(Foto: Egy Maulana Vikri. /Bolalob)

Pelatih Malaysia: Egy Maulana Vikri Berkualitas Eropa

Pelatih Timnas Malaysia U-19, Bojan Hodak, menilai Egy Maulana Vikri memang punya kualitas untuk bermain di Eropa. Hal ini disampaikan Hodak, setelah melihat penampilan Egy pada laga semifinal Piala AFF U-19 antara Indonesia dan Malaysia, di Sidoarjo, Kamis (12/7/2018).

"Saya sangat senang Egy bermain di Eropa, saya yakin dia akan menjadi pemain yang lebih baik. Memang perbedaan sangat mencolok, dari cuacanya, gaya bermain sepak bolanya, tapi dia punya kualitas, kualitas dia memang Eropa," ujar Hodak, setelah pertandingan.

Penampilan Egy pada laga antara Timnas Indonesia U-19 vs Malaysia itu adalah laga perdananya di Piala AFF U-19 2018. Egy tidak bermain pada fase grup karena ia mengikuti program pramusim klubnya, Lechia Gdansk.

Laga semifinal itu diselesaikan dengan adu penalti setelah kedua kubu bermain imbang 1-1 hingga akhir babak normal. Gol Indonesia dicetak Egy Maulana Vikri dari titik penalti pada menit-menit awal, sementara gol Malaysia diciptakan Muhammad Syaiful.

Menjelang adu penalti, lampu stadion sempat padam. Suporter bereaksi dengan menyalakan telepon genggam mereka.

Luthfi Kamal dari Indonesia dan Shivan Pilikay sebagai penendang pertama berhasil mencetak gol. Rivaldo yang jadi penendang kedua Indonesia, dan Nabil Hakim dari Malaysia juga mengeksekusinya dengan sempurna. Kiper Riyandi sempat membaca arah bola, tapi tendangan Nabil begitu keras sehingga tetap masuk. 2-2.

Pada kesempatan ketiga, bola hasil tendangan Witan Sulaiman dibendung Muhammad Azri, sementara Nik Akif dari Malaysia bisa menaklukkan Riyandi.

Firza Andhika dan Hanis Saghara gagal meloloskan bola ke gawang. Penyelamatan Riyandi menepis bola hasil tendangan Zafuan Azeman pun tak membantu. Adu penalti berakhir 3-2 untuk Malaysia.

Pertandingan sempat diwarnai insiden penyalaan flare dan pelemparan botol plastik ke lapangan yang diduga dilakukan oleh sejumlah pendukung Indonesia. Panitia penyelenggara mengeluarkan imbauan supaya penonton tertib, tetapi imbauan itu diabaikan. Pemain Malaysia secara bergiliran masuk ke dalam ruang ganti dengan berlari satu persatu.

“Saya tak menyangka suporter Indonesia melakukan hal seperti ini. Itu seharusnya tidak terjadi, karena membahayakan pemain. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Asia U-19 dan Asian Games,” ujar Hodak.
Mati Lampu di Gelora Delta Sidoarjo Selengkapnya  

PERASAAN KAMU MEMBACA ARTIKEL INI

  • Sebarkan

KOMENTAR


Rekomendasi



Berita Terkait


Antoine Griezmann Sempat Tak Percaya Prancis Juara
Prancis menang 4-2 atas Kroasia hingga turun minum laga final Piala Dunia, di Luzhniki Stadium, Moskwa, Minggu (15/7/2018). Gol Prancis dicetak oleh Mario Mandzukic (18, bunuh diri), Antoine Griezmann (38, penalti), Paul Pogba (59), Kylian Mbappe (65), sementara gol Kroasia diciptakan oleh Ivan Perisic (28) dan Mario Mandzukic (69).Selama 90 menit, Kroasia melepaskan tiga tembakan akurat dari 15 percobaan, dengan penguasaan bola 61 persen. Adapun Prancis melepaskan enam tembakan akurat dari delapan percobaan."Saya belum percaya akan apa yang terjadi. Sangat bangga akan tim ini. Para pemain, staf, staf teknis, staf medis. Kami betul-betul tim yang solid," ujar penyerang Prancis, Antoine Griezmann."Kami berhasil meraih sesuatu yang luar biasa. Kami menciptakan sejarah dan akan menikmatinya. Kami akan menemui keluarga kami dan kami akan berpesta. Begitu juga di Prancis, besok. Kami akan berpesta dengan masyarakat Prancis," tambahnya.[pagebreak]Data dan Fakta Final Piala Dunia 2018[/pagebreak]1. Untuk pertama kalinya sejak 1974, tiga gol tercipta pada babak pertama final Piala Dunia. 3. Mario Mandzukic menjadi pemain pertama yang mencetak gol bunuh diri pada final Piala Dunia. Gol bunuh diri Mandzukic adalah gol bunuh diri ke-12 pada Piala Dunia 2018.2. Prancis mendapatkan penalti setelah Perisic dinilai wasit Nestor Pitana melakukan handsball. Pitana sempat melihat VAR sebelum mengambil memutuskan penalti. Ini adalah penalti pertama pada final Piala Dunia yang diputuskan melalui VAR.3. Tembakan penalti Griezmann yang berujung gol kedua Prancis adalah shot on goal pertama Prancis pada laga tersebut.3. Bagi Ivan Perisic, ia menjadi pemain kedua yang mencetak gol dan membuat lawan mendapat hadiah penalti pada final Piala Dunia, setelah Marco Materazzi pada 2006.4. Kylian Mbappe menjadi pemain termuda keempat yang tampil pada final Piala Dunia, setelah Ruben Moran (19 tahun pada 1950), Pele (17 tahun pada 1958), dan Giuseppe Bergomi (18 tahun pada 1982). 5. Kylian Mbappe menjadi remaja pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia (19 tahun 207 hari), sejak Pele pada 1958 (17 tahun 249 hari). 6. Ini adalah final Piala Dunia pertama sejak 2002 yang tuntas dalam waktu normal (90 menit).7. Pelatih Prancis menjadi orang ketiga yang meraih trofi Piala Dunia, sebagai pemain dan pelatih, setelah Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer. 8. Penyerang Inggris Harry Kane mencetak enam gol selama Piala Dunia 2018. Ia pun berhak meraih Sepatu Emas Piala Dunia. Kane adalah pemain Inggris kedua yang meraih Sepatu Emas Piala Dunia, setelah Gary Lineker pada 1986.9. Penyerang Prancis Olivier Giroud tidak sekali pun melepaskan tembakan on goal selama Piala Dunia 2018, di mana ia bermain 546 menit.10. Mario Mandzukic menjadi pemain kedua dalam yang mencetak gol dan gol bunuh diri dalam satu pertandingan Piala Dunia, setelah pemain Belanda Ernie Brandts pada laga melawan Italia pada 1978.11. Mandzukic menjadi pemain kelima yang mencetak gol pada putaran final Piala Dunia dan Piala Eropa, setelah Ferenc Puskas, Zoltan Czibor, Gerd Muller, dan Zinedine Zidane. 12. Paul Pogba adalah pemain Premier League pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia sejak Emmanuel Petit pada 1998. Secara khusus, Pogba adalah pemain Manchester United pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia.13. Dengan kekalahan Kroasia, Uruguay masih menjadi satu-satunya tim yang menjuarai Piala Dunia setelah tertinggal pada babak pertama, yaitu ketika melawan Argentina pada 1930.
  502 kali
Zlatko Dalic: Kroasia Kalah saat Tampil Bagus
Prancis menang 4-2 atas Kroasia hingga turun minum laga final Piala Dunia, di Luzhniki Stadium, Moskwa, Minggu (15/7/2018). Gol Prancis dicetak oleh Mario Mandzukic (18, bunuh diri), Antoine Griezmann (38, penalti), Paul Pogba (59), Kylian Mbappe (65), sementara gol Kroasia diciptakan oleh Ivan Perisic (28) dan Mario Mandzukic (69).Selama 90 menit, Kroasia melepaskan tiga tembakan akurat dari 15 percobaan, dengan penguasaan bola 61 persen. Adapun Prancis melepaskan enam tembakan akurat dari delapan percobaan.[suggestedarticle=2]"Saya mengucapkan selamat kepada Prancis atas keberhasilan menjadi juara. Kami bermain dengan baik pada 20 menit pertama dan mengendalikan permainan. Kemudian, ada gol bunuh diri dari situasi bola mati. Kami bangkit, mendominasi, dan kemudian Prancis mendapatkan penalti," ujar pelatih Kroasia, Zlatko Dalic."Saya harus mengucapkan selamat kepada pemain saya. Penampilan kami tadi barangkali adalah yang terbaik selama Piala Dunia 2018. Kami mengendalikan permainan, tetapi kami kebobolan. Melawan tim kuat seperti Prancis, Anda tak boleh melakukan kesalahan. Kami agak sedih, tetapi kami harus bangga akan apa yang telah kami lakukan," tambah Dalic.[pagebreak]Data dan Fakta Final Piala Dunia 2018[/pagebreak]1. Untuk pertama kalinya sejak 1974, tiga gol tercipta pada babak pertama final Piala Dunia. 3. Mario Mandzukic menjadi pemain pertama yang mencetak gol bunuh diri pada final Piala Dunia. Gol bunuh diri Mandzukic adalah gol bunuh diri ke-12 pada Piala Dunia 2018.2. Prancis mendapatkan penalti setelah Perisic dinilai wasit Nestor Pitana melakukan handsball. Pitana sempat melihat VAR sebelum mengambil memutuskan penalti. Ini adalah penalti pertama pada final Piala Dunia yang diputuskan melalui VAR.3. Tembakan penalti Griezmann yang berujung gol kedua Prancis adalah shot on goal pertama Prancis pada laga tersebut.3. Bagi Ivan Perisic, ia menjadi pemain kedua yang mencetak gol dan membuat lawan mendapat hadiah penalti pada final Piala Dunia, setelah Marco Materazzi pada 2006.4. Kylian Mbappe menjadi pemain termuda keempat yang tampil pada final Piala Dunia, setelah Ruben Moran (19 tahun pada 1950), Pele (17 tahun pada 1958), dan Giuseppe Bergomi (18 tahun pada 1982). 5. Kylian Mbappe menjadi remaja pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia (19 tahun 207 hari), sejak Pele pada 1958 (17 tahun 249 hari). 6. Ini adalah final Piala Dunia pertama sejak 2002 yang tuntas dalam waktu normal (90 menit).7. Pelatih Prancis menjadi orang ketiga yang meraih trofi Piala Dunia, sebagai pemain dan pelatih, setelah Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer. 8. Penyerang Inggris Harry Kane mencetak enam gol selama Piala Dunia 2018. Ia pun berhak meraih Sepatu Emas Piala Dunia. Kane adalah pemain Inggris kedua yang meraih Sepatu Emas Piala Dunia, setelah Gary Lineker pada 1986.9. Penyerang Prancis Olivier Giroud tidak sekali pun melepaskan tembakan on goal selama Piala Dunia 2018, di mana ia bermain 546 menit.10. Mario Mandzukic menjadi pemain kedua dalam yang mencetak gol dan gol bunuh diri dalam satu pertandingan Piala Dunia, setelah pemain Belanda Ernie Brandts pada laga melawan Italia pada 1978.11. Mandzukic menjadi pemain kelima yang mencetak gol pada putaran final Piala Dunia dan Piala Eropa, setelah Ferenc Puskas, Zoltan Czibor, Gerd Muller, dan Zinedine Zidane. 12. Paul Pogba adalah pemain Premier League pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia sejak Emmanuel Petit pada 1998. Secara khusus, Pogba adalah pemain Manchester United pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia.13. Dengan kekalahan Kroasia, Uruguay masih menjadi satu-satunya tim yang menjuarai Piala Dunia setelah tertinggal pada babak pertama, yaitu ketika melawan Argentina pada 1930.
  453 kali
Wanita Cantik di Balik Aktivitas Timnas Indonesia
Kegiatan Timnas Indonesia tidak lepas dari peran Yuliana Tasno, atau biasa disapa Liana. Liana merupakan Manajer Brand dan Komunikasi Timnas Indonesia.Sebelum bergabung dengan PSSI, Liana merupakan dosen pemasaran di Universitas Tarumanegara, Jakarta. Di PSSI, Liana bertanggung jawab untuk membangun strategi pemasaran, dan mencari sponsor.[suggestedarticle=2]Liana juga bertugas untuk menjaga pemain supaya tidak terlalu diekspos media untuk mengurangi kemungkinan pemain mengalami star syndrome.Yuliana Tasno belajar soal pengelolaan bisnis olahraga ketika bekerja di Indonesia Basketball League (IBL) 2017. Dia kemudian mendaftarkan diri saat melihat adanya lowongan pekerjaan di PSSI.[pagebreak]Kisah Inspiratif Kiper Iran[/pagebreak]Lihat juga   Dari menggembala domba, sempat dikira pengemis, hingga akhirnya ke pentas dunia bersama timnas Iran untuk menepis penalti Cristiano Ronaldo. Perjuangan Beiranvand membuktikan perjalanan panjangnya menuju cita-cita bisa tercapai dengan kerja keras. Respect! 🇮🇷 #PialaDunia2018 #BolalobFootball A post shared by Bolalob.com (@bolalobfootball) on Jun 28, 2018 at 1:40am PDT
  2929 kali
Cetak Rekor di Final Piala Dunia, Kylian Mbappe Dapat Sambutan dari Legenda Dunia
Prancis menang 4-2 atas Kroasia hingga turun minum laga final Piala Dunia, di Luzhniki Stadium, Moskwa, Minggu (15/7/2018). Gol Prancis dicetak oleh Mario Mandzukic (18, bunuh diri), Antoine Griezmann (38, penalti), Paul Pogba (59), Kylian Mbappe (65), sementara gol Kroasia diciptakan oleh Ivan Perisic (28) dan Mario Mandzukic (69).Selama 90 menit, Kroasia melepaskan tiga tembakan akurat dari 15 percobaan, dengan penguasaan bola 61 persen. Adapun Prancis melepaskan enam tembakan akurat dari delapan percobaan.[suggestedarticle=2]Penyerang Prancis, Kylian Mbappe, membukukan dua rekor pada laga itu. Rekor pertama adalah pemain termuda keempat yang tampil pada final Piala Dunia, setelah Ruben Moran (19 tahun pada 1950), Pele (17 tahun pada 1958), dan Giuseppe Bergomi (18 tahun pada 1982). Rekor berikutnya adalah remaja pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia (19 tahun 207 hari), sejak Pele pada 1958 (17 tahun 249 hari).Mbappe pun mendapatkan pujian, langsung dari Pele."Remaja kedua yang mencetak gol pada final Piala Dunia. Selamat datang di grup ini, Klylian Mbappe," demikian ujar Pele, melalui Twitter. Only the second teenager to have scored a goal in a #WorldCupFinal! Welcome to the club, @KMbappe - it's great to have some company! // O segundo adolescente a marcar um gol em uma final de #CopaDoMundo! Bem-vindo ao clube, Kylian - é ótimo ter a sua companhia! https://t.co/g8b2gLTy7B — Pelé (@Pele) July 15, 2018 [pagebreak]Data dan Fakta Piala Dunia 2018[/pagebreak]1. Untuk pertama kalinya sejak 1974, tiga gol tercipta pada babak pertama final Piala Dunia. 3. Mario Mandzukic menjadi pemain pertama yang mencetak gol bunuh diri pada final Piala Dunia. Gol bunuh diri Mandzukic adalah gol bunuh diri ke-12 pada Piala Dunia 2018.2. Prancis mendapatkan penalti setelah Perisic dinilai wasit Nestor Pitana melakukan handsball. Pitana sempat melihat VAR sebelum mengambil memutuskan penalti. Ini adalah penalti pertama pada final Piala Dunia yang diputuskan melalui VAR.3. Tembakan penalti Griezmann yang berujung gol kedua Prancis adalah shot on goal pertama Prancis pada laga tersebut.3. Bagi Ivan Perisic, ia menjadi pemain kedua yang mencetak gol dan membuat lawan mendapat hadiah penalti pada final Piala Dunia, setelah Marco Materazzi pada 2006.4. Kylian Mbappe menjadi pemain termuda keempat yang tampil pada final Piala Dunia, setelah Ruben Moran (19 tahun pada 1950), Pele (17 tahun pada 1958), dan Giuseppe Bergomi (18 tahun pada 1982). 5. Kylian Mbappe menjadi remaja pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia (19 tahun 207 hari), sejak Pele pada 1958 (17 tahun 249 hari). 6. Ini adalah final Piala Dunia pertama sejak 2002 yang tuntas dalam waktu normal (90 menit).7. Pelatih Prancis menjadi orang ketiga yang meraih trofi Piala Dunia, sebagai pemain dan pelatih, setelah Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer. 8. Penyerang Inggris Harry Kane mencetak enam gol selama Piala Dunia 2018. Ia pun berhak meraih Sepatu Emas Piala Dunia. Kane adalah pemain Inggris kedua yang meraih Sepatu Emas Piala Dunia, setelah Gary Lineker pada 1986.9. Penyerang Prancis Olivier Giroud tidak sekali pun melepaskan tembakan on goal selama Piala Dunia 2018, di mana ia bermain 546 menit.10. Mario Mandzukic menjadi pemain kedua dalam yang mencetak gol dan gol bunuh diri dalam satu pertandingan Piala Dunia, setelah pemain Belanda Ernie Brandts pada laga melawan Italia pada 1978.11. Mandzukic menjadi pemain kelima yang mencetak gol pada putaran final Piala Dunia dan Piala Eropa, setelah Ferenc Puskas, Zoltan Czibor, Gerd Muller, dan Zinedine Zidane. 12. Paul Pogba adalah pemain Premier League pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia sejak Emmanuel Petit pada 1998. Secara khusus, Pogba adalah pemain Manchester United pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia.13. Dengan kekalahan Kroasia, Uruguay masih menjadi satu-satunya tim yang menjuarai Piala Dunia setelah tertinggal pada babak pertama, yaitu ketika melawan Argentina pada 1930.
  1134 kali
Usai Piala AFF, Timnas U-19 Gelar TC Jangka Panjang untuk Piala Asia
Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 mengakhiri gelaran Piala AFF U-19 dengan kemenangan. Bersua Thailand U-19 pada perebutan tempat ketiga di Stadion Delta Sidoarjo, Sabtu (14/7/2018), Timnas U-19 menang dengan skor 2-1.Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, mengaku sangat bersyukur dengan hasil yang diraih skuat asuhannya. Meski hanya menempati petingkat ketiga, ada pembelajaran penting yang dapat dipetik dari turnamen ini. "Selanjutnya kami akan bersiap untuk menatap Piala Asia Oktober nanti. Dengan berakhirnya Piala AFF ini maka tim pelatih akan segera menentukan siapa-siapa saja pemain yang akan berpartisipasi nantinya," kata Indra selepas laga. [suggestedarticle=2]Menurutnya, pada 11 Agustus mendatang, Timnas U-19 akan kembali menggelar training centre (TC). Akan tetapi, sebelum itu, eks pelatih Bali United ini akan memberikan laporan kepada Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menyoal hasil yang telah didapatkan di ajang ini. Nantinya, Indra juga meminta kepada federasi sepak bola Tanah Air itu untuk membicarakan kepada klub-klub para pemain Timnas U-19 agar memberikan waktu untuk melakukan persiapan dalam durasi waktu yang cukup lama. "Tentu ini bukan permintaan yang mudah karena yang punya pemain itu klub. Dan, kalau pelatih tim nasional itu, sebenarnya dan seharusnya, menikmati pemain yang dibina oleh klub," ucapnya."Tapi, melihat pemusatan latihan yang singkat sebelum AFF ini, saya pikir perlu adanya kebersamaan dalam waktu panjang. Karena mereka pemain muda, perlu adanya sentuhan-sentuhan di luar teknis yang membuat antara mereka terintegrasi dengan baik dan chemistry-nya dapat," kata Indra. Artikel ini ditulis oleh jurnalis Kumparan.com Alan Kusuma dan tayang pertama kali di Kumparan.com pada Sabtu (14/7/2018).
  1458 kali
Data dan Fakta setelah Prancis Kunci Trofi Piala Dunia
Prancis menang 4-2 atas Kroasia hingga turun minum laga final Piala Dunia, di Luzhniki Stadium, Moskwa, Minggu (15/7/2018). Gol Prancis dicetak oleh Mario Mandzukic (18, bunuh diri), Antoine Griezmann (38, penalti), Paul Pogba (59), Kylian Mbappe (65), sementara gol Kroasia diciptakan oleh Ivan Perisic (28) dan Mario Mandzukic (69).Selama 90 menit, Kroasia melepaskan tiga tembakan akurat dari 15 percobaan, dengan penguasaan bola 61 persen. Adapun Prancis melepaskan enam tembakan akurat dari delapan percobaan.[suggestedarticle=2]Selain itu, ada sejumlah catatan lain. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.1. Untuk pertama kalinya sejak 1974, tiga gol tercipta pada babak pertama final Piala Dunia. 3. Mario Mandzukic menjadi pemain pertama yang mencetak gol bunuh diri pada final Piala Dunia. Gol bunuh diri Mandzukic adalah gol bunuh diri ke-12 pada Piala Dunia 2018.2. Prancis mendapatkan penalti setelah Perisic dinilai wasit Nestor Pitana melakukan handsball. Pitana sempat melihat VAR sebelum mengambil memutuskan penalti. Ini adalah penalti pertama pada final Piala Dunia yang diputuskan melalui VAR.3. Tembakan penalti Griezmann yang berujung gol kedua Prancis adalah shot on goal pertama Prancis pada laga tersebut.3. Bagi Ivan Perisic, ia menjadi pemain kedua yang mencetak gol dan membuat lawan mendapat hadiah penalti pada final Piala Dunia, setelah Marco Materazzi pada 2006.4. Kylian Mbappe menjadi pemain termuda keempat yang tampil pada final Piala Dunia, setelah Ruben Moran (19 tahun pada 1950), Pele (17 tahun pada 1958), dan Giuseppe Bergomi (18 tahun pada 1982). 5. Kylian Mbappe menjadi remaja pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia (19 tahun 207 hari), sejak Pele pada 1958 (17 tahun 249 hari). 6. Ini adalah final Piala Dunia pertama sejak 2002 yang tuntas dalam waktu normal (90 menit).7. Pelatih Prancis menjadi orang ketiga yang meraih trofi Piala Dunia, sebagai pemain dan pelatih, setelah Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer. 8. Penyerang Inggris Harry Kane mencetak enam gol selama Piala Dunia 2018. Ia pun berhak meraih Sepatu Emas Piala Dunia. Kane adalah pemain Inggris kedua yang meraih Sepatu Emas Piala Dunia, setelah Gary Lineker pada 1986.9. Penyerang Prancis Olivier Giroud tidak sekali pun melepaskan tembakan on goal selama Piala Dunia 2018, di mana ia bermain 546 menit.10. Mario Mandzukic menjadi pemain kedua dalam yang mencetak gol dan gol bunuh diri dalam satu pertandingan Piala Dunia, setelah pemain Belanda Ernie Brandts pada laga melawan Italia pada 1978.11. Mandzukic menjadi pemain kelima yang mencetak gol pada putaran final Piala Dunia dan Piala Eropa, setelah Ferenc Puskas, Zoltan Czibor, Gerd Muller, dan Zinedine Zidane. 12. Paul Pogba adalah pemain Premier League pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia sejak Emmanuel Petit pada 1998. Secara khusus, Pogba adalah pemain Manchester United pertama yang mencetak gol pada final Piala Dunia.13. Dengan kekalahan Kroasia, Uruguay masih menjadi satu-satunya tim yang menjuarai Piala Dunia setelah tertinggal pada babak pertama, yaitu ketika melawan Argentina pada 1930.
  841 kali
Catatan Babak I Prancis Vs Kroasia
Prancis unggul 2-1 atas Kroasia hingga turun minum laga final Piala Dunia, di Luzhniki Stadium, Moskwa, Minggu (15/7/2018). Gol Prancis dicetak oleh Mario Mandzukic (18, bunuh diri) dan Antoine Griezmann (38, penalti), sementara gol Kroasia diciptakan oleh Ivan Perisic (28').Selama paruh pertama, Kroasia melepaskan satu tembakan akurat dari tujuh percobaan, dengan penguasaan bola 60 persen. Adapun Prancis melepaskan satu tembakan akurat dari satu percobaan.Selain itu, ada sejumlah catatan lain. Berikut ini adalah beberapa di antaranya.1. Untuk pertama kalinya sejak 1974, tiga gol tercipta pada babak pertama final Piala Dunia. 2. Prancis mendapatkan penalti setelah Perisic dinilai wasit Nestor Pitana melakukan handsball. Pitana sempat melihat VAR sebelum mengambil memutuskan penalti. Ini adalah penalti pertama pada final Piala Dunia yang diputuskan melalui VAR.3. Tembakan penalti Griezmann yang berujung gol kedua Prancis adalah shot on goal pertama Prancis pada laga tersebut.3. Bagi Ivan Perisic, ia menjadi pemain kedua yang mencetak gol dan membuat lawan mendapat hadiah penalti pada final Piala Dunia, setelah Marco Materazzi pada 2006.4. Kylian Mbappe menjadi pemain termuda keempat yang tampil pada final Piala Dunia, setelah Ruben Moran (19 tahun pada 1950), Pele (17 tahun pada 1958), dan Giuseppe Bergomi (18 tahun pada 1982).5. Bagi Kroasia, mereka sudah menciptakan sejarah baru bagi negara mereka begitu peluit tanda kick off berbunyi karena ini adalah final Piala Dunia pertama mereka. Pencapaian terbaik Kroasia sebelumnya adalah menjadi second runner-up pada 1998.
  970 kali
Susunan Pemain Prancis Vs Kroasia
Piala Dunia 2018 menyisakan pertandingan final antara Prancis dan Kroasia, di Moskwa, Minggu (15/7/2018), pukul 22.00 WIB. Apa pun hasilnya, final kali ini akan menciptakan sejarah baru.Jika Kroasia menjadi juara, sejarah Piala Dunia akan punya satu negara juara baru. Jika Prancis juara, Didier Deschamps akan memiliki rekor pemain dan pelatih juara Piala Dunia. Ia meraih trofi Piala Dunia sebagai pemain pada Piala 1998.[suggestedarticle=2]Berikut ini adalah susunan pemain Prancis dan KroasiaPrancis (4-2-3-1): Hugo Lloris; Lucas Hernandez, Samuel Umtiti, Raphael Varane, Benjamin Pavard; N'Golo Kante, Paul Pogba; Blaise Mautuidi, Antoine Griezmann, Kylian Mbappe; Olivier GiroudPelatih: Didier DeschampsKroasia (4-2-3-1): Danijel Subasic; Ivan Strinic, Domagoj Vida, Dejan Lovren, Sime Vrsaljko; Marcelo Brozovic, Ivan Rakitic; Ivan Perisic, Luka Modric, Ante Rebic; Mario MandzukicPelatih: Zlatko DalicWasit: Nestor Pitana (Argentina)[pagebreak]Kisah Inspiratif Kiper Iran[/pagebreak]Lihat juga   Dari menggembala domba, sempat dikira pengemis, hingga akhirnya ke pentas dunia bersama timnas Iran untuk menepis penalti Cristiano Ronaldo. Perjuangan Beiranvand membuktikan perjalanan panjangnya menuju cita-cita bisa tercapai dengan kerja keras. Respect! 🇮🇷 #PialaDunia2018 #BolalobFootball A post shared by Bolalob.com (@bolalobfootball) on Jun 28, 2018 at 1:40am PDT
  812 kali
Tahu Kelebihan Kroasia, Prancis Tak Jemawa
Timnas Kroasia dipandang sebagai tim penuh kolektivitas dan diperkuat pemain yang punya mentalitas dan stamina luar biasa oleh kapten Timnas Prancis, Hugo Lloris. Beberapa aspek inilah yang membuat kiper berusia 31 tahun tersebut mewanti-wanti rekannya untuk menampilkan performa terbaik.Prancis dan Kroasia akan saling jumpa di Luzhniki Stadium pada Minggu (15/7/2018) pukul 22:00 WIB, untuk memperebutkan trofi juara Piala Dunia 2018. Laga ini menarik karena menjadi partai ulangan semifinal Piala Dunia 1998, saat Prancis menang 2-1 dan melangkah ke partai final.[suggestedarticle=2]Memori 20 tahun silam itu dianggap Lloris tak lebih dari sekadar memori bagi Prancis karena Kroasia dinilai sudah menunjukkan progres signifikan. Luka Modric dkk. selalu menang dalam enam laga yang mereka jalani di Piala Dunia 2018. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah saat melumat Argentina 3-0 di fase grup.Ketangguhan skuat arahan Zlatko Dalic berlanjut di fase gugur. Hebatnya lagi, Kroasia bermain hingga babak tambahan waktu saat babak 16 besar hingga semifinal. Dua di antaranya bahkan berlanjut sampai babak adu penalti saat melawan Denmark dan Rusia, hanya melawan Inggris Kroasia menang 2-1 lewat gol Mario Mandzukic di babak kedua tambahan waktu.Sementara itu, Prancis sempat ditahan imbang 0-0 oleh Denmark pada fase grup. Akan tetapi, langkah mereka terus mulus selama fase gugur dengan mengalahkan Argentina di 16 besar, melumat Uruguay di perempat final, dan mengandaskan Belgia di semifinal, tanpa harus melewati babak tambahan."Kroasia telah menunjukkan kekuatan mental mereka yang sangat luar biasa. Mereka bisa lolos setelah bermain hingga babak tambahan dalam tiga pertandingan beruntun, ada yang spesial di dalam tim mereka," kata Lloris sebagaimana dilansir Reuters."Ketangguhan kolektivitas mereka pun sangat luar biasa. Kami sangat menghormati mereka dan kami membutuhkan performa dengan level tertinggi untuk bisa meraih kemenangan di laga nanti. Mereka telah menunjukkan kekuatan fisik dan mental. Kami harus menjadi versi Prancis yang paling bagus," ujarnya menambahkan.Selain mewaspadai kekuatan Kroasia, Lloris pun menegaskan bahwa Prancis tidak larut dalam euforia kemenangan dan tetap menjaga fokus mereka menjadi juara dunia untuk kali kedua. Hantu kegagalan di final Piala Eropa 2016 silam pun disebut Lloris tidak lagi mengganggu skuat Prancis, karena sebagian besar pemain di Piala Dunia 2018 tidak menjadi bagian dari skuat dua tahun lalu.Sebaliknya, dengan banyaknya wajah anyar dan didominasi pemain muda, Les Bleus punya hasrat besar untuk menyelesaikan misi yang tidak terselesaikan dua tahun silam. Bagi Lloris, kuncinya sekarang adalah tenang dan tetap optimistis dengan tujuan utama: juara."Saya pikir, tim kami sangat tenang. Saya tidak terlalu mengetahui apakah kami sadar sejauh apa kami sudah melangkah, tapi saya pikir lebih baik seperti itu. Kami mempunyai keteguhan ini sejak awal turnamen sehingga kami bisa mengatasi tantangan apa pun," imbuhnya."Besok akan menjadi pertandingan paling penting dalam karier kami. Menjadi spesial karena pertandingan ini berada di final Piala Dunia dan kami harus tetap fokus pada tujuan utama kami," pungkas Lloris.Artikel ini ditulis oleh jurnalis Kumparan.com Aditia Rizki Nigraha dan tayang pertama kali di Kumparan.com pada Sabtu (14/7/2018).
  363 kali
Ini Rahasia Malaysia Bisa Raih Juara Piala AFF U-19 Meski Minim Persiapan
Pelatih Malaysia U-19, Bojan Hodak mengaku menekankan para pemainnya agar menjalankan taktik untuk bisa terhindar dari kelelahan. Hal tersebut dianggap sebagai salah satu cara Malaysia bisa meraih gelar juara Piala AFF U-19.Malaysia berhasil menjadi juara Piala AFF U-19 setelah menaklukkan Myanmar U-19 dengan skor 4-3 di partai final. Kemenangan tersebut membuat Malaysia sukses meraih gelar juara Piala AFF U-19 untuk pertama kali dalam sejarah.[suggestedarticle=3]Persiapan minim dan padatnya jadwal menjadi tantangan tersendiri bagi Malaysia U-19. Bojan Hodak menyiasati kondisi tersebut dengan menerapkan sejumlah taktik yang sesuai dengan kondisi pemain agar bisa tampil maksimal di tiap laga."Persiapan kami hanya 2-3 hari dengan pemain lengkap. Di klub mereka memiliki cara bermain sendiri, dan di sini saya menerapkan taktik yang berbeda untuk mereka," ujar Bojan Hodak.[pagebreak]Taktik yang Tepat[/pagebreak]"Karena jadwal yang padat kamu tidak bisa mengandalkan fisik. Jadi pada akhirnya mereka harus mengikuti taktik agar membuat mereka bisa lebih mudah. Bola mati juga menjadi salah satu cara kami ntuk mencetak gol," ucap Bojan.Gelar juara ini menjadi yang pertama untuk Malaysia sepanjang sejarah Piala AFF U-19 bergulir. Sebelumnya Malaysia sudah lima kali berada di peringkat kedua Piala AFF U-19.
  907 kali
1531632602359 tag