Pelatih Malaysia: Egy Maulana Vikri Berkualitas Eropa


  •    Tjatur Wiharyo
  •    14/07/18 - 13:00
  •    5372

(Egy Maulana Vikri. /Bolalob)

Pelatih Timnas Malaysia U-19, Bojan Hodak, menilai Egy Maulana Vikri memang punya kualitas untuk bermain di Eropa. Hal ini disampaikan Hodak, setelah melihat penampilan Egy pada laga semifinal Piala AFF U-19 antara Indonesia dan Malaysia, di Sidoarjo, Kamis (12/7/2018).

"Saya sangat senang Egy bermain di Eropa, saya yakin dia akan menjadi pemain yang lebih baik. Memang perbedaan sangat mencolok, dari cuacanya, gaya bermain sepak bolanya, tapi dia punya kualitas, kualitas dia memang Eropa," ujar Hodak, setelah pertandingan.

Penampilan Egy pada laga antara Timnas Indonesia U-19 vs Malaysia itu adalah laga perdananya di Piala AFF U-19 2018. Egy tidak bermain pada fase grup karena ia mengikuti program pramusim klubnya, Lechia Gdansk.

Laga semifinal itu diselesaikan dengan adu penalti setelah kedua kubu bermain imbang 1-1 hingga akhir babak normal. Gol Indonesia dicetak Egy Maulana Vikri dari titik penalti pada menit-menit awal, sementara gol Malaysia diciptakan Muhammad Syaiful.
halaman 2 dari 2
Mati Lampu di Gelora Delta Sidoarjo Selengkapnya  

Menjelang adu penalti, lampu stadion sempat padam. Suporter bereaksi dengan menyalakan telepon genggam mereka.

Luthfi Kamal dari Indonesia dan Shivan Pilikay sebagai penendang pertama berhasil mencetak gol. Rivaldo yang jadi penendang kedua Indonesia, dan Nabil Hakim dari Malaysia juga mengeksekusinya dengan sempurna. Kiper Riyandi sempat membaca arah bola, tapi tendangan Nabil begitu keras sehingga tetap masuk. 2-2.

Pada kesempatan ketiga, bola hasil tendangan Witan Sulaiman dibendung Muhammad Azri, sementara Nik Akif dari Malaysia bisa menaklukkan Riyandi.

Firza Andhika dan Hanis Saghara gagal meloloskan bola ke gawang. Penyelamatan Riyandi menepis bola hasil tendangan Zafuan Azeman pun tak membantu. Adu penalti berakhir 3-2 untuk Malaysia.

Pertandingan sempat diwarnai insiden penyalaan flare dan pelemparan botol plastik ke lapangan yang diduga dilakukan oleh sejumlah pendukung Indonesia. Panitia penyelenggara mengeluarkan imbauan supaya penonton tertib, tetapi imbauan itu diabaikan. Pemain Malaysia secara bergiliran masuk ke dalam ruang ganti dengan berlari satu persatu.

“Saya tak menyangka suporter Indonesia melakukan hal seperti ini. Itu seharusnya tidak terjadi, karena membahayakan pemain. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Asia U-19 dan Asian Games,” ujar Hodak.


Behind The Scene: Web Series - Bintang Masa Depan | Season 2








Berita Terkait


1541595602130

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?