatakan, secara keseluruhan VAR bagus untuk sepak bola. "Jangan mengambil hal ini seolah-olah saya mengatakan sesuatu yang buruk mengenai wasit," tambahnya."Saya menghormati wasit, ia membuat keputusan yang ia pikir tepat. Pada VAR, ketika hal itu menguntungkan Anda maka itu bagus, ketika hal itu merugikan Anda itu buruk."Dalic, yang mengambil alih timnas sembilan bulan silam, ketika Kroasia kelihatannya tidak dapat lolos ke Piala Dunia, mengatakan dirinya akan memerlukan waktu untuk mempertimbangkan masa depannya."Merupakan pekerjaan yang indah dengan para pemain, namun saya tidak pernah mengambil keputusan dalam semalam," ucapnya. "Saat ini saya tidak berpikir mengenai apapun, hanya pulang dengan selamat ke Kroasia."
Sampaoli Akhirnya Mundur dari Kursi Pelatih Argentina
Jorge Sampaoli akhirnya sepakat dengan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) untuk mengundurkan diri dari jabatan sebagai pelatih kepala Timnas Argentina, usai gagal di Piala Dunia 2018.Lionel Messi dan kawan-kawan tersingkir pada babak 16 besar atas Prancis yang akhirnya menjadi juara Piala Dunia 2018. Sampaoli memangku jabatan pelatih timnas Argentina pada Mei 2017. Menurut beberapa sumber, masuknya Sampaoli karena permintaan Lionel Messi.[suggestedarticle=3]Pelatih berusia 58 itu akhirnya menerima tawaran untuk mengundurkan diri, setelah sebelumnya sempat ngotot untuk tetap menangani tim Tango itu.Selain Sampaoli, Joge Desio sebagai pelatih fisik dan Matias Manna sebagai video analis juga mengundurkan diri."Asosiasi Sepak Bola Argentina dan mantan pelatih tim nasional Jorge Sampaoli pada hari ini mencapai kesepakatan bersama untuk menghentikan kontraknya," kata AFA dalam pernyataan singkat.
1531716002110 tag